• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. modul xii-1

N/A
N/A
randy jowo

Academic year: 2025

Membagikan "2. modul xii-1"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

KELAS XII

SEMESTER GASAL

SMA NEGERI 1 PRAMBANAN 2021

Disusun Oleh:

MASRURO, S.Pd.I

19841219 2011 01 1 005

(2)

MODUL PAI DAN BUDI PEKERTI KELAS XII

SEMESTER GASAL Tahun Pelajaran 2021/ 2022

Penyusun : MASRURO, S.Pd.I 19841219 2011 01 1 005

Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 1 Prambanan

Prantiya, S.Pd, M.Pd

Pembina Tk. I, IV/b

NIP. 19630413 198501 1 001

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan rahmat- Nya kepada Kami dengan keadaan sehat wal afiat. dan tak lupa Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memperjuangkan agama islam dari zaman jahiliyyah sampai pada zaman Islamiyah ini, sehingga kami dapat menyelesaikan suatu Modul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII Semester Gasal ini.

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan suatu pelajaran yang mencakup kepada pembinaan akidah yaitu penanaman pola kepercayaan (believe) yang harus tertancap pada tataran afektif, kognitif dan psikomotor anak didik;

syariah atau tata cara beribadah yang sesuai dengan tuntunan al-Quran dan hadits lewat ijtihad para ulama; serta akhlak (habbit) atau kebiasaan anak didik sehingga memiliki kepribadian yang baik.

Kami berharap modul pembelajaran ini dapat bermanfaat dan memberi gambaran ataupun menjadi referensi kita dalam mempelajari materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekeri. Dalam modul pembelajaran ini, kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.

Penyusun

(4)

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... 1

Lembar Pengesahan ... 2

Kata Pengantar ... 3

Daftar Isi... 4

Petunjuk Penggunaan Modul ... 5

Modul 1 Iman kepada Hari Kiamat ... 6

Modul 2 Perilaku Bekerja Keras dan Bertanggunjawab dalam Kehidupan Sehari- hari... 26

Modul 3 Ketentuan Pernikahan dalam Islam ... 44

Modul 4 Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia ... 63

Modul 5 Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia ... 76

Daftar Pustaka ... 94

(5)

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Bagi Guru

1. Pelajari deskripsi modul secara teliti sehingga penyampaian materi akan sesuai dengan model pembelajaran yang diharapkan.

2. Perhatikan setiap langkah-langkah pembelajaran dengan cermat sehingga diperoleh hasil yang optimal.

3. Berikan penilaian secara menyeluruh baik dari aspek kognitif, psikomotor dan afektif sehingga kinerja siswa dapat terukur sepenuhnya.

Bagi Siswa

1. Baca dan pahami secara cermat setiap lembar halaman yang ada pada modul ini 2. Kerjakan setiap tugas/lembar kerja sesuai dengan petunjuk/langkah kerja yang ada 3. Kerjakan soal yang ada pada lembar latihan secara mandiri

4. Jika anda mengalami kesulitan, konsultasikan dengan guru pembimbing anda

(6)

MODUL 1

MAKNA IMAN KEPADA HARI AKHIR

PETA KEDUDUKAN MODUL

MAKNA IMAN KEPADA HARI AKHIR Pengertian Iman

kepada Hari Akhir

Tanda-Tanda hari Akhir

Periode Hari Akhir Hakikat Beriman

kepada Hari Akhir Kaitan antara Beriman kepada Hari Akhir dengan

Perilaku Jujur, Bertanggung Jawab, dan Adil

(7)

GLOSARIUM

Iman yakin, percaya, yaitu keyakinan dalam hati yang diikrarkan atau diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

Jahiliyah kebodohan arena berbuat sesuatu yang bertentangan dengan akal, seperti menyembah berhala, atau mengingkari sesuatu yang pasti, seperti adanya akhirat.

Jasad fisik, badan yaitu seluruh fisik yang kita miliki.

Kiamat hari kehancuran dunia, berakhirnya kehidupan makhluk allah SWT. Di alam semesta ini.

Fitnah kubur: Setelah manusia mengakhiri kehidupannya di alam dunia ini.

Kiamat dan tanda tandanya: Peristiwa hari kiamat diawali dengan beberapa tanda yang dilukiskan al-Qur’an.

Kebangkitan: Setelah kiamat tiba saatnya manusia dibangkitkan dari kuburnya.

Berkumpul: Setelah manusia dibangkitkan lalu dihimpun di padang mahsyar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Perhitungan: Pada masa ini semua manusia menantikan keputusan hakim semesta alam.

Shirath (Jembatan): Setelah selesai hari perhitungan tibalah saatnya manusia diberikan balasan aktivitasnya kemudian ditentukan jalan yang harus dilalui oleh setiap manusia.

Surga dan Neraka: Tempat balasan bagi manusia sesuai amal perbuatannya di dunia.

(8)

PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Modul ini digunakan saat peserta didik tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara standar pembelajaran karena satu dan lain hal. Dengan mengingat kepada hari akhir, sikap dan perilaku seorang muslim akan lebih terkendali, karena dia akan lebih memprioritaskan akhirat daripada dunia. Seorang muslim akan berupaya mengerjakan kebaikan-kebaikan, meninggalkan kemungkaran, dan segala bentuk kemaksiatan. Selalu optimis akan balasan yang lebih baik dari Allah SWT,tidak mudah tergantung pada pujian orang lain dalam melakukan aktivitasnya dan akan terus bersemangat dalam beribadah.

Berani menegakkan kebenaran dan keadilan. akan selalu berorientasi kepada kebahagiaan dan keselamatan di akhirat. Bertambah kadar keimanan kepada Allah SWT.karena sadar kekuasaan Allah itu begitu luas dan tidak terbatas hanya di alam dunia saja.

B. Prasyarat

Untuk mempelajari modul ini sebelumnya taruna harus sudah menguasai 1. Memahami Rukun Iman

2. Berperilaku yang mencerminkan beriman kepada hari akhir

C. Tujuan akhir

Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat:

1. Menemukan pengertian Iman kepada Hari Akhir berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

2. Merinci tanda-tanda hari akhir berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

3. Menyimpulkan hakikat beriman kepada hari, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

4. Menyimpulkan hikmah beriman kepada hari akhir berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

5. Merinci periode setelah kematian berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

6. Mengoreksi kaitan antara beriman kepada hari akhir dengan perilaku jujur, bertanggung

(9)

jawab, dan adil, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

7. Merancang kaitan antara beriman kepada hari akhir dengan perilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

8. Membuat kaitan antara beriman kepada hari akhir dengan perilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

D. Kompetensi Dasar

1.3 Meyakini terjadinya hari akhir

2.3 Berperilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil sesuai dengan keimanan kepada hari akhir

3.3 Menganalisis dan mengevaluasi makna iman kepada hari akhir

4.3 Menyajikan kaitan antara beriman kepada hari akhir dengan perilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil

F. Cek kemampuan awal

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di dalam tabel di bawah ini dengan cara memberi tanda ceklist

No. Pertanyaan Ya Tidak

1. Apakah anda mengetahui pengertian iman 2. Apakah anda mengetahui pengertian hari akhir 3. Apakah anda mengetahui pengertian perilaku jujur 4. Apakah anda mengetahui pengertian bertanggung jawab 5. Apakah anda mengetahui pengertian adil

● Apabila anda menjawab “tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah seluruh modul ini.

● Apabila anda menjawab “ya” pada seluruh pertanyaan di atas, maka lanjutkan dengan mengerjakan evaluasi yang ada pada modul ini.

