• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMBELAJARAN

Dalam dokumen PDF KURIKULUM - Universitas Brawijaya (Halaman 99-107)

BAGIAN VI: MATRIKS DISTRIBUSI MATA KULIAH

33. STRATEGI PEMBELAJARAN

Strategi Pembelajaran (SP) yang digunakan dalam pembelajaran mata kuliah pada PSDM antara lain sebagai berikut.

• SP1. Ceramah dan Diskusi ● SP6. Bimbingan

• SP2. Presentasi ● SP7. Pembelajaran mandiri dan terkontrol

89

• SP3. Studi literatur ● SP8. Menyusun karya ilmiah

• SP4. Studi Kasus ● SP9. Seminar

• SP5. Diskusi Topik Penelitian

Strategi pembelajaran ini menggunakan seoptimal mungkin sumber-sumber daya pembelajaran, seperti buku teks mutakhir dan artikel yang termuat dalam Jurnal Internasional bereputasi, serta media pembelajaran.

34. PEMETAAN / PENYELARASAN MATA KULIAH DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Berdasarkan strategi pembelajaran sebagaimana diuraikan pada Bagian 33 serta perbedaan karakteristik antara satu mata kuliah dengan mata kuliah lainnya, maka strategi pembelajaran antar mata kuliah tersebut akan terjadi perbedaan. Tabel 6.5 berikut menunjukkan pemetaan setiap mata kuliah dengan strategi pembelajaran tersebut.

Tentunya pemilihan strategi pembelajaran dilakukan dalam rangka mencapai CPMK atau sub CPMK

Tabel 6.5. Pemetaan Mata Kuliah dengan Strategi Pembelajaran.

Nama

Mata Kuliah sks Strategi Pembelajaran (SP)

SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 SP6 SP7 SP8 SP9 A. MATA KULIAH WAJIB PROGRAM

Ujian Kualifikasi 0 √ √ √ √ √ √

Filsafat Ilmu 2 √ √ √ √

Metode Penelitian dan Penulisan

Karya Ilmiah Matematika 3 √ √ √ √

B. MATA KULIAH PENDUKUNG DISERTASI (MKPD) 1. MKPD BIDANG MATEMATIKA FISIKA

Metode Numerik untuk PDP 3 √ √ √ √

Pemodelan Dinamika Fluida 3 √ √ √ √

Metode Analisis Terapan 3 √ √ √ √

Metode Matematika untuk Gelombang Elektromagnetik dan Optik

3 √ √ √ √

Topik Lanjut dalam Matematika

Fisika 3 √ √ √ √

90 Nama

Mata Kuliah sks Strategi Pembelajaran (SP)

SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 SP6 SP7 SP8 SP9 2. MKPD BIDANG MATEMATIKA BIOLOGI

Metode Numerik dan Komputasi 3 √ √ √ √ Model Dinamik dalam Biologi 3 √ √ √ √

Sistem Dinamik Kontinu 3 √ √ √ √

Sistem Dinamik Diskret 3 √ √ √ √

Topik Lanjut dalam Estimasi

Parameter 3 √ √ √ √

Teori Kontrol Optimal 3 √ √ √ √

Persamaan Diferensial (Teori dan

Metode Numerik) 3 √ √ √ √

Topik Lanjut dalam Matematika

Biologi 3 √ √ √ √

3. MKPD BIDANG STATISTIKA / OPTIMASI

Analisis Stokastik 3 √ √ √ √

Topik dalam Riset Operasi 3 √ √ √ √

Teknik Optimasi 3 √ √ √ √

Statistika Spasial 3 √ √ √ √

Metode Bayesian 3 √ √ √ √

Ekonometrika 3 √ √ √ √

Biostatistika 3 √ √ √ √

Pemodelan Statistika 3 √ √ √ √

Topik Lanjut dalam Statistika/

Optimasi 3 √ √ √ √

4. MKPD BIDANG ANALISIS

Analisis Fungsional Lanjut 3 √ √ √ √

Analisis Tensor 3 √ √ √ √

Analisis Fourier 3 √ √ √ √

Teori Operator 3 √ √ √ √

Ruang Sobolev 3 √ √ √ √

Analisis Kompleks 3 √ √ √ √

Topik Lanjut dalam Analisis 3 √ √ √ √ 5. MKPD BIDANG SAINS KOMPUTASI

Jaringan Syaraf Tiruan 3 √ √ √ √

Pengolahan Citra Digital 3 √ √ √ √

Data Mining 3 √ √ √ √

Sistem Fuzzy 3 √ √ √ √

Teknik Optimasi Heuristik 3 √ √ √ √

91 Nama

Mata Kuliah sks Strategi Pembelajaran (SP)

SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 SP6 SP7 SP8 SP9 6. MKPD BIDANG ALJABAR

Aljabar 3 √ √ √ √

Teori Graf Lanjut 3 √ √ √ √

Topik Lanjut dalam Aljabar 3 √ √ √ √ C. MATA KULIAH DISERTASI (WAJIB)

Proposal Disertasi 3 √ √ √ √ √

Pelaksanaan Penelitian dan

Penulisan Disertasi I 3 √ √ √ √ √

Pelaksanaan Penelitian dan

Penulisan Disertasi II 3 √ √ √ √ √

Pelaksanaan Penelitian dan

Penulisan Disertasi III 3 √ √ √ √ √

Seminar Ilmiah Internasional 3 √ √ √ √ √ √ √ √

Publikasi Internasional 3 √ √ √ √ √ √

Seminar Hasil Penelitian

Disertasi 3 √ √ √ √ √ √

Ujian Kelayakan Disertasi 3 √ √ √ √ √ √

Ujian Akhir Disertasi 3 √ √ √ √ √ √

Keterangan:

• SP1. Ceramah dan Diskusi ● SP6. Bimbingan

• SP2. Presentasi ● SP7. Pembelajaran mandiri dan terkontrol

• SP3. Studi literatur ● SP8. Menyusun karya ilmiah

• SP4. Studi Kasus ● SP9. Seminar

• SP5. Diskusi Topik Penelitian

35. SUMBER BELAJAR

Sumber belajar atau referensi yang dapat digunakan untuk mendukung mata kuliah dan penelitian disertasi mahasiswa dapat berupa buku teks, artikel-artikel yang relevan dengan topik penelitiannya serta diterbitkan dalam jurnal internasional dan lebih diutamakan yang diterbitkan pada jurnal inernasional bereputasi. Sumber belajar berupa buku teks akan sangat berguna bagi para mahasiswa untuk memperkuat pemahaman terhadap teori-teori yang digunakan sebagai landasan dalam pengembangan konsep/teori dalam penelitian disertasinya. Sumber belajar berbentuk artikel dalam jurnal internasional akan digunakan oleh para mahasiswa untuk memahami perkembangan penelitian yang

92 telah dilakukan orang lain yang relevan dengan topik penelitian disertasinya. Para mahasiswa diwajibkan untuk melakukan review artikel pada jurnal internasional dengan jumlah sedikitnya 10 buah artikel mutakhir. Memahami perkembangan topik penelitian tersebut akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa untuk mendapatkan state of the art penelitiannya, sehingga akan dengan mudah pula menunjukkan posisi penelitiannya dibanding penelitian terdahulu.

36. PEMETAAN / PENYELARASAN MATA KULIAH DENGAN STRATEGI ASSESMEN

Setiap mata kuliah yang termuat pada kurikulum PSDM mempunyai karakter khusus dalam penilaiannya sesuai dengan pemetaan strategi pembelajaran. Strategi assesmen mencakup beberapa komponen penilaian yang diperlukan dalam setiap mata kuliah, dan antara satu mata kuliah dengan mata kuliah lainnya dimungkinkan berbeda strateginya.

1. Strategi assesmen untuk mata kuliah dengan metode pembelajaran klasikal (pembelajaran dalam kelas), dapat berbentuk Tugas (makalah, tugas terstruktur, studi kasus), Quiz, Presentasi, Ujian Tengah Semester (UTS), dan Ujian Akhir Semester (UAS). Komponen penilaian dan bobotnya diuraikan dalam rubrik penilaian sesuai dengan RPS. Beberapa mata kuliah dengan strategi assesmen seperti ini antara lain:

Filsafat Ilmu, Metode Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Matematika, dan MKPD.

2. Mata kuliah yang merupakan komponen penelitian disertasi menggunakan strategi assesmen yang disesuaikan dengan borang form penilaian masing-masing mata kuliah tersebut. Mata kuliah yang menggunakan strategi ini adalah: Ujian Kualifikasi dan kelompok Mata Kuliah Disertasi,

Tabel 6.6 berikut menggambarkan pemetaan atau penyelarasan mata kuliah dengan strategi assesmen.

