PEMANFAATAN AREN (Arenge pinnata) OLEH MASYARAKAT SUKU DAYAK MUARA DI DESA SUNGAI ILAI KECAMATAN BEDUAI
KABUPATEN SANGGAU
(Utilization of Sugar Palm (Arenge pinnata) by Dayak Muara Community in Sungai Ilai Village Beduai District Sanggau District)
Septiyani Puspitasari, Emi Roslinda, Togar Fernando Manurung Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Jalan Daya Nasional Pontianak 78124
Email : [email protected] Abstract
Sugar palm is non timber forest products from the starch and fruits types. Sugar palm spread from East India to Indonesia and has many benefits for the community one of them is Dayak Muara community. Purpose of this study is to describe the use of sugar palm and the efforts to maintain sugar palm by the Muara Dayak community in Sungai Ilai Village Beduai District Sanggau District. This study used the concept survey methods with data collection techniques in the form of interviews with a questionnaire guide to 70 respondents using sugar palm, and observation techniques in Muara Ilai, Batu Karang and Sungai Goa Dalam. The results showed the part of sugar palm that used is roots, stems, flowers, fruit, leaves, fibers and sticks to used as traditional medicine, palm flour, palm caterpillars, sugar palm, ready to drink palm water, sugar palm wrappers, traditional ceremony ornaments, bubu (fish traps), plates and sugar palm fruit.
The use of sugar palm by the community can for production and consumption needs. Production needs get from sugar palm, ready to drink palm water, palm wrappers, bubu (fish traps), and plates, meanwhile for consumption needs that is when sugar palm used as traditional medicine, palm flour, palm caterpillars, traditional ceremony ornaments and broom sticks. The efforts of the Muara Dayak community to maintain sugar palm in two ways, the first is maintaining the naturally growing in Batu Karang and Sungai Goa Dalam and do cultivation in Muara Ilai.
Keywords: Consumption, Dayak Muara Community, Production, Utilization Sugar Palm Abstrak
Aren merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari kelompok jenis pati dan buah-buahan.
Aren menyebar dari India Timur sampai ke Indonesia dan memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat salah satunya masyarakat Dayak Muara. Penelitian ini bertujuan menguraikan pemanfaatan aren dan usaha mempertahankan aren oleh masyarakat suku Dayak Muara di Desa Sungai Ilai Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau. Metode penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan panduan kuesioner kepada 70 responden pemanfaat aren, dan teknik observasi yang dilakukan di tiga dusun yaitu Muara Ilai, Batu Karang dan Sungai Goa Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bagian aren yang dimanfaatkan adalah bagian akar, batang, bunga, buah, daun, ijuk dan lidi yang digunakan sebagai obat tradisional, tepung aren, ulat aren, gula aren, air nira siap minum, pembungkus gula aren, ornamen upacara adat, bubu (perangkap ikan), piring, sapu lidi dan kolang-kaling.
Pemanfaatan aren oleh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi.
Kebutuhan produksi diperoleh dari gula aren, nira aren siap minum, pembungkus gula aren, bubu (perangkap ikan), dan piring, sementara untuk kebutuhan konsumsi yaitu ketika Aren sebagai obat tradisional, tepung aren, ulat aren, ornamen upacara adat dan sapu lidi. Usaha masyarakat Dayak Muara untuk mempertahankan aren dilakukan dengan dua cara yaitu memelihara aren yang tumbuh secara alami yang dilakukan masyarakat di Dusun Batu Karang
dan Sungai Goa Dalam dan melakukan bududaya aren yang dilakukan di Dusun Muara Ilai.
Kata Kunci: Masyarakat Suku Dayak Muara, Pemanfaatan Aren, Produksi, Konsumsi.
PENDAHULUAN
Tanaman aren merupakan hasil hutan bukan kayu dari kelompok jenis pati (karbohidrat) dan buah-buahan (Peraturan Mentri Kehutanan No 35 Tahun 2007).
Tersebar dari daerah India Timur hingga sampai ke Indonesia, memiliki berbagai manfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional dan turun-temurun (Syarifah et al. 2012). Salah satu masyarakat yang memanfaatkan aren adalah masyarakat suku Dayak Muara yang persebarannya disebabkan oleh sistem perladangan berpindah, dimana masyarakatnya cenderung mencari hutan yang dinilai subur untuk berladang, serta sebagaian besar populasinya mencakup wilayah Desa Sungai Ilai Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau (Hasanah et al. 2019).
