Produk Markisa
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2. Stuktur Organisasi
38 telepon yang dimiliki sebanyak 1 unit. Komputer berfungsi untuk mengolah data perusahaan CV. Citra Sari, komputer yang dimiliki 1 unit. Dan printer dignakan untuk memprint data-data yang diperlukan perusahaan CV. Citra Sari, printer yang dimiliki sebanyak 1 unit.
39 Adapun Struktur Organisasi CV. Citra Sari Makassar sebagai berikut:
VI.
Gambar 2. Struktur Organisasi CV. Citra Sari Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar
Adapun tugas masing-masing bagian yaitu:
1. Pimpinan
a. Menetapkan target dari penjualan per tahun.
b. Menetapkan garis-garis kebijakan dan menetapkan tujuan perusahaan.
PIMPINAN H.MUH.SIRI
PRODUKSI A.FIRMANSYAH
PEMASARAN A.IKHSAN
ADM & KEUANGAN A.NURUL INSAYANI
QUALITY CONTROL A.AMRU
SALES & MARKETING ENAL
STAF
DELIVERY
SUPERVISOR
KARYAWAN
40 2. Bagian Pemasaran
a. Merencanakan, mengontrol, dan mengkoordinir proses penjualan dan pemasaran untuk mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan efesien.
b. Menganalisis dan mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan layanan terhadap pelanggan.
3. Bagian Produksi
a. Mengatur waktu pekerjaan agar sesuai dengan waktu pengiriman.
b. Memberikan harga produksi untuk kepentingan marketing dalam membuat harga jual.
4. Bagian Adm. Keuangan
a. Mengatur masalah yang berhubungan dengan penyediaan dan penggunaan dana.
b. Mengatur kebijaksanaan dan pengendalian keuangan untuk penghematan biaya pengeluaran perusahaan.
c. Membuat daftar gaji dan upah karyawan.
5. Bagian Sales and Marketing
a. Mengkoordinir penjualan agar memenuhi target.
b. Menyusun rencana penjualan.
c. Memberikan kebijakan-kebijakan atas rencana penjualan.
6. Bagian Quality Control
a. Memeriksa barang secara detail.
41 b. Memberikan intruksi untuk mengulang kembali pekerjaan karena belum
sesuai dengan standar kualitas perusahaan.
7. Bagian Staf
a. Membantu bagian adm. Keuangan.
b. Membantu pekerjaan yang ada dikantor 8. Bagian delivery
a. Mengatur pengiriman barang b. Mengawar pengiriman barang 9. Bagian Supervisor
a. Menyampaikan arahan dari pimpinan ke karyawan perusahaan b. Mengawasi dalam pelaksanaan produksi perusahaan
10. Karyawan
a. Memproduksi sirup markisa 5.3 Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu cara mengolah kegiatan agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa dengan cara menetapkan fungsi-fungsi manajemen, dimana tujuan manajemen produksi adalah usaha mencari tujuan produksi barang dan jasa dalam jumlah kualitas dan waktu yang telah direncanakan sesuai kebutuhan konsumen (Ahyari, 2002).
Manajemen produksi adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa.
Untuk mengatur kegiatan ini, perlu di buat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa
42 yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan (Daryanto, 2012). Adapun aspek-aspek dalam manajemen produksi yaitu perencanaan produksi, proses produksi dan pengendalian produksi.
5.3.1 Planning (Perencanaan Produksi)
Pengertian Perencanaan produksi sebagaimana dikemukakan oleh Soekartawi (2014) adalah menciptakan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Sebagaimana pengertian tersebut diatas maka sangat penting dibuat skema perencanaan produksi didalamnya terangkum kegiatan ; 1) pengadaan bahan baku, 2) proses produksi,3) pengemasan.
1. Pengadaan bahan baku; Kualitas produk yang dihasilkan dalam proses produksi sangat ditentukan oleh kualitas bahan baku, utamanya industri yang berbahan baku produk pertanian. Demikian juga pada industri markisa CV.
