BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Siklus II
Teknik analisa data merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap melakukan penelitian. Semua data yang telah terkumpul tidak akan berarti kalau tidak diadakan penganalisaan. Hasil dari penganalisaan akan memberikan gambaran, arah serta tujuan dan maksud penelitian.
Penelitian ini menggunakan analisa statistik sederhana, yaitu dengan
analisa deskriptif. Analisa deskriptif adalah model analisa dengan cara membandingkan rata-rata persentasenya, kemudian kenaikan rata-rata pada setiap siklus.35 Dari hasil tes obsevasi awal tersebut, dapat ditafsirkan tentang ketuntasan belajar siswa. Dalam penelitian ini untuk ketuntasan belajar siswa individu maupun klasikal digunakan pedoman ketuntasan siswa. Untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan sebuah metode dalam kegiatan belajar mengajar, maka perlu dilakukan analisis data sebagai hasil dari sebuah kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui persentasi keberhasilan pembelajaran pada setiap akhir siklus, siswa diberikan evaluasi berupa tes tulis.
Analisis data hasil evaluasi siswa dalam bentuk tes tulis dilakukan dengan menggunakan analisis statistik sederhana, yaitu sebagai beriku : a. Ketuntasan individu
Untuk menentukan ketuntasan belajar siswa (individual) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
KB = x 100 Tt
T
Keterangan:
KB = Ketuntasan belajar per siswa T = Jumlah skor yang diperoleh siswa
Tt = Jumlah skor total.36
35Madya Swarsih, Penelitian Tindak Kelas, (Yogyakarta : Alfabeta, 2006)
36 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif, (Jakarta:Kencana, 2010), h. 241.
Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan individual) jika prosporsi jawaban benar siswa ≥65%. Berdasarkan ketentuan KTSP penentuan ketuntasan belajar ditentukan oleh sekolah, dan untuk kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran mateatika di SD Islam Ihya’ulumuddin Batu tumpeng adalah 75.
b. Menghitung nilai rata-rata kelas
Adapun rumus untuk menghitung nilai rata-rata kelas antara lain yaitu:
Me = 𝑥𝑖
N
Keterangan :
Me = mean (rata-rata) ∑ = epsilon (baca jumlah) Xi = nilai semua siswa N = jumlah siswa37
c. Ketuntasan Klasikal
Data test hasil belajar dan proses pembelajaran dianalisis menggunakan analisis hasil belajar secara klasikal. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dianalisis dengan rumus:
% 100 z x KK x
Keterangan:
KK = Ketuntasan klasikal
X = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥75
37Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 49
Z = Jumlah seluruh siswa yang ikut test.
Suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan klasikal) jika dalam kelas tersebut terdapat ≥85% siswa yang telah tuntas belajarnya.
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui pemahaman tentang konsep bangun ruang melalui model Talking Stick, peneliti menentukan nilai maksimal yang diperoleh siswa adalah 100. Sedangkan untuk menentukan data (interval) yang digunakan peneliti untuk menilai siswa dapat dilihat pada tabel 2.1 sebagai berikut:
Tabel 2.1
Interval Untuk Nilai Siswa38
No Nilai Kategiri
1. 91-100 Sangat baik
2. 81-90 Baik
3. 71-80 Cukup baik
4. ≤ 70 Kurang baik
d. Data Aktivitas Siswa dan Guru
Menentukan rata-rata skor aktivitas belajar siswa dengan menggunakan rumus :39
A= n n
Keterangan :
A = rata-rata skor aktivitas belajar siswa n = jumlah seluruh skor
n = jumlah indikator
38 Djemari Mardapi, Teknik Penyusunan, h. 65
39 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2011) h.264
Data tentang aktifitas guru dan siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif. Indikator tentang aktifitas guru dan siswa yang diamati adalah sebanyak 7 indikator. Cara memberikan skor untuk aktifitas guru dan siswa adalah:
1) Skor 1 diberikan jika X ≤ 25 % 2) Skor 2 diberikan jika 25% < X ≤ 50 % 3) Skor 3 diberikan jika 50 % < X ≤ 75 % 4) Skor 4 diberikan jika X > 75 %
Keterangan:
X = jumlah siswa dalam kelas yang cukup aktif melakukan kegiatan menurut descriptor.