93 Tabel 6.6. Pemetaan Mata Kuliah dengan Strategi Assesmen.

SMT Kode Nama Mata Kuliah Strategi Assesmen

I

MAM90011 Filsafat Ilmu Tugas, Kuis, UTS, UAS, Presentasi

MAM90012

Metode Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Matematika

Tugas, Kuis, UTS, UAS, Presentasi

MAM90XXX MKPD

Tugas, Kuis, UTS, UAS, Presentasi

II

MAM90010 Ujian Kualifikasi (UK) Sesuai borang penilaian UK MAM90013 Proposal Disertasi Sesuai borang penilaian

Proposal Disertasi

III

MAM90017 Seminar Ilmiah Internasional Sesuai borang penilaian Seminar Ilmiah Internasional MAM90014 Pelaksanaan Penelitian dan

Penulisan Disertasi I

Sesuai borang penilaian Pelaksanaan Penelitian dan Penulisan Disertasi I

IV

MAM90015 Pelaksanaan Penelitian dan Penulisan Disertasi II

Sesuai borang penilaian Pelaksanaan Penelitian dan Penulisan Disertasi II MAM90018 Publikasi Internasional Sesuai borang penilaian

Publikasi Internasional V MAM90019 Seminar Hasil Penelitian

Disertasi (SHPD)

Sesuai borang penilaian SHPD

VI

MAM90016 Pelaksanaan Penelitian dan Penulisan Disertasi III

Sesuai borang penilaian Pelaksanaan Penelitian dan Penulisan Disertasi III MAM90020 Ujian Kelayakan Disertasi /

UKD (Tertutup)

Sesuai borang penilaian UKD

MAM90021 Ujian Akhir Disertasi / UAD (Terbuka)

Sesuai borang penilaian UAD

94

37. PROSEDUR ASSESMEN MATA KULIAH

Beberapa langkah atau tahapan (step) dalam prosedur assesmen mata kuliah adalah sebagai berikut.

STEP 1: Perencanaan Assesmen

Perencanaan asesmen dibuat dengan mengacu pada CPL, CPMK/sub CPMK dan materi yang diajarkan. Berdasarkan perencanaan ini selanjutnya dapat ditentukan alat asesmen yang dibutuhkan.

STEP 2: Pengembangan / Penggunaan Alat Assesmen yang Tepat

Kompetensi yang harus dicapai oleh para mahasiswa dapat dilihat dari kata kerja yang digunakan dalam capaian pembelajaran. Tabel 6.7 berikut memuat beberapa alat asesmen yang dapat digunakan berdasarkan capaian kompetensi yang diharapkan. Kolom pertama menunjukkan kompetensi/outcome dari pembelajaran, sedangkan kolom kedua menunjukkan alat asesmen yang digunakan.

Tabel 6.7. Alat Assesmen sesuai Kompetensi/ Outcome Kompetensi/ Outcome Kemungkinan Alat Assesmen Mengutarakan pertanyaan esai, ujian, presentasi oral

Menjelaskan tugas, soal ujian esai, presentasi oral, Membuat pernyataan-ke-teman tentang permasalahan yang didiskusikan

Mengintegrasikan project, penugasan Analisis Studi kasus, penugasan

Penerapan Studi kasus, penugasan, eksperimen Pemecahan masalah Studi kasus, penugasan, eksperimen Perancangan, Kontruksi Projek, eksperimen

Refleksi buku harian reflektif, portofolio, self-assesment Komunikasi serangkaian tugas oral, menulis, atau menyimak, mis.

presentasi, debat, bermain peran, pelaporan, penugasan, parafrase, menjawab pertanyaan, dll.

95 STEP 3: Pengumpulan Data Detail

Pengumpulan data dilakukan melalui pelaksanaan penilaian, diantaranya tugas, kuis, UTS, UAS, test lisan, presentasi, dll. Masing-masing cara penilaian diberi bobot, sehingga akan didapat nilai dari masing-masing.

STEP 4: Penghitungan Hasil Pencapaian

Hasil penilaian masing-masing digabung sehingga akan diperoleh nilai akhir dalam bentuk angka dan huruf.