Citra Sari, setiap akan melakukan proses produksi maka dirancana skema kebutuhan bahan baku yang terdiri dari ; a. jenis bahan baku (buah markisa dan bahan tambahan b. jumlah kebutuhan bahan baku c. sumber bahan baku.
a. Jenis bahan baku, bahan baku industri markisa terdiri dari buah markisa dan bahan pelengkap (gula), bahan baku utamanya yang dominan dibutuhkan adalah buah markisa.
43 Buah markisa sebagaimana produk pertanian lainnya tidak tersedia sepanjang tahun atau musim, buah markisa banyak dipasarkan pada bulan Januari hingga Maret.
Buah Markisa yang dibeli CV Citra Sari untuk bahan baku produksi adalah jenis buah markisa Ungu (passiflora edulis var. edulis) memiliki rasa yang asam manis, markisa kuning (passiflora edulis var.
flavicarpa degener) memiliki rasa yang asam dan markisa konyal (passiflora liqularis juss) memiliki rasa yang manis. jenis buah markisa tersebut apabila dipadukan akan menghasilkan rasa sirup markisa yang asam manis. Juga perusahaan menggunakan buah yang tingkat kemantangan yang penuh dikarenakan kemantangan buah yang penuh akan menghasilkan rasa yang berkualitas.
Gambar 3. Bahan baku buah markisa
b. Jumlah Kebutuhan bahan baku. ; Kapasitas produksi mesin pengolahan CV. Citra Sari hanya 55 liter perhari atau dibutuhkan bahan baku markisa berkisar 180 – 200 kg buah markisa perhari, kebutuhan bahan baku pelengkap berupa gula pasir sebanyak 27 kg dan menghasilkan
44 42 botol sirup markisa ukuran 500 ml dan 42 botol sirup markisa ukuran 630 ml.
Seksi produksi merencanakan pembelian setiap pekan dengan jumlah 1.260 – 1.400 kg. kebutuhan ini untuk pengolahan 7 – 8 hari.
c. Sumber Bahan baku; Sentra produksi buah markisa yang terkenal di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Gowa, Bulukumba, Sinjai dan Toraja. Untuk pemenuhan kebutuhan produksi CV. Citra Sari sebagian besar diperoleh dari Kabupaten Gowa dan Bulukumba, Kabupaten Gowa menghasilkan jenis markisa ungu dimana jenisnya yang paling banyak digunakan dalam proses produksi.
2. Proses produksi yang dilakukan pada CV. Citra Sari jika ditinjau dari segi sifat proses produksi yaitu jenis produksi sintetik dimana dalam proses produksi ini dilakukan penggabungan beberapa bahan kedalam bentuk produk dan produk akhirnya sangat berbeda dengan jenis aslinya karena ada perubahan fisik atau kimia yaitu perubahan dari buah markisa menjadi minuman sirup markisa.
Berikut gambar tahapan-tahapan proses produksi sirup markisa pada CV.
Citra Sari yang terletak di Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar dapat dilihat pada Gambar 4.
45 Gambar 4. Proses Produksi Sirup Markisa pada CV. Citra Sari di
Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar a. Stasiun I (Pengambilan daging buah)
Pada stasiun pengambilan daging buah ini, buah markisa yang telah disortir lalu dipotong dengan menggunakan mesin pemotongan buah markisa agar buah markisa tersebut dapat langsung diambil dengan mesin khusus untuk mengeluarkan daging buah markisa.
Sortasi
Pemotongan
Pengambilan daging buah
Pemisahan
Pemasakan
Pencampuran
Pengisian botol
Pasteurisasi
Pemberian label
46 b. Stasiun II (Pemisahan)
Pada stasiun pemisahan, pulp merkisa langsung dimasukan kedalam mesin pemisahan biji dan pulp markisa untuk membuat sari buah markisa. Pada mesin ini, pemisahan berlangsung selama 30 menit untuk 100 Kg pulp.
c. Stasiun III (Pemasakan)
Pada stasiun ini, sari buah markisa dimasak selama 1 jam. Pada stasiun ini digunakan panci yang sangat besar sehingga muat untuk sekitar 81,900 ml – 100,000 ml sari buah markisa.
