• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (Halaman 73-79)

BAB III METODE PENELTIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data.

Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dapat dilakukan secara langsung. Pengamatan secara langsung berarti peneliti langsung melakukan pengamatan terhadap objek penelitiannya ditempat dan waktu yang terjadi peristiwa.85Observasi merupakan sebuah penelitian yang didalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian.86 Dalam pengamatan ini peneliti merekam/mencatat baik

84 Muri Yusuf,Metedologi Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan Penelitian Gabungan,(Jakarta:Pradamedia Group,2014), 369.

85 Rahmadi,Pengantar Metedolofi Penelitian,(Banjarmasin: Antasaripers,2011), 61.

86 John W. Creswell,Research Design Pendekatan Metode Kualitatif,Kuantitatis dan campuran (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2016), 254.

dengan cara terstruktur maupun semistruktur aktivitas-aktivitas dilokasi penelitian.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode observasi non-participation di mana pengamat (atau peneliti) tidak terlibat langsung dengan kegiatan kelompok atau dapat juga dikatakan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya.87 Sehingga dalam observasi ini, peneliti datang ke tempat penelitian dengan tujuan untuk mengamati penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B tanpa terlibat secara langsung dengan kegiatan tersebut.

Adapaun alasan peneliti menggunakan teknik observasi non- participation dalam penelitian ini yaitu:

a. Teknik pengamatan ini didasarkan atas pengalaman secara langsung.

b. Teknik juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.

c. Pengamatan memungkinkan peneeliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proposional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data.

d. Jalan yang terbaik untuk mengecek kepercayaan data ialah dengan memanfaatkan pengamatan

87Murii Yusuf,Metedologi Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan Penelitian Gabungan, 384.

e. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit.

f. Dalam kasus-kasus tertentu dimana teknik komunikasi lainya tidak dimungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.88

Adapun data yang diperoleh dengan menggunakan tekni ini diantaranya:

a. Bagaimana perencanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

b. Bagaimana pelaksanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

c. Bagaimana evaluasi alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

Selain ketiga fokus penelitian tersebut, dalam penelitian ini peneliti juga akan mengamati tentang sistem bagaimana dalam perencanaan, pelaksanaan dan bagaimana evaluasi pengembangan bahasa melalui penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabbel.

Karena hal itu dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

88 Lexy J. Moleong,Metedologi Penelitian Kualitati,174.

2.Wawancara

Wawancara (interview) adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara (interviewer) dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai (interviewer) melalui komunikasi langsung.89 Percakapan dengan maksud tertentu juga bisa disebut dengan wawancara.90

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi tersturktur. Wawancara semi terstruktur yaitu jenis wawancara yang sudah termasuk dalam kategori in-dept-interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan informan.91

Dalam wawancara ini, peneliti menyusun rencana kemudian mengajukan pertanyaan tidak berurutan secara baku. Teknik wawancara ini dapat mempermudah peneliti untuk mengetahui secara lebih detail mengenai berbagai data atau informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Seorang informan adalah orang yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan pembelajaran dan implementasinya,

89 Muri Yusuf,Metode Penelitian Kuantitati,Kualitatif dan Penelitian Gabungan, 372.

90 Lexy J. Moleong,Metedologi Penelitian Kualitatif,`186.

91 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2017), 233.

sehingga paling esensial untuk dimintai berbagai informasi dan data yang diperoleh lebih akurat dan terpercaya.

Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi data terkait dengan penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa dari sumber data yaitu kepala RA, wakakurikulum, guru kelas dan peserta didik kelompok B. Adapun data yang ingin peneliti peroleh melalui wawancara adalah sebagai berikut:

a. Kepala Sekolah, untuk memperolah data/profil lembaga RA Rahmat Bangil Pasuruan

b. Guru kelas B, untuk memperoleh data/hasil penelitian bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam mengembangkan bahassa peserta didik.

c. Peserta didik kelompok B, untuk mengetahui tanggapan tentang alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B.

Hasil wawancara dalam penelitian ini sebagaimana tercantum dalam ringkasan data, kemudian mengolahnya dalam rangka memecahkan masalah yang diteliti.

3.Dokumntasi

Dokumentasi tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa atau kejadian dalam situasi sosial yang sesuai dan terkait dengan fokus penelitian adalah sumber informasi yang sangat berguna dalam peneltiain kualitatif. Dokumen itu dapat berbentuk teks tertulis,

artefacts, gambar, maupun foto. Dokumentasi tertulis dapat pula berupa sejarah kehidupan, biografi, karya tulis dan cerita.92

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang sumbernya sangat berguna dalam penelitian kualitatif sebagai pelengkap data yang diperoleh dapat dipercaya. Metode dokumen ini dicantumkan guna untuk memperoleh data sebagai berikut:

1) Data yang berbentuk tertulis, guna untuk kondisi objektif RA, diantaranya

a) Profil RA Rahmat Bangil

b) Sejarah berdirinya RA Rahmat Babngil

c) Visi, Misi dan Tujuan RA Rahmat Bangil Pasuruan

d) Data jumlah guru dan tenaga kependidikan dan data jumlah peserta didik kelompok B

e) Sarana dan prasarana RA Rahmat Bangil f) Struktur organisasi RA Rahmat Bangil 2) Data yang berbentuk gambar, diantaranya:

a) Foto kegiatan penerapan alat permain edukatif alphabet scrabble dalam meningkatkan aspek perkembangan bahasa b) Materi mengenal kosa kata sesuai tema

c) Sarana dan Prasana RA Rahmat Bangil d) Kondisi gedung RA Rahmat Bangil

92 Muri Yusuf, Metode Penelitian:Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, 391.

Dalam dokumen PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (Halaman 73-79)

Dokumen terkait