STEP 5: Analisa Hasil

Hasil penilaian tersebut selanjutnya dianalisa untuk menentukan apakah nilai yang diperoleh mahasiswa sudah cukup untuk menunjukkan nilai sesuai kemampuannya.

STEP 6: Usulan Perbaikan

Hasil analisa dimungkinkan mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan.

STEP 7: Dokumentasi

Setelah hasil penilaian dipandang final, maka dosen akan memberikan nilai akhir dalam bentuk huruf dan angka. Nilai akhir beserta rinciannya didokumentasikan dalam system informasi akademik, dalam bentuk file dan atau printout.

96

BAGIAN VII:

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

38. PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Kurikulum PSDM disusun berdasarkan profil lulusan dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan serta mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ada. Dalam penyelenggaran kurikulum perlu disusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) setiap mata kuliah yang harus dievaluasi secara berkelanjutan. RPS setiap mata kuliah harus tersedia sebelum pelaksanaan pembelajaran, sehingga dosen dan mahasiswa memiliki panduan yang jelas dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan terlaksana dengan baik dan sasaran yang diharapkan tercapai.

RPS ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok bidang ilmu PSDM. Merujuk permendikbud no 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendididikan Tinggi, RPS paling sedikit memuat:

a. nama Program Studi, nama dan kode mata kuliah, semester, Satuan Kredit Semester (SKS), nama dosen pengampu;

b. capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;

c. kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;

d. bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;

e. metode pembelajaran;

f. waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;

g. pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;

h. kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan i. daftar referensi yang digunakan.

97 Proses pembelajaran di setiap mata kuliah dilaksanakan sesuai RPS. Hal ini dimaksudkan agar Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang dibebankan pada mata kuliah dapat terpenuhi. CPL pada dasarnya masih bersifat umum untuk lulusan program studi sehingga perlu dijabarkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

CPMK bersifat dapat diamati, dapat diukur dan dinilai, spesifik terhadap mata kuliah, dan dapat didemonstrasikan oleh mahasiswa sebagai capaian CPL.

39. SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH DAN INDIKATOR KINERJA

CPMK selanjutnya dijabarkan dalam sub CPMK memiliki sifat sebagai berikut.

1. Specific: sub CPMK harus jelas dan menggunakan istilah yang menggambarkan kemampuan, sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang diharapkan dicapai oleh mahasiswa dengan menggunakan kata kerja nyata (concrete verbs).

2. Measurable: sub CPMK harus mempunyai target hasil belajar mahasiswa yang dapat diukur sehingga dapat ditentukan kapan hal tersebut dapat dicapai oleh mahasiswa.

3. Achievable: sub CPMK harus menyatakan kemampuan yang dapat dicapai oleh mahasiswa.

4. Realistic sub CPMK harus memuat tingkat kewajaran dan kejelasan untuk dapat dicapai oleh mahasiswa.

5. Time-bound: sub CPMK harus menyatakan kemampuan yang dapat dicapai oleh mahasiswa dalam waktu cukup dan wajar

40. INDIKATOR SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH

Dalam menyusun CPMK dan sub CPMK yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kata kerja tindakan (action verb), karena hal tersebut berkaitan dengan level kualifikasi lulusan, pengukuran dan pencapaian CPL. Kata kerja tindakan dalam merumuskan CPMK dan sub CPMK dapat menggunakan kata kerja kemampuan (capability verb) yakni terdiri dari, keterampilan intelektual (intellectual skill); strategi kognitif (cognitive strategies);

informasi verbal (verbal information); keterampilan motorik (motor skill); dan sikap

98 (attitude). Kata kerja tindakan juga dapat menggunakan rumusan kawasan kognitif yang terdiri dari kemampuan: mengingat, mengerti, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Kawasan afektif terdiri dari kemampuan: penerimaan, pemberian respon, pemberian nilai, pengorganisasian dan karakterisasi.

Sub CPMK ini termuat dalam RPS pada setiap pertemuaan dalam perkuliahan.

Dengan demikian, untuk mencapai CPMK diperlukan beberapa sub CPMK yang tercantup dalam materi yang akan disampaikan pada perkuliahan.

