BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Tabel2.1 TINJAUAN EMPIRIS
No Nama
penulis
Judul Jurnal Jenis Penelitian
Hasil Penelitian
1 Ganda
sirait(2014)
Pengaruh sistem informasi
manajemen
terhadap efektivitas kerja pegawai pada holland bakery batam
kuantitatif Sistem informasi manajemen
dipersepsikan sudah baik bagi pegawai pada holland bakery batam, kesimpulan ini dibuat dengan menghitung skor rata-rata dan nilai rentang skala dapat
diklarifikasikan pada tabel rentang skala
2 Desi sariani Pengaruh sistem informasi
manajemen terhadap kinerja karyawan di PT.
Ecogreen oleochemicals batam
kuantitatif Penelitian ini ingin menguji pengaruh penggunaan sistem informasi manajemen dan budaya organisasi
karyawan
3 Vidya trocssy Nurrani(2018
)
Sistem informasi manajemen
terhadap efektivitas kerja pegawai yayasan pendidikan telkom bandung
kualitatif Sistem informasi manajemen pada yayasan pendidikan telkom bandung berada dalam kategori tinggi
Efektivitas kerja (Y) Indikator:
1. Kriteria 2. Dimensi 3. Struktur 4. Pelatihan 5. Promosi
(siagian 2008) Sistem informasi
manajemen (X) Indikator:
1. Relevan 2. Tepat waktu 3. Akurat
(yakud 2012) 4 Heriasman
(2017)
Pengaruh sistem informasi
manajemen dan lingkungan kerja terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT. INHIL Sarimas Kelapa Rumbai jaya kabupaten indragiri hilir
kuantitatif Lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan
5 I made wijaya
Pengaruh
kepemimpinan dan sistem informasi manajemen terpadu terhadap kinerja pegawai kantor pusat universitas warmadewa
kuantitatif Kepemimpinan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai warmadewa dapat meningkatkan kinerja pegawai
.
Setelah melihat hubungan keterkaitan variabel sistem informasi manajemen dan efektivitas kerja pegawai, selanjutnya dapat diliat kerangka pikir berikut, untuk mempermudah dalam memahami arah tujuan penelitian dan juga berfungsi sebagai acuan berfikir dan dasar perumusan hipotesis.
Adapun kerangka pikir terlihat pada gambar 1 adalah sebagai berikut:
Gambar 2. 2 KERANGKA PIKIR
C. Hipotesis
Berkaitan dengan rumusan masalah yang sudah ditetapkan untuk diteliti dan tujuan yang ingin dicapai penulis, maka hipotesis didalam penelitian ini sebagai berikut:
Diduga bahwa sistem informasi manajemen memiliki pengaruh positif signifikan terhadap efektivitas kerja Pegawai Pada Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Dalam jenis penelitian ini penulis menggunakan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positiveme, di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan analisis data yang berifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis atau dugaan sementara yang telah di tetapkan.
B. Lokasi dan waktu penelitian 1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di kantor Dinas Koperasi Dan Umkm Provinsi Sulawesi Selatan yang beralamat di Jl.A.P.Pettarani No.-Banta- Bantaeng Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kode Pos 90222.
2. Waktu Penelitian
Untuk waktu penelitian akan dilakukan selama kurang lebih 2 bulan pada bulan juli sampai dengan agustus 2021.
C. Devinisi Operasional Variabel
Menurut siregar (2017:111) definisi operasional dalam penelitian merupakan bentuk operasional dari variabel-variabel yang digunakan, biasanya berisi definisi konseptual, indikator yang digunakan, alat ukur yang digunakan dan penilaian alat ukur.
Dalam penelitian ini variabel yang digunakan antara lainVariabel bebas (independent variabel), yang termasuk variabel bebas (independent variabel)
19
adalah peningkatan mutu sumber daya manusia (X), yang disebut variabel yang tidak mempunyai ketergantungan.
5. Variabel terikat (Dependent Variabel), yang termasuk variabel terikat (dependent variabel) yaitu kinerja pegawai (Y), yang merupakan variabel yang memiliki ketergantungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.
Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini antara lain:
1. Sistem informasi manajemen (X) adalah suatu aktivitas yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pegawai pada Dinas Koperasi Dan Umkm Provinsi Sulawesi Selatan dengan melakukan pendidikan dan pelatihan.
2. Efektivitas kerja (Y) hasil kerja baik itu secara mutu maupun kuantitas yang sudah dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan organisasi dengan penanda: kuantitas, penerapan tugas, serta tanggung jawab.
D. Populasi dan sampel 1. Populasi
Menurut sugiyono (2016:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Dalam penelitian ini menggunakan 120 populasi pada keseluruhan pegawai pada kantor Dinas Koperasi Dan Umkm Provinsi Sulawesi Selatan.
2. Sampel
Pengukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan penelitian suatu objek.
Pada penelitian ini, populasi yang diamati Stergolong populasi besar oleh
karena itu agar menghasilkan data yang valid maka populasinya digunakan sebagai sampel.
π = π
1 + ππ2
Dimana:
αΆ―
= Ukuran Sampel N= Ukuran Populasi
α΅
= Standar Error (10%)Maka sampel dari penelitian ini adalah n = 100 / (1 + 100 (0,1)2) = 49,58 dibulatkan menjadi 50 responden.
E. Teknik pengambilan sampel
Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini adalah sampel acak sederhana (simple random sampling). Pelaksanaan simple random sampling disebabkan anggota populasi penelitian ini dianggap homogen karena sampel yang diambil adalah pegawai tetap yang berada diruang kerja pada Kantor Dinas Koperasi Dan Umkm Provinsi Sulawesi Selatan.
F. Teknik pengumpulan data
Metode pengumpulan data merupakan cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efesien bila peneliti tau pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat, dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul.
2. Wawancara
Wawancara merupakan proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih mendengarkan langsung informasi-informasi atau keterangan. Dalam penelitian ini wawancara digunakan untuk memperkuat kuesioner yang disebarkan peneliti kepada responden sehingga informasi yang didapat bisa melengkapi apa yang dibutu hkan peneliti.
G. Jenis Dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Jenis data
Data kuantitatif merupakan data yang diukur dan dihitung secara langsung yang penyajiannya dalam bentuk angka-angka dengan menyebarkan kuisioner.
2) Sumber Data
a. Data Primer merupakan data yang di dapatkan secara langsung tanpa melalui perantara.
b. Data Sekunder merupakan data yang di peroleh tanpa melalui media perantara dan tanpa dicatat oleh pihak lain yang ada di Kantor Dinas
Koperasi Dan Umkm Provinsi Sulawesi Selatan yang berkaitan dengan penelitian.
H. Metode Analisis
Adapun metode analisis yang digunakan yaitu sebagai berikut:
1) Analisis Statistik Deskriptif
Analisis Statistik deskriptif yaitu kajian yang menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan dengan memberikan gambaran mengenai suatu keadaan tertentu dengan menjelaskan objek penelitian berdasarkan sifat-sifatnya.
2) Uji instrumen penelitian b. Uji Validasi
Uji realibitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya kuisioner. kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan yang disajikan dalam kuisioner bisa mendeskripsikan instrumen yang akan diuji pada kuesioner tersebut.
c. Uji Realibilitas
Uji Realibilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Uji realibitas dimaksudkan untuk melihat sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu.
I. Teknik analisis data
Teknis analisis data merupakan teknik yang digunakan untuk mengolah dan memprediksi hasil penelitian guna memperoleh suatu kesimpulan.
Berdasarkan judul, latar belakang dan perumusan masalah maka teknik
analisis yang digunakan peneliti adalah teknik analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus Slovin.
Maka sampel dari penelitian ini adalah n = 100 / (1 + 100 (0,1)2) = 49,49 dibulatkan menjadi 50 responden.
a. Analisis regresi linear sederhana
Analisis regresi linear sederhana merupakan satu model persamaan yang menggambarkan hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel tak bebas (Y). Dengan persamaan analisis regresi linear sederhana:
Y = πΌ + ππ Yang mana:
Y = Efektivitas Kerja πΌ = konstanta
π = konstanta regresi
X = Sistem Informasi Manajemen b. Uji-t
Uji t merupakan uji yang digunakan untuk membuktikan hubungan antara variabel X dan Y. Apakah variabel X dan Y (sistem informasi manajemen) benar-benar berpengaruh terhadap variabeln Y (efektivitas kerja). Dasar pengambilan keputusan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikan yaitu:
terhadap Y
2. H1 : Ξ² = β 0; variabel X berpengaruh signifikan/nyata terhadap Y
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah singkat lokasi penelitian
Perkembangan koperasi dari tahun ketahun mendorong pemerintah untuk mendirikan suatu lembaga khusus yang menangani bidang perkoperasian.
