• Tidak ada hasil yang ditemukan

TALK SHOW: VILLAGE FUN FOR FOREST CONSERVATION AND

Dalam dokumen Prosiding Festival Iklim 2018 (Halaman 112-116)

LAPORAN 3 TAHUN CAPAIAN PENGENDALIAN PERUBAHAN IKLIM

III. SEMINAR DAN WORKSHOP

14. TALK SHOW: VILLAGE FUN FOR FOREST CONSERVATION AND

kegiatan yang bankability adalah kegiatan yang telah terbukti dapat mencapai output yang ditargetkan, seperti kegiatan/teknologi yang telah terbukti dapat menurunkan emisi gas rumah kaca.

• Perlu menghubungkan antara jasa keuangan dan badan usaha milik desa.

Badan usaha milik desa dapat menjadi shareholders dalam pembiayaan terkait lingkungan hidup, termasuk perubahan iklim.

• Bank Muamalat telah menyusun prosedur untuk sustainable financing yang masih difokuskan pada kelapa sawit.

• OJK telah mengeluarkan peraturan OJK No 51 tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Dan Perusahaan Publik. Pada peraturan tersebut diatur bahwa lembaga jasa keuangan wajib mengalokasikan sebagian dana tanggungjawab social dan lingkungan untuk mendukung kegiatan penerapan Keuangan Berkelanjutan. Tanggungjawab social dan lingkungan tersebut wajib dituangkan dalam rencana keuangan berkelanjutan pada masing-masing lembaga jasa keuangan.

14. TALK SHOW: VILLAGE FUN FOR FOREST CONSERVATION

intelijen, dan penyidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

• Manfaat pelatihan PPNS yang didukung oleh program SICCR TAC adalah dengan terbentuknya TIM PPNS Kehutanan sehingga penegakan hukum bidang kehutanan di Kab. Piedi bisa dilaksanakan sampai pada proses penuntutan, atau P21 sehingga dapat memberi efek jera pada pelaku kejahatan kehutanan.

• Kendala dalam penegakan hukum adalah bagaimana kita tepat bertindak dan sesuai dengan aturan yang beraku yang tidak mudah diterapkan di tataran penegakan hukum terutama di Aceh.

2. Program penyuluhan oleh SICCR TAC.

• Petugas penyuluh kehutanan adalah petugas lapangan yang bertugas membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang kehutanan serta membantu peningkatan ekonomi tanpa merusak hutan.

• Faktor yang merusak hutan ada 3 yaitu faktor kebijakan, kebutuhan dan kemiskinan.

• Pelaksanaan pelatihan penyuluh oleh program SICCR TAC sangat bermafaat bagi masyarakat sekitar hutan untuk bisa diajak menjaga hutan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan disertai perubahan sikap masyarakat untuk tidak merusak hutan.

• Tantangannya adalah tidak semua masyarakat mau dan bisa menerima serta mengikuti apa yang sudah diajarkan.

Pembahasan dan Diskusi

• Sampai saat ini jumlah penyuluh di Aceh hanya 56 orang dengan luas kawasan yang sangat besar maka tidak jumlah itu cukup karena 1 penyuluh membawahi 6 kecamatan. Penyiasatannya adalah dengan menunjuk koordinator kelompok tani

di tingkat desa terutama desa sekitar hutan.

• Penanganan kasus dimulai dengan kegiatan intelijen dimana kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasama dengan masyarakat, pamhut, dan lembaga swadaya masyarakat.

• Saat ini fokus penyuluhan adalah dengan memberikan penyuluhan pada petani untuk produksi dengan mengarah sistem sertifikasi produk.

• Anggaran dalam proses penegakan hukum masih belum semua terpenuhi melalui belanja pemerintah daerah. Dengan adanya SICCR TAC diharapkan bisa menutup kebutuhan penegakan hukum.

SESI KEDUA

Ringkasan Paparan Narasumber

1. Inisiatif Dana Desa Dalam Pencegahan Perusakan Lingkungan Dan Hutan

• Pemerintah Kab Piedi sangat memperhatikan dan berkomitmen dalam upaya perlindungan alam khususnya hutan dan ekosistemnya.

• Kab. Piedi hanya 2 jam dari Banda Aceh dengan 42 km pantai memiliki potensi yang sangat besar di sektor perkebunan, pertanian dan kehutanan.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun Piedi.

• Project SICCR TAC sudah disinkronkan dengan Rencana Kerja Kab Piedi dengan mengharmonisasikan progam dan anggaran dari tingkat Kabupaten sampai dengan di tingkat desa yang secara regulasi sudah ditetapkan melalui Peraturan Daerah, Peraturan Bupati sampai Peraturan Desa.

2. Indikator lingkungan hidup dalam penggunaan dana desa di Kab. Piedi

• Indikator lingkungan menjadi salah satu indikator yang dimasukkan dalam pelaksanaan pembangunan desa menggunakan dana desa, dimana kedepannya akan dituangkan dalam Peraturan Bupati.

• Peraturan Bupati terkait penggunaan dana desa ini sudah dikonsultasikan sampai tingkat pusat.

3. Penggunaan dana desa dalam aturan hukumnya

• Secara hukum, penggunaan dana desa untuk lingkungan hidup sudah diatur dalam undang-undang. Yang menjadi konsentrasinya adalah alokasi dana desa dari dimana ada 20% alokasi dana desa bersifat afirmasi dan ada 4 indikator terkait sosial ekonomi dalam pembobotannya. Indikator ekologi dimasukkan oleh Kab. Piedi dalam pembelanjaan dana desa. Dan ini menjadikan Kab. Piedi sebagai pioner dalam memasukkan indikator ekologi pada pembelanjaan dana desa.

• Indikator ekologi ada beberapa parameter yang digunakan yaitu tutupan lahan, jumlah penduduk dan fungsi kawasan.

• Perlu ada perubahan paradigma berpikir dimana ada keberanian berpikir untuk berinovasi tanpa harus menunggu aturan dari atas/pemerintah pusat.

Pemerintah pusat harus memberi ruang improvisasi (diskresi) kepada daerah dengan tetap pada koridor hukum.

Pembahasan dan Diskusi

• Dengan indikator ekologi masuk dalam parameter pembangunan desa dan pembelanjaan dana desa akan menimbulkan semangat kompetisi desa untuk membangun desa berbasis lingkungan.

• Telah dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMD) namun sampai saat ini belum ada mekanisme pendanaan langsung dana desa melalui BUMD. Saat ini dana desa didistribusikan pemerintah melalui kas desa/rekening desa.

• Bagaimana skema pengembangan PES (Payment for Environtment Services) yang akan dikembangkan di Kab. Piedi dari hulu ke hilir masih sedang disusun.

• Piedi perlu dijadikan kabupaten yang menerapkan pembangunan yang berkelanjutan yang berbasis desa. Untuk membangun berkelanjutan harus masih ada support dari ekternal. Perlu juga ada pengukuran nilai indeks kebahagiaan dan tidak harus selalu dilihat dari ukuran ekonomi.

• Banyak kendala dalam pemanfaatan dana desa terutama terkait dasar hukum dan aturan pelaksanaan. Kontribusi dana desa untuk lingkungan harus dan diatur dengan dasar hukum yang kuat baik melalui perBup atau aturan lainnya yang lebih tinggi.

Wrap Up

Pembangunan berkelanjutan dengan memasukkan indikator ekologi dan indikator tingkat kebahagiaan menjadi tujuan kedepan yang akan dibangun oleh Kab.

Piedi dengan langkah awal meletakkan dasar aturan dan kebijakan baik ditingkat kabupaten dengan diharmonisasikan sampai tingkat desa, guna menjadi dasar hukum pelaksanaan pembangunan sampai tingkat desa dengan tidak hanya melihat pembelanjaan dana desa pada indikator kemiskinan dan pada sektor infrastruktur tanpa melihat lingkungan.

Indikator ekologi belum masuk dalam indikator utama dalam aturan perundangan penggunaan dana desa saat ini, namun melalui diskresi indikator ekologi harus tetap diperjuangkan.

IV. DIALOG IKLIM DENGAN

Dalam dokumen Prosiding Festival Iklim 2018 (Halaman 112-116)