BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengumpulkan data melalui berbagi metode, antara lain adalah:
1. Penelitian Pustaka (library research)
Penelitian Pustaka (library research) adalah menelaah, mengkaji, dan mempelajari berbagai literatur (referensi) yang erat kaitannya dengan masalah yang akan diteliti.
Melalui penelitian pustaka, peneliti mencoba mengumpulkan data dan informasi dengan menelaah buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas, terutama untuk mendeskripsikannya pada bagian kajian teoritis.
Adapun beberapa kitab/buku yang penulis kaji dan telaah pada penelitian ini di antaranya adalah sebagai berikut:
1) Buku induk meliputi:
1. Bandi Delphie, “Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusif”.
2. Aqila Smart, “Anak Cacat Bukan Kiamat: Metode Pembelajaran dan Terapi Bagi Anak Berkebutuham Khusus”.
2) Buku skunder
1. Zaenal Alimin, “Anak Berkebutuhan Khusus” Jurnal, Prodi Pendidikan Berkebutuham Khusus Sps UPI Jurusan FIB UPI.
2. Penelitian Lapangan (filed research)
Penelitian Lapangan (filed research) yaitu melakukan penelitian langsung ketempat yang akan menjadi objek penelitian.
Untuk mendapkan data yang valid, maka digunakan tehnik-tehnik sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi adalah tindakan atau proses pengambilan informasi atau data melaui media pengamatan. Dalam melakukan oservasi ini peneliti menggunakan sarana utama indra pengelihatan karena peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang akan ditelitinya. Observasi dalam penelitian ini adalah di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan.
b. Interview/Wawancara
Interview/Wawancara adalah suatu pertemuan langsung yang direncanakan antara orang yang mewawancarai dengan orang yang diwawancarai guna melakukan suatu kegiatan tanya jawab. Peneliti melakukan wawancara searah dengan para siswa/siswi berkebutuhan khusus yang ada di SDS Dua Mei guna mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ini, seperti:
1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di SDS Dua Mei.
2. Materi apa saja yang di bahas dalam mata pelajaran agama Islam di kelas?
3. Metode apa saja yang di terapkan dalam mengajar anak berkebutuhan khusus di SDS Dua Mei.
c. Tes
Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek.
Tes dapat juga diartikan sebagai sejumlah pertanyaan yang harus diberikan tanggapan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kemampuan dari orang yang dikenai tes.3
3S. Eko Putro Yudoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran, (Yogyakarta:
Pustaka Belajar, 2015), Cet. Ke-5, h. 45-46
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes obyektif dan tes paktek. Tes obyektif adalah tes atau soal tertulis yang dibuat dalam bentuk pilihan ganda yang berkaitan dengan mata pelajaran agama Islam untuk mengukur sampai mana pengetahuan dan penguasaan siswi tentang mata pelajaran agama Islam. Sedangkan tes praktek adalah tes yang diadakan untuk mengukur tingkat kualitas siswi dalam membaca Al-Qur‟an, shalat, dan materi yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah catatan pristiwa yang sudah dilakukan, biasanya dokumentasi berupa tulisan ataupun berupa gambar.4
D. Deskripsi Obyek Penelitian 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi adalah “himpunan yang lengkap dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya ingin kita ketahui.” Populasi juga dapat diartikan kelompok besar yang menjadi ruang lingkup penelitian.
Adapun jumlah populasi anak berkebutuah khusus di SDS Dua Mei adalah 11 . terdiri atas 9 siswa dan 2 siswi.
2. Sampel
Sampel adalah bagian yang diambil dari populasi harus representatif (mewakili). Sampel adalah sebagian
4Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2007), h.
72
populasi yang memberikan keterangan atau data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto, “Apabila subjek yang diteliti kurang adari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan populasi. Tetapi jika jumlah subjeknya besar, bisa diambil antara 10-15% atau 20-25%.”Adapun “Penentuan sampel dari suatu populasi disebut penarikan sampel atau „sampling‟.”5
Sampel adalah wakil dari populasi yang diteliti atau penelitian sampel adalah penelitian yang kesimpulannya dapat berlaku bagi populasi karena baik dari jumlahnya maupun karakteristiknya sampel tersebut mewakili populasi. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa/siswi berkebutuhan khusus yang ada di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan.
E. Teknik Pengelolaan dan Analisis Data
Tehnik pengelolaan dan anlisis data bertujuan untuk menguraikan informasi dan data yang diperoleh dari penelitian, agat data tersebut dapat dipahami baik oleh peneliti sendiri ataupun oleh orang lain.
Adapun yang dilakukan peneliti dalam menganlisis data meliputi tiga tahap, yaitu:
1) Deskripsi Data
Dalam tahap ini penulis mendeskripsikan data yang didapat dari observasi, tes obyektif dan praktek, serta hasil wawancara.
2) Analisis Data
5Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, h. 251
Dalam hal ini penulis menganalisis data yang kemudian nantinya akan di jadikan bahan untuk megetahui hasil penelitian dan kesimpulan dalam penelitian ini.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Data
1. Gambaran Umum SDS Dua Mei
SD Dua Mei Ciputat merupakan sekolah swasta yang didirikan oleh Yayasan Dua Mei. Yayasan Dua mei sebagai lembaga pendidikan dalam kegiatan pendidikannya dihadapkan kepada hal- hal yang perlu dikomunikasikan, yaitu kegiatan dan usahanya seperti program sekolah, siswa, tenaga pengajar, fasilitas dan hasil pembelajaran. Hal tersebut sangat diperlukan bagi pihak-pihak terkait dengan yaysan pendidikan dua Mei.
Yayasan Dua Mei berdiri pada tanggal 7 Agustus 1985 dengan akta Notaris Ny. Sumardilah Oriana roosdilan, SH No. 26. Dan pada tanggal 7 Agustus 1999 yayasan pendidikan Dua Mei melakukan penyempurnaan organisasi secara keseluruhan di depan notaries Marthim Aliunir, SH. Cita-cita luhur pendirian yayasan yaitu berperan serta pemerintah dalam meningkatkan kecerdasan bangsa dengan membina dan mengembangkan pendidikan dalam arti seluas- luasnya. Yayasan berupaya membentuk masyarakat yang berilmu, dan bertaqwa kepada Allah Swt, serta cinta bangsa dan Negara.
Tujuan yayasan pendidikan Dua Mei yaitu menyelenggarakan pendidikan yang diarahkan pada terbentuknya kualitas generasi muda yang berilmu pengetahuan, berwawasan luas, memeliki kepribadian dan mental spiritual yang tinggi, bersama-sama pemerintah mencerdaskan bangsa di bidang pendidikan sosial dan budaya. Pendirian Yayasan Dua Mei diawali dengan peresmian
47
sekolah Taman Kanak-kanak sebagai cikal bakal jenjang sekolah berikutnya. Kemudian dilanjut mendirikan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sekolah unggulan yang handal dalam mencerdaskan anak bangsa yang akan menjadi pemimpin masa datang dan siap menghadapi era globalisasi.
SDS Dua Mei Ciputat didirikan tahun 1987 dan dipimpin oleh Ny. Yayah Rokayah (1987-1993), dilanjutkan oleh Ny. Yoyoh (1993-1996), Yeyen Khaerudin, S.Pd (1993-2007), Sri Mulyani, S.Pd (2007-2015) dan kemudian sekarang dipimpin oleh Siti Badriyah M.Pd.I (2015-Sekarang). SDS Dua Mei Ciputat terakreditasi A pada Tanggal 22 November 2017. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013, SDS Dua Mei Ciputat menjadi sasaran saat adanya peraturan pertamakali dicetuskannya model kurikulum 2013. Dari kelas satu hingga kelas enam sudah menyeluruh menggunakan kurikulum 2013.
SDS Dua Mei Ciputat juga menjalankan peraturan pemerintah tentang adanya sekolah inklusi. Sekolah inklusi adalah sekolah regular (biasa) yang menerima ABK dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan ABK melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya Dimana Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ikut belajar bersama anak-anak normal lainnya, dengan didampingi guru shadow. Setiap satu kelas terdapat maksimal dua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang ikut
belajar dengan didampingi satu orang guru shadow setia kelas masing-masing.
2. Visi
“Terciptanya Peserta didik yang berkualitas, kompetitif, dan berakhlak mulia”.
3. Misi
1. Mengembangkan kemampuan dan potensi peserta didik 2. Mengembangkan nilai-nilai agama dan budaya peserta
didik
3. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan 4. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah
dan lingkungan.
5. Meningkatkan mutu pendidikan tanpa membeda-bedakan peserta didik.
4. Tujuan SDS Dua Mei Ciputat 1) Tujuan Pendidikan Dasar
Tujuan pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi mnausia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Adapun tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2) Tujuan Sekolah
Mengacu kepada tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan dasar, visi dan misi sekolah, maka tujuan SD Dua Mei Ciputat adalah sebagai berikut:
a. Terwujudnya peserta didik yang berkualitas dan kompetititf
b. Terbinanya peserta didik yang berkepribadian, berakhlak mulia dan berbudaya
c. Meraih prestasi akademik maupun non akademik d. Menjadi sekolah yang diminati mesyarakat.
Terwujudnya pendidikan tanpa membeda-bedakan sesuai dengan UUD yang menyatakan “Setiap Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.
5. Lingkungan Sekolah
Nama Sekolah : SDS Dua Mei Ciputat
NISS : 104020147107
NPSN : 20604472
Akreditasi : A ( 22 November 2017) Nomor SK : 132/BAP-S/M-SK/XI/2017 Tanggal : 22/ 11/ 1917
Alamat Sekolah : Jl. H. Abdul Ghani, No. 135/19 Telp/ Fax : (021) 7490034
Kelurahan : Cempaka Putih Kota : Tangerang Selatan
Provinsi : Banten
Kelompok Sekolah : -
Pelaksanaan KBM : Pagi (07:00-14:00)
Status Tanah : Milik Yayasan Luas Tanah : 2607
Bangunan Sekolah : Milik Sendiri Ruang Kelas : 6 Ruang Ruang Perpustakaan : 1 Ruang Ruang Komputer : 1 Ruang Ruang Kep. Sekolah : 1 Ruang Ruang Guru : 1 Ruang Jumlah Peserta Didik :
Banyak Rombel : 6 Rombel Jumlah Guru PNS :-
Guru Sukwan : 12 Penjaga Sekolah : 1 Tata Usaha : 1 Tahun Operasional : 1988 6. Keadaan Sekolah
1. SDS Dua Mei Ciputat berada dalam satu lokasi dengan luas tanah 2607 . Letak bangunan sekolah sangat strategis mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Namun sulit untuk mengembnagkan daya tampung yang sudah terbatas, sehingga tidak dapat melayani minat masyarakat dengan optimal, hendaknya bangunan yang ada harus dibangun bertingkat.
2. Daftar bangunan, ruangan, sarana dan prasarana sekolah Tabel 4.1 :Daftar bangunan, ruangan dan prasarana
No Nama Keterangan Jumlah
Baik Sedang Rusak
1 Bangunan 6 - - 6
2 Ruang Kelas 6 - - 6 3 Ruang
Perpustakaan
- 1 - 1
4 Karpet - 2 - 2
5 Rak Buku 6 - - 6
6 Meja Guru 13 - - 13
7 Kursi Guru 13 - - 13
8 Lemari 4 - - 4
9 Lemari Kaca 1 - - 1
10 White Board 6 - - 6
11 Kabinet - 1 - 1
12 Komputer 2 - - 2
13 Laptop 7 - - 7
14 Printer 2 - - 2
15 Bupet 1 - - 1
16 Tv 1 - - 1
17 CD Player - - 1 1
18 Ruang Guru Kepala Sekolah
1 - - 1
19 Ruang Wakil Kepala Sekolah
1 - - 1
20 Ruan Guru 1 - - 1
21 Ruang Dapur 1 - - 1
22 Ruang Gudang - 1 - 1
23 Meja Siswa 24 Bangku Siswa
25 Toilet Guru - 1 - 1
26 Wc Siswa - 3 -
27 Infocus 5 - - 5
28 Rak Piala 1 - - 1
29 Tape Recorder 2 - - 2
30 Piano 2 - - 2
31 Rak Sepatu - 6 - 6
32 Ac - 6 - 6
33 Kantin 6 - - 6
34 Alat Marawis - 1 Set - 1
35 Tempat Parkir Baik - -
36 Musholla Baik
37 Lapangan Olahraga
Baik
7. Struktur Keorganisasian Sekolah dan Pendidik /Kependidikan
a. Struktur Organnisasi
b. Data Pendidik /Kependidikan Tabel 4.2: Data Pendidik
NO NAMA GURU L/P PENDIDIKAN TMT
IJAZAH TAHUN TINGKAT JURUSAN PERTAMA
1 Siti Badriyah, M.Pd.I P S.2 2015 Strata 2 MPI 18-07-2005
2 Siti Komariah, M.Pd.I P S.2 2015 Strata 2 MPI 18-7-2005
3 Romlah, S.Pd.I P S.1 2005 Strata 1 MP 18-7-2005
4 Yuniah, SE P S.1 2009 Strata 1 Ekonomi 18-7-2005
5
Rahmiana Agustini,
S.Psi P S.1 2015 Strata 1 Psikologi 18-7-2015
6 Dini Alfi Yonita, S.Pd P S.1 2016 Strata 1 PGSD 18-7-2016
7 Bima Arwunda, S.Pd L S.1 2015 Strata 1 PJKR 18-7-2015
8 Budi Suntoro L SMU 2008 - - 18-7-2008
9 Agung Abdillah, S.Th.I L S.1 2013 Strata 1 - TH
10 Ettikawati, A.Md P D3 1992 D3 Keuangan 18-7-2015
11 Muhammad Muklis L SMU 2009 - - 18-7-2016
12 Sri Nurlela, S.Pd P S.1 2016 Strata 1 PGSD 18-7-2017
13 Tita Nanda De Arfista P SMK 2015 - - 16-8-2016
14 Kasmudi L SD 1978 - - 18-7-1968
8. Data Siswa-siswi SDS Dua Mei a). Peserta didik tahun 2017/2018 Tabel 4.3 : Peserta Didik
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
I 10 12 22
III 10 16 26
III 8 6 13
IV 8 8 16
V 6 4 10
VI 4 1 5
Jumlah 46 47 93
Adapun anak berkebutuhan khusus sebagai berikut : Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
I 1 - 1
II 1 1 2
III 2 - 2
IV 2 1 3
V 2 - 2
VI 1 - 1
Jumlah 9 2 11
9. Data Prestasi Siswa-siswi SDS Dua Mei A. Kriteria Naik Kelas dan Kelulusan 1. Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria dan penentuan kenaikan kelas adalah sebagai berikut:
a) Telah menyelesaikan semua program pembelajaran untuk satu tahun pelajaran.
b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK.
c) Jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 izin dan sakit kurang dari 48 hariper tahun.
d) Nilai raport diambil dari nilai ulangan harian, nilai tugas/PR, nilai pengamatan, nilai ulangan tengah semester, dan nilai ulangan umum semester, dengan pengolahan nilai sebagaimana yang diatur dalam penentuan nilai dengan standar Ketuntasan Standar Minimal SDS Dua Mei Ciputat.
e) Memiliki raport kelasnya masing-masing
f) Penentuan siswa yang naik kelasdilakukan oleh sekolah dalam satu rapat Dewan Guru dengan mempertimbnagkan SKM, sikap, penilaian budi pekerti, kehadiran siswa dan penilaian lain yang terkait siswa yang bersangkutan
g) Siswa yang naik kelas, pada raportnya dituliskan Naik Kelas
h) Siswa yang tidak naik kelas harus mengulang dikelas yang lama.
2. Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah, dan buku raport milknya
3. Siswa yang tidak lulus harus mengulang dikelas VI.
10. Kurikulum SDS Dua Mei Ciputat
Kurikulum yang digunakan di SDS Dua Mei ciputat adalah kurikulum 2013. Sebelum menngunakan kurikulum 2013 di SDS Dua Mei ciputat menngunakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Setelah adanya peraturan pemerintah baru adanya kurikulum 2013, SDS Dua Mei menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menerapkan 2013. Dengan menggunakan metode pengajaran yang diarahkan pada metode learning by doing,
peserta didik di dorong agar termotivasi untuk berdaya pikir kreatif dan inovatif sehingga proses pembelajaran menjadi aktif, efektif, dan menyenangkan. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dari hari Senin-Jum’at mulai pukul 07:00 sampai dengan pukul 14:00 Wib. Program Khusus SDS Dua Mei yaitu : Hafalan Al- Qur`an juz 30. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari setelah shalat dhuha berjama’ah dan tadarus Al-Qur`an sebelum pembelajaran di mulai.
Kegiatan ekstrakurikuler meliputi : 1. English Conversation
2. Marawis 3. Pramuka 4. TIK 5. Seni lukis 6. Seni tari 7. Renang 8. Futsal
Kegiatan Kokurikurel meliputi:
1. Field Trip 2. Cooking Class 3. Shalat Dhuhur 4. Market Day
5. Pengajian Bulanan 6. Tadarus Al-Qur`an.
11. Kemitraan
1. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan perempuan Perlindungan Anak dalam kegiatan Sosialisasi Perlindungan Kekerasan Terhadap Anak
2. RS UIN Syarif Hidayatullah dalam kegiatan “My Healty School”
3. Oishi Roadshow dalam kegiatan lomba Mewarnai tingkat TK dan lomba ketangkasan tingkat SD
4. Tanah Liat Citra bentuk kegiatan membentuk kreasi dari tanah liat
5. Primacita Indonesia Education and Human Resource Consultant dalam bentuk kegiatan Short Seminar Parenting yang bertema “Dampak Depresivitas (Stress) Pada Anak Usia Dini”
6. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta fakultas Tarbiyah dan Keguruan dalam kegiatan observasi mahasiswa UIN terhadap Mananjemen Sarana dan Prasaran yang ada di SDS Dua Mei Ciputat.
7. Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta Fakultas Tarbiyah dalam bnetuk kegiatan PPKT mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Baca Tulis Al-Qur``an.
B. Deskripsi Obyek Penelitian
1. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SDS Dua Mei
Salah satu pendidikan yang didapatkan oleh anak berkebutuhan khusus di SDS Dua Mei adalah pendidikan agama Islam. Pendidikan ini di berikan dengan tujuan agar anak didik dapat memahami apa yang terkandung dalam ajaran agama Islam, menghayati makna, maksud dan tujuannya sehingga mereka dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan pada akhirnya mendatangkan keselamatan dunia dan akhirat.
Pendidikan agama Islam yang didapatkan di sekolah SDS Dua Mei, tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga praktis. Anak didik di latih untuk mengamalkan apa yang mereka pelajari di dalam kelas,
seperti membiasakan shalat secara berjamaah. Pembelajaran yang seperti ini sangat membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus karena mereka mudah menangkap pelajaran yang konkrik dan bukan abstrak.1
Terkait dengan model pembelajaran dalam pelaksanaan kurikulum di SDS Dua Mei lebih di sarankan untuk menerapkan model pembelajaran individualisme. Tujuan dari model pembelajaran individualisme yaitu menjamin untuk memberikan pelayanan bagi setiap ABK. Meskipun tidak menutup kemungkinan bagi anak ABK dengan kecerdasan normal dapat dikenai dengan model pembelajaran yang biasa digunakan anak normal. Adapun untuk konsep dasar KTSP atau pengembangan kurikulum untuk ABK lebih difokuskan pada masalah dan kebutuhan belajar individual, bukan berorientasi pada standar isi mata pelajaran yang seragam. Pelaksanaan kurikulum di SLB dibedakan menjadi dua yaitu, pertama, bagi ABK dengan kecerdasan rendah atau ABK kategori sedang dan berat. Pelaksanaan kurikulum difokuskan untuk pengembangan kompetensi adaptif dan keterampilan fungsional. Kedua, bagi ABK dengan kecerdasan normal dan di atas normal dapat mengikuti kurikulum sekolah umum, dengan memodifikasi strategi pembelajarannya sesuai dengan karakteristik ABK. Dalam pelaksanaan KTSP tentu terkait dengan bahan ajar. Dan bahan ajar tersebut dikembangkan dari kompetensi yang harus dikuasai siswa.
2. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus SDS Dua Mei
Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam bentuk tindakan praktis sehingga
1Wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam SDS Dua Mei, pada senin, 7 Juli 2018.
memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dan sikap. Implementasi juga bisa berarti pelaksanaan yang berasal dari kata bahasa Inggris Implement yang berarti melaksanakan.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru pendidikan agama Islam di SDS Dua Mei mengatakan bahwa:
Ketika kita berbicara tentang implementasi, terlebih dahulu kita kupas konsep pembelajaran untuk ABK. Yang mana anak ABK di SDS Dua Mei ini Bergama jenisnya, ada anak autis membutuhkan dua sisi pembelajaran yaitu dua guru dan satu anak autis. Alasan nya karena anak autis itu mempunyai ketidak konsentrasian atau yang di namakan hiperaktif. Selain hiperaktif ada juga autis tantrum (sering mengamuk atau menangis dan mengamuknya dengan fisik), pembelajaran pada autis tantrum ini di laksanakan dengan dua guru, yang satu untuk memegang dan yang satu untuk mengajari. Pada anak autis tantrum ini guru tidak boleh kalah dari anak autis tersebut.
