BAB II LANDASAN TEORI
2.1.7 Umur Perusahaan
Umur perusahaan merupakan hal yang dipertimbangkan investor dalam menanamkan modalnya.Semakin lama umur perusahaan, maka semakin banyak informasi yang telah diperoleh masyarakat tentang perusahaan tersebut. Investor secara khusus akan lebih percaya terhadap perusahaan yang sudah terkenal dan lama berdiri dibandingkan dengan perusahaan yang relatif baru. Umur perusahaan dapat diketahui dari tahun berdirinya perusahaan sampai tahun perusahaan tersebut melakukan penawaran saham perdana di bursa saham.
2.1.8Return On Equity (ROE)
ROE yang merupakan salah satu rasio profitabilitas merupakan salah satu informasi penting yang digunakan oleh investor dalam menilai kinerja perusahaan.ROE mengukur besarnya tingkat pengembalian modal dari perusahaan.
ROE dapat digunakan sebagai ekspektasi investor pada dana yang ditanamkan pada perusahaan yang IPO. Rasio pengembalian modal merupakan informasi yang dipertimbangkan oleh para investor sehingga diperkirakan akan berpengaruh terhadap tingkat underpricing.
2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu
Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli mengenai fenomena underpricing yang terjadi pada saat penawaran saham perdana, namun penelitian tersebut menunjukkan ketidak konsistenan atau hasil yang berbeda-beda
Chastina Yolana dan Dwi Martani (2005) melakukan penelitian di Bursa Efek Jakarta untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi fenomena underpricing pada penawaran saham perdana dengan mengambil data tahun 1994- 2001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skala perusahaan, rata-rata kurs, ROE, dan jenis industi berpengaruh terhadap tingkat underpricing penawaran saham perdana.
Rika Widiyanti (2006) yang mengambil data tahun 2001-2004 mengemukakan bahwa nilai penawaran saham, deviasi standar, serta umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap net initial return.Namun ia berhasil membuktikan bahwa presentase penawaran saham dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap net initial return.
Penelitian Dyah Rachmawati (2007) dengan judul “Analisa Pengaruh Faktor- Faktor Fundamental Terhadap Tingkat Underpricing Pada Penawaran Umum Perdana di BEJ”, menunjukkan bahwa reputasi underwriter dan nilai penawaran saham berpengaruh signifikan terhadap underpricing. Namun penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya pengaruh umur perusahaan, ukuran perusahaan, financial leverage serta fractional holding terhadap underpricing.
Gerianta (2002) menggunakan data tahun 1990-2001 dalam penelitiannya, yang menunjukkan bahwa umur, persentase saham yang ditawarkan, financial
leverage, solvability ratio, ukuran perusahaan, dan kepemilikan pemerintah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap underpricing, sedangkan variabel reputasi underwriter dan profitability ratio (ROA) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing.
Penelitian yang dilakukan oleh Syarifah Aini (2009) dengan judul “Pengaruh Variabel Keuangan Dan Non KeuanganTerhadap Underpricing Pada Perusahaan Yang Melakukan InitialPublic Offering (IPO) Di Bursa Efek Indonesia”, menunjukan bahwa variabel keuangan yang terdiri dari ROA dan financial leverage berpengaruh terhadap underpricing, sedangkan variabel size perusahaan tidak menunjukan pengaruh yang signifikan. Pada variabel non keuangan yang diuji hanya umur perusahaan yang tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap underpricing, namun harga saham perdana, reputasi underwriter, persentase saham yang ditawarkan ke publik, dan waktu IPO berpengaruh signifikan terhadap underpricing.
Sri Retno (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor YangMempengaruhi Underpricing PadaPenawaran Umum Perdana” (Studi Kasus Pada Perusahaan Keuangan Yang Go Public Di Bursa Efek Jakarta Tahun 2000- 2006) menguji pengaruh variabel DER, ROA, EPS, umur perusahaan, ukuran perusahaan dan persentase saham yang ditawarkan ke publik terhadap tingkat underpricing. Ia berhasil membuktikan bahwa ukuran perusahaan dan persentase saham yang ditawarkan ke publik mempengaruhi tingkat underpricing. Sedangkan variabel DER, ROA, EPS dan umur perusahaan tidak terbukti signifikan mempengaruhi underpricing.
2.3 Kerangka Pemikiran
Dalam penelitian ini, penulis mengambil suatu kerangka pemikiran sebagai berikut : dimana variabel dependen adalah underpricing sedangkan variabel independen yang digunakan meliputi size perusahaan,financial leverage, umur serta ROE.
1. Size Perusahaan dan Tingkat Underpricing
Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka tingkat ketidakpastian perusahaan dimasa yang akan datang akan semakin kecil. Perusahaan yang besar umumnya lebih dikenal masyarakat, sehingga informasi mengenai prospek perusahaan besar lebih mudah diperoleh investor dari pada perusahaan kecil.Dengan rendahnya tingkat ketidakpastian perusahaan berskala besar makaakan menurunkan tingkat underpricing dan kemungkinan initial return yang akanditerima investor akan semakin rendah( Kim, Krinsky dan Lee,1995 dalam Sri Retno 2008).
2. Financial Leverage dan Tingkat Underpricing
Financial leverage menunjukkan proporsi atas penggunaan hutang untuk membiayai investasi perusahaan (Sartono, 1996 dalam Dyah, 2007). Perusahaan yang memiliki financial leverage tinggi cenderung menggunakan dana hasil IPO- nya untuk membayar hutangnya daripada untuk kegiatan investasi guna melakukan ekspansi baru yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.
Dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi akan menyebabkan underpricing yang tinggi (Dyah, 2007).
3. Umur Perusahaan dan Tingkat Underpricing
Umur perusahaan dianggap mencerminkan kemampuan perusahaan dan pengalaman perusahaan dalam menjalankan usahanya.Perusahaan yang beroperasi lebih lama menyediakan informasi perusahaan yang lebih banyak dan luas dari pada yang baru saja berdiri (Nurhidayati dan Indriantoro, 1998 dalam Sri Retno, 2008). Dengan demikian akan mengurangi adanya informasi asimetri dan memperkecil ketidakpastian pasar yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat underpricing saham.Menurut Carter et al1998, dalam Murdiyani, 2009, semakin muda umur perusahaan, maka semakin tinggi tingkatunderpricing dari perusahaan tersebut.
4. ROE dengan tingkat Underpricing
ROE sebagai salah satu rasio profitabilitas mampu memberikan informasi kepada calon investor mengenai tingkat pengembalian modal dari perusahaan yang berasal dari kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.Laba merupakan informasi penting bagi investor sebagai pertimbangan dalam menanamkan modalnya. Nilai ROE yang semakin tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaanmampu menghasilkan laba di masa yang akan datang. Profitabilitas (ROE) yang tinggi dari suatu perusahaan akan mengurangi ketidakpastian bagi
investor sehingga akan menurunkan tingkat underpricing (Ghozali, 2002 dalam Sri Retno 2008).
Berdasarkan uraian diatas maka dapat digambarkan suatu kerangka pemikiran teoritis mengenai pengaruh dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini terhadap besarnya tingkat underpricing yang terjadi pada penawaran saham perdana atau IPO suatu perusahaan, kerangka pemikiran teoritis dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Sumber : Data diolah
2.4Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.Kebenaran hipotesis ini harus dibuktikan melalui penelitian, dan menganalisis data yang terkumpul.Berdasarkan permasalahan yang ada dan tujuan yang ingin dicapai, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut:
SIZE PERUSAHAAN (X1)
FINANCIAL LEVERAGE (X2)
UNDERPRICING (Y)
ROE (X4) UMUR (X3)
H01 : size perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
Ha1 : size perusahaan berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
H02 : financial leveragetidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
Ha2 : financial leverage berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
H03 : umur perusahaantidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
Ha3 : umur perusahaan berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
H04 : ROE perusahaantidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
Ha4 : ROE perusahaan berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
H05 : size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
Ha5 : size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE secara simultan berpengaruh signifikan terhadap underpricing penawaran saham perdana di BEI tahun 2007-2009.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Objek penelitian
Obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) dari tahun 2007-2009 dan dinyatakan telah listed di Bursa Efek Indonesia. Jenis saham yang akan diteliti adalah saham yang mengalami underpricing, yakni harga penawaran saham perdana cenderung lebih rendah dibandingkan dengan harga pada hari pertama perdagangan di pasar sekunder.
3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 yang telah listed di Bursa Efek Indonesia. Pada periode pengamatan tersebut, terdapat 52 perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia.Pada tabel di bawah ini dapat dilihat jumlah perusahaan yang melakukan penawaran perdana pada periode 2007-2009.
Tabel 3.1
Distribusi Sampel Penelitian Tahun IPO Jumlah Perusahaan
2007 22
2008 17
2009 13
Total Sampel 52
Sumber : JSX 2007-2009
Sampel yang diambil untuk keperluan penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada tujuan tertentu, pengambilan data yang akan dimasukkan dalam sampel penelitian dilakukan dengan sengaja, dengan catatan sampel tersebut cukup representatif. Kualifikasi sampel digunakan dengan kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada periode 2007-2009.
2. Perusahaan yang sahamnya mengalami underpricing pada penawaran perdana (IPO).
3. Perusahaan tidak berasal dari industri perbankan.Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa perusahaan–perusahaan yang tergolong dalam industri tersebut memiliki struktur keuangan yang berbeda dengan perusahaan dalam kelompok industri yang lain
4. Memiliki informasi atau ketersedian data yang akan digunakan dalam penelitian.
Tabel 3.2 Penentuan Sampel
Keterangan Jumlah Perusahaan
Perusahaan yang melakukan IPO 52
Sampel yang dikeluarkan karena initial return = 0 3 Sampel yang dikeluarkan karena data tidak lengkap 1
Sampel yang dikeluarkan karena outlier 5
Sampel yang dikeluarkan karena merupakan sektor perbankan
5
Jumlah sampel yang digunakan 38
Sumber : JSX 2007-2009
Dari periode pengamatan yang dilakukan dari tahun 2007-2009 terdapat sebanyak 52 perusahaan yang melakukan penawaran perdana, 3 perusahaan dikeluarkan karena memiliki initial return = 0, 1 perusahaan tidak memiliki data yang lengkap, 5 perusahaan dikeluarkan karena outlierdan 5 perusahaan dikeluarkan karena berasal dari sektor perbankan. Sehinggatotal sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 38 perusahaan yangmengalami underpricing pada penawaran saham perdananya (IPO).
3.3 Metode Pengumpulan Data
Pada umumnya yang digunakan adalah data yang bersifat kuantitatif, dinyatakan dalam angka-angka serta menunjukkan nilai terhadap besaran atau variabel yang diwakilinya.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder. Data sekunder adalah data yang didapat dari pihak lain yang telah menghimpunnya terlebih dahulu. Data sekunder yang digunakan adalah :
a. Data perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana periode 2007-2009 yang diperoleh dari JSX Fact Book 2007-2009.
b. Data harga saham yang ditawarkan pada saat melakukan IPO di BEI tahun 2007-2009 yang diperoleh dari www.e-bursa.com.
c. Data harga pada hari pertama diperdagangkan di pasar sekunder perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO di BEI tahun 2007-2009 yang diperoleh dari www.e-bursa.com.
d. Laporan keuangan terakhir perusahaan yang melakukan IPO sebelum listing di BEI tahun 2007-2009 yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory 2007-2009.
3.4 Identifikasi dan Pengukuran Variabel Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang diangkat, variabel yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi variabel terikat dan variabel bebas sebagai berikut :
1. Variabel Terikat
Variabel terikat atau variabel dependen dalam penelitian ini adalah underpricing.
Underpricing dinilai dengan initial return yang merupakan return awal yang diterima oleh investor. Initial returnyaitu selisih harga pada hari pertama saham diperdagangkan di pasar sekunder dengan harga penawarannya di pasar perdana dibagi dengan harga penawaran di pasar perdana.
