• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tindakan komunikasi yang digunakan penyiar RRI Jember

BAB IV BAB IV Bab ini berisi tentang penyajian data dan analisis data, yang terdiri dari gambaran obyek penelitian, penyajian data dan analisis, serta

B. Penyajian Data dan Analisis

2. Tindakan komunikasi yang digunakan penyiar RRI Jember

Mengingat kembali bahwa Jember mempunyai banyak kasus perceraian sekitar 4.300 kasus, mulai dari bulan Januari hingga bulan Oktober Tahun 2021 dari hasil rekapan yang ada. Biasanya perceraian terjadi karena beberapa faktor yang terjadi di dalam keluarga.

Masalah yang saat ini masih terus ada hingga saat ini membuat pihak RRI untuk membangun jembatan dengan masyarakat melalui program Pengarus Utamaan Gender, agar mereka bisa memilah dan memilih dengan baik apa yang harus dilakukan jika sesuatu terjadi pada mereka. Tidak hanya untuk masyarakat saja melainkan diterapkan di dalam keluarga penyiar itu sendiri. Seperti halnya yang dijelaskan Ibu Devi bahwa:

“Jadi materi-materi yang disampaikan oleh RRI itu sekaligus juga buat pembelajaran bagi penyiar, karena di siaran Pengarus Utamaan Gender ini, terkadang kita juga mendatangkan narasumber. Penyiar tidak hanya berlaku sebagai orang yang lebih tau tapi lebih kepada

76

jembatan yang menjembatani antara materi yang di sampaikan oleh pihak yang kompenten kepada pendengar. Artinya jembatan inipun menerima informasi tersebut dan sebisa mungkin kita juga ambil itu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.”39

Dari hasil wawancara tersebut yang telah dijelaskan oleh Ibu Devi selaku penyiar RRI Jember bahwa tidak menutup kemungkinan selain untuk menjembatani masyarakat dengan pengetahuan baru yaitu untuk penyiar RRI Jember sendiri berusaha menerapkan apa yang telah mereka dapatkan dari hasil siaran mereka, karena itu merupakan bentuk ilmu baru yang di terima juga oleh penyiar. Selain itu menurut padangan Ibu Retno selaku Penyiar RRI Jember juga sebagai berikut:

“Sebenarnya siaran itukan merupakan sebuah ajang belajar, jadi saat siaran itu kadang penyiar bisa dapat materi baru, narasumber baru nah itu adalah proses belajar. Kalau misalnya sebelumnya penyiar itu belum menerapkan tapi biasanya setelah kita mendapatkan materi baru atau narasumber baru kan kita dapat ilmu baru tuh, kita dapat pengetahuan baru, nah itu diterapkan di dalam keluarga. Jadi kalau misalnya dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya materi yang disampaikan dalam Pengarus Utamaan Gender itu sangat bermanfaat, khususnya untuk seorang ibu seorang perempuan. Nah oleh karena itu jika kita sudah pernah belajar mendapatkan ilmu yang baru ya otomatis kita akan menerapkan pada kehidupan sehari-hari.”40

Jadi dari jawaban kedua belah pihak bahwasannya penyiar juga mempelajari apa yang menjadi ilmu baru itu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus ini juga termasuk katagori mendukung tujuan program Pengarus Utamaan Gender itu sendiri.

Begitupun aksi-aksi yang akan dilakukan oleh penyiar kepada orang sekitar maupun tetangga ketika terjadi suatu kekerasan dalam keluarga atau

39 Devi (Anggota penyiar RRI Jember ), Wawancara, Jember 6 Juni 2022

40 Retno (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, Jember 13 Juni 2022

77

dalam hal lainnya, penyiar juga berusaha untuk menengahi dengan memberikan informasi dan pengetahuannya dari apa yang sudah diketahui dari ilmu-ilmu yang selama ini sudah di dapatkan, diketahui dan kemudian diterapkan kepada orang-orang sekitar. Seperti yang dijelaskan oleh penyiar RRI Jember Ibu Devi:

“Di rumah kita kan juga makhluk sosial, kita berinteraksi dengan lingkungan kita, walaupun tidak bentuk dakwah tetapi sebisa mungkin apa yang menjadi isu-isu center misalkan kekerasan dalam rumah tangga, kita adalah orang-orang yang a were yang pasti gak diem aja kalau misalkan terjadi hal semacam itu, walaupun tidak secara frontal tetapi paling tidak kita tahu kalau ini benar atau salah, makanya kita juga pasti akan menerapkan itu, itu contoh, contoh katuistiknya adalah kekerasan dalam rumah tangga, atau bulliying seperti itu paling tidak setelah tahu ilmunya kita juga akan menjadi agen informasinya atau orang-orang yang melakukan hal yang memang seharusnya dilakukan, dasar pengetahuannya adalah yang kami terima di siaran itu.”41

Sedangkan menurut sudut pandang Ibu Retno selaku Penyiar RRI Jember juga di sini adalah:

“Kalau dalam kasus-kasus besar misalkan pelecehan seksual, kekerasan pada anak, itu sejauh pengamatan saya itu iya tapi materi dalam siaran ini lebihh luas tidak hanya kita membahas masalah terkai tentang pemberdayaan perempuan, bagaimana perempuan itu bisa mandiri dan lain-lain. Sejauh ini untuk pengamatan saya di lingkungan sekita itu perempuannya madiri semua, kalau misalnya perempuan sudah mandiri, mereka bisa punya power untuk bisa mencegah terjadinya kekerasan pada perempuan. Karena biasanya perempuan madiri itu rata-rata mempunya wawasan yang lebih baik.

Jadi aksi orang-orang sekitar saya itu dengan hidup madiri mereka bisa memberdayakan mereka dan menghormati dirinya sendiri.”42 Dari hasil wawancara di atas bahwasannya Ibu Devi dan Ibu Retno menyampaikan aksi yang akan dilakukan apabila ada suatu permasalahan di lingkungan sekitar terjadi, sebagai seorang penyiar radio beliau juga sangat

41 Devi (Anggota penyiar RRI Jember) Wawancara, 6 Juni 2022

42 Retno (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, Jember 13 Juni 2022

78

berpartisispasi dalam hal apapun dan membantu sebagai agen pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan di masyarakat. Sedangkan menurut hasil wawancara dengan Ibu Retno perempuan disekitarnya sudah mandiri semua jadi mereka bisa menjaga dirinya sendiri dari kekerasan dan semacamnya.

Selain masyarakat mendapatkan informasi dan pengetahuan, sebagai seorang penyiar wajib bisa meyakinkan pendengarnya dengan caranya sendiri, justru masyarakat sendiri sebagai pendengar biasanya untuk bisa percaya dan yakin akan hal tersebut membutuhkan sebuah bukti. Berikut ini hasil wawancara bersama Ibu Devi selaku penyiar RRI Jember mengenai hal tersebut:

“Butuh bukti, itu bisa kami lakukan dengan mendatangkan narasumber yang tidak satu sudut pandang misalkan tentang gender yang diangkat itu kami berusaha untuk meyakinkan pendengar dengan cara cover both side, cover both side itu maksudnya kita selalu menghadirkan narasumber tidak dari satu sudut pandang, tapi ada beberapa sudut pandang sehingga kalaupun diperlukan testimoni masyarakat maka yang keluar adalah bukti-bukti nyata yang pasti bukan kami yang membuktikan tetapi lebih kepada kejadian nyata yang membuktikan. Contoh pernah angkat kasus tentang kekerasan dalam rumah tangga, kita datangkan lembaga bantuan hukum, kita datangkan dari sikolog, kepolisian dan juga si korbannya itu sendiri, dengan pesetujuan beliau, pertanyaan kita tidak main-main, tidak menyalahi aturan jurnalistik kalau misalkan ingin menampilkan bukti- bukti informasi pribadi. Intinya kami selalu menampilkan berbagai macam isu dari perspektif yang berbeda, narasumber dengan perspektif yang berbeda.”43

Untuk itu hasil wawancara yang disampaikan oleh Ibu Devi bahwasannya seorang penyiar menampilkan seluruh macam fikiran orang- orang yang terpercaya dengan perspektif yang bebeda dan tindakan ini

43 Devi (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, Jember 6 Juni 2022

79

menguatkan untuk membuktikan kepada masyarakat dan pendengar bahwasannya sebuah informasi yang disampaikan pun tidak menyalahi aturan jurnalistik.