Adapun rumus untuk menghitung aktifitas guru dan siswa adalah sebagai berikut:40
Mi = ½ ( skor tertinggi + skor terendah) = ½ ( 4 + 1)
= 2, 5
SDi = 1/6 (skor tertinggi - skor terendah) = 1/6 (4 – 1)
= 0, 6 Keterangan:
Mi = mean ideal
SDi = standar deviasi ideal
40 Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015) h.238
Sehingga diperoleh kriteria-kriteria hasil aktifitas guru dan siswa di atas dapat dilihat dalam tabel interval sebagai berikut:
Tabel 2.2
Kriteria Penentuan Aktifitas Guru dan Siswa Berdasarkan Skor Standar41
Interval Interval Skor Kategori
Mi + 1, 5 SDi ≤ A 3, 25 ≤ A Sangat aktif
Mi + 0, 5 SDi ≤ A < Mi + 1, 5 Sdi 2, 75 ≤ A < 3, 25 Aktif Mi - 0, 5 SDi ≤ A < Mi + 0,5 Sdi 2, 25 ≤ A < 2, 75 Cukup aktif Mi – 1,5 SDi ≤ A < Mi – 0,5 Sdi 1, 75 ≤ A < 2, 25 Kurang aktif A < Mi – 1, 5 Sdi A < 1,75 Sangat kurang aktif
2. Tahap Refleksi
Refleksi dilakukan pada tahap akhir siklus. Pada tahap ini peneliti dan guru, mengkaji pelaksanaan dan hasil yang diperoleh dalam pemberian tindakan tiap siklus. Refleksi dilakukan dari data kualitatif dan data kuantitatif sebagai dasar untuk memperbaiki serta menyempurnakan tindakan pada siklus berikutnya.
41 Ibid., h. 238
a. Sebelah Utara : Kebun warga
b. Sebelah Setalan : Persawahan dan rumah warga c. Sebelah Barat : Persawahan warga
d. Sebelah Timur : Jalan raya dan rumah warga
Melihat dari letak geografis, SD Islam Ihya’ulumuddin merupakan sekolah yang terletak ditengah pemukiman warga, namun keberadaan SD Islam Ihya’ulumuddin sama sekali tidak mengganggu aktivitas warga malah sekolah tersebut memberikan keuntungan bagi warga Desa Batu Tumpeng.
3. Visi dan Misi a. Visi
Menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, dan profesional dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan.
b. Misi
1) Meningkatkan prestasi akademik lulusan
2) Meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
3) Membentuk peserta didik yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur.
4) Meningkatkan wawasan pengtahuan agama.
5) Meningkatkan prestasi ekstrakulikuler.
6) Meningkatkan kemampuan tekno;ogi, informasi dan komunikasi.
4. Keadaan Guru
Guru adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses pelaksanaan pembelajaran, menjelaskan materi pelajaran, membimbing dan mengajar siswa kearah tujuan pencapaian pembelajaran yang telah direncanakan. Oleh karena itu kapasitas dan kualitas guru merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan.
Dapat diketahui bahwa jumlah guru yang mengajar di SD Islam Ihya’ulumuddin adalah sebanyak 13 orang dengan perincian laki-laki 6 orang dan perempuan 7 orang. Di samping guru menjadi tenaga pengajar yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, guru juga mempunyai peran yang sangat penting dalam segala kegiatan sekolah.
5. Keadaan Siswa
Peserta didik merupakan salah satu komponen utama pendidikan artinya dalam pelaksanaan proses pembelajaran, keadaan peserta didik dalam suatu lembaga pendidikan sangat penting demi tercapainya tujuan pendidikan. Oleh karena itu, keberadaan dan peranan peserta didik sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Secara kualitas siswa-siswi SD Islam Ihya’ulumuddin bisa dikatakan relatif bagus, sedangkan secara kuantitas siswa-siswi SD Islam Ihya’ulumuddin berjumlah siswa.
