VALIDITAS DALAM
PENELITIAN KUALITATIF
VALIDITY
Cakra Wikara Indonesia (CWI) sudah pernah membuat lembar fakta tentang validitas dan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif.
Apakah validitas dan reliabilitas antara penelitian kuantitatif dengan kualitatif memiliki prinsip yang sama? Nope! Meskipun validitas dan reliabilitas erat kaitannya dengan pengukuran kuantitatif, tetapi validitas dan reliabilitas dalam penelitian kualitatif menerapkan prinsip yang berbeda.
Apa saja prinsipnya? Yuk, kita mulai dari validitas dalam penelitian kualitatif dulu, ya!
11 Feb 2022
13 Feb 2022
Nope!
Sama seperti penelitian kuantitatif, uji
validitas dalam penelitian kualitatif dilakukan untuk menunjukkan kesahihan data dalam penelitian. Hal yang dilakukan yaitu dengan
mendapatkan data yang akurat melalui penyajian gambaran yang jujur tentang
pengalaman hidup subjek penelitian.
Data yang
akurat
8 strategi validitas
dalam penelitian
kualitatif
Menggunakan beberapa sumber informasi untuk membangun suatu justifikasi tertentu. Sebagai contoh, data yang didapatkan peneliti melalui wawancara perlu diuji kebenarannya dengan sumber sekunder seperti berita, laporan lembaga, atau sumber lainnya. Di riset kualitatif, triangulasi merupakan strategi paling umum dan mendasar untuk dilakukan dalam upaya menguji validitas data.
Membawa laporan final atau deskripsi spesifik kepada narasumber dan menanyakan apakah mereka merasa bahwa laporan atau deskripsi tersebut akurat. Selain itu, peneliti juga bisa melakukan wawancara tindak lanjut (follow-up interview) dan memberikan mereka kesempatan untuk memberikan komentar pada temuan data.
Menanyakan ulang ke narasumber 2
Triangulasi 1
(follow-up interview)
Menyajikan hasil temuan dari berbagai perspektif agar analisis data bersifat kaya dan penjelasan dapat dilakukan secara detail, Hal ini dilakukan agar laporan penelitian memiliki validitas yang baik.
Suatu penelitian kualitatif yang baik memuat penjelasan tentang bagaimana latar belakang peneliti seperti identitas gender, budaya, sejarah, atau status sosial dan ekonomi mereka berpotensi memengaruhi interpretasi atas temuan data dalam penelitian. Hal ini semacam disclaimer yang dilakukan peneliti sebagai bagian dari tanggung jawab etik metodologis seorang peneliti kualitatif.
Mengklarifikasi bias peneliti 4
Penyajian yang kaya dan detail 3
disclaimer
Saat peneliti menyajikan informasi yang berbeda atau justru bertentangan dengan perspektif umum tentang suatu isu atau tema penelitian, hal itu bisa membuat laporan penelitian menjadi lebih valid. Cara ini sebenarnya lebih merupakan antisipasi dan kadang dapat menjadi bagian dari strategi.
Ketika peneliti menghabiskan waktu yang panjang dengan narasumber, peneliti berpotensi mengembangkan pengetahuan yang mendalam tentang fenomena yang sedang diteliti. Selain itu, peneliti juga bisa menjelaskan secara detail mengenai subjek penelitian mereka di dalam laporan penelitian. Pada dasarnya hal ini bukan sekedar kuantitas waktu, tapi juga kualitas.
Memperhatikan waktu 6
Menyajikan informasi yang berbeda
5
Strategi tanya-jawab teman sejawat (peer debriefing) dilakukan dengan mengulas dan menanyakan tentang studi kualitatif oleh orang yang peneliti kenal atau orang tersebut mengetahui penelitian yang sedang peneliti lakukan. Hal ini dapat membantu meningkatkan akurasi laporan penelitian.
Berbeda dari peer debriefer, auditor eksternal merupakan pihak yang boleh jadi tidak kenal dengan peneliti atau tidak mengetahui penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Hal itu menandakan adanya jarak sosial yang diharapkan dapat memberikan umpan balik secara lebih “objektif” terhadap penelitian mulai dari akurasi transkrip data, hubungan antara pertanyaan penelitian dengan data, hingga mutu analisis data.
Menggunakan auditor eksternal 8
Tanya-jawab teman sejawat 7
(peer debriefing)
peer debriefer,
Yap, itu dia penjelasan tentang validitas dalam penelitian kualitatif! Dari delapan strategi yang ada, kamu bisa menggunakan beberapa strategi sekaligus untuk menguji
validitas penelitian kamu.
Eits, kita juga akan menjelaskan tentang reliabilitas dalam penelitian kualitatif, loh. Ditunggu, ya!
Babbie, E. (2016). (14th ed.).
Cengage Learning.
Bryman, A. (2012). (4th ed.). Oxford University Press.
Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Neuman, W. L. (2014).
(7th ed.). Pearson Education Limited.
The practice of social research
Social research methods
Social research methods: Qualitative and quantitative approaches
REFERENSI
Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches