BAB III IMPLIKASI MANAJEMEN STRATEGIK
B. Temuan Penelitian
87
“ Setiap awal Tahun ajaran baru kepala sekolah bersama guru,staf dan komite sekolah berkumpul untuk membahas program- program yang dilaksanakan oleh sekolah, apabila program sudah tersusun dengan baik , maka yang harus dilakkan adalah menentukan jumlah anggaran yang akan dipakai dalam pelaksanaan stiap program sekolah. Dampak dari adanya budaya sekolah tersebut dapat dilihat dari berbagai hal diantaranya, sekolah menetapkan pedoman tata tertib dan kode etik yang berisi tata tersib siswa dan pendidik berupa petunjuk peringatan larangan dan sanksi bagi warga yang melanggar tata tertib”.110
88
diajukan pada kepala sekolah , wakil kepala sekolah dan tenaga pendidik.
a. Tahap Formulasi Strategi di SMA Negeri 1 Janapria 1. Perumusan visi dan Misi
Perumusan visi dan misi SMA Negeri 1 Janapria telah dilakukan dengan maksimal. visi, misi SMA Negeri 1 Janapria terbukti dengan hasil wawancara dan hasil observasi bahwa terwujudnya visi dan misi yang dirumuskan melalui musyawarah bersama sehingga tercipta visi, misi yang menumbuhkan kebersamaan, menghilangkan sifat induvidualisme dan menghargai perbedaan serta merangsang kinerja secara efektif. Sementara itu menggambarkan tujuan visi dan misi sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah serta mengambarkan harapan warga sekolah , menunjukkan program yang merupakan kebutuhan pelanggan.
2. Analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal
Analisis terhadap lingkungan internal dan lingkungan ekternal pada SMA Negeri 1 Janapria berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi bahwa dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknes, Opportunities and Threats), yaitu aktivitas pengkajian dan evaluasi terhadap kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknes), nternal serta peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) yang berasal dari luar sistem.
Analisis SWOT ini menghasilkan informasi berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman SMA Negeri 1 Janapria dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Hasil informasi inilah yang kelak akan dibuat sasaran, tujuan serta strategi sekolah dalam mengelola pendidikan dengan harapan SMA Negeri 1 Janapria senantiasa dapat mencapai perbaikan terus menerus dalam meraih kemajuan dan meningkatkan mutu sekolah.
89
3. Analisis Pilihan Strategi dan Kunci keberhasilan
Analisis pilihan dan kunci keberhasilanadalah satu-satunya terhadap yang belum dilaksanakan di SMA Negeri 1 Janapria . Akan tetapi berdasarkan analisis SWOT, peneliti dapat membuat gambaran analisis pilihan strategi secara sederhana sebagai berikut :
Tabel: Analisis strattegi SMAN 1 Janapria
Kesimpulan Faktor internal
Kekuatan Kelemanahan
1. Sarana dan prasarana memadai.
2. Dukungan Orang terhadap pendidikan anaknya cukup baik.
3. menerima input cukup baik.
4. guru rata-rata sudah sarjana sesuai dengan kwalisifikasi
akademiknya dan sudah lulus sertifikasi guru.
5. Pemberian materi keagaamaan melalui program imtaq yang
dominan dan
mendidik
3. kurangnya
motivasi siswa- siswi untuk belajar.
4. Masih belum maksimalnya proses pembinaan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan
pengembangan skil peserta didik
Kesimpulan analisis Internal
Peluang Kekuatan
Asumsi
Kelemahan dan peluang
1. Sekolah menjadi pilihan utama masyarakat sekitar.
2. Adanya banyak prestasi siswa
1. Mensupport Pembina dan peserta didik dengan
memberikan reward bagi
1. Kurangnya motivasi siswa untuk belajar dan
Rendahnya kemampuan
90 atas bimbingan
guru yang
professional baik secara akademik maupun non akademik
Pembina dan siswa yang berhasil
2. Membuatkan program bahasa untuk
pembiasaaan pembinaan skiil bahasa peserta didik
3. Optimalisasikan pembinaan
akhlah etrika dan sopan santun 4. Melengkapi
pasilitas sarana dan prsarana untuk kebutuhan yang diperlukan 5. Tingkat ekonomi
orang tua yang masih baik
6. Guru rata-rata S1
dan sudah
sertifikasi guru
siswa-siswi yang Kurang pencapaian program unggulan dapat ditanggulangi dengan cara mengadakan penambahan jam pelajaran sesudah jam sekolah selesai serta
dibimbing oleh guru yang
professional sehingga anak didik bisa semangat dalam belajar serta memberi rewards bagi peserta didik
Tantangan Kekuatan
Asumsi Tantangan dengan
Kekuatan Pengaruh
Lingkungan dalam pergaulan yang mempengaruhi siswa bergaul diluar sekolah sehingga dibawah kesekolah
dan
Guru memberikan nasehat kapada siswa- siswi itu bergaul harus mellihat segi posotif atau negatif, kalau negatif supaya menjahuhi pergaulan yang salah yang bisa
Kelemahan kurangnya motivasi siswa- siswi untuk belajar dan Rendahnya kemampuan siswa-siswi
91 mempengaru hi
siswa lain.
mempegaruhi dia sendiri dan bisa mempengaruhi temen yang lain jadi biar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar
yang Kurang pencapaian program unggulan
hafalan dapat diperkecil serta tantangan
pengaruh lingkungan dalam pergaulan yang
mempengaruhi siswa bergaul diluar sekolah sehingga
dibawah ke sekolah
dan mempengarhui siswa lain dapat diatasi dengan guru
memberikan nasehat kepada siswa itu bergaul harus melihat mana yang baik
mana yang
bener biar tidak mempengaruhi
di dalam
lingkungan sekolah
Berdasarkan tabel diatas diketahui hasil analisis startegi SMAN 1 Janapria adalah sebagai sebagai berikut :
92
a. Mensupport Pembina dan peserta didik dengan memberikan reward bagi Pembina dan siswa yang berhasil
b. Membuatkan program bahasa untuk pembiasaaan pembinaan skiil bahasa peserta didik
c. Optimalisasikan pembinaan akhlah etrika dan sopan santun d. Melengkapi pasilitas sarana dan prsarana untuk kebutuhan yang
diperlukan
e. Tingkat ekonomi orang tua yang masih baik f. Guru rata-rata S1 dan sudah sertifikasi guru 4. Penetapan,tujuan sasaran strategi
Berdasarkan hasil wawancara bahwa Penetapan tujuan, sasaran dan strategik SMA Negeri 1 Janapria dilakukan setelah dilalui ketiga tahap formulasi strategi, yang meliputi perumusan visi dan misi, analisis lingkungan internal dan eksternal serta analisis pilihan strategi dan kunci keberhasilan sehingga bisa membuat rencana kerja tahunan berjalan sesuai program yang di inginkan.
Tujuan SMA Negeri 1 Janapria mengacu sudah serasi dan mengklarifikasi misi,visi dan nilai-nilai sekolah . Pencapaian tujuan akan dapat memenuhi misi,program dan sub program sekolah . Tujuan sekolah juga terlihat hasil- hasil penilaian lingkungan internal/eksternal dan yang diprioritaskan, serta memungkinkan untuk dikembangkan dalam merespon isu-isu strategi.
Sasaran sekolah mengacu pada beberapa aspek, yang meliputi aspek pengembangan kesiswaan, aspek pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, aspek peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, aspek pengembangan sarana dan prasarana, aspek pengembangan keuangan dan pembiayaan, aspek pengembagan budaya dan lingkungan sekolah dan aspek pengembagan peran serta masyarakat dan kemitraan. Sasaran SMA Negeri 1 Janapria sudah sesuia dengan teori yang telah dijelaskan dimuka bahwa dimana sasaran merupakan gambaran hal yang ingin diwujudkan melalui tindakan-tindakan yang diambil organisasi guna mencapai tujuan.
Sasaran fokusnya pada action, yaitu kegiatan yang bersifat spesifik
93
,tereperinci,dapat diukur dan dapat diwujudkan.
Strategi merupakan komponen penting dalam meningkatkan mutu sekolah . Strategi dapat membantu sekolah mengembangkan potensi- potensi yang ada dengan meminimalisir ancaman. Strategi akan menonjolkan kekuatan dan menutupi segala kelemahan sekolah . Sebagimana diketahui bahwa perkembangan kuantitas peserta didik SMA Negeri 1 Janapria empat tahun terakhir meningkat pesat.