2. Variabel Bebas
a. Size Perusahaan
Variabel ini diukur dengan total aktiva perusahaan. Total aktiva yang dimaksud adalah total aktiva pada periode terakhir sebelum perusahaan melakukan IPO.
b. Financial Leverage
Financial leverage menunjukan proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi perusahaan.Leverage dihitung dengan cara membandingkan total debt dengan total asset perusahaan pada periode terakhir sebelum perusahaan melakukan IPO.
c. Umur Perusahaan
Umur perusahaan dihitung berdasarkan jumlah tahun sejak berdirinya perusahaan sampai dengan perusahaan melakukan penawaran perdana.
d. ROE
Penelitian ini menggunakan ROE sebagai ukuran untuk menentukan tingkat keuntungan perusahaan.ROE dihitung dengan membandingkan net incomeafter taxdengan total equity pada periode terakhir sebelum melakukan IPO.
Tabel 3.3
Operasionalisasi Variabel
Variabel Konsep variabel Indikator
Terikat (y)
Underpricing Selisih harga saat IPO dengan harga di pasar sekunder hari pertama
(p1-p0) /p0 ×100%)
Bebas (x)
A. Size perusahaan Ukuran atau besarnya aktiva perusahaan Total aktiva perusahaan sebelum IPO
B. Financial leverage
Persentase antara total debt dengan total asset
(total debt / total asset)
×100%
C. Umur perusahaan
Tahun sejak berdiri hingga listing Tahun listing - tahun berdiri
D. ROE Perbandingan antara NIAT dengan equity
(NIAT / total equity) x 100%
Sumber : Data dioalah
3.5 Metode Analisa Data 3.5.1 Regresi Linier Berganda
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa regresi linier berganda (multiple linier regression) untuk melihat pengaruh size perusahaan (X1),financial leverage (X2) , umur (X3), dan ROE (X4) terhadap underpricing penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009.
Model yang digunakan dapat dirumuskan sebagai berikut : LnY = βο + β
1 LnX
1+ β
2 X
2+ β
3 LnX
3+β
4X
4+ e
Dimana :
LnY = Underpricing LnX1 = Size Perusahaan X2 = Financial Laverage LnX3= Umur
X4 = ROE βo= Konstanta β1s/d β4= Koefisien Regresi
e = Standard Error
Nilai koefisien regresi disini sangat menentukan sebagai dasar analisis. Hal ini berarti jika koefisien β bernilai positif (+) maka dapat dikatakan terjadi pengaruh searah antara variabel independen dengan variabel dependen, demikian pula sebaliknya, bila koefisien nilai β bernilai negatif (-) hal ini menunjukkan adanya pengaruh negatif dimana kenaikan nilai variabel independen akan mengakibatkan penurunan nilai variabel dependen.
3.5.2 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk melihat ada tidaknya penyimpangan yang terjadi pada penelitian.Uji asumsi klasik terdiri dari uji multikolinieritas uji heteroskedastisitas,uji autokorelasi, dan uji normalitas.
3.5.2.1 Uji Mulikolinieritas
Uji multikolinearitas ini dimaksudkan untuk membuktikan atau menguji ada tidaknya hubungan yang linear antara variabel bebas (independen) satu dengan variabel bebas (independen) lainnya.Pada model regresi yang baik seharusnya antar variabel (independen)tidak terjadi kolerasi.Untukmendeteksi ada tidaknya multikoliniearitasdalam model regresi dapat dilihat matriks korelasi. Apabila korelasi antar variabel dependen <0,8 , maka dapat dikatakan tidak terjadi masalah multikolinearitas pada model regresi yang digunakan (Gujarati, 2003).
3.5.2.2 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual antara satu pengamatan ke pengamatan lainnya.Uji heterokedastisitas pada penelitian ini menggunakan Uji Whiteyang menggunakan residual kuadrat sebagai variabel dependen, dan variabel independennya, ditambah lagi dengan perkalian dua variabel independen (Wing Wahyu, 2007).Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas.Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilihat dari probability Obs*R-squared dariuji White-Heteroscedasticity harus lebih kecil dari α = 0,05%.
3.5.2.3 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasibertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan periode t-1
(sebelumnya).Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi.Model regresi yang baik adalah yang bebas autokorelasi.Untuk mendiagnosis adanya autokorelasi dalam suatu model regresi dilakukan pengujian Lagrange Multiplier.Dalam memutuskan apakah data terkena autokorelasi, dapat digunakan nilai probabilitas obs*R2 Uji LM-nya, jika probabilitas obs*R2 Uji LM < 0,05 berarti tidak ada masalah autokorelasi pada model regresi.
3.5.2.4 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen mempunyai distribusi normal ataukah tidak.Jika probabilitas dari nilai Jarque-Bera masing-masing variabel lebih besar dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa data terdistribusi normal.
3.5.3 Pengujian Hipotesis
3.5.3.1 Uji Simultan (Uji F)
Digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (underpricing) berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE).Prosedur yang dilakukan untuk uji simultan (uji F) adalah :
1. Menentukan hipotesis
Langkah pertama merumuskan hipotesis nol (H0) bahwa X
1, X
2, X
3, X
4 tidak mempunyai pengaruh terhadap Y, melawan hipotesis tandingan (Ha) bahwa X
1,
X2, X
3, X
4 mempunyai pengaruh terhadap Y.
H0 : β
1 = β
2 = β
3 = β
4 = 0 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara simultan atau bersama-sama dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).
Ha : β
1 ≠ β
2 ≠ β
3 ≠ β
4 ≠ 0 artinya ada pengaruh yang signifikan secara simultan atau bersama-sama dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).
2. Menentukan tingkat signifikasi sebesar 5%.
5. Menentukan F- hitung.
6. Membandingkan antara Sig-F-hitung dengan 0,05.
7. Membuat keputusan. Bila angka signifikansi > 0,05 maka H0 diterima.
Sebaliknya jika angka signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak atau Ha diterima (Ghozali, 2005).
3.5.3.2 Uji Parsial(Uji t)
Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel dependen (underpricing) secara terpisah (parsial). Prosedur yang dilakukan untuk uji secara parsial (uji t) adalah :
1. Menentukan hipotesis
Langkah pertama merumuskan hipotesis nol (H0) bahwa X
1, X
2, X
3, X
4 tidak mempunyai pengaruh terhadap Y, melawan hipotesis tandingan (Ha) bahwa X
1,
X2, X
3, X
4 mempunyai pengaruh terhadap Y.
H0 : β
1 = β
2 = β
3 = β
4 = 0 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).
Ha : β
1 ≠ β
2 ≠ β
3 ≠ β
4 ≠ 0 artinya ada pengaruh yang signifikan secara parsial atau dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).
2. Menentukan tingkat signifikasi sebesar 5%.
3. Menentukan F- hitung.
4. Membandingkan antara Sig-F-hitung dengan 0,05.
5. Membuat keputusan. Bila angka signifikansi > 0,05 maka H0 diterima.
Sebaliknya jika angka signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak atau Ha diterima (Ghozali, 2005).
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahan yang melakukan Initial Public Offering (penawaran saham perdana) di BEIperiode 2007-2009.
Jumlah perusahaan yang melakukan IPO pada periode tersebut sebanyak 52 perusahaan, 3 perusahaan dikeluarkan karena memiliki initial return sama dengan nol, 1 perusahaan yang memiliki data tidak lengkap, 5 perusahaan dikeluarkan karena berasal dari sektor perbankan, dan5 perusahaan dikeluarkan karena mengalami outlier. Sehingga total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 38 perusahaan. Berikut daftar perusahaan yang melakukan IPO pada periode 2007-2009.
Tabel 4.1
Daftar Perusahaan yang Melakukan IPO Tahun 2007-2009
Kode Nama Perusahaan
WEHA Panorama Transportasi Tbk BKDP Bukit Darmo Property Tbk SGRO Sampoerna Agro Tbk MNCN Media Nusantara Citra Tbk PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk LCGP Laguna Cipta Griya Tbk DEWA Darma Henwa Tbk
GPRA Perdana Gapuraprima Tbk WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ACES Ace Hardware Indonesia Tbk
Sumber : JSX Fact Book 2007-2009
4.2 Deskripsi Variabel
a. Underpricing
Besarnya underpricing pada penelitian ini diukur dengan initial return yaitu selisih antara harga pada hari pertama dipasar sekunder (P1) dan PTSN Sat Nusapersada Tbk
JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk
JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk
ASRI Alam Sutera Realty bk
ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk DGIK Duta Graha Indah Tbk
COWL Cowell Development Tbk BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk
ELSA Elnusa Tbk
YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk GZCO Gozco Plantations Tbk
BSDE Bumi Serpong Damai Tbk
INDY Indika Energy Tbk
PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk
ADRO Adaro Energy Tbk
HOME Hotel Mandarine Regency Tbk BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk GTBO Garda Tujuh Buana Tbk
MKPI Metropolitan Kentjana Tbk
RINA Katarina Utama Tbk
BWPT BW Plantation Tbk
DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk BCIP Bumi Citra Permai Tbk NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk
harga penawaran perdana (offering price) (P0) dibagi harga penawaran perdana (P0). Pada tabel berikut dapat diketahui besarnya tingkat underpricing dari tiap-tiap perusahaan.
Tabel 4.2
Tingkat Underpricing Perusahaan Sampel
Kode Nama Perusahaan IR
WEHA Panorama Transportasi Tbk 0.55 BKDP Bukit Darmo Property Tbk 0.70
SGRO Sampoerna Agro Tbk 0.24
MNCN Media Nusantara Citra Tbk 0.17 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 0.30 LCGP Laguna Cipta Griya Tbk 0.44
DEWA Darma Henwa Tbk 0.64
GPRA Perdana Gapuraprima Tbk 0.39 WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 0.26 ACES Ace Hardware Indonesia Tbk 0.22
PTSN Sat Nusapersada Tbk 0.14
JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 0.06 JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 0.22 CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk 0.10 ASRI Alam Sutera Realty bk 0.33 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 0.14
DGIK Duta Graha Indah Tbk 0.16
COWL Cowell Development Tbk 0.31
BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 0.47
ELSA Elnusa Tbk 0.13
YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 0.28
KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk 0.21
GZCO Gozco Plantations Tbk 0.33
BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 0.27
INDY Indika Energy Tbk 0.12
PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 0.25
KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk 0.27
ADRO Adaro Energy Tbk 0.36
Sumber :JSX Fact Book 2007-2009, diolah
Tingkat underpricing terbesar dialami oleh saham Bukit Darmo Property Tbk yaitu sebesar 0,7 atau 70%. Sementara tingkat underpricing terendah dialami oleh saham perusahaan Gunawan Dianjaya Steel Tbk dengan tingkat underpricing sebesar 0,03 atau 3%.
b. Size Perusahaan
Size perusahaan dihitung berdasarkan total aktiva yang dimiliki perusahaan sebelum perusahaan tersebut melakukan penawaran saham perdananya. Semakin besar total aktiva yang dimiliki maka semakin besar (size) ukuran perusahaan. Pada tabelberikut dapat dilihat total aktiva masing-masing perusahaan sampel dalam jutaan rupiah.
HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 0.36
BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk 0.09
GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 0.09
MKPI Metropolitan Kentjana Tbk 0.14
RINA Katarina Utama Tbk 0.13
BWPT BW Plantation Tbk 0.07
DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk 0.17
BCIP Bumi Citra Permai Tbk 0.32
NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 0.05
GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 0.03
Tabel 4.3
Size Perusahaan Sampel
Kode Nama Perusahaan Toal Aktiva
WEHA Panorama Transportasi Tbk 69,576 BKDP Bukit Darmo Property Tbk 302,745
SGRO Sampoerna Agro Tbk 615,444
MNCN Media Nusantara Citra Tbk 3,567,344 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 211,809
LCGP Laguna Cipta Griya Tbk 70,882
DEWA Darma Henwa Tbk 2,315,888
GPRA Perdana Gapuraprima Tbk 1,212,223 WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 2,655,143 ACES Ace Hardware Indonesia Tbk 222,361
PTSN Sat Nusapersada Tbk 619,167
JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 10,255,970 JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 636,501 CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk 809,655 ASRI Alam Sutera Realty bk 2,357,243 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 4,883,048
DGIK Duta Graha Indah Tbk 442,991
COWL Cowell Development Tbk 286,454
BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 137,499
ELSA Elnusa Tbk 2,519,405
YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 125,330
KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk 285,356
GZCO Gozco Plantations Tbk 1,018,106
BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 3,607,961
INDY Indika Energy Tbk 5,009,975
PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 112,139
KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk 1,140,534
ADRO Adaro Energy Tbk 14,688,683
HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 164,701
BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk 195,185
GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 55,877