1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Upaya perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup diselenggarakan berdasarkan manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan dengan tujuan untuk sebesar- besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Untuk mendukung azas dan tujuan penyelenggaraan pembangunan Lingkungan Hidup tersebut, diperlukan arah dan kebijakan pembangunan yang tertuang dalam perencanaan utuh, terpadu dan menyeluruh baik dalam bentuk rencana jangka panjang yang bersifat makro maupun rencana jangka menengah dan tahunan yang lebih mikro, bersifat teknis dan operasioal.
Pembangunan Lingkungan Hidup di daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, sehingga dalam proses perencanaannya tidak terlepas atau merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana-rencana pembangunan nasional.
1.2. Landasan Hukum
Landasan penyusunan Rencana Stratejik (RENSTRA) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 – 2021 adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten/ Kotamadya dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 19 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2730);
2 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438)
5. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
6. Undang–Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
7. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011, tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
3 Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 No. 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia N0. 4817);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);
13. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 20105-2019; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);
15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur 2014- 2019;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2005 – 2025;
17. Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 5 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Blitar Tahun 2008 – 2028
18. Peratuan Bupati Blitar Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bliar
19. Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
20. Peraturan Bupati Blitar Nomor 59 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar .
1.3. Maksud dan Tujuan
4 Rencana Strategis ( Renstra OPD ) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar ini disusun dengan maksud sebagai dokumen untuk mendukung pencapaian Visi Misi Bupati Blitar yang tertulis dalam RPJMD. Sekaligus sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Dinas Lingkungan Hidup, pengendalian program dan kegiatan serta untuk kepentingan evaluasi kinerja SKPD. Adapun tujuan disusunnya Rencana strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar adalah :
1. Untuk menjaga konsistensi penyelenggaraan pembangunan Lingkungan Hidup dari satu periode ke periode selanjutnya dalam kerangka RPJM Daerah yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari RPJP Daerah.
2. Sebagai acuan bagi Dinas Lingkungan Hidup dalam menyusun perencanaan jangka pendek (tahunan) atau Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup sehingga perencanaan lebih terarah.
3. Memberikan arah, tujuan pembangunan yang akan dicapai secara terpadu dan efektif guna mewujudkan visi dan misi Bupati Blitar yang merupakan implementasi dari visi dan misi Kabupaten Blitar.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan
BAB II. GAMBARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur OPD
2.2. Sumber Daya OPD 2.3. Kinerja OPD
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Kinerja OPD
5 BAB III. ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan tugas dan Fungsi Pelayanan OPD
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Daerah Terpilih
3.3. Telaahan Rentra K/L dan Renstra SKPD
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5. Penentuan Isu-isu Strategis
BAB. IV. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Kepala Daerah
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah OPD
BAB. V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
5.1. Rencana Program dan Kegiatan 5.2. Indikator Kinerja
5.3. Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
BAB.VI. INDIKATOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
BAB.VII. PENUTUP
6 BAB II
GAMBARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur OPD
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Blitar Nomor 59 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar.
Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan daerah di bidang tata lingkungan, urusan pemerintahan daerah di bidang pengawasan dan pengendalian dampak lingkungan, urusan pemerintahan daerah di bidang konservasi dan kemitraan lingkungan, dan urusan pemerintahan daerah di bidang kebersihan dan pertamanan serta tugas pembantuan. Dinas Lingkungan Hidup dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan dibawah dan dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas membantu Bupati memimpin dan melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah di bidang Tata lingkungan, pengawasan dan pengendalian dampak lingkungan, konservasi dan kemitraan lingkungan, serta kebersihan dan pertamanan serta tugas pembantuan.
Berikut adalah Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar sesuai dengan lampiran Peraturan Bupati Blitar Nomor 59 Tahun 2016.
7 STRUKTUR DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BLITAR
8 Adapun tugas dan fungsi masing-masing jabatan pada Badan Lingkungan Hidup dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
Menetapkan kebijakan strategis pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan;
Menetapkan kebijakan teknis di bidang lingkungan hidup;
Mengkoordinasikan penyelenggaraan pengendalian, konservasi, pemantauan dan pengawasan serta penataan lingkungan hidup;
Mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang lingkungan hidup;
Memimpin pengkoordinasian, integrasi dan sinkronisasi kegiatan bidang lingkungan hidup di lingkungan Pemerintah Daerah;
Memimpin pembinaan dan pelaksanaan kerjasama bidang lingkungan hidup dengan masyarakat, lembaga pemerintah dan lembaga lainnya;
Memimpin penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang lingkungan hidup;
Memimpin penyelenggaraan pengelolaan kebersihan, persampahan, limbah, pertamanan dan ruang terbuka hijau;
Memimpin penyelenggaraan urusan kesekretariatan pada Dinas Lingkungan Hidup;
Memimpin pembinaan UPTD;
Melaksanakan peraturan perundang-undangan bidang lingkungan hidup;
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
2) Sekretaris
Sekretaris mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam mengumpulkan dan mengolah data dalam menyusun rencana program, monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan program, menyelenggarakan ketatausahaan, administrasi kepegawaian, administrasi keuangan dan urusan umum serta memberikan pelayanan administrasi kepada semua unit kerja di Lingkungan Dinas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
9 Untuk melaksanakan tugas-tugas dimaksud Sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan rencana kegiatan dan program kerja dinas serta pelaporan pelaksanaannya.
b. Menyelenggarakan dan mengelola ketatausahaan, administrasi kepegawaian, keuangan, umum dan rumah tangga dinas
c. Menyusun rencana anggaran belanja dinas dan rencana kebutuhan barang
d. Menyiapkan bahan koordinasidengan dinas, instansi dan unsur masyarakat
e. Melayani administasi kepada semua unit kerja di lingkungan dinas f. Memantau dan mengevaluasi hasil program kerja dinas
g. Mengkoordinasi dan menyusun laporan hasil pemantauan program kerja dinas
h. Mengkoordinasi pelaksanaan tugas bidang-bidang pada dinas
i. Mengelola ketatausahaan, rumah tangga, kepustakaan, kehumasan dan keprotokolan
j. Mengelola administrasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai
k. Mengelola dan mengadministrasikan perlengkapan kantor, pemanfaatan dan perawatan inventaris kantor dan
l. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
(a) Sub Bagian Penyusunan Program
Kepala Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas menghimpun dan mengolah data dalam rangka menyusun rencana program Dinas, monitoring, dan evaluasi pelaporan serta penyusunan laporan program dan kegiatan dinas. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut Kepala Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai fungsi : a. Mengumpulkan bahan dan menganalisa data guna penyusunan
rencana kegiatan dan program kerja Dinas;
b. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan pedoman dan petunjuk operasional pelaksanaan tugas dinas
10 c. Menyiapkan bahan untuk pelaksanaan evaluasi, pemantauan, pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan, proyek dan program kerja
d. Menghimpun dan penganalisaan data guna penyajian informasi tentang program kerja dan kegiatan dinas
e. Menghimpun, menganalisa dan mengolah data dalam rangka penyusunan laporan pelaksanaan tugas dinas
f. Mengumpulkan, menyusun, menyajikan dan memelihara data sebagai dokumentasi dinas, dan
g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.
(b) Sub Bagian Keuangan
Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan, perencanaan anggaran pembiayaan, pengelolaan dan mengkoordinir penyusunan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pengelolaan keuangan dinas. Untuk melaksanakan tugas- tugas tersebut Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi : a. Melaksanakan penghimpunan data dan menyiapkan bahan
kebutuhan dalam rangka penyusunan anggaran keuangan Dinas;
b. Melaksanakan pengelolaan anggaran keuangan belanja langsung maupun belanja tidak langsung;
c. Melaksanakan penyusunan, penatausahaan, verifikasi dan pelaporan keuangan serta pengujian pembayaran;
d. Melaksanakan pengujian, penatausahaan kas, verifikasi dan urusan belanja anggaran kegiatan kebutuhan kantor;
e. Menyusun kebutuhan operasional, verifikasi data dan dokumen keuangan serta pelaporan keuangan;
f. Melaksanakan pengujian terhadap data dan dokumen permintaan pembayaran keuangan serta dokumen pendukung;
g. Melaksanakan pembayaran gaji pegawai dan pembayaran keuangan lainnya
h. Melaksanakan penatausahaan data dan implementasi sistem informasi, pelaporan data dan perkembangan realisasi permintaan
11 pembayaran keuangan dan perkembangan realisasi pencairan anggaran;
i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris .
(c) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, perlengkapan dan rumah tangga, memelihara barang-barang inventaris, kepegawaian serta laporan berkala. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan urusan surat menyurat, pengadaan, pengiriman dan tata kearsipan, mengolah data administrasi kepegawaian;
b. Menyusun rencana kebutuhan barang, mengurus administrasi barang, memelihara data administrasi kepegawaian, pengadaan dan pemeliharaan barang serta inventarisasi dinas;
c. Menyusun perencanaan dan mengurus pemeliharaan kebersihan dan menyempurnakan organsasi dan tata laksana serta keamanan kantor dinas
d. Menyelenggarakan urusan rumah tangga, rapat-rapat, tamu-tamu dinas dan pelaksanaan kehumasan;
e. Menyelenggarakan tugas keprotokolan dan perjalanan dinas f. Menyusun laporan tahunan tentang barang inventarisasi kantor g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris .
3) Bidang Tata Lingkungan
Kepala Bidang Tata Lingkungan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, instrumen pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan, sistim informasi lingkungan serta publikasi lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut Kepala Bidang Tata Lingkungan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Mengkoordinasi pembinaan, penataan dan pengelolaan kawasan yang berwawasan lingkungan hidup;
12 2. Merumuskan kebijakan di bidang penyelenggaraan rencana
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ;
3. Mengembangkan sistem manajemen lingkungan hidup dan pelaksanaan kajian lingkungan hidup potensial dan strategis;
4. Mengembangkan kebijakan, pembinaan, penilaian dan evaluasi pelaksanaan analisis tentang dampak lingkungan;
5. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan data dan informasi lingkungan
6. Mengevaluasi penerapan kebijakan lingkungan hidup dan
7. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai bidang tugasnya.
(a) Seksi Bina Dokumen Lingkungan dan Perizinan
Kepala Seksi Bina Dokumen Lingkungan dan Perizinan mempunyai tugas menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan penyelenggaran dan pembinaan perijinan lingkungan, serta pembinaan penyusunan dokumen lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut Kepala Seksi Bina Dokumen Lingkungan dan Perizinan mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. menyusun peraturan perundangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan daerah;
b. mengkaji dan mengevaluasi isu-isu lingkungan hidup di daerah;
c. melaksanakan penilaian dan menerbitkan rekomendasi dokumen lingkungan;
d. memproses penerbitan rekomendasi perijinan pengelolaan limbah;
e. melaksanakan pembinaan teknis pengelolaan limbah;
f. menyusun dokumen dan mengevaluasi pelaksanaan KLHS;
g. menyusun dokumen dan mengevaluasi pelaksanaan RPPLH; dan h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
13 (b) Seksi Sistem Informasi Lingkungan
Kepala Seksi Sistem Informasi Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan data, informasi, infrastruktur jaringan dan pengembangan sistem informasi lingkungan hidup Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Sistem Informasi Lingkungan mempunyai fungsi :
a. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan pengelolaan data dan informasi lingkungan;
b. menghimpun, mengelola dan menganalisa data lingkungan;
c. mengumpulkan, mengorganisasi dan menyajikan informasi lingkungan;
d. mengelola infrastruktur jaringan, pengembangan aplikasi dan keamanan sistem informasi;
e. menyusun NSDALHD;
f. mengelola laboratorium lingkungan;
g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai bidang tugasnya.