Dari beberapa hasil wawancara berikut adalah tindakan komunikasi seorang penyiar yang mendukung dalam kegiatan ini dengan tujuan program Pengarus Utamaan Gender bisa berjalan dengan lancar dan baik. Seperti yang dikatakan oleh penyiar sendiri Ibu Devi sebagai berikut ini:

“Tidakan komunikasi yang dilakukan oleh penyiar untuk mendukung tujuan ini, kami berusaha untuk melakukan pendekatan personal seperti person to person artinya begini, kami ketika siaran itu selalu membayangkan kami berbicara kepada satu orang bukan kepada banyak orang, jadi metode yang kami gunakan itu adalah metode person to person orang ke orang. Bukan ketika seperti kita berpidato kepada banyak orang, harapannya dengan cara gaya komunikasi yang semacam ini siapapun yang mendengar kami, dimanapun itu walaupun tempatnya berbeda mereka akan merasa bahwa kami berbicara kepada mereka yang sedang mendengarkan itu, jadi pendengar tidak merasa itu bahwa “oh ini sengaja ngomong dengan orang banyak kebetulan saja saya dengerin”, jadi kami berusaha untuk berbicara seolah-olah kami sedang berbicara dengan satu orang, karena yang di yakini gaya komunikasi yang semacam ini akan memberikan efek kedekatan antara penyiar dan juga pendengar, kalau sudah ada efek kedekatan, yang pasti apapun yang disampaikan nempel gitu, ada influens nya sampai kepada pendengar.”44

Jadi dari paparan hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa teknik dalam menyampaikan sebuah informasi atau disebut juga dengan tindakan komunikasi ini menggunakan gaya bahasa yang sangat mudah dimengerti seakan-akan penyiar berbiacara kepada satu orang yang bisa berhasil menghasut untuk mendengarkan yaitu dengan gaya bahasa person to

44 Devi (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, 6 Juni 2022

80

person. Maka tidak bisa dipungkiri lagi tindakan komunikasi ini sangat berpengaruh bagi pendengarnya.

Untuk mengetahui apakah penyiar juga mengimplikasikannya kepada orang-orang disekitarnya, dengan melakukan tindakan komunikasi mengenai program Pengarus Utamaan Gender, melalui hasil wawancara kita akan mengetahuinya. Berikut ini hasilnya:

“Ya, terutama keluarga karena yang paling relevan itu kita ngobrolnya sama keluarga, aneh aja kalau misalkan kita ngomong sama orang lain dikeluarga tidak melaksanakan, eman gitukan. Apa yang menjadi hal- hal yang isulah istilahnya isu negatif itu jangan sampai terjadi dikeluarga kekerasan rumah tangga kemudian diskriminasi gender itu paling tidak yang paham terlebih dahulu keluarga. Sejauh ini itu terjadi dikeluarga saya, itu artinya apa yang dikhawatirkan itu tidak terjadi, maksudnya berhasil di rumah gitu, komunikasinya itu benar- benar tidak mengesampingkan nilai-nilai yang memang harus dipegang oleh keluarga. Karena yang paling relevan kita menerapkan berbagai macam hasil dari hasil perbincangan lah ya istilahnya ya dikeluarga, eman kalau misalkan kita ngomong sama orang tapi dikeluarga sendiri tidak di lakukan. Cuma kalau untuk lingkungan sekitar itu sudah beda lagi, artinya itu kita harus menunggu momen- momen yang pas tapi paling tidak jika terjadi masalah yang berkaitan dengan berbagai macam isu-isu dalam Pengarus Utamaan Gender kita tahulah apa yang harus dilakukan dan apa yang harus tidak dilakukan.”45

Dari hasil wawancara bersama Ibu Devi tersebut bahwasannya kita dapat mengetahui juga bahwa seorang penyiar tidak hanya menyiarkan saja, tetapi penyiar juga mengimplementasikan terhadap keluarga sendiri dan juga orang-orang disekitarnya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena tindakan komunikasi yang dilakukan oleh penyiar juga diterapkan pada orang-orang di lingkungan sekitarnya termasuk keluarga sendiri.

45 Devi (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, Jember 6 Juni 2022

81

Dengan melakukan tindakan komunikasi di sekitar kita, pasti dalam melaksananakannya ada saja hambatan yang terjadi anatara yang sudah di siarkan di dalam kehidupan yang sesungguhnya atau nyata. Oleh karena itu kita lihat hasil wawancara bersama Ibu Devi sebagai berikut:

“Kalau dibilang hambatan selalu ada karena faktanya kan isu yang kami bahas itu adalah masalah yang sedang berlangsung di masyarakat. Artinya apa yang kami lakukan itu adalah upaya untuk mengurai permasalahan tersebut, apakah permasalahannya nanti hilang? Yang pasti proses menuju kesana. Karena tugas kami adalah mengedukasi masyarakat agar lebih bisa menjadi masyarakat yang a were terhadap masalah tertentu dan mampu untuk bersikap dengan pilihan-pilihan sikap yang benar. Mungkin lebih tepatnya penyiar itu mengurai karena tugas kami adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, tidak dalam ranah untuk bisa benar-benar memastikan bahwa masalah tersebut akan tuntas. Karena kalau kita berbicara tentang ketuntasan, yang harus terlibat itu banyak. Jadi kami berusaha untuk berikhtiar dan mengedukasi masyarakat.”46

Jadi dari hasil wawancara di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa setiap segala sesuatu memiliki hambatannya masing-masing, tidak terpungkiri juga seorang penyiar juga memiliki hambatan dan seorang penyiar hanya membantu masyarakat dengan segala informasi yang bisa disampaikan dan penyiar juga tidak lupa untuk berusaha semaksimal mungkin agar siarannya bisa sampai kepada masyarakat dan dapat mengedukasinya juga.

Dalam tindakan komunikasi yang dilakukan oleh penyiar sendiri tidak hanya dilakukan melalui komunikasi saja melainkan mereka melakukannya dengan berbagai macam aktivitas sehari-hari yang dicontoh selama itu baik.

46 Devi (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, Jember 6 Juni 2022

82

Oleh karena itu Ibu Devi selaku penyiar RRI Jember mengatakan dalam wawancaranya sebagai berikut:

“Tindakan lain selain komunikasi dalam tujuan program Pengarus Utamaan Gender ini, saya sebagai penyiar di RRI Jember kami melakukan aksi, jadi selain komunikasi kami juga melakukan aksi untuk merealisasikan apa yang menjadi wacana dari pembahasan tersebut.”47

Dengan demikian para penyiar di RRI Jember tidak hanya melakukan komunikasi di dalam siarannya maupun di luar kantor, melainkan mereka juga melakukan sebuah aksi nyata yang dilakukan dalam kehidupan sehari- hari. Seperti apakah aksi yang yang dilakukan penyiar RRI Jember dalam mendukung adanya program Pengarus Utamaan Gender dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah hasil wawancara:

“Cara penyiar untuk mendukung adanya Pengarus Utamaan Gender yaitu menjadi romot, menjadi contoh misalkan kita membahas suatu hal, paling tidak kita apa yang memang benar menurut pembahasan tersebut ya kita lakukan, artinya tidak hanya asal ngomong saja.”48 Seperti yang kita ketahui melalui dari hasil siaran di atas, bahwa seorang penyiar tidak semena-mena berbicara saja, akan tetapi seorang penyiar juga dituntut sebagai acuan, sebagai contoh karena mereka sendirilah yang memberi informasi terlebih dahulu sehingga masyarakat juga mengaca dan menilai bahwa penyiarnya juga melakukan apa yang di siarkan.

47 Devi (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, 6 Juni 2022

48 Devi (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, 6 Juni 2022

83

Berbicara tentang tidak semenana-mena di dalam program Pengarus Utamaan Gender ada sebuah aturan dalam siaran yang diberlakukan hanya untuk penyiar saja, nah seperti apakah aturan tersebut mari kita simak wawancara dengan Ibu Retno di bawah ini:

“Kalau aturan pada jam siaran ya pasti ada, kita punya materi yang akan disampaikan, jadi selama 1 jam siaran kita punya rel yang harus kita jaga bahwa memang materi ini yang harus kita sampaikan pada pendengar. Jadi materinya tidak bisa terlalu luas, misalnya materi mengenai kenakalan remaja dimana kita sebagai seorang perempuan yang memposisikan seorang ibu menghadapi kenakalan remaja, jadi kita hanya membahas itu tidak teledor kemana-kemana. Kadang ketepatan pilihan lagu juga, lagu yang dipilih, ILM dan filler itu disesuaikan dengan tema yang kita angkat saat ini.”49

Seperti itulah aturan yang diberlakukan saat siaran berlangsung, jadi memang benar bahwasannya penyiar dikelolah sedemikian rupa oleh Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Program agar siarannya tidak lari dari konteks pembahasan.

Terkait program Pengarus Utamaan Gender ini antara penyiar dan juga kasubag perencanaan dan evaluasi siaran pasti memiliki komunikasi yang dilakukan sebelum maupun sesudah acara program tersebut berlangsung, nah bagaimana tindakan komunikasinya? Berikut adalah jawaban dari Ibu Retno selaku penyiar RRI Jember:

“Tentu ada tindakan komunikasi antara penyiar dan kasubag perencanaan dan evaluasi siaran karena sebagian besar kami bilang bahkan lebih dominan segala sesuatu yang kami bahas disini itu datangnya dari perencanaan, jadi komunikasinya adalah berbentuk

49 Retno (Anggota Penyiar RRI Jember), Wawancara, 13 Juni 2022

84

perintah dan juga intruksi terkait program yang harus dijalankan oleh penyiar.”50

Sedangkan menurut sudut pandang Kasubag Perencanaan dan Evaluasi sendiri yaitu Ibu Etty adalag sebagai berikut:

“Komunikasi kita biasa kita sebut breafing, setiap program acara terutama yang melibatkan orang luar itu ada semacam agenda setting.

Dimana kami menyerahkan kepada penyiar materi, list pertanyaan dan durasi-durasi di menit sekian itu masuk ada tok, jadi 1 jam itu ada banyak pesan positif dari gimmic, filer, spot ILM, lagu, yang senada dengan tema, jadi tidak full dialog semua, agar pendengarnya itu enjoy menerima pesan kita dengan manis.”51

Tidak hanya itu, dalam sebuah program perlu adanya sebuah konsep dalam melakukan siaran begitupun dengan konsep-konsep Pengarus Utamaan Gender yang selama ini disiarkan sesuai tidak dengan kehidupan penyiar sendiri, berikut adalah hasil wawancara dengan penyiar Ibu Devi:

“Konsepnya harus sesuai, karena memang kami menggali isu itu dari apa yang terjadi di masyarakat. Jadi bukan berarti kami menciptakan isunya tapi kita menggali dari apa yang terjadi di masyarakat, kita mencoba untuk mencarikan materi yang relevan untuk di edukasikan kepada masyarakat dalam bentuk siaran. Materi dalam hal ini bisa dalam bentuk hal yang langsung disampaikan oleh penyiar dari sumber tertentu yang terpercaya atau kami mendatangkan narasumber yang kompenten. Contoh masalah bullyying anak , ini kan salah satu isu yang cukup mendapatkan perhatian maka kami akan mendatangkan seperti psikolog kemudian dari kepolisian seperti itu, kan ada tu bagian kekerasan anak dan lain sebagainya dan dari keluarga mungkin pernah mengalami, jadi semacam itu. Kami meyakini bahwa konsep PUG ini sangat sesuai karena kami menggali apa yang terjadi kemudian kami bahas bukan kami mencipatakan isunya kemudian disiarkan.”52

50 Retno (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, Jember 13 Juni 2022

51 Etty (Kasubag perencanaan dan evaluasi program RRI Jember), Wawancara, Jember 6 Juni

2022

52 Devi (Anggota penyiar RRI Jember), Wawancara, Jember 6 Juni 2022

85

Selain itu kita juga perlu mengetahui apakah penyiar ini sudah melakukan siarannya dengan baik, dengan komunikasi yang terstruktur dan sistematis, langsung saja dengan Ibu Etty selaku kasubsi Perencanaan dan Evaluasi Programa sebagai berikut:

“Iya, betul sekali mbak, siaran yang kami selenggarakan memang sudah secara terstruktur dan sistematis karena kami sudah merancang dan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan apa saja, dan di detik ke berapa penyiar itu harus melontarkan pertanyaan selanjutnya dan begitu seterusnya. Semua sudah diatur oleh seksi perencanaan dan penyiar tinggal melaksanakannya saja, dengan begitu siaran ini bisa berjalan sesuai dengan program yang sudah terstruktur.”53

Dari paparan hasil wawancara dengan kasubsi perencanaan dan evaluasi programa di atas kita dapat mengetahui bahwa semua yang dilakukan oleh penyiar sudah berlangsung dengan terstruktur dan sistematis sesuai dengan perencanaan yang dirancang sebelumnya dan juga acara program apa saja tidak akan terjadi bentrok dan hambatan lainnya.

Setelah berbicara siaran itu terstruktur dan sistematis lalu bagaimana sih tindakan seorang kasubag perencanaan dan evaluasi selain komunikasi apakah ada aksi di dalam mewujudkan tujuan program Pengarus Utamaan Gender ini di RRI Jember. Berikut adalah hasil wawancaranya:

“Terlibat dalam aksi yang dilakukan misalnya berbagai elemen masyarakat di Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan November- Desember itu 16 hari, karena kita media kita menyediakan dalam bentuk berita, dalam bentuk siaran itu ada ruang khusus HAKTP. Dan

53 Etty (Kasubag perencanaan dan evaluasi program RRI Jember), Wawancara, Jember 13 Juni

2022

86

masih banyak aksi-aksi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.”54

Ya banyak sekali aksi-aksi yang terjadi pada masyarakat apalagi terdapat event yang mampu menampung informasi dan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu bagaimana jika menurut pandangan Ibu Etty sendiri dalam menyempurnakan tujuan program Pengarus Utamaan Gender ini.

“Tentu memperbanyak kesempatan untuk onair orang-orang yang kongsen di bidang itu untuk bersuara di RRI jadi kita perbanyak waktu mereka untuk menyampaikan pesan moralnya kalau dulu kan untuk bisa siaran di sini agak sulit, ada aturan struktur kalu sekarang tidak, kita pangkas itu agar lebih mempermudah dalam mendapatkan dan mencapai tujuan program Pengarus Utamaan Gender.”55

Dari sebuah dimensi dalam menyempurnakan tujuan program Pengarus Utamaan Gender, apa ada sebuah keistimewaan dari program Pengarus Utamaan Gender dari sebelumnya atau program lainnya. Inilah jawaban dari Ibu Etty:

“Terlihat berbeda karena ini dilaksanakan secara contineu jadi konsisten, materinya apa-apa yang kami sampaikan di program ini berbeda dari sebut saja 10 tahun yang lalu, tidak ada segmen yang seperti ini diizinkan bersuara di sisni, kebebasan perempuan berbicara ini lebih dinampakkan di sini, termasuk masyarakat yang pemahaman masih memiliki mindset negatif, jadi pemahaman masyarakat kita rubah secara perlahan dan menerobos mindset itu.”56

Lantas setelah kita mengetahui keistimewaannya, harapan seorang Kasubag Perencanaan dan Evaluasi terhadap seorang Penyiar dalam

54 Etty (Kasubag perencanaan dan evaluasi program RRI Jember), Wawancara, Jember 6 Juni

2022

55 Etty (Kasubag perencanaan dan evaluasi program RRI Jember), Wawancara, Jember 6 Juni

2022

56 Etty (Kasubag perencanaan dan evaluasi program RRI Jember), Wawancara, Jember 13 Juni

2022

87

menyiarkan program siarannya ini bagaimana? Berikut ini harapan Ibu Etty terhadap penyiar RRI Jember:

“Harapannya ya sesuai dengan dasar kita menyuarakan ini, jadi inginnya penyiar RRI Jember melaksanakan tugas dengan baik kemudian pesan-pesan moral ke masyarakat itu bisa sampai.

Sesederhana itu.”57

Nah dari sebuah harapan maka akan selalu ada usaha-usaha dan bimbingan, selalu memberikan arah dan kontribusi untuk mencapai dalam tujuan dan mentransformasikan kepada masyarakat dan pendengar begitupun seterusnya.

Dokumen terkait