• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap-tahap Penelitian

Dalam dokumen implementasi mata pelajaran aqidah akhlak (Halaman 59-68)

BAB III METODE PENELITIAN

G. Tahap-tahap Penelitian

Tahap-tahap penelitian menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai pada penulisan laporan.41 Dalam penelitian kualitatif ini, penelitian menggunakan tiga tahap yaitu:

1. Tahap Pra Lapangan

Dalam tahap penelitian pra lapangan terdapat enam tahapan antara lain:

a. Menyusun Rancangan Penelitian

Dalam menyusun rencana ini, peneliti menetapkan beberapa hal seperti: judul penelitian, alasan peneliti, fokus peneliti, tujuan penelitian, manfaat penelitian, obyek penelitian dan metode yang digunakan.

40 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 373.

41 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan, 48.

b. Memilih Lokasi Penelitian

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti terlebih dahulu harus memilih lapangan penelitian, lapangan yang dipilih yakni di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember.

c. Mengurus Perizinan

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti harus mengurus perizinan terlebih dahulu pada pihak kampus UIN KHAS Jember sebagai surat pengantar dari ketua program studi, maka peneliti memohon izin kepada kepala MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember untuk melakukan penelitian. Dengan demikian peneliti dapat langsung melakukan tahap-tahap penelitian setelah mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di tempat tersebut.

d. Melihat Keadaan Lapangan

Setelah persiapan administrasi selesai, peneliti mulai melakukan penilaian lapangan untuk lebih mengetahui latar belakang obyek penelitian, lingkungan pendidikan dan lingkungan informan.

e. Memilih Informan

Peneliti memilih informan untuk mendapatkan informasi. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, WAKA Kurikulum, guru dan murid.

f. Menyiapkan Perlengkapan Penelitian

Setelah selesai mulai dari rancangan penelitian hingga memilih informan maka peneliti menyiapkan perlengkapan peneliti sebelum terjun ke lapangan, seperti kamera dan lain-lain. Selain itu, peneliti juga membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai pedoman wawancara

yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti dan dicari jawabannya, sehingga data yang diperoleh lebih sistematis intens dan mendalam.

2. Tahap Pekerjaan Lapangan

a. Memahami latar belakang penelitian dan persiapan diri b. Memasuki lapangan

c. Mengumpulkan data 3. Tahap Analisis Data

Tahap ini merupakan tahap terakhir dari proses penelitian. Pada tahap ini pula peneliti mulai menyusun laporan dan mempertahankan hasil penelitian.42

42 Moloeng, Metode Penelitian., 127.

50

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Obyek Penelitian

1. Sejarah berdirinya MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi

Dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan demi adanya peningkatan mutu kesadaran masyarakat dalam berperan dan ambil bagian dalam pengembangan dunia pendidikan anak khususnya wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, serta berkembangnya dunia informasi di era reformasi yang masih sarat dengan segala permasalahannya untuk mengantarkan bangsa dan negara ke arah suasana yang lebih maju, sungguh sangat mutlak dibutuhkan adanya layanan peningkatan mutu pendidikan masyarakat.

Layanan dan peningkatan mutu pendidikan masyarakat yang dimaksud disini adalah pendidikan yang mampu melahirkan generasi dengan kemampuan dalam dunia pengetahuan seimbang dengan keimanan dan ketagwaan kepada Allah SWT.

Di sisi lain berbagai permasalahan masyarakat, khususnya pedesaaan seperti kemiskinan, kebodohan, rendahnya tingkat pendidikan, banyaknya anak-anak Drop-Out sekolah, banyaknya kasus pernikahan usia dini serta rendahnya mutu kesehatan, adalah fenomena yang mencerminkan betapa rendahnya kwalitas hidup masyarakat kita.

Realitas tersebut merupakan persolan sebagian besar penduduk didesa klungkung dan sekitarnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, segenap tokoh masyarakat LPM, BPD, Pemerintah Desa, Para guru ngaji, Pengurus ranting NU Klungkung serta MWC sukorambi pada tahun 2003 dimulai dari perintisan kegiatan belajar mengajar pendidikan MTs diklungkung dengan bergabung ke MTs Sunan Ampel Sukorambi(sebagai kelas jauh).

Sebagai salah satu alternatif program pendidikan yang insya Allah diyakini akan mengurangi bahkan menyelesaikan permasalahan tersebut yakni dengan pendekatan pendidikan. Guna mengupayakan peningkatan bidang pendidikan tersebut, dengan wadah Yayasan Bintang Sembilan Nahdlatul Ulama (YPBS NU) sukorambi yang didirikan sejak tahun 2004 pengelola berupaya merintis kegiatan pendidikan Madrasah Tsanawiyah yang telah berjalan sejak tahun 2003 bekerjasama dengan MTs SUNAN AMPEL sukorambi, pada tahun pelajaran 2009/2010 berdiri sendiri dengan nama MTs “NURUL YAQIN” klungkung.43

Gambar 4.1

Halaman MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember

43 Basir, Di Wawancarai oleh penulis, Jember, 16 Agustus 2021

2. Letak geografis MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi.

Secara geografis MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi ini terletak di desa klungkung kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember.

MTs Nurul Yaqin Klungkung ini terletak tepat depan balai desa klungkung. MTs Nurul Yaqin terletak dikaki gunung srgopuro, kawasan tersebut merupakan kawasan yang masyarakatnya kental dengan pendidikan keagamaan. Khususnya pesantren, sebagian besar masyarakat sekitar anak-anaknya dimasukkan kepesantren.

Adapun batasbatas MTs Nurul Yaqin Klungkung ini adalah sebagai berikut:

a. Sebelah Utara : Balai desa Klungkung b. Sebelah Selatan : SDN Klungkung 01 c. Sebelah Barat : Jalan utama

d. Sebelah Timur : lapangan sepak bola desa Klungkung.

3. Profil madrasah MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi44

Nama Lengkap Yayasan : Yayasan Pendidikan Bintang Sembilan Nahdlatul Ulama’

Desa : Klungkung

Kecamatan : Sukorambi

Provinsi : Jawa Timur

Akte Pendirian yayasan : Yayasan Pendidikan Bintang Sembilan Nahdlatul Ulama’

44 Sumber Dokumentasi 2021 MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi.

Akte Notaris : Amelia Saraswati Dwiarini, SH., M.KN.

NPWP : 02.997.894.7.626.000

Di Kab/Kota : Jember

Tanggal :19 Desember 2015

No Notaris :AHU-0032388.AH.01.04. Tahun 2015 Ketua Yayasan : Muhammad Sholeh

Alamat : Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Nama Lengkap Sekolah : Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Yaqin

NPSN : 20581573

NSM : 121235090181

Alamat Sekolah : Dusun Krajan

Desa : Klungkung

Kecamatan : Sukorambi Kabupaten/Kota : Jember

Propinsi : Jawa Timur

Waktu Penyelenggaraan : 07.00 s/d 13.00 WIB

Nama : Basir, S.Pd

Alamat : Dsn. Krajan Ds. Klungkung Sukorambi

No Tlp/HP : 085232397899

Ijazah : S-1

Luas Tanah :3.716 m3

Luas Bangunan : 1.500 m3 Status Kepemilikan : Milik Yayasan

4. Visi, Misi dan Tujuan MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi45

Dalam upaya menjadikan calon masyarakat yang seutuhnya yang berbudi pekerti luhur dan memberikan kontribusi yang jelas pada masyarakat luas nantinya, maka untuk itu MTs. Nurul Yaqin mempunyai:

Visi : Membentuk kepribadian peserta didik yang berakhlaqul karimah, Memiliki kekuatan iman dan taqwa serta berpengetahuan yang luas yang seimbang antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum.

Guna mewujudkan visi tersebut, misi MTs. Nurul Yaqin dirumuskan sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan pendidikan yang akademis, religius dan mandiri.

b. Menyelenggarakan pendidikan yang efektif dan kondusif dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

c. Menerapakan menejemen yang transparan dengan berazazkan kekeluargaan dan saling percaya dalam mengembangkan lembaga kedepan.

d. Mengadakan pembinaan keagamaan secara kontinu sehingga menghasiulkan siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,berahlaqul karimah, berpengetahuan luas dan seimbang.

Tabel 4.1

Daftar guru dan pegawai MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi46

NO. NAMA LEMBAGA STATUS

1 Basir, S.Pd Kepala sekolah GTY

2 Abdul Qodir, S.Pd.I WK.Kurikulum / Guru GTY 3 Andi Purwanto, S.Sos.I WK.Kesiswaan / Guru GTY

45 Sumber Dokumentasi 2021 MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi.

46 Sumber Dokumentasi 2021 MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi.

NO. NAMA LEMBAGA STATUS

4 Abd. Gafur Wali Kelas VI GTY

5 Nuril Laili,S.Pd Wali Kelas VII GTY

6 A.Hasyim, S.Pd.I Wali Kelas IX GTY

7 Hamdan Maqtub, S.Pd Guru GTY

8 Samsul Arifin, S. AB Guru GTT

9 Siti Holila,S.AB Guru GTT

10 Evita Sari, S.S TU/Guru GTY

11 Finda Yuliana, S.E Guru GTY

12 Ahmad Faik, S.P Guru GTT

13 Rulis Eka Kusuma, S.Pd Guru GTT

14 Agil Fahmi, S. Pd.I Guru GTY

Tabel 4.2

Data Siswa MTs Nurul Yaqin klungkung Sukorambi47

Tahun Pelajaran Kelas

Jumlah Siswa

L P Jumlah

2020/2021 VII 10 8 18

2020/2021 VIII 7 6 13

2020/2021 IX 6 9 15

JUMLAH 46

Tabel 4.3

Sarana Prasana MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi48

Jenis Ruang Jumlah (Ruang)

Luas (M2)

Kondisi Ruangan *)

B RR RB Ket

Ruang Kepala 1 1

Ruang TU 1 1

Runag Tamu 1 1

Ruang Kelas 3 3

Ruang Perpus 1 1

Ruang Guru 1 1

Ruang WC 1 1

Ket *) B : Baik

RR : Rusak Ringan RB : Rusak Berat

47 Sumber Dokumentasi 2021 MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi.

48 Sumber Dokumentasi 2021 MTs Nurul Yaqin Klungkung Sukorambi.

B. Penyajian Data Dan Analisis

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan kajian dokumen. Setelah peneliti mengumpulkan data dari ke-3 teknik tersebut, selanjutnya peneliti akan melakukan analisis mendeskripsikan hasil penelitian. Hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan di lapangan, secara berurutan akan disajikan dengan data-data hasil penelitian mengenai implementasi mata pelajaran aqidah akhlak pada kegiatan standar kecakapan ubudiyah dan akhlakul karimah di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember.

1. Perencanaan Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Pada Kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah (SKUA) di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember Tahun Pelajaran 2022/2023

Kegiatan standar kecakapan ubudiyah dan akhlakul karimah merupakan kegiatan untuk mengukur kecakapan peserta didik dalam baca tulis alquran hadits (Qurdits), aqidah akhlak, fiqih, dzikir dan doa.

Adapun yang diteliti oleh penulis adalah yang berkaitan dengan aqidah akhlak. yang melatar belakangi diterapkannya kegiatan standar kecakapan ubudiyah dan akhlakuk karimah di MTs nurul yaqin klungkung jember adalah sebagaimana yang dikatakan oleh bapak Basir, S.Pd selaku kepala sekolah sebagai berikut :

“Adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh kepala kantor wilayah kementrian agama provinsi jawa timur nomor:

Kw.13.4/1/HK.00.8/1925/2012, isinya yaitu kegiatan yang memberikan solusi tentang kelemahan baca tulis alquran,

ubudiyah, akhlakul karimah yang berlaku untuk seluruh madrasah yang ada di jawa timur, serta memberikan penguatan terhadap materi pendidikan agama islam.”

Penulis juga mendapatkan sebuah data melalui kegiatan observasi tentang perencanaan implementasi mata pelajaran aqidah akhlak pada kegiatan SKUA yaitu pertama guru pembimbing memberikan stimulus kepada peserta didik dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi dan mengulang materi setoran hafalan yang dipelajari minggu kemarin, memberikan penguatan kepada peserta didik dengan cara menambah jawaban dari pesert didik agar peserta wawasannya lebih luas lagi, dan menentukan alat yang akan digunakan pada kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah yaitu menggunakan kartu SKUA dan LKS aqidah akhlak.

MTs nurul yaqin klungkung jember berupaya agar kegiatan standar kecakapan ubudiyah dan akhlakul karimah ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Dengan adanya program SKUA saling menunjang antara praktik di lapangan dan teori pelajaran.

Gambar 4.2

Foto saat wawancara dengan kepala sekolah

2. Pelaksanaan Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Pada Kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah (SKUA) di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember Tahun Pelajaran 2022/2023

Adapun pelaksanaan implementasi mata pelajaran aqidah akhlak pada kegiatan standar kecakapan ubudiyah dan akhlakul karimah tersebut menurut bapak Ahmad Hasyim, S.Pd.I selaku guru aqidah akhlak adalah sebagai berikut :

Waktu pelaksanaan SKUA ini dilaksanakan pada jam pulang sekolah yaitu jam 12.00-13.00 dan dilakukan secara bergantian.

Setiap kelas berbeda-beda tergantung jadwal yang diberikan oleh sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu sekali pada masing- masing kelas yaitu kelas VII hari rabu, kelas VIII hari kamis dan kelas IX hari sabtu. Pendampingnya adalah guru mata pelajaran aqidah akhlak yaitu saya sendiri”. Hal ini juga diperkuat dengan hasil observasi penulis yaitu pelaksanaan kegiatan SKUA ini dilaksanakan pada jam 12.00–13.00 kegiatan ini dilaksanakan sebagai berikut :

Untuk kelas 7 kegiatan ini dibuka dengan surat alfatihah dan dilanjutkan dengan pembacaan asmaul husna bersama-sama serta ditutup dengan pembacaan hamdalah. Kemudian untuk materi SKUA yaitu menghafalkan doa-doa harian, menghafalkan arti asmaul husna, menyebutkan cara mengimani malaikat Allah dan

makhluk gaib Allah, menyebutkan akhlak tercela kepada Allah, mempraktekkan adab membaca Alquran dan berdoa, meneladani kisah nabi. Materi SKUA ini disesuaikan dengan pelajaran aqidah akhlak dan dilaksanakan satu minggu satu bab yaitu setiap hari kamis jam pulang sekolah.

Gambar 4.3

Peserta didik saat menyebutkan

cara mengimani malaikat Allah dan makhluk gaib Allah

Untuk kelas VIII kegiatan ini dibuka dengan surat alfatihah dan pembacaan asmaul husna bersama-sama serta ditutup dengan pembacaan hamdalah. Kemudian untuk materi SKUA yaitu menghafalkan doa-doa harian, meneladani rosul ulul azmi, mempraktekan akhlak terpuji, menghafalkan cara menghindari akhlak tercela, mempraktekan adab bermedia sosial, meneladani kisah sahabat Abu Bakar Assidiq.

Gambar 4.4

Peserta didik saat membaca cara meneladani kisah sahabat Abu Bakar As-Siddiq

Untuk kelas IX kegiatan ini dibuka dengan surat alfatihah dan pembacaan asmaul husna bersama-sama serta ditutup dengan pembacaan hamdalah. Untuk materi SKUA yaitu menghafalkan doa-doa harian, menyebutkan tanda-tanda kiamat, mempraktekkan akhlak terpuji, menyebutkan adab kepada saudara teman dan tetangga, meneladani kisah sahabat umar bin khattab dan sayyidah Aisyah r.a.

Gambar 4.5

Peserta didik saat membacakan asmaul husna secara bersama-sama

Hasil observasi diatas juga diperkuat oleh hasil wawancara dari salah satu siswa yang bernama Aisyatul Uliya yaitu:

“kegiatan ini dilaksanakan pada jam 12.00-13.00 yaitu pada saat jam pulang sekolah, Kegiatan ini paling lama dilaksanakan selama satu jam terkadang juga tidak sampai, karena peserta didik disini jumlahnya juga sedikit, serta kegiatan ini dilakukan secara bergiliran dari kelas VII-IX. Serta dilaksanakan secara bertahap yaitu satu minggu satu bab serta guru aqidah akhlak menambahkan materi asmaul husna dan doa-doa harian pada masing-masing kelas. Jadi kami disini dari kelas VII-IX selalu setor hafalan dan praktek seminggu sekali sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan.”

Adapun alat-alat yang digunakan untuk praktek SKUA berlangsung adalah kartu setoran SKUA yang harus dibawa oleh setiap siswa ketika kegiatan SKUA berlangsung. Sedangkan untuk materi- materi aqidah akhlak tercantum di LKS sehingga peserta didik juga diwajibkan membawa buku LKS aqidah akhlak pada saat kegiatan SKUA.

Gambar 4.6

Alat yang digunakan pada saat kegiatan SKUA

3. Hasil evaluasi implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Pada Kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah (SKUA) di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember Tahun Pelajaran 2022/2023

Berdasarkan hasil observasi penulis evaluasi dari kegiatan SKUA ini adalah melalui penilaian sikap yaitu pembimbing menilai peserta didik dari tingkah laku saat kegiatan berlangsung, penilaian pengetahuan yaitu pembimbing menilai melalui hasil setor hafalan, dan penilaian keterampilan yaitu pembimbing menilai melalui kegiatan praktek.

Hal ini juga diperkuat oleh hasil wawancara penulis dengan guru Aqidah Akhlak yaitu bapak Ahmad Hasyim, S.Pd.I

“masih ada beberapa peserta didik yang belum tuntas hafalannya pada saat kegiatan SKUA ini dilaksanakan jadi saya menyuruhnya untuk menyetor hafalan diluar jam kegiatan SKUA. Biasanya para peserta didik yang belum tuntas hafalan akan menyetor hafalan pada saat jam istirahat sekolah ada juga yang pada saat jam pulang sekolah di hari lain. Adapun untuk evaluasi saya menilai peserta didik melalui penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan”

Gambar 4.7

Wawancara dengan guru mata pelajaran Aqidah Akhlak

Dengan diadakannya kegiatan SKUA ini banyak sekali manfaat yang dirasakan baik dari pihak guru maupun murid sendiri. Dengan diadakannya kegiatan SKUA ini siswa menjadi lebih sopan lagi baik dalam berucap maupun dalam bertindak, mereka lebih fokus untuk belajar dan hafalannya juga. Kegiatan SKUA ini juga bertujuan untuk melatih siswa MTs dalam mengembangkan potensi individunya khususnya di bidang aqidah akhlak, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, serta untuk sarana dan landasan dalam mengamalkan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga untuk meningkatkan pengalaman agama Islam siswa. Dengan adanya kegiatan SKUA ini pendidikan agama Islam tidak hanya bersifat teoritis saja atau bersifat ilmu pengetahuan saja, akan tetapi juga bersifat praktek, sehingga aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa dapat saling berhubungan antara satu dengan lainnya dengan baik. Dan pendidikan agama Islam dapat membentuk pribadi atau martabat manusia yang memiliki sikap mental dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber atas dasar nilai Islam yang tidak dapat diragukan lagi. Dalam proses pelaksanaan kegiatan SKUA ini sebaiknya pihak madrasah tidak hanya memberikan waktu hanya satu jam pelajaran saja pada setiap minggunya, karena dirasa waktu tersebut sangat kurang. Paling tidak dua atau tiga jam pelajaran dalam seminggu. Karena meskipun guru memberikan kebebasan terhadap siswa untuk hafalan di luar jam pelajaran, belum tentu siswa benar-benar memanfaatkan waktu diluar

jam pelajaran tersebut dengan baik. Dan juga Diharapkan pihak MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember terus melanjutkan dan mengembangkan lagi kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah (SKUA) dengan lebih baik dari yang sebelumnya. Agar menumbuhkan semangat siswa dalam menghafal dan praktek serta menambah kualitas lulusan dari madrasah itu sendiri.

C. Pembahasan Temuan

1. Perencanaan Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Pada Kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah (SKUA) di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember Tahun Pelajaran 2022/2023

Berdasarkan dari data yang penulis dapatkan dari hasil observasi dan wawancara pada tahap perencanaan ini, maka dapat diketahui bahwasanya perencanaan pada penelitian ini adalah pertama guru pembimbing memberikan stimulus kepada peserta didik dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi dan mengulang materi setoran hafalan yang dipelajari minggu kemarin, memberikan penguatan kepada peserta didik dengan cara menambah jawaban dari pesert didik agar peserta wawasannya lebih luas lagi, dan menentukan alat yang akan digunakan pada kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah yaitu menggunakan kartu SKUA dan LKS aqidah akhlak.

Hal tersebut selaras dengan pendapat Tjokroamidjojo perencanaan dalam arti seluas-luasnya merupakan suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Perencanaan adalah suatu cara bagaimana mencapai tujuan sebaik-baiknya dengan sumber-sumber yang ada supaya lebih efektif dan efisien.49

Berdasarkan dengan data yang diperoleh oleh penulis dan pendapat dari Tjokroamidjojo perencanaan penelitian ini adalah memberikan stimulus kepada peserta didik, memberikan penguatan kepada peserta didik dan menentukan alat yang akan digunakan pada kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah.