Adapun jumlah peserta didik yang terdapat di SD Islam Ihya’ulumuddin dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.1
Data Kesiswaan di SD Islam Ihya’ulumuddin42 Kelas
Jumlah Murid 2015-2016
L P Jumlah
I 13 7 20
II 10 10 20
III 8 15 23
IV 8 16 24
V 17 9 26
VI 17 19 36
Jumlah 73 76 148
siswa selama proses pembelajaran di kelas berlangsung, adapun hasil setiap siklus adalah sebagai beriku:
1. Siklus I
Kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 24 Mei 2016 dengan alokasi waktu selama 3 × 35 menit pada materi sifat- sifat bangun ruang. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2016. Adapun tahap-tahap yang dilakukan pada siklus I ini adalah:
a. Tahap Perencanaan
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajara (RPP), (2) menyiapkan lembar kerja siswa (LKS), (3) menyiapkan lembar observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I, (4) menyiapkan soal evaluasi untuk menentukan hasil belajar siswa.
b. Kegiatan Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dengan menerapkan rencana pembelajaran yang telah disusun berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan skenario pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran talking stick.
1) Pertemuan pertama a) Kegiatan awal
Pada kegitan awal ini guru tidak lupa untuk menyuruh siswa berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Guru mengecek kehadiran siswa untuk mengetahui apakan ada siswa yang tidak masuk pada hari tersebut kemudian memeriksa kesiapan belajar siswa. Guru mengajukan beberapa pertanyaan seputar pemahaman siswa tentang materi yang sudah diajarkan. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan kepada siswa tentang model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model talking stick, kemudian membagi siswa menjadi 5 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang siswa.
b) Kegiatan inti
Pada kegiatan ini mula-mula guru menjelaskan materi tentang sifat-sifat bangun ruang kubus, balok dan limas secara runtun dan jelas sesuai dengan SK-KD. Selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model talking stick. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap kelompok untuk dikerjakan secara diskusi. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal-soal di LKS. Guru menyuruh ketuan kelompok untuk maju mengambil materi yang akan mereka diskusikan bersama kelompok mereka. Masing-masing kelompok mendapatkan materi yang berbeda.
Pada kegiatan selanjutnya, guru membimbing siswa pada diskusi lanjutan dan mengajak siswa menyanyikan lagu potong bebek angsa, kemudian memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa atau kelompok yang memegang tongkat (stick) untuk memancing pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Pada tahap ini siswa kurang aktif berdiskusi dalam kelompok. Pemberian tugas tidak merata pada saat diskusi kelompok, karena didominasi oleh siswa pintar dan tugas lebih banyak dikerjakan oleh mereka.
Setelah diskusi, guru meminta ketua kelompok untuk mengumpulkan LKS dan hasil kerja kelompok mereka. Namun pada tahap ini setiap kelompok hanya mengerjakan sendiri-sendiri, soal-soal yang ada di LKS lebih banyak dikerjakan oleh siswa yang pintar dan siswa/teman kelompoknya yang lain hanya mengikuti jawaban teman kelompoknya tanpa memberikan komentar apakah jawaban itu benar atau salah.
c) Penutup
Pada kegiatan akhir yaitu kegiatan mereflesikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Guru membahas hasil diskusi dan menyimpulkan materi pembelajan. Guru mengingatkan siswa untuk mengingat materi yang sudah dipelajari karena besok setelah pembelajaran guru akan memberikan evaluasi kepada siswa, kemudian menutup pembelajarn.
2) Pertemuan kedua a) Pendahuluan
Pada kegitan awal pembelajaran guru tidak lupa menyuruh siswa untuk berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Guru mengecek kehadiran siswa untuk mengetahui apakan ada siswa yang tidak masuk pada hari tersebut kemudian memeriksa kesiapan belajar siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru memotivasi siwa dan memberikan apersepsi serta mengingatkan kembali materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Materi pembelajaran pada pertemuan kedua adalah sifat-sifat bangun ruang tabung, prisma, dan kerucut. Guru mengingatkan siswa karena pada pertemuan kedua ini siswa akan diberikan tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar terkait dengan materi sifat-sifat bangun ruang.
b) Kegiatan inti
Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Guru menjelaskan materi sifat-sifat bangun ruang tabung, prisma, dan kerucut secara runtun dan jelas. Kemudian guru membagikan LKS kepada setiap kelompok untuk didiskusikan bersama teman kelompoknya. Guru menerapkan model pembelajaran talking stick. Beberapa anggota kelompok terlihat kurang semangat dalam berdiskusi dengan kelompoknya. Guru membimbing siswanya dalam mengerjakan soal di LKS, kemudian guru menyuruh ketuan kelompok untuk maju mengambil materi yang akan mereka
diskusikan bersama kelompok mereka. Masing-masing kelompok mendapatkan materi yang berbeda.
Pada kegiatan selanjutnya, guru membimbing siswa pada diskusi lanjutan dan mengajak siswa menyanyikan lagu potong bebek angsa, kemudian memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa atau kelompok yang memegang tongkat (stick) untuk memancing pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Namun siswa masih canggung baik dalam memberikan tanggapan maupun dalam memberikan pertanyaan terhadap materi yang belum dipahami.
Kemudian guru meminta ketua kelompok untuk mengumpulkan LKS dan hasil diskusi kelompoknya. Pada kegiatan akhir guru membagikan soal evaluasi yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda kepada siswa secara individu sebagai evaluasi untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.
c) Penutup
Pada kegiatan akhir yaitu kegiatan mereflesikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Guru menyuruh siswa untuk mengumpulkan tugas mereka. Kemudian guru membahas hasil diskusi dan menyimpulkan materi pembelajan, kemudian menutup pembelajarn.
c. Tahap Observasi dan Evaluasi 1) Tahap observasi
a) Observasi guru
Berdasarkan hasil lembar observasi aktivitas mengajar guru, masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan 1 dan 2 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2
Analisis Data Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Siklus I Aspek yang diukur Skor siklus I
pertemuan 1
Skor siklus I pertemuan 2
Jumlah skor 53 56
Banyak descriptor 21 21
Rata-rata 2,52 2,67
Kategori Cukup aktif Cukup aktif
Jumlah skor pertemuan 1 dan 2 5,19
Rata-rata 2,59
Karegori Cukup aktif
Berdasarkan data tersebut sudah terlihat bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus I belum maksimal masih terdapat kekurangan dalam proses pembelajaran. Kekurangan-kerungan tersebut antara lain:
(1) Penyampaian materi atau konsep-konsep penting di papan tulis belum terstruktur dan tidak teratur.
(2) Guru kurang megaktifkan Tanya jawab antar siswa.
(3) Guru belum memberikan bimbingan secara merata selama kegiatan kerja kelompok, baik kepada kelompok maupun individu.
(4) Guru tidak mendatangi semua kelompok dalam membimbingnya selama kerja kelompok.
(5) Guru masih kurang dalam membimbing siswa memahami masalah pada materi yang disampaikan.
(6) Pemberian alokasi waktu untuk kegiatan-kegiatan dalam kerja kelompok maupun dalam diskusi kelompok seharusnya diperhitungkan lagi.
(7) Kurang penguasaan kelas hal ini berakibat siswa masih ribut dengan anggota kelompoknya.
(8) Guru tidak memberikan PR untuk siswa.
b) Observasi Siswa
Pada tahap observasi ini peneliti dibantu oleh teman sejawat melakukan pengamatan/observer terhadap kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran talking stick. Adapun data yang diperoleh pada siklus I antara lain:
Tabel 3.3
Analisis Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Silus I Aspek yang diukur Skor siklus I
pertemuan 1
Skor siklus I pertemuan 2
Jumlah skor 53 57
Banyak descriptor 21 21
Rata-rata 2,52 2,71
Kategori Cukup aktif Cukup aktif
Jumlah skor pertemuan 1 dan 2 5,23
Rata-rata 2,62
Karegori Cukup aktif
Menurut data tersebut bahwa hasil observasi aktivitas belajar siswa masih terdapat beberapa kekurangan. Adapun kekurangan-kekurangannya yaitu:
(1) Siswa masih sibuk dengan kegitan lain dan tidak terlalu memperhatikan gurunya.
(2) Intraksi siswa dengan guru masih sangat rendah, terlihat dari enggannya siswa bertanya, menanggapi dan menjawab pertanyaan guru.
(3) Siswa belum mampu memberikan tanggapan yang dilontarkan oleh guru.