d. Stasiun IV (Mixing)
Pada stasiun ini, dilakukan peracikan antara semua bahan untuk membuat sirup markisa. Bahan-bahan tersebut adalah sari buah, gula, air, dan benzoate pada proses mixing ini, dilakukan selama 3 jam.
e. Stasiun V (filling)
Pada stasiun ini, setelah tadi dilakukan mixing, maka akan lanjut pada proses pengisian botol (filling). Pada proses ini botol-botol di isi terlebih dahulu hingga terisi semua, lalu diberikan penutup botol.
f. Stasiun VI (Pasteurisasi)
Pada stasin pasteurisasi, botol-botol sirup markisa tersebut dimasukan pada mesin pasteurisasi guna dipanaskan dengan suhu dibawah titik didih air selama 1 jam. Hal ini berguna untuk membunuh bakteri-bakteri yang berada pada sirup markisa.
47 g. Stasiun VII(Labeling)
Pada stasiun labeling, botol-botol sirup markisa yang telah di pasteurisasi, diperiksa terlebih dahulu untuk mengecek apakah ada cacat pada botol atau tidak.
Setelah itu, barulah dilakukan pemasangan label pada botol sirup markisa.
3. Pengemasan ; sebagian kegiatan pengemasan juga telah dilakukan pada proses produksi, diantaranya pengisian botol, dan pelabelan.
Jenis barang yang diproduksi CV. Citra Sari terdiri dari dua bentuk kemasan ukuran kemasan 500 ml untuk kebutuhan ekonomis dan ukuran lainnya kemasan 630 ml
Gambar 5. Produk sirup markisa karaeng 5.3.2 Organizing (Pengorganisasian Produksi)
Keseluruhan dan orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi selalu berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan, baik barang maupun jasa.
Pengaruh tersebut terkait dengan sikap, kemampuan, pengetahuan dan tingkah laku yang dapat mempengaruhi produktifitas karyawan.
48 1. Jumlah Tenaga Kerja atau Karyawan Bagian Produksi
Jumlah tenaga yang dipekerjakan Cv. Citra Sari untuk tenaga kerja tetap sebanyak 9 orang. Sedangkan untuk tenaga lepas tidak tetap, tergantung dari banyaknya bahan baku yang akan produksi. Untuk pendidikan tenaga kerja atau karyawan adalah lulusan SMA, dan S1. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah dan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Karyawan Bagian Produksi Berdasarkan Tingkat Pendidikannya pada CV. Citra Sari Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar
No Jabatan Pendidikan Jumlah (orang)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Penyortiran Buah
Bagian Pengambilan daging buah Bagian Pemisahan
Bagian Pemasakkan Bagian Mixing Bagian Filling Bagian Pasterurisasi Bagian labeling Mandor
SMA SMA SMA SMA SMA SMA SMA SMA S1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 Sumber : Data Primer CV. Citra Sari, 2016
2. Upah dan Gaji Tenaga Kerja Bagian Produksi
Upah dan gaji tenaga kerja yang ditetapkan pemilik CV. Citra Sari terhadap karyawan sangat berpengaruh terhadap prestasi dan hasil kerja pada industri yang bersangkutan, oleh karena itu perusahaan diharapkan dapat menyesuaikan upah yang mereka berikan terhadap pekerjaan yang dibebankan pada karyawan yang ada di perusahaan atau industri.
49 Tabel 4. Daftar Upah Tenaga Kerja Bagian Produksi CV. Citra Sari Kelurahan
Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar
No Bagian Per Hari (Rp) Per Bulan (Rp)
1 Penyortiran Buah 50,000 1,500,000
2 Bagian Pengambilan daging buah 50,000 1,500,000
3 Bagian Pemisahan 50,000 1,500,000
4 Bagian Pemasakkan 50,000 1,500,000
5 Bagian Mixing 50,000 1,500,000
6 Bagian Filling 50,000 1,500,000
7 Bagian Pasterurisasi 50,000 1,500,000
8 Bagian labeling 50,000 1,500,000
9 Mandor 50,000 1,500,000
Sumber : Data Primer CV. Citra Sari, 2016
Tabel 4 menunjukan upah tenaga kerja tetap pada CV. Citra Sari yaitu RP.1,500,000/ bulan. Sedangkan untuk tenaga kerja lepas RP. 40,000/ hari.