Strategi berupa rangkaian program kerja yang disiapkan dalam mencapai sasaran jangka panjang telah dilaksanakan.
Program-program tersebut sudah terlaksana tetapi belum secara maksimal. Hal ini menjadi pijakan awal bagi kepala madrsah untuk mengimplementasikan program kegiatan secara baik dan terkondisi pada tahap selanjutnya.
b. Mutu SMAN 1 Janapria
Mutu pendidikan di sekolah sudah sangat baik berdasarkan dari hasil wawancara dengan kepala sekolah bahwa mutu telah dilakukan terus menerus dalam meningkatkan kualitas sekolah dengan formulasi strategi yang dilakukan sekolah dapat mempertahankan kualitas sekolah dengan menerapkan formulasi strategi yang harus dicapai oleh sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan ekstensi sekolah dalam persaingan di dunia pendidikan dizaman sekarang.
Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik yang dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik dari ketidaktauan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran, dari buruknya khlak dan keimanan. Hal ini disebabkan karena pendidikan lahir dari system perencanaan yang baik (Good Planing system) dengan materi dan system tata kelola yang baik Good Govermance system) dan disampaikan oleh guru yang baik (Good Teacher) dengan komponen pendidikan yang bermutu.111
Dengan demikian penyusunan perencanaan program peningkatan mutu guru di SMAN 1 Janapria dilakukan diskolah dengan
111 Dedi Mulyasana, Pendidikan mutu berdaya saing,2012 PT Rosda Karya Bandung Hal.120
94
melibatkan komponen yang ada dari waka kurikulum, waka kesiswaan, waka sarana dan prasarana dan waka kehumasan, guru, karyawan maupun orang tua peserta didik. Hai ini dapat dilakukan oleh sekolah antara lain.
1. Kepala sekolah dapat melaksanakannnya melalui rapat bersama guru,staf untuk membahas program yang akan dilaksanakan
2. Melakukan analisis sasaran dan merumuskan sasaran yang berdasarkan visi, misi dan tujuan sekolah
3. Dapat melakukan analisis SWOT dengan cara menganalisis segala suatu yang yang berkaitan dengan program yang telah dijalankan oleh sekolah agar dapat dilakukan secara maksimal dan akan lebih memberikan dampak positif bagimpeserta didik khususnya dalam menunjang mutu pendidikan sekolah baik secara akademik maupun non akademik.
4. Perlu dengan melakukan sosialisasi program terhadap orang tua, agar supaya orang tua siswa dapat memahami seberapa besar beaya yang akan dikeluarkan dalam program tersebut.
5. Melakukan perbaikan dan pembaharuan yang berhubungan dengan fasilitas sekolah
6. Pemenuhan sarana dan prasarana sekolah guna untuk menunjang kegiatan mutu pendidikan diskolah
7. Selanjutkan meningkatkan profesionalisme guru .112 2. SMA NW Pendem
Pelaksanaan manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan SMA NW Pendem merupakan implementasi dari tahap perencanaan yang dapat berimplikasi terhadap bagaimana keberlasungan sekolah. Oleh sebab itu hal prinsip yang perlu diperhatikan dalam merumuskan perencanaan program sekolah terutama yang lansung berhubungan dengan peningkatan mutu guru.