(4) Kurangnya kerjasama antar anggota kelompok dan masih berperannya siswa pintar.
(5) Beberapa kelompok tidak menyelesaikan tugasnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
(6) Pada akhir pembelajaran, siswa masih kurang aktif memberikan respon dalam menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2) Tahap evaluasi
Evaluasi dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus. Guru memberian soal evaluasi berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 10 soal dengan alokasi waktu 1 × 45 menit. Ringkasan hasil evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.4
Ringkasan Hasil Tes Evaluasi Siklus I Aspek yang diukur Keterangan
(dalam angka) Jumlah siswa yang ikut tes 23
Nilai tertinggi 90
Nilai terendah 50
Jumlah nilai keseluruhan 1640
Rata-rata 71,30
Jumlah siswa tuntas 13
Jumlah siswa tidak tuntas 10 Persentase ketuntasan (%) 56,52%
Berdasarkan tabel 3.6. Evaluasi siklus I diikuti oleh 23 orang siswa dengan nilai rata-rata siswa 71,30 dan ketuntasan klasikal 56,52%. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-ratanya sudah mencapai KKM yaitu sudah lebih besar dari 65, tetapi ketuntasan belajar siswa secara klasikal masih dibawah indicator yang diharapkan yaitu masih dibawah 85%. Berdasarkan hal tersebut peneliti melanjutkan penelitian ini ke siklus berikutnya.
d. Tahap Refleksi
Berdasarkan hasil observasi siswa, hasil observasi guru, dan hasil evaluasi siswa siklus I, terdapat kekurangan yang akan diperbaiki pada siklus II. Setelah dilakukan analisa terdapat kekurangan-kekurangan tersebut, maka dilakukan perbaikan-perbaikan pada siklus II, antara lain:
1) Guru memberikan bimbingan terhadap siswa yang masih bingung dalam mengerjakan soal di LKS.
2) Guru menyampaikan materi secara runtun dan jelas agar siswa tidak bingung memahami materi yang disampaikan guru.
3) Mengaktipkan tanya jawab, menyarankan kepada seluruh siswa untuk berani berbicara dengan cara menunjuk beberapa orang siswa agar menanggapi pertanyaan guru atau menjawab pertanyaan guru pada saat guru menyampaikan materi.
4) Guru menyuruh siswa yang pintar agar mau membantu temannya yang masih pasif dan siswa yang kurang pintar agar tidak malu meminta bantuan pada temannya yang lebih pintar serta memperjelas tugas masing-masing pada saat kerja kelompok.
5) Lebih mengaktifkan siswa dalam menyimpulan materi yang telah dibahas dengan menunjuk beberapa orang siswa untuk menyampaikan kesimpulannya dan meminta siswa lain untuk mengomentarinya.
2. Siklus II
Kegiatan pembelajaran pada siklus II dilakukan dalam dua kali pertemuan, dimana setiap pertemuan berlangsung selama 3 × 35 menit.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa, 30 Mei 2016 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari rabu, 31 Mei 2016. Evaluasi siklus II dilaksanakan pada pertemuan kedua dengan alokasi waktu 1 × 30 menit.
Evaluasi dilakukan dalam bentuk pemberian tugas yang berbentuk pilihan ganda. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus ini antara lain:
a. Tahap perencanaan
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajara (RPP), (2) menyiapkan lembar kerja siswa (LKS), (3) menyiapkan lembar observasi aktivitas
belajar siswa pada siklus II, (4) menyiapkan lembar observasi aktivitas mengajar guru siklus II, dan (5) menyiapkan soal evaluasi untuk menentukan hasil belajar siswa.
b. Tahap pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dengan menerapkan rencana pembelajaran yang telah disusun dan tetap menerapkan model pembelajaran talking stick. Secara umum langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan pertama a) Kegiatan awal
Pada kegitan awal ini guru tidak lupa untuk menyuruh siswa berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Guru mengecek kehadiran siswa untuk mengetahui apakan ada siswa yang tidak masuk pada hari tersebut kemudian memeriksa kesiapan belajar siswa. Pada awal pertemuan ini guru mengingatkan siswa tentang hasil evaluasi pada siklus I. hal ini dilakukan agar siswa termotivasi dan untuk lebih giat dan aktif dalam pembelajaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian memberikan apersepsi yaitu memancing siswa untuk mengingat kembali materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya.