3. Cara Pengembangan dan Kualitas Karyawan
Untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan dan loyalitas keryawan, pemilik CV. Citra Sari mengikutkan karyawan dalam pelatihan pembuatan siruo diberbagai tempat untuk lebih meningkatkan kualitas karyawannya.
5.3.3 Directing (Pengarahan Produksi)
Pengarahan produksi pada CV. Citra Sari ini di arahkan oleh bagian yang bertanggung jawab atas kegiatan produksi pengarahan produksi ditujukan kepada karyawan-karyawan perusahaan yang telah diberikan tugas masing-masing untuk memproduksi sirup markisa kemudian karyawan tersebut memiliki tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Pengarahan produksi dilakukan
50 setiapa hari, dalam pengarahan produksi tersebut karyawan diarahkan untuk memproduksi sirup markisa sesuai dengan target produksi harian yaitu 55 liter dalam sehari. Tujuan dari pengarahan ini dilakukan agar pekerjaan dalam memproduksi sirup markisa dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan perusahaan dalam memproduksi.
5.3.4 Controling (Pengendalian dan Pengawasan Produksi) 5.3.4.1 Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif kedalam suatu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum dan ongkos terendah.
Berdasarkan uraian diatas pihak CV. Citra Sari memilih bentuk pengendalian secara order control dan secara flow contol seperti dibawah ini : 1. Flow contol merupakan pengendalian produksi secara terus menerus, dimana
proses produksinya dilakukan setiap hari untuk ukuran kemasan 500 ml dan 630 ml, karena kemasan ini lebih banyak dipesan oleh konsumen dibandingkan dengan kemasan yang lain karena ukuran dan harganya lebih ekonomis sehingga bisa dijangaku ole semua kalangan. Produksi secara terus menerus ini dilakukan setiap hari agar persediaan produk sirup markisa selalu tersedia karena di CV. Citra Sari sering menghadapi ketidak pastian permintaan dan pengiriman akan produk sirup markisa. Persediaan ini penting agar kelancaran proses produksi tidak terganggu.
51 Perusahaan CV. Citra Sari memilih jenis pengendalian produksi dengan flow control supaya produk sirup markisa selalu tersedia ketika ada pesanan atau ada konsumen yang ingin membeli maka produk tersebut bisa langsung diantar tanpa menunggu waktu yang lama karena produknya sudah tersedia diperusahaan dan itu adalah salah satu bentuk pelayana agar konsumen merasa terlayani dengan baik.
2. Order control merupakan bentuk pengendalian dalam produksi yang hanya dilakukan apabila mendapat pesanan dari konsumen. Di CV. Citra Sari melakukan pengendalian ini untuk ukuran kemasan 1000 ml, 2000 ml, dan 2500 ml karena kemasan ini harganya agak mahal sehingga masyarakat kalangan ekonomi rendah lebih memilih untuk membeli ukuran kemasan yang lebih kecil
5.3.4.2. Pengawasan Produksi (controlling)
Dalam pengawasan produksi dimulai dari pemilihan bahan baku, keadaan mesin produksi, proses produksi sampai kemasan produk.
a. Pemilihan bahan baku di control dengan memilih bahan baku sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dengan melihat standar kematangan buah yang memiliki tingkat kematangan 85-100 %, kecacatan buah minimal 10%, dan memilih buah yang segar.
b. Keadaan mesin produksi dilihat dengan kesiapan mesin produksi tersebut di mulai dari bahan bakar mesin, oli mesin, dan listrik dari mesin tersebut.
52 c. Proses produksi di control di lihat di mulai dari proses pengerukan buah
sampai pengisian botol.
d. Kemasan produk di control dengan melihat kestabilan kemasan yang siap dipasarkan.