BAB I PENDAHULUAN
G. Sistematika Pembahasan
2) Wawancara
Teknik wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kerjasama sekolah dan masyarakat dalam meminimalisasi anak putus sekolah di Kecamatan Sakra Barat. Dalam hal ini peneiliti harus melakukan wawancara langsung kepada orang yang terlibat di dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Tentunya data-data anak-anak putus sekolah dan penyebabnya itu ada pada Kepala Sekolah, dewan guru, pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan orang tua murid yang berada di Kecamatan Sakra Barat.
Teknik wawancara menjadi sangat penting untuk mendukung kesuksesan dalam pengambilan data terkait judul penelitian dalam tesis ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami esensi wawancara dalam kerangka pengertian.
Wawancara sebagaimana yang dikemukakan oleh Lexy J. Moleong adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu yang bertanya dan yang menjawab pertanyaan itu.80 Sedangkan menurut Esterberg, wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.81 Esterberg membagi jenis wawancara menjadi tiga jenis, yaitu wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan wawancara tidak terstruktur. Penelitian memilih jenis wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.82
Teknik pengumpulan data dengan wawancara digunakan untuk menggali data-data tentang hubungan kerjasama sekolah dan masyarakat dalam meminimalisasin anaka putus sekolah di Kecamatan Sakra Barat, dan untuk menggali data-data tentang bentuk-bentuk kerjasama sekolah dan masyarakat dalam meminimalisasi anak putus sekolah di Kecamatan Sakra Barat. Di samping itu, data yang akan digali menggunakan teknik wawancara tentang kendala yang dihadapi oleh sekolah dan masyarakat dalam meminimalisasi
80 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2017), 186.
81Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2014), 72.
82Sugiyono, Memahami Penelitian…, 73.
anak putus sekolah di Kecamatan Sakra Barat. Ada pun informan dalam penelitian ini di antaranya:
a. Kepala Sekolah b. Wakil Kepala Sekolah c. Guru
d. Wali Murid
e. Anak putus sekolah f. Masyarakat
g. Kepala Desa h. Tokoh masyarakat 3) Dokumentasi
Dokumen adalah catatan peristiwa yang berlalu, yang bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.83 Dengan adanya teknik pengumpulan data melalui dokumen ini akan menjadi penguat dari teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.
Penelitian ini menggunakan dokumen berupa tulisan, dan gambar yang ada hubungannya dengan anak yang putus sekolah. Dokumen yang berupa tulisan yang akan peneliti gunakan adalah tulisan-tulisan berupa buku, tesis, dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan konteks penelitian.
Data-data atau dokumen yang akan digali lewat teknik pengumpulan data dokumentasi ini, yaitu informasi yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan
83Sugiyono, Memahami Penelitain…, 74.
harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya.
Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna.
c. Teknik Analisis Data
Setelah semua data yang diperlukan baik primer maupun sekunder dapat dikumpulkan, kemudian dilakukan kualifikasi data, selanjutnya adalah berusaha melakukan pengujian, analisa data dan melakukan sintesis. Bogdan dan Biklen menjelaskan bahwa analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.84
Sogiyono menjelaskan dalam penelitian kualitatif, analisis data bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan data tersebut, selanjutnya dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga selanjutnya dapat disimpulkan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul. Bila berdasarkan data yang dapat
84Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2017), 248.
dikumpulkan secara berulang-ulang dengan teknik trianggulasi, ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.85
Analisis data ini, dilakukan tidak saja pada tahap analisis data itu sendiri, melainkan sudah dimulai sejak pengumpulan data, klasifikasi data, kritik data sampai terakhir yakni penulisan. Dalam penelitian ini, analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif (Miles dan Huberman), seperti skema di bawah ini:
(1) Reduksi Data
Setelah peneliti terjun dilokasi penelitian, jumlah data yang diperoleh akan cukup banyak, oleh karenanya perlu dicatat secara teliti dan rinci.
Menurut Sugiyono, semakin lama peneliti berada di lapangan, maka jumlah data semakin banyak, kompleks, dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.86 Dalam penelitian ini, peneliti akan
85Sugioyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2014), 89.
86Sugioyono, Memahami Penelitian…, 92.
Data Collection
Data Reduction
Data Display
Conclusions:
Drawing/verifying
menganalisis data melalui reduksi data terkait bagaimana penyebab anak putus sekolah dan bagaimana meminimalisasi anak putus sekolah.
(2) Penyajian Data
Proses selanjutnya, setelah melalui proses reduksi data, langkah seterusnya adalah penyajian data. Penyajian data dilakukan supaya data dapat terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.87 Sugiyono menjelaskan bahwa penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Miles dan Huberman, cara yang paling lumrah digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.88
(3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Menurut Miles Hubarman, pada penelitian kualitatif, tahap ketiga yang harus dilewati dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.89 Penarikan kesimpulan pada awal-awalnya masih bersifat sementara atau belum valid, sepanjang peneliti masih menemukan bukti- bukti kuat yang mendukung pada saat pengumpulan data berikutnya. Teapi, apabila penarikan kesimpulan yang dilakukan peniliti pada tahap awal itu didukung oleh bukti-bukti valid saat peneliti kembali ke lapangan
87Sugioyono, Memahami Penelitian Kualitatif , (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2014),95.
88Sugioyono, Memahami Penelitian…, 95.
89Sugioyono, Memahami Penelitian…, 95.
mengumpulkan data, maka kesimpulan yang ditarik di awal itu merupakan kersimpulan yang kredibel atau valid.90
Sebagai langkah terakhir dalam proses menganalisis data, verifikasi data dalam penelitian ini akan dilakukan secara terus menerus selama proses penelitian dilakukan. Sejak pertama kali terjun di lapangan dan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha menganalisis dan mencari makna data yang dikumpulkan, dalam hal ini data terkait tentang penyebab anak putus sekolah dan bagaimana meminimalisasi anak putus sekolah.
d. Validitas Data
Penilitian kualitatif, data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan oleh peneliti dengan apa yang sebenarnya terjadi pada objek yang diteliti.91 Dalam penelitian kualitatif, pengujian validitas data dapat dilakukan melalui uji kredibilitas data dengan cara trianggulasi, yaitu pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.92 Terkait uji kredibilitas dengan cara trianggulasi ini, menurut Sogiyono, terdapat tiga macam trianggulasi, yaitu: trianggulasi sumber, trianggulasi teknik pengumpulan data dan trianggulasi waktu.93
Proses menemukan hasil validitas data yang maksimal, dalam penelitian ini peneliti memilih menggunakan pengujian validitas data melalui uji kredibilitas
90Sugioyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2014), 92.
91Sugioyono, Memahami Penelitian…, 119.
92Sugioyono, Memahami Penelitian …, 125.
93Sugioyono, Memahami Penelitian …, 127.
data dengan cara trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik pengumpulan data, yakni data yang terkait dengan kerjasama sekolah dan masyarakat dalam meminimalisasi anak putus sekolah di Kecamatan Sakra Barat.
57
BAB IV
PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Kondisi Geografis Kecamatan Sakra Barat