• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. POLA ALIRAN

N/A
N/A
emellda Fiqrianaa

Academic year: 2025

Membagikan "1. POLA ALIRAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Ada Sumber Air (CH) Vs Kapasitas Infiltrasi (KI)

► Bila CH > KI, maka Terjadi Aliran

► Bila CH < KI, maka Tidak Terjadi Aliran Infiltrasi adalah proses dimana air hujan meresap ke dalam tanah dan membentuk

cadangan air tanah.

Drainage:

Water that flows naturally across a land surface will always flow downhill

Pattern:

Adalah sebuah pola atau susunan

teratur yang terdiri dari elemen-elemen yang

diulang secara teratur atau acak.

(3)

“Jenis & Tekstur” Pola Aliran dapat mencerminkan Jenis Landform, Batuan Induk pembentuk tanahnya dan juga memprakirakan Karakteristik lahan lainnya. Semua Pola Aliran ini dapat dilihat melalui interpretasi Citra Remote Sensing.

PENGERTIAN POLA ALIRAN

►Pola aliran adalah kumpulan dari sungai-sungai yang memiliki bentuk relatif sama, yang

menggambarkan suatu pola yang khas dalam suatu wilayah yang relatif luas.

►Terbentuknya pola aliran disebabkan oleh faktor-

faktor alami seperti morfologi, jenis tanah dan

batuan, tingkat erosi dan struktur geologi.

(4)

1. Kemiringan Lereng

Kemiringan lereng tempat dimana sungai berada dapat menyebabkan dampak pada pembentukan pola alirannya. Contohnya, semakin curam suatu lereng, maka aliran sungainya akan semakin tidak beraturan.

Faktor yang Membentuk Pola Aliran Sungai

2. Perbedaan Jenis Batuan

Perbedaan jenis dan struktur batuan batuan

merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi terciptanya pola aliran sungai.

3. Gerakan Lempeng Tektonik

Gerakan tektonik lempeng yang terjadi di perut bumi dapat menghasilkan kenampakan alam yang terjadi pada kerak bumi, juga akan berpengaruh pada

bentuk pola aliran sungai.

(5)

Pola Aliran dalam satu DAS

(6)

Bagan Pola Aliran dalam satu DAS

(7)

1. Pola Aliran Dendritik

Pola aliran dendritik adalah pola aliran yang tidak teratur dengan cabang-cabang sungai menyerupai garis

penampang atau pertulangan daun. Jenis pola aliran ini disebabkan oleh litologi yang relatif homogen (batuan beku, batuan sedimen atau metamorf).

(8)

2. Pola Aliran Radial

Pola aliran radial adalah pola aliran yang arahnya terdistribusi atau menyebar secara radial dari

ketinggian tertentu menuju daerah bawah. Bentuk

lahannya yang cembung seperti gunung berapi

atau puncak intrusi magma.

(9)

Pola sungai sentripetal adalah pola yang

bentuknya berlawanan dengan pola radial. Pola ini mengarah ke tempat yang cekung seperti kawah gunung berapi atau cekungan-cekungan lainnya.

3. Pola Aliran Sentripetal

(10)

● Pola aliran paralel merupakan suatu sistem aliran yang aliran sungainya yang berbentuk

lurus-lurus mengikuti arah lereng dengan cabang sungai yang relatif sedikit, hal ini tercipta oleh

morfologi lereng yang terjal.

● Pola aliran paralel mengindikasikan adanya sebuah patahan/sesar yang besar dan saling sejajar memotong daerah yang memiliki batuan kasar berlipat dan kemiringan yang curam.

4. Pola Aliran Paralel

(11)

● Adalah pola aliran trellis memiliki ciri berupa kumpulan saluran air yang bentuknya sejajar,

mengalir mengikuti kemiringan lereng dan relatif tegak lurus terhadap aliran utamanya.

5. Pola Aliran Trellis

● Pola aliran ini dikontrol oleh struktur geologi berupa

lipatan antiklin dan sinklin, dengan kekerasan batuan yang berbeda.

(12)

● Pola aliran rektangular adalah pola aliran yang alur sungainya relatif lurus-lurus, dengan titik pertemuan yang tegak lurus satu sama lain. Bentuk alur sungai yang lurus ini mengikuti struktur patahan/sesar.

6. Pola Aliran Rektangular

● Pola sungai rektangular

biasanya berkembang pada batuan yang resisten terhadap erosi, tipe erosi cenderung

seragam, namun dikontrol oleh sesar dua arah dengan sudut yang saling tegak lurus.

(13)

● Pola aliran sungai annular adalah bentuk variasi dari pola sungai beraliran radial. Sungai utama

melingkar dengan anak sungai yang membentuk sudut hampir tegak lurus.

● Pola annular dapat ditemukan pada daerah dome atau kaldera stadium dewasa (pegunungan tua)

dengan batuan yang berselang seling antara lunak dan keras.

7. Pola Aliran Annular

(14)
(15)

Hirarki Aliran Sungai dalam DAS

(16)

Bentuk Penampang Aliran Sungai

1. Bentuk Huruf V

Top Soil

Sub Soil

Sub Soil Lebih Resisten dari Top Soil

(PASIR & GRAVEL)

2. Bentuk Huruf U

Top Soil

Sub Soil

Sub Soil Sama Resisten dg Top Soil

(DOMINAN DEBU) 3. Bentuk spt Trapesium

Substratum Sangat Resisten (LIAT BERDEBU & LIAT)

Top and SubSoil

(17)

(<2-4) (4-6) (>6)

Tekstur/Kerapatan Aliran

(18)

Kerapatan Aliran

Karakteristik Lahan Vs

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya kejadian longsorlahan pada tiap kelas kemiringan lereng di sub-Daerah Aliran Sungai Logawa Kabupaten Banyumas.. Metode

yang ditarik dari suatu titik pada salah satu garis sejajar dan. tegak lurus garis sejajar yang lain.. Menghitung jarak antara garis

Serief (1986) dalam Jauhari, (2012) menyatakan bahwa Daerah Aliran Sungai adalah suatu daerah atau wilayah dengan kemiringan lereng yang bervariasi yang dibatasi oleh

Conto endapan sungai diambil saat kondisi cerah berawan, sungai ini memiliki aliran air sungai yang deras, memiliki kemiringan lereng yang relatif tinggi, memiliki

Dari ketiga gambar di atas dapat dilihat bahwa pola kedalaman gerusan lokal disekitar pilar adalah sama untuk posisi pilar yang sejajar dengan arah aliran yang datang, proses

Conto endapan sungai diambil saat kondisi cerah berawan, sungai ini memiliki aliran air sungai yang deras, memiliki kemiringan lereng yang relatif tinggi, memiliki

Longsoran translasional juga dapat terjadi pada lereng di mana terdapat bidang lemah yang mempunyai jurus yang sejajar dengan permukaan lereng serta sudut kemiringan

Posisi pipa dalam aliran yaitu salah satu bidang pipa tegak lurus dengan datangnya aliran, salah satu sudut pipa diarahkan dengan datangnya aliran dan sudut pipa yang lebih besar