iklim berdasarkan abjad menurut Schmidth dan Ferguson adalah A = Sangat basah, B = Basah, C = Agak basah, D = Sedang, E = Agak kering, F = Kering.
B. Curah Hujan.
erdasarkan data yang diperoleh dari Balai Meteorologi dan Geofisika Wilayah III, khususnya Stasiun Sampalan, jumlah rata-rata curah hujan tahunan periode 1997-2001 di lokasi rencana kegiatan adalah sekitar 8,66 cm per bulan dengan curah hujan rata-rata bulanan tertinggi terjadi pada bulan Nopember sebesar 14,36 cm dan terendah terjadi pada bulan September yaitu sebesar 0,78 cm.
C. Geologi Dan Mekanika Tanah.
erdasarkan peta geologi Lembar Bali oleh M.M. Purbo Hadiwidjojo tahun 1971, Kabupaten Klungkung terdiri dari batu an tertua sampai termuda dan kawasan Nusa Penida sendiri secara umum terdiri dari Batuan Gamping.
Listrik, dan air minum Bangunan
Sektor Tersier
Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan komunikasi.
Perbankan, dan Lembaga Keuangan Jasa-jasa
0,21 5,00
5,00 4,97 8,17 2,89
8,89 1,91
1,95 2,19 4,80 4,58
2,86 5,41
3,93 2,31 4,71 3,86 Produk Domestik Regional Bruto 3,36 2,59 3,46 Sumber: Klungkung Dalam Angka 2003.
C. Produk Domestik Regional Bruto.
roduk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah nilai output dari total barang dan jasa yang dimiliki (berupa uang) dalam suatu daerah dalam jangka waktu tertentu, biasanya setahun. Besarnya PDRB suatu daerah merupakan indikator kemajuan dalam melaksanakan pembangunan ekonomi yang diperlukan sebagai salah satu cara untuk mensejahterakan masyarakat di daerah tersebut. PDRB merupakan nilai yang dapat dicapai dari 9 lapangan usaha yaitu:
1. Sektor Pertanian= Tanaman pangan, tanaman perkebunan, perternakan, kehutanan dan perikanan;
2. Sektor Pertambangan dan Penggalian = Minyak dan gas bumi, pertambangan tanpa migas dan penggalian;
3. Sektor Industri Pengolahan = Industri migas dan industri tanpa migas;
4. Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih = Listrik, gas kota dan air bersih;
5. Sektor Bangunan/Konstruksi = Pembuatan bangunan, jalan, jembatan dan lain- lain;
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran = Perdagangan besar dan eceran, hotel serta restoran;
7. Pengangkutan dan Komunikasi = Angkutan kereta api, angkutan jalan raya, angkutan laut, angkutan sungai dan penyeberangan, angkutan udara serta jasa penunjang angkutan;
8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan = Bank, lembaga keuangan non bank, jasa penunjang keuangan, sewa bangunan dan jasa perusahaan;
9. Jasa-jasa = Sosial kemasyarakatan, hiburan dan rekreasi serta jasa perorangan dan rumah tangga.
P
Perhitungan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah merupakan masalah yang sangat komplek dan untuk mengetahuinya diperlukan studi yang khusus dan mendalam. Data mengenai besarnya tingkat pendapatan penduduk berdasarkan pada perhitungan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Nilai PDRB perkapita kabupaten Klungkung atas dasar harga berlaku terus meningkat pada tahun 2000 mencapai Rp.5.212.671,72 dan tahun 2004 mencapai Rp.7.780.546,44.
Sedangkan Nilai PDRB perkapita tahun 2004 atas dasar harga konstan 2000 Kabupaten Klungkung mencapai Rp.5.846.698,50 (Klungkung Dalam Angka, 2006).
D. Sistem Jaringan Transportasi.
1. Transportasi Darat.
Prasarana perhubungan darat di Kabupaten Klungkung cukup memadai, terdapat 17,40 km jalan negara (arteri primer), 20,97 km jalan provinsi (kolektor rovinsi), 342,46 km jalan kabupaten (kolektor kabupaten) dan 203,226 km jalan desa (lokal). Jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Klungkung daratan tercatat 3.621 unit dan di Kecamatan Nusa Penida tercatat 23 truk, 81 pick-up dan 641 sepeda motor.
2. Transportasi Laut.
Kecamatan Nusa Penida yang meliputi wilayah Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan dengan kondisi geografis terpisah dari daratan Pulau Bali, sampai saat ini satu-satunya akses transportasi yang tersedia adalah transportasi laut atau penyeberangan. Kabupaten Klungkung (daratan) sampai saat ini belum mempunyai pelabuhan penyeberangan yang representatif seperti pelabuhan Mentigi yang terletak di Nusa Penida atau pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem. Pelabuhan penyeberangan tradisional yang ada di Kabupaten Klungkung daratan adalah Kusamba, Banjar Bias dan Banjar Tribuana yang ketiganya terletak di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, dimana semua pelabuhan tersebut mempunyai kapasitas yang sangat terbatas.