(c) Seksi Publikasi Lingkungan
Kepala Seksi Publikasi Lingkungan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan publikasi lingkungan dan peraturan perundangan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Publikasi Lingkungan mempunyai fungsi :
a. melaksanakan sosialisasi penerapan peraturan perundangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di daerah;
b. melaksanakan koordinasi penerapan perundang-undangan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup daerah;
c. melaksanakan kegiatan dalam rangka peringatan hari-hari yang bertema lingkungan hidup;dan
d. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
14 4) Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pengawasan, penanggulangan, pemulihan akibat pencemaran/ perusakan lingkungan, penanganan pengaduan dan sengketa lingkungan serta sanksi lingkungan.
Untuk melaksanakan tugas tersebut), Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan mempunyai fungsi :
a. menyusun kebijakan operasional pengawasan dan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan;
b. merencanakan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan
c. merencanakan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pengelolaan sampah, limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) skala kabupaten;
d. merencanakan pelaksanaan pembinaan dan koordinasi pelaksanaan pengendalian pencemaran, kerusakan lingkungan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan lingkungan;
e. merencanakan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan, penanggulangan, pemulihan akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan;
f. memfasilitasi penyelesaian pengaduan masyarakat; dan
g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai bidang tugasnya
(a) Seksi Pengawasan Dampak Lingkungan
Kepala Seksi Pengawasan Dampak Lingkungan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanakan pengawasan terhadap usaha/kegiatan potensial mencemari atau merusak lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Pengawasan Dampak Lingkungan mempunyai fungsi :
a. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan pengawasan dan pemantauan lingkungan hidup;
15 b. menginventarisasi dan mengidentifikasi potensi sumber
pencemaran dan kawasan rawan pencemaran lingkungan;
c. melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pemantauan pelaksanaan dokumen lingkungan;
d. melaksanakan pengawasan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun(B3);
e. melaksanakan inventarisasi dan identifikasi potensi kerusakan lingkungan;
f. melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemantauan kualitas lingkungan;
g. melakasanakan pengawasan dan evaluasi pemanfaatan sumber daya alam;
h. melaksanakan pemberian penghargaan pada kalangan dunia usaha yang peduli pada lingkungan; dan
i. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
(b) Seksi Penanggulangan dan Pemulihan Lingkungan
Kepala Seksi Penanggulangan dan Pemulihan Lingkungan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan penanggulangan dan pemulihan akibat pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Penaggulangan dan Pemuliahan Lingkungan mempunyai fungsi :
a. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan penanggulangan dan pemulihan lingkungan;
b. melaksanakan kegiatan penanggulangan dan pemulihan lingkungan;
c. melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam upaya penanggulangan dan pemulihan lingkungan;
d. melaksanakan koordinasi penanggulangan dan pemulihan lingkungan;
16 e. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan
penanggulangan dan pemulihan lingkungan;
(c) Seksi Pengaduan dan Sengketa Lingkungan
Kepala Seksi Pengaduan dan Sengketa Lingkungan mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan pengaduan dan sengketa lingkungan, serta koordinasi dan sinkronisasi sanksi dan penyelesaian sengketa lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Pengaduan dan Sengketa Lingkungan mempunyai fungsi :
a. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan penanganan pengaduan lingkungan hidup;
b. melaksanakan penerimaan, verifikasi dan klarifikasi laporan pengaduan lingkungan;
c. menyiapkan koordinasi dan sinkronisasi penerapan sanksi lingkungan;
d. melaksanakan penerapan dan monitoring sanksi lingkungan;
e. melaksanakan evaluasi dan pelaporan hasil penanganan pengaduan lingkungan hidup;
