• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 75

BAB IV HASIL PENELITIAN

G. Kendala Serta Solusi yang Digunakan Guru dalam

2. Solusi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 75

ini, karena ini kan ajaran baru saya undang wali murid untuk duduk bersama membicarakan tentang program-program yang kita kerjakan untuk tahun ini. Biasanya datang 50% saja itu Alhamdulillah sudah bagus prestasinya tapi biasanaya 10% datang itu pun kadang-kadang bukan orang tua aslinya, mungkin orangtuanya sibuk jadi yang datang adalah pengasuhnya.”

Hal senada dipaparkan oleh Ibu Kepala Sekolah SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan, bahwa kepedulian dari orangtua murid masih kurang mungkin karena faktor kesibukan.

Berdasarkan pemaparan Ibu Siti Komariyyah, Siswa tunarungu di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan lebih nurut, jika dibandingkan dengan siswa sekolah umum, gampang diatur, membanggakan sehingga guru tidak dipersulit siswa dalam mengatur anak.

c. Guru

Guru mengajar dengan penuh rasa sabar dan ikhlas. Menjadi guru di SLB, bukanlah pekerjaan mudah, di dalamnya dituntut pengabdian dan juga ketekunan. Harus ada pula keikhlasan dan kesabaran dalam menyampaikan pelajaran. Sebab, sejatinya guru bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya. Dengan rasa sabar dan ikhlas disini maksudnya, sabar dalam menghadapi anak yang mengalami ketunarunguan, sebagai guru harus sabar dalam membimbing anak-anak tersebut. Selain itu hubungan antara guru dan murid SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan terjalin sangat baik.

Karena keakraban dan interaksi dengan siswa merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pendidikan. Guru menggunakan pendekatan individualisme, sehingga guru paham betul karakter anak. Guru menganggap siswa seperti anaknya sendiri.

Hal tersebut terbukti dengan hasil observasi peneliti dan didukung dengan hasil wawancara dengan kepala sekolah, sebagai berikut:

“Kalau hubungan guru dengan murid disini baik-baik saja tidak ada persoalan namanya guru dengan murid yaa otomatis kan

seperti mamak dengan anak. Hubungan baik-baik saja tidak ada komplin.”

Banyak hambatan yang menjadi kendala dalam mewujudkan tujuan pendidikan secara sempurna. Usaha yang dilakukan untuk mengurangi hambatan tersebut diantaranya:

1) Guru menggunakan pendekatan individual pada saat pembelajaran, sehingga guru memahami tiap karakter anak.

2) Keteladanan merupakan suatu upaya untuk memberikan contoh perilaku yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pemberian contoh harus dilakukan seluruh pegawai yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan yang meliputi kepala sekolah, guru, dan karyawan. Dalam hal ini guru adalah orang yang paling utama dan pertama yang berhubungan dengan siswa. Baik buruknya perilaku guru apalagi guru agama akan dapat mempengaruhi secara kuat terhadap siswanya. Oleh karena itu, keteladanan guru menjadi suatu yang mutlak untuk dilakukan, sebab guru yang baik akan menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya.

3) Pembiasaan merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka membiasakan siswa untuk berperilaku atau bertindak sesuai dengan tujuan pembelajaran atau tujuan sekolah.

4) Kepala sekolah meminta bantuan pembangunan gedung sekolah.

Seperti yang dipaparkan oleh kepala sekolah bahwa:

“Kami tahu bahwa sekolah ini tidak cukup ruangan. jadi kita sudah upayakan pengembangan sekolah kerja sama dengan yayasan.

Kita sudah mempunyai lahan tanah di Lambaro Skep ada kira-kira

lebarnya 1400 hektar.Di sana baru bisa kita kembangkan sekolah ini,kalau di sini tidak mungkin kita kembangkan karena lahannya sempit sekali. Kalaupun ada bantuan untuk gedung terpaksa kita tolak karena kita tidak ada lahan. Kami sudah mulai mengajukan proposal,dan tahun depan Insya Allah sudah ada berdiri gedung baru.Walaupun hal tersebuttidak semudah membalikkan telapak tangan, namun kita kan harus tetap optimis, kita sudah ajukan proposal kalau dikasih alhamdulillah kalau tidak ya harus bersabar dulu.”

Dengan dibangunnya sekolah baru tersebut, diharapkan mampu meningkatkan semangat guru dalam mengajar dan prestasi belajar siswa. Karena ruangan yang digunakan sudah dikhususkan untuk anak tuarungu saja sehingga tidak ada gangguan dari siswa lain yang memiliki ketunaan berbeda.

5) Upaya pengembangan komunikasi bagi anak tunarungu

Karena keterbatasan bahasa yang dimiliki anak tunarungu, maka upaya guru yang dilakukan dalam pengembangan bahasa dan komunikasi sesuai dengan teori Wasita tentang strategi pembelajaran pada anak tunarungu. Berikut penulis lampirkan angket berkaitan dengan kendala serta solusi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran siswa Tunarungu di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan atas uraian pada bab-bab sebelumnya serta merujuk pada rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka penulis mengambil kesimpulan melalui analisis data sebagai berikut :

1. Pembelajaran pendidikan agama Islam di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan hampir sama dengan sekolah umum. Kurikulum yang diterapkan di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan adalah Kurikulum 2013.

2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru agama tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan sebenarnya mengacu pada sekolah umum, tetapi kenyataannya anak masih belum mampu. Sehingga yang menjadi target dalam pembelajaran adalah bertaqwa kepada Allah, berbudi pekerti, anak bisa mandiri, berakhlak mulia, tidak melakukan perbuatan tercela, dan terbiasa shalat walaupun hanya bisa dalam gerakan.

3. Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDS Dua Mei yang sering digunakan oleh guru diantaranya ialah: metode ceramah, drill, tanya jawab, demonstrasi, metode pemberian tugas dan metode keteladanan. Dari metode-metode ini semuanya diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan disesuaikan dengan keadaan siswa yang mengalami ketunarunguan.

79

B. Saran

Sesuai sifat dasar penelitian keilmuan, bahwa dalam sebuah penelitian pasti menyisakan masalah yang belum tuntas, karena proses penambahan keterangan dan pengeditan sampai skripsi ini ditulis masih berlangsung, masih terbuka luas bagi para peneliti berikutnya untuk melanjutkan penelitian ini. Oleh karena itu akan sangat berharga jika dapat dikaji lebih lanjut mengenai bagaimana upaya pendidikan agama Islam di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan.

Penulis merasa dalam karya skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan yang kiranya pembaca dapat memakluminya, karena penulispun masih dalam tahap belajar. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya, para pembaca, dan orang banyak. Amin ya Rabb.

Daftar Pustaka

Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnnya, 2011.

Anwar, Rosihon, Akidah Akhlak, Bandung: Pustaka Setia, 2008.

Delphie, Bandi. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusif, Bandung: PT Refika Aditama 2011.

Daradjat. Zaskiyah, dkk. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Hadis, Abdul, Pendidikan Anak Berkebutuhan Autis, (Bandung:

Alfabeta, 2006)

Hastuti, “Metode Pembelajaran PAI di TK Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto”,Skripsi S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan”. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014.

Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Muliyati. Diagnosa Kesulitan Belajar. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press, 2010.

Ramayulis, Metode Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2010.

Syah, Muhibin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.

Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2002.

Sudiyono, Ilmu Pendidikan Islam Jilid I, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Nuraini, “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di Sekolah Lanjutan Autis Yogjakarta”. Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, 2012).

81

Langgulung, Hasan. Asas-asas Pendidikan Islam. Jakarta:Pustaka Al-Husna, 1992.

Winarmo Suharman. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Tehnik. Bandung: Tarsito, 1992.

Nana Syaodih Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya, 2005.

Suharsimi, Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1992.

Suharman, Winarmo, Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Tehnik, Bandung: Tarsito, 2010.

Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005.

Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2007.

Undang-Undang RI No.11 Tahun 1980. Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta: Gajahyana Pres. 1989.

UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan Dalam Presfektif Islam. Bandung:

PT Remaja Rosda Karya, 2011.

Yudoyoko , S. Eko Putro, Evaluasi Program Pembelajaran, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2015.

Wawancara :

Wawancara dengan Kepala Sekolah SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan.

Wawancara dengan guru pendidikan agama Islam SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan.

Wawancara dengan guru ABK SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan

Gambar di ambil sehabis selesai wawancara dengan Ibu Siti Badriyah, M.Pd.I (Kepala Sekolah SDS Dua Mei)

Gambar pada saat melihat keadaan siswa/siswi SDS Dua Mei

berkebutuhan khusus SDS Dua Mei.

ABK SDS Dua Mei sesaat setelah pelajaran PAI.

i

Skripsi dengan judul “Pendidikan Agama Islam Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Swasta Dua Mei Kota Tangerang Selatan” yang disusun oleh Siti Khairina Nomer Induk Mahasisiwi: 13311257 telah diperiksa dan disetujui untuk diajukan ke sidang munaqasyah.

Jakarta, Agustus 2018 Pembimbing,

Sri Tuti Rahmawati, MA

ii

Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Swasta Dua Mei Kota Tangerang Selatan” oleh Siti Khairina dengan NIM:13311257 telah diujikan disidang Munaqasyah Program Strata 1 Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2018. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).

Jakarta, 18 Agustus 2018 Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M.Ag

Sidang Munaqasyah

Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Dr. Umi Khusnul Khotimah, M.Ag Wasmini

Penguji 1 Penguji II

Dr. Nadjematul Faizah, M. HUM Dr. Umi Khusnul Khotimah, M.Ag

Pembimbing

Sri Tuti Rahmawati, MA

iii Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Siti Khairina

NIMKO : 13311257

Tempat/Tanggal Lahir: Cipondoh, 1 Desember 1995

Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Pendidikan Agama Islam Pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Swasta Dua Mei Kota Tangerang Selatan adalah benar-benar asli karya saya kecuali kutipan- kutipan yang sudah disebutkan. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.

Jakarta, Agustus 2018 Penulis

Siti Khairina

iv

Keep The Mandate and Never Give up

(Menjaga Amanah dan Tidak Pernah Menyerah)

v

ِح هرلا ِنَامح هرلا ِ هلَّلا ِمْسِب ِمْي

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta Alam, yang telah memberi penulis rahmat, hidayah serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, sebagai tugas akhir Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta. Shalawat beriring salam selalu tercurahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW yang telah mengeluarkan manusia dari alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang, dari manusia yang jahiliyyah menjadi insan yang beriman dan bertakwa.

Ucapan syukur tiada henti-hentinya menghiasi lisan atas segala kekuatan, kesabaran, serta pertolongan yang selalu Allah berikan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, sehingga penulisan skripsi ini bisa terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

Dalam proses penyelesaian penulisan skripsi ini, tentunya banyak kendala yang penulis temui, namun berkat doa, usaha serta dukungan dan bantuan dari orang-orang disekitar penulis, kendala-kendala itu dapat diatasi.

Sudah sepantasnya penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Melalui kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mempersembahkan untaian terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA, Rektor Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta yang telah berjasa dalam kemajuan perguruan ini.

2. Ibu Dr. Hj. Ummi Khusnul Khotimah, MA Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta yang memberikan arahan dan kesempatan kepada penulis untuk menulis skripsi ini.

vi menyelesaikan skripsi ini.

4. Seluruh staf Fakultas Tarbiyah khususnya ibu Wasmini dan ibu Yuyun yang telah membantu penulis serta selalu memberikan motivasi dan arahan

5. Ayahanda Bapak H. Maman Sutriaman, SH dan Mama Hj. Ida Fatimah yang telah melimpahkan kasih sayang, dukungan, kepercayaan serta doa yang tiada hentinya untuk penulis, sehingga penulis selalu memiliki semangat, kekuatan dan kemudahan dalam melakukan dan menyelesaikan semua tugas penulis. Semoga Bapak dan Mamah tersayang diberikan umur yang panjang dan barokah serta selalu dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT.

6. Aa Fadel, Aa Kahfi dan adekku Nadiyah dan Fathan yang selalu memberi dukungan, semangat dan bantuan kepada penulis dalam menjalani hidup tetap optimis.

7. Kepada tunanganku Imam Hidayatullah, S.Ag yang telah banyak mengkritik dan memberi saran agar penulis segera menyelesaikan penulisan skripsi ini.

8. Seluruh teman-teman penulis, Rima, Ita, Namira, Bang Imam, Roni, Manda, Kak Andin dan semua teman-teman yang tidak bisa penulis tulis dalam skripsi ini. Terima kasih semuanya.

9. Kepala Sekolah SDS Dua Mei, yang telah memberi izin kepada penulis untuk untuk melakukan penelitian.

10. Para siswa/i SDS Dua Mei, yang berkenan di jadikan teman dan berkenan untuk di wawancara dan di teliti.

vii materi maupun non materi.

Semoga amal baik mereka diterima oleh Allah SWT dan semoga mendapat balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat kelak. Amiin.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak sehingga dapat membuka cakrawala berfikir serta memberikan setitik khazanah pengetahuan untuk terus memajukan dunia pendidikan. Amiin.

Jakarta, Agustus 2018 Siti Khairina

xi

Tabel 4.2: Data Pendidik……… 54 Tabel 4.3: Peserta Didik……… 54 Tabel 4.4: Angket Untuk Guru……… 63 Tabel 4.5: Metode yang digunakan guru terhadap

prestasi belajar siswa ABK di SDS Dua Mei Kota

Tangerang Selatan……… 68

xii

Berikut adalah daftar aksara Arab dan padanannya dalam aksara Latin yang digunakan dalam skripsi ini:

A. Konsonan

Huruf Arab Huruf Latin Keterangan

ا tidak dilambangkan

ب B Be

ت T Te

ث Ts te dan es

ج J Je

ح ḥ h dengan titik bawah

خ Kh ka dan ha

د D Da

ذ Dz de dan zet

ر R Er

ز Z Zet

س S Es

ش Sy es dan ya

ص ṣ es dengan titik bawah

ض ḍ de dengan titik bawah

ط ṭ te dengan titik bawah

ظ Zh zet dengan titik bawah

ع „ koma terbalik di atas,

menghadap ke kanan

غ Gh ge dan ha

ف F Ef

xiii

ك K Ka

ل L El

م M Em

ن N En

و W We

ه H Ha

ء , Apostrof

ي Y Ye

B. Vokal Tunggal

Vokal dalam bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.

Untuk vokal tunggal alih aksaranya adalah sebagai berikut:

Tanda Vokal

Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

A fatḥah

I Kasrah

و U ḍammah

Adapun vokal rangkap, ketentuan alih aksaranya sebagai berikut:

Tanda Vokal

Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

ي Ai a dan i

و Au a dan u

xiv

Arab dilambangkan dengan harakat dan huruf, adalah sebagai berikut:

Tanda Vokal

Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

اَئ Ā a dengan garis di atas

ي Ī i dengan daris di atas

وس Ū u dengan garis di atas

D. Kata Sandang

Kata sandang, yang dalam sistem aksara Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu alif dan lam, dialih aksarakan menjadi huruf /l/

baik diikuti huruf syamsiyyah maupun qamariyyah. Contoh: al-rijāl bukan ar-rijāl, al-diwān bukan ad-diwān.

E. Syaddah (Tasydid)

Syaddah atau tasydid yang dalam sistem Arab dilambangkan dalam sebuah tanda, dalam alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan menggandengkan huruf yang diberi syaddah itu.

Akan tetapi, hal itu tidak berlaku jika huruf yang menerima tanda/syaddah itu terlektak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsyiah. Misalnya secara lisan berbunyi ad-dauurah, tidak ditulis “ad-daurah”, melainkan “al-daurah”, demikian seterusnya.

xv

terdapat pada kata yang berdiri sendiri, maka huruf tersebut di alih aksarakan menjadi huruf /h/ (lihat contoh satu dibawah ini). Hal yang sama juga berlaku jika Ta marbūṯah tersebut diikuti oleh kata sifat (na’t) (lihat contoh 2). Akan tetapi, jika huruf Ta marbūṯah tersebut diikuti oleh kata benda (isim), maka huruf tersebut dialih aksarakan menjadi huruf /t/ (lihat contoh 3).

No Kata Arab Alih Aksara

1

ةقيرط Ṭariqah

2

ةيملاسلإا ةعماجلا al-jāmi‟ah al- islāmiyyah 3

دوجولا ةدحو waḥdat al-wujūd

Dokumen terkait