• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF"

Copied!
169
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF ALPHABET SCRABBLE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ANAK KELOMPOK B DI RAUDHATUL ATHFAL RAHMAT BANGIL – PASURUAN

TAHUN AJARAN 2021/2022 SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Oleh:

LAILIL MURRO NURIL CHASANAH NIM : T20185016

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI SEPTEMBER 2022

(2)

ii

PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF ALPHABET SCRABBLE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ANAK KELOMPOK B DI RAUDHATUL ATHFAL RAHMAT BANGIL – PASURUAN

TAHUN AJARAN 2021/2022

SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Oleh:

Lailil Murro Nuril Chasanah NIM: T20185016

Disetujui Pembimbing

Abdul Karim, M.Pd.I NUP. 20160367

(3)

iii

(4)

iv MOTTO

ََمَّلَعَو

َ

ََمَداَء

َٱ

َ َ ۡ ل

َۡس

َ اَم

ََءَ

اَهَّ لكُ

َ

ََّملث

َ

َۡمله َضَرَع

َ

َ َ َعَ

ۡ ل َٱَ

َ َلَم

َِةَكِئ

َ

ََلاَقَف

َ نۢ َ

َِبلٔ ٔ أ

َِنو

َ

َۡس َ أِة

َ اَم

َِءَ

َ َه

َ َ للؤ نِإ َِءَ

َ

َۡملتنلك

َ

ََيِقِد َ َص ٣١

Artinya: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannnya kepada para malaikat lalu berfirman: “sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar”. (QS. Al Baqaroh Ayat 31)

Departemen Agama RI, Al Qur’an Dan Terjemahnya, (Bandung: Sygma Examedia, 2009), 6.

(5)

v

PERSEMBAHAN Alhamdulillah hirobbil, alamiin…..

Rasa syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT sebanyak-banyaknya atas segala Rahmat-Nya sehingga terselesainya tugas akhir dengan segala kekurangan saya. Terima kasih engkau yang telah memberikan jalan dan kekuatan serta yang telah menghadirkan mereka memberikan motivasi, semangat, dan do’a kepada saya. Sesungguhnya karenaMu lah mereka ada, karenaMu lah tugas akhir penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan, serta hanya kepadaMu lah saya bersyukur dan berdoa.

Dengan penuh syukur dan iringan doa skripsi ini saya persembahkan kepada 1. Kedua orang tua saya, Ayah Farid Mashudi dan Ibu Luluk Fitriyah

tersayang yang selalu mendidik, memberikan kasih sayang jiwa raga, serta do’a yang selalu dipanjatkan setiap waktu yang menghantarkan pendidikan yang lebih tinggi.

2. Seluruh Keluarga yang telah memberikan motivasi dan dukungan untuk selalu bersemangat dalam mengerjakan skripsi khususnya kepada Abah Shobri dan Mbah uti serta adik Afiyah Sirli Amri dan juga Mas Senu Purwanto.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT atas segala Rahmat, Taufiq, dan Hidayahnya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Penerapan Alat Permainan Edukatif Alphabet Scrabble Dalam Mengembangkan Bahasa Anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuruan”

dengan lancar. Sholawat beserta salam tetap terlimpahkan kepada nabi Muhammad SAW, karena melalui beliau umat manusia dapat menapaki hidup menuju keselamatan yaitu agam Islam.

Dalam menyelesaikan ini, dapat dukungan banyak pihak atas kesuksesan penulisannya. Oleh karena itu penulis menyampaikan banyak terimaksih kepada:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E, MM. Selaku Rektor UIN KHAS Jember yang telah memberikan izin kuliah di sini dan memberikan fasilitas selama proses perkuliahan berlangsung.

2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember yang telah memberikan izin dan kemudahan dalam proses penyelesaian skripsi.

3. Dr. Istifadah, M.Pd.I, selaku ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN KHAS Jember yang memberikan fasilitas dan membantu penyelesaian skripsi kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

(7)

vii

4. Bapak Abdul Karim, M.Pd.I, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik.

5. Ibu Nur Jannah, S.Ag, selaku kepala RA Rahmat Bangil-Pasuruan yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

6. Guru RA Rahmat Bangil-Pasuruan yang membantu penulis dalam melakukan penelitian untuk memberikan data.

7. Seluruh pihak yang turut membantu proses penyelesaian skripsi ini. Semoga semua bantuan yang telah diberikan oleh Bapak dan Ibu kepada penulis tercatat sebagai amal shaleh dan mendapatkan balasan terbaik oleh Allah SWT.

Semoga Allah memberikan kepada mereka atas segala amal baik yang telah Bapak/Ibu berikan kepada penulis. Hanya terima kasih dan do’a tulus yang dapat penulis berikan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan bagi pembaca. Amin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Jember, 22 Agustus 2022 Penulis,

Lailil Murro Nuril Chasanah NIM. T20185016

(8)

viii ABSTRAK

Lailil Murro Nuril Chasanah, 2022 : Penerapan Alat Permainan Edukatif Alphabet Scrabble dalam Pembelajaran Bahasa Anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil–Pasuruan Tahun Ajaran 2021/2022.

Kata Kunci : Alat Permainan Edukatif alphabet scrabble , Pengembangan Bahasa.

Alat permainan edukatif alphabet scrbble adalah permainan kata dan huruf yang dapat memberikan suatu situasi belajar yang santai dan menyenangkan. Anak dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Dalam memainkan alphabet scrabble anak dapat melihat sejumlah kata berkali-kali, namun tidak dengan cara yang membosankan.

Perkembangan Bahasa merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan anak. Karena bahasa mereka dapat bergaul di tengah-tengah masyarakat, melalui bahasa pula mereka dapat mengekspresikan apa yang dirasakan. Perkembangan Bahasa terdiri dari beberpa aspek, salah satunya aspek kosakata.

Fokus Peneltian dalam Skripsi ini adalah: Bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022. Tujuan penelitian ini ada:

Untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis Data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dan keabsahan data menggunakan Triangulasi teknik dan sumber.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan1) perencanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble, yaitu (a) perancangan PROTA (Program Tahunan), PROSEM (Program Semester), RPPM (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan) yang sesuai dengan kurikulim K-13. (b) guru menyusun RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian). (c) guru menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan tema yang digunakan.(d)guru memilih metode dan teknik evaluasi yang akan dipakai selama pembelajaran berlangsung. 2) Pelaksanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble , yaiut Guru menyiapkan media alat permainan edukatif alphabet scrabble yang akan digunakan saat kegiatan inti berlangsung sesuai dengan tema dan sub tema sesuai RPPH. Kegiatan berlangsung pada satu hari adalah (a) kegiatan pembuka, guru membuka kelas dengan berdoa dan pembiasaan kemudian menjelaskan topik, (b) kegiatan inti, guru membentuk kelompok, menyuruh kelompk menyusun kosakata, memberikan penghargaan dan stimulasi kepada anak, (c) kegiatan penutup, recalling, guru memberikan informasi, pesan dan menutup dengan doa. 3) Evaluasi alat permainan edukatif alphabet scrabble, yaitu (a) guru memantau perkembangan anak saat kegiatan dilaksanakan dengan menggunkan catatan kecil berupa keterangan tentang perkembangan anak saat melakukan kegiatan tersebut, (b) teknik ceklis berupa indikator capaian perkembangan anak BB (Belum Berkembang), MB (Mulai Berkembang), BSH (Berkembang Sesuai Harapan dan BSB (Berkembang Sangat baik), (c) teknik tanya jawab berupa tes dan non tes, hasil evaluasi tes dan non tes dapat dilihat pada buku prestasi yang dimiliki setiap peserta didik. Karena dalam beberapa teknik diatas guru harus benar-benar mengetahui setiap perkembangan anak yang nantinya akan dievaluasi ke dalam catatan penilaian harian, mingguan dan bulanan seperti observasi, portofolio, dan hasil karya.