f. menyiapkan bahan koordinasi penyelesaian sengketa lingkungan hidup;
g. melaksanakan fasilitasi penyelesaian sengketa lingkungan hidup;
h. melaksanakan verifikasi dan klarifikasi sengketa lingkungan hidup;
i. melaksanakan penetapan pilihan penyelesaian sengketa lingkungan hidup;
j. melaksanakan penyelesaian sengketa lingkungan hidup diluar pengadilan;
k. pelaksanaan koordinasi sengketa lingkungan hidup melalui pengadilan;
l. melakukan evaluasi dan membuat pelaporan hasil sengketa lingkungan hidup;
m. melaksanakan dan melakukan pengawasan audit lingkungan;
17 n. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Bidang sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
5) Bidang Konservasi dan Kemitraan Lingkungan
Kepala Bidang Konservasi dan Kemitraan Lingkungan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta kemitraan lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Konservasi dan Kemitraan Lingkungan mempunyai fungsi :
a. merumuskan kebijakan operasional perlindungan dan konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati;
b. melaksanakan pembinaan dan koordinasi perencanaan dan evaluasi dalam rangka perlindungan dan konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati;
c. melaksanakan inventarisasi dan identifikasi kerusakan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati akibat perubahan iklim dan bencana alam;
d. melaksanakan koordinasi konservasi dan pemanfaatan kawasan lindung;
e. melaksanakan perlindungan dan konservasi akibat kegiatan pemanfaatan sumber daya alam;
f. melaksanakan pemberdayaan masyarakat di bidang konservasi dan kemitraan lingkungan;
g. melindungi kearifan lokal dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; dan
h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai bidang tugasnya.
(a) Seksi Konservasi Sumber Daya Alam
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam mempunyai fungsi :
18 a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan konservasi
keanekaragaman hayati dan ekosistimnya;
b. menyusun profil keanekaragaman hayati daerah;
c. melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistemnya;
d. melaksanakan pengelolaan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem;
e. melaksanakan perlindungan dan konservasi akibat kegiatan pemanfaatan sumber daya alam;
f. melaksanakan peningkatan konservasi daerah tangkapan air dan sumber-sumber air;
g. melaksanakan konservasi sumber daya air dan pengendalian kerusakan sumber-sumber air;
h. mengkoordinasi pengelolaan konservasi lahan dan kawasan pesisir;
i. mengkoordinasi pengelolaan konservasi sumber daya alam dan pemanfaatan kawasan lindung;
j. mengkoordinasi pengelolaan kawasan konservasi, dan lahan;
k. mengkoordinasi penetapan kawasan lindung dan rawan bencana;
dan
l. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
(b) Seksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
Kepala Seksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim mempunyai fungsi :
a. melaksanakan identifikasi dan inventarisasi kegiatan/usaha yang potensial menjadi sumber pengeluaran gas rumah kaca;
b. melaksanakan evaluasi dan perumusan rencana pencapaian tingkat pengurangan emisi gas rumah kaca;
19 c. melaksanakan koordinasi penyusunan rencana aksi daerah dalam
pengurangan emisi gas rumah kaca;
d. melaksanakan koordinasi pengendalian dampak pemanasan global dan penurunan kualitas lingkungan;
e. melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim;
f. melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; dan g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
(c) Seksi Kemitraan Lingkungan
Kepala Seksi Kemitraan Lingkungan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan peningkatan kerjasama dengan masyarakat, lembaga masyarakat dan lembaga lainnya dalam upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Kemitraan Lingkungan mempunyai fungsi :
a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan peningkatan peran serta masyarakat;
b. melaksanakan koordinasi pengembangan dan pelaksanaan kemitraan lingkungan hidup;
c. melaksanakan peningkatan peran dan kerjasama kemitraan lingkungan hidup;
d. mengembangkan pengakuan kearifan lokal dan pengetahuan tradisional pengelolaan lingkungan hidup;
e. melaksanakan pembinaan hubungan kerjasama antar daerah, instansi vertikