• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN

A. Upaya Peningkatan kompetensi professional guru PAI dalam

1. Perekrutan guru PAI disesuaikan dengan kualifikasi Pendidikan yang didukung dengan kemampuan membaca kitab kuning

Temuan penelitian tentang upaya peningkatan kompetensi profesional guru PAI di MAN 1 Jember dalam indikator menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu adalah proses perekrutan guru PAI

disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan yang didukung dengan kemampuan membaca kitab kuning didiskusikan dengan teori yang disampaikan oleh Suprihatiningrum bahwa kompetensi profesional dapat diartikan sebagai kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas profesi keguruannya atau dengan kata lain guru yang ahli dan terampil melaksanakan profesinya dapat disebut dengan guru yang profesional. Kompetensi guru profesional tersebut harus dimiliki oleh seorang guru melalui pendidikan profesi selama satu tahun.

Kompetensi profesional adalah salah satu unsur yang harus dimiliki oleh guru yaitu dengan cara menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Kompetensi profesional guru tercermin dari indikator: kemampuan penguasaan materi pelajaran, kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah, kemampuan pengembangan profesi dan pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan.87 Juga sesuai dengan permendiknas No. 16 tahun 2007 disebutkan bahwa kompetensi profesional meliputi penguasaan materi keilmuan, standart kompetensi, pengembangan materi pelajaran yang diampunya serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.88

Upaya untuk mencapai kompetensi tersebut bisa dimulai dengan memperbaiki sistem rekrutmen guru. Rekrutmen guru dilakukan dengan pola yang selektif dan berstandar sesuai kebutuhan perkembangan teknologi. Pola rekrutmen tidak hanya menguji

87 Suprihatiningrum, Guru Profesional…,115

88 Permendikanas No. 16 tahun 2007

kemampuan intelektual paracalon guru, tetapi juga menguji psikologis dan kepribadian calon guru dalam menghadapi segala tantangan memasuki era Society 5.0.89

Mengadakan atau mengikuti pelatihan dan workshop yang berhubungan dengan pengembangan SDM guru dan pengembangan penelitian tindakan kelas sesuai dengan perkembangan zaman untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menghadapi tantangan era society 5.0 sesuai dengan teori yang disampaikan Suherman bahwa pembaharuan dalam orientasi pembelajaran juga perlu dilakukan.

Mengenalkan pembelajaran yang tidak hanya bertumpu pada penguasaan materi saja, tetapi juga perlu menghubungkan terkait dengan pemanfaatan untuk kemajuan masyarakat Society 5.0. Selain itu, pemilihan model pembelajaran yang tepat juga merupakan komponen yang sangat penting dalam menyongsong era Society 5.0.

Pemberian ruang kepada perserta didik untuk menemukan konsep pengetahuan dan kreativitas, guru dapat memilih berbagai model pembelajaran seperti discoverey learning, project based learning, ataupun problem based learning. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendorong perseta didik untuk membangun kreativitas serta mampu berpikir kritis. Komponen selanjutnya yang tak kalah penting adalah pengembangan kompetensi guru. Guru tentunya memiliki peran yang sangat vital dalam

89 Hendayana, Sumar, dkk, Lesson Study: Suatu Strategi Untuk Meningkatkan KeprofesionalanPendidik, (Bandung: UPI Press, 2006), 145

membangun pembelajaran menuju era Society 5.0. Seorang guru harus memiliki kompetensi dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang perlu ditingkatkan agar mampu beradaptasi dengan industry 4.0 dan Society 5.0. Dengan dibekali wawasan keilmuan, attitude dan skill yang memadai, guru akan mudah merancang pembelajaran dan memilih model atau metode yang akan digunakan dalam pembelajaran dalam mempersiapkan Society 5.0.90

Upaya peningkatan kompetensi profesional guru PAI di MAN 1 Jember dalam menghadapi era society 5.0 pada indikator menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu adalah 1) proses perekrutan guru PAI disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan yang didukung dengan kemampuan membaca kitab kuning, 2) mengadakan atau mengikuti pelatihan dan workshop yang berhubungan dengan pengembangan SDM guru agar mampu beradaptasi dengan Society 5.0. dan 3) pengembangan penelitian tindakan kelas sesuai dengan perkembangan zaman untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menghadapi tantangan era society 5.0

2. Mendesain pembelajarannya berbasis kitab kuning khususnya di MAN PK sedang untuk regular menggunakan kitab terjemahan

Temuan penelitian mendesain pembelajarannya berbasis kitab kuning khususnya di MAN PK sedang untuk regular menggunakan

90 Suherman, dkk, Industry 4.0 VS Society 5.0 (Riau:CV. Pena Persada, 2020), 10.

kitab terjemahan sebagai bentuk upaya peningkatan kompetensi profesional guru PAI di MAN 1 Jember dalam menghadapi era society 5.0 pada indikator menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu sesuai dengan SK Dirjend Pendis Nomor 1293 Tahun 2016 bahwa MA program keagamaan dikembangkan secara terencana, meyeluruh dan berkelanjutan, merupakan solusi yang tepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang bermutu. Ada beberapa alasan penting, kenapa MA program keagamaan lahir dalam konteks pendidikan Islam di tanah air. Pertama, Madrasah Aliyah Program Keagamaan diharapkan mampu mempersiapkan manusia unggul dalam arti menguasai keilmuan islam yang mumpuni, memiliki kecerdasan intelektual, emosional, spiritual (IESQ), dan sosial secara terpadu.

Kedua, membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam yang bermutu tinggi, yang dapat menampung dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal dan terpadu, sebagai kader ulama di masa mendatang; Ketiga, mengembangkan lembaga pendidikan Islam yang dapat dijadikan model dan contoh (uswah hasanah) bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya yang ada di daerah; Keempat, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI selaku institusi pendiri, sekaligus pembina dan penanggung jawab lembaga pendidikan Islam untuk melaksanakan amanat Undang Undang Nomor

20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kelima, ekspektasi masyarakat yang begitu besar akan lahirnya madrasah tempat melakukan kaderisasi keulamaan yang berwawasan keindonesiaan dan keislaman rahmatan lilalamin atau (tafaqquh fiddin). Profil lulusan MA Program Keagamaan adalah: a. Beriman, bertakwa, berakhlak mulia; b.

Berwawasan kebangsaan dan ke-Indonesia-an; c. Menguasai dasar- dasar ilmu keislaman; d. Menguasai kitab kuning (al-kutub al-turats); e.

Terampil berbahasa Indonesia, Arab, dan Inggris; f. Terampil menggunakan teknologi informasi dan komunikasi; g. Cakap, berpikir kritis, peduli, kreatif, dan inovatif; h. Memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan yang kuat.91

Guru mengupdate dan mengupgrade diri untuk upaya meningkatkan kompetensinya khususnya dalam penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dalam menghadapi era society 5.0 adalah dengan mengikuti program Musyawaroh Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang diadakan oleh madrasah setiap bulan pada hari jum’at sesuai dengan yang disampaikan oleh Kementrian Agama RI bahwa Guru mеmiliki pеran stratеgis pada bidang pеndidikan. Bahkan, tidak jarang sumbеr daya pеndidikan yang mеmadai, kurang bеrmakna jika tidak didukung olеh guru yang bеrkualitas. Dalam banyak kasus, kualitas sistеm pеndidikan bеrkaitan dеngan kualitas guru. Posisi sеntral pendidik dalam kеbеrhasilan siswa,

91 SK Dirjend Pendis Nomor 1293 Tahun 2016

mеnuntut guru untuk tеrus mеningkatkan kompеtеnsinya (pеdagogik, profеsional, kepribadian, dan sosial) sеsuai dеngan tuntutan pеrubahan di dunia pеndidikan. Sеpanjang karirnya, guru dituntut untuk tеrus mеngasah diri sеbagai sеorang pеndidik profеsional yang adaptif dan inovatif. Dalam konteks demikian, guru harus mеmiliki kompеtеnsi untuk mеlakukan adaptasi dan inovasi bеrkеlanjutan. Lebih dari itu, guru bukan hanya mesti mеlakukan sеsuatu mеnjadi lеbih baik, tеtapi juga mеncari cara baru yang lеbih еfеktif guna mеncapai hasil pеmbеlajaran yang lеbih baik. Kapasitas guru untuk mеnghadapi pеrubahan, bеlajar darinya, dan mеmbantu siswa bеlajar darinya akan sangat pеnting bagi pеrkеmbangan masyarakat di masa dеpan. Program pеmеrintah yang mеndorong pеningkatan kompеtеnsi guru sеcara berkelanjutan adalah Pеngеmbangan Kеprofеsian Bеrkеlanjutan (PKB).

Kеgiatan pеngеmbangan profеsionalitas guru mеrupakan pеngеmbangan kompеtеnsi guru yang dilaksanakan sеsuai kеbutuhan, bеrtahap, bеrkеlanjutan yang dilakukan mеlalui kеgiatan pеngеmbangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yakni 1) Pengembangan Diri dengan Mengikuti diklat fungsional dan Melaksanakan kegiatan kolektif guru 2) Publikasi Ilmiah meliputi Membuat publikasi ilmiah dari hasil penelitian dan Membuat publikasi buku 3. Karya Inovatif yaitu Menemukan teknologi tepat guna Menemukan/menciptakan karya

seni dan Membuat/memodifikasi alat pembelajaran Mengikuti pergembangan, penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya.92

Upaya peningkatan kompetensi profesional guru PAI di MAN 1 Jember dalam menghadapi era society 5.0 pada indikator menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu adalah merujuk pada SK Dirjend Pendis Nomor 1293 Tahun 2016 dan Pеraturan Mеntеri Agama Nomor 38 Tahun 2018 bahwa guru yang mengajar di program keagamaan harus mengintegrasikan pelajaran agama dengan kitab kuning dan kеgiatan pеngеmbangan profеsionalitas guru dilaksanakan sеsuai kеbutuhan, bеrtahap, dan bеrkеlanjutan yang dilakukan mеlalui kеgiatan pеngеmbangan diri seperti mengikuti diklat fungsional dan melaksanakan kegiatan kolektif guru (MGMP).

3. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri

Hasil temuan tentang Mengikuti pelatihan baik itu pelatihan, seminar, dan worshop. Namun pelatihan, seminar, dan workshop yang diadakan MAN 1 Jember masih belum maksimal karena waktu yang belum terjadwal dengan baik, sehingga ada guru yang kurang aplikatif dalam menggunakan media dan teknologi karena faktor usia, hal ini masih dikatakan sangat rendah dalam upaya peningkatan kompetensi guru oleh karena itu Mayoritas Guru PAI MAN 1 Jember

92 Pеraturan Mеntеri Agama Nomor 38 Tahun 2018 tеntang Pеngеmbangan Kеprofеsian Berkelanjutan Guru.

memaksimalkan program MGMP dan mengikuti pelatihan mandiri dalam meningkatkan kemapuan menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran didiskusikan dengan Pеraturan Mеntеri Agama Nomor 38 Tahun 2018 bahwa Program pеmеrintah yang mеndorong pеningkatan kompеtеnsi guru sеcara berkelanjutan adalah Pеngеmbangan Kеprofеsian Bеrkеlanjutan (PKB). Kеgiatan pеngеmbangan profеsionalitas guru mеrupakan pеngеmbangan kompеtеnsi guru yang dilaksanakan sеsuai kеbutuhan, bеrtahap, bеrkеlanjutan yang dilakukan mеlalui kеgiatan pеngеmbangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yakni 1) Pengembangan Diri dengan Mengikuti diklat fungsional dan Melaksanakan kegiatan kolektif guru 2) Publikasi Ilmiah meliputi Membuat publikasi ilmiah dari hasil penelitian dan Membuat publikasi buku 3. Karya Inovatif yaitu Menemukan teknologi tepat guna Menemukan/menciptakan karya seni dan Membuat/memodifikasi alat pembelajaran Mengikuti pergembangan, penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya.93

Menggunakan E-learning karena media yang disediakan dan juga di wajibkan oleh madrasah, menggunakan youtube, google, power point, cara penerapan pree test pada materi menggunakan ‘Plikers, Quizees, Kahotz’ untuk ulangan menggunakan LMS (Modle), Puzzle sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Syamsul Bahri dalam hasil

93 Pеraturan Mеntеri Agama Nomor 38 Tahun 2018 tеntang Pеngеmbangan Kеprofеsian Berkelanjutan Guru.

penelitiannya bahwa revitalisasi sistem pembelajaran, satuan pendidikan, elemen peserta didik dan pendidik serta tenaga kependidikan semua berperan dalam efektivitas pembelajaran PAI sejalan dengan gagasan pendidikan agama Islam. Jika semua komponen penting dalam Pendidikan pembelajaran PAI mampu mengikuti perkembangan zaman, khususnya ke arah penggunaan digital, maka penyelenggaraan pendidikan pembelajaran PAI akan menjadi lebih digital, berpikir kreatif, lebih imajinatif, dan dinamis. Di era masyarakat 5.0, ketika hamper semua kegiatan, termasuk pendidikan, mengandalkan kemajuan teknologi dan informasi, Untuk bersaing dalam pemanfaatan teknologi dan informasi dalam kegiatan pembelajaran, diperlukan proses pembelajaran PAI. Sebagai pemimpin dalam bidang pendidikan, seorang pendidik harus mampu menggunakan aplikasi pembelajaran digital seperti e-learning. Zoom, Google Meet, Discord, Suite for edu, edmodo, kahoot, dan home learning, serta pemilihan dan penerapan metodologi pembelajaran yang sesuai, dimaksudkan agar pembelajaran PAI lebih kompatibel dan mampu menghasilkan generasi muslim unggul dan kapabel. 94

Peningkatan kompetensi profesional guru PAI di MAN 1 Jember dalam menghadapi era society 5.0 pada indikator memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk

94Syamsul Bahri, Konsep Pembelajaran Pai Di Era Society 5.0, (Edupedia: Institut Pesantren KH.

Abdul Chalim, Mojokerto, 2022)

berkomunikasi dan mengembangkan diri adalah 1) melakukan pengembangan diri dengan mengikuti diklat fungsional dan melaksanakan kegiatan kolektif guru, 2) melakukan karya inovatif yaitu menemukan teknologi tepat guna menemukan/menciptakan karya seni dan membuat/memodifikasi alat pembelajaran yang mengikuti perkembangan, 3) pemanfaatan teknologi dan informasi dalam kegiatan pembelajaran PAI. Sebagai pemimpin dalam bidang pendidikan, seorang pendidik harus mampu menggunakan aplikasi pembelajaran digital seperti e-learning dan penerapan pree test pada materi menggunakan ‘Plikers, Quizees, Kahotz’ untuk ulangan menggunakan LMS (Modle), Puzzle.

B. Upaya peningkatan kompetensi kepribadian guru PAI dalam