• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang

8. Sarana dan Prasarana

Kelas 5 Jml Siswa

61 80 67 77 91 110 96 121 70

Jml Rombel

2 2 2 2 3 3 3 4 2

Kelas 6 Jml Siswa

68 61 75 67 77 89 108 96 119

Jml Rombel

2 2 2 2 2 3 3 3 4

Jumlah Jml Siswa

476 497 532 571 558 597 641 637 642 Jml

Rombel

15 15 15 17 17 18 19 19 19

9. Kegiatan Ektrakulikuler

No. Ekskul Tempat Pembimbing Hari

1. Futsal Lapangan

MADRASAH IBTIDAIYAH

NEGERI

Awang dan Chahli M

Sabtu

2. Seni Kelas Cordova Ninik Sabtu

3. Pencak Silat Halaman Masjid Yaqobi Sabtu

4. Taekwondo Halaman

MADRASAH IBTIDAIYAH

NEGERI

Ali Mansyar Sabtu

5. Seni Lukis Kelas III A Nahuri Sabtu

6. Marawis Kelas II A Desi Sabtu

7. Seni Musik Kelas III C Aufan Sabtu

8. B. Inggris Kelas Andalusia Dewi Yanti Sabtu Kelas Azerbaijan Devi

Kelas Sarajevo Wulantri

9. Tahfizh Kelas I A Toto P Sabtu

Kelas I B Dadah Kelas V B Khamjah

B. Deskripsi Data

1. Implementasi Pendidikan Karakter Kedisiplinan dan Kejujuran di Sekolah

Pada umumnya banyak pihak yang berasumsi bahwa pendidikan karakter akan dijadikan sebagai sebuah mata pelajaran.

Jika hal ini terjadi, akan ada tambahan pelajaran bagi peserta didik.

Tidak menutup kemungkinan hal ini akan menjadi tambahan beban

bagi peserta didik mengingat kurikulum di Indonesia menghendaki agar peserta didik menguasai lebih dari tujuh mata pelajaran. Selain itu, jika pendidikan karakter dijadikan sebagai mata pelajaran akan menjadi tidak efektif mengingat ada mata pelajaran yang mengandung muatan pendidikan karakter, seperti pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan.

Alhasil, pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah khususnya kedisiplinan dan kejujuran tidak dimasukkan sebagai sebuah mata pelajaran, tetapi terintegrasi ke dalam visi dan misi sekolah, pembelajaran kegiatan ekstrakulikuler, serta budaya sekolah.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan adalah suatu lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan dan menviptakan generasi yang cerdas, berwawasan luas, memiliki keterampilan, mandiri dan berakhlak mulia dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah juga dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh setiap guru di semua mata pelajaran. Jadi, pelaksanaan pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab guru pendidikan agama ataupun guru pendidikan kewarganegaraan, tetapi menjadi tanggung jawab semua guru mata pelajaran. Sebagaimana telah dijelaskan dalam kegiatan wawancara dengan kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan Ibu Dra. Hj.

Ratu Rohimah M. Pd bahwasanya:

Untuk pelaksanaan pendidikan karakter di MIN 1 Kota Tangerang Selatan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru PAI saja, tetapi semua guru mata pelajaran ikut bertanggung jawab misalnya dalam kegiatan shalat duha berjamaah, tidak hanya guru PAI saja yang menkondisikan anak-anak untuk pelaksanaannya tetapi guru mata

pelajaran lainpun ikut mengkondisikan. Dalam kegiatan shalat duha juga terdapat pendidikan karakter yang di ajarkan kepada anak-anak seperti anak-anak disiplin dalam melaksanakan shalat duha, tidak ngobrol dan bermain-main.69

Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah MIN 1 Kota Tangerang Selatan juga dilaksanakan dengan mengintegrasikan nilai- nilai pendidikan karakter ke dalam kegiaatan ekstrakulikuler.

Kegiatan ekstrakulikuler dapat diartikan sebagai kegiatan pendidikan yang dilakukan diluar jam pelajaran tatap muka, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan menginternalisasikan nilai-nilai atau aturan-aturan agama serta norma-norma sosial baik lokal, nasional, maupun global untuk membentuk insan yang paripurna.