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Konteks Penelitian ... 1

B. Fokus Penelitian ... 9

C. Tujuan Penelitian ... 10

D. Manfaat Penelitian ... 11

E. Definisi Istilah ... 12

F. Sistematika Penelitian ... 16

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 18

A. Penelitian Terdahulu ... 18

B. Kajian Teori ... 26

BAB III METODE PENELTIAN ... 58

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 58

B. Lokasi Penelitian ... 60

(10)

x

C. Subyek Penelitian ... 60

D. Teknik Pengumpulan Data ... 61

E. Teknik Analisis Data ... 67

F. Keabsahan Data ... 70

G. Tahap-tahap Penelitian ... 71

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA ... 73

A. Gambaran Objek Penelitian ... 73

B. Penyajian Data dan Analisis ... 79

C. Pembahasan Temuan ... 97

BAB V PENUTUP ... 117

A. Kesimpulan ... 117

B. Saran ... 119

DAFTAR PUSTAKA ... 121 LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Pernyataan Keaslian Tulisan 2. Matriks Penelitian

3. Pedoman Penelitian 4. Foto Penelitian 5. Program Tahunan 6. Program Semester 7. RPPM

8. RPPH

9. Penilaian Perkembangan Anak 10. Surat Keterangan Izin Penelitian 11. Surat Keterangan Selesai Penelitian 12. Jurnal Kegiatan Penelitian

13. Biodata Penulis

(11)

xi

DAFTAR TABEL No. Uraian

2.1 Persamaan dan Perbedaan Peneliti Terdahulu dengan

Peneliti ... 23

2.2 Tingkatan Pecapaian Perkembangan Bahasa Anak ... 44

4.1 Data Guru dan Data Kependidikan RA Rahmat Bangi ... 75

4.2 Data Siswa Kelompok B RA RAhmat Bangil ... 76

4.3 Data Gedung RA Rahmat Bangil ... 77

4.4 Sarana Pendukung Pembelajaran ... 77

4.5 alat Penunjang KBM ... 78

4.6 Struktur Organisasi RA Rahmat Bangil ... 78

4.7 Kesimpulan Hasil Penyajian Data ... 96

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR No. Uraian

4.1 Kurikulum RA Rahmat Bangil ... 80 4.2 Wawancara Peneliti dengan Kepada Sekolah RA

Rahmat Bangil ... 82 4.3 Wawancara Peneliti dengan Guru Kelas Kelompok B RA Rahmat Bangil ... 87 4.4 Kegiatan Pembuka ... 88 4.5 Kegiatan penerapan alat permainan edukatif

alphabet scrabble ... 92 4.6 Buku Prestasi Peserta Didik RA Rahmat ... 94

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Konteks Penelitian

Anak usia dini merupakan individu yang berbeda, unik dan memiliki karakteristik tersendiri dengan tahapan usianya. Pada masa ini stimulasi seluruh aspek perkembangan memiliki peran penting untuk tugas perkembangan selanjutnya.1 Oleh karena itu dibutuhkan pendidikan yang tepat untuk menstimulasi perkembangan anak.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan yaitu: perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik (koordinasi motorik kasar dan halus), kecerdasan kognitif (daya pikir, daya cipta), sosial emosional (sikap dan emosi), bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini.2 Sebagaimana dalam Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan. Nasional pasal 1 ayat 14 menyebutkan:

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memilki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.3

1 Mulyasa, Manajemen PAUD (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 20.

2 Lilil Madyawati. Strategi Pengembangan Bahasa pada anak (Jakarta: PT Kharisma Putra Utama, 2017), 2.

3 UU RI No. 20 Tahun 2003, Undang-undang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional)(Jakarta: Sinar Grafika, 2016), 4.

(14)

Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. melalui jalur pendidikan, informal, non-formal dan formal.

Sebagaimana dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28 ayat 2, 3, & 4 :

Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan informal, nonformal dan formal. Pendidikan jalur informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Pendidikan pada jalur nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan pada jalur formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudhatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. 4

Raudhatul Athfal (RA) adalah bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun yang dibagi ke dalam dua kelompok belajar berdasarkan usia, yaitu Kelompok A untuk anak usia 4-5 tahun, dan kelompok B untuk anak usia 5-6 tahun.5 Pada Pendidikan di RA salah satu tujuan pendidikan untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada masa pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang berbeda. Pertumbuhan adalah ukuran dan bentuk tumbuh atau anggota tubuh, misalnya bertambah berat badan, bertambah tinggi badan, bertambah lingkaran kepala, bertambah lingkar lengan dan perubahan yang lainnya bisa disebut dengan pertumbuhan. Sedangkan perkembangan suatu

4 UU RI No. 20 Tahun 2003, Undang-undang SISDIKNAS, 19.

5 Yuliani Nuraini Sujiono, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini,(Jakarta: PT Indeks,2013), 22.

(15)

perubahan dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif.

Perkembangan tidak ditekankan pada segi material, melainkan pada segi fenomenal.6

Perkembangan yang terjadi pada anak, terdapat enam aspek perkembangan yang dapat dikembangkan yaitu, aspek perkembangan bahasa, kognitif, fisik motorik, sosial-emosional, nilai agam dan moral, dan seni. Salah satu bidang perkembangan dalam kemampuan dasar adalah perkembangan bahasa.7 Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan anak, karena perkembangan bahasa akan berpengaruh terhadap aspek perkembangan lainnya yaitu aspek kognitif, fisik motorik, sosial-emosional, nilai agam dan moral, dan seni.

Adapun ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang perkembangan bahasa manusia adalah sebagai berikut:

ََمَّلَعَو

َ

ََمَداَء

َٱ

َ َ ۡ ل

َۡس

َ اَم

ََء

َ اَهَّ لكُ

َ

ََّملث

َ

َۡمله َضَرَع

َ

َ َ َعَ

ۡ ل َٱَ

َ َلَم

َِةَكِئ

َ

ََلاَقَف

َ نۢ َ

َِبلٔ ٔ أ

َِنو

َ

َۡس َ أِة

َ اَم

َِءَ

َ َه

َ َ للؤ نِإ َِءَ

َ

َۡملتنلك

َ

َ َص

ََيِقِد ٣١

Artinya:“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannnya kepada para malaikat lalu

6 Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar dalam Berbagai Aspeknya, (Jakarta: KENCANA, 2011), 19.

7 Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar dalam Berbagai Aspeknya, 5.

(16)

berfirman: “sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar”. (QS. Al Baqaroh Ayat 31).8

Berdasarkan ayat di atas, awal mula bahasa itu ada sejak diciptakannya Nabi Adam, As dan bahasa tersebut khusus diberikan hanya kepada manusia saja dan bukan untuk makhluk selain manusia seperti hewan dan yang lainnya. Secara kegunaan atau fungsinya, bahasa merupakan alat untuk menyampaikan sesuatu atau alat untuk berkomunikasi atau memberitahu, menanya atau memperingatkan tentang suatu fakta. Secara pasti bahasa memiliki arti yang cukup banyak dan beragam. Menurut Hurlock yang sebagaimana dikutip Robingatin dan Zakiyah Ulfa dalam bukunya bahasa merupakan setiap sarana komunikasi dengan mengubah pikiran dan perasaan ke dalam bentuk simbol-simbol sehingga maknanya dapat diberikan kepadaorang lain. Yang termasuk di dalam hal tersebut adalah perbedaan bentuk komunikasi seperti tulisan, bicara, bahasa simbol, ekspresi muka, isyarat, pantomim, dan seni.9

Bahasa merupakan alat komunikasi dan kemampuan untuk mengekspresikan apa yang dialami dan berpikiran, serta untuk menangkap pesan dari lawan bicara. Menurut Yusuf dalam bukunya menyatakan bahwa bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.10 Pengertian bahasa menurut Santrock ialah suatu bentuk komunikasi lisan, tertuli, atau isyarat yang berdasarkan pada suatu sistem dari simbol-simbol.

8 Departemen Agama RI, Al Qur’an Dan Terjemahnya, (Bandung: Sygma Examedia, 2009), 6.

9 Robingatin dan Zakiya Ulfa, Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini,(Analisis Kemampuan Bercerita Anak)(Yogyakarta:Ar-Ruzz Media), 30.

10 Mulyasa, Strategi Pembelajaran PAUD, (Bandung : PT Rosdakarya Offset, 2017), 206.

(17)

Bahasa terdiri dari kata-kata yang digunakan oleh masyarakat beserta aturan-aturan untuk menyusun berbagai variasi dan mengkombinasikannya.

Bahasa merupakan hal yang pokok bagi masyarakat. Bahasa membentuk dasar persepsi, komunikasi, dan interaksi harian kita. Bahasa merupakan suatu sistem simbol yang mengategorikan, mengorganisasi, dan mengklarifikasi pikiran kita. Melalui bahasa, kita menggambarkan dunia dan belajar mengenai dunia.

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan anak. Perkembangan bahasa terdiri dari beberpa aspek, salah satunya aspek kosakata. Kosakata merupakan jumlah seeluruh kata-kata dalam suatu Bahasa yang tersusun seperti kamus sesuai abjad serta digunakan untuk berbicara, menulis dan membaca secara lisan maupun tulisan yang akan selalu mengalami perubahan dan berkembang semakin kompleks. Kosakata yang dapat dipahami oleh anak meliputi kata- kata yang sering didengar anak diantaranya kata benda, kata kerja, kata sifat serta kata tugas yang sering di lakukan dalam kehidupan sehari-hari.11

Ada dua kategori dalam ketrampilan berbahasa, yakni keterampilan berbahasa reseptif dan keterampilan berbahasa produktif. Keterampilan berbahasa reseptif adalah keterampilan berbahasa yang diaplikasikan untuk memahami sesuatu yang disampiakan melalui bahasa lisan dan tulisan.

Adapun termasuk bahasa reseptif adalah kegiatan menyimak dan membaca.

Sedangkan, ketrampilan berbahasa produktif adalah ketrampilan berbahasa

11 Mohamad Muspawi dkk,” Penerapan Permainan Scrabble Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Anak” Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 4 No. 01.2020

(18)

yang diaplikasikan untuk menyampaikan informasi baik secara tertulis maupun lisan. Adapun yang termasuk bahasa produktif adalah kegiatan menulis dan berbicara. Anak memperlajari bahasa dengan berbagai cara yakni meniru, menyimak, mengekspresikan dan juga bermain. Melalui bermain anak dapat belajar menggunakan bahasa secara tepat dan belajar mengkomunikasikannya secara efektif dengan orang lain. Melalui bermain anak juga belajar daya bahasa.12

Pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini merupakan interaksi antar anak, orang tua, atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan tertentu untuk mencapai tugas perkembangan, sesuai dengan potensi anak.

Interaksi yang dibangun tersebut merupakan faktor yang memengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran.13 Dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini, alat permainan memiliki peranan yang sangat penting, selain itu dengan alat permainan edukatif ini anak belajar tapi terasa bermain.

Menurut Sri Widayanti dan Kartika Rinakit Adhe dalam bukunya menyatakan bahwa alat permainan edukatif merupakan suatu permainan yang dirancang khusus untuk edukasi anak dengan tujuan dapat menstimulasi aspek perkembangan anak didik. Alat permainan edukatif berfungsi untuk menciptakan situasi bermain (belajar), yang

12 Muhammad Usman,Perkembangan Bahasa Dalam Bermain dan Permainan(Untuk pendidikan anak usia dini)(Yogyakartka:Deepublish,2015), 25.

13 Mulyasa, manajemen PAUD (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2014), 60.

(19)

menyenangkan bagi anak, menumbuhkan rasa percaya diri dan membentuk citra diri anak yang positif dalam suasana yang menyenangkan.14

Permainan merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk membantu proses kegiatan pembelajaran bagi anak, disamping membuat anak senang juga akan membuat mereka tidak bosan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Alat permainan edukatif merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar anak melalui aktivitas bermain. Alat permaianan edukatif dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan.15

Alat permainan edukatif dirancang untuk meningkatkan perkembangan anak. Salah satunya pada perkembangan bahasa, bisa disebut dengan permainan bahasa. Permainan bahasa adalah sesuatu yang menyenangkan dan anak-anak senang memainkannya, inti dari permaian bahasa yaitu membuat anak bisa belajar bahasa dalam kondisi yang menyenangkan. Permainan bahasa juga biasanya digunakan sebagai kurikulum inti, tergantung dari fleksibilitas program pembelajaran.16

Beberapa permainan yang dapat digunakan untuk mengembangkan aspek perkembangan bahasa dan bisa disebut juga dengan permainan bahasa ada 4. Yaitu, bermain peran, kuis kata dan kuis huruf, tirukan- laksanakan, cocok kata dan cocok huruf. Untuk permainan cocok kata dan cocok huruf contohnya seperti alphabet scrabble. Permaianan alphabet

14 Sri Widyati & Kartika Rinakti Adhe, Media Pembelajaran,(Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2020), 54.

15 M.Fadlillah, Bermain&permainan Anak Usia Dini, (Jakarta: Kencana,2017), 56.

16 Muhammad Usman,Perkembangan Bahasa Dalam Bermain dan Permainan(Untuk pendidikan anak usia dini), 92.

(20)

scrabble merupakan salah satu permainan yang dapat dijadikan pembelajaran yang inovatif untuk mengembangkan bahasa anak kelompok B. Permainan alphabet scrabble sebuah Alat permainan edukatif (APE) berfungsi untuk mengasah otak, alphabet scrabble merupakan salah satu jenis permainan papan yang dimanfaatkan beberapa sekolah sebagai kurikulum penunjang kegiatan akademik siswa. alphabet scrabble juga digunakan sebagai media dalam pengembangan bahasa anak usia dini.17

Alat permainan edukatif alphabet scrbble adalah permainan kata dan huruf yang dapat memberikan suatu situasi belajar yang santai dan menyenangkan. Anak dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Dalam memainkan alphabet scrabble anak dapat melihat sejumlah kata berkali-kali, namun tidak dengan cara yang membosankan. Guru perlu banyak memberikan semangat dan hindari kesan bahwa anak melakukan kegagalan. Jika permainan sukar dilakukan oleh anak, maka guru perlu membantu agar anak merasa senang dan berhasil dalam belajar. Salah satu kegiatan yang bisa membantu anak dalam mengembangkan bahasa adalah penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di RA Rahmat Bangil-Pasuruan terdapat beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan mengenal kosakata. Kurangnya pemahaman kosakata disebabkan oleh

17 Indri kusumaningtyas dan Tri Nova Hasti “Pengembangan Media Scrabble untuk Meningkatkan Procedural Fluency Matematika Siswa SMP” Jurnal Pendidikan Matematika, Vol.03.No.02(Agustus,2019), 300.

(21)

beberapa faktor salah satunya kurang fokusnya peserta didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Dalam hal itu guru berinovasi dalam mengenalkan kosakata pada peserta didik melalui permainan alphabet scrabble yang dimodifikasi kembali agar lebih menarik sehingga anak lebih fokus dan tidak cepat bosan dalam menerima materi yang diberikan oleh guru.

Pada lembaga RA Rahmat Bangil-Pasuruan masih terdapat anak yang kurang memahami kosakata atau kurangnya stimulasi pada perkembangan bahasa anak. Pendidik RA Rahmat mencari strategi apa yang cocok untuk mengembangkan bahasa anak tetapi dengan cara yang tidak membosankan, penggunaan alat permainan edukatif alphabet scrabble ini menjadi pilihan pendidik RA Rahmat untuk mengembangkan bahasa anak. Sebelum digunakan alat permainan ini dimodifikasi terlebih dahulu ke dalam bentuk yang paling sederhana dan sesuai dengan perkembangan anak.18

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa dengan mengangkat judul “Penerapan Alat Permainan Edukatif Alphabet Scrabble dalam Pembelajaran Bahasa Anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil–Pasuruan Tahun Ajaran 2021/2022”

B. Fokus Penelitian

Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini mencantumkan semua fokus permasalahan

18 Obervasi di RA Rahmat Bangil-Pasuruan 5 Juli 2021

(22)

yang akan dicari jawabannya melalui proses peneltian. Fokus penelitian harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, oprasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.19 Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut:

1.Bagaimana perencanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

2.Bagaimana pelaksanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

3.Bagaimana evaluasi alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya.20

Dari uraian latar belakang masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, terdapat dua tujuan dilakukannya penelitian, adapun tujuan penelitian tersebut adalah:

19 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember,IAIN Jember,2020), 45.

20 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 45.

(23)

1.Mendiskripsikan perencanaan penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

2.Mendiskripsikan pelaksanaan penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

3.Mendiskripsikan evaluasi penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi, dan masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus realistis.21

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam memperkaya wawasan keilmuan media pembelajaran alphabet scrabble dan wawasan dalam bidang pendidikan, terutama yang

21 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 45.

(24)

berkaitan dengan bidang pendidikan anak usia dini dalam aspek perkembangan bahasa anak.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi UIN KHAS Jember

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pendidikan dan juga dapat menjadi referensi tambahan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kajian lendidikan dalam meningkatkan aspek perkembangan bahasa anak.

b.Bagi Pendidik

Penelitian ini diharapkan akan memperoleh kontribusi dalam usahanya mengoptimalkan alat permainan Edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak di RA Rahmat. Bangil-Pasuruan

c. Bagi Peneliti

Menambahkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai Alat permainan Edukatif Alphabet Scrabble dalam mengembangkan bahasa, serta menjadi bekal untuk menjadi seorang pendidik dimasa yang akan datang.

E. Definisi Istilah

Definisi istilah berisi tentang pengertian istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaiman dimaksud peneliti. 22

22 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 45.

(25)

1.Alat Permainan Edukatif

Alat Permainan Edukatif merupakan suatu alat bermain yang dirancang khusus untuk edukasi anak dengan tujuan dapat menstimulasi aspek perkembangan anak didik. Alat Permainan Edukatif berfungsi untuk menciptakan situasi bermain (belajar) yang menyenangkan bagi anak, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membentuk citra diri anak yang positif dalam suasana yang menyenangkan.23 Menurut Fadhila dalam bukunya Alat apermainan Edukatif merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan belajar anak melalui aktivitas bermain dan juga bisa didefinisikan sebagai suatu alat atau bentuk permainan yang dalamnya mengandung nilai-nilai pendidikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.24

Berdasarkan uraian di atas penerapan alat permainan edukatif yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah salah satu cara guru dalam menyampaikan materi aspek perkembangan bahasa dan juga merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai edukatif (pendidikan) dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak. Alat permainan ini juga dapat dimainkan anak sendiri (bebas) maupun dengan bimbingan guru atau orang tua ketika memainkannya.

23 Sri Widayati & Kartika Rinakit Adhe, Media Pembelajaran PAUD, 54.

24 M.Fadlillah, Bermian & Permainan Anak Usia Dini, 56.

(26)

2.Permainan Alphabet Scrabble

Permainan adalah serangkaian aktivitas untuk bersenang- senang. Sedangkan alphabet atau dapat diartikan juga dengan abjad, merupakan urutan huruf atau kumpulan huruf yang dipakai untuk menuliskan bahasa.25 Permainan alphabet scrabble sebuah alat permainan edukatif (ape) berfungsi untuk mengasah otak, alphabet scrabble merupakan salah satu jenis permainan papan yang dimanfaatkan beberpaa sekolah sebagai media penunjang kegiatan akademik siswa. Alphabet scrabble juga digunakan sebagai media dalam Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini.26 Permainan scrabble merupakan permaianan yang melibatkan pengenalan kata, permainan ini bisa melatih ketrampilan yaitu memadukan huruf, membentuk kata yang kreatif, menarik kesimpulan dari kata dan mengevaluai kata-kata yang telah disusun dalam prosesnya scrabble. Permainan alphabet scrabble adalah sebuah permainan atau aktivitas untuk bersenang-senang yang didalamnya berisi tentang balok, abjad, gambar dan bisa membantu orang tua atau pendidik untuk mengembangkan aspek perkembangan bahasa pada anak, permainan ini ditujukan untuk anak usia 5-6 tahun yang sedang memperkaya kosa kata.

Berdasarkan Uraian di atas permainan alphabet scrabble di RA Rahmat yang sudah dimodifikasi kembali oleh guru merupakan sebuah

25 M.Fadlillah, Bermain & Permainan Anak Usia Dini, 6.

26 Indri Kusumaningtyas dan Tri Nova Hasti “Pengembangan Media Scrabble untuk

Meningkatkan Procedural Fluency Matematika Siswa SMP” Jurnal Pendidikan Matematika, Vol.03.No.02(Agustus,2019), 300.

(27)

permainan menyusun kata sesuai dengan gambar, ditujukan untuk anak usia 5-6 tahun. Menggunakan papan tempel yang terbuat dari banner sebagai tempat merekatkan abjad dengan ukuran 1x1 M , serta kartu abjad yang terbuat dari flanel dan dijahit dengan benang siet berukuran 7x7, dan kartu gambar. Permainan ini digunakan untuk membantu mengembangakan bahasa anak. Melalui permainan tersebut diharapkan dapat dijadikan alternatif dalam mengembangkan salah satu aspek bahasa yaitu kosa kata dengan mudah, menyenangkan, serta aman untuk digunakan.

3.Perkembangan Bahasa

Bahasa merupakan suatu sistem simbol untuk berkomunikasi dengan orang lain, meliputi daya cipta dan sistem aturan. Dengan daya cipta tersebut manusia dapat menciptakan berbagai macam kalimat yang bermakna dengan menggunakan seperangkat kata dan aturan yang terbatas. Dengan demikian Bahasa pada manusia merupakan upaya kreatif yang tidak pernah berhenti.27 Perkembangan Bahasa merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan anak.

Perkembangan bahasa terdiri dari beberpa aspek, salah satunya aspek kosakata. Kosakata merupakan jumlah seeluruh kata-kata dalam suatu bahasa yang tersusun seperti kamus sesuai abjad serta digunakan untuk berbicara, menulis dan membaca secara lisan maupun tulisan yang akan selalu mengalami perubahan dan berkembang semakin kompleks.

27 Nurbiana Dhieni, Dkk, Metode Pengembangan Bahasa,(Banten:Universitas Terbuka,2015), 1.3.

(28)

Kosakata yang dapat dipahami oleh anak meliputi kata-kata yang sering didengar anak diantaranya kata benda, kata kerja, kata sifat serta kata tugas yang sering silakukan dalam kehidupan sehari-hari.28

Berdasarkan uraian di atas alat perminan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B, merupakan mengembangkan salah satu aspek bahasa yaitu kosa kata, sehingga anak akan bisa menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya, menirukan kembali 4-5 urutan kata, Anak menirukan kalimat sederhana. Dan juga anak bisa mengurutkan dan menceritakan isi gambar.

Dengan demikian yang peneliti maksud dalam penelitian ini yaitu Penerapan Alat Permainan Edukatif yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran yaitu menggunakan alphabet scrabble untuk mengembangkan bahasa anak kelompok B pada salah satu aspek perkembangan bahasa yaitu kosakata, dengan melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

F. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi.29

28 Mohamad Muspawi dkk,” Penerapan Permainan Scrabble Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Anak” Jurnal Sains Sosio Huaniora Vol. 4 No. 01,2020, Hal 2

29 Tim Penyusun, pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 48.

(29)

Bab satu : Pendahuluan, bab ini membahas tentang konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, dan sistematika pembahasan.

Bab dua : kajian pustaka, bab ini menjelaskan tentang kajian terdahulu dan kajian teori,

Bab tiga : Metode penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan keabsahan data.

Bab empat : tentang penyajian data dan analisis data di lapangan yaitu di RA Rahmat Bangil Pasuruan dan pembahasan tentang hasil penelitian

Bab Lima : Berisi tentang kesimpulan dari semua pembahasan yang telah diuraikan serta saran-saran untuk pihak-pihak terkait

(30)

18 BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah publikasikan atau belum terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi dan sebagainya). Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat sampai sejauh mana orsinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakuakan.30 Beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini antara lain:

a. Penelitian yang ditulis oleh Anita Maryani tahun 2018/2019 yang berjudul “Perkembangan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Penggunaan Media

Flash Card di TK IT AL-KAUTSAR kota Bengkulu” penelitian program studi pendidikan anak usia dini Fakultas Tarbiyah Dan Tadris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu tahun 2018/2019

Hasil penelitian menunjukan bahwa, perkembangan kemampuan Bahasa anak melalui penggunaan media flash card di TK IT Al-Kautsar kota Bengkulu berjalan dengan baik. Hasil penelitian memberikan data dengan jelas mengenai perkembangan kemampuan Bahasa anak melalui penggunaan media flash card dan Kegiatan mengembangkan kemampuan Bahasa anak yang diberikan oleh guru berjalan sesuai dengan harapan dan

30 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 45 – 46.

(31)

pencapaian perkembangan, yang dijadikan sebagai indicator pelaksanaan pengenalan bahasa kepada anak

Persamaan dalam penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan adalah sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif dan membahas tentang perkembangan bahasa serta pada objek penelitian yaitu anak usia dini umur 5-6 Tahun.31

b.Penelitian yang ditulis oleh Rosmiyati Tahun 2017 yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Pada Anak Usia Dini (3-4 Tahun) Melalui Metode Bercerita Di PAUD Khadijah Sukarame Bandar Lampung”, penelitian program studi pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri IAIN RADEN INTAN lampung.

Hasil penelitian menunjukan bahwa: Latar belakang kemampuan Bahasa di PAUD Khadijah kemampuan Bahasa anak didik usia 3-4 tahun masih kurang berkembang karena peran orangtua dan lingkungan keluarga dalam menstimulasi kemampuan Bahasa anak belum maksimal. Kurang berkembangnya kemampuan Bahasa anak usia 3-4 tahun di PAUD Khodijah ini di sebabkan oleh pengaruh yang bersifat internal dan eksternal. Dalam mengembangkan kemampuan Bahasa dengan menggunakan media bercerita seperti yang dilakukan di PAUD Khadijah Bandar Lampung adalah pertama, mengembangkan kemampuan Bahasa dengan membaca langsung dari buku

31 Anita Mariyani, “Perkembangan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Penggunaan Media Flash Card di TK IT Al-kautsar kota Bengkulu”, (Skripsi, IAIN Bengkulu 2018/2019)

(32)

cerita, kedua, bercerita menggunakan ilustrasi gambar dari buku, ketiga, meceritakan dongeng.

Persamaan dalam penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan adalah sama-sama menggunakan penelitian kualitatif dan membahas tentang perkembangan bahasa anak usia dini dan sama-sama meneliti anak usia dini sedangkan perbedaannya adalah mengembangkan perkembangan Bahasa menggunakan metode bercerita, usia anak usia dini 3-4 tahun.32

c. Penelitian yang ditulis oleh Nevi Ermita Tahun 2018 yang berjudul

“Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Bahasa Pada Anak Usia Dini Di TK Assalam 1 Sukarame Bandar Lampung” penelitian progam studi pendidikan islam anak usia dini (PIAUD) Fakultas tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 2018

Hasil penelitian menunjukan bahwa: penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan bahasa pada anak usia dini dikelas B2 TK Assalam 1 Sukarame Bandar lampung. Setelah melakukan metode bermain peran bahwa tingkap kemampuan Bahasa peserta termasuk pada kategori mulai berkembang ada 5 orang anak dengan tingkat presentase 29%.

Sedangkan kemampuan pserta didik dengan kategori berkembang sesuai harapan ada 10 orang anak dengan tingkat presentase 59% dan kemampuan peserta didik dengan kategori berkembang sangat baik ada 42 orang anak dengan tingkat presentase 12%.

32 Rosmiyati, “Upaya Mengembangkan Kemampuan Bahasa Pada Anak Usia Dini (3-4 Tahun) Melalui metode bercerita di PAUD Khadijah Sukarame Bandar Lampung”, (Skripsi, IAIN RADEN INTAN Lampung, 2017)

(33)

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan sama-sama menggunakan penelitian kualitatif, dan membahas tentang perkembangan bahasa dan sama-sama meneliti anak usia dini sedangkan perbedaannya adalah penelitian ini menggunakan metode bermain peran.33 d. Penelitian yang ditulis oleh Luluk Suci Rahayu tahun 2017 Yang berjudul

“Peningkatan Penguasaan Koasakata bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris Melalui Metode Kreasi Gambar Huruf Abjad Pada Anak Usia Dini Di RA Perwanida 1 Salatiga Tahun Pelajaran 2016/2017”. Penelitian ini menggunakan Penelitian tindakan kelas (PTK), metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi dan tes yang berupa lembar kerja anak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di RA Perwandia 1 Salatiga sebelum dilaksanakan penelitian tindakan kelas sebesar 28%. Setelah dilakukan tindakan yang disepakati yaitu melalui metode kreasi gambar huruf abjad diperoleh hasil Siklus I sebesar 50% dan Siklus II meningkat menjadi 94%.

Hasil penelitian ini sudah memenuhi indikator pencapaian sebesar 75% yang telah ditetapkan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode kreasi gambar huruf abjad pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dapat diserap anak dengan mudah. Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas tersebut maka dapat disimpulkan bahwa

33 Nrvi Ermita, “ Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Bahasa pada Anak Usia Dini TK Assalam 1 sukarame Bandar lampung”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 2018)

(34)

melalui metode kreasi gambar huruf abjad dapat meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini di RA Perwanida 1 Salatiga tahun pelajaran 2016/2017 telah terbukti dan dapat diterima kebenarannya.34

Persamaan peneliti terdahulu dengan peneliti sekarang membahas tentang aspek bahasa, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan objek penelitian yaitu anak usia dini. Sedangkan perbedaannya terletak di metode yang digunakan, yaitu metode kreasi gambar sedangakan peneliti menggunakan APE alphabet scrabble dan pada penguasaan kosa kata bahasa Indonesia dan bahasa inggris, peneliti sekarang hanya pada pengusaan kosa kata bahasa Indonesia saja.

e. Penelitian yang ditulis oleh Siti Susanti Tahun 2018 yang berjudul

“Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Koasakata Anak Usia 4- 5 Tahun Di TK Sriwijaya Way Dadi Kecamatan Sukarame Bandar Lampung”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian guru dan siswa. Alat pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian adalah observasi ,wawancara, dan dokumentasi.

Dengan menggunakan analisis tersebut maka peneliti mengemukakan hasil penelitian bahwa mengembangkan kosakata anak usia 4-5 tahun di TK Sriwijaya umunya bernilai cukup karna dari ke 5 indikator yang dikemukakan oleh peneliti belum semuanya berkembang sesuai

34 Luluk Suci Rahayu, ”Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris Melalui Metode Kreasi Gambar Huruf Abjad Pada Anak Usia Dini Di RA Perwanida 1 Salatiga Tahun Pelajaran 2016/2017”, (Skripsi: IAIN Salatiga,2017).

(35)

harapan. Berdasarkan hasil analisis dalam mengikuti media gambar dan juga masih terdapat beberapa anak yang belum bisa berbicara dengan lancar.35

Persamaan peneliti terdahulu dengan peneliti sekarang, membahas aspek bahasa yaitu kosa kata dan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan perbedaan terletak pada media yang digunakan penelitian terdahulu adalah media gambar sedangkan peneliti menggunakan APE Alphabet Scrabble , usia anak peneliti terdahulu 4-5 tahun pada peniliti sekarang usia anak 5-6 tahun. Tempat penelitian, peneliti terdahulu di Taman Kanak-kanak (TK) peneliti sekarang di Raudhatul Athfal (RA).

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Peneliti Terdahulu dengan Peneliti

No Nama Judul Persamaan Perbedaan

1 2 3 4 5

1 Anita Maryani

Perkembangan kemampuan Bahasa anak melalui

penggunaan media Flash card di TK IT Al-Kautsar kota Bengkulu

a. Meneliti tentang perkembanga n Bahasa b. Pendekatan

kualitatif c. Meneliti

anak usia dini

a. Tempat penelitian b. Media yang

digunakan

2 Rosmiy ati

Upaya

mengembangkan kemampuan Bahasa pada anak usia dini (3-4 tahun) melalui metode bercerita di PAUD Khadijah

a. Meneliti tentang perkembanga n Bahasa b. Pendekatan

kualitatif c. Meniliti anak

usia dini

a. Menggunak an metode bercertia b. Usia anak 3-

4 tahun c. Tempat

penelitian d. Usia anak

35 Siti Susanti, “Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Koasakata Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Sriwijaya Way Dadi Kecamatan Sukarame Bandar Lampung”, (Skripsi: UIN Raden Intan Lampung 2018).

(36)

sukarame

Bandar lampung 3 Nevi

Ermita

Penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan Bahasa pada anak usia dini di TK Assalam 1 sukarame

Bandar lampung

a. Meneliti tentang perkembang an Bahasa b. Pendekatan

kualitatif c. Meneliti

anak usia dini

a. Menggunaka n metode bermain peran b. Tempat

penelitian

4 Luluk suci Rahayu

“Peningkatan Penguasaan Koasakata bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris Melalui Metode Kreasi Gambar Huruf Abjad Pada Anak Usia Dini

Di RA

Perwanida 1 Salatiga Tahun Pelajaran

2016/2017”

a. aspek bahasa, b. menggunaka

n metode penelitian kualitatif deskriptif c. objek

penelitian yaitu anak usia dini.

c. metode yang digunakan, yaitu metode kreasi

gambar sedangakan peneliti menggunaka nAPE alphabet scrabble d. Penguasaan

kosa kata bahasa Indonesia dan bahasa inggris, peneliti sekarang hanya pada pengusaan kosa kata bahasa Indonesia saja 5 Siti

Susanti

“Penggunaan Media Gambar Dalam

Meningkatkan Koasakata Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Sriwijaya

Way Dadi

Kecamatan

a. aspek

bahasa yaitu kosa kata b. menggunaka

n penelitian kualitatif deskriptif

a. Pada media yang

digunakan penelitian terdahulu adalah media gambar

sedangkan peneliti

(37)

Sukarame Bandar Lampung”

menggunakan APE Alphabet Scrabble , b. Usia anak

peneliti

terdahulu 4-5 tahun pada peniliti

sekarang usia anak 5-6 tahun.

c. Tempat penelitian, peneliti

terdahulu di Taman

Kanak-kanak (TK) peneliti sekarang di Raudhatul Athfal (RA).

Dari penelitian terdahulu yang telah dipaparkan diatas, baik deskripsi maupun tabel persamaan dan perbedaan dapat digunakan sebagai acuan penelitian sekarang, agar mudah dalam mendeskripsikan hasil penelitiannya.

Oleh karena itu, peneliti membuat persamaan dan perbedaan terdahulu dengan penelitian ini. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang pada pembahasan perkembangan bahasa dari mengembangkan, meningkatkan dan aspek bahasa. Namun pada perbedaan terletak pada usia, penelitian terdahulu ada yang meniliti usia 4-5 tahun sedangkan pada penelitian ini objek penelitiannya usia 5-6 tahun kemudian pada metode yang digunakannya, pada penelitian terdahulu terdapat metode bercerita, bermain peran dan flash card.

Sedangkan pada penelitian ini peneliti menggunakan penerapan alat

(38)

permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B di RA Rahmat Bangil Pasuruan.

B. Kajian Teori

1. Alat Permainan Edukatif

a. Pengertian Alat Permainan Edukatif

Alat permainan adalah semua alat bermain yang digunakan oleh anak untuk memenuhi naluri bermainnya dan memiliki pelbagi macam sifat seperti bongkar pasang, mengelompokkan, memadukan, mencari pandanannya, merangkai, membentuk, mengetok, menyempurnakan suatu desain atau menyusun sesuai bentuk utuhnya.36 Alat permainan berfungsi untuk mengenal lingkungan dan membimbing anak untuk mengenali kekuatan maupun kelemahan dirinya. Tidak jauh berbeda dengan alat permainan edukatif, namun alat permaianan edukatif banyak ditemukan di lembaga-lembaga penyelenggaraan program pendidikan anak prasekolah (kelompok bermain maupun Taman Kanak-kanak).37

Menurut Sri Widayati dan Kartika Rinakit Adhe dalam bukunya menyatakan bahwa Alat Permainan Edukatif merupakan suatu alat bermain yang dirancang khusus untuk edukasi anak dengan tujuan dapat menstimulasi aspek perkembangan anak didik. Alat Permainan Edukatif berfungsi untuk menciptakan situasi bermain (belajar) yang menyenangkan bagi anak, menumbuhkan rasa percaya diri, dan

36Sigit Purnama dkk, Pengembangan Alat Permainan Edukatif Anak Usia Dini (Bandung:

PT Remaja Rosdakarya 2019),41

37Yasbiati & Gilar Gandana, Alat Permainan Edukatif Untuk Anak Usia dini (Teori dan Konsep Dasar)(Tasikmalaya:Ksatria Siliwangi,2018), 1.

(39)

membentuk citra diri anak yang positif dalam suasana yang menyenangkan. 38

Menurut Fadhila dalam bukunya Alat Permainan Edukatif merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan belajar anak melalui aktivitas bermain dan juga bisa didefinisikan sebagai suatu alat atau bentuk permainan yang dalamnya mengandung nilai-nilai pendidikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.39

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulakan memilki dua makna pokok, yaitu Alat Permainan dan Edukatif. Alat permainan ialah semua alat yang digunakan anak untuk memenuhi naluri bermainnya, adapun edukatif mempunyai arti nilai-nilai pendidikan. maka jika dipadukan alat permainan edukatif ialah segala sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sarana bermain sekaligus bermanfaat bagi perkembangan anak. Alat Permainan Edukatif sendiri juga dapat dimainkan oleh anak sendiri secara bebas ataupun dengan bimbingan pendidik (orang tua ataupun guru) ketika memainkannya.

b. Fungsi Alat Permainan Edukatif

Alat-alat permainan dikembangkan memilki fungsi dalam mendukung penyelenggaraan proses belajar anak sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan bermakna serta menyenangkan bagi anak.

Fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut:40

38 Sri Widayati & Kartika Rinakit Adhe, Media Pembelajaran PAUD (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2020), 54.

39 M.Fadlillah, Bermian & Permainan Anak Usia Dini , 56.

40 Sri Widayati & Kartika Rinakit Adhe, Media Pembelajaran PAUD, 54.

(40)

1) Menciptakan situasi bermain (belajar) yang menyenangkan bagi anak dalam proses pemberian perangsang indikator kemampuan anak.

2) Menumbuhkan rasa percaya diri dan membentuk citra diri anak yang positif dalam suasana yang menyenangkan, anak akan mencoba melakukan berbagai kegiatan yang mereka sukai dengan cara menggali dan menemukan sesuai yang ingin mereka ketahui.

3) Memberikan stimulus dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar. Pembentukan perilaku melalui pembiasaan dan pengembangan kemampuan dasar merupakan fokus pengembangan pada anak usia dini.

4) Memberikan kesempatan anak bersosialisasi, berkomunikasi dengan teman sebaya. Alat permainan edukatif berfugsi menfasilitasi anak-anak mengembangkan hubungan yang harmonis dan komunikatif dengan lingkungan di sekitar misalnya dengan teman-temannya.

c. Tujuan Alat Permainan Edukatif

Banyak tujuan yang bisa didapatkan dari alat permainan edukatif, khususnya bagi pendidik anak usia dini. Adapun tujuan-tujuan yang dimaksud dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:41

1) Tujuan untuk anak

Bagi anak-anak alat permainan edukatif sangat penting dan bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Tidak hanya menyangkut fisik melainkan juga psikis. Dengan menggunakan alat permainan

41 M.Fadlillah, Bermain & Permainan Anak Usia Dini, 57.

(41)

edukatif, semua itu bisa dikembangkan dengan mudah. Berikut beberapa tujuan alat permainan edukatif bagi anak-anak:

a) Untuk memudahkan anak belajar b) Untuk melatih kosentrasi anak

c) Untuk media kreativitas dan imajinasi anak d) Untuk menghilangkan kejenuhan anak e) Untuk menambah ingatan anak

f) Untuk bahan percobaan anak 2) Tujuan untuk pendidik

Adapun bagi pendidik anak usia dini, alat permainan edukatif mempunyai tujuan sebagai berikut:

a) Untuk mempermudah menyampaikan materi.

b) Untuk melatih kreativitas pendidik

c) Untuk mengatasi keterbatasan waktu, tempat, maupun Bahasa d) Untuk membangkitkan motivasi belajar anak

e) Untuk media penilaian anak

f) untuk media penilaian perkembangan anak. Penilaian dilakukan oleh pendidik pada saat anak menggunkan alat permainan edukatif tersebut.42

d. Ciri-ciri Alat Permainan Edukatif

Alat permainan edukatif untuk anak usia dini yang dimaksud alat permainan yang dirancang khusus untuk anak usia dini. Alat permainan

42 M.Fadlillah, Bermain & Permainan Anak Usia Dini, 57.

(42)

tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan untuk pengembangan potensi- potensi yang ada pada diri anak. Untuk itu alat permainan edukatif berbeda dengan alat permainan secara umumnya. Karena itu alat permainan untuk pendidikan anak usia dini memiliki beberapa ciri.43 Sebagaimana dikemukakan oleh Zaman dkk pada bukunya bahwa ciri-ciri alat permainan edukatif untuk anak usia dini adalah:

1) Ditujukan untuk anak usia PAUD atau TK

2) Berfungsi untuk pengembangan aspek-aspek anak usia dini

3) Dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk dan untuk bermacam- macam tujuan aspek pengembangan atau manfaat multiguna.

4) Aman bagi anak

5) Dirancang untuk mendorong aktivitas dan kreativitas 6) Bersifat kontruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan 7) Mengandung nilai pendidikan

e. Prinsip-prinsip Alat Permainan Edukatif

Dalam pemilihan alat permainan untuk anak usia dini harus hati-hati dan betul-betul memperhatikan nilai-nilai pendidikan. alat permainan yang dapat mendidik anak dan merangsang perkembangannya sanagt baik dan tepat untuk digunakan. Oleh karenanya, prioritas utama dalam pemilihan alat permainan ialah dilihat dari segi kebermanfaatannya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Yang demikian itu merupakan syarat utama.

43 Guslinda & Rita Kurnia, Media Pembelajaran Anak Usia Dini (Surabaya: CV. Jakad Publishing, 2018), 31.

(43)

Menurut Adam Ismail ada beberpa prinsip alat permainan edukatif yang patut diperhatikan oleh setiap pendidik maupun orang tua, diantaranya:44

1) Pendidikan Produktivitas

Alat permainan edukatif harus dapat menghasilkan sesuatu yang baru, baik menyangkut pengetahuan maupun kreativitas anak..

2) Prinsip Aktivitas

Prinsip ini mengandung makna bahwa alat permainan edukatif diharapkan dapat menjadikan anak terlihat secara aktif dalam permainan. Dimana seluruh anggota tubuh anak dapat bergerak dengan maksimal, sehingga membantu perkembangan kinestetik anak.

3) Prinsip Kreativitas

Kreativitas sangat penting bagi kehidupan anak, oleh karenanya, kemampuan kreativitas anak harus dikembangkan dengan maksimal.

4) Prinsip Efektivitas

Prinsip efektivitas (berhasil guna/dapat membawa hasil) dan efisien (bertepat guna/tidak membuang-buang waktu, tenaga daan biaya).

Efektivitass artinya berhasil guna atau dapat membawa hasil yang positif.

5) Prinsip mendidik dengan menyenangkan

Alat permainan edukatif dimaksudkan untuk saran mendidik anak usia dini supaya dapat berlangsung dengan menyenangkan.

