• Tidak ada hasil yang ditemukan

Twitter sebagai layanan pelanggan

Dalam dokumen 99 LANGKAH SUKSES BERBISNIS E-COMMERCE (Halaman 182-187)

FACEBOOK UNTUK BISNIS

4. Twitter sebagai layanan pelanggan

Ini banyak dilakukan oleh perusahaan yang ingin menampilkan ke publik bagaimana mereka sangat peduli pada pelanggan. Ada akun-akun seperi @FirstMediaCares, @BOLTCare, @BiGTiViCare,

@XLCare, dan banyak lagi, yang memang khusus didedikasikan untuk melayani keluhan atau pertanyaan pelanggan. Kelebihannya, saat mereka bagus dalam melayani pelanggan di Twiter,

maka akan nampak jelas bisa terbaca oleh audiens. Mereka akan mendapat pujian, reputasi pun membaik. Sebaliknya, jika layanan kurang berkenan, maka dapat terpublikasi pula dengan mudah di Twiter, dan reputasi dipertaruhkan. Siap dengan konsekuensi ini?

Kisah Inspiratif

Bagaimana @WholeFoods Merebut 4,8 Juta Follower ?

Hadir di Tw itter sejak Juni 2008, bisnis retail makanan organik ini agaknya sudah yakin sejak aw al bahw a microblog itu dapat membantu bisnisnya. Dari laman Tw itter @WholeF oods tergambar jelas bagaimana perusahaan asal Austin, T exas, itu mampu menghadirkan brand sebagai penyedia makanan sehat dan segar. Banyak foto dan video seputar produk-produk mereka, semua dikesankan sangat segar, sehat, dan lezat. Membuat audiens dengan mudah tergiur, tanpa harus membaca banyak pesan-pesan menggurui. L ebih dari itu, @ WholeF oods juga menyajikan resep-resep bagaimana mengolah bahan pangan organik dengan baik dan lezat. Ada yang diambil dari w eb official mereka, ada pula yang me- retw eet dari akun Tw itter lain.

Dari interaksi yang menarik di linimasa Tw itter-nya, @WholeF oods

memang tidak berjualan secara langsung di sana. Mereka tak perlu

menyebutkan harga, spesifikasi produk, memberi penaw aran. Sebab

mereka memang tidak berjualan di Tw itter, kendati di w ebnya ada

layanan untuk pembelian online . Tw itter dijadikan sarana untuk

memuaskan pelanggan, melayani mereka dengan segala informasi

seputar bahan organik yang sehat, lezat, segar, lengkap dengan cara

penyajiannya. Namun secara tidak langsung, semua informasi itu menstimulasi audiens untuk segera berbelanja ke gerai mereka, atau mengeklik tombol belanja

online di w ebnya. Dengan 4,8 juta

follow er ,

@WhooleF oods dapat dikatakan sangat sukses merebut komunitasnya di media sosial.

Kiat yang dipakai @WholeF

oods dapat kita lakukan juga. A pabila kamu menjual produk suplemen, sebaiknya posting lah informasi seputar advis kesehatan, atau berikan tautan ke konten yang berguna bagi audiens. Sementara, jika kamu menjual produk pakaian, bisa menghadirkan informasi bermanfaat seputar tren

fashion terkini atau tips memadukan pakaian. Kita tidak harus selalu mencekoki audiens dengan info produk terus-menerus, terlebih memaksa mereka membelinya. Berikan mereka konten-konten menarik dan bermanfaat yang secara tak langsung membuat mereka untuk mengeklik online shop kita. A pakah mereka akan membeli atau tidak, itu keputusan mereka.

Pembelanja di Tw itter habiskan

lebih banyak uang daripada pembelanja

di Google.

85% follower

lebih terhubung dengan bidang bisnis tertentu

yang di folllow.

72% user membeli

sesuatu dari akun yang mereka follow .

86% follower

mengeklik w eb bisnis

yang direkomendasikan.

Sebuah foto bisa menceritakan banyak hal, jauh lebih banyak dari kata-kata. Maka lahirlah Instagram, media sosial yang berbasis foto dan video. Bagi mereka yang lebih suka menyampaikan pesan melalui foto atau video, Instagram menjadi media paling pas. Ada lebih dari 40 miliar foto beredar di linimasa Instagram, dan 400 juta pengguna akif bulanan. Mereka menghasilkan dan berbagi 80 juta foto seiap hari. Bukan sekadar berbagi, mereka juga membentuk komunitas di seantero dunia.

Foto-foto yang dibagi di Instagram sudah pasi merupakan produk, mewakili brand-brand tertentu. Makin unik dan menarik fotonya, makin disuka, makin luas penyebarannya. Inilah kenapa dunia bisnis menganggap Instagram sebagai media markeing yang signiikan.

Posing-an di Instagram menghasilkan rata-rata keterlibatan sebesar 4,21% per follower. Ini 58 kali lebih besar dari Facebook, dan 120 kali dari Twiter.

Keberhasilan membangun brand di Instagram memerlukan lebih dari sekadar mempublikasikan foto menarik. Ada strategi penuh perhitungan, idenitas brand yang kuat dalam kreaivitas visual.

Ditambah lagi dengan manajemen komunitas yang efekif. Kalau kamu ingin mengeksplorasi potensi Instagram untuk bisnismu, idak pernah ada ruginya. Pikirkan selalu kekuatan media visual untuk menyampaikan cerita menarik seputar brand produkmu.

Marketing di Instagram, Mengapa Tidak?

BAB 40

99 Langkah Sukses Berbisnis E-Commerce

Siapa di Instagram?

Untuk memutuskan apakah kamu akan memakai Instagram sebagai strategi markeing, kenali dulu siapa saja yang ada di sana.

Pasinya harus sesuai dengan segmen pasar yang menjadi target bisnismu. Pengguna Instagram saat ini didominasi kisaran usia 18-34 tahun. Sebuah studi oleh BI Intelligence menyebutkan, aplikasi ini disukai oleh warga kota besar dan wanita usia muda.

Mayoritas pengguna Instagram berpenghasilan relaif inggi, dengan taraf pendidikan sarjana dan masih mahasiswa.

Sproutsocial.com menyebut 28% user Instagram warga kota besar, 26% warga pinggir kota, dan 19% warga kota kecil atau pedesaan.

Jika proil demograi itu sesuai dengan produkmu, maka

Instagram bisa jadi alat ampun untuk markeing. Bahkan kendai proil itu tak sesuai, tetap jangan lewatkan kesempatan untuk memanfaatkannya. Sebab makin lama makin banyak pengguna di atas usia 35 tahun, seiring dengan berjalannya waktu. Fenomena ini sama dengan yang berlaku di Facebook dan Twiter. Kian lama, pengguna usia dewasa terus bertambah. Masih ingat bagaimana dulu Facebook dianggap sebagai media sosial khusus mahasiswa?

Kini para mahasiswa itu sudah menjadi para eksekuif di perusahaan, pebisnis, bahkan pengusaha besar, ibu rumah tangga, orang tua, dan seterusnya.

Strategi Konten yang Jitu

Sama seperi blog, Facebook, atau Twiter, konten adalah raja di Instagram. Bedanya, konten visual menjadi yang paling utama Kata-kata berperan sebagai capion alias deskripsi visual,

ditunjang dengan tagar alias hashtag yang relevan. Bisnis B2C memakai. Instagram untuk membuat produknya menjadi bintang di antara produk-produk lain yang sejenis. Sementara pebisnis B2B memanfaatkan Instagram untuk menonjolkan kultur perusahaan dan rekrutmen im.

Dalam dokumen 99 LANGKAH SUKSES BERBISNIS E-COMMERCE (Halaman 182-187)

Dokumen terkait