Dengan demikian penyusunan perencanaan program peningkatan mutu guru di SMA NW pendem dilakukan diskolah dengan melibatkan komponen semua stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap
112 Dokumen KTSP SMAN 1 Janapria tahun 2021
95
sekolah, diantaranya semua wakil kepala sekolah, guru, staf TU serta komite sekolah. Hal ini tercermin pada implementasi progran sekolah yang laksanakan melalui berbagai hal, kepala sekolah bersama-sama membahas semua kegiatan sekolah dalam rapat. Begitu juga visi, misi dan tujuan sekolah selaras dengan analisis sasaran dan merumuskan sasaran dan secara akademik maupun non akademik yang berkaitan dengan program diperlukan anasis SWOT yang di lanjutkan melakukan agenda sosialisasi kepada semua warga sekolah. Dari sisi sarana dan prasara diprlukan perbaikan secara berkala. Disamping itu juga para pendidkan perlu juga ditingkatkan kualitas tenaga Pendidiknya
C. PEMBAHASAN
1. SMAN 1 Janapria
Pada bagian ini akan dibahas atas temuan-temuan pada tiga indikator dalam penelitian ini sebagai Berikut :
a. Formulasi strategi SMA Negeri 1 Janapria 1. Penyusunan Visi dan Misi
Merumuskan visi dan misi sangatlah penting dalam suatu sekolah untuk mencapai tujuan yang di inginkan sehingga dirumusakan visi misi dengan musyarah bersama serta menggambarkan tujuan visi misi tersebut. Pernyataan tersebut sesuai dengan teori Jamal Ma’mur asmani di bab II tentang visi dan misi merupakan bayangan cermin mengenai keadaan internal dan kehandalan inti seluruh organisasi dan merupakan idealisme pemikiran tentang masa depa organisasi yang merupakan kekuatan kunci bagi perubahan organisasi
2. Analisi Lingkungan
Analisis SWOT ini menghasilkan informasi berupa kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman SMA Negeri 1 Janapria dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Hasil informasi inilah yang kelak akan dibuat sasaran, tujuan, serta strategi sekolah dalam mengelola pendidikan dengan harapan SMA Negeri 1 Janapria senantiasa dapat mencapai perbaikan terus menerus untuk meraih kemajuan mutu sekolah.
Pernyataan diatas sejalan dengan teori Murniati & Usman
96
yaitu analisis lingkungan merupakan serangkaian gambaran kondisi lingkungan organisasi yang meliputi lingkungan internal, kekuatan (strength), kelemahan (weaknes) dan lingkungan ekternal, peluang (Opportunity),ancaman(terath)
3. Analisis pilihan strategi
Faktor keberhasilan adalah faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dan berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi organisasi dalam rangka pencapaian misi dan visi secara efektif dan efisien. Liputan faktor kunci keberhasilan cukup luas dan sangat mempengaruhi tingkah keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan misinya. Faktor keberhasilannya sangat berpengaruh dan berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi organisasi dalam rangka mewujudkan visi dan misi secara efektif dan efisien
4. Penetatapn sasaran dan tujuan
Rencana operasional yang disusun berdasarkan program, sasaran dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu (4 tahun atau 1 tahun) guna merealisasikan pencapaian 8 standar nasional pendidikan yang diharapkan. Bertolak dari analisis terhadap rencana strategik yang telah dirumuskan dan ditetapkan dalam upaya peningkatan mutu dan pengembangan sekolah dalam memenuhi 8 standar pendidikan nasional, perlu di susun rencana program kerja sekolah jangka menegah (4 tahun) dan rencana jangka pendek (1 tahun) yang berisi : (1) penetapan program- program untuk jangka menegah (empat tahun yang akan datang) ataupun jangka pendek pertahun, (2) penentuan sasaran-sasaran yang direncanakan untuk mencapai program tersebut, (3) penentuan indikator-indikator keberhasilan sasaran, (4) penyusunan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, (5) penetapan penanggung jawab kegiatan dan (6) penyususan kegiatan pengembangan Sekolah
b. Mutu
Mutu sekolah merupakan suatu suatu strategi untuk memperbaiki mutu pendidikan melalui pengalihan otoritas pengambilan keputusan dari pemerintah pusat ke daerah masing-masing sekolah . Dengan
97
demikian kepala sekolah , guru, peserta didik dan orang tua mempunyai control yang lebih besar terhadap proses pendidikan.
Mutu sekolah pada hakikatnya adalah suatu strategi untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan jalan pemberian wewenang dan tanggung jawab pengambilan keputusan keapala sekolah dengan melibatkan partisipasi individual baik personal sekolah maupun anggota Masyarakat.
2. SMA NW Pendem
Implementasi strategi adalah proses manajemen mewujudkan strateginya dalam bentuk program, prosedur, serta implikasi strategi dalam bentuk hasilnya. Hasil penelitian temuan pertama implementasi manajemen strategi peningkatan mutu pendidikan di SMA NW Pendem meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaannya.
Yang mana pada sebuah sekolah harus ada yang namanya perencanaan dalam setiap tindakan yang akan dilakukan oleh sekolah tersebut, agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan efektif dan efisien nantinya. Perencanaan mempunyai hubungan erat dengan manajemen. Suatu rencana pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang ditentukan sebelum melakukan pelbagai kegiatan guna mencapai suatu tujuan. Kepala sekolah selaku pemimpin di dalam sebuah sekolah mampu membuat perencanaan dalam meningkatkan mutu pendidikan disekolah.