(10)

KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kegiatan Belajar 1

1. Tujuan kegiatan pembelajaran

a. Menemukan pengertian Iman kepada Hari Akhir berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

b. Merinci tanda-tanda hari akhir berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

2. Uraian Materi

a. Pengertian Iman kepada Hari Akhir

Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat adalah mempercayai dengan sepenuh hati dan keyakinan yang kuat akan terjadinya hari kiamat di akhir zaman nanti, termasuk juga mempercayai beberapa tanda maupun peristiwa yang akan terjadi sebelumnya, seperti mahsyar, mizan, sirat, surga maupun neraka. Iman kepada hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh semua orang yang beriman. Karena tanpa beriman kepada hari akhir, seseorang tidak bisa dikategorikan sebagai seorang muslim.

Nama lain dari hari akhir adalah hari kiamat, hari pembalasan, hari penentuan dan lain sebagainya. Hari akhir merupakan sebuah kehidupan yang akan dialami oleh seluruh makhluk hidup setelah dibangkitkan dari alam kubur. Pada hari kiamat nanti, semua kehidupan yang ada di dunia ini akan hancur dan musnah. Barulah setelah itu Allah SWT menciptakan alam lain yang disebut dengan alam akhirat.

Dalam ayat-ayat Al-Qur'an Allah menjelaskan peristiwa hari akhir yang merupakan peristiwa besar bagi kehidupan ini. Ada beberapa istilah yang dipergunakan untuk menyebutkan hari akhir, di antaranya dengan menggunakan istilah al-haqqah (sesuatu yang benar-benar akan terjadi), al-waqi'ah (sesuatu yang pasti terjadi), al-qiyamah (hari kiamat), al-gasyiah (hari pembalasan), at-tammah (hari malapetaka) dan masih ada beberapa istilah lainnya.

Dalam surah Al-Hajj Allah SWT telah berfirman bahwa hari akhir merupakan sesuatu yang pasti terjadi. Hal ini terungkap dalam firman-Nya sebagai berikut.

(11)

Artinya : "Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur."

(Q.S. Al-Hajj/22: 7

Dalam ayat yang lain Allah telah menyebutkan bahwa di antara ciri-ciri orang yang bertakwa adalah beriman kepada hari akhir. Hal ini sebagaimana tercantum dalam ayat

Artinya : "Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (Q.S. Al-Baqarah/2: 4)

b. Tanda-Tanda hari Akhir

Sebelum waktu datangnya hari akhir atau hari kiamat, Allah akan megawalinya dengan tanda-tanda kiamat. Para ulama membagi tanda-tanda datangnya hari kiamat menjadi dua, yaitu tanda-tanda untuk qiyamah sugra (kiamat kecil) dan tanda-tanda untuk qiyamah kubra (kiamat besar). Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan qiyamah sugra adalah kematian yang dialami setiap orang.

Akan tetapi, pendapat lain mengatakan bahwa qiyamah sugra adalah peristiwa alam yang menyebabkan kerusakan kondisi alam. Bahkan ada juga yang mengatakan qiyamah sugra adalah sebuah masa yang menjadi permulaan akan terjadinya qiyamah kubra. Adapun yang dimaksud dengan qiyamah kubra adalah hancurnya seluruh alam semesta yang diawali tiupan sangkakala Malaikat Israfil.

Berikut ini adalah tanda-tanda qiyamah sugra yang telah disebutkan dalam beberapa riwayat hadis adalah:

a. Seorang budak perempuan melahirkan anak yang kemudian menjadi tuannya b. Orang miskin berlomba-lomba dalam kemegahan

c. Banyak amanat yang disia-siakan oleh orang yang mengembannya d. Lenyapnya ilmu pengetahuan melalu meninggalnya para ulama

(12)

e. Fitnah dan pembunuhan banyak terjadi di tengah masyarakat f. Sulitnya mencari orang yang mau menerima zakat

g. Tempat dan waktu terasa sangat berdekatan

Adapun tanda-tanda qiyamah kubra di antaranya adalah : a. Matahari terbit dari arah barat

b. Keluarnya dabbah (binatang raksasa) c. Keluarnya Dajjal.

d. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj e. Keluarnya Imam Mahdi f. Turunnya Nabi Isa as.

3. Rangkuman Materi

Dalam ayat-ayat Al-Qur'an Allah menjelaskan peristiwa hari akhir yang merupakan peristiwa besar bagi kehidupan ini. Ada beberapa istilah yang dipergunakan untuk menyebutkan hari akhir, di antaranya dengan menggunakan istilah al-haqqah (sesuatu yang benar-benar akan terjadi), al-waqi'ah (sesuatu yang pasti terjadi), al- qiyamah (hari kiamat), al-gasyiah (hari pembalasan), at-tammah (hari malapetaka) dan masih ada beberapa istilah lainnya.

4. Tugas

Buatlah resume tentang periode hari akhir dan hakikat beriman kepada hari akhir dan akan didiskusikan pada saat pertemuan minggu berikutnya!

5. Tes Formatif

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang paling tepat!

1. Iman kepada hari akhir (kiamat) adalah rukun iman yang ke . . . . a. Satu

b. Dua c. Tiga d. Empat

(13)

e. Lima

2. Apabila tertimpa musibah kita disunahkan mengucapkan ...

a. Takbir b. Tasbih c. Tahmid d. Istirja' e. Istighfar

3. Pengadilan Allah SWT. di alam akhirat sangat adil dan teliti, tidak seorang pun yang dirugikan, manusia berhak masuk surga karena ketakwaannya. Sebaliknya, mereka akan masuk neraka karena kedurhakaanya. Pernyataan di bawah ini yang tidak termasuk contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Hari Akhir adalah . . . a. menuruti semua keinginan teman

b. senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

c. memberikan dorongan untuk selalu bersikap optimis

d. sangat hati-hati saat ada keinginan untuk berbuat keburukan e. disiplin dalam melaksanakan ibadah salat lima waktu (maktubah) 4. Tanda-tanda seseorang mengimani Hari Akhir, diantaranya adalah . . . .

a. takut menghadapi kematian

b. tidak mau menerima jabatan duniawi

c. mengabaikan urusan dunia yang bersifat fana d. selalu berusaha ikhlas dalam melakukan pekerjaan

e. selalu mengingat tanda-tanda datangnya Hari Akhir dengan baik

5. Pernyataan di bawah ini yang tidak termasuk perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap hari akhir adalah . . . .

a. tidak takut akan dosa

b. disiplin dalam melakukan salat lima waktu

c. menghabiskan waktunya untuk berzikir di dalam masjid d. mencintai fakir-miskin yang diwujudkan dengan sedekah e. menyantuni, memelihara, mengasuh, dan mendidik anak yatim

(14)

Tuliskan Jawaban Anda di Sini!

B. Kegiatan Belajar 2

1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

a. Menyimpulkan hakikat beriman kepada hari, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

b. Menyimpulkan hikmah beriman kepada hari akhir berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

2. Uraian Materi

a. Periode Hari Akhir 1) Barzakh

Terminal pertama dari beberapa tempat yang akan dilalui seseorang pada rangkaian hari kiamat setelah mengalami kematian lalu dibangkitkan kembali adalah alam barzakh (alam kubur). Di alam kubur inilah seseorang akan mengalami pembalasan atas semua amal perbuatan yang telah dikerjakan di dunia. Alam kubur terkadang bisa menjadi taman surga bagi orang-orang yang beramal soleh. Akan tetapi, sebaliknya bisa menjadi bagian dari lubang neraka bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT.

Dalam bahasa Arab kata barzkah sendiri berarti penghalang antara dua benda.

Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa barzkah merupakan tempat di antara kematian dan kebangkitan. Allah SWT berfirman.

