• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.15.12 SOP PEMANTAUAN DAN PELAPORAN MEDICATION ERROR

N/A
N/A
Rosa Widyastuti

Academic year: 2023

Membagikan "3.15.12 SOP PEMANTAUAN DAN PELAPORAN MEDICATION ERROR"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANTAUAN DAN PELAPORAN MEDICATION ERROR

dr. Rosa Widyastuti, MARS

SOP

No. Dokumen: 008/AKA/APT/SOP/X/2023/REV.0 No. Revisi: 0

Tgl. Terbit: 30 Oktober 2023 Halaman: 1/2

KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN

AMANAH

Pengertian Pemantauan dan Pelaporan Medication Error adalah kejadian untuk mencegah kesalahan pemberian obat/ tidak diberikannya obat yang dapat menyebabkan kerugian pasien yang sebetulnya dapat dicegah.

Tujuan

- Meningkatkan mutu pelayanan farmasi dan keselamatan pasien.

- Menurunnya insiden KTD dan KNC yang terkait medication error di sarana pelayanan kesehatan.

- Menjadi acuan dalam pemantauan dan pelaporan Medication error di KPRJ AMANAH Kebijakan 001/SK/PMP-AKA/X/2023 tentang Kebijakan Pelayanan Kefarmasian

009/SK/PMP-AKA/X/2023 tentang Pemantauan dan Pelaporan Medication Error Referensi

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Klinik

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien.

Prosedur

A. Pemantauan

1. Apoteker harus memahami dan menyadari kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan dalam proses pelayanan dan mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait :

a. Obat (Drug Related Problems) b. Masalah farmakoekonomi

c. Farmasi sosial (socio-pharmacoeconomy) 2. Apoteker harus melakukan monitoring penggunaan obat

3. Apoteker harus melakukan evaluasi serta mendokumentasikan segala aktivitas kegiatannya.

4. Apoteker wajib melakukan upaya pencegahan kesalahan pemberian obat pada setiap alur pelayanan resep

5. Apoteker melakukan rekonsiliasi obat untuk membandingkan resep/ instruksi pengobatan dengan obat yang telah didapat pasien.

B. Pelaporan

1. Petugas yang mendapati adanya kejadian medications error lapor kepada apoteker.

2. Apoteker melaporkan kejadian kepada Dokter yang bersangkutan.

3. Petugas segera melakukan tindakan pencegahan atau penanganan agar tidak membahayakan pasien.

4. Petugas membuat laporan insiden medication error, dengan mengisi form insiden keselamatan pasien dan membuat investigasi.

5. Form diberikan kepada koordinator keselamatan pasien.

6. Koordinator keselamatan pasien menerima laporan, kemudian menindaklanjuti dengan memberikan umpan balik kepada unit kerja terkait.

Bagan Alir

A

Amanah Apotek

(2)

Unit Terkait

Apotek Rekaman Historis -

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 105 lembar KOP dengan 228 jumlah obat sitostatika yang diberikan terdapat medication error hanya terjadi pada kategori prescribing error

pasien di rumah sakit dalam usaha pencegahan medication error. Menganalisis sistem komunikasi yang melibatkan pasien

Based on data on Patient Medication Card (KOP), it can be concluded that the apparent phase error occurred medication prescribing in patients with breast cancer at

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 105 lembar KOP dengan 228 jumlah obat sitostatika yang diberikan terdapat medication error hanya terjadi pada kategori prescribing error

Apakah terjadi medication error kategori prescription error pada obat-obat kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP H.Adam Malik Medan. pada bulan Maret

Insiden medication error yang dilaporkan di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng yaitu sebanyak 18 kasus (0,038 % dari total 46660 lembar resep yang dilayani) pada tahun

Kejadian medication error juga telah terjadi dalam praktek pemberian obat pada pasien yang dikuatkan dengan data hasil KDT (Kelompok Diskusi Terarah) dengan petugas farmasi

Terjadinya medication error, menurut peneliti telah memenuhi 3 tiga aspek dalam pertanggungjawaban secara hukum perdata ialah: terdapat kelalaian yang dipersalahkan yaitu terdapat