• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Penyusunan Latar Belakang Penelitian

Dalam dokumen Sanksi Pelanggaran Hak Cipta (Halaman 38-49)

BAB 1 KONSEP DASAR PENELITIAN 1

B. Tujuan Penyusunan Latar Belakang Penelitian

Tujuan dari penulisan latar belakang penelitian adalah memberikan gambaran kepada pembaca, terkait alasan utama dan arti pentingnya suatu penelitian dilakukan, sehingga pembaca dapat memahami arah

serta urgensi dari sebuah penelitian.

METODOLOGI PENELITIAN: Manajemen Pemasaran dan Bisnis Islam

16

C. FENOMENA DATA LAPANGAN ATAU EVIDENCE GAP

Fenomena data merupakan kesenjangan bukti atau data lapangan.

Biasanya berupa fakta atau data yang menjadi tolok ukur adanya per- bedaan adalah data umum yang sudah biasa terjadi. Sehingga peneliti akan menemukan titik kesenjangan antara fenomena yang tidak asing terjadi dengan bukti lapangan yang ada. Salah satu teknik untuk mene- mukan kesenjangan adalah dengan menemukan penyimpangan pada data lapangan. Data merupakan representasi dari fakta di lapangan. Se- hingga setiap penelitian harus berdasarkan pada data lapangan dalam hal ini tentu data yang akurat. Data merupakan informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.

Contoh data: Data tingkat penjualan suatu produk, data tingkat per- tumbuhan aset perusahaan, data tingkat kinerja karyawan suatu peru- sahaan.

Dari contoh di atas data merupakan informasi berupa angka-angka, misal seorang peneliti menemukan data tentang kinerja karyawan bagi- an produksi yang semakin menurun atau berfluktuasi sepanjang tahun 2020. Kemudian atas dasar data tersebut seorang peneliti dapat menen- tukan bahwa telah terjadi masalah dalam bidang kinerja karyawan ba- gian produksi, sehingga seorang peneliti akan dapat mengembangkan masalah yang ditemuinya tersebut menjadi masalah penelitian.

D. FENOMENA RESEARCH GAP

Riset atau penelitian merupakan sesuatu yang penting dalam ba- nyak bidang termasuk dalam bidang ekonomi, manajemen & bisnis.

Dalam penelitian ada suatu keadaan yang disebut dengan research gap.

Research gap merupakan suatu keadaan yang menunjukkan terjadi in- konsistensi antara hasil penelitian yang telah diformulasikan dengan seluruh data yang mendukung. Research gap biasanya terjadi karena ada bagian yang luput saat melakukan penelitian lalu memberikan jawaban atau hasil yang berbeda. Research gap juga dapat dimaknai sebagai ke- senjangan penelitian yang berasal dari perbedaan hasil penelitian ter- dahulu (biasanya meliputi konsep, teori, data atau masalah di lapangan) yang akan menjadi celah bagi penelitian selanjutnya.

BAB 2 LATAR BELAKANG PENELITIAN ISLAMIC MARKETING

E. THEORY GAP

Theory gap merpakan kesenjangan atau ketidakmampuan sebuah teori dalam menjelaskan suatu fenomena, sehingga teori tersebut di- pertanyakan atau diragukan dalam kemampuannya menjelaskan pada fenomena tertentu. Theory Gap menekankan pada kesenjangan yang terjadi melalui teori apa yang menjadi dasar penelitian sebelumnya.

Ada kemungkinan teori dasar sebelumnya memiliki kelemahan atau ke- terbatasan yang belum bisa mendukung penelitian. Atau bisa saja hasil penelitian yang didapat sebetulnya belum dijelaskan oleh teori apa pun.

Sehingga theory gap dapat dijadikan dasar dari suatu masalah peneli- tian. Menemukan theory gap ini tidaklah mudah namun akan sangat membanggakan bagi seorang peneliti jika penelitian yang dia lakukan berawal dari adanya theory gap. Dalam menemukan theory gap tidaklah mudah, seorang peneliti harus melakukan telaah pustaka yang cukup intensif agar dia dapat mengungkapkan gugatannya terhadap kema- panan dari sebuah teori.

Contoh:

Teori motivasinya Maslow telah gagal menjelaskan alasan nasabah bank syariah untuk loyal terhadap bank syariah. Sehingga atas dasar theory gap tersebut dapat dikembangkan masalah penelitian misalkan gagalnya teori motivasi Maslow dalam loyalitas nasabah bank syariah.

Cara Menemukan Research Gap yang Efektif

Menemukan research gap merupakan langkah yang cukup menyita waktu dan membutuhkan kejelian dari peneliti. Sehingga dibutuhkan metode untuk menemukan research gap secara efektif, berikut adalah metode yang dapat digunakan untuk menemukan research gap.

a. Mencari Konsep yang Luput dari Perhatian Peneliti

Dalam melakukan penelitian, kita harus mencari topik yang benar- benar urgent untuk dipecahkan, tentu hal ini disesuaikan dengan bidang peneliti masing-masing, atau disesuaikan dengan bidang konsen dari peneliti. Kadang kesenjangan atau celah penelitian muncul dari konsep yang luput dari perhatian kita namun sebenarnya jika dicermati konsep tersebut relevan untuk kita angkat dalam penelitian kita.

17

b. Analisis Celah Riset atau Research Gap

Research gap merupakan celah-celah atau kesenjangan hasil peneli- tian sehingga dapat dimasuki oleh peneliti selanjutnya. Pada umumnya penelitian-penelitian di bidang sosial terutama di bidang islamic marke- ting berawal dari adanya research gap pada penelitian-penelitian yang menggunakan variabel-variabel konvensional kemudian dimasuki dan ditutup dengan variabel baru dari perspektif Islam. Cara termudah un- tuk mendapatkan research gap adalah dengan membaca dan menelaah hasil-hasil penelitian yang ada. Umumnya sebuah research gap dapat kita temukan pada bagian pembahasan dan future/further research dari sebuah artikel atau laporan riset.

c. Hasil Penelitian yang Kurang Jelas

Menemukan sebuah research gap juga dapat kita temukan dari ha- sil penelitian terdahulu yang kita rasa kurang jelas kesimpulannya, se- hingga masih membingungkan dan ini dapat kita jadikan dasar untuk

melakukan penelitian yang serupa.

3

PERUMUSAN

MASALAH PENELITIAN

A. BAGAIMANA MENGENALI MASALAH PENELITIAN

Masalah merupakan situasi penyimpangan atau gap yang terjadi antara sesuatu yang diluar yang diharapkan atau penyimpangan atau gap yang terjadi antara sesuatu yang diharapkan dan yang menjadi ke- nyataan (Sekaran, 2003).

Misalnya, seorang manajer pemasaran sebuah perusahaan berharap bahwa target penjualan perusahaan meningkat secara progresif dari bu- lan ke bulan, sementara hasilnya target penjualan yang telah ditetapkan perusahaan tidak tercapai dan cenderung terjadi penurunan dari bulan ke bulan. Dalam kasus ini, maka kita dapat mengatakan bahwa perusa- haan tersebut menghadapi suatu masalah, sehingga kita dapat mencari tahu atau menyelidiki (meneliti) apa yang menyebabkan menurunnya tingkat penjualan sehingga target penjualan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tidak tercapai.

Seorang peneliti dalam melakukan penelitian harus berangkat dari adanya masalah. Untuk dapat menggali masalah yang layak untuk dite- liti maka berikut adalah road map yang dapat di lakukan:

METODOLOGI PENELITIAN: Manajemen Pemasaran dan Bisnis Islam BAB 3 PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

20 20

Data lapangan

Research gap

Latar belakang

masalah

Rumusan masalah

Theory gap

Gambar 5. Road Map Masalah Penelitian Islamic marketing

Pada Gambar 5 di jelaskan bahwa sebuah penelitian selalu berang- kat dari latar belakang penelitian. Latar belakang penelitian didasarkan pada data lapangan, research gap, dan theory gap. Selanjutnya kesen- jangan-kesenjangan atau gap-gap yang didapatkan oleh peneliti akan menimbulkan masalah yang menarik perhatian peneliti untuk mene- mukan jawabannya. Masalah yang menarik perhatian peneliti tersebut dapat dijadikan masalah penelitian apabila perumusan masalah dida- sarkan pada teori dan data lapangan.

Contoh: (fenomena bisnis)

Pada suatu perusahaan dijumpai data lapangan terkait meningkatnya jumlah biaya operasional penjualan kredit dari kuartal ke kuartal selama 2 tahun terakhir, tentu berdasarkan data ini pihak manajemen penjualan merasa bahwa telah terjadi masalah pada pembayaran penjualan kredit sehingga menyebabkan biaya operasionalnya mengalami peningkatan dari kuartal ke kuartal selama dua tahun terakhir. Sehingga dengan mudah pe- neliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut:

Terjadinya peningkatan biaya operasional penjualan kredit selama 2 tahun terakhir.

Proses menyatakan masalah dapat dilakukan terhadap semua sumber ma- salah, apakah masalah yang terjadi bersumber dari fenomena lapangan atau dari penelitian terdahulu atau dari teori-teori yang telah dianggap mapan.

METODOLOGI PENELITIAN: Manajemen Pemasaran dan Bisnis Islam BAB 3 PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

21 21

B. RUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Rumusan masalah berbeda dengan rumusan masalah penelitian, karena sebuah masalah dapat diselesaikan atau dijawab dengan ber- bagai pendekatan. Sebagai misal masalah terkait terjadinya pening- katan biaya operasional penjualan kredit dapat dipecahkan atau dise- lesaikan dengan beberapa pendekatan, misalnya (1) masalah tersebut dapat diselesaikan dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pihak manajemen; (2) masalah tersebut juga dapat diselesaikan dengan mengundang konsultan ahli; (3) atau dapat juga diselesaikan dengan mengundang penelitian untuk melakukan penyelidikan atau penelitian melalui sebuah proses penelitian ilmiah. Sehingga rumusan masalah dari contoh di atas jika kita tarik ke dalam rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut ini.

Rumusan masalah

• terjadinya peningkatan biaya opresaional penjualan kredit selama 2 tahun terakhir

Rumusan masalah penelitian

• mengapa terjadi peningkatan biaya operasional penjualan kredit selama 2 tahun terakhir?

• bagaimana cara mengurangi peningkatan biaya operasional penjualan kredit?

• Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap peningkatan biaya operasional penjualan kredit ?

Dapat disimpulkan bahwa ketika terjadi masalah yaitu terjadinya peningkatan biaya operasional penjualan kredit maka peneliti dapat mengembangkan masalah penelitian dalam bentuk pertanyaan 5W 1 H (What, Who, Where, When, Why dan How), yaitu:

1. Kategori produk apa yang mengalami peningkatan biaya operasio- nal penjualan kredit?

2. Siapa yang bertanggung jawab terkait peningkatan biaya operasio- nal penjualan kredit?

3. Didaerah atau cabang mana saja yang mengalami peningkatan pen- jualan kredit?

METODOLOGI PENELITIAN: Manajemen Pemasaran dan Bisnis Islam BAB 3 PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

22 22

IAIN

Masalah Terjadinya peningkatan biaya operasional penjualan kredit selama 2 tahun terakhir

Masalah penelitian Mengapa terjadi peningkatan biaya operasional penjualan kredit?

Bagaimana perusahaan dapat menghindari peningkatan biaya operasional penjualan kredit?

Faktor apa saja memengaruhi kenaikan biaya operasional penjualan kredit?

1. Apakah kemampuan softskill dari tenaga penjualan kredit berpengaruh terhadap tingginya biaya operasional penjualan kredit?

2. Apakah faktor eksternal dan internal dalam hal ini kondisi ekonomi berpengaruh terhadap penjualan kredit ? 4. Bilamana terjadi kenaikan biaya operasional penjualan kredit?

(pertanyaan 1 sampai dengan 4 di atas lebih mudah dijawab oleh data yang didapatkan oleh pihak manajemen sehingga tidak mem- butuhkan penelitian untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanya- an tersebut)

5. Mengapa terjadi peningkatan biaya operasional penjualan kredit?

6. Bagaimana menghindari peningkatan biaya operasional penjualan kredit di masa yang akan datang?

(untuk pertanyaan 5 & 6 merupakan pertanyaan yang membutuh- kan suatu penyelidikan karena untuk menjawab pertanyaan terse- but diperlukan suatu penelitian).

Dari penjelasan di atas maka dapat dikatakan bahwa untuk rumusan masalah penelitian (skripsi, tesis dan disertasi) sebaiknya menggunakan format “apa penyebab-mengapa” sehingga akan mengarahkan peneliti untuk mengungkapkan “know-what” yaitu apa saja faktor-faktor yang menyebabkan atau apa penyebab dari terjadinya peningkatan biaya ope- rasional penjualan kredit.

Berikut adalah proses rancangan masalah penelitian:

Data Data sekunder biaya operasional penjualan kredit

1.

2.

3.

Pertanyaan penelitian

METODOLOGI PENELITIAN: Manajemen Pemasaran dan Bisnis Islam BAB 3 PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

23 23

Hipotesis H1: Semakin tinggi kemampuan negosiasi (softskill) tenaga penjualan kredit semakin memperkecil biaya operasional penjulan kredit

H2: Semakin tinggi kemampuan hardskill tenaga penjualan kredit

H3: Semakin tinggi reward yang diberikan kepada tenaga penjualan kredit akan meningkatkan

Reward kredit Model penelitian

empiris Softskill

Hardskill l

Kesalahan dalam manajemen penjualan

Rumusan masalah penelitian merupakan pertanyaan mengenai apa yang diteliti dan atau dicari jawabannya lebih lanjut melalui serangkai- an kegiatan penelitian. Adapun rumusan pertanyaan penelitian meru- pakan rumusan kalimat pertanyaan-pertanyaan di mana membutuh- kan jawaban yang hanya akan didapatkan melalui serangkaian kegiatan penelitian.

4

TINJAUAN PUSTAKA (LITERATURE OVERVIEW),

LITERATURE REVIEW DAN PENGEMBANGAN

MODEL PENELITIAN

Dalam sebuah penelitian sangat penting bagi peneliti untuk mene- mukan fondasi teoretis sebagai dasar teoretis dalam melakukan analisis hubungan atau pengaruh antarvariabel. Selain menemukan dasar teori yang tepat, tentunya bagi seorang peneliti sangat penting melakukan tinjauan Pustaka atau literatur review dari penelitian-penelitian sebe- lumnya. Tujuan utama peneliti melakukan literature review adalah untuk mendapatkan dukungan empiris dan sekaligus agar peneliti mengeta- hui peta penelitian yang saat ini akan dia lakukan posisi perbedaannya di antara penelitian-penelitian sebelumnya. Dengan kata lain, dengan melakukan literature review maka peneliti seharusnya dapat menentu- kan letak perbedaan dan novelty dari penelitiannya tersebut.

A. PROSES TINJAUAN PUSTAKA ATAU LITERATURE REVIEW

Tinjauan pustaka dan literature review kadang sering digunakan secara rancu dan dianggap sama. Pendapat ini tentulah ada benarnya.

Namun demikian, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan terutama terletak pada kedalaman maknanya. Istilah tinjauan pustaka digunakan

METODOLOGI PENELITIAN: Manajemen Pemasaran dan Bisnis Islam BAB 4 TINJAUAN PUSTAKA (LITERATURE OVERVIEW) ...

26 26

untuk studi pustaka terhadap beberapa hasil penelitian, artikel peneliti- an, buku dan dari hasil studi tersebut kita membuat kesimpulan tanpa kita membuat suatu review atau analisis. Adapun kalau literatur review kita melakukan studi terhadap hasil penelitian terdahulu, artikel-artikel penelitian kemudian kita buat kesimpulan dan kita melakukan review terhadap hasil penelitian-penelitian terdahulu tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa literatur review lebih mendalam dan lebih sulit diban- dingkan tinjauan Pustaka. Biasanya untuk mahasiswa S-1 mengunakan istilah tinjauan Pustaka, sedangkan untuk mahasiswa S-2 dan S-3 meng- gunakan istilah literature review.

B. CARA MELAKUKAN TINJAUAN

Dalam dokumen Sanksi Pelanggaran Hak Cipta (Halaman 38-49)

Dokumen terkait