BAB 2| PROFIL KABUPATEN BANTUL
9) Wabah Penyakit
TINGKAT ANCAMAN TSUNAMI
INDEKS PENDUDUK TERPAPAR
RENDAH SEDANG TINGGI
INDEKS ANCAMAN
RENDAH
Pandak, Sedayu,
Bambanglipuro, Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kretek, Pajangan, Piyungan, Pleret, Pundong, Sanden, Srandakan
Banguntapan, kasihan, Sewon
SEDANG TINGGI
Sumber : Hasil Analisis, 2020
Gambar 2.40. Matriks Tingkat Ancaman Epidemi Wabah Penyakit
Gambar 2.41. Peta Bahaya Epidemi Wabah Penyakit Kabupaten Bantul
Seluruh wilayah Kabupaten mempunyai indeks ancaman yang rendah untuk ancaman epidemi dan wabah penyakit, kecuali kecamatan Kasihan dan Banguntapan yang memiliki kelas tingkat ancaman Sedang karena dipengaruhi perbedaan indeks penduduk terapapar.
a) Tingkat Kerugian
Hasil kajian kerentanan terkait potensi kerugian (fisik, dan ekonomi,) untuk seluruh bencana di Kabupaten Bantul dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.20. Potensi Kerugian Bencana Kabupaten Bantul
No Jenis Bencana Kerugian (Milyar Rupiah) Total Kerugian Kelas
1. Banjir 24.104 Tinggi
2. Cuaca Ekstrim (Angin
Puting Beliung) 53.486 Tinggi
3. Gelombang Ekstrim dan
Abrasi 651 Rendah
4. Gempabumi 8.417 Sedang
5. Kebakaran 22.173 Tinggi
6. Kekeringan 13 Rendah
7. Tanah Longsor 5.629 Sedang
8. Tsunami 1.751 Sedang
Sumber: BPBD, 2019
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa potensi kerugian di Kabupaten Bantul berbeda-beda tiap potensi bencana. Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa potensi kerugian rupiah berada pada kelas tinggi.
b) Tingkat Kapasitas
Kapasitas daerah merupakan bagian penting dalam peningkatan upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana melalui upaya pengurangan risiko bencana di daerah. Penilaian kapasitas daerah diharapkan dapat digunakan untuk menilai, merencanakan, mengimplementasikan, memonitoring, dan mengembangkan lebih lanjut kapasitas daerah yang dimilikinya untuk mengurangi risiko bencana. Pengkajian kapasitas daerah dilaksanakan sesuai dengan kondisi terkini daerah berdasarkan parameter ukur dalam upaya pelaksanaan efektifitas penanggulangan bencana daerah.
Tabel 2.21. Hasil Kajian Ketahanan Kabupaten Bantul
No. Prioritas Indeks
Prioritas
Indeks Kapasita s Daerah
Tingkat Kapasitas
Daerah 1. Perkuatan Kebijakan dan
Kelembagaan 0,20
0,20 Rendah 2. Pengkajian Risiko dan
Perencanaan Terpadu 0,20
3. Pengembangan Sistem Informasi,
Diklat dan Logistik 0,20
4. Penanganan Tematik Kawasan
Rawan Bencana 0,20
5. Peningkatan Efektivitas
Pencegahan dan Mitigasi Bencana 0,20 6. Perkuatan Kesiapsiagaan dan
Penanganan Darurat Bencana 0,20 7. Pengembangan Sistem Pemulihan
Bencana 0,20
Sumber: BPBD, 2019
Pengukuran ketahanan daerah tersebut dilaksanakan dengan menggunakan Indikator Ketahanan Daerah yang terdiri dari 71 indikator capaian. Tujuh puluh satu indikator tersebut dikelompokkan ke dalam 7 (tujuh) Strategi penanggulangan bencana. Berdasarkan juknis Penilaian Indeks Kapasitas Daerah (IKD) dari BNPB dirumuskan nilai indeks kapasitas daerah dengan ketentuan rendah (0 - 0,40);
sedang (>0,40 - 0,80); tinggi (>0,80 - 1). Keseluruhan ketahanan daerah Kabupaten Bantul dalam menghadapi potensi bencana memiliki indeks kapasitas daerah 0,20 dan tingkat kapasitas daerah rendah.
Dari hasil penggabungan tingkat bahaya, kerentanan, dan kapasitas dapat ditentukan tingkat risiko bencana Kabupaten Bantul.
Tingkat risiko untuk 9 (sembilan) jenis bahaya di Kabupaten Bantul memiliki potensi dengan tingkat risiko rendah - tinggi.
Potensi tingkat resiko bencana 9 (sembilan) jenis bencana sebagimana tersebut di atas dikategorikan menjadi tingkat resiko rendah, sedang dan tinggi.
Tabel 2.22 Tingkat Risiko Bencana di Kabupaten Bantul
No Jenis Ancaman
Luas Ancaman Jumlah Penduduk
Terpapar Nilai Kerugian
Tingkat Kapasitas
Daerah Tingkat Risiko Ha Kelas Jiwa Kelas Miliyar Kelas Kelas
1 Gempa Bumi 6.978 Tinggi 93.414 Sedang 8.417 Sedang Rendah Sedang 2 Longsor 6.874 Tinggi 63.369 Sedang 5.629 Sedang Rendah Sedang 3 Banjir 15.068 Tinggi 24.558 Sedang 24.104 Tinggi Rendah Tinggi 4
Gelombang Ekstrim dan
Abrasi 799 Tinggi 7.031 Rendah 651 Rendah Rendah Rendah
5 Kekeringan 11.225 Tinggi 93.460 Sedang 13 Rendah Rendah Rendah 6 Cuaca Ekstrim 44.768 Tinggi 692.936 Tinggi 53.486 Tinggi Rendah Tinggi 7 Tsunami 3.384 Tinggi 34.735 Sedang 1.751 Sedang Rendah Sedang*
8 Kebakaran 11.727 Tinggi 94.878 Sedang 22.173 Tinggi Rendah Tinggi 9 Epidemi dan
Wabah penyakit
50.685 Rendah 945.441 Tinggi - Rendah Rendah Rendah*
Sumber : BPBD Kabupaten Bantul Tahun 2019 Keterangan :
*Jenis ancaman yang belum pernah terjadi di Kabupaten Bantul
Kelas luas ancaman dan kelas penduduk terpapar untuk 9 jenis ancaman bencana sebagai berikut :
a) Gempa bumi,
Kawasan yang rawan terhadap bahaya gempa bumi berada di dekat sesar opak, yaitu Kecamatan Imogiri, Jetis, Kretek, Pleret, dan Pundong dengan luasan bahaya yaitu 6.978 Ha (indeks ancaman tinggi) dan jumlah penduduk terpapar ancaman gempa bumi sebanyak 93.414 jiwa (indeks penduduk terpapar sedang)
b) Longsor
Sebagian wilayah Kabupaten Bantul berbentuk perbukitan yang berpotensi mengalami longsor yaitu Kecamatan Imogiri, Piyungan, dan Pundong dengan luasan bahaya yaitu 6.847 Ha.
(indeks ancaman tinggi) dan jumlah penduduk terpapar 63.369 jiwa (indeks penduduk terpapar sedang)
c) Banjir
Daerah yang dilalui oleh sungai yang biasanya mengalami bencana banjir mempunyai tingkat ancaman banjir kelas tinggi.
Sungai tersebut adalah Sungai Oyo, Sungai Celeng, Sungai Opak,
dan Sungai Winongo yang melewati di kecamatan Banguntapan, Bambanglipuro, Bantul, Imogiri, Jetis, kasihan, Kretek, Pajangan, Piyungan, Pleret, Pundong, Sanden, dan Srandakan dengan luasan bahaya yaitu 15.608 Ha (indeks ancaman tinggi) dan jumlah penduduk terpapar ancaman banjir sebanyak 24.558 jiwa (indeks penduduk terpapar sedang)
d) Gelombang ekstrim dan abrasi
Daerah yang memiliki ancaman gelombang ekstrim dan abrasi adalah kecamatan yang berbatasan langsung laut yaitu Kecamatan Srandakan, Sanden, dan Kretek dengan luasan bahaya yaitu 799 Ha (indeks ancaman tinggi) dan jumlah penduduk terpapar ancaman gelombang ekstrim dan abrasi sebanyak 7.031 jiwa (indeks penduduk terpapar sedang)
e) Kekeringan
Bencana kekeringan merupakan bencana tahunan di Kabupaten Bantul. kecamatan yang memiliki tingkat ancaman kekeringan kelas tinggi antara lain; Kecamatan Dlingo, Imogiri, Piyungan, dan Pundong dengan luasan bahaya yaitu 11.225 Ha (indeks ancaman tinggi) dan jumlah penduduk terpapar ancaman kekeringan sebanyak 93.460 jiwa (indeks penduduk terpapar sedang)
f) Cuaca ekstrim
Terdapat 11 kecamatan yang memiliki kelas tingkat acaman tinggi, yaitu Kecamatan Banguntapan, Kasihan, Bambanglipuro, Bantul, Imogiri, Jetis, Kretek, Piyungan, Pleret, Pundong, dan Sanden dengan luasan bahaya 44.768 Ha (indeks ancaman tinggi) dan jumlah penduduk terpapar ancaman cuaca ekstrim sebanyak 692.936 jiwa (indeks penduduk terpapar tinggi)
g) Tsunami
Secara geografis Kabupaten Bantul berpotensi terjadi bencana tsunami. Kecamatan yang memiliki tingkat ancaman tsunami kelas tinggi adalah Kecamatan Kretek, Sanden, dan Srandakan dengan
luasan bahaya yaitu 3.384 Ha(indeks ancaman tinggi) dengan jumlah penduduk terpapar ancaman tsunami sebanyak 34.735 jiwa (indeks penduduk terpapar sedang)
h) Kebakaran
Jenis kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bantul tidak berbatas hanya pada kebakaran hutan dan lahan, namun juga bangunan. Kecamatan yang memiliki tingkat ancaman kebakaran kelas tinggi adalah Kecamatan Banguntapan, Kasihan, Piyungan, Imogiri, dan Pundong. dengan luasan bahaya yaitu 11.727 Ha (indeks ancaman tinggi) dengan jumlah penduduk terpapar ancaman kebakaran sebanyak 94.878 jiwa (indeks penduduk terpapar sedang)
i) Epidemi dan wabah penyakit
Seluruh wilayah Kabupaten mempunyai indeks ancaman yang rendah seluas 50.685 Ha (indeks ancaman rendah). Namun diasumsikan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Bantul berpotensi terhadap ancaman bencana epidemi dan wabah penyakit pada penduduknya, dengan jumlah penduduk terpapar sebanyak
945.441 jiwa (indeks penduduk terpapar tinggi)
Capaian Indeks Resiko Bencana kabupaten Bantul adalah 187 (kategori tinggi)