• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan dan Fungsi Perpustakaan

Dalam dokumen METODE PENELITIAN KUALITATIF (Halaman 166-170)

PEMBAHASAN

B. Tujuan dan Fungsi Perpustakaan

Perpustakaan dan pustakawan sebagai pengelola perpustakaan mendapat perhatian yang begitu serius dari pemerintah, untuk itu pustakawan diharapkan juga untuk dapat secara serius malaksanakan Visi dan Misi perpustakaan agar dapat terlaksana dengan baik dan menarik perhatian masyarakat bahwa perpustakaan itu merupakan suatu sumber belajar Yadnya (2004).

Perpustakaan sekolah adalah salah satu unsur penting dalam pendidikan yang keberadaannya tidak dapat diabaikan. Dilaksanakannya manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah menurut siswa dapat belajar secara mandiri. Sebagai salah satu komponen dalam pendidikan, perpustakaan akan lebih berperan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat membantu warga sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan terutama di sekolah.

Tujuan perpustakaan sekolah adalah melayani kebutuhan sekolah untuk mencapai tujuan sekolah dalam penggunaan metode pendidikan. Ray (1997) menyatakan “The objective of the school library is to serve the school’s needs”.

Hal senada juga disampikan oleh Noerhayati (1987) bahwa koleksi perpustakaan sekolah hendaknya harus dapat mencerminkan segala kebutuhan, minat dan selera masyarakat sekolah. Yang dimasud masyarakat sekolah adalah siswa, guru dan warga masyarakat sekitar.

Tujuan umum perpustakaan sekolah adalah untuk meningkatkan ketakwaan Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air sehingga dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama- sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Sedangkan tujuan khusus perpustakaan sekolah Bafadal (2001) adalah:

1. Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca khususnya serta mendayagunakan budaya tulisan dalam mengembangkan kemampuan mencari dan mengolah serta memanfaatkan informasi.

2. Mendidik siswa agar dapat memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat guna dan berhasil guna.

3. Meletakkan dasar-dasar belajar kearah mandiri.

4. Memupuk dan mengembangkan minat dan bakat siswa.

5. Menumbuhkan penghargaan siswa terhadap pengalaman imajinatif.

6. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi atas tanggung jawab dan usaha sendiri siswa.

Dari tujuan perpustakaan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan sekolah adalah membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta nilai dan sikap hidup murid dan guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981 tentang pokok-pokok kebijaksanaan pembinaan dan

pengembangan perpustakaan, perpustakaan sekolah mengemban fungsi sebagai (1) pusat kegiatan belajar mengajar, (2) pusat penelitian sederahana, (3) pusat membaca guna menambah ilmu pengetahuan dan (4) tempat rekreasi. Perpustakaan sekolah sebagai suatu unit kerja di lingkungan sekolah harus mendukung dan sejalan dengan tugas-tugas sekolah. Karena tugas sekolah berpedoman kepada kurikulum dengan sendirinya perpustakaan sekolah harus mendukung kurikulum sekolah tersebut.

Dalam bahasa lain Soelistia (1995) menjelaskan bahwa perpustakaan sekolah sebagai perpustakaan yang berada di sekolah dasar dan menengah yang masing-masing tingkat memiliki tujuan yang berbeda dan dikelola serta digunakan sepenuhnya bagi kepentingan guru dan siswa dalam belajar mengajar. Istilah dikelola mengandung pengertian bahwa koleksi tersebut harus dipilih sesuai dengan kebutuhan warga sekolah. Diolah melalui pengklasifikasian dan disajikan bagi pemenuhan kebutuhan warga sekolah, sehingga keberadaan perpustakaan dapat membantu kepentingan pengguna bagi pengembangan pribadi dan intelektual.

Soelistia (1995) menyatakan bahwa fungsi perpustakaan sekolah adalah (1) pusat layanan bahan pustaka. Layanan bahan pustaka ditujukan bagi siswa dan guru temasuk warga sekolah yang lain. Layanan bahan pustaka tidak saja buku-buku teks pelajaran tetapi juga buku penunjangnya sehingga perlu adanya kerja sama antara petugas perpustakaan guru-guru bidang study agar dapat menyediakan buku pendukung yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Hasil penelitian yang dilakukan Russel (Small, 2002) mengemukakan “collaboration between librarian and teacher supports authentic student learning”. Bahwa kerja sama guru dan pustakawan mendukung meningkatkan kemampuan belajar siswa (diambil pada tanggal 22 Maret 2005 dari www. teacherlibrarian). (2) bimbingan membaca. Bimbingan membaca dapat dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan menyediakan buku-buku bacaan yang menarik, baik itu fiksi maupun non fiksi seperti tentang hoby, keterampilan dan lainnya. Bimbingan secara langsung adalah membimbing dengan tatap muka bagaimana meningkatkan keterampilan membaca. (3) factor pengikat. Dengan membaca buku-buku penunjang akan memberikan pengayaan pengalaman melalui bacaan.

