• Tidak ada hasil yang ditemukan

1-INSTRUMEN PSNI 2019

N/A
N/A
art style

Academic year: 2024

Membagikan "1-INSTRUMEN PSNI 2019"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

1

MODEL PERCEPATAN PEMBENTUKAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN

PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA BERBASIS KEARIFAN NILAI LOKAL PERSPEKTIF UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

(Studi Kasus Desa Pantai Utara Jawa Tengah)

INSTRUMEN PENELITIAN

MODEL PERCEPATAN PEMBENTUKAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN

PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA BERBASIS KEARIFAN NILAI LOKAL PERSPEKTIF UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

(Studi Kasus Desa Pantai Utara Jawa Tengah)

FOKUS I

NASKAH AKADEMIK PERCEPATAN KEBIAJKAN PENGELOLAAN

PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA BERBASIS KEARIFAN NILAI LOKAL PERSPEKTIF UU NO.6 TAHUN 2014 DI WILAYAH PANTURA JAWA

TENGAH

IDENTITAS INFORMAN

NAMA :

USIA : ALAMAT : UNIT KERJA : Informan:

1. Masyarakat Desa Pantura di lima Kabupaten (Pemalang, Pekalongan, Tegal, Batang dan Kendal)

A. Perangkat Desa Pantura di lima Kabupaten (Pemalang, Pekalongan, Tegal, Batang dan Kendal)

Urgensi normative, sosilogis dan empirik Naskah Akademik percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

Tehnik Pengambilan Data dengan: Wawancara dan Observasi

No Fokus Pertanyaan Jawaban Keterangan

1 Bagaimana urgensi normative, Naskah Akademik Naskah Akademik percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

2 Bagaimana urgensi sosilogis Naskah Akademik percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan

pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

(2)

2 3 Bagaimana urgensi normative, empirik

Naskah Akademik percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan

pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

B. Landasan Filosofis, , sosilogis dan Yuridis Naskah Akademik percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

No Fokus Pertanyaan Jawaban Keterangan

1 Bagaimana Landasan Filosofis Naskah Akademik percepatan kebiajkan

pengelolaan penyelenggaraan

pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

2 Bagaimana Landasan Sosilogis Naskah Akademik dalam percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

(3)

3 3 Bagaimana Landasan Yuridis Naskah

Akademik dalam percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan

pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

Informan:

1. Masyarakat Desa Pantura di lima Kabupaten (Pemalang, Pekalongan, Tegal, Batang dan Kendal)

2. Perangkat Desa Pantura di lima Kabupaten (Pemalang, Pekalongan, Tegal, Batang dan Kendal)

Tehnik Pengambilan Data dengan: Wawancara dan Observasi

No Fokus Pertanyaan Jawaban Keterangan

1 Model Naskah Akademik dalam percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

a. Filosofis

b. Yuridis

(4)

4 c. Empiris

d. Sosiologis

2 Model Naskah Akademik dalam percepatan kebiajkan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

a. Filosofis

b. Yuridis

c. Empiris

(5)

5 d. Sosiologis

BERDASARKAN ANALISIS DAN DATA DI HASIL MASALAH SATU DENGAN INSTRUMEN DIATAS.

MAKA DIBUAT :

1. NASKAH AKADEMIK DENGAN BERPEDOMAN PADA KERANGKA PEMBUATAN NASKAH AKADEMIK UU No. 12 Tahun 2011 SEBAGAI BERIKUT:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Identifikasi Masalah

C. Tujuan dan Kegunaan Kegiatan Penyusunan Naskah Akademik D. Metode

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIK EMPIRIS A. Kajian teoretis.

B. Kajian terhadap asas/prinsip yang terkait dengan penyusunan norma.

C. Kajian terhadap praktik penyelenggaraan, kondisi yang ada, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat.

D. Kajian terhadap implikasi penerapan sistem baru yang akan diatur dalam Undang-Undang atau Peraturan Daerah terhadap aspek kehidupan masyarakat dan dampaknya terhadap aspek beban keuangan negara.

BAB III EVALUASI DAN ANALISIS PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN TERKAIT

Bab ini memuat hasil kajian terhadap Peraturan Perundangundangan terkait yang memuat kondisi hukum yang ada, keterkaitan Undang-Undang dan Peraturan Daerah baru dengan Peraturan Perundang- undangan lain, harmonisasi secara vertikal dan horizontal, serta status dari Peraturan Perundang- undangan yang ada, termasuk Peraturan Perundang-undangan yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku serta Peraturan Perundang-undangan yang masih tetap berlaku karena tidak bertentangan dengan Undang- Undang atau Peraturan Daerah yang baru.

Kajian terhadap Peraturan Perundang-undangan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi hukum atau peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai substansi atau materi yang akan diatur. Dalam kajian ini akan diketahui posisi dari Undang-Undang atau Peraturan Daerah yang baru. Analisis ini dapat menggambarkan tingkat sinkronisasi, harmonisasi Peraturan Perundang-undangan yang ada serta posisi dari Undang-Undang dan Peraturan Daerah untuk menghindari terjadinya tumpang tindih pengaturan. Hasil dari penjelasan atau uraian ini menjadi bahan bagi penyusunan landasan filosofis dan yuridis dari pembentukan Undang-Undang, Peraturan Daera Provinsi, atau Peraturan Daerah Kabupaten/Kota yang akan dibentuk.

(6)

6

BAB IV LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS, DAN YURIDIS A. Landasan Filosofis

Landasan filosofis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk mempertimbangkan pandangan hidup, kesadaran, dan cita hukum yang meliputi suasana kebatinan serta falsafah bangsa Indonesia yang bersumber dari Pancasila dan Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

B. Landasan Sosiologis

Landasan sosiologis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aspek. Landasan sosiologis sesungguhnya menyangkut fakta empiris mengenai perkembangan masalah dan kebutuhan masyarakat dan negara.

C. Landasan Yuridis

Landasan yuridis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk untuk mengatasi permasalahan hukum atau mengisi kekosongan hukum dengan mempertimbangkan aturan yang telah ada, yang akan diubah, atau yang akan dicabut guna menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat. Landasan yuridis menyangkut persoalan hukum yang berkaitan denga substansi atau materi yang diatur sehingga perlu dibentuk Peraturan Perundang- Undangan yang baru. Beberapa persoalan hukum itu, antara lain, peraturan yang sudah ketinggalan, peraturan yang tidak harmonis atau tumpang tindih, jenis peraturan yang lebih rendah dari Undang- Undang sehingga daya berlakunya lemah, peraturannya sudah ada tetapi tidak memadai, atau peraturannya memang sama sekali belum ada.

BAB V JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP MATERI MUATAN UNDANG-UNDANG, PERATURAN DAERAH PROVINSI, ATAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

A. ketentuan umum memuat rumusan akademik mengenai pengertian istilah, dan frasa;

B. materi yang akan diatur;

C. ketentuan sanksi; dan D. ketentuan peralihan.

BAB VI PENUTUP A. Simpulan B. Saran

(7)

7

MERUMUSKAN NASKAH AKADEMIK SECARA DESKRIPTIF DARI MASING-MASING BAB NASKAH AKADEMIK.

No O

PERTANYAAN JAWABAN

I URGENSI NORMATIF

1. Bagaimana regulasi Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

2. Apakah Regulasi tersebut memberikan hak secara Proporsional dalam

Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

3. Apasaja yang diatur dalam regulasi Percepatan

Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 4. Bagaimana pengarturan

dalam regulasi Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 5. Bagaimana bentuk efektifitas

kebijakan Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 6. Bagaimna regulasi paling efektif untuk Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai

(8)

8 Lokal Perspektif Uu No 6

Tahun 2014 Tentang Desa dalam bentuk apa.

7. Bagaimana penerapan

Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

8. Bagaimana kemudahan dan mekanisme Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 9. Bagaimana pelaksanaan

efektif Pengelolaan

Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 10. Bagaimana Penyelenggaraan

Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan

kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

11. Bagaimana penyelenggaraan desa berdasarkan asas:

a. rekognisi;

b. subsidiaritas;

c. keberagaman;

d. kebersamaan;

e. kegotongroyongan;

f. kekeluargaan;

g. musyawarah;

h. demokrasi;

i. kemandirian;

j. partisipasi;

k. kesetaraan;

l. pemberdayaan; dan m. keberlanjutan.

II URGENSI EMPIRIK 1. Bagaimana data

Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal

(9)

9 Perspektif Uu No 6 Tahun

2014 Tentang Desa 2. Bagaimana kendala

Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

3. Bagaimana fluktuasi data Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 4. Mengapa menggunakan

Pengelolaan efektif

Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa Apakah efektif Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 5. Bagaimana penyelenggaraan

pengelolaan pemerintah desa mampu mewujudkan:

a. pengakuan dan penghormatan atas Desa yang sudah ada dengan keberagamannya.

b. memberikan kejelasan status dan kepastian hukum atas Desa

c. melestarikan dan memajukan adat, tradisi, dan budaya masyarakat Desa

d. mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat Desa untuk pengembangan potensi dan Aset Desa guna kesejahteraan bersama.

e. membentuk Pemerintahan Desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab;

f. meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat Desa

g. meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat

(10)

10 Desa guna mewujudkan

masyarakat Desa yang mampu memelihara kesatuan sosial sebagai bagian dari ketahanan nasional;

h. memajukan perekonomian masyarakat Desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional

i. memperkuat masyarakat Desa sebagai subjek pembangunan III URGENSI SOSIOLOGIS

1. Bagaimana perilaku para Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

2. Bagaimana sikap Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

3. Bagaimana

mengimplementasikan kebijakan oleh para Pengelolaan

Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

4. Bagaimana hubungan kerjasama antar unit dalam Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

5. Bagaimana sikap moral yang dikembangkandalam pelaksanaan Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif Uu No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

6. Bagaimana pelaksanaan kewenangan desa dalam Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

7. Bagaimana ketaatan masyarakat dan penyelengara dalam

(11)

11 mewujudkan asas Pengelolaan

Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

8. Bagaimana perangkat desa dalam ketaatan asas Pengelolaan

Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

9. Bagaimana masyarakat dalam membantu pelaksanaan

kewenangan kepala desa dalam

a. memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa

b. mengangkat dan

memberhentikan perangkat Desa

c. memegang kekuasaan pengelolaan Keuangan dan Aset Desa

d. menetapkan Peraturan Desa menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa;

e. membina kehidupan masyarakat Desa;

f. membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat Desa

g. membina dan meningkatkan perekonomian Desa serta mengintegrasikannya agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar- besarnya kemakmuran masyarakat Desa

h. mengembangkan sumber pendapatan Desa

FOKUS II

(12)

12

DRAF RAPERDA PENGELOLAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA BERBASIS KEARIFAN NILAI LOKAL PERSPEKTIF UU NO.6 TAHUN 2014 DI WILAYAH PANTURA JAWA TENGAH.

No Fokus Pertanyaan Jawaban Keterangan

1 Bagaimana Landasan Filosofis Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Di Desa pada

1. Kabupaten Tegal 2. Kabupaten Pemalang 3. Kabupaten Batang 4. Kabupaten Pekalongan 5. Kabupaten Kendal

2 Bagaimana Landasan Sosilogis Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Di Desa pada

1. Kabupaten Tegal 2. Kabupaten Pemalang 3. Kabupaten Batang 4. Kabupaten Pekalongan 5. Kabupaten Kendal

3 Bagaimana Landasan Yuridis Pengelolaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Kearifan Nilai Lokal Perspektif UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Di Desa pada

1. Kabupaten Tegal 2. Kabupaten Pemalang 3. Kabupaten Batang

(13)

13 4. Kabupaten Pekalongan

5. Kabupaten Kendal

Tehnik Pengambilan Data dengan: Wawancara dan Observasi

No Fokus Pertanyaan Jawaban Keterangan

1 Percepatan kebijakan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis kearifan nilai lokal perspektif UU No.6 Tahun 2014 di wilayah Pantura Jawa Tengah

a. Substansi

b. Filosofis

c. Yuridis

d. Empiris

(14)

14 e. Sosiologis

BERDASARKAN ANALISIS DAN DATA DI HASIL MASALAH SATU DENGAN INSTRUMEN DIATAS

(15)

15 MAKA DIBUAT :

RAPERDA PENGELOLAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA BERBASIS KEARIFAN NILAI LOKAL PERSPEKTIF UU NO.6 TAHUN 2014 DI WILAYAH

PANTURA JAWA TENGAH.

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

A. Identifikasi Masalah

B. Tujuan dan Kegunaan Kegiatan Penyusunan Naskah Akademik C. Metode

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIK EMPIRIS E. Kajian teoretis.

F. Kajian terhadap asas/prinsip yang terkait dengan penyusunan norma.

G. Kajian terhadap praktik penyelenggaraan, kondisi yang ada, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat.

H. Kajian terhadap implikasi penerapan sistem baru yang akan diatur dalam Undang-Undang atau Peraturan Daerah terhadap aspek kehidupan masyarakat dan dampaknya terhadap aspek beban keuangan negara.

BAB III EVALUASI DAN ANALISIS PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN TERKAIT

Bab ini memuat hasil kajian terhadap Peraturan Perundangundangan terkait yang memuat kondisi hukum yang ada, keterkaitan Undang-Undang dan Peraturan Daerah baru dengan Peraturan Perundang- undangan lain, harmonisasi secara vertikal dan horizontal, serta status dari Peraturan Perundang- undangan yang ada, termasuk Peraturan Perundang-undangan yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku serta Peraturan Perundang-undangan yang masih tetap berlaku karena tidak bertentangan dengan Undang- Undang atau Peraturan Daerah yang baru.

Kajian terhadap Peraturan Perundang-undangan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi hukum atau peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai substansi atau materi yang akan diatur. Dalam kajian ini akan diketahui posisi dari Undang-Undang atau Peraturan Daerah yang baru. Analisis ini dapat menggambarkan tingkat sinkronisasi, harmonisasi Peraturan Perundang-undangan yang ada serta posisi dari Undang-Undang dan Peraturan Daerah untuk menghindari terjadinya tumpang tindih pengaturan. Hasil dari penjelasan atau uraian ini menjadi bahan bagi penyusunan landasan filosofis dan yuridis dari pembentukan Undang-Undang, Peraturan Daera Provinsi, atau Peraturan Daerah Kabupaten/Kota yang akan dibentuk.

BAB IV LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS, DAN YURIDIS D. Landasan Filosofis

Landasan filosofis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk mempertimbangkan pandangan hidup, kesadaran, dan cita hukum yang meliputi suasana kebatinan serta falsafah bangsa Indonesia yang bersumber dari Pancasila dan Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

E. Landasan Sosiologis

(16)

16

Landasan sosiologis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aspek. Landasan sosiologis sesungguhnya menyangkut fakta empiris mengenai perkembangan masalah dan kebutuhan masyarakat dan negara.

F. Landasan Yuridis

Landasan yuridis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk untuk mengatasi permasalahan hukum atau mengisi kekosongan hukum dengan mempertimbangkan aturan yang telah ada, yang akan diubah, atau yang akan dicabut guna menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat. Landasan yuridis menyangkut persoalan hukum yang berkaitan denga substansi atau materi yang diatur sehingga perlu dibentuk Peraturan Perundang- Undangan yang baru. Beberapa persoalan hukum itu, antara lain, peraturan yang sudah ketinggalan, peraturan yang tidak harmonis atau tumpang tindih, jenis peraturan yang lebih rendah dari Undang- Undang sehingga daya berlakunya lemah, peraturannya sudah ada tetapi tidak memadai, atau peraturannya memang sama sekali belum ada.

BAB V JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP MATERI MUATAN UNDANG-UNDANG, PERATURAN DAERAH PROVINSI, ATAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

E. ketentuan umum memuat rumusan akademik mengenai pengertian istilah, dan frasa;

F. materi yang akan diatur;

G. ketentuan sanksi; dan H. ketentuan peralihan.

BAB VI PENUTUP C. Simpulan D. Saran

MERUMUSKAN DRAF RAPERDA PENGELOLAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA BERBASIS KEARIFAN NILAI LOKAL PERSPEKTIF UU NO.6 TAHUN 2014 DI WILAYAH PANTURA JAWA TENGAH.

Salah satu akibat hukum atau normatif dari pemberlakuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa adalah Pemerintah Daerah Kabupaten harus menindaklanjutinya melalui Peraturan Bupati, Peraturan Daerah maupun Keputusan Bupati. Khusus untuk Perbup tentang Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2019 adalah salah satunya yang perlu digodok atau disusun draft-nya/rancangannya oleh Pemerintah Kabupaten. Pasalnya, Perbup tersebut akan dijadikan acuan pengelolaan keuangan desa tahun anggaran 2019.

Oleh karena dicabutnya Permendagri 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa yang sebelumnya menjadi Acuan Perbup tentang Pengelolaan Keuangan Desa 2018 dan tahun sebelumnya di Kabupaten-kabupaten se-Indonesia, maka secara otomatis juga Perbup tersebut harus direvisi atau dicabut dengan Perbup baru yang menyesuaikan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Maka dari itu, sangat penting dan urgen bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang memiliki desa untuk membuat dan menyusun draft perbup pengelolaan keuangan desa tahun anggaran 2019 berdasarkan permendagri 20 tahun 2018, sebelum kemudian ditetapkan oleh Bupati.

(17)

17

Bupati sebagai Kepala Daerah dituntut untuk segera menerbitkan perbup tentang pengelolaan keuangan desa untuk tahun 2019. Karena selain Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, Perbup ini juga menjadi acuan bagi Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa serta pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan keuangan desa, dan menjadi dasar penyusunan setiap regulasi desa atau produk hukum di desa. Seperti Perdes tentang RKPDes, Perdes tentang APBDes, Perkades tentang Penjabaran APBDes dan regulasi- regulasi desa lainnya untuk tahun 2019, tahun 2020 dan seterusnya.

Maka dari itu pula, perbup pengelolaan keuangan desa versi permendagri nomor 20 tahun 2018 ini tidak boleh dianggap remeh. Mengapa? Karena seperti kita ketahui bahwa tahun 2019 menjadi awal berlakunya permendagri nomor 20 tahun 2018, sekaligus awal bagi berlaku perbup tentang pengelolaan keuangan desa sesuai permendagri baru tersebut.

DRAFT ATAU RANCANGAN PERATURAN BUPATI TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DESA TERBARU 2019 :

Menimbang :

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 23 ayat (6), pasal 28 ayat (5), pasal 40 ayat (3), pasal 44 ayat (5), Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, maka perlu menetapkan Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, dengan Peraturan Bupati.

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558), sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864);

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan;

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun Tahun 2017;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Kepala Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2017;

(18)

18

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa;

13. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa;

14. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa;

15. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa; Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa;

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa;

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kewenangan Desa;

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 611);

19. Peraturan Daerah Kabupaten ... Nomor ... Tahun ... tentang ...

20. Peraturan Bupati ... Nomor ... Tahun ... tentang ...

Referensi

Dokumen terkait

Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jakarta, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kota

PATI BLORA CILACAP BREBES WONOGIRI GROBOGAN TEGAL DEMAK KEBUMEN JEPARA KENDAL BANYUMAS SRAGEN BOYOLALI BATANG REMBANG PEMALANG MAGELANG SEMARANG KLATEN PURWOREJO WONOSOBO

Tes merupakan sejumlah pertanyaan yang memiliki jawaban yang benar atau salah. Tes diartikan juga sebagai sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban atau sejumlah

Dari hasil jawaban siswa dan hasil wawancara yang telah dilakukan, siswa AF dapat menentukan jawaban dari pertanyaan yang telah diberikan, akan tetapi, siswa AF belum

SIMAK-BMN, yaitu PT Semarang, PN Tegal, PN Semarang, PN Pekalongan, PN Kudus, PN Pati, PN Brebes, PN Pemalang, PN Demak, PN Salatiga, PN Rembang, PN Batang, Pn

Klaten S R K Magelan g Banyumas Bj negara Temanggung Kendal Blora Grobogan Bat Demak Jepara Sragen Purblg Kebumen Purworejo Cilacap Kr.anyar Pati Rembang Batang Pekalongan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman genetik spesies udang di perairan pantai utara Jawa yang meliputi daerah Kendal, Batang, Pekalongan,

PERNYATAAN No Pertanyaan Jawaban SL SR KK PR TP A B C D E 1 Saya kurang bersemangat ketika saya terlambat datang kesekolah 2 Saya merasa gugup ketika