Pemanfaatan aren yang dilakukan masyarakat suku Dayak Muara ini berfokus pada pemanfaatan bagian pohon aren yang bernilai jual (bernilai ekonomi) sehingga pemanfaatan belum optimal dan pemanfaatan aren secara terus-menerus dari dulu hingga sekarang tanpa adanya upaya untuk meregenerasi tanaman aren menimbulkan suatu masalah sehingga perlu untuk dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pemanfaatan aren dan menguraikan usaha
mempertahankan aren yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Muara di Desa Sungai Ilai Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Ilai Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau selama tiga minggu dari 8 Maret 2021 sampai 29 Maret 2021. Penentuan sampel menggunakan teknik sensus kepada 70 Kepala Keluarga (KK) masyarakat suku Dayak Muara yang memanfaatkan aren.
Penelitian ini menggunakan metode survey, dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara (penyebaran kuesioner) dan observasi mengenai potensi, pemanfaatan dan usaha untuk mempertahankan aren.
Data sekunder dikumpulkan dari data studi literatur mengenai keadaan sosial masyarakat. Data yang didapatkan diolah dan di analisis secara deskriptif kualitatif dengan tabulasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Karakteristik Responden
Karakteristik responden dikelompokan menjadi empat yaitu berdasarkan jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan mata pencaharian.
Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin (Characteristics Respondents by Gender)
Sumber : Analisis Data 2021 No Jenis Kelamin
Nama Dusun
Total Presentase % Muara
Ilai
Batu Karang
Sungai Goa Dalam
1 Laki-Laki 15 17 15 47 67
2 Perempuan 15 3 5 23 33
Jumlah 30 20 20 70 100
Berdasarkan tabel 1 masyarakat suku Dayak Muara berjenis kelamin laki-laki sebesar 67%, dan perempuan sebesar 33%, menunjukan bahwa jenis kelamin laki-laki mendominasi dikarenakan perlu fisik yang kuat dalam hal pemanfaatan aren, seperti kegiatan penyadapan nira, pengambilan ijuk dan
pengangkutan bibit aren. Sejalan dengan penelitian Febriyanti (2017) mengatakan bahwa masyarakat Kasepuhan Pasir Eurih, Desa Sindanglaya Kabupaten Lebak Banten yang memanfaatkan aren juga didominasi oleh laki-laki dengan presentase sebesar 100%.
Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur (Characteristics Respondents by Ages)
Sumber : Analisis Data 2021
Berdasarkan tabel 2 masyarakat suku Dayak Muara dari kelompok umur produktif sebesar 78,5% tidak produktif sebesar 21,5% dan belum produktif tidak ada, hal tersebut menunjukan bahwa masyarakat suku Dayak Muara didimonasi kelompok umur prodiktif yang artinya masyarakatnya masih
mampu untuk bekerja memanfaatkan aren. Sejalan dengan penelitian Marwah (2020) mengatakan bahwa masyarakat Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara memanfaatkan aren juga berada di kelompok umur produktif dengan presentase sebesar 90%.
Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan (Characteristics Respondents by Education Level)
Sumber : Analisis Data 2021
Berdasarkan tabel 3 tingkat pendidikan masyarakat suku Dayak Muara dari kelompok tidak sekolah sebesar 15,75%, SD sebesar 44,4%, SMP sebesar 30%, dan SMA sebesar 10%. Hal tersebut menunjukan bahwa masih rendahnya tingkat pendidikan
masyarakat Dayak Muara, rendahnya tingkat pendidikan ini
disebabkan kesadaran untuk melanjutkan pendidikan masih rendah dan faktor ekonomi masyarakat. Tingkat pendidikan terbesar tamatan Sekolah Dasar (SD) juga terdapat pada
No Kelompok Umur
Nama Dusun
Presentase
% Muara
Ilai
Batu Karang
Sungai Goa Dalam
Total
1 Belum Produktif (< 15 thn) - - - - -
2 Produktif (15-55 thn) 25 16 14 55 78,5
3 Tidak Produktif (> 55 thn) 5 4 6 15 21,5
Jumlah 30 20 20 70 100
No Tingkat Pendidikan
Dusun Muara Ilai
Dusun Batu Karang
Dusun Sungai Goa Dalam
Total Presentase
%
1 Tidak Sekolah 6 2 3 11 15,7
2 SD 12 10 9 31 44,3
3 SMP 10 6 5 21 30
4 SMA 2 2 3 7 10
5 Sarjana - - - - -
Jumlah 30 20 20 70 100
masyarakat pemanfaata aren di Kota Tomohon Sulawesi Utara dengan
presentase sebesar 45%
(Manambangtua, 2018).
Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Mata Pencaharian (Characteristics Respondents by Livelihood)
Sumber : Analisis Data 2021
Mata pencarian masyarakat suku Dayak Muara dengan bertani sebesar 55,7%, berkebun sebesar 32,9% dan berdagang sebesar 11,4%, hal ini menunjukan bahwa semua masyarakat suku Dayak Muara pemanfaat aren adalah mereka yang memiliki pekerjaan.
Masyarakat Kasepuhan Pasir Eurih yang memanfaatkan aren juga pekerjaan
utamanya adalah dengan bertani atau buruh tani (Febriyanti, 2020).
Pemanfaatan Aren
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada masyarakat suku Dayak Muara yang memanfaatkan aren dari tiga dusun terdapat perbedaan pemanfaatan seperti yang disajikan pada tabel 5.
Tabel 5. Pemanfaatan Aren oleh masyarakat suku Dayak Muara (Utilization of Sugar Palm by Dayak Muara Community)
Sumber : Analisis Data 2021
Masyarakat suku Dayak Muara di Dusun Muara Ilai memanfaatkan batang,
bunga, daun dan lidi untuk dijadikan tepung aren, gula aren, pembungkus gula No Mata Pecaharian
Nama Dusun
Presentase Muara Ilai Batu %
Karang
Sungai Goa Dalam
Total
1 Bertani 20 10 9 39 55,7
2 Berkebun 8 6 9 23 32,9
3 Berdagang 2 4 2 8 11,4
Jumlah 30 20 20 70 100
No Nama Dusun
Bagian Yang Dimanfaatkan
Dimanfaatkan Untuk
Tipe Pemanfaatan Produksi Konsumsi
1 Muara
Ilai
Batang Tepung aren √
Bunga Gula aren √ √
Duun Pembungkus Gula
Aren
√ √
Lidi Sapu lidi √
2 Batu
Karang
Batang Ulat Aren √
Daun Ornamen Upacara
Adat
√
Lidi Kerajinan Tangan √ √
3 Sungai Goa Dalam
Akar Obat Tradisional √
Bunga Air Nira Siap
Minum
√ √
Ijuk Bubu (Perangkap
Ikan)
√ √
aren dan sapu lidi. Masyarakat suku Dayak Muara di Dusun Batu Karang memanfaatkan batang, daun dan lidi aren untuk dijadikan ulat aren, ornamen upacara adat dan piring lidi. Masyarakat suku Dayak Muara di Dusun Sungai Goa memanfaatkan akar, bunga dan ijuk aren untuk dijadikan obat tradisional, air nira siap minum dan bubu (perangkap ikan).
Pemanfaatan aren oleh masyarakat suku Dayak Muara dilakukan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi.
Kebutuhan produksi masyarakat seperti gula aren, air nira siap minum, pembungkus gula aren, bubu (perangkap ikan) dan piring lidi, sedangkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat seperti obat tradisional, tepung aren, ulat aren, ornamen upacara adat, dan sapu lidi.
Pemanfaatan aren yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Muara lebih beragam bila dibandingkan dengan pemanfaatan aren yang dilakukan oleh masyarakat Aik Bual Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat di sana
memanfaatkan aren secara terbatas hanya pada bunga buah dan ijuk aren sebagai gula kristal, gula semut, kolang kaling dan juga sapu ijuk (Webliana, 2020).
Selain itu bila dibandingkan dengan pemanfaatan aren yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Kendari juga lebih beragam, karena masyarakat di sana hanya memanfaatkan air nira sebagai minuman beralkohol (Marwah, 2020) sama halnya seperti pemanfaatan aren yang dilakukan oleh masyarakat Di Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur (Suka, 2020).
2. Usaha Masyarakat Suku Dayak Muara Untuk Mempertahankan Keberadaan Aren
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menegenai usaha yang dilakukan masyarakat suku Dayak Muara dalam memepertahankan atau melestarikan keberadaan tanaman aren disajikan pada tabel 6.
Tabel 6. Usaha Masyarakat Suku Dayak Muara Untuk Mempertahankan Keberadaan Aren (The Efforts to Maintain Sugar Palm by Dayak Muara Community)
Sumber : Analisis Data 2021
Aren di Dusun Batu Karang dan Sungai Goa Dalam berkembangbiak dengan permudaan alami sehingga usaha
yang dilakukan masyarakat yaitu memelihara aren yang tumbuh secara alami tersebut, misalnya dengan No. Usaha Masyarakat
Lokasi/Dusun
Muara Ilai Batu Karang Sungai Goa Dalam 1. Persiapan Lahan √
2. Pengadaan Biji √
3. Penyemaian √
4. Penanaman √
5. Pemeliharaan √ √ √
6. Pemuliaan
membersihkan aren dari gulma.
Sedangkan di Dusun Muara Ilai usaha yang dilakukan masyarakat yaitu melakukan budidaya terhadap aren, hal ini dikarenakan masyarakat mulai sadar bahwa aren yang dimanfaatkan sudah mulai berkurang dan tidak produktif, sehingga apabila dibiarkan maka kualitas hasil panen aren menurun.
Usaha mempertahankan aren yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Muara berbeda dengan di Samigaluh Kabupaten Kulonprogo, perbedaan terdapat pada tahap persiapan lahan.
Suku Dayak Muara melakukan usaha dari tahap persiapan lahan, penyemaian, penanaman, sampai pemeliharaan.
Sedangkan masyarakat Samigaluh Kabupaten Kulonprogo melakukan tahapan penyemaian, penanaman, dan pemeliharaan (Widarawati et al. 2017).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan ditarik kesimpulan bahwa masyarakat suku Dayak Muara memanfaatkan bagian akar, batang, bunga, buah daun dan ijuk, lidi untuk dijadikan tepung aren, gula aren, pembungkus gula aren dan sapu lidi, ulat aren, ornamen upacara adat dan kerajinan tangan piring, obat tradisional, air nira dan bubu (perangkap ikan). pemanfaatan aren yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi yaitu gula aren, nira aren siap minum, pembungkus gula aren, bubu (perangkap ikan), dan kerajinan tangan piring, sedangkan pemanfaatan aren yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yaitu obat
tradisional, tepung aren, ulat aren, ornamen upacara adat dan sapu lidi.
Usaha masyarakat suku Dayak Muara untuk mempertahankan aren dilakukan dengan dua cara yaitu memelihara aren yang tumbuh secara alami yang dilakukan masyarakat di Dusun Batu Karang dan Sungai Goa Dalam dan melakukan budidaya aren yang dilakukan masyarakat di Dusun Muara Ilai.
DAFTAR PUSTAKA
Darmadi H. 2016. Dayak asal-usul dan penyebarannya di bumi Borneo.
Jurnal Pendidikan Sosial 3(2):
332- 340.
Febriyanti N, Hikmat A dan Zuhud EAM. 2017. Etnobotani dan potensi aren (Arenga pinnata Merr.) pada masyarakat Kasepuhan Pasir Eurih, Desa Sindanglaya, Kabupaten Lebak, Banten. Media Konservasi 22(2):
171-180.
Hasanah, Efriani dan Bayurdi G. 2019.
Ikatan kekerabatan suku dayah bihdayuh di perbatasan Entikong dan Tebedu. CV Pustaka Abadi.
Jawa Timur.
Lempang M. 2012. Pohon aren dan manfaat produksinya. Jurnal Info Teknis Eboni 9(1):37-54.
Manambangtua AP, Hutapea RTP dan Wungkana J. 2018. Analisis usahatani aren (Arenga pinnata Merr) di Kota Tomohon Sulawesi Utara. Jurnal Universitas Hasanuddin 14(1):85-92.
Maruapey A. 2019. Pungutan komoditas aren sebagai komoditas unggulan di Kampung Werur Distrik Sausapor dengan perbaikan budidaya dan pengolahan aen.
Papua Juournal Of Community Service 1(1):46-54.
Marwah S, Hadja N dan Muhusana.
2020. Potensi dan pemanfaatan tumbuhan aren (Arenga pinnata Merr.) di kawasan hutan kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Kehutanan Indonesia 1(1):23-30.
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu.
Departemen Kehutanan. Jakarta.
Suka QRD, Un P dan Rammang N.2020.
Pemanfaatan tanaman aren (Arenga pinnata Merr) sebagai bahan dasar sopi di Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal UNCK Indonesia 12(1): 61-69.
Syarifah MR, Baharuddin, dan Ira T.
2012. Potensi dan pemanfaatan tanaman aren (Arenga pinnata) dengan pola agroforestri di Desa Palakka Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Jurnal Perennial 14(1):24-27.
Webliana K dan Rini DS. 2020. Potensi dan pemanfaatan tanaman aren (Arenga pinnata) dihutan kemasyarakatan Aik Bual Kabupaten Lombok Tengah.
Agrohita Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan 5(1):25-35.