BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Struktur dan Muatan Kurikulum
c. Peningkatan Rata-rata Nilai Kelulusan minimal 0,5 diatas Standar Nilai Kelulusan.
d. Tersedianya Sarana dan Prasarana Pendidikan yang memadai.
e. Berprestasi dalam Lomba bidang studi minimal tingkat Kabupaten.
f. Berprestasi dalam lomba seni dan kreatifitas siswa, minimal tingkat kabupaten.
g. Berprestasi dalam pertandingan olah raga, minimal tingkat kabupaten.
h. Terlaksananya Kegiatan Sholat berjamaah, pengajian rutin di sekolah, dan tuntasnya buta baca tulis Al-Qur’an.
i. Terlaksananya program 11 K (Kepedulian, Kebersihan, Keindahan, Kerindangan, Kesehatan, Keamanan, Ketertiban, Keteladanan, Keterbukaan, Kekeluargaan, Kewirausahaan) sehingga sekolah menjadi kondusif.
B. Struktur dan Muatan Kurikulum
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah pertama dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 4
Kompetensi Inti Sekolah Menengah Pertama KOMPETENSI
INTI KELAS VII
KOMPETENSI INTI KELAS VIII
KOMPETENSI INTI KELAS IX 1. Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya
1. Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang
dianutnya
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2. Menghargai dan
menghayati perilaku jujur, disiplin,
Tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2 Menghargai dan
menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural)
3.Memahami pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural)
3.Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
KOMPETENSI INTI KELAS VII
KOMPETENSI INTI KELAS VIII
KOMPETENSI INTI KELAS IX berdasarkan
rasa ingin
tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
seni,budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung,meng gambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,m engurai,
merangkai, memodifikasi, danmembuat) dan ranahabstrak (menulis,membac a, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuaidengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca,menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
2. Mata Pelajaran
Berdasarkan kompetensi inti disusun mata pelajaran dan alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan mata pelajaran dan alokasi waktu untuk Sekolah Menengah Pertama
Tabel 5
Mata Pelajaran Sekolah Menengah Pertama Struktur Kurikulum mata pelajaran
MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER PEKAN
PER
VII VIII IX
Kelompok A
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3 3 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 3 3
3. Bahasa Indonesia 6 6 6
4. Matematika 5 5 5
5. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
7. Bahasa Inggris 4 4 4
Kelompok B
1. Seni Budaya 3 3 3
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatah
Kesehatan
3 3 3
3. Prakarya 2 2 2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 38 38 38
Keterangan:
o Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah.
o Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Menengah Pertama antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.
o Kegiatan ekstra kurikuler seperti Pramuka (terutama), Unit Kesehatan Sekolah, Palang Merah Remaja, dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli.
Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler.
o Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang di kembangkan oleh pemerintah daerah.
o Bahasa Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan tersebut.
o Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam
pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif.
Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan.
o Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
3. Keadaan Guru
Guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran, karena guru merupakan pembimbing peserta didik disekolah. Guru adalah salah satu unsur yang harus diperhatikan guna mencapai peningkatan dalam proses belajar mengajar. Disamping itu guru harus bertenaga profesional sesuai dengan tuntutan zaman yang semakin berkembang, keadaan guru di SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara dapat dikatakan baik dilihat dari jenjang pendidikannya.
Mengenai keadaan guru di SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara, Kec. Polongbangkeng Utara, Kab Takalar. Dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 6
Keadaan guru di SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara
NO NAMA/NIP Jabatan Mata Pelajaran
1 RUSLAN, S.Pd
19650301 198903 1 015 Kepala SMP Pkn 2 Hj. ROSMIATI, S.Pd.