Menurut hasi wawancara dengan kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan Ibu Dra Hj. Ratu Rohimah M.Pd pelaksanaan nilai-nilai pendidikan karakter yang dilakukan diluar jam pelajaran melalui kegiatan ekstrakulikuler antara lain sebagai berikut:

Pelaksanaan pendidikan karakakter yang dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakulikuler di MIN 1 Kota Tangerang Selatan salahsatunya yaitu melalui pramuka yang mana kegiatan pramuka ini dilaksanakan guna untuk membentuk generasi yang disiplin dan membentuk kepemimpinan, selain itu dalam kegiatan pramuka juga diadakan mabit (malam bimibingan iman dan taqwa) yang mana dalam kegiatan ini bertujuan untuk membentuk krakter iman dan taqwa yang baik terhadap Allah SWT, dengan hormat kepada orang tua, guru, teman dan peduli terhadap lingkungan.70

Selain itu, impelentasi pendidikan karakter kedisiplinan dan kejujuran yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota

69 Ratu Rohimah, Kepala Sekolah MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Wawancara Tanggal 19 Juli 2018

70 Ratu Rohimah, Kepala Sekolah MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Wawancara Tanggal 19 Juli 2018

Tangerang Selatan yaitu dilakukan dengan pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam budaya sekolah, baik melalui kegiatan pembiasaan maupun kegiatan pengkondisian.

Pembiasaan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mencapai suatu perubahan perilaku. Tentunya perubahan perilaku tersebut kemudian menjadi tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan pembiasaan. Kepala sekolah dan guru-guru harus menyadari bahwa prinsip utama yang dijadikan sebagai pegangan dalam pelaksanaan pembiasaan tersebut harus dilakukan untuk membentuk karakter peserta didik. Kegiatan pembiasaan yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan untuk menerapkan implementasi pendidikan kedisiplinan dan kejujuran, yaitu melalui kegiatan pembiasaan rutin. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibu Nuryani Kamilah, S.Ag:

Pembiasaan rutin adalah kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara terprogram atau terjadwal. Bisa dilaksanakan dalam kegiatan satu harian, satu Madrasah Ibtidaiyah Negerigguan, satu bulanan, serta semesteran, bahkan satu tahunan. Berikut ini adalah pembiasaan rutin yang di laksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan dalam menerapkan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan dan kejujuran. Peserta didik diberi berbagai pembiasaan yang akan membuat peserta didik terbiasa melakukan kegiatan yang positif, seperti jadi terbiasa melakukan shalat, membaca Al-Qur’an, makan dan minum sambil duduk, senyum dan salam, menghormati teman, serta berjabat tangan.71

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa disiplin adalah perintah yang diberikan oleh orangtua kepada anak atau guru kepada murid. Perintah tersebut diberikan kepada anak atau murid agar ia melakukan apa yang diinginkan oleh orangtua dan guru.

71 Nuryani Kamilah, Guru Pendidikan Agama Islam MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Wawancara Tanggal 19 Juli 2018

Dalam pengertian bahasa arab disiplin di sebut juga sebagai istiqamah yang menurut Ali Mustafa Yaqub istiqamah biasa disebut juga sebagai konsistensi/ kontinu.

a) Impementasi Pendidikan Karakter Kedisiplinan, melalui kegiatan sebagai berikut:

Berdasarkan hasil wawaancara yang dilakukan terhadap Guru PAI sekolah MIN 1 Kota Tangerang Selatan Ibu Nuryani Kamilah, S. Ag.

yaitu:

Implementasi pendidikan karakter kedisiplinan yang dilaksanakan di MIN 1 Kota Tangerang Selatan yaitu melalui: 1) Siswa harus datang ke sekolah sebelum bel masuk minimal jam 06.00-06.30 WIB datang ke soklah tepat waktu, 2) Upacara bendera, 3) Pembiasaan berwudhu, merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang dibimbing oleh guru-guru sebelum melaksanakan shalat duha. 4) Kegiatan shalat duha, merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa sebelum masuk jam pelajaran sekolah. Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan membagi kegiatan shalat duhanya menjadi dua gelombang, gelombang pertama yaitu khusus untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD yang mana shalat duhanya dilakukan setiap hari senin setelah upacara bendera, hari selasa, hari rabu dan hari jum’at. Dan gelombang ke dua yaitu untuk kelas 1 sampai kelas 3 yang dilakukan setiap hari kamis, 5) Pembiasaan tadarus Al-Quran, kegiatan tadarus ini dilakukan setiap hari selasa untuk siswa kelas 1 sampai kelas 3 dan hari kamis untuk kelas 4 sampai kelas 6, 6) Pembiasaan buang sampah pada tempatnya, setiap siswa dilarang membuang sampah sembarangan. Ketika ada siswa yang membuang sampah tidak pada tempatnya maka jika ada teman siswanya yang melihat wajib mengingatkan dan menegurnya.72

Dari semua kegiatan yang dilakukan diatas mempunyai tujuan guna untuk membentuk pendidikan karakter khususnya mengenai kedisiplinan siswa. Namun, dalam pelaksanaan kegiatan diatas ternyata sangat perlu

72 Nuryani Kamilah, Guru Pendidikan Agama Islam MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Wawancara Tanggal 19 Juli 2018

sekali setiap guru melakukan pengkondisian untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut seperti: membuat tata tertib sekolah baik ketika melaksanakan shalat duha berjamaah dan lain sebagainya, menyediakan papan majalah dinding di setiap kelas, menyediakan berbagai peralatan kebersihan disetiap ruang kelas dan ruang lainnya khususnya tempat buang sampah, membuat slogan atau moto sekolah, menyediakan berbagai peralatan untuk beribadah dan lain sebagainya yang dapat mendukung terlaksananya kegiatan guna untuk membentuk karakter yang baik khususnya yang berkaitan dengan kedisiplinan. Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang sendiri sarana dan prasarana untuk mendukung dan mengkondisikan pelaksanaan kegiatan di atas khususnya untuk shalat masih kurang karena masih banyak siswa yang shalat tetapi hanya menggunakan bawahan mukena saja sehingga ketika bawahan mukenanya jatuh siswa lain yang melihat langsung menertawakan.

Adapun yang terpenting dalam kegiatan pembiasaan diatas yaitu kegiatannya tidak hanya berlaku untuk siswa saja tetapi berlaku untuk guru juga. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa setiap guru merupakan teladan untuk siswanya yang harus memberikan contoh yang baik dan penting sekali keberadaan dan partisipasi guru untuk mengkondisikan kegiatan di atas guna untuk mencapai tujuan pendidikan karakter yang baik khususnya kedisiplinan.

b). Implementasi Pendidikan Karakter Kejujuran

Adapun untuk pelaksanaan implementasi pendidikan karakter kejujuran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan yaitu sebagaimana telah dijelaskan juga sebelumnya bahwa kejujuran adalah perbuatan mengaku atau mengatakan segala informasi sesuai dengan kebenaran dan kenyataannya. Kejujuran juga merupakan perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu

dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Kejujuran sangat berkaitan dengan sifat amanah dalam diri siswa, hal ini harus dilandasi oleh kecintaan dan ketakwaan kepada Allah swt. Nilai kejujuran merupakan salah satu nilai pembentuk pendidikan karakter maka bila seorang anak sering berbohong hal ini akan berpengaruh pada pembentukan pendidikan karakter ke arah negatif.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru PAI Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan Ibu Nuryani Kamilah, S. Ag. yaitu:

Implementasi pendidikan karakter kejujuran yang dilaksanakan yaitu melalui kegiatan sebagai berikut: 1) Sebelum kegiatan pembelajaran di mulai guru kelas menanyakan kejujuran siswa terlebih dahulu, contohnya yaitu guru menanyakan tentang kewajiban siswa melaksanakan shalat subuh. Disini siswa dituntut untuk memberikan kejujuran terhadap pengakuannya namun masih ada saja yang tidak jujur dan akhirnya guru memberikan penegasan bagi yang bohong tidak lulus sekolah, maka dengan seperti itu hanya sedikit saja siswa yang mengangkat tangan.

Ternyata dari seluruh siswa hanya sedikit yang mengerjakan shalat subuh dengan alasan bangun kesiangan dan sebagainya. Terlihat sangat jelas bahwa pentingnya peran orang tua dalam pembentukan pendidikan karakter di lingkungan keluarga/dirumah contohnya dengan cara membangunkan dan menyuruh anaknya melaksanakan shalat subuh, 2) Ketika masuk sekolah siswa di larang membawa alat elektronik. Dengan ini, setiap guru menanyakan kejujuran dan memeriksa apakah ada siswa yang membawa hp atau tidak, ketika ada yang membawa hp, maka hp tersebut akan disita sampai jam pembelajaran selesai. Selain untuk meminta kejujuran siswa, kegiatan ini juga dilakukan untuk kedisiplinan siswa. Supaya dalam kegiatan pembelajaran siswa bisa fokus terhadap materi yang di ajarkan oleh guru, 3) Ketika ujian tengah semester dan ujian akhir sekolah, siswa dilarang keras untuk menyontek dengan membawa kertas maupun alat elektronik. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk menanamkan nila-nilai kejujuran dan kedisiplinan juga.

Namun dalam praktiknya masih saja ada siswa yang menyontek dengan melihat jawaban temannya, 4) Siswa dimintai kejujuran ketika pelaksanaan shalat duha dan shalat dzuhur berjamaah khususnya untuk siswa perempuan kelas 5 dan 6. Karena banyak siswa yang mengaku sedang berhalangan/menstruasi ternyata mereka tidak berhalangan, sehingga mereka tidak melaksanakan shalat berjamaah. Untuk memastikannya maka perlu adanya tindakan pemeriksaan dari seorang

guru apakah seorang siswi tersebut benar berhalangan atau tidak, 5) Ketika siswa menemukan barang yang bukan miliknya baik berupa buku tulis atau uang, maka siswa harus jujur untuk mengembalikan temuan barang tersebut ke tempat yang telah disediakan atau siswa bisa langsung menghadap guru untuk memberikan barang temuan tersebut.73

Dari semua kegiatan diatas mempunyai tujuan yang hendak dicapai yaitu untuk mebentuk karakter siswa yang jujur. Tidak ada bedanya dengan tujuan kegiatan sebelumnya yang berkaitan dengan pembentuk kerakter kedisiplinan, kegiatan diatas juga perlu dan sangat penting adanya dukungan serta pengkondisian dari setiap guru guna untuk mencapai tujuan yang hendak dilakukan. Selain itu, sangat penting juga kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua siswa karena tidak hanya di lingkungan sekolah saja yang sangat berpengaruh untuk membentuk karakter kejujuran contohnya orang tua menyuruh atau mengingatkan anaknya untuk melaksanakan shalat wajib, selain di lingkungan keluarga di lingkungan masyarakat juga sangat berpengaruh. Ketika di lingkungan sekolah sudah dibuat peraturan atau pembiasaan yang baik untuk pembentukan pendidikan karakter kejujuran tetapi di lingkungan keluarga dan masyarakat ternyata tidak ada pantaun maka semua itu akan sia-sia.

1. Tujuan Implementasi Pendidikan Karakter

Tujuan yang dilakukan dalam implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Dra. Hj. Ratu Rahimah, M.Pd. selaku kepala sekolah menyatakan bahwa:

Tujuan dari implementasi pendidikan karakter dikembalikan lagi kepada visi sekolah yaitu terwujudnya manusia yang cerdas, berwawasan luas,

73 Nuryani Kamilah, Guru Pendidikan Agama Islam MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Wawancara Tanggal 19 Juli 2018

memiliki keterampilan, mandiri dan berakhlak mulia. Selain itu, tujuan pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang dikembalikan juga kepada misi sekolah yaitu menanamkan nilai-nilai aqidah, syariah dan akhlakul karimah sebagai basis bagi segenap aspek kehidupan dengan mengembangkan program tahfizh, tartil, tahsinul quran dan praktek ibadah.74

2. Upaya yang Dilakukan Sekolah untuk Membentuk Pendidikan Karakter

Adapun upaya yang dilakukan sekolah dalam membentuk pendidikan karakter berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Dra. Hj.

Ratu Rahimah, M.Pd. selaku kepala sekolah menyatakan bahwa:

Upaya yang dilakukan sekolah yaitu setiap guru diberikan pelatihan untuk perbaikan karakter guru, kemudian guru dan orang tua melakukan kegiatan parenting day setiap semester sekali atau satu tahun sekali.

Kegiatan tersebut berbentuk acara seminar dan pelatihan dengan tema- tema yang berhubungan dengan metode mendidik anak bagi para orang tua yang diikuti oleh seluruh wali peserta didik. Selain itu sekolah mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa ini juga untuk melakukan kerjasama dalam pembentukan karakter peserta didik. Upaya yang dilakukan untuk membentuk karakter siswa-siswa yaitu sebagaimana telah disebutkan diatas yaitu upaya yang dilakukan melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari. Akan tetapi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan lebih menekankan kepada pembiasaan hafalan Al-Quran, makharijul huruf dan sifatul huruf khususnya untuk kelas 4 sampai kelas 6. Untuk kelas 6 sudah ada kegiatan haflah juz 30, yaitu wisuda juz 30 yang mana haflah juz 30 ini merupakan Standar Kelulusan (SKL) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangsel. Kegiatan ini sudah mulai berlaku sejak 3 tahun terakhir.75 3. Hambatan dan Dukungan dalam Implementasi Pendidikan

Karakter Kedisiplinan dan Kejujuran

Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan merupakan sekolah Negeri yang mempunyai tujuan dengan visi

74 Ratu Rohimah, Kepala Sekolah MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Wawancara Tanggal 19 Juli 2018

75

sekolah yaitu mewujudkan siswa yang berakhlakul karimah melalui kegiatan pembiasaan seperti shalat duha dan dzuhur berjamaah dangan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan juga mengadakan program tahunan yang mana program ini merupkan standar kelulusan bagi siswa kelas 6 yaitu haflah Al-Quran Juz 30.

Dalam pelaksanaan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan dan kejujuran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan masih ada saja faktor pendukung dan penghambatnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru PAI Ibu Nuryani Kamilah, S. Ag. menyatakan bahwa:

Faktor penghambat dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah yaitu: Pertama, keluarga yang merupakan ruang lingkup pertama dalam proses pembentukan pendidikan karakter. Namun dalam praktiknya, hal ini tidak mudah dilakukan. Masih banyak pihak keluarga yang tidak mau ambil pusing untuk mendidik anaknya dalam pembentukan pendidikan karakter contohnya masalah shalat wajib.

Sebagian keluarga menyerahkan semuanya kepada sekolah dan tidak mementingkan perannya sebagai pendidik pertama dilingkungan keluarga dengan alasan sibuk bekerja dengan karirnya dan lain sebagainya. Kedua, Lingkungan Sebagus apapun lingkungan sebuah keluarga dalam mengajarkan pendidikan karakter dirumah, namun jika lingkungan peserta didik tersebut tidak mendukung maka sudah pasti proses pembentukan karakter ini akan gagal. Ketiga, Kurikulum dan guru yang mana keseriusan pelaksanaan pendidikan dalam hal ini guru masih belum maksimal seperti pembelajaran di kelas guru masih menitik beratkan murid kepada kemampuan kognitif saja. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu: pertama, peran guru atau pendidik di sekolah dalam pembentukan karakter sangat mendukung dan menempati posisi yang sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Kedua, peran keluarga di rumah juga yang sangat penting dan tidak bisa terlepas dan dipisahkan. Baik sikap ayah kepada anaknya, ayah kepada ibu ataupun sikap orang tua kepada tetangga. Ketiga, lingkungan pergaulan yang man sebaik apapun lingkungan sekolah dan keluarga dalam membentuk pendidikan karakter tetapi jika peserta didik berada di lingkungan yang kurang baik maka akan sangat berisiko bagi pemebtukan karakter yang tidak

baik. Pergaulan yang kurang baik akan membawa dampak yang negatif terhadap peserta didik, maka sangat penting sekali seorang peserta didik memilih lingkungan pergaulan yang baik guna untuk membentuk pribadi yang baik pula.76

Dalam membentuk pendidikan karakter siswa tidak terlepas dari bagaimana pendidikan dan pola asuh di rumah, sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Ketiga wilayah tersebut merupakan sebuah sistem. Seorang siswa tidak akan memiliki karakter yang baik jika salah satu dari tempat beraktualisasinya bermasalah. Sekolah yang kondusif dalam penyampaian pendidikan karakter tidak akan efektif membentuk karakter siswa jika situasi di rumah tidak kondusif dan terjadi kekacauan moral di masyarakat. Seseorang yang berasal dari keluarga yang baik berpotensi rusak karakternya jika lingkungan sekolah kacau dan teman bergaul yang salah, begitu juga dengan kondisi yang lain yang tidak saling bersinergi dalam pembentukan pendidikan karakter khususnya kedisiplinan dan kejujuran. Maka sangat penting sekali pantauan dari guru dan orang tua dalam pelaksanaan pembentukan karakter yang baik khususnya mengenai kedisiplinan dan kejujuran.

Berdasarkan penjelasan dari hasil wawancara di atas, dapat kita ketahui bahwasanya di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan sudah melaksanakan berbagai kegiatan pembiasaan-pembiasaan, yang mana kegiatan pembiasaan tersebut guna untuk menerapkan atau membentuk pendidikan karakter siswa yang baik yang berhubungan dengan karakter kedisiplinan dan kejujuran.

76 Nuryani Kamilah, Guru Pendidikan Agama Islam MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Wawancara Tanggal 19 Juli 2018

74 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan penjelasan-penjelasan yang telah penulis lakukan mengenai impelentasi pendidikan karakter kedisiplinan dan kejujuran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan data dari berbagai sumber, kemudian penulis menyajikan data dan menganalisis data tersebut, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

Implementasi pendidikan karakter kedisiplinan dan kejujuran yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan yaitu dengan melakukan kegiatan pembiasaan-pembiasaan yang dilakakukan secara rutin oleh siswa dengan adanya dukungan dan pengkondisian dari setiap guru. Selain itu adanya kerjasama dengan orang tua siswa dan lingkungan masyarakat guna untuk mencapai tujuan pembentukan karakter yang baik khususnya kerakter kedisiplinan dan kejujuran. Adapun Implementasi pendidikan karakter kedisiplinan dan kejujuran yang dilakukan secara rutin di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan oleh siswa diantaranya: 1) Datang ke sekolah tepat waktu, 2) Upacara bendera, 3) Berwudhu, 4) Shalat duha dan shalat dzuhur berjamaah, 5) Tadarus Al-Qur’an, 6) Buang sampah pada tempatnya, 7) Guru menanyakan kejujuran siswa dalam melaksanakan shalat subuh atau tidak sebelum pelajaran dimulai, 8) Larangan keras membawa alat elektronik, 9) Larangan keras menyontek ketika ujian, 10) Menanyakan kejujuran siswa yang berhalangan yang tidak mengikuti shalat duha dan dzuhur berjamaah 10) Mengembalikan barang temuan atau barang yang hilang. Kegiatan pembiasaan tersebut dilakukan dengan adanya dukungan dan pengkondisian dari setiap guru. Selain itu adanya kerjasama dengan orang tua siswa dan lingkungan masyarakat guna untuk

mencapai tujuan pembentukan karakter yang baik khususnya kerakter kedisiplinan dan kejujuran. .

B. Saran

Berdasarakan kesimpulan di atas, maka peneliti hendak memberikan saran kepada pihak-pihak yang terkait dengan hasil penelitian ini guna untuk perbaikan di masa mendatang. Saran-saran tersebut antara lain yaitu:

1. Kepada Pihak Sekolah

Hendaknya terus mempertahankan segala usaha dan upaya yang telah dilakukan dalam proses pembentukan pendidikan karakter khususnya kedisiplinan dan kejujuran. Pembiasaan-pembiasaan yang telah dilakukan baik melalui kegiatan pembelajaran, ekstrakulikuler, dan pengembangan diri hendaknya ditingkatkan lagi dan diperkuat lagi dukungan dari pihak sekolahnya.

2. Kepada Para Guru

Hendaknya ditingkatkan lagi pengawasan dan pengkondisian dalam implementasi pendidikan karakternya. Selain itu guru juga harus ditingkatkan lagi karakternya untuk menjadi lebih baik guna untuk memberikan teladan atau contoh yang baik bagi peserta didik.

Dokumen terkait