Melalui lembaga tersebut maka didirikanlah suatu kantor yang diperuntukkan untuk menangani masalah-masalah perkoperasian di Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun pengaturan yang dilakukan disektor perkoperasian ini terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Perubahan-perubahan yang pernah terjadi tahun 1973 koperasi ini berada dibawah jajaran Departemen Perdagangan dan koperasi tahun 1983 s/d 1987 dibawah pembinaan Direktorat Transmigrasi. Singkat sejarah saat ini dinas koperasi dan umkm dibawah naungan Abd. Malik Faisal.,S.H.,M.Adm.Pemb
Dinas koperasi dan UMKM provinsi Sulawesi Selatan adalah satuan kerja perangkat daerah yang memiliki peran besar terhadap pemberdayaan koperasi dan UMKM di provinsi Sulawesi Selatan dapat menyusun rencana kinerja tahunan (RKT) yang merupakan proses penjabaran lebih lanjut dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis (Renstra) yang mencakup periode tahunan.
Rencana kinerja memuat usulan-usulan tahun 2021 yang diusulkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan. Maksud disusunnya Rencana Kinerja Tahunan adalah menjaga konsistensi dan keterpaduan dalam perencanaan, pelaksanaan, penganggaran maupun pengawasan. Adapun tujuan penyusunan Rencana Kinerja Tahunan adalah sebagai salah satu acuan
26
bagi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyusun dokumen pelaksanaan anggaran.
2. Visi dan Misi 1. Visi
βMenjadikan Koperasi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (KUKM) Sebagai Pilar Utama Perekonomian Sulawesi Selatan.β
2. Misi
1. Memberdayakan koperasi dan ukm untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan
2. Memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan peran koperasi dan ukm dalam menurunkan jumlah kemiskinan dalam rangka mewujudkan Sulawesi Selatan sebagai simple jejarin ekselerasi perekonomian masyarakat.
3. Pengembangan koperasi dan ukm yang berbasis kebersamaan merupakan solusi untuk mewujudkan berbagai kepentingan dalam pembangunan.
4. Memperdayakan koperasi dan ukm untuk menjadi kebanggaan dan tumpuan harapan hidup yang sesuai dengan aturan agar menjadi lebih produktif.
5. Meningkatkan sumber daya manusia (SDM), daya saing, nilai tambah produktivitas produk.
3. Struktur organisasi
4. Job description 1. Kepala Dinas
β’ Dinas koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dipimpin oleh Kepala Dinas mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan dibidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan.
β’ Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut pada ayat (1), Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mempunyai fungsi:
1. Perumusan kebijakan teknis operasional pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UMKM di bidang kelembagaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah meliputi bidang kelembagaan koperasi, bidang pengawasan dan pemeriksaan koperasi, bidang usaha dan pembiayaan koperasi dan bidang pemberdayaan UMKM.
2. Penyusunan pedoman teknis kelembagaan dan usaha koprasi, usaha mikro, kecil dan menengah serta memfasilitasi pembiayaan/permodalan dan simpan pinjam.
3. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian bidang kelembagaan koperasi, bidang pengawasan dan pemeriksaan koperasi, bidang Usaha dan Pembiayaan Koperasi dan bidang pemberdayaan UMKM serta sumber daya manusia Koperasi dan UMKM.
4. Penyelenggaraan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya.
β’ Tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dirinci sebagai berikut:
1. Menyusun program kegiatan Dinas Koperasi dan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
2. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar;
3. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan yang belum dilaksanakan;
4. Membuat konsep, mengoreksi, memaraf dan atau menandatangi naskah dinas;
5. Mengikuti dan memimpin rapat sesuai bidang tugasnya;
6. Menetapkan kebijakan perencanaan, pembinaan, pengawasan, pengembangan dan pemberdayaan serta perijinan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah;
7. Menyelenggarakan pembentukan, penggabungan dan peleburan serta fasilitas pembubaran dan penyelesaian masalah akibat pembubaran koperasi;
8. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi dalam rangka pembinaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah;
9. Menyelenggarakan koordinasi, fasilitas dan kerjasama/kemitraan di bidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah;
10. Mmberikan sanksi administratife kepada koperasi di tingkat Provinsi dan lintas Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan kewajibannya;
11. Memberikan penghargaan bagi pegawai dinas yang berprestasi serta sanksi bagi pegawai dinas yang tidak disiplin bagi PNS dalam lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
12. Menyelenggarakan kebijakan program, keuangan, umum, perlengkapan dan kepegawaian dalam lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;
13. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan memberikan saran
pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan;
14. Menyelenggarakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan, sesuai dengan bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
1. Sekretariat
Sekretariat terdiri atas :
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
b. Sub Bagian Program;
c. Sub Bagian Keuangan
Tugas pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Sekretaris
a. Sekretariat di pimpin oleh sekretaris yang mempunyai tugas pokok mengoordinasikan kegiatan, memberikan pelayanan tehnis dan administrasi urusan umum dan kepegawaian, keuangan Mikro, Kecil dan Menengah.
b. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada ayat (1), Sekretaris mempunyai fungsi :
1. Pengordinasian pelaksanaan kegiatan;
2. Pengelolaan urusan umum dan Adminsitasi kepegawaian;
3. Pengelolaan administrasi keuangan;
4. Pengordinasian dan penyusunan program serta pengolahan dan penyajian data;
5. Pengelolaan dan pembinaan organisasi dan tatalaksana;
6. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya.
β’ Tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dirinci sebagai berikut :
1. Menyusun rencana kegiatan Sekretariat sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
2. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar;
3. Memantau, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan;
4. Membuat konsep, mengoreksi memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;
5. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;
6. Melaksanakan koordinasi kepada seluruh bidang serta menyiapkan bahan penyusunan program Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
7. Melaksanakan koordinasi perencanaan dan perumusan kebijakan teknis di lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
8. Melaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkungan dinas sehingga terwujud koordinasi, sinkronisasi dan integrasi pelaksanaan kegiatan;
9. Mengoordinasikan pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
10. Mengoordinasikan dan melaksanakan pengolahan dan penyajian data dan informasi;
11. Melaksanakan dan mengoordinasikan pelayanan ketatausahaan;
12. Melaksanakan dan mengoordinasikan pelayanan administrasi umum dan kepegawaian;
13. Melaksanakan dan mengoordinasikan pelayanan administrasi keuangan;
14. Melaksanakan dan mengoordinasikan pelaksanaan pembinaan organisasi dan tatalaksana dalam lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
15. Melaksanakan dan mengoordinasikan pelaksanaan urusan rumah tangga Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
16. Melaksanakan dan mengoordinasikan kegiatan kehumasan;
17. Melaksanakan dan mengoordinasikan administrasi pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang;
18. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sekretariat dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan;
19. Melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
20. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sekretariat dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan;
21. Melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
2. Bidang Usaha Dan Pembiayaan Koperasi
Bidang Usaha dan Pembiayaan Koperasi terdiri atas : a. Seksi Produksi
b. Seksi pembiayaan
c. Seksi Pemasaran dan Kemitraan
Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Kepala Bidang
β’ Bidang Usaha dan Pembiayaan Koperasi di pimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok Memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan tugas Seksi Pemasaran dan Kemitraan, Seksi Produksi dan Seksi Pembiayaan, mengkaji, merumuskan bahan kebijakan teknis, pembinaan dan pengembangan di bidang usaha dan pembiayaan.
β’ Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada ayat (1) Kepala Bidang Usaha Pembiayaan Koperasi mempunyai fungsi
1. Pengembangan usaha koperasi dibidang produksi
2. Pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan dibidang peningkatan kualitas produksi sektor pertanian, perikanan dan peternakan, dan industri serta jasa peningkatan standardisasi produk.
3. Pengembangan usaha koperasi Simpan Pinjam (KSP) Usaha Simpan Pinjam (USP), koperasi jasa keuangan syariah (KJKS)/usaha jasa keuangan syariah (UJKS).
4. Pelaksanaan fasilitasi pembiayaan melalui lembaga penjaminan bagi koperasi KSP/USP dan Koperasi Bank Perkreditan Rakyat.
5. Pelaksanaan fasilitasi dan pengembangan sistim pemasaran dan kemitraan bagi koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah dengan Swasta, BUMN dan BUMD.
6. Pelaksanaan penerapan perjanjian dibidang pemasaran dan kemitraan usaha koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah
β’ Tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dirinci sebagai berikut :
1. Menyusun rencana kegiatan Bidang Usaha dan Pembiayaan Koperasi sebagaimana pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2. Mendistribusikan dan member petuinjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar.
3. Memantau, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas β tugas yang telah dan belum dilaksanakan.
4. Membuat konsep, mengoreksi, memaraf dan/ atau menandatangani naskah dinas.
5. Mengikuti rapat rapat sesuai dengan bidang tugasnya
6. Menyiapkan bahan pembinaan dan pedoman dalam pemantapan dan pengembangan usaha koperasi dibidang produksi.
7. Melaksanakan bimbingan, pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan bidang peningkatan kualitas produksi pertanian, perikanan, peternakan dan industri serta jasa peningkatan standardisasi produk.