19630808 198411 2 002 Wakasek/Guru Ipa
3 IDRIS M, S.Pd.
19571127 198512 1 002 Guru Bahasa Inggris 4 NAHRIAH,S.Pd
19630729 198403 2 006 Guru Matematika
5 HARUNA, S.Pd.
19710802 199512 1 001 Guru Bahasa
Indonesia 6 Hj. NUR ALANG, SE
19763112 200604 2 022 Guru Matematika
7 AMNIARNINGSIH A., S.Pd
19810420 200502 2 010 Guru Penjas
8 FAHMI, S.Si,M.Si
19790404 200604 1 012 Guru Ipa
9 RAHMAWATI ABBAS, S.Pd
19820920 200604 2 023 Guru Tik
10 SAHRAWATI, S.Pd
19761001 200801 2 018 Guru Bahasa Indinesia 11 SURIATI SAID, S.Pd
19720316 200604 2 007 Guru Bahasa Daerah 12 IRMAWATI, S.Pd
19820715 200903 2 003 Guru Bahasa
Indonesia 13 HASANUDDIN, S.Pd
19701231 200903 1 012 Guru Ips
14 SYAMSUALAM,S.Pd
19731022 200903 1 001 Guru Elektro
15 MUH.ASRI TAILOR, S.Pd
19851220 200903 1 005 Guru Pkn
16 JUMRIANI, S.Pd.I
19720815 201001 2 002 Guru Pendidikan
Agama Islam 17 SUMARWATI,SE
19780927 201001 2 017 Guru Ips
18 HAJRAH,S.Pd. Guru Pkn
19 DERMA, S.Pd Guru Bahasa
Indonesia
20 NURAENI, SE Guru Elektro
21 MUSFIRA N, S.Pd Guru Matematika
22 SUKARDI,SE Guru Matematika
23 KARTINI, S.Pd.I Guru Pendidikan
Agama Islam
24 YATI KADRI YANTI Guru Bahasa Inggris
4. Keadaan Siswa
Siswa atau peserta didik sebagai komponen pendidikan yang tidak bisa terlepas dari sistem pendidikan, sehingga ada aliran pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat segala usaha pendidikan (Aliran Child Centered).
Mengingat pendidikan merupakan proses pembinaan dan pembentukan potensi yang dimiliki peserta didik, sehingga sangat diharapkan tercapainya tujuan pendidikan yang ingin dicapai bersama.
Adapun keadaan siswa di SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara 2016 dapat dilihat dalam table berikut:
Tabel 7
Keadaan Peserta Didik SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara Tahun Ajaran 2015/2016
No Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
LK PR
1 VII 34 33 67
2 VIII 20 26 46
3 IX 28 33 61
Jumlah 82 92 174
Berdasarkan table II dapat diketahui bahwa sekolah ini memiliki jumlah siswa 174 orang, yang terdiri dari 82 orang siswa laki-laki dan 92 orang siswa perempuan.
Tabel 8
Daftar staf tata usaha
NO NAMA Jabatan Alamat
1 JUSMAWATI, SE Kepala Tu Balanggasana
2 NURENI, S.Pd.I Buku Induk Balang Tanaya
3 SUPARDI G Bujang Sekolah Bontorannu
4 RISMA
Sarana dan Prasarana
Bontorannu 5 SUKRIADI, SH.I Penjaga Sekolah Maccini Baji
6 NURHAYATI, SE Persuratan Maccini Baji
7 SUNARTI, S.Pd.I Pustakawan Je’ne Dingin 8 FITRIANI, S.Pd.I Pustakawan Je’ne Dingin 9 SRI ASRAWATI
PARAMITA, SE Pustakawan Palleko
10 NURHAYATI N, SE. Pengetikan Balanggasana
11 AMINUDDIN, S.Pd.I Lab Lassang
12 AMIRUDDIN Lab Palleko
13 NAJMAH Komsumsi Takalar
14 HJ. ARSIDA Pustakawan Rappo Kaleleng
Tabel 8
Kondisi bangunan sekolah No Jenis ruangan/
gedung sekolah
Jumlah Keterangan
1 Ruang kepala Sekolah 1 Permanen
2 Ruang Kelas 7 Permanen
3 Ruang guru 1 Permanen
4 Ruang tata usaha 1 Permanen
5 Wc 4 Permanen
6 Lapangan olahraga 1 Permanen
7 Lapangan upacara 1 Permanen
8 Ruang perpustakaan 1 Permanen
9 Musholah 1 Permanen
10 Kantin kejujuran 1 Permanen
11 Dapur 1 Permanen
12 Gudang 1 Permanen
Melihat tabel tersebut maka penulis dapat menyimpulakan bahwa SMP Negeri 5 Polongbangkeng Utara mempunyai sarana yang cukup, sehingga siswa dapat belajar dengan baik, dan perpustakaan sendiri memiliki buku bacaan yang cukup.
C. Eksistensi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5