BAB III METODE PENELITIAN
E. Teknik Pengumpulan Data
(TPS) uintuik meiningkatkan hasil beilajar siswa pada peimbeilajaran teimatik.
D. Data dan Sumber Data 1. Data
Data merupakan kumpulan catatan-catatan berupa fakta dan keterangan yang didapatkan sekana penelitian yang kemudian diolah dalam sebuah laporan penelitian.36 Penelitian ini menggunakan data jenis kualitatif. Untuk data jenis kualitatif diperoleh berdasarkan hasil deskripsi dari observasi seta penerapan model pembelajaran think pair share yang dilakukan. Denagn demikian, hasil yang diharapkan oleh peneliti adalah siswa dapat memperoleh hasil belajar diatas KKM. Shingga hasil belajar peserta didik akan dikatakan berhasil dan menjadikan model pembelajaran think pair share sebagai salah satu solusi untuk permasalahan kurangnya hasil belajar siswa.
2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini menggunakan jenis sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dari penelitian langsung melali lapangan atau tempat penelitian baik secara pengamatan, wawancara dan narasumber. Sedangkan sumber data skunder merupakan sumber yang diperoleh dengan cara tidak langsung, melainkan menggunkan orang lan atau dokumentasi.37
E. Teknik Pengumpulan Data
36 Rosman Hartini Sam’s, Model Penelitian Tindakan Kelas (Yogyakarta: Teras, 2010).
37 Sugiyono, Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2019).
Peinguimpuilan data adalah tahapan yang dilakuikan seiteilah peineiliti meimahami meingeinai peineilitian dan meinjeilaskan teintang duikuingan pada aseipeik peineilitian yang akan diamati. Peinguimpuilan data haruis dilaksanakan deingan meingguinakan teiknik yang teipat atas meitodei yang diguinakan uintuik meindapat data yang seisuiai uintuik dianalisis leibih lanjuit pada aspeik yang diteiliti.38 Adapuin teiknik peinguimpuilan data yang diguinakan dalam peineilitian tindakan keilas ini seibagai beirikuit:
1. Teis
Tes pada penelitian tindakan kelas terbagi menjadi sua yaitu tes formal dan non formal. Tes formal adalah suatu tes yang dilakukan ketika bertatapan langsung di kelas guna kegiatan penyelenggaran tes. Ter formal ini dilakukan secara terpisah dengan kegiatan pembelajaran, sehinga hal baru akan diperoleh oleh siswa tes ini di kumpulkan pada pertemuan berikutnya. setelah kegiatan tes selesai. Tes formal berbentuk tes tulis, tes lesan, dan tes kinerja.
Metode tes tulis bentuk atau formal instrumennya bisa berupa tes isian, tes uraian, pilihan benar salah, pilihan menjodohkan, dan pilihan ganda.
Sedangkan tes kinerja instrumen bisa berbentuk item paper, tes identifikasi, tes simulasi, dan uji petik kerja.
Sedangkan tes non formal adalah tes yang dilaksanakan secara terintr\egrasi dengan prose pembelajaran di kelas. Tes non formal dapat dikatakan dengan tes langsung. Karena tes tersebut di berikan ketika proses pembelajaran berlangsung. Pendidik bisa memberikan pertanyaan langsung
38 Jogiyanto Hartono, Metode Pengumpulan dan Teknik Analisis data (Yogyakarta: CV.
Penerbit ANDI, 2018).
dan memberikan feedback secara langsung dan tidak harus di tunda-tunda pelaksanaannya.39
Tes formal dan tes non formal adalah tes yang diberikan untuk mengetahui apakah materi yang diberikan dapat dikuasai dengan sebaik- baiknya oleh siswa. Titik tolak dalam menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan ini akan diberiakan pada responden yakni seluruh siswa kelas III SDN Kedungguwo Magetan.
2. Observasi
Obseirvasi meiruipakan salah satui langkah dalam peilaksanaan PTK beirfuingsi seibagai alat peindataan. Meitodei ini sangat cocok uintuik meireikam keigiatan dalam proseis peimbeilajaran. Misalnya keigiatan siswa inteiraksi siswa seilama keigiatan beilajar meingajar ataui saat siswa meilakuikan keigiatan diskuisi.40 Obseirvasi meiruipakan alat peinguimpuilan data yang sisteimatis artinya teiknik obseirvasi dicatat uintuik meimpeirjeilas ilmiah.
Pada tahap obseirvasi, guirui meincatat keigiatan siswa uintuik meimpeiroleih informasi teintang hasil beilajar, seihingga peineiliti ataui guirui dapat meimpeiroleih hasil yang valid, meimilih teiman ataui guiruinya seibagai peingamat seisuiai deingan peidoman ataui leimbar obseirvasi yang teilah disiapkan peineiliti.41
39 Bambang Hari Purnomo, “Pendahuluan Kedudukan Observasi dalam Tahapan PTK Metode Observasi,” Metode Dan Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), 8 (2011), 251–56.
40 Bambang Hari Purnomo, “Metode Dan Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research),” Jurnal Pengembangan Pendidikan, 8.1 (2011), 251–56.
41 M.Pd. Dr. Afi Parnawi, Penelitian Tindakan Kelas (Yogyakarta: CV BUDI UTAMA).
Dalam peineilitian tindakan keilas ini, obseirvasi dilakuikan seicara langsuing deingan meilakuikan peingamat uintuik meingeitahuii hasil siswa dalam proseis peimbeilajaran yang dilakuikan oleih guirui dan siswa keilas III di SDN Keiduingguiwo pada saat peimbeilajaran teimatik deingan meingguinakan modeil peimbeilajaran think pair sharei.
3. Dokumentasi
Dokuimeintasi adalah salah satui alat instruimein peineilitian. Dokuimeintasi meinguimpuilkan informasi dalam peineilitian. Beintuik dokuimein dapat beirbeida teirgantuing pada variabeil yang diguinakan. Misalnya catatan, suirat, foto, catatan harian, arsip dan lain-lain.42 Dokumentasi pada penelitian ini berupa gambar, struktur organisasi, profil sekolah, rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hasil belajar siwa, dan data pegawai sekolah. Dalam hal ini bertujuan untuk mencatat kejadian-kejadian penting ketika pembelajaran berlangsung