BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
2. UpayaTutor dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al-
Metode iqro‟lahir sebagai metodelogi pengajaran yang dianggap mampu menyelesaikan masalah dalam pembelajaran membaca al-
27Ibid., hlm. 107-108.
Qur‟an.Metode ini merupakan karya dari KH.As‟ad Humam yang disusun dalam Buku Cara Cepat Belajar Membaca al-Qur‟an dengan bantuan aktivis yang tergabung dalam Team Tadarrus AMM Yogyakarta. Menurut KH. As‟ad Humam salah satu faktor yang menjadi latar belakang perlunya sebuah metode baru dalam pembelajaran membaca al-Qur‟an, yaitu:
a. Banyaknya generasi muda yang tidak bisa membaca al-Qur‟an.
b. Lembaga-lembaga pengajaran al-Qur‟an tidak mampu mengatasi peningkatan generasi muda yang tidak bisa membaca al-Qur‟an.
c. Metodelogi mengajar yang diterapkan di Indonesia, khususnya dengan menggunakan metode Juz Amma (Qawaidul Bagdadiyah) sudah saatnya untuk ditinjau dan disempurnakan kembali28
Metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau jalan. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan metode bisa dikatakan sebagai sebuah cara untuk mengkaji sesuatu.29Metodelogi mengajar harus dimiliki oleh seseorang yang dikatakan sebagai pendidik,karena salah satu penunjang keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) tergantung kepada bagaimana gurunya mengajar.30
28Kiswono, “Metode Iqro‟ KH. As‟ad Humam Perspektif Behavioristik”, dalam http//ejournal. Kopertais4.or.id/mataraman/index.php/washatiya/article/download/1994/1474, diakses tanggal 21 Februari 2020, pukul 06:33, hlm. 131-132.
29Mukhlis, Pengantar Metodologi Studi Islam, (Mataram, LEPPIM IAIN Mataram, 2015), hlm. 2-3.
30Irliana Faiqotul Ummah dkk, “Penerapan Metode Iqro‟ pada Pembelajaran Calistung Warga Balajar Keaksaraan Fungsional Dasar Merpati”, Pancaran, Vol. 5, Nomor 2, November 2016, hlm. 203.
Sedangkan iqro‟ berasal dari bahasa Arab yaitu
ِأ
yang berarti membaca, dan kataأ
merupakan fi‟il amr dari kata tersebut yang berarti bacalah. 31 Dalam al-Qur‟an, Allah swt.memerintahkan makhluknya untuk membaca. Sehingga membaca adalah ciri khas Islam yang menjunjung tinggi tradisi ilmiah. Sebagaimana perintah membaca diterima langsung oleh nabi Muhammad saw. dan merupakan wahyu pertama yang diterima beliau dalam sejarah kenabian. Membaca merupakan kunci utama untuk membuka gerbang keilmuan.32Perintah membaca ini diabadikan dalam QS. Al-Alaq [96]:(1-5), yang berbunyi:
{ لخ لا ب اب أ ا { لع م ا ل لخ ن
م ل ب أ ا ن
{ { ل لاب لع لا ن { لع ل ام ا ل لع ن
ن
Artinya:”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq [96]: (1-5))33
Jadi, metode iqro‟ adalah sebuah cara yang dilakukan dalam mengajar membaca al-Qur‟an. Pada umumnya, belajar menggunakan metode iqro‟ langsung menggunakan buku pedoman yaitu, Buku Iqro‟
31Mustofa Bisri, Al-Bisri Kamus Indonesia-Arab Arab-Indonesia, (Surabaya: Penerbit Pustaka Proressif, 1999), hlm. 579.
32Tim Baitul Kilmah, Ensiklopedia Pengetahuan Al-Qur‟an dan hadits, Jilid 4, (Jogjakarta: Kamil Pustaka, 2014), hlm. 147-148.
33QS. Al-Alaq [96]: (1-5)
Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur‟an oleh KH.As‟ad Humam.
Berikut sifat khusus buku iqro‟, yaitu:
a. Bacaan langsung. Dalam hal ini diperkenalkan bacaan A.Ba. Ta dan seterusnya saja.
b. CBSA (cara belajar santri aktif), Guru menyimak bacaan santri, tidak menuntun dan hanya memberikan contoh pokok pelajaran.
c. Privat/ klasikal. Dalam hal ini, santri yang sedang belajar membaca al-Qur‟an harus berhadapan langsung dengan gurunya. Agar ketika santri salah membaca dapat dikoreksi/diperbaiki langsung.
d. Modul. Dalam menyelesaikan materi iqro‟ harus berdasarkan kemampun santri sendiri tidak berdasarkan kelas atau rekannya.
Oleh sebab itu, perlu disiapkan kartu prestasi untuk santri agar dapat diketahui mana santri yang cepat bisa membaca dengan yang tidak.
e. Asistensi, santri yang sudah mahir dalam membaca bisa menyimak bacaan santri yangbelum bisa.
f. Praktis. Artinya buku iqro‟ mendahulukan praktik terlebih dahulu dibandingkan dengan mengenalkan hukum tajwid.
g. Sistematis, maksudnya adalah materi buku iqro‟ mempunyai beberapa jilid yaitu jilid 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
h. Variatif. Artinya buku iqro‟ disusun perjilid dengan sampul warna- warni sehingga dapat memicu semangat siswa untuk mengejar jilid berikutnya.
i. Komunikatif, yaitu sebuah ungkapan kata yang berfungsi sebagai rambu-rambu dalam memberikan petunjuk. Dihiasi dengan bahasaIndonesia dan lafal-lafalnya dirangkai dengan irama sehingga enak didengar.
j. Fleksibel. Selain anak-anak, mahasiswa dan orang tua juga bisa mempelajari iqro‟.34
Adapun sistematika pembelajaran iqro‟, dalam Buku Iqro‟ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur‟an oleh KH. As‟ad Humam adalah:
a. Jilid 1 berisi tentang materi bacaan langsung huruf hijaiyyah dan penekanan pada makhraj huruf dan sifat huruf.
b. Jilid 2 berisi tentang huruf sambung dan huruf berharakat fathah.
c. Jilid 3 berisi tentang baris kasrah – mad kasrah dan baris dhummah – mad dhummah.
d. Jilid 4 berisi tentang materi tanwin, baina, saufa dan huruf sukun (qalqalah).
e. Jilid 5 berisi tentang materiAlif lam ma‟rifat, waqaf (mad „arid dan tidak), waqaf (kasratain-fathatain-dhummatain), waqab ta‟
marbuthah, mad wajib dan jaiz, ghunnah-idgham bi ghunnah, tasydid, ikhfak syafawi, lafzul jalālah dan idgham bila gunnah.
f. Jilid 6 berisi tentang idgham bi gunnah – wau dan ya‟, iqlab, ikhfak, tanda waqaf, cara waqaf, dan fawatihus suwar.35
34As‟ad Humam, Buku Iqro Cara Cepat Belajar Membaca Al-Quran, (Yogyakarta: Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarrus “AMM”, 2017)
35Ibid.,
Tabel 1.236
Indeks huruf-hurufhijaiyyah
م
= (
Hamzah)
ش ص ض ظ
ع ف
ا ب
ج ح خ د
Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh tutor dalam mengatasi kesulitan belajar membaca al-Qur‟an menggunakan metodeIqro‟
adalah sebagai berikut:
a. Memberikan contoh bacaan dengan spesifikasi tingkat kesulitan belajar.37
Memberikan contoh dapat dimaknai juga dengan metode demonstrasi yaitu suatu cara yang dilakukan oleh guru menggunakan peraga dalam menjelaskan atau memperlihatkan
36Ibid.,hlm.36.
37As‟ad Humam, Buku Iqro‟ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur‟an, (Yogyakarta, Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarrus “AMM”, 2017)
bagaimana melakukan sesuatu. Demonstrasi termasuk metode yang sangat efektif digunakan agar peserta didik dapat mengetahui secara langsung penerapan materi tersebut. 38 tutor mempertunjukkan sambil memberikan penjelasan tentang materi yang didemonstrasikan. Dalam mengajarkan agama, Rasulullah saw. pernah menggunakan metode ini, yaitu dalam mengajarkan cara wudhu‟, shalat, haji dan lainnya. Ini diperkuat dengan sabda Rasulullah saw. yaitu:
لصا ينومت ار ام او ُلص
“Sembahyanglah kamu sebagaimana kamu lihat, aku sembahyang. (H.R Bukhari)
Dari hadits di atas, dapat diketahui bahwa cara-cara sembahyang tersebut pernah diajarkan oleh Rasulullah melalui demonstrasi langsung.39
b. Memberikan isyarat
Membiasakan santri membaca iqro‟dengan sendiri-sendiri (privat), tutor hanya menyimak bacaan serta membimbing mereka bila keliru dalam membaca dengan memberikan teguran berupa isyarat dan santri cukup membetulkan bacaan yang keliru saja.Jika tidak
38Miftahul Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka belajar, 2013), hlm. 233.
39Ramayulis, Metodelogi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2005), hlm.
135-139.
bisa dengan isyarat maka boleh memberikan contoh langsung dari bacaan yang keliru tersebut.40
c. Memberikan stimulus.
Stimulus merupakan ransangan apa saja yang diberikan oleh guru kepada peserta didik melalui alatperaga, pedoman, cara/teknik tertentu agar mereka mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dan mampu mengkontruksikan pengetahuan baru dalam upaya meningkatkan penguasaan lebih baik terhadap materi pelajaran.41
d. Memberikan latihan
Memberikan latihan membaca kepada santri agar mereka dapat mengatasi kesulitan cara membaca dengan merujuk pada hasil latihannya tersebut.42 Metode latihan atau sering disebut metode drill adalah suatu teknik dalam mengajar dimana peserta didik melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan sungguh- sungguh dengan tujuan untuk memperkuat apa yang dipelajari secara permanen.43
40As‟ad Humam, Buku Iqro‟ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur‟an, (Yogyakarta, Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarrus “AMM”, 2017)
41Nuraeni, “Efektivitas Pemberian Stimulus Melalui Kegiatan Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar PPkn Siswa di SMPN 3 Tanete Rilau Kabupaten Barru”, (Tesis, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar, Makassar, 2017), hlm. 9-10.
42As‟ad Humam, Buku Iqro‟ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur‟an, (Yogyakarta, Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarrus “AMM”, 2017)
43Ferry Lesmana dkk,”Metode Latihan (Drill) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Menggambar Autocad”, Journal Of Mechanical Engineering Education, Vol. 1, Nomor 2, Desember 2014, hlm. 247.