• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Uji Regresi Logistik

4. Uji Signifikansi

a. Uji Signifikansi Simultan (Overall Test)

Uji signifikansi simultan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel dependen terhadap varibel independen secara bersama-sama.

Hasil uji signifikansi simultan yaitu:

Tabel 5. 5 Hasil Uji Simultan Omnibus Test of Model Coefficients

Chi-square df Sig.

Step

1 Step 26,930 7 0,000

Block 26,930 7 0,000

Model 26,930 7 0,000

Sumber: data diolah, 2023

Tabel 5.5 menunjukkan bahwa nilai chi square sebesar 26,930 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Artinya bahwa variabel usia, pendidikan, pendapatan, asal pengunjung, sikap ekowisata, frekuensi kunjungan dan tingkat kepuasan bersama-sama mempengaruhi variabel dependen.

b. Uji Signifikansi Parsial (Partial Test)

Uji signifikansi parsial dalam regresi logistik bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen. Kriteria lolos uji signifikansi yaitu jika nilai signifikansi < 0,05 maka pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen signifikan, jika nilai signifikansi > 0,05 maka pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen tidak signifikan. Hasil uji signifikansi dalam penelitian ini sebagai berikut:

Tabel 5. 6 Hasil Signifikansi dan Koefisien Regresi

Variabel B Sig. Exp(B)

Usia -0,133 0,047 0,875

Pendidikan 0,988 0,038 2,687

Pendapatan -0,989 0,129 0,372

Asal_pengunjung -0,069 0,090 0,934 Sikap_ekowisata 0,322 0,781 1,379 Frekuensi_kunjungan -0,832 0,020 0,435 Tingkat_kepuasan 2,621 0,020 13,751

Constant 4,224 0,419 50,817

Sumber: data diolah, 2023

Tabel 5.6 menunjukkan hasil uji signifikansi, adapun variabel yang berpengaruh terhadap willingness to pay pelestarian lingkungan kampung Cibeo yaitu usia, pendidikan, asal pengunjung, frekuensi kunjungan dan tingkat kepuasan. Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap willingness to pay pelestarian lingkungan kampung Cibeo yaitu pendapatan dan sikap ekowisata.

1) Variabel usia

Signifikansi variabel usia yaitu 0,047 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar -0,133. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel usia berpengaruh negatif terhadap willingness to pay. Nilai exp (B) sebesar 0,875. Sehingga variabel usia berpengaruh negatif dan signifikan

terhadap willingness to pay, artinya responden yang berusia lebih tua akan memiliki kesediaan membayar lebih kecil 0,875 kali dibandingkan responden yang berusia lebih muda.

2) Variabel Pendidikan

Signifikansi variabel pendidikan yaitu 0,038 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0988. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel pendidikan berpengaruh positif terhadap Willingness to Pay. Nilai exp (B) sebesar 2,687. Sehingga variabel pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay, yang berarti ketika pendidikan responden semakin tinggi maka kesediaan responden membayar sebesar 2,687 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang berpendidikan lebih rendah.

3) Variabel pendapatan

Signifikansi variabel pendapatan yaitu 0,129 < ,05 dan nilai koefisien sebesar -0,989 serta nilai exp (B) sebesar 0,372. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel pendapatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay.

4) Variabel asal pengunjung

Signifikansi variabel asal pengunjung yaitu 0,090 > 0,05 dan nilai koefisien sebesar -0,084 serta nilai exp (B) sebesar 0,920. Hal tersebut variabel asal pengunjung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay.

5) Variabel sikap ekowisata

Signifikansi variabel sikap ekowisata yaitu 0,781 > 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,322 serta nilai exp (B) sebesar 1,379. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel sikap ekowisata berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay.

6) Variabel frekuensi kunjungan

Signifikansi variabel frekuensi kunjungan yaitu 0,020 > 0,05 dan nilai koefisien sebesar -0,832. Nilai exp (B) sebesar 0,435. Sehingga variabel frekuensi kunjungan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap willingness to pay, artinya responden yang memiliki frekuensi lebih tinggi akan memiliki kesediaan membayar lebih kecil 0,435 kali dibandingkan responden yang memiliki frekuensi lebih rendah.

7) Variabel tingkat kepuasan

Signifikansi variabel tingkat kepuasan yaitu 0,020 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 2,621. Nilai exp (B) sebesar 13,751. Sehingga variabel tingkat kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay, yang artinya semakin tinggi tingkat kepuasan maka kesediaan membayar 13,751 kali lebih tinggi.

c. Pembahasan

1. Pengaruh usia terhadap Willingness to Pay

Berdasarkan hasil pengolahan regresi logistik, variabel usia berepngaruh negatif dan signifikan terhadap willingness to pay

wisatawan dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diswandi et al (2018), Acevedoa et al (2018), Adamu et al (2018), zhang dan li (2020), Sardana (2019), Borzykowski et al (2017), Ntanos et al (2018) yang menyatakan bahwa usia berpengaruh negatif terhadap willingness to pay. Hal ini menunjukan seiring dengan bertambahnya usia, maka tingkat kedewasaan dan kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan juga meningkat. Pengunjung tidak hanya menikmati wisata alam yang ada saat ini tetapi juga memikirkan pelestarian lingkungan wisata kampung Cibeo untuk kedepannya. Dengan demikian menjadikan usia berpengaruh terhadap willingness to pay wisata kampung Cibeo.

2. Pengaruh pendidikan terhadap Willingness to Pay

Berdasarkan hasil pengolahan regresi logistik, variabel pendidikan berepngaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay wisatawan dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Diswandi et al (2018), Acevedo et al (2018), Zhang dan Li 2020, Araújo, et al (2022), Sardana (2019), Adamu, et al (2018), Ntanos et al (2018), Saptutyningsih dan Selviana (2017) yang menyatakan bahwa Pendidikan berpengaruh positif terhadap

willingness to pay. Hal ini menunjukan ketika seseorang memiliki wawasan yang lebih luas maka tingkat kesadaran akan pentingnya pelestarian kualitas lingkungan agar semakin baik. Tingkat pendidikan yang tinggi akan menciptakan suatu pemikiran yang lebih maju akan kelestarian lingkungan dengan mengetahui dampak- dampak yang akan diperoleh jika merusak lingkungan, sehingga akan menghasilkan perubahan lingkungan yang lebih baik.

3. Pengaruh pendapatan terhadap willingness to pay

Berdasarakan hasil pengolahan data variabel pendapatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay wisatawan dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Diswandi et al (2018), Acevedo et al (2018), Zhang dan Li 2020, Araújo, et al (2022), Sardana (2019), Adamu, et al (2018), Ntanos et al (2018), Saptutyningsih dan Selviana (2017) yang menyatakan bahwa pendapatan tidak berpengaruh terhadap willingness to pay. Artinya, dalam penelitian ini tingkat pendapatan pengunjung tidak dapat mempengaruhi kesediaan membayar willingness to pay pelestarian lingkungan kampung Cibeo. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan seseorang tidak berperan penting dalam kesediaan seseorang untuk membayar willingness to pay.

Besar atau kecilnya pendapatan seseorang maka tidak mempengaruhi kesediaan membayar lebih untuk pelestarian

lingkungan kampung Cibeo. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasiani, Mulyani & Yuniarti (2013) yang dimana variabel pendapatan tidak berpengaruh terhadap kesediaan membayar willingness to pay dalam upaya pengelolaan objek wisata Taman Alun Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat.

4. Pengaruh asal pengunjung terhadap willingness to pay

Berdasarakan hasil pengolahan data variabel asal pengunjung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay wisatawan dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hasil penelitian ini tidak selajan dengan penelitian yang dilakukan oleh Acevedo et al (2018) yang menyatakan bahwa asal pengunjung atau jarak berpengaruh negatif terhadap willingness to pay. Artinya, dalam penelitian ini jika asal pengunjung atau jarak jauh atau dekat tidak mempengaruhi kesediaan membayar willingness to pay pelestarian lingkungan kampung Cibeo.

Sedangkan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Sari (2017) yang dimana variabel asal pengunjung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi willingness to pay pengunjung objek wisata Umbul Ponggok.

5. Pengaruh sikap ekowisata terhadap willingness to pay

Berdasarakan hasil pengolahan data variabel sikap ekowisata berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay

wisatawan dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Araújo et al (2022), Lu et al (2014) yang menyatakan bahwa sikap ekowisata berpengaruh terhadap willingness to pay. Artinya, dalam penelitian ini sikap ekowisata pengunjung tidak mempengaruhi kesediaan membayar willingness to pay pelestarian lingkungan kampung Cibeo. Sikap ekowisata kegiatan pariwisata yang dilakukan oleh pengunjung untuk menjaga kelestarian alam, sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa pengunjung wisata kampung Cibeo belum sepenuhnya memiliki sikap ekowisata atau sikap ekowisata pengunjung masih rendah. Pengunjung kurang memperhatikan aspek alam untuk jangka Panjang. Sehingga dalam penelitian ini sikap ekowisata tidak berpengaruh terhadap willingness to pay.

6. frekuensi kunjungan terhadap willingness to pay

Berdasarakan hasil pengolahan data variabel frekuensi kunjungan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap willingness to pay wisatawan dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diswandi et al (2018), Borzykowski et al (2017), Saptutyningsih (2013) yang menunjukan bahwa frekuensi kunjunga berpengaruh positif terhadap willingness to pay. Hasil

koefisien frekuensi kunjungan menunjukan nilai negatif, hal ini menunjukan semakin sering seseorang berkunjung ke objek wisata tersebut maka akan menimbulkan rasa bosan dan mempengaruhi kesediaan membayar willingness to pay semakin rendah. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Pantari dan Saptutyiningsih (2016) yang dimana variabel frekuensi kunjungan berpengaruh signifikas dan berpengaruh negatif terhadap besarnya willingness to pay perbaikan kualitas lingkungan di Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta.

7. Pengaruh tingkat kepuasan terhadap willingness to pay

Berdasarakan hasil pengolahan data variabel tingkat kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay wisatawan dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Zhang dan Li (2020) yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan berpengaruh positif terhadap willingness to pay. Artinya, dalam penelitian ini tingkat kepuasan pengunjung mempengaruhi kesediaan membayar willingness to pay pelestarian lingkungan kampung Cibeo. Tingkat kepuasan merupakan tingkatan dimana seseorang merasa puas atau senang karena ekspektasi sesuai dengan realita yang dirasakan. Dengan demikian, apa yang dibayangkan oleh pengunjung terealisasi saat berwisata di kampung Cibeo sehingga pengunjung merasa puas. Semakin tinggi kepuasan

pengunjung maka semakin bersedia membayar willingness to pay dalam upaya pelestarian lingkungan wisata kampung Cibeo.

A. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di wisata kampung Cibeo mengenai Willingness to Pay (WTP) untuk pelestarian lingkungan kampung Cibeo dengan sampel penelitian sebanyak 323 responden, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Nilai Willingness to Pay pelestarian lingkungan wisata kampung Cibeo sebesar Rp8.000,00. Terdapat 317 responden yang bersedia membayar willingness to pay dan 6 responden yang tidak bersedia membayar willingness to pay.

2. Variabel usia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap willingness to pay, artinya semakin muda usia pengunjung maka akan semakin bersedia bersedia membayar willingness to pay pelestarian wisata kampung Cibeo.

3. Variabel pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay, artinya semakin tinggi pendidikan responden maka akan mempengaruhi kesediaan membayar willingness to pay pelestarian wisata kampung Cibeo.

4. Variabel pendapatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay, artinya besar atau kecilnya pendapatan seseorang maka tidak mempengaruhi kesediaan membayar lebih untuk pelestarian lingkungan kampung Cibeo.

67

5. Variabel asal pengunjung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay, artinya jauh atau dekatnya jarak pengunjung ke tempat wisata tidak mempengaruhi kesediaan pengunjung untuk membayar willingness to pay.

6. Variabel sikap ekowisata berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap willingness to pay, artinya pengunjung wisata kampung Cibeo belum sepenuhnya memiliki sikap ekowisata. Pengunjung kurang memperhatikan aspek alam untuk jangka Panjang. Sehingga dalam penelitian ini sikap ekowisata tidak berpengaruh terhadap willingness to pay.

7. Variabel frekuensi kunjungan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap willingness to pay, Artinya, semakin tinggi frekuensi kunjungan mempengaruhi kesediaan membayar willingness to Pay pelestarian lingkungan kampung Cibeo.

8. Variabel tingkat kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay, artinya semakin tinggi kepuasan yang dirasakan pengunjung maka akan meningkatkan kesediaan untuk membayar willingness to pay.

B. Keterbatasan

1. Penelitian ini dilakukan di wisata kampung Cibeo, untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan penelitian di tempat lain untuk menjadi perbandingan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya sehingga penelitian selanjutnya akan menjaadi lebih baik.

2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah atau mengganti variabel penelitian, agar dapat lebih spesifik dalam menganalisis objek penelitian.

3. Metode dalam penelitian ini yaitu CVM yang memiliki kelemahan akan adanya bias yang disebabkan oleh kesalahan strategi rancangan penelitian.

C. Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa saran untuk untuk pengelola tempat wisata maupun untuk penelitian selanjutnya, yaitu:

1. Variabel usia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap willingness to pay dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo.

Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pengelola untuk menambah sarana dan prasarana untuk menarik minat wisatawan yang berusia lebih muda, sehingga mereka merasa nyaman saat berkunjung.

2. Variabel pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hal ini dapat digunakan oleh pengelola untuk meningkatkan fasilitas yang ditawarkan kepada pengunjung dengan tujuan pendidikan. Misalnya, mereka dapat membuat tempat khusus untuk belajar tentang berbagai jenis tumbuhan sehingga pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan tetapi juga memperoleh pengetahuan yang membuat mereka ingin kembali ke objek wisata Kampung Cibeo.

3. Variabel frekuensi kunjungan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap willingness to pay dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hal ini dapat dijadikan masukan bagi pengelola untuk menata kembali seperti jalan ataupun spot foto dengan tujuan wisatawan yang datang ke objek wisata kampung Cibeo tidak merasa bosan dan ingin datang kembali.

4. Variabel tingkat kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay dalam upaya pelestarian lingkungan di ekowisata Kampung Cibeo. Hal ini dapat dijadikan masukan bagi pengelola untuk mempercantik lingkungan objek wisata agar pengunjung yang puas dengan pengalamannya tertarik dan ingin kembali lagi ke desa Cibeo.

Amrina, D. H., Melinia, M., Septiana, R., Alawiyah, T., & Zainal, R. (2020).

Implikasi Pariwisata Pantai Syariah Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dan Kelestarian Lingkungan (Studi Empiris: Pantai Embe Merak Belantung Kalianda Lampung Selatan). Salam (Islamic Economics Journal), 1(2).

Bahtera, M., & Herizal, H. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan. Jurnal Sains Riset, 12(3), 627-631.

Darmawan, D., & Fadjarajani, S. (2016). Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Pelestarian Lingkungan Dengan Perilaku Wisatawan Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan (Studi Di Kawasan Objek Wisata Alam Gunung Galunggung Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya). Jurnal Geografi, 4(1).

De Araújo, A. F., et al. (2022). Willingness To Pay For Sustainable Destinations:

A Structural Approach. Sustainability (Switzerland), 14(5).

Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Wisata Budaya Suku Baduy https://dispar.bantenprov.go.id/destinasi/topic/125. Diakses 13 Desember 2022.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Wisata Suku Baduy, Bersinergi dengan Alam Menjaga Aturan Adat. https://dispar.bantenprov.go.id/Berita/topic/345. Diakses 27 Desember 2022.

Diswandi, D., Huzaini, M., & Sujadi, S. (2018). Willingness To Pay Of Tourists For Ecosystem Service In Gili Matra Lombok. Proceeding Strengthening Regional And Local Economy.

Enriquez-Acevedo, T., et al. (2018). Willingness to pay for Beach Ecosystem Services: The case study of three Colombian beaches. Ocean and Coastal Management, 161, 96–104.

Erfrissadona, Y., Sulistyowati, L., & Setiawan, I. (2020). Valuasi Ekonomi Lingkungan Akibat Alih Fungsi Lahan Pertanian (Suatu Kasus Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat). Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-Sep), 13(1), 1-15.

Fauzi, A. (2021). Valuasi Ekonomi dan Penilaian Kerusakan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan. PT Penerbit IPB Press.

Fitri, D. R. K. (2018). Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Proceeding Iain Batusangkar, 1(1), 125-134.

71

Ghozali, Imam (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang

Hair, J.F., et al. (2010). Multivariate Data Analysis. 7th Edition. New York:

Prentice Hall international.

Hardini, W., & Harnanti, T. R. S. (2022). Membangun Natuna Sebagai Destinasi Ekowisata Developing Natuna As Ecotourism Destination. Jurnal Mekar, 1(2), 69-74.

Hasiani, F., Mulyani, E., & Yuniarti, E. (2013). Analisis Kesediaan Membayar Wtp (Willingness To Pay) Dalam Upaya Pengelolaan Obyek Wisata Taman Alun Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat.

Hasibuan, B. (2014). Valuasi Ekonomi Lingkungan Nilai Gunaan Langsung dan Tidak Langsung Komoditas Ekonomi. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 3(2).

Hendayana, R. (2012). Penerapan Metode Regresi Logistik Dalam Menganalisis Adopsi Teknologi Pertanian. Informatika Pertanian, 1-9.

Hermawan, E. (2015). Fenomena Urban Heat Island (UHI) Pada Beberapa Kota Besar Di Indonesia Sebagai Salah Satu Dampak Perubahan Lingkungan Global. Jurnal Citra Widya Edukasi, 7(1), 33-45.

Idris, A. (2016). Ekonomi Publik. Yogyakarta: Deepublish.

Jazila, U., & Azis, D. (2019). Upaya Pelestarian Objek Wisata Bendungan Pinto Sa Kecamatan Tiro/Truseb Kabupaten Pidie. Jurnal Pendidikan Geosfer, 4(1).

Kapang, S., Rorong, I. P., & Maramis, M. T. B. (2019). Analisis Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Manado. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 19(04).

Kementerian Lingkungan Hidup. 2012. Panduan Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan. Https://Www.Slideshare.Net/Yunzz/Ekoling3- Valuasi-Ekonomi-Sdaklh Diakses Tanggal 13 Desember 2022

Linnes, C., et al. (2022). The Local Food Supply, Willingness To Pay and the Sustainability of an Island Destination. Journal of Hospitality and Tourism Insights.

Lissner, I., & Mayer, M. (2020). Tourists’ Willingness To Pay for Blue Flag’s New Ecolabel For Sustainable Boating: The Case of Whale-Watching in Iceland. Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism, 20(4), 352–375.

Mahdayeni, M., Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia Dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan). Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 154-165.

Medida, V. A., & Purnomo, A. (2021). Willingness To Pay Pengunjung Wisatawan Andeman Boonpring Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 5(2), 226-235.

Nofrizal, G. A., Umiyati, E., & Nurhayani, N. (2021). Analisis Nilai Ekonomi Objek Wisata Depati Vii Coffee & Resort Kota Sungai Penuh Menggunakan Metode Biaya Perjalanan. E-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 10(2), 93-106.

Ntanos, S., et al. (2018). Public perceptions and willingness to pay for renewable energy: A case study from Greece. Sustainability (Switzerland), 10(3).

Pahlevi (2022). “Jumlah Wisata Suku Baduy (2017-2022)”

Https://Databoks.Katadata.Co.Id/Datapublish/2022/05/19/Menolak-Jadi- Objek-Wisata-Berapa-Banyak-Turis-Ke-Baduy-Tiap-Tahun. 13 Desember 2022.

Pantari, D. E. 2016. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Willingness To Pay Untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta”. Skripsi: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta.

Prasetyo, N. J., & Saptutyningsih, E. (2013). Bagaimana Kesediaan Untuk Membayar Peningkatan Kualitas Lingkungan Desa Wisata?. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 14(2), 127-136.

Prasetyo, N. J., & Saptutyningsih, E. (2013). Bagaimana Kesediaan Untuk Membayar Peningkatan Kualitas Lingkungan Desa Wisata?. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 14(2), 127-136.

Priastomo, Y., Sitorus, E., Widodo, D., Marzuki, I., Ghazali, M., Onasis, A., ... &

Mastutie, F. (2021). Ekologi Lingkungan. Yayasan Kita Menulis.

Purwadi, M. A., & Maury, H. K. (2019). Valuasi Ekonomi Kawasan Birdwatching Repang Muaif. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat E- Issn, 2621, 6817.

Putra, M. B. (2021). Penyediaan Barang Publik oleh Pemerintah. Kiprah Kader KAHMI di Medan Perjuangan: Setangkai Bunga Rampai, 41.

Qowi, A., & Arianti, F. (2021). Analisis Willingness To Pay Pengunjung dan Peningkatan Sarana Prasarana Objek Wisata Grand Maerokoco Di Kota Semarang. Diponegoro Journal Of Economics, 9(3), 155-166.

Raharjanti, R., & Widiarti, T. (N.D.). Model Logit Kumulatif Untuk Repson Ordinal. Semarang: Jurusan Matematika Fmipa Universitas Diponegoro.

Rokhman, M. (N.D.). Perbandingan Antara Model Logit dan Probit Sebagai Regresi Untuk Peubah Respon Kategori. Oseatele Ups Tegal

Rosminiati, R., Syahnur, S., & Hamzah, A. (2019). Faktor-Faktor Permintaan dan Kesediaan Membayar Wisatawan Terhadap Objek Wisata Berdasarkan Travel Cost Method. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik Indonesia, 6(1), 50-67.

Rusdina, A. (2015). Membumikan Etika Lingkungan Bagi Upaya Membudayakan Pengelolaan Lingkungan Yang Bertanggung Jawab. Jurnal Istek, 9(2).

Sa'ban, L. A., Sadat, A., & Nazar, A. (2021). Jurnal PKM Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Dalam Perbaikan Sanitasi Lingkungan. Dinamisia:

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1).

Saptutyningsih, E. &. P. N., (2013). Bagaimana Kesediaan Untuk Membayar Peningkatan Kualitas Lingkungan Desa Wisata?. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, pp. Vol. 14, No 2, 127-136

Saptutynungsih, E. S., (2017). Valuing Ecotourism of a Recrreational Site in Ciamis District of West Java, Indonesia. JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan, Volume 10(1), pp. 172-188.

Sardana, K. (2019). Tourists’ Willingness to Pay for Restoration of Traditional Agro-forest Ecosystems Providing Biodiversity: Evidence from India.

Ecological Economics, 159, 362–372.

Sari, K. L., 2017. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Willingness To Pay Pengunjung Objek Wisata Umbul Ponggok. Yogyakarta: Skripsi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. (2017) Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suryani, A. S. (2017). Persepsi Masyarakat dan Analisis Willingness To Pay Terhadap Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Studi Di Jakarta dan Bandung. Kajian, 21(4), 359-376.

Suryani, A. S. (2017). Persepsi Masyarakat dan Analisis Willingness To Pay Terhadap Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Studi Di Jakarta dan Bandung. Kajian, 21(4), 359-376.

Tarsan, V., Ental, Y. S., Egal, D. T., Jelita, F., Saman, H., Risda, H. S., ... &

Armelia, C. V. (2021). Revitalisasi Kesadaran Ekologis Orang Muda Katolik Melalui Kegiatan Konservasi Taman Wisata Alam Pongkor Ngguling dan Liang Nggama. Randang Tana-Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 34-49.

Uar, A., & Madubun, H. (2021). Strategi Pengembangan Sektor-Sektor Unggulan Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah Kabupaten Maluku Tenggara. Hipotesa-Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 15(1), 34-49.

Vassanadumrongdee, S., & Kittipongvises, S. (2018). Factors influencing source separation intention and willingness to pay for improving waste management in Bangkok, Thailand. Sustainable Environment Research, 28(2), 90–99.

Zhang, Y., & Li, Y. (2020). Willingness to pay for tourism ecological compensation and its influencing factors - - Taking the best spring in the world in Ji’nan as an example. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 615(1).

LEMBAR KESEDIAAN Dengan menandatangani lembar ini, saya :

Nama :

Jenis Kelamin :

Usia :

Alamat :

Memberikan persetujuan untuk menjadi responden dalam penelitian yang di lakukan oleh saudara Muhamad Ridho Maulana mahasiswa program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dengan penelitian yang berjudul “Analisis Willingness To Pay Wisatawan dalam Upaya Pelestarian Lingkungan di Ekowisata Kampung Cibeo”.

Saya telah diberi penjelasan bahwa data/informasi/jawaban kuisioner ini hanya untuk keperluan penelitian dan saya secara sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.

76

Dokumen terkait