Kepala sekolah melakukan perencanaan dengan mengapresiasi kebutuhan para guru, sebab guru adalah tombak perubahan dalam pendidikan, membuat kebijakan, peraturan dan tata tertib sekolah serta sanksi bagi masyarakat sekolah yang melanggarnya, membuat roster jam mengajar bagi guru-guru, membiasakan rapat setelah proses kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan masalah yang terjadi di dalam kelas, hal ini biasanya dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan sekali atau sesuai kebutuhan, membuat group WA untuk para pendidik dan tenaga kependidikan agar mudah dalampen yampaian informasi-informasi penting jika saat itu waktu tidak memungkinkan untuk melangsungkan rapat.
Selanjutnya pengorganisasian sekolah dijelaskan dalam panduan kerja pengelola sekolah dimana masing-masing memiliki tanggung jawab, kewenangan dan tugas yang harus dikerjakan, baik harian, mingguan, bulanan, semesteran, awal tahun, dan akhir tahun pelajaran.
98
Teamwork sekolah dibentuk berdasarkan musyawarah sekolah dan surat keputusan kepala sekolah dan pihak terkait. SMA NW Pendem memiliki tim pengembang sekolah, tim guru mata pelajaran yang tergabung dala MGMP, KKG, dan organisasi siswa (OSIS). Masing-masing tim memiliki rencana kerja yang tercermin dari berbagai kegiatan dan program pengeembangan sekolah berdasarkan bidang pengembangan masing-masing.
Kemudian tindakan tahap pelaksanaan dilakukan dengan cara memberikan semangat, motiavsi, inspirasi atau dorongan sehingga timbul kesadaran dan kemauan bawahan untuk bekerja dengan baik.
Pemberian bimbingan lewat contoh-contoh tindakan atau teladan.
Tindakan ini juga disebut leading, yang meliputi beberapa tindakan seperti: pengambilan keputusan, mengadakan komunikasi agar ada bahasa yang sama antara pimpinan dan bawahan. Kepala sekolah melakukan tindakan penggerakan dengan cara membuat tata tertib sekolah, setiap kali apel pagi kepala sekolah mengingatkan, memotivasi dan memberikan contoh teladan bagi siswa agar mereka berkarakter susuai dengan bagaimana yang diinginkan orang tua. Sehingga mereka bisa menerapkan apa yang mereka dapatkan di lembaga sekolah.
Kemudian untuk para guru, kepala sekolah selalu mengingatkan dan menyampaikan pesan untuk lebih professional dalam melaksanakan tugas sebagai guru sekaligus pendidik.
99 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan hasil dan pembahasan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Janapria d a n S M A N W P e n d e m meliputi berbagai kegiatan yang dilakukan yaitu:
1. Perencanaan strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di kedua sekolah tersebut yakni SMAN 1 Janapria termasuk juga di SMA NW Pendem mencakup beberapa kegiatan yang telah dilakukan yaitu pengembangan visi, misi, dan tujuan, identifikasi faktor internal dan eksternal melalui teknik analisis SWOT, perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang, serta menentukan strategi unggul dalam meningkatkan mutu pendidikan. Perencanaan strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Janapria dan SMA NW Pendem dilakukan secara kolektif oleh semua stakeholder Sekolah yang meliputi Kepala Sekolah , Waka Humas, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Guru, dan Komite Sekolah .Pelaksanaan manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Janapria dan SMA NW Pendem mencakup pada kegiatan yang dilakukan yaitu menentukan kebijakan Sekolah , memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan, mengalokasikan sumber daya manusia, serta mengembangkan budaya Sekolah . Hasil pelaksanaan manajemen strategik yang dihasilkan di SMAN 1 Janapria dan SMA NW Pendem yaitu meningkatnya kinerja sumber daya manusia, proses pembelajaran yang efektif, meningkatnya prestasi siswa, meningkatnya standar kompetensi siswa, dan daya tarik masyarakat tinggi.