8. Melakukan pembinaan dan pengembangan melalui pembiayaan Koperasi.
9. Melakukan fasilitasi dan pengembangan sistim pemasaran dan kemitraan bagi koperasi.
10. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Bidang Usaha dan Pembiayaan Koperasi dan memberi saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan
11. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
3. Bidang Kelembagaan Koperasi
Bidang Kelembagaan Koperasi terdiri atas :
β’ Seksi Badan Hukum dan Organisasi Koperasi
β’ Seksi Tatalaksana Koperasi
β’ Seksi Keanggotaan, Penyuluhan dan Advokasi
Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Kepala Bidang
β’ Bidang Kelembagaan Koperasi dipimpin oleh Kepala Bidang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan tugas Seksi Badan Hukum dan Organisasi Koperasi, Seksi Tatalaksana Koperasi dan Seksi Keanggotaan, Penyuluhan dan Advokasi, merumuskan bahan kebijakan pembentukan, penggabungan dan peleburan serta pembubaran koperasi, fasilitasi pelaksanaan pengesahan dan pengumuman akte pendirian, perubahan anggaran dasar serta pembubaran koperasi skala Provinsi dan lintas Kabupaten/Kota.
β’ Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada ayat (1), Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi mempunyai fungsi :
1. Pelaksanaan pembinaan kelembagaan organisasi, tatalaksana, perundang-undangan dan pemeringkatan koperasi;
2. Pelaksanaan pengaturan, pencatatan, pendaftaran, pengesahan badan hukum dan pengembangan organisasi koperasi;
3. Pelaksanaan pemantauan, pengawasan dan pengendalian koperasi;
4. Pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan dan advokasi penyelesaian, pertimbangan hukum terhadap permasalahan yang dihadapi oleh koperasi;
5. Pelaksanaan pemberian sanksi administratif kepada koperasi di tingkat provinsi yang tidak melaksanakan kewajibannya;
6. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya
β’ Tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dirinci sebagai berikut :
1. Menyusun rencana kegiatan Bidang Kelembagaan Koperasi sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas;
2. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar;
3. Memantau, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan;
4. Membuat konsep, mengoreksi memaraf dan menandatangani naskah dinas;
5. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;
6. Melaksanakan koordinasi kepada seluruh bidang serta menyiapkan bahan penyusunan program Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
7. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Bidang Kelembagaan Koperasi dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan;
8. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional pengembangan Badan Hukum dan Organisasi Koperasi, Tatalaksana Koperasi dan Keanggotaan, Penyuluhan dan Advokasi;
9. Melaksanakan koordinasi pembinaan terhadap pelaksanaan pembentukan koperasi, pembubaran, penggabungan serta peleburan dan pembagian koperasi.
10. Mengusulkan pemberian sanksi administratif kepada koperasi di tingkat Provinsi dan lintas Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan kewajibannya;
11. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
12. Melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
4. Bidang Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Tabel 4.1
DATA JUMLAH UMKM PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2021
No Kabupaten Jumlah UMKM
1. Kab. Selayar 83
2. Kab.bulukumba 314
3. Kab.bantaeng 125
4. Kab.jeneponto 224
5. Kab.takalar 253
6. Kab.gowa 937
7. Kab.sinjai 184
8. Kab.maros 456
9. Kab.pangkajene kepulauan 489
10. Kab.barru 277
11. Kab.bone 455
12. Kab.soppeng 190
13. Kab.wajo 613
14. Kab.sidenreng rappang 312
15. Kab.pinrang 4.194
16. Kab.enrekang 223
17. Kab.luwu 199
18. Kab.tana toraja 570
19. Kab.luwu utara 215
20. Kab.luwu timur 434
21. Kab.toraja utara 184
22. Kota Makassar 132.469
23. Kota pare-pare 16.757
24. Kota palopo 15667
Jumlah 175.824
Sumber: Dinas Koperasi d an UMKM prov SulSel, 2021
Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terdiri atas :a. Seksi Kelembagaan UMKM b. Seksi usaha dan Promosi UMKM
c. Seksi Kemitraan dan Pembiayaan UMKM
Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Kepala Bidang
a. Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di pimpin oleh Kepala Bidang mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pemberdayaan UMKM, penumbuhan iklim usaha, pembinaan untuk pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah serta melaksanakan promosi produk koperasi dan UMKM
b. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada ayat (1) Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mempunyai fungsi :
1. Penyusunan kebijakan teknis dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah yang meliputi produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan teknologi