Artinya : "Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.

Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.

Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (Q.S.

Al-Mu'minun/23: 100).

(15)

2) Ba'ats

Kata ba'as merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yang berarti kebangkitan. Setelah menjalani hari-harinya di alam barzakh, seluruh makhluk hidup akan dibangkitkan dari kuburnya melalui tiupan kedua sangkakala Malaikat Israfil AS. Peristiwa ini terjadi setelah tiupan sangkakala pertama yang menghancurkan seluruh jaga raya pada hari kiamat kubra. Keterangan mengenai masalah ini telah disebutkan dalam firman Allah SWT.

Artinya : "Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing- masing)." (Q.S. Az-Zumar/39: 68).

Pada hari ba'as inilah Allah SWT membangkitkan dan menghidupkan kembali manusia dari alam kubur. Walaupun tubuhnya hancur dan tinggal tulang belulang yang tersisa. Kemudian Allah kembali membangkitkan mereka seperti semula.

Lalu hiduplah mereka dan anggota tubuh mereka kembali utuh.

Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam ayat berikut:

Artinya : "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." (Q.S. Yasin/36: 78-79)

3) Mahsyar

Di alam akhirat untuk pertama kalinya seluruh makhluk dikumpulkan di satu tempat yang bernama Padang Mahsyar. Semua makhluk akan digiring dengan bertelanjang kaki serta tidak berpakaian sehelai pun menuju ke padang mahsyar, yakni sebuah dataran yang terbentang luas tanpa batas. Allah ta'ala berfirman, Artinya : "Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?"

(Q.S. Al-An-am/6: 22).

Pada hari itu setiap orang akan sibuk dengan urusannya masing-masing. Mereka

(16)

tidak akan lagi memikirkan urusan orang lain, bahkan urusan anak dan istrinya sekalipun. Pada hari itu setiap orang hanya mampu mengandalkan amal kebaikan maing-masing sebagai penolongnya. Allah SWT telah menggambarkan keadaan saat itu dalam firman-Nya.

Artinya : "Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya." (Q.S. 'Abasa/80 : 34-37) 4) Hisab

Setelah seluruh manusia dikumpulkan di padang mahsyar, mereka semua akan mendapatkan keadilan dari Allah SWT melalui proses hisab (perhitungan amal perbuatan). Pada kesempatan itulah mereka akan menerima buku rapor amalan mereka yang telah direkam selama di dunia. Di antara mereka ada yang menerima buku rapornya dari sebelah kanan, namun ada pula yang menerimanya dari arah belakang. Allah SWT telah menjelaskan hal tersebut dalam firman-Nya.

Artinya : "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: "Celakalah aku".

Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (Q.S. Al- Insyiqaq/84: 7-12).

Pada hari itu juga semua organ tubuh manusia akan memberikan kesaksian. Tidak ada seorang pun yang bisa berbohong pada proses hisab. Karena mulut manusia yang sangat lihai berdusta pada hari itu dikunci oleh Allah. Hal ini sebagaimana terungkap dalam firman-Nya,

Artinya : "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (Q.S. Yasin/36: 65).

Semua amal perbuatan manusia akan dihitungkan oleh Allah dengan seadil- adilnya dengan menggunakan mizan. Mizan merupakan neraca yang dipergunakan untuk menakar amal perbuatan manusia selama di dunia ini. Allah SWT telah berfirman,

(17)

Artinya : "Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (Q.S. Al-Anbiya'/21: 47)

5) Sirat

Sirat adalah jalan yang membentang di atas jurang neraka. Barang siapa yang menempuh jalan yang lurus (sirat mustaqim) selama di dunia, akan menjadi ringan langkahnya di atas sirat akhirat dan sekaligus akan selamat. Sebaliknya barang siapa menyimpang dari sirat mustaqim ketika di dunia dengan berbuat maksiat kepada Tuhannya, maka dia akan terpeleset dari atas sirat dan jatuh dalam kebinasaan. Siapapun tidak akan melewatinya tanpa bekal amal saleh yang dikumpulkan selama hidup di dunia.

Perlu ditekankan kembali bahwa sirat merupakan perkara yang haqq dan pasti ada. Orang mukmin yang mendapatkan syafa'at akan melewatinya laksana kilat yang menyambar. Sementara orang-orang yang tidak beriman akan tergelincir danjatuh ke dalam neraka. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT.

Artinya : "(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu'min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak." (Q.S. Al-Hadid/57: 12)

6) Surga

Surga adalah tempat kenikmatan abadi yang suasananya tidak pernah terbayang akal pikiran, tidak pernah terlihat oleh mata, dan tidak pernah terdengar telinga.

Namun untuk mencapai surga, seseorang harus melakukan usaha keras dan sungguh-sungguh. Sebab kadangkala jalan menuju surga harus melewati banyak rintanga, mulai dari godaan setan sampai dengan rintangan hawa nafsu sendiri.

Di dalam Al-Qur'an Allah telah menggambarkan keniktaman tempat abadi tersebut dengan menggunakan ilustrasi yang bisa dipahami akal manusia. Dalam surat Al-Waqi'ah Allah SWT telah berfirman, "Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.

(18)

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S. Al- Waqi'ah/56: 15-24).

Kenikmatan surga yang sesungguhnya adalah lebih dari itu semua. Sebab gambaran di atas hanyalah gambaran dalam bahasa. Dengan demikian, hendaklah setiap kaum muslimin beriman terhadap keberadaan surga. Sebab Allah dan rasul-Nya telah memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai tempat kenikmatan abadi tersebut.

7) Neraka

Allah SWT menciptakan neraka untuk orang-orang yang tidak beriman dan berbuat dosa. Manusia-manusia yang ingkar kepada Allah dan orang-orang munafik akan menjadi bahan bakar utama neraka. Hanya orang-orang kafir, musyrik, dan munafik saja yang akan menjadi penghuni kekal neraka. Sementara orang-orang mukmin yang bermaksiat akan dihukum sesuai dengan dosa yang telah dia perbuat ketika di dunia.

Di dalamnya terdapat berbagai macam bentuk siksaan yang sangat menyakitkan.

Ketika penghuni neraka merasa haus dan lapar, bukanlah makanan maupun minuman yang mereka dapatkan, melainkan tambahan siksa yang justru diterima.

Ketika mereka memohon pertolongan, justru tambahan siksa yang akan dirasakan. Gambaran siksa neraka dapat diketahui dalam firman Allah SWT:

"Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar- benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya.

Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum." (Q.S. Al-Waqi'ah/56 : 51-55)

Dalam firman-Nya yang lain juga disebutkan: "Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan

(19)

sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas." (Q.S. As- Saffat/37: 64-67)

b. Hakikat Beriman kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima yang harus diyakini oleh setiap umat Islam. Segala perbuatan yang dilakukan oleh setiap manusia, baik maupun buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Oleh sebab itu, keimanan kepada Hari Akhir hendaknya dijadikan landasan utama untuk menyadarkan diri agar selalu taat kepada ajaran Allah SWT.

Banyak ayat dan hadis yang memerintahkan kita agar meyakini datangnya Hari Akhir, di antaranya adalah firman Allah SWT. pada Q.S. al-Baqarah/2:4 berikut:

“dan mereka yang beriman kepada (al-Qurān) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka.

Kemudian, dalam percakapan Rasulullah saw. dengan malaikat Jibril yang panjang tentang iman, Islam, dan Ihsan, beliau bersabda (ketika ditanya tentang iman):

“Beliau menjawab: “Kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab- kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk”. (H.R. Muslim).

Dalam ayat di atas ditegaskan bahwa meyakini adanya Hari Akhir merupakan salah satu ciri orang beriman. Adapun dalam penggalan hadis di atas, Rasulullah saw.

menyebutkan bahwa Hari Akhir sebagai salah satu perkara yang wajib diyakini, yang kemudian disebut rukun iman. Iman kepada Hari Akhir berarti percaya dengan penuh keyakinan bahwa kehidupan yang kekal hanyalah di akhirat.

3. Rangkuman Materi

Dalam ayat di atas ditegaskan bahwa meyakini adanya Hari Akhir merupakan salah satu

(20)

ciri orang beriman. Adapun dalam penggalan hadis di atas, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa Hari Akhir sebagai salah satu perkara yang wajib diyakini, yang kemudian disebut rukun iman. Iman kepada Hari Akhir berarti percaya dengan penuh keyakinan bahwa kehidupan yang kekal hanyalah di akhirat.

4. Tugas

Buatlah diagram/alur periode hari akhir di dalam kertas folio ukuran F4 secara individu dilengkapi dengan penjelasanya, dan jika selesai dikumpulkan di danton untuk diserahkan ke guru mapel PABP!

5. Tes Formatif

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang paling tepat!

1. Hari pembalasan amal manusia disebut yaumul a. Hisab

b. Mizan c. Jaza' d. Ba'ts e. Hasyr

2. Setelah manusia meninggal dunia, mereka berada di alam pembatas antara dunia dan akhirat yang disebut alam . . . .

a. Barzakh b. Mahsyar c. Ba’ as d. Hisab e. Jazam

3. Setelah semua manusia dibangkitkan dari alam kubur, mereka dikumpulkan di padang yang maha luas yang disebut padang . . . .

a. Barzakh b. Mahsyar c. Ba’ ast

(21)

d. Hisab e. Jazam

4. “dan mereka yang beriman kepada (al-Qurān) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka”

adalah terjemahan dari . . . . a. Q.S. al-Baqarah ayat 28 b. Q.S. al-Baqarah ayat 2 c. Q.S. al-Imran ayat 12 d. Q.S. al-Imran ayat 80 e. Q.S. al-Baqarah ayat 22

5. "Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum."

a. Q.S. Al-Waqi'ah ayat 50 b. Q.S. As-Saffat ayat 64-67 c. Q.S. al-Imran ayat 80 d. Q.S. al-Baqarah ayat 22 e. Q.S. Al-Waqi'ah ayat 51-55

Tuliskan Jawaban Anda di Sini!

C. Kegiatan Belajar 3

1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

Merinci periode setelah kematian berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

(22)

2. Uraian Materi

a. Hikmah Beriman kepada Hari Akhir

Semua ciptaan Allah SWT. yang lahir di dunia mempunyai hikmah karena Allah SWT. tidak menjadikan sesuatu sia-sia belaka tanpa tujuan dan hikmah di dalamnya.

Di bawah ini beberapa hikmah iman kepada Hari Akhir:

1) Muncul rasa kebencian yang dalam kepada kemaksiatan dan kebejatan moral yang mengakibatkan murka Allah SWT. di dunia dan di akhirat.

2) Menyejukkan dan menggembirakan hati orang-orang mukmin dengan segala kenikmatan akhirat yang sama sekali tidak dirasakan di alam dunia ini.

3) Senantiasa tertanam kecintaan dan ketaatan terhadap Allah SWT. dengan mengharapkan mau’nah-Nya pada hari itu.

4) Senantiasa termotivasi untuk beramal baik dengan ikhlas.

5) Senantiasa menghindari niat-niat yang buruk apalagi melaksanakannya

6) Menjauhkan diri dari asumsi-asumsi yang mengkiaskan apa yang ada di dunia ini dengan apa yang ada di akhirat.

b. Menyajikan Kaitan antara Beriman kepada Hari Akhir dengan Perilaku Jujur, Bertanggung Jawab, dan Adil

Makna kemenangan dan sukses dunia dan akhirat adalah kita perlu menelusuri motif diri kita yang paling dalam. Hal-hal apakah yang mampu menggerakkan diri kita untuk melakukan hal-hal yang sangat besar, serta kemenangan apakah yang kita harapkan? Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada yang bersifat jangka pendek. Sukses yang jangka panjang adalah kesuksesan negeri akhirat. Adapun sukses jangka pendek adalah kesuksesan hidup di dunia.

Keyakinan akan adanya Hari Akhir membawa konsekuensi bahwa hidup di dunia bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari kehidupan yang panjang.

Siapapun orangnya pada akhirnya akan meninggal dunia. Sungguh setiap yang berjiwa akan merasakan kematian.

Sukses yang bersifat jangka panjang adalah kesuksesan negeri akhirat, kesuksesan inilah yang harus diraih dengan jalan melakukan kebiasaan efektif dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif dalam kehidupan di dunia, khususnya banyak melakukan amal kebaikan sesuai dengan nilai-nilai al-Qurān

(23)

Keimanan kepada Hari Akhir juga memiliki keterkaitan dengan perilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil. Mengapa? Karena dengan memiliki keimanan yang teguh akan adanya Hari Akhir dan pembalasan di akhirat, akan menumbuhkan kesadaran bahwa semua perbuatan yang dikerjakan selama di dunia akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Untuk itu, segala sikap dan perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama. Menyadari bahwa manusia itu sangat kecil di hadapan kebesaran Allah SWT., sehingga diharapkan dapat menghilangkan sikap takabur atau sombong dalam dirinya, selalu berusaha melakukan amal salih, bersikap jujur, dan menghindari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma agama.

Allah SWT.berfirman yang artinya; ”Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai;

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah SWT. rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”(Q.S./98:7-8).

Jika kalian cermati ayat ini, jelas nyata bagi kita bahwa Allah SWT.

memberikan predikat makhluk yang baik dan berkualitas bagi mereka yang beriman akan hari Akhir. Selain itu, melaksanakan kegiatannya/bekerja selama hidupnya dengan penuh tanggung jawab, adil, dan jujur, Dengan demikian, perbuatan baiknya selama di dunia akan dibalas di akhirat dengan surga Adn.

Dengan beriman kepada Hari Akhir, akan mendorong seseorang untuk melakukan kebiasaan diri dengan akhlaktul karimah. Seperti mawas diri, rendah hati, peduli kepada sesama, dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan dengan ibadah (seperti salat) maupun dengan ibadah sosial. Ibadah sosial, yaitu semua kegiatan yang bermanfaat bagi sesama dan akan termotivasi untuk selalu berperilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil.

3. Rangkuman Materi

Keimanan kepada Hari Akhir juga memiliki keterkaitan dengan perilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil. Mengapa? Karena dengan memiliki keimanan yang teguh

(24)

akan adanya Hari Akhir dan pembalasan di akhirat, akan menumbuhkan kesadaran bahwa semua perbuatan yang dikerjakan selama di dunia akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Untuk itu, segala sikap dan perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama. Menyadari bahwa manusia itu sangat kecil di hadapan kebesaran Allah SWT., sehingga diharapkan dapat menghilangkan sikap takabur atau sombong dalam dirinya, selalu berusaha melakukan amal salih, bersikap jujur, dan menghindari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma agama.

4. Tugas

Buatlah resume materi dengan membuka https://www.kangmasroer.com/2011/12/kelas- xii-bab-3-iman-kepada-hari-akhir.html secara kelompok dan dikumpulkan di danton untuk diserahkan kepada guru mapel PAIBP.

5. Tes Formatif

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang paling tepat!

1. Munculnya rasa kebencian yang dalam kepada kemaksiatan dan kebejatan moral yang mengakibatkan murka Allah SWT. di dunia dan di akhirat adalah . . . beriman kepada hari akhir.

a. Hakikat b. Hikmah c. Arti d. Manfaat e. Paedah

2. Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada yang bersifat jangka pendek.

Sukses yang berjangka panjang adalah kesuksesan di . . . . a. Dunia

b. Alam semesta c. Alam kubur d. Kampung akhirat e. Alam barjah

(25)

3. Keyakinan akan adanya hari akhir mengantar manusia untuk melakukan kegiatan- kegiatan positif dalam kehidupannya khususnya banyak melakukan amal kebaikan sesuai dengan nilai-nilai al-Qur'an adalah karena manusia beriman kepada . . . . a. Rosul dan para sahabat

b. Qodo dan qodar

c. Alloh SWT dan yakin akan bertemu dengan Rabb-Nya d. Alloh SWT dan hari akhir

e. Kitab-kitab Alloh

4. Salah satu contoh perbuatan kaitan antara beriman kepada hari akhir dengan perilaku Jujur adalah . . . .

a. Sopir membawa penumpang b. Petani mencangkul sawah c. Pedagang di pasar

d. Pedagang menimbang beras sesuai takaran e. Pedagang di pasar

5. Malaikat yang menanyai di kubur adalah . . . . a. Atid dan Rakib.

b. Munkar dan Nakir.

c. Jibril dan Mikail.

d. Malik dan Ridwan.

e. Munkar dan Rakib

Tuliskan Jawaban Anda di Sini!

(26)

MODUL 2

PERILAKU BEKERJA KERAS DAN BERTANGGUNG JAWAB

DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

PETA KEDUDUKAN MODUL

PRILAKU BEKERJA KERAS DAN BERTANGGUNG

JAWAB DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Pengertian kerja keras

Cara bekerja yang baik

Perilaku yang mencerminkan

pekerja keras dalam kehidupan

Perilaku yang mencerminkan tanggung jawab

"pekerja"

menurut islam Hikmah dan

manfaat bekerja keras dalam

kehidupan Hikmah dan

manfaat tanggung jawab

dalam kehidupan

Syarat-syarat pekerja menurut

al-qu'ran

(27)

GLOSARIUM

Bekerja adalah melakukan kegiatan/pekerjaan paling sedikit satu jam berturut-turut selama seminggu yang lalu dengan maksud untuk memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan.

Kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas / pekerjaan dengan sebaik-baiknya (Mustari, 2011: 51). Sedangkan menurut Kesuma, dkk (2011: 17) menyatakan bahwa kerja keras adalah suatu istilah yang melingkupi suatu upaya yang terus dilakukan (tidak pernah menyerah) dalam menyelesaikan pekerjaan/ yang menjadi tugasnya sampai tuntas.

Kerja Cerdas adalah kerja yang tidak hanya mengandalkan otot, namun juga menggunakan otak, bisa berpikir kreatif dan inovatif, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan waktu yang efektif, sehingga masih memiliki waktu dan energi untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan yang lainnya.

Tanggung jawab secara bahasa artinya keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

(28)

PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Modul ini digunakan saat peserta didik tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara standar pembelajaran karena satu dan lain hal.

Pengertian, Perilaku dan Hikmah Kerja Keras -- Perilaku Kerja Keras dan Tanggung Jawab dalam Kehidupan Sehari-Hari, Kerja Keras dan Tanggung Jawab dalam Islam, Contoh Perilaku Kerja Keras dan Tanggung Jawab, Pengertian Kerja Keras dan Tanggung Jawab, Pengertian Kerja Keras Menurut Islam, Hikmah Bertanggung Jawab dalam Islam.

Kerja keras adalah berusaha atau berjuang dengan keras atau bersungguh - sungguh dalam mengerjakan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan menurut Islam kerja keras adalah bekerja atau bersungguh - sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi kemudian disertai dengan doa dan berserah diri kepada Allah SWT.

B. Prasyarat

Untuk mempelajari modul ini sebelumnya taruna harus sudah menguasai 1. Q.S At-taubah: 105

2. Hadits-hadits yang berkaitan dengan bekerja keras

C. Tujuan akhir

Setelah mempelajari modul ini diharapkan Siswa dapat:

1. Menelaah pengertian kerja keras berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

2. Menelaah cara bekerja yang baik berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

3. Merinci perilaku yang mencerminkan pekerja keras dalam kehidupan berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

4. Merinci perilaku yang mencerminkan tanggung jawab "pekerja" menurut Islam berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

5. Menelaah hikmah dan manfaat bekerja keras dalam kehidupan berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

(29)

6. Menelaah hikmah dan manfaat tanggung jawab dalam kehidupan berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

7. Merinci syarat-syarat pekerja menurut Al-Qu'ran berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

8. Mengoreksi kaitan perilaku bekerja keras, jujur, bertanggung jawab, adil, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

9. Menempatkan perilaku bekerja keras, jujur, bertanggung jawab, adil, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

10. Melatih perilaku bekerja keras, jujur, bertanggung jawab, adil, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

D. Kompetensi Dasar

1.5 Meyakini bahwa agama mewajibkan umatnya untuk bekerja keras dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari

2.5 Berperilaku kerja keras, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari

3.5 Menganalisis dan mengevaluasi perilaku bekerja keras dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat

4.5 Menyajikan kaitan perilaku bekerja keras, jujur, bertanggung jawab, adil, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan

E. Cek kemampuan awal

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di dalam tabel di bawah ini dengan cara memberi tanda ceklist

No. Pertanyaan Ya Tidak

1. Apakah anda mengetahui pengertian kerja keras

2. Apakah anda mengetahui tentang cara bekerja yang baik

3. Apakah anda mengetahui ciri seseorang memiliki semangat kerja yang baik

(30)

4. Apakah anda mengetahui tentang hikmah bekerja keras

5. Apakah anda mengetahui tanggung jawab pekerja menurut islam

● Apabila anda menjawab “tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, pelajarilah seluruh modul ini.

● Apabila anda menjawab “ya” pada seluruh pertanyaan di atas, maka lanjutkan dengan mengerjakan evaluasi yang ada pada modul ini.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kegiatan Belajar 1

1. Tujuan kegiatan pembelajaran

a. Menelaah pengertian kerja keras berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

b. Menelaah cara bekerja yang baik berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

c. Merinci perilaku yang mencerminkan pekerja keras dalam kehidupan berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

d. Merinci perilaku yang mencerminkan tanggung jawab "pekerja" menurut Islam berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

e. Menelaah hikmah dan manfaat bekerja keras dalam kehidupan berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

2. Uraian Materi

a. Pengertian Kerja Keras

Kerja keras adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, tidak kenal lelah, dan pantang menyerah meskipun menghadapi banyak tantangan dan kesulitan.

Pentingnya bekerja keras bagi manusia disebabkan oleh:

1) Manusia sadar akan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi agar menjadi bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.

2) Manusia menyadari bahwa tidak ada rezeki dan kebahagiaan yang datang dari

(31)

langit, semuanya harus diperoleh dari kerja keras.

3) Manusia dituntut untuk bersikap kreatif dan rajin bekerja keras.

4) Manusia menyadari bahwa hasil dari kerja keras harus dipasrahkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, manusia wajib berdo’a untuk setiap usahanya.

b. Cara bekerja yang baik

Cara bekerja yang baik sesuai dengan ajaran Islam antara lain :

1) Menanamkan keimanan yang kuat agar tidak mudah tergoda oleh bisikan setan saat menjalankan suatu pekerjaan.

2) Menanamkan kesabaran yang kuat agar tidak tergesa-gesa, karena setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan tekun dan teliti agar memperoleh hasil yang baik.

3) Yakin dalam hati bahwa pekerjaan yang baik sesuai ajaran Islam termasuk ibadah, sehingga dapat bersungguh-sungguh dan sepenuh hati dalam bekerja.

c. Ciri orang yang memiliki semangat kerja

Orang yang memiliki semangat kerja akan terlihat berbeda dengan orang tidak memiliki semangat kerja. Ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja diantaranya adalah sebagai berikut.

1) Kerja keras dan teliti 2) Menghargai waktu 3) Orientasi ke masa depan 4) Bertanggung jawab 5) Hemat dan sederhana

6) Adanya iklim kompetisi/bersaing secara jujur dan sehat

d. Perilaku yang mencerminkan kerja keras

Perilaku orang yang mencerminkan kerja keras antara lain :

1) Bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu agar meraih hasil yang maksimal.

2) Mengerjakan tugas selalu tepat waktu.

3) Menjalankan tugas sebaik-baiknya yang menjadi tanggung jawab.

(32)

e. Hikmah bekerja keras

Hikmah yang dapat diperoleh dari bekerja keras antara lain : 1) Mengembangkan bakat, minat, kemampuan diri atau hal lain.

2) Meningkatkan taraf hidup.

3) Membentuk diri yang disiplin dan bertanggung jawab 4) Mengangkat derajat dan martabat.

5) Mendapatkan pahala dari Allah SWT.

f. Tanggung Jawab "Pekerja" Menurut Islam

Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dipikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.

Pekerja atau pegawai termasuk salah satu daripada perhiasan-perhiasan yang menghiasi indahnya dunia. Maksudnya, pegawai menjadi bagian penting tegaknya suatu masyarakat dan Negara. Tanpa pegawai urusan-urusan kemasyarakatan, bangsa dan Negara tidak akan berjalan, akan mandeg bahkan berantakan. Seorang ahli hikmah mengatakan, "Dunia ini ibarat taman yang indah yang dihiasi dengan lima perkara: Ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, ibadah para hamba, amanat para pengusaha dan kejujuran para pekerja.

3. Rangkuman Materi

Kerja diartikan sebagai kegiatan melakukan sesuatu; yang dilakukan / diperbuat (KBBI online) Kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas / pekerjaan dengan sebaik- baiknya (Mustari, 2011: 51). Sedangkan menurut Kesuma, dkk (2011: 17) menyatakan bahwa kerja keras adalah suatu istilah yang melingkupi suatu upaya yang terus dilakukan (tidak pernah menyerah) dalam menyelesaikan pekerjaan/ yang menjadi tugasnya sampai tuntas. Akan tetapi kerja keras bukan berarti bekerja sampai tuntas lalu berhenti, yang dimaksud adalah mengarah pada visi besar yang harus dicapai untuk kebaikan/

kemaslahatan manusia dan lingkungannya.

Jadi dapat dikatakan kerja keras sebagai bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan sekuat tenaga dan daya upaya, dengan penuh semangat, dan pantang menyerah, guna mencapai hasil terbaik, fokus pada pekerjaan, hingga tak ada waktu dan energi lagi untuk

(33)

melakukan kegiatan yang lain. Biasanya kerja keras ini mengandalkan aktivitas otot atau fisik. Akan tetapi kerja keras tidak pula bermakna bekerja mati-matian, kurang istirahat dan tidak ingat waktu.

Kerja keras secara istilah mempunyai makna semangat yang berkobar, memiliki kemauan dan kemampuan, dilakukan secara sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.

Kerja keras memiliki manfaat antara lain :

a. dapat membantu mengembangkan potensi diri b. dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab c. dapat mengangkat harkat dan martabat

d. mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan e. dapat mencukupi kebutuhan hidup

Seorang pekerja keras tidak mudah berputus asa jika mengalami kendala dalam menyelesaikan sesuatu. Ia akan selalu mencoba upaya-upaya yang dapat memperbaiki kualitas kerjanya. Ia akan tetap bersemangat dalam kondisi apapun.

4. Tugas

Buatlah resume tentang pengertian perilaku kerja keras dalam kehidupan sehari hari berdasarkan link https://www.materipelajaran.web.id/2014/12/pengertian-perilaku-dan- hikmah-kerja.html secara kelompok dikumpulkan diserahkan ke guru mapel.

5. Tes Formatif

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang paling tepat!

1. Akan lebih dihargai dan dihormati ialah ….. bekerja keras a. Teknik

b. Hikmah c. Manfaat d. Kerugian e. keuntungan

2. Bertanggung balasan akan mempersembahkan perasaan …..

a. Takut

(34)

b. Sedih c. Was was d. Galau e. Tenang

3. Tanggung balasan yaitu bab dari pemikiran Islam yang disebut …..

a. Muamalah b. Zuhud c. Tawadhu d. Namimah e. Mas’uliyyah

4. Manakah penyataan-pernyataan di bawah ini yang merupakan salah satu hikmah dari perbuatan bekerja keras!

a. Menjadi orang yang tidak praktis putus asa b. Menjadi merasa lebih hebat

c. Menjadi lebih terpandang di kalangan

d. Membentuk langsung yang bertanggung jawab e. Menghindari kemiskinan

5. Dalam QS At-Taubah ayat 105, ْمُکَلَمَعartinya ….

a. Pekerjaan dia b. Pekerjaanku c. Pekerjaanmu d. Pekerjaan kami e. Pekerjaan mereka

Silakan tuliskan jawaban Anda disini!

(35)

B. Kegiatan Belajar 2

1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

a. Menelaah hikmah dan manfaat tanggung jawab dalam kehidupan berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

b. Merinci syarat-syarat pekerja menurut Al-Qur'an berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

c. Mengoreksi kaitan perilaku bekerja keras, jujur, bertanggung jawab, adil, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

d. Menempatkan perilaku bekerja keras, jujur, bertanggung jawab, adil, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

e. Melatih perilaku bekerja keras, jujur, bertanggung jawab, adil, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan, berdasarkan buku PAI kelas XII Kemdikbud dengan tanggung jawab.

2. Uraian Materi

a. Syarat-Syarat Pekerja menurut Al-Qur’an

1) Kuat dan terpercaya, sebagaimana firman Allah swt.

"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya Bapaku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah satu dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik". (Al- Qashash [28]:26-27).

Dari ayat di atas kita melihat dua hal penting. Pertama, bahwa ada perjanjian kerja antara Musa sebagai pekerja dan Nabi Syu'aib sebagai majikan/pemilik perusahaan. Perjanjian itu harus seimbang, sama-sama menguntungkan dan

(36)

menyenangkan, tidak berat sebelah. Allah berfirman, "Dia (Musa) berkata: Ïtulah (perjanjian) antara aku dan kamu. mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan". (al-Qashash [28]:28).

Kedua bahwa persyaratan seorang pekerja adalah Al-Qowiyyul Amin", yakni kuat fisiknya, tenaganya, pikirannya, semangatnya, kemauannya dan kreativitasnya. Adalah integritas pribadi yang menuntut adanya sifat amanah sehingga tidak merasa bahwa apa yang ada dalam genggamannya merupakan milik pribadi, tetapi milik pemberi amanat, yang harus dipelihara dan bila diminta kembali, maka harus dengan sukarela mengembalikannya.

Sifat amanah, kepercayaan, lurus dan setia mutlak harus dimiliki oleh siapapun termasuk para pekerja. Dalam Al-Qurán dan Hadist Nabi SAW amanah ini diterangkan sangat erat hubungannya dengan keimanan seseorang. Seperti firman Allah SWT, "Dan orang-orang yang memelihara amanahnya". (QS. Al- Mukminun[21]:8). Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah sempurna keimanan seseorang tanpa ia mempunyai sifat amanah dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak menepati janji". )HR. Ahmad). Dan salah satu daritanda-tanda kemunafikan adalah ketiadaan amanah, sebagaimana sabda Nabi saw, "Tanda- tanda munafik itu ada tiga, apabila ia berkata suka dusta, apabila berjanji suka mungkir, dan bila dipercaya suka khianat". (HR. Muttafaqun Álaih).

2) Semangat bekerja, sebagaimana firman Allah swt.

"Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap". (Al-Insyirah[94]:7-8).

Ayat ini membimbing kita agar senantiasa bersikap dinamis, bekerja keras tanpa lelah. Bila telah berakhir suatu pekerjaan, maka harus memulai lagi dengan pekerjaan yang lain. Umar bin Khattab berkata, Äku benci melihat kalian tidak melakukan aktifitas yang menyangkut kehidupan dunia, tidak pula untuk kehidupan akhirat".

3) Skill and knowledge (Keahlian dan Pengetahuan).

Setiap pekerja wajib mengetahui dan memahami dasar-dasar ilmu dan profesi

(37)

yang digelutinya, harus paham tentang tugas-tugas dan terampil mengerjakannya.

Jangan mudah puas dengan apa yang sudah dimiliki. Sebagaimana kata Umar, berkaitan dengan dunia perdagangan, "Tidak memasuki pasar kita kecuali orang yang paham". Maksudnya, seorang pedagang wajib mengetahui hukum-hukum asasi yang berkaitan dengan perdagangan.

Hal ini bisa kita lihat dalam riwayat Nabi Yusuf a.s., ketika beliau akan diangkat oleh pengusaha Mesir untuk menjadi bendahara negeri tersebut, dikatakan, "Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja bercakap-cakap dengan dia, dia berkata:

"Sesungguhnya kamu mulai hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami". Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan" (QS. Yusuf [12]:54-55).

Hal ini disabdakan oleh Rasulullah saw., Äpabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (tidak memiliki skill and knowledge), maka tunggulah kehancurannya". (Al-Bukhari).

4) Mukhlish

Yakni senantiasa ikhlas karena Allah semata dalam menunaikan tugas dan kewajibannya. Berhati bersih, jauh dari penyakit hati yang akan merusak amalnya, seperti riya dan sombong. Secara umum Rasulullah saw menyatakan,

"Allah tidak akan menerima suatu perbuatan, melainkan yang dikerjakan dengan ikhlas dan hanya berharap ridha-Nya". (HR. an-Nasai).

5) Memiliki rasa "Sense of Participation"

Yakni rasa ikut berpartisipasi dan saling membantu dalam tugas dan dalam memajukan perusahaan. Firman Allah, "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain..." (QS. at-Taubah [9]:71).

Selain itu, dapat pula ditambahkan "Sense of Brotherhood" yakni "rasa persaudaraan" antar pekerja. Firman-Nya, "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat

(38)

rahmat". (QS. al-Hujurat [49]:10). Untuk terwujudnya rasa persaudaraan itu hendaklah menjauhi hal-hal berikut:

6) Tidak merendahkan pekerjaan orang lain.

Firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki- laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik". (QS. al-Hujurat [49]:11).

7) Jauhi saling mencurigai dan gosip.

Firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.

Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulan kamu mersa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang". (QS.

al-Hujurat[49]:12).

Derajat seseorang di dunia dan di akhirat ditentukan oleh kerjanya. Firman-Nya

"Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan". (QS. al-Ajqaf [46]:19).

Allah Menyuruh Kita Bekerja

Allah swt berfirman, "Katakanlah hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui", (Az-Zumar [39]:39).

Apa saja yang kita kerjakan akan diminta tanggung jawab di akhirat. Allah swt berfirman, "Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan". (An-Nahl [16]:93).

Terhadap orang yang menyelewengkan wewenang, juga dijelaskan oleh Al- Qurán, "Sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada- adakan". (An-Nahl [16]:56).

Penggunaan fasilitas jiga diminta pertanggungjawaban, firmanAllah, "Kemudian

(39)

kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah- megahkan di dunia itu)". (QS. at-Takatsur [102]:8).

Karena itu dalam Islam kerja itu adalah IBADAH. Dan agar setiap aktivitas kita berakhir dengan nilai ibadah kepada Allah, maka marilah kita penuhi tiga kriteria utama, yakni ikhlas dalam motivasi (titik tolak/pemberangkatan); Ridho Allah sebagai orientasi (titik tuju); dan amal saleh sebagai garis amal, benar cara pelaksanaannya.

b. Korelasi antara Perilaku Kerja Keras, Jujur, Tanggung Jawab, Adil dan Toleransi dalam Kehidupan Sehari Hari

Orang yang bekerja keras akan dengan senang hati menjalani kehidupan ini.

Setiap detik kehidupan yang dijalaninya adalah kerikil kecil bagi dasar bangunan masa tuanya. Setiap detak nafas kehidupan dilaluinya dengan kepuasan hati. Dan setiap langkahnya adalah perbuatan yang bermanfaat bagi siapa saja yang dijumpainya. Rasulullah saw. adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda;

“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya. Rasulullah saw. tidak pernah mencium tangan para pemimpin Quraisy, tangan para pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun.

Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah saw. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah saw. justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Peristiwa tersebut diatas memberikan gambaran kepada kita bahwa sebenarnya ada korelasi antara perilaku kerja keras dengan sikap jujur, tanggung jawab, adil dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Coba renungkan bagaimana respon para sahabat terhadap perilaku Rasulullah saw. ketika mencium tangan tukang pemecah batu, yang kemudian diwujudkan dalam sebuah pertanyaan; “Wahai Rasulullah saw., seandainya kami bekerja seperti dilakukan orang itu, apakah kami dapat digolongkan jihad di jalan Allah Swt. (Fi sabilillah)?, maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak­ anaknya yang masih

(40)

kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta minta, maka itu fi sabilillah. (HR Thabrani).

Sedangkan orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah saw. amat prihatin terhadap para pemalas (Perhatikan Q.S. al Jumu'ah/62:10)

Perilaku seorang muslim harus selalu bekerja keras dalam bidang pekerjaan yang dipilihnya. Tidak mungkin pekerjaan yang dipilihnya akan berhasil maksimal jika kita bermalas-malasan, atau tidak mau bekerja keras. Kita akan jauh ketinggalan dari orang lain atau umat lain, jika kita tidak memiliki semangat kerja keras ini.

Agar hasil yang diperoleh dari bekerja keras mencapai tujuan, maka seseorang harus memiliki niat dan kemauan. Melakukan segala sesuatu harus dilandasi motivasi hanya mengharap ridha Allah Swt. Nilai sebuah amal di hadapan Allah Swt. sangat ditentukan oleh niat atau motivasi seseorang. Rasulullah saw. dalam sebuah hadits yang sangat populer menyatakan bahwa sesungguhnya segala amal manusia ditentukan oleh niatnya. Selain itu, seorang muslim harus senantiasa menimbang- nimbang dan menilai segala sesuatu yang akan dilakukan apakah benar dan bermanfaat. Apabila ia sudah yakin akan kebenaran dan kemanfaatan sesuatu yang akan dilakukan, maka tanpa ragu-ragu lagi untuk dilakukan.

Rasulullah saw. mengingatkan dalam sabdanya; "Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya aku menjamin bagi kalian surga: jujurlah jika berbicara, penuhilah jika berjanji, tunaikan jika dipercaya, jagalah kemaluan kalian, tundukanlah pandangan, dan tahanlah tangan kalian” (HR. Ahmad).

Seorang pekerja keras di samping jujur dalam niat, lisan dan jujur dalam berjanji, tidak akan sempurna jika tidak dilengkapi dengan jujur ketika berinteraksi atau bermu’amalah dengan orang lain. Seorang muslim tidak pernah menipu, memalsu, dan berkhianat sekalipun terhadap non muslim.

Ketika ia menjual tidak akan mengurangi takaran dan timbangan, ketika ia bekerja, bekerja dengan maksimal sesuai target yang ditetapkan. Pada saat membeli tidak akan memperberat timbangan dan menambah takaran. Orang bekerja keras juga

(41)

perlu jujur dalam berpenampilan sesuai kenyataan. Seorang yang jujur akan senantiasa menampilkan diri apa adanya sesuai kenyataan yang sebenarnya. Ia tidak memakai topeng dan baju kepalsuan, tidak mengada-ada dan menampilkan diri secara bersahaja.

Kenapa perilaku bekerja keras harus berperilaku jujur, tanggung jawab, adil dan toleransi dalam kehidupannya? Seorang yang bekerja tentu berkaitan erat dengan kewajiban yang dibebankan padanya. Semakin tinggi kedudukannya di masyarakat maka semakin tinggi pula tanggung jawabnya, kejujurannnya, berprilaku adil dan toleran. Seorang pemimpin negara bertanggung jawab atas perilaku dirinya, keluarganya, saudara-saudaranya, masyarakatnya dan rakyatnya.

Islam memerintahkan kepada kita agar kita berlaku adil kepada semua manusia.

yaitu keadilan seorang muslim terhadap orang yang dicintai, dan keadilan seorang muslim terhadap orang yang dibenci. Sehingga perasaan cinta itu tidak bersekongkol dengan kebathilan, dan perasaan benci itu tidak mencegah dia dari berbuat adil (insaf) dan memberikan kebenaran kepada yang berhak.

3. Rangkuman Materi

Syarat-Syarat Pekerja menurut Al-Qu'ran:

a. Kuat dan terpercaya, sebagaimana firman Allah swt.

b. Semangat bekerja, sebagai mana firman Allah swt.

c. Skill and knowledge (Keahlian dan Pengetahuan).

d. Muklhish

e. Memiliki rasa "Sense of Participation"

f. Tidak merendahkan pekerjaan orang lain.

g. Jauhi saling mencurigai dan gosip.

Islam memerintahkan kepada kita agar kita berlaku adil kepada semua manusia.

yaitu keadilan seorang muslim terhadap orang yang dicintai, dan keadilan seorang muslim terhadap orang yang dibenci. Sehingga perasaan cinta itu tidak bersekongkol dengan kebathilan, dan perasaan benci itu tidak mencegah dia dari berbuat adil (insaf) dan memberikan kebenaran kepada yang berhak.

(42)

4. Tugas

Buatlah resume tentang syarat-syarat pekerja menurut al-qu'ran kaitannya perilaku kerja keras, jujur, tanggung jawab, adil dan toleransi dalam kehidupan sehari hari secara kelompok dikumpulkan di danton untuk diserahkan ke guru mapel

5. Tes Formatif

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang paling tepat!

1. Yang tidak termasuk manfaat kerja keras yaitu …..

a. Menjadi orang yang tidak praktis putus asa

b. Memperluas usaha untuk mendapat tambahan penghasilan c. Mengembangkan potensi diri

d. Mendapatkan cobaan

e. Mencukupi kebutuhan hidup

2. “Tiada lain bagi seorang hamba yang diamanatkan oleh Allah SWT mengurusi rakyat yang pada suatu hari ia mati dalam keadaan ia menipu rakyatnya atau tidak bertanggung jawab, kecuali Allah mengharamkan ….. untuknya” (HR. Muttafaq

‘alaih)

Lengkapilah terjemahan hadis tersebut!

a. Neraka

b. Kehidupan yang baik c. Kenikmatan

d. Kebahagiaan e. Surga

3. Dalil apakah yang berafiliasi ihwal tanggung jawab?

a. QS Al-Muddasir ayat 38 b. QS Al-Muddasir ayat 39 c. QS Al-Muddasir ayat 40 d. QS Al-Muddasir ayat 35 e. QS Al-Muddasir ayat 30

4. Lengkapilah terjemahan hadis diberikut!

(43)

“Kamu adalah pemimpin, dan dari setiap pemimpin yang akan dimintai ….. ihwal kepemimpinannya”

a. Hasil b. Jatah

c. Pertanggungjawaban d. Laporan

e. Pungutan

5. Jika kita bekerja keras, namun apa yang kita kerjakan tidak akan menjadi berkah untuk kita sendiri maupun orang lain apabila tidak diikuti dengan …..

a. Ihtiar b. Kelalaian

c. Tanggung jawab d. Amarah

e. Semangat

Tuliskan Jawaban Anda di Sini!

(44)

MODUL 3

KETENTUAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM

PETA KEDUDUKAN MODUL

KETENTUAN PERNIKAHAN

DALAM ISLAM Pengertian menikah dalam

Islam

Ayat-ayat yang menganjurkan

menikah

Hukum pernikahan

Rukun dan syarat menikah

Tujuan pernikahan Talak dan rujuk

dalam pernikahan Hikmah

pernikahan

Ketentuan pernikahan menurut UU

No.1 Tahun 1974

(45)

GLOSARIUM

Munakahat yaitu pernikahan atau perkawinan. Kata dasar dari pernikahan adalah nikah. Kata nikah mempunyai persamaan dengan kata kawin.

Nikah Menurut bahasa Indonesia, kata nikah berarti berkumpul atau bersatu. Dalam istilah syariat, nikah itu berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikat diri antara seorang laki-laki dan seseorang perempuan serta menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar suka rela dan persetujuan bersama, demi terwujudnya keluarga.

Talak menurut mazhab Syafi'i, talak adalah pelepasan akad nikah dengan lafaz talak atau yang semakna dengan itu.

Rujuk menurut bahasa artinya kembali atau pulang. Menurut istilah ialah kembalinya suami istri pada ikatan perkawinan setelah terjadi talak raj'i dan masih dalam masa iddah dengan syarat- syarat tertentu.

Zina adalah persetubuhan antara pria dan wanita yang tidak memiliki ikatan perkawinan yang sah menurut agama. Islam memandang perzinaan sebagai dosa besar yang dapat menghancurkan tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat. Berzina dapat diibaratkan seperti memakai barang yang bukan menjadi hak miliknya.

Idah menurut syara’ adalah masa (waktu) menunggu yang ditetapkan oleh syariat islam bagi wanita yang diceraikan oleh suaminya, baik itu karena cerai hidup ataupun karena meninggal dunia. Masa Iddah hanya berlaku bagi wanita yang sudah digauli oleh suaminya. sedangkan wanita yang diceraikan suaminya sebelum digauli tidak ada iddah baginya.

(46)

PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Modul ini digunakan saat peserta didik tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara standar pembelajaran karena satu dan lain hal.

Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan. Kata dasar dari pernikahan adalah nikah. Kata nikah mempunyai persamaan dengan kata kawin. Menurut bahasa indonesia, kata nikah berarti berkumpul atau bersatu. Dalam istilah syariat, nikah itu berarti melakukan suatu akad atau perjanjian unt

Referensi

Dokumen terkait

 Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi,

 Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi,

 Guru menjelaskan kondisi politik, sosial, dan ekonomi Indonesia di awal 1960- an, (nilai yang ditanamkan: Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri,

(nilai yang ditanamkan: Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi,

berbentuk review  Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi,

 Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai,

 Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta

( Nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung jawab, Peduli lingkungan).. Kegiatan Akhir