41. KRITERIA DAN BENTUK PENILAIAN

Setiap mata kuliah yang termuat pada kurikulum PSDM mempunyai karakter khusus dimana kriteria dan bentuk penilaiannya disesuaikan dengan metode pembelajaran. Secara umum, setiap mata kuliah tersebut dikelomokkan menjadi dua, yakni mata kuliah dengan pembelajaran klasikal dan mata kuliah komponen penelitian disertasi.

Mata kuliah yang menerapkan metode pembelajaran klasikal menerapkan bentuk penilaian berupa : Tugas, Quis, Presentasi, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester dimana komponen penilaian dan bobotnya diuraikan dalam rubrik penilaian yang sesuai dengan RPS. Bentuk penilaian pada komponen Tugas disesuaikan dan diarahkan terhadap rencana topik penelitian yang hendak diangkat oleh Mahasiswa. Pada pelaksanaanya, mahasiswa ditugaskan untuk mencari artikel maupun referensi terkait dengan rencana penelitiannya. Luaran bentuk penilaian ini dapat berupa ringkasan artikel tersebut yang dipresentasikan di kelas. Indikator pelaksanaan Tugas ini antara lain mahasiswa mampu menceritakan isi artikel dalam bentuk ringkasan terkait artikel tersebut.

Bentuk penilain komponen Quis dapat berupa presentasi terhadap isi suatu artikel yang sudah ada. Pada bentuk penilaian UTS, mahasiswa didorong agar mampu menemukan metodologi atau kerangka pemecahahan masalah berdasarkan artikel-artikel yang telah didapatkan sebelumnya. Adapun kriteria dan bentuk penilaian dalam UAS antara lain mahasiswa diarahkan agar mampu memberikan review terkait suatu artikel dan menemukan bahan baru dari suatu artikel yang bisa dikaji sehingga harapannya menemukan suatu kebaruan yang hendak diteliti pada topik tersebut.

99 Mata kuliah yang merupakan komponen penelitian disertasi menggunakan kriteria dan bentuk penilaian yang disesuaikan dengan borang form penilaian masing-masing mata kuliah tersebut. Bentuk penilainnya dapat berupa seminar maupun ujian komprehensif.

42. BENTUK, METODE DAN PENGALAMANAN PEMBELAJARAN

Bentuk dan metode pembelajaran pada kurikulim PSDM dipilih secara efektif agar sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam mata kuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

Merujuk SN-DIKTI, metode pembelajaran yang diterapkan dalam proses pembelajaran pada kurikulum PSDM meliputi diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Metode pembelajaran pada mahasiswa PSDM dituntut lebih bersifat mandiri tentang pengkajian literature review, penyusunan dan penyelesaian penelitian disertasinya. Setiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau gabungan dari beberapa metode pembelajaran dan diwadahi dalam suatu bentuk pembelajaran. Prinsip penilaian mencakup prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.

Untuk menghadapi era industri 4.0, kurikulum PSDM menerapkan metode pembelajaran yang merupakan kombinasi pembelajaran konvensional berbasis kelas dan pembelajaran daring (online) yang menggunakan teknologi informasi, yang dikenal dengan pembelajaran bauran (blended learning) atau (hybrid learning). Penggunaan pembelajaran bauran memberikan kesempatan pada mahasiswa memanfaatkan penggunaan teknologi informasi untuk melakukan penelusuran informasi. Penggunaan pembelajaran bauran bagi mahasiswa akan memperkuat literasi digital dan literasi teknologi, tentu hal ini sangat sesuai dengan tuntutan kemampuan di era industri 4.0.

Pembelajaran bauran adalah salah satu metode pembelajaran yang memadukan secara harmonis antara keunggulan pembelajaran tatap muka dengan keunggulan pembelajaran daring dalam rangka mencapai CPL Dalam pembelajaran bauran mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar saat didampingi dosen di kelas ataupun di

100 luar kelas, namun juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas secara mandiri.

Sedangkan pada saat belajar secara daring mahasiswa akan dapat mengendalikan sendiri waktu belajarnya, dapat belajar di mana saja, dan tidak terikat dengan metode pengajaran dosen.