44 M.Fadlillah, Bermain & Permainan Anak Usia Dini, 57.

(44)

f. Pentingnya Alat Permainan Edukatif

Dalam pembelajaran anak usia dini, alat permainan edukatif memiliki peranan yang cukuo penting. Karena melalui permainan edukatif ini kegiatan pembelajaran akan berlangsung dengan lancar, menarik, kreatif dan menyenangkan, sehingga dapat mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran.45

Ada beberapa hal yang menjadikan alasan mengapa alat permainan edukatif penting bagi anak usia dini yaitu:

1) Permainan edukatif dapat meningkatkan pemahaman terhadap totalitas kediriannya atau mengembangkan kepribadian anak.

2) Permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak.

3) Permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan anak untuk menciptakan hal-hal baru.

4) Permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak.

5) Permainan edukatif dapat mempertajam perasaan anak.

6) Permainan edukatif dapat merangsang imajinasi anak.

7) Permainan edukatif dapat melatih kemampuan berbahasa anak.

8) Permainan edukatif dapat melatih motorik halus dan motorik kasar anak.

9) Permainan edukatif dapat membentuk moralitas anak.

10) Permainan edukatif dapat melatih ketrampilan anak.

45 M.Fadlillah, Bermain & Permainan Anak Usia Dini, 61.

(45)

11) Permainan edukatif dapat mengembangkan sosialisasi anak.

12) Permainan edukatif dapat membentuk spiritualitas anak.

2. Permainan Alphabt Scrabble a) Pengertian Alphabet Scrabble

Permainan Alphabet Scrabble merupakan permainan yang digunakan untuk membantu anak belajar membaca. Permainan adalah serangkaian aktivitas untuk bersenang-senang. Sedangkan alphabet atau dapat diartikan juga dengan abjad, merupakan urutan huruf atau kumpulan huruf yang dipakai untuk menuliskan bahasa.46 Permainan Alphabet Scrabble sebuah Alat permainan edukatif (APE) yang berfungsi untuk mengasah otak, Alphabet Scrabble merupakan salah satu jenis permainan papan yang dimanfaatkan beberpaa sekolah sebagai kurikulum penunjang kegiatan akademik siswa. Alphabet Scrabble juga digunakan sebagai media dalam Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini.47

Permainan scrabble merupakan permainan menyusun kepingan huruf-huruf alphabet menjadi sebuah kata di atas sebuah papan berbentuk persegi yang dapat disusun secara mendatar atau menurun seperti teka- teki silang dan dapat dimainkan berkelompok, setiap kelompok beranggotakan dua atau lebih. Permainan ini bertujuan membina penguasaan kosakata, melatih ejaan, dan melatih penguasaan struktur morfologis pada anak. Permainan scrabble beragam jenisnya dan pada

46M.Fadlillah, Bermain & Permainan Anak Usia Dini, 6.

47 Indri kusumaningtyas dan Tri Nova Hasti “Pengembangan Media Scrabble untuk Meningkatkan Procedural Fluency Matematika Siswa SMP” Jurnal Pendidikan Matematika, Vol.03.No.02(Agustus,2019), 300.

(46)

umumnya digunakan untuk anak sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Namun belakangan ini permainan scrabble sudah mulai bisa digunakan untuk anak usia dini hingga anak berkebutuhan khusus.

Akan tetapi scrabble yang digunakan bentuknya akan berbeda dengan scrabble untuk anak-anak usia sekolah menengah. Salah satunya untuk scrabble pada anak usia dini dapat menggunakan scrabble junior yang dimodifikasi untuk bisa digunakan oleh anak usia dini di luar negeri. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan scrabble untuk anak usia dini dapat dibuat sendiri oleh guru yang disesuaikan dengan tema di sekolah dan bahasa yang digunakan dengan berpedoman pada scrabble junior yang telah ada

Scrabble untuk anak usia dini dapat dibuat sendiri oleh guru dengan penyesuaian tema pembelajaran. Hal tersebut harus disesuaikan dengan syarat-syarat pembuatannya. Hal ini sesuai pendapat Rolina yang dikutip oleh Muhammad Musapawi dkk, sebagaimana dalam jurnyalnya menyebutkan permainan anak harus memenuhi syarat berupa : (1) Memiliki nilai edukatif (2) Teknis permainan dan (3) Estetika permainan.

Selain meningkatkan penguasaan kosakata, banyak manfaat yang didapatkan dalam penggunaan permainan scrabble terutama untuk anak usia dini.48

Berdasarkan uraian di atas Permainan Alphabet Scrabble adalah sebuah permainan atau aktivitas untuk bersenang-senang yang

48 Mohamad Muspawi dkk,” Penerapan Permainan Scrabble Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Anak Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 4 No. 01,2020, 2.

(47)

didalamnya berisi tentang balok, abjad dan gambar dan bisa membantu orang tua atau pendidik untuk mengembangkan Bahasa pada anak, permainan ini ditujukan untuk anak kelompok B yang sedang belajar membaca dan memperkaya kosakata.

b) Manfaat dan Tujuan Permainan Alphabet Scrabble

Adapun tujuan dari penggunaaan permainan “alphabet scrabble”

yaitu:

1) Menarik perhatian dan memberikan motivasi bagi anak untuk Pembelajaran kegiatan membaca.

2) Membantu anak dalam belajar membaca abjad dengan pelafalan yang baik dan benar.

3) Memudahkan anak mengingat dalam menghafal abjad 4) Membantu anak menambah kosakata.49

Permainan “alfabet scrabble” juga memiliki manfaat, antara lain sebagai berikut:

1) Dapat mengembangkan aspek bahasa, karena dalam penggunaan permainan “alphabet scrabble” anak diajak untuk mengenal, mendengarkan, membaca abjad.

2) Mengembangkan aspek kognitif, karena terjadi proses berfikir ketika anak berusaha mengingat dan kemudian mengahafal abjad.

3) Memudahkan anak m

Gambar

gambar  sedangakan  peneliti  menggunaka nAPE  alphabet  scrabble  d.  Penguasaan
Tabel 4.5   Alat Penunjang KBM
Gambar  Buku prestasi siswa

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatkan kemampuan membaca melalui penggunaan alat permainan edukatif magnetic alphabet pada anak kelompok A di TK Annur Lemahabang. Universitas Pendidikan Indonesia |

dalam menerapkan model pembelajaran melalui permainan edukatif, khususnya permainan edukatif balok, sehingga frekuensi pembelajaran yang menerapkan alat permainan edukatif

Peran guru RA Muawanatul falah dalam memilih alat permainan edukatif untuk menumbuhkembangkan potensi anak usia dini menurut peneliti sangat tepat, keterlibatan

Ciri-ciri Alat Permainan Edukatif (APE) Tedjasaputra (2007) berpendapat bahwa alat permainan edukatif (APE) memiliki beberapa ciri yaitu: a) dapat dilakukan dalam

“Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penggunaan Alat Permainan Edukatif Kotak Alphabet Pada Anak Kelompok A RA Kusuma Mulia Pakis Kecamatan Kunjang

Ciri-ciri Alat Permainan Edukatif (APE) Tedjasaputra (2007) berpendapat bahwa alat permainan edukatif (APE) memiliki beberapa ciri yaitu: a) dapat dilakukan dalam

kemampuan bahasa awal anak akan meningkat, dalam hal ini kegiatan main yang disediakan oleh guru banyak menggunakan alat permainan edukatif bersumber alam sekitar, dari dua

Melalui penerapan permainan edukatif media bergambar pada anak usia kelompok A, yang dilakukan secara bertahap dengan menyajikan permainan edukatif media bergambar pada kegiatan