b) Kegiatan inti
Pada kegiatan ini guru membagi siswa dalam 5 kelompok yang baru dengan beranggotakan 5-6 orang. Pada kegiatan pembelajaran guru menjelaskan materi tentang jaring-jaring bangun ruang. Guru menjelskan materi secara jelas. Pada pertemuan pertama siklus II ini, guru membagikan LKS dan topik materi yang akan didiskusikan kepada setiap kelompok. Siswa kembali disuruh bekerja dalam kelompok yang sudah ditentukan oleh guru. Untuk mengaktifkan semua anggota kelompok, guru lebih memperhatikan jalannya diskusi kemudian menegur siswa yang kelihatan tidak ikut aktif dalam kerja kelompok.
Pada kegiatan selanjutnya setelah siswa selesai mengerjakan tugasnya, guru menyuruh siswa untuk menjalankan tongkat (stick) kemudian guru memberikan pertanyaan kepada siswa yang mendapatkan tongkat. Siswa menjawab pertanyaan guru dengan penuh semangat dan berusaha menjawab pertanyaan guru dengan benar dan anggota kelompoknya yang lain mencoba menanggapi dan melengkapi jawaban temannya. Pada pertemuan ini siswa sudah terlihat lebih antusias dalam kerja kelompok karena sudah terlihat dari keaktifan para siswa.
c) Penutup
Pada kegiatan penutup guru mereflesikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Guru menyuruh siswa untuk mengumpulkan LKS
dan hasil diskusi mereka. Guru membahas hasil diskusi dan menyimpulkan materi pembelajan. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pelajaran yang sudah mereka pelajari hari ini dan menyuruh siswa untuk belajar karena pada pertemuan selanjutnya guru akan mengadakan evaluasi kemudian menutup pembelajarn.
2) Pertemuan kedua a) Kegiatan awal
Pada kegitan awal ini guru tidak lupa untuk menyuruh siswa berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Guru mengecek kehadiran siswa untuk mengetahui apakan ada siswa yang tidak masuk pada hari tersebut kemudian memeriksa kesiapan belajar siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian memberikan apersepsi yaitu memancing siswa untuk mengingat kembali materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Materi pembelajaran pada pertemuan kedua adalah mengulang kembali tentang jaring-jaring bangun ruang. Pertemuan kedua ini untuk memantapkan peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya kemudian nanti akan diberikan tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa terkait dengan materi jarring-jaring bangun ruang.
b) Kegiatan inti
Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok kemudian guru membagikan LKS (lembar Kerja Siswa) kepada setiap kelompok untuk didiskusikan bersama teman kelompoknya. Pada pertemuan ini
terlihat adanya kemajuan baik dari segi kerjasama siswa dalam kerja kelompok maupun antusias siswa dalam diskusi kelompok. Setelah selesai mengerjakan tugas seperti biasanya tongkal talking stick segera dilanjankan sambil diiringi dengan lagu potong bebek angsa. Siswa yang mendapatkan tongkat bersiap-siap untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru maupun teman kelompoknya yang lain.
Siswa menjawab dengan penuh semangat jawaban yang kurang lengkap segera dilengkapi oleh anggota kelompoknya yang lain.
Diskusi kelompok berjalan dengan baik dan lancar. Guru menyuruh siwa untuk mengumpulkan hasil diskusi mereka, kemudian pada akhir pertemuan guru memberikan tugas secara individu kepada siswa sebagai bahan evaluasi hasil belajar terhadapa materi yang sudah dipelajari. Guru menyuruh siswa untuk menjawab soal evaluasi yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda, guru memberikan waktu 1 × 30 menit untuk menjawab soal tersebut.
c) Penutup
Pada kegiatan penutup guru mereflesikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Guru membahas hasil diskusi dan menyimpulkan materi pembelajan. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pelajaran yang sudah mereka pelajari hari ini dan menyuruh siswa untuk belajar lebih giat lagi kemudian menutup pembelajarn.