Bafadal (2001) mengkelompokkan fungsi perpustakaan sekolah menjadi lima, yaitu (1) fungsi edukatif. Perpustakaan sekolah dapat meningkatkan minat membaca siswa yang berarti makin menguasai teknik membaca. Selain itu koleksi perpustakaan sekolah hendaknya disesuaikan dengan kurikulum sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. (2) fungsi informatif.

Perpustakaan sekolah yang lebih maju selain menyediakan koleksi bahan pustaka berupa buku-buku juga harus menyediakan koleksi bahan pustaka bukan buku seperti surat kabar, majalah, kliping, artikel-artikel, peta, alat- alat pandang seperti televisi, tape recorder, video/VCD player, kesemua tersebut berguna untuk menambah variasi informasi. (3) fungsi tanggung jawab administratif. Kegiatan-kegiatan keseharian di perpustakaan sekolah seperti pencatatan, peminjaman dan pengembalian, mematuhi aturan-aturan dalam perpustakaan adalah juga untuk mendidik siswa dan membiasakan siswa untuk bersikap dan bertindak administratif. (4) fungsi riset, membantu siswa dalam melaksanakan penelitian dan membantu menemukan keterangan-keterangan yang lebih luas dari materi yang disampaikan di kelas. (5) fungsi rekreatif, bacaan-bacaan ringan, fiksi maupun hobi merupakan selingan yang dapat digunakan untuk melepas ketegangan rutinitas keseharian merupakan rekreasi bagi pembaca.

Membaca merupakan faktor dominan dalam proses belajar mengajar. Faktor ini dapat dikatakan menentukan keberhasilan orang dalam menjalahkan proses pendidikannya. Dalam hal ini membaca maksudnya sebagai membaca media yang konstruktif dan mendukung proses perkembangan pengertiannya. Oleh karena itu tugas dan fungsi perpustakaan sekolah harus mendukung kurikulum dengan cara menyediakan informasi bagi guru murid dan karyawan.

Upaya pengembangan minat baca siswa sangat erat kaitannya dengan keberadaan perpustakaan di sekolah. Sekarang kita harus akui bahwa minat baca dikalangan siswa umumnya masih rendah. Alasan klasik yang sering mengemuka adalah bahwa membaca belum membudaya di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat pelajar.

Perhatian terhadap keberadaan perpustakaan sekolah sering terabaikan. Padahal keberadaan perpustakaan sekolah dalam upaya

mendorong tumbuhnya minat baca sangat stategis paling tidak ada dua sebab mengapa para siswa perlu terus didorong agar tumbuh kegemaran membacanya: (1) menghadapi abad 21 yang merupakan abad tekhnologi dan pengetahuan yang luas, sikap kritis serta kesiapan untuk bersaing secara kompetitif dalam berbagai aspek kehidupan; (2) budaya membaca yang meningkat merupakan cermin kemajuan suatu bangsa. Dalam hal ini perlu adanya dukungan kepala sekolah, guru dan pustakawan Djunaedi (2004.

diambil tanggal 22 Maret 2005 dari www. pikiran rakyat)

Pamuntjak (2000) mengungkapkan bahwa “fungsi perpustakaan pada waktu sekarang sudah jauh berubah dari pada dulu. Kalau pada masa- masa lampau, perpustakaan itu adalah sebuah gudang tempat penyimpanan buku, maka kini perpustakaan itu sudah menjadi pusat kebudayaan‟.

Maksudnya perpustakaan berfungsi sebagai pusat kebudayaan atau tempat dikumpulkan atau dipelihara hasil budaya manusia. Atau seperti dikemukakan di atas, perpustakaan mempunyai fungsi cultural sebagai tempat pemeliharaan bahan-bahan bernilai manusia.

Dalam dokumen METODE PENELITIAN KUALITATIF (Halaman 166-170)