• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sisi Perairan (Sea Side)

Dalam dokumen PDF Kata Pengantar - UNUD (Halaman 55-60)

1. Dermaga 1 (satu) unit, dengan panjang 50 meter;

2. Fasilitas bongkar-muat berupa jembatan yang dapat naik turun secara otomatis (moveable bridge) sesuai dengan tinggi muka air yang berfungsi sebagai penghubung antara kapal dengan dermaga, kapasitas 40 ton. Dudukan moveable bridge ada 1 (satu) unit dan Pelindungnya 2 (dua) unit fender;

3. Untuk menghindari dinding kapal yang langsung menempel ke dinding dermaga, maka dipasang fender karet dengan tipe 5M500H yang berbentuk huruf M. Ukuran fender adalah panjang 2.75 m dan lebar 1.25 meter dengan berat 939 kg/ buah. Energi serapnya 6.0 ton dengan kemampuan reaksi 31.0 ton. Untuk tempat menempel feder ini, dibuatkan breasting dolphhin yang berjumlah 5 buah dengan jarak satu sama lainnya 15 meter dan ukuran 5.0 x 5.0 m2 dengan struktur beton bertulang dan pondasi 8 buah tiang pipa baja dengna diameter 457,2 mm;

4. Kolam pelabuhan luas 3.39 ha dengan kedalaman bervariasi sekitar - 4,00 meter, Lebar pintu kolam 85 meter. Kolam dilindungi dengan konstruksi pemecah ombak (break water);

5. Break water Timur panjang 142.98 meter dan break water Barat panjang 188.24 meter;

6. Area putar (turning basin) dengan ukuran diameter: 70,00 meter;

7. Fasilitas tambat untuk dermaga tipe wharf/quay dilengkapi dengan bollard sebagai tempat mengikatkan tali untuk mengurangi gerak kapal serta fender karet untuk meredam benturan kapal dengan dermaga;

8. Rambu navigasi, yang berfungsi untuk membantu para nahkoda dalam mengemudikan kapal ketika akan keluar/masuk pelabuhan, khususnya pada malam hari. Rambu navigasi lateral ini ada 2 (dua) unit yaitu merah dan hijau;

9. Retaining wall dan Revetment, mempunyai fungsi berturut-turut untuk melindungi tanah timbunan terhadap longsoran dan melindungi tanah dari bahaya erosi akibat gelombang. Panjangnya 215 meter;

10.Fasiitas lainnya adalah 1 (satu) unit portal penggantung dan 4 (empat) unit bangunan pengaman pantai (groin).

5. Toilet umum 1 (satu) unit dengan luas 25,0 meter persegi;

6. Gudang 1 (satu) unit luas 100 meter persegi;

7. Power house (genset) ada 1(satu) unit kapasitas 220 KVA, 220/380 V, 50 Hz;

8. Tower air 1 (satu) unit kapasitas 50,46 meter kubik;

9. Sistem komunikasi radio VHF Marine DSC;

10.Terdapat juga fasilitas lain berupa tempat suci;

11.Bangunan lainnya yang berfungsi untuk menunjang pengoperasian pelabuhan secara umum.

ilayah Kabupaten Klungkung sepertiganya terletak didaratan Pulau Bali (11.216 Ha) dan duapertiganya terletak di Kecamatan Nusa Penida (20.284 Ha). Kondisi sosial ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Klungkung kurang seimbang antara wilayah di Daratan (Kecamatan Klungkung, Dawan dan Banjarangkan) lebih baik dibandingkan dengan wilayah Kecamatan Nusa Penida dimana sampai saat ini masih dirasakan sangat tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang berada di daratan. Keandalan akses terutama dari Klungkung daratan menuju Nusa Penida merupakan kendala dari pemerintah untuk melakukan percepatan pembanguan di Nusa Penida. Saat ini Pelabuhan Nusa Penida telah dilakukan pembangunan dengan gencar sehingga dapat meningkatkan percepatan pembangunan di kawasan tersebut. Akan tetapi di Klungkung daratan pelabuhan yang representatif belum tersedia. Adanya kendala akses tersebut Pemerintah Kabupaten Klungkung membangun dan mengembangkan Pelabuhan Gunaksa sesuai dengan kondisi geografis daerah dan potensi yang ada.

Dengan adanya Pelabuhan Gunaksa diharapkan akan tersedia prasarana dan sarana transportasi yang laik, memenuhi syarat keselamatan serta dapat mengangkut bahan-bahan bangunan, logistik dan lain-lainnya dalam jumlah yang besar untuk meningkatkan akses Klungkung Daratan dengan Kecamatan Nusa Penida sehingga pengendalian percepatan pembangunan di Kabupaten Klungkung dan penyeimbangan pembangunan Klungkung daratan dengan Nusa Penida dapat dipercepat. Pelabuhan Nusa Penida dan Pelabuhan Gunaksa akan mendukung kegiatan perekonomian, diharapkan juga dapat mendukung program pembangunan sektor lainnya seperti pengembangan pariwisata dan potensi lainnya yang ada di Klungkung.

W

abupaten Klungkung yang meliputi wilayah Kecamatan Nusa Penida, Kecamatan Dawan, Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Banjarangkan dengan kondisi geografis terpisah antara Kecamatan Nusa Penida dan Kecamatan lainnya di Kabupaten Klungkung dan sampai saat ini satu-satunya akses transportasi yang tersedia adalah transportasi laut atau penyeberangan. Selain Pelabuhan Nusa Penida, di Kecamatan Nusa Penida terdapat 8 (delapan) buah pelabuhan peyeberangan tradisional, yaitu Tanjung Sanghyang, Jungut Batu, Toya Pakeh, Banjar Nyuh, Buyuk, Sampalan, Bias Munjul dan Mentigi.

Kabupaten Klungkung (daratan) sampai saat ini belum mempunyai pelabuhan penyeberangan yang representatif seperti pelabuhan Nusa Penida atau pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem. Pelabuhan penyeberangan tradisional yang ada di Kabupaten Klungkung daratan adalah Kusamba, Banjar Bias dan Banjar Tribuana yang ketiganya terletak di desa Kusamba kecamatan Dawan, dimana semua pelabuhan tersebut mempunyai kapasitas yang sangat terbatas. Disamping itu ada beberapa simpul penyeberangan menuju Nusa Penida yang terletak diluar kabupaten Klungkung daratan, yaitu: Pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem, Pantai Sanur di Kota Denpasar dan Pelabuhan Benoa di Kabupaten Badung.

atu satunya jalur trasportasi yang tersedia untuk menghubungkan Klungkung daratan dengan Kecamatan Nusa Penida sebagai bagian wilayah Klungkung adalah transportasi laut/penyeberangan. Untuk aksessibilitas kedua kawasan ini yang terpisah oleh lautan, antara lain. Selama ini penyeberangan menuju Nusa Penida dilayani oleh beberapa pelabuhan sebagai berikut:

1. Melalui Pelabuhan Benoa, dengan Bounty Cruise namun hanya ada untuk hari- hari khusus seperti Purnama, Tilem, Piodalan atau hari raya. Pemberangkatan dilakukan dari pelabuhan Benoa diantar sampai dermaga Bounty dekat Nusa Penida selanjutnya ditransfer dengan menggunakan boat kecil demikian pula sebaliknya;

2. Melalui Pelabuhan Padangbai, jangka waktu penyeberangan akan lebih pendek, tetapi bagi yang berasal dari Denpasar jalur darat dari Denpasar ke Padangbai

K

S

Ukuran Utama Kapal.

Panjang keseluruhan (LOA) : 39,50 meter;

Panjang antara garis tegak (LPP) : 32,50 meter;

Lebar : 11,60 meter;

Tinggi : 3,00 meter;

Sarat Air Disain : 2,00 meter;

Kecepatan kapal (rata-rata) : 12,5 Knot;

Jumlah ABK : 14 orang ; Jumlah Kendaraan : 8 Truk, 6 Mobil;

Jumlah Penumpang : 200 orang (termasuk kelas eksekutif).

Permesinan Kapal.

Mesin Induk : 2 x 829 Hp;

Mesin Bantu Utama : 2 x 80 HP;

Mesin Kemudi : 1 Set;

Mesin Geladak dan Ramp Winch : 1 Set.

Peralatan Navigasi dan Komunikasi.

1. Magnetic Compas;

2. Marine Radar;

3. Speed Log;

4. Echo Sounder;

5. VHF Radio Telephone;

6. Radio SSB;

7. GPS;

8. Public Adressor;

9. Navigaton Lamp.

Fasilitas Penumpang.

1. Tempat duduk untuk sekitar 200 orang penumpang kelas ekonomi;

2. Toilet dengan jumlah yang memadai;

3. Full Air Condition (AC) untuk ruang penumpang VIP;

4. TV set dan Audio untuk ruang penumpang.

Alat Keselamatan.

1. Peralatan keselamatan sesuai peraturan SOLAS (Safety Of Life At Sea);

2. Rakit Penolong (Life Raft) dengan jumlah dan kapasitas yang memadai;

3. Baju Penolong (Life Jacket) dengan jumlah sesuai dengan peraturan;

b. Keluar – masuk kendaraan dari – ke kapal;

c. Embarkasi Penumpang.

2. Zona Interface.

a. Pergerakan penumpang;

b. Pemeriksaan administrasi;

c. Keluar – masuk penumpang ke pelabuhan.

3. Zone Daratan.

a. Antrian kendaraan;

b. Penimbangan kendaraan bermuatan;

c. Penjualan tiket masuk kendaraan;

d. Pergantian antar moda.

4. Zona Perbatasan.

a. Jual beli makanan/ minuman dan usaha/jasa lainnya;

b. Buffer zone yang digunakan untuk parkir kendaraan saat peak season.

Dalam dokumen PDF Kata Pengantar - UNUD (Halaman 55-60)

Dokumen terkait