Ada Sumber Air (CH) Vs Kapasitas Infiltrasi (KI)
► Bila CH > KI, maka Terjadi Aliran
► Bila CH < KI, maka Tidak Terjadi Aliran Infiltrasi adalah proses dimana air hujan meresap ke dalam tanah dan membentuk
cadangan air tanah.
Drainage:
Water that flows naturally across a land surface will always flow downhill
Pattern:
Adalah sebuah pola atau susunan
teratur yang terdiri dari elemen-elemen yang
diulang secara teratur atau acak.
“Jenis & Tekstur” Pola Aliran dapat mencerminkan Jenis Landform, Batuan Induk pembentuk tanahnya dan juga memprakirakan Karakteristik lahan lainnya. Semua Pola Aliran ini dapat dilihat melalui interpretasi Citra Remote Sensing.
PENGERTIAN POLA ALIRAN
►Pola aliran adalah kumpulan dari sungai-sungai yang memiliki bentuk relatif sama, yang
menggambarkan suatu pola yang khas dalam suatu wilayah yang relatif luas.
►Terbentuknya pola aliran disebabkan oleh faktor-
faktor alami seperti morfologi, jenis tanah dan
batuan, tingkat erosi dan struktur geologi.
1. Kemiringan Lereng
Kemiringan lereng tempat dimana sungai berada dapat menyebabkan dampak pada pembentukan pola alirannya. Contohnya, semakin curam suatu lereng, maka aliran sungainya akan semakin tidak beraturan.
Faktor yang Membentuk Pola Aliran Sungai
2. Perbedaan Jenis Batuan
Perbedaan jenis dan struktur batuan batuan
merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi terciptanya pola aliran sungai.
3. Gerakan Lempeng Tektonik
Gerakan tektonik lempeng yang terjadi di perut bumi dapat menghasilkan kenampakan alam yang terjadi pada kerak bumi, juga akan berpengaruh pada
bentuk pola aliran sungai.
Pola Aliran dalam satu DAS
Bagan Pola Aliran dalam satu DAS
1. Pola Aliran Dendritik
Pola aliran dendritik adalah pola aliran yang tidak teratur dengan cabang-cabang sungai menyerupai garis
penampang atau pertulangan daun. Jenis pola aliran ini disebabkan oleh litologi yang relatif homogen (batuan beku, batuan sedimen atau metamorf).
2. Pola Aliran Radial
Pola aliran radial adalah pola aliran yang arahnya terdistribusi atau menyebar secara radial dari
ketinggian tertentu menuju daerah bawah. Bentuk
lahannya yang cembung seperti gunung berapi
atau puncak intrusi magma.
Pola sungai sentripetal adalah pola yang
bentuknya berlawanan dengan pola radial. Pola ini mengarah ke tempat yang cekung seperti kawah gunung berapi atau cekungan-cekungan lainnya.
3. Pola Aliran Sentripetal
● Pola aliran paralel merupakan suatu sistem aliran yang aliran sungainya yang berbentuk
lurus-lurus mengikuti arah lereng dengan cabang sungai yang relatif sedikit, hal ini tercipta oleh
morfologi lereng yang terjal.
● Pola aliran paralel mengindikasikan adanya sebuah patahan/sesar yang besar dan saling sejajar memotong daerah yang memiliki batuan kasar berlipat dan kemiringan yang curam.
4. Pola Aliran Paralel
● Adalah pola aliran trellis memiliki ciri berupa kumpulan saluran air yang bentuknya sejajar,
mengalir mengikuti kemiringan lereng dan relatif tegak lurus terhadap aliran utamanya.
5. Pola Aliran Trellis
● Pola aliran ini dikontrol oleh struktur geologi berupa
lipatan antiklin dan sinklin, dengan kekerasan batuan yang berbeda.
● Pola aliran rektangular adalah pola aliran yang alur sungainya relatif lurus-lurus, dengan titik pertemuan yang tegak lurus satu sama lain. Bentuk alur sungai yang lurus ini mengikuti struktur patahan/sesar.
6. Pola Aliran Rektangular
● Pola sungai rektangular
biasanya berkembang pada batuan yang resisten terhadap erosi, tipe erosi cenderung
seragam, namun dikontrol oleh sesar dua arah dengan sudut yang saling tegak lurus.
● Pola aliran sungai annular adalah bentuk variasi dari pola sungai beraliran radial. Sungai utama
melingkar dengan anak sungai yang membentuk sudut hampir tegak lurus.
● Pola annular dapat ditemukan pada daerah dome atau kaldera stadium dewasa (pegunungan tua)
dengan batuan yang berselang seling antara lunak dan keras.
7. Pola Aliran Annular
Hirarki Aliran Sungai dalam DAS
Bentuk Penampang Aliran Sungai
1. Bentuk Huruf V
Top Soil
Sub Soil
Sub Soil Lebih Resisten dari Top Soil
(PASIR & GRAVEL)
2. Bentuk Huruf U
Top Soil
Sub Soil
Sub Soil Sama Resisten dg Top Soil
(DOMINAN DEBU) 3. Bentuk spt Trapesium
Substratum Sangat Resisten (LIAT BERDEBU & LIAT)
Top and SubSoil
(<2-4) (4-6) (>6)