Di Kecamatan Nusa Penida terdapat 7 (tujuh) buah pelabuhan peyeberangan tradisional, yaitu Tanjung Sanghyang, Jungut Batu, Toya Pakeh, Banjar Nyuh, Buyuk, Kutampi dan Mentigi. Pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan penyeberangan tradisional sebagai arus penumpang dan barang di Nusa Penida. Disamping itu ada beberapa simpul penyeberangan menuju Nusa Penida yang terletak diluar Kabupaten Klungkung daratan, yaitu:
a. Pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem;
2. frekuensi < 6 trip/hari;
3. dermaga < 500 GRT;
4. waktu operasi < 6 jam/hari;
5. fasilitas pokok sekurang-kurangnya meliputi:
a. perairan tempat labuh termasuk alur pelayanan;
b. kolam Pelabuhan;
c. fasilitas sandar kapal;
d. fasilitas penimbangan muatan;
e. terminal penumpang,
f. akses penumpang dan barang ke dermaga;
g. perkantoran untuk kegiatan perkantoran pemerintahan dan pelayanan jasa.
Identitas Pelabuhan penyeberangan Nusa Penida sebagai berikut:
1. Penyelenggara : Pemerintah Kabupaten Klungkung;
2. Nama Pelabuhan : Pelabuhan Penyeberangan Nusa Penida;
3. Jenis Pelabuhan : Pelabuhan Penyeberangan;
4. Status : Pelabuhan Lokal;
5. Lokasi : Nusa Penida, Kabupaten Kungkung;
6. Luas Total Lahan : 1,62 Ha;
7. Koordinat : 08o40’18,6”S dan 115o33’09,5” T;
8. Jam operasi pelayananan : 12 jam.
Berdasarkan letak dan fungsinya fasilitas pelabuhan yang ada, terdiri dari:
1. Sisi Perairan (Sea Side).
a. Dermaga 1 (satu) unit, dengan panjang 50 meter;
b. Fasilitas bongkar-muat berupa jembatan yang dapat naik turun secara otomatis (moveable bridge) sesuai dengan tinggi muka air yang berfungsi sebagai penghubung antara kapal dengan dermaga, kapasitas 40 ton.
Dudukan moveable bridge ada 1 (satu) unit dan Pelindungnya 2 (dua) unit fender;
c. Fender ada 5 (lima) unit;
d. Kolam pelabuhan luas 11.658,37 m2 dengan kedalaman bervariasi sekitar - 4,00 meter, Lebar pintu kolam 85 meter. Kolam dilindungi dengan konstruksi pemecah ombak (break water);
e. Break water Timur panjang 105,80 meter dan break water Barat panjang 76,5 meter;
f. Area putar (turning basin) dengan ukuran diameter: 90,00 meter;
g. Fasilitas tambat untuk dermaga tipe wharf/quay dilengkapi dengan bollard sebagai tempat mengikatkan tali untuk mengurangi gerak kapal serta fender karet untuk meredam benturan kapal dengan dermaga;
h. Rambu navigasi, yang berfungsi untuk membantu para nahkoda dalam mengemudikan kapal ketika akan keluar/masuk pelabuhan, khususnya pada malam hari. Rambu navigasi lateral ini ada 2 (dua) unit yaitu merah dan hijau;
i. Retaining wall dan Revetment, mempunyai fungsi berturut-turut untuk melindungi tanah timbunan terhadap longsoran dan melindungi tanah dari bahaya erosi akibat gelombang. Panjangnya 215 meter;
j. Fasiitas lainnya adalah 1 (satu) unit portal penggantung dan 4 (empat) unit bangunan pengaman pantai (groin);
2. Sisi Daratan (Land Side).
a. Gedung terminal, terdiri dari ruang tunggu keberangkatan, kantor administrasi dan fasilitas lainnya seperti: ruang penjualan tiket, toilet umum, kantin atau kios-kios, ruang telepon umum dan sebagainya. Total luas gedung terminal adalah 700 meter persegi, dengan kapasitas 80 tempat duduk;
b. Tempat parkir, terdiri dari tempat parkir keberangkatan 450 meter persegi dan tempat parkir jemputan 400 meter persegi, dengan kapasitas masing- masing 16 unit kendaraan;
c. Jalan Lingkungan pelabuhan lebar 7,0 meter dengan total luas 9.914,3 meter persegi dilengkapi lampu penerangan jalan 60 titik;
d. Pos pemeriksaan tiket, loket tiket kendaraan dan pos jaga masing-masing 1 (satu) unit dengan luas tiap-tiap unit 9,0 meter persegi;
e. Toilet umum 1 (satu) unit dengan luas 25,0 meter persegi;
f. Gudang 1 (satu) unit luas 100 meter persegi;
g. Power house (genset) ada 1(satu) unit kapasitas 220 KVA, 220/380 V, 50 Hz;
h. Tower air 1 (satu) unit kapasitas 50,46 meter kubik;
i. Sistem komunikasi radio VHF Marine DSC;
j. Terdapat juga fasilitas lain berupa tempat suci;
k. Bangunan lainnya yang berfungsi untuk menunjang pengoperasian pelabuhan secara umum.