2. Pelaksanaan Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Pada Kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah (SKUA) di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember Tahun Pelajaran 2022/2023

Pelaksanaan dari penelitian ini adalah pelaksanaan SKUA ini dilaksanakan pada jam pulang sekolah yaitu jam 12.00-13.00 dan dilakukan secara bergantian. Setiap kelas berbeda-beda tergantung jadwal yang diberikan oleh sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu sekali pada masing-masing kelas yaitu kelas VII hari rabu, kelas VIII hari kamis dan kelas IX hari sabtu, Serta dilaksanakan secara bertahap yaitu satu minggu satu bab serta guru aqidah akhlak menambahkan

49Syafalevi, Perencanaan Pembangunan Melalui Musrenbang Di Desa Arangkaa Kecamatan Gemeh Kabupaten Kepulauan Talaud, (Talaud: JURNAL POLITICO, Vol.10 N0.7, 2011), 28.

materi asmaul husna dan doa-doa harian pada masing-masing kelas.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara praktek dan setor hafalan. Adapun alat-alat yang digunakan untuk praktek SKUA berlangsung adalah kartu setoran SKUA yang harus dibawa oleh setiap siswa ketika kegiatan SKUA berlangsung. Sedangkan untuk materi-materi aqidah akhlak tercantum di LKS sehingga peserta didik juga diwajibkan membawa buku LKS aqidah akhlak pada saat kegiatan SKUA.

Hal tersebut selaras dengan pendapat Wiestra, dkk (2014:12) pelaksanaan adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijakan yang telah dirumuskan dan ditetapkan dengan melengkapi segala kebutuhan alat-alat yang diperlukan, siapa yang akan melaksanakan, dimana tempat pelaksanaanya dan kapan waktu dimulainya.

Berdasarkan dengan data yang diperoleh oleh penulis dan pendapat dari Wiestra,dkk pelaksanaan kegiatan SKUA ini membutuhkan alat yaitu buku LKS Aqidah Akhlak dan kartu SKUA, dilaksanakan oleh peserta didik kelas VII-IX, di laksanakan di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember yaitu di masing-masing kelas, dan dilaksanakan pada jam pulang sekolah yaitu pukul 12.00-13.00.

3. Hasil evaluasi implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Pada Kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah (SKUA) di MTs Nurul Yaqin Klungkung Jember Tahun Pelajaran 2022/2023

Evaluasi dari penelitian ini adalah melalui penilaian sikap yaitu pembimbing menilai peserta didik dari tingkah laku saat kegiatan berlangsung, penilaian pengetahuan yaitu pembimbing menilai melalui hasil setor hafalan, dan penilaian keterampilan yaitu pembimbing menilai melalui kegiatan praktek.

Hal tersebut selaras dengan pendapat Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L, Evaluasi didefinisikan sebagai suatu proses penilaian. Penilaian ini dapat menjadi netral, positif atau negatif atau merupakan gabungan dari keduanya. Ketika sesuatu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya.50

Berdasarkan dengan data yang diperoleh oleh penulis dan pendapat dari Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L evaluasi dari kegiatan ini adalah melalui penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan.

50 Mayasari, laporan dan evaluasi penelitian, (sumatera utara : ALACRITY, vol.2 no.1, 2021), 35.

69

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

1. Perencanaan pada penelitian ini adalah memberikan stimulus kepada peserta didik, memberikan penguatan kepada peserta didik dan menentukan alat yang akan digunakan pada kegiatan Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul karimah. .

2. Pelaksanaan dari penelitian ini adalah pelaksanaan SKUA ini dilaksanakan pada jam pulang sekolah yaitu jam 12.00-13.00 dan dilakukan secara bergantian. Setiap kelas berbeda-beda tergantung jadwal yang diberikan oleh sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu sekali pada masing-masing kelas yaitu kelas VII hari rabu, kelas VIII hari kamis dan kelas IX hari sabtu, Serta dilaksanakan secara bertahap yaitu satu minggu satu bab serta guru aqidah akhlak menambahkan materi asmaul husna dan doa-doa harian pada masing-masing kelas.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara praktek dan setor hafalan yang dibimbing langsung oleh guru mata pelajaran aqidah akhlak. Adapun alat-alat yang digunakan untuk praktek SKUA berlangsung adalah kartu setoran SKUA yang harus dibawa oleh setiap siswa ketika kegiatan SKUA berlangsung. Sedangkan untuk materi-materi aqidah akhlak tercantum di LKS sehingga peserta didik juga diwajibkan membawa buku LKS aqidah akhlak pada saat kegiatan SKUA.

Dalam dokumen implementasi mata pelajaran aqidah akhlak (Halaman 59-68)

Dokumen terkait