Seumpama anak autis tantrum itu menangis, maka guru tersebut harus bisa mengatakan kata “diam” dengan lebih keras dari tangisan nya.
Sedangkan untuk anak autis biasa atau yang pasif, cukup guru tersebut mengonsentrasikan kepala nya kepada guru yang satu nya karena dari tantrum atau autis yangbiasa itu identik pada tidak fokus pada yang di lihat. Seumpama yang di lihat itu huruf A namun pandangan nya mengarah kepada huruf B seperti itu. Oleh karena itu harus di butuhkan dua guru. Konsep pembelajaran yang lain yaitu jika anak tersebut sudah tidak fokus lagi, maka salah satu guru harus mengusap tangannya ke wajahnya sampai anak itu berkedip dan berkonsentrasi kembali. Ini adalah salah satu cara atau metode agar proses belajar- mengajar tetap terjaga dan meghasilkan hasil yang signipikan.2
C. Evaluasi Hasil Penelitian
Agar implementasi Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan dapat berjalan dengan maksiml. Khususnya dalam Pendidikan akhlak, al-
2Wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam SDS Dua Mei, pada senin, 7 Juli 2018.
Qur’an praktek shalat dan umumnya pada semua materi pembelajaran, maka penulis memberikan saran sebagai berikut :
a) Agar implementasi Pendidikan Agama Islam berjalan dengan baik, maka seorang guru ABK harus mengerti atau memahami komponen-komponen pelaksanaan pendidikan agama Islam yang meliputi, kurikulum, metode, media dan evaluasi. Semua komponen- kpmponen tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan anak, tanpa di sesuaikan dengan kemampuan anak maka anak tidak akan mengerti apa yang telah diajarkan kepada nya.
b) Mengajar anak ABK hendaknya dengan penuh kesabaran, kasih sayang dan perhatian yang lebih. Dan yang terpenting harus memahami karakter maupun kemampuan anak sehingga dalam mengajar guru mampu menguasai kelas, materi, media, metode bahkan kerjasama antara orang tua dan guru harus tetap terjalin dengan baik agar komunikasi antara orang tua dan guru berjalan dengan baik. Contohnya tentang pembelajaran anak di sekolah itu seperti apa. Karena keberhasilan anak itu juga tergantung kepada perhatian yang diberikan oleh orang tua di rumah. Selain itu motivasi juga sangat diperlukan oleh anak berkebutuhan khusus agar lebih semangat dalam belajar, karena itu semua untuk kebaikan dan keberhasilan peserta didik itu sendiri.
D. Pendidikan Agama Islam Di SDS Dua Mei
Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang menjadi dasar moral dan aqidah bagi pendidikan sekolah, Pembelajaran pendidikan agama Islam di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan hampir sama dengan sekolah umum. Kurikulum yang diterapkan di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan adalah Kurikulum 2013.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru agama tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan sebenarnya mengacu pada sekolah umum, tetapi kenyataannya anak masih belum mampu. Sehingga yang menjadi target dalam pembelajaran adalah bertaqwa kepada Allah, berbudi pekerti, anak bisa mandiri, berakhlak mulia, tidak melakukan perbuatan tercela, dan terbiasa shalat walaupun hanya bisa dalam gerakan.
Materi yang diajarkan pada anak-anak ABK tersebut adalah apa yang biasa mereka lakukan sehari-hari, misalnya tentang wudhu, sholat, bisa membedakan makanan yang halal dan haram, mana perbuatan yang baik dan tercela, bagaimana bersikap kepada orang lain. Pada saat guru akan menyampaikan materi guru biasanya membetulkan posisi duduk siswa tunarungu terlebih dahulu, kemudian mengarahkan perhatian siswa kepada materi yang akan di tulis di papan tulis. Ketika siswa memperhatikan pembelajaran belum tentu mereka paham, maka guru perlu mengimbangi penyampaian materi dengan contoh yang jelas dan dengan suara yang keras.3
E. Metode yang Efektif bagi Siswa ABK dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDS Dua Mei Kota Tangerang Selatan
Metode pada hakikatnya ialah cara yang digunakan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat dengan mudah
3 Wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam SDS Dua Mei, pada senin, 7 Juli 2018.