2. Implikasi manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Janapria dan SMA NW Pendem mencakup beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu memonitor seluruh hasil kegiatan dari perencanaan dan pelaksanaan manajemen strategik , mengukur kinerja individu dan Sekolah , serta mengambil langkah perbaikan. Proses evaluasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Setiap hari diadakan perbaikan atas
100
dasar sistem mutu sebagai acuan. Sistem tersebut mencakup struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya untuk menjalankan strategik peningkatan mutu pendidikan.
B. Saran
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua pihak dan demi suksesnya kegiatan manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Janapria dan SMA NW Pendem agar berjalan lebih lancar dan memperoleh hasil yang maksimal, maka penulis memberikan saran, antara lain:
1. Pengelola pendidikan untuk selalu bekerja lebih giat dan lebih profesional dalam merencanakan, melakukan, dan mengevaluasi kegiatan dengan baik dan terprogram, serta harus lebih meningkatkan dan memberdayakan seluruh sumber daya yang ada, demi perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan secara terus menerus untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam pelayanan pendidikan.
2. Dalam proses perencanaan strategik , Sekolah seharusnya berfikir secara matang dengan menyesuaikan kondisi Sekolah saat ini.
Pelaksanaan meeting dalam rangka perencanaan strategik seharusnya dilakukan secara terstruktur dengan waktu yang telah ditetapkan. Dan Kepala Sekolah diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk menerapkan manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Janapria dan SMA NW Pendem .
3. Pelaksanaan manajemen strategik diharapkan mampu menyesuaikan dengan rencana yang telah ditetapkan. Kepala Sekolah harus melakukan koordinasi dengan baik terhadap pihak yang terkait pada saat pelaksanaan manajemen strategik .
4. Proses manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Janapria dan SMA NW Pendem diharapkan mampu melaksanakan secara maksimal dan terstruktur dengan memeperhatikan masalah-masalah yang ditimbul untuk dapat segera dilakukan perbaikan lebih lanjut sehingga dapat menciptakan mutu pendidikan yang baik.
5. Untuk pemangku kebijakan baik lembaga pendidikan, pemerintah maupun peneliti lainnya dalam mengambil sebuah kebijakan tetap mengacu pada sistem yang ada dalam melaksanakan startegisknya terutama guna meningkatkan mutu pendidikan.
101
DAFTAR PUSTAKA
Akdon,2011. Strategic Managemen For Education Management, Alpabeta Bandung
Aime Heene,Dkk,2010, Manajemen Strategik Keorganisasian Publik,PT Refika Aditama Bandung
Baharuddin,2002, Manajemen Pendidikan, Wancana, Proses dan Aplikasi di sekolah Malang, UM Malang.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2003, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, Jakarta, Balai Pustaka.
Dedi Mulyasana, 2012, Pendidikan Bermutu dan berdaya saing, PT Remaja Rosda Karya Bandung
Departemen Pendidikan Nasional,2012, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah : Konsep Dasar, Jakarta, Ditjend Pendidikan Dasar dan Menegah.
E.Mulya,2015, Manajemen dan Kepemimpinan kepala sekolah , Jakarta Bumi Aksara.
Hadari Nawawi, 2012, Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan dengan Ilustri di Bidang pendidikan, Yogyakarta , Gadjah Mada University Press.
H.B Siswanto, 2013, Pengantar Manajemen, Jakarta , Bumi Aksara.
Husaini Usman,2014, Manajemen Teori, Praktik dan Riset, Jakarta, Bumi Aksara.
Husain Umar,2010, Desai Penelitian Manajemen Strategik , Jakarta, PT.Grapindo Persada.
Ismail Sholihin, 2012, Manajemen Strategik , Bandung ,Erlangga.
lfa Irani Z, Muarniati AR, Khairuddin, 2014, Implementasi Manajemen Strategik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan pada SMAN 10 Fajar Harapan, Jurnal Adminitrasi,Vol.4. No. 2.
J.Salusu, 2013, pengambilan Keputusan Strategik untuk Organisasi Publik dan Organisasi Non Profit , Jakarta, Grasindo.
Kunandar,2007, Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dan Sukses dalam Sertifikasi Guru,Jakarta, Granfindo Persada.
Kusnadi, 2013, Pengantar Manajemen Strategi, Malang , Universitas Brawijaya.
Lexy J.Moleong, 2017, Metodelogi Penelitian Kualitatif , Bandung,