43. RANCANGAN SUASANA AKADEMIK IMPLEMENTASI RPS

Kebijakan mengenai implementasi suasana akademik yang meliputi otonomi keilmuan, kebebasan akademik, dan kebebasan kegiatan akademik tertuang dalam Bab VII Statuta UB tahun 2002 yang telah direvisi dengan Statuta UB tahun 2018 yang dituangkan dalam Peraturan Menristekdikti No 58 tahun 2018 dan dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1578 tahun 2018. Kebijakan tersebut selanjutnya diuraikan lebih rinci dalam Buku Pedoman Pendidikan Universitas Brawijaya dan Standar Mutu Universitas Brawijaya yang dinyatakan dalam Peraturan Universitas Brawijaya No 1 tahun 2017. Selain itu Fakultas MIPA menerbitkan pula Buku Pedoman Pendidikan Fakultas MIPA untuk mengatur hal-hal yang lebih spesifik, seperti tata tertib kehidupan kampus, norma, etika, dan sanksi pelanggaran. Salah satu bentuk perwujudan otonomi keilmuan di PSDM adalah kebebasan bagi dosen untuk melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang ilmu dan topik penelitian yang diminatinya. Dalam proses belajar mengajar, dosen juga diberi keleluasaan untuk menggunakan metode dan strategi pembelajaran. Dosen juga difasilitasi untuk menyampaikan gagasan akademik di forum-forum ilmiah yang tersedia, baik dalam bentuk tulisan maupun presentasi lisan.

PSDM di bawah koordinasi FMIPA dan UB telah merancang berbagai aktivitas pembelajaran dalam RPS yang mendukung kebebasan akademik yaitu sebagai berikut.

a. Dosen memberikan RPS kepada mahasiswa sebagai kontrak kuliah.

b. Mahasiswa memiliki kebebasan untuk merencanakan studinya.

c. Mahasiswa diberi kesempatan secara luas dalam mengekspresikan hasil pemikirannya pada kegiatan akademik baik di dalam kelas atau di luar kelas yang dilakukan secara terbuka atau tertutup seperti pada kegiatan presentasi tugas, ujian kualifikasi, seminar proposal, seminar internasional dan seminar hasil penelitian.

101 d. Mahasiswa diberi peluang untuk mengikuti dan menyelenggarakan berbagai kegiatan

ilmiah sesuai dengan bidang yang diminati.

e. Mahasiswa diberi kemudahan hak akses dalam menggunakan sarana prasarana yang memadai, seperti jaringan internet, ruang kelas, ataupun perpustakaan.

f. Kebebasan bagi mahasiswa untuk menentukan topik disertasi atau karya ilmiah di bawah bimbingan dosen yang berkompeten.

g. Mahasiswa dapat mengakses transparansi penilaian.

44. PORTOFOLIO MATA KULIAH

Portofolio mata kuliah merupakan konten lengkap yang memuat evaluasi hasil pembelajaran. Portofolio menggambarkan pengalaman seorang dosen atau tim dosen dalam mengampu mata kuliah. Portofolio ini menjelaskan tujuan perkuliahan, strategi pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai CPMK, pengelolaan perkuliahan (kuliah, tutorial, praktikum, tugas, tugas besar dll), isi perkuliahan, deskripsi peserta kuliah, presentasi kehadiran mahasiswa, sistem evaluasi (Kuis, tugas kelompok, tugas makalah, presentasi, UTS, UAS), pengamatan kelas, hasil belajar, kendala, dan rencana tindakan perbaikan, serta lampiran terkait yang diperlukan.

Dosen memberikan umpan balik atas pelaksanaan evaluasi hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan pada setiap mahasiswa, agar mahasiswa dapat mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan sehingga mahasiswa dapat melakukan perbaikan pada evaluasi hasil pembelajaran baik dalam mata kuliah yang sama, ataupun dalam mata kuliah yang berbeda. Kemudian, dosen mendokumentasikan atau menyimpan hasil evaluasi hasil pembelajaran sebagai bukti pelaksanaan evaluasi hasil pembelajaran dan sebagai kontrol terhadap penilaian akhir yang dilakukan oleh dosen.

Secara detail, portofolio mata kuliah memuat beberapa komponen sebagai berikut.

1. Tujuan perkuliahan baik umum maupun khusus atau CPMK dan sub-CPMK.

2. Strategi pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan (CPMK dan sub- CPMK).

3. Pengelolaan perkuliahan meliputi kuliah, tutorial, praktikum, tugas, tugas besar dll 4. Isi perkuliahan yang harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

5. Peserta Kuliah mengenai penjelasan situasi dan kondisinya.

6. Persentase Kehadiran yang mencakup persentase kehadiran dosen dan mahasiswa.

102 7. Sistem evaluasi terkait dengan komponen penilaian seperti PR, Kuis, tugas

kelompok, praktikum, dll.

8. Pengamatan kelas yang memuat hal-hal penting dan menarik yang ditemui selama pelaksanaan perkuliahan.

9. Hasil belajar yang mencakup capaian atas tujuan yang telah ditetapkan dan ketercapaian pembelajaran yang dapat dijelaskan.

10. Kendala menjelaskan gambaran tentang hambatan utama dalam pembelajaran.

11. Distribusi nilai terkait ketercapaian capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) 12. Kesimpulan

13. Rekomendasi perbaikan

14. Lampiran yang memuat beberapa berkas pendukung.

Untuk lebih jelasnya, template portofolio dapat dilihat pada Lampiran 2.

103

BAGIAN VIII:

MANAJEMEN DAN MEKANISME IMPLEMENTASI KURIKULUM

45. DOSEN

Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 pasal 28 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa “Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi dan kompetensi Dosen dan Tenaga Kependidikan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan”.

Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

Dosen pada PSDM terdiri dari 5 Profesor dan 26 Doktor yang mencakup 6 macam bidang minat secara umum, yaitu Matematika Fisika, Matematika Biologi, Statistika / Optimasi, Analisis, Sains Komputasi, dan Aljabar / Kombinatorika. Adapun daftar nama dosen-dosen tersebut beserta bidang keilmuan secara khusus secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 8.1 berikut.

Tabel 8.1 Nama-nama Dosen Program Studi Doktor Matematika FMIPA UB No. Nama Dosen

Bidang Keilmuan/

Penelitian

Jabatan

Fungsional Email 1. Dr. Ir. Waego Hadi

Nugroho

Model Teknik Sampling

Guru Besar [email protected] 2. Dr. Agus Widodo,

M.Kes.

Matematika Industri dan Keuangan

Guru Besar [email protected] 3. Drs. Marjono, M. Phil.,

Ph.D.

Analisis Guru Besar [email protected] 4. Dr. Ir. Henny

Pramoedyo, M.S.

Spasial dalam Pemetaan, Rancangan Percobaan

Guru Besar [email protected]

104 No. Nama Dosen

Bidang Keilmuan/

Penelitian

Jabatan

Fungsional Email 5. Dr. Ir. Ni Wayan Surya

Wardhani, M.S.

Model

Pertumbuhan, Model Regresi

Guru Besar [email protected] 6. Dr. Drs. Agus Suryanto,

M.Sc.

Analisis Terapan dan Sains

Komputasi

Guru Besar [email protected]

7. Dr. Drs. Sobri Abusini, M.T.

Matematika Industri dan Keuangan

Lektor Kepala

[email protected] 8. Dr. Dra. Wuryansari M.

Kusumawinahyu, M.Si.

Analisis Terapan dan Sains

Komputasi

Lektor Kepala

[email protected]

9. Dr. Drs. Noor Hidayat, M.Si.

Aljabar Lektor

Kepala

[email protected] 10. Dra.Trisilowati, M.Sc.,

Ph.D.

Analisis Terapan dan Sains

Komputasi

Lektor Kepala

[email protected]

11. Ratno Bagus Edy Wibowo, S.Si., M.Si., Ph.D.

Analisis Lektor Kepala

[email protected]

12. Dr. Isnani Darti, S.Si, M.Si.

Analisis Terapan dan Sains

Komputasi

Lektor Kepala

[email protected]

13. Dr. Suci Astutik, S.Si, M.Si.

Analisis Bayesian, Pemodelan Spasio- Temporal

Lektor Kepala

[email protected]

14. Dr. Drs. M. Muslikh, MS.

Analisis Lektor Kepala

[email protected] 15. Dr. Ir. Solimun, M.S. Structural

Flexibility Acceptance Model (SFAM), Statistical Management Modeling

Lektor Kepala

[email protected]

16. Dr. Drs. Abdul Rouf Alghofari, M.Sc.

Aljabar Lektor [email protected] 17. Rahma Fitriani, S.Si, Ekonometrika Lektor [email protected]

Dalam dokumen PDF KURIKULUM - Universitas Brawijaya (Halaman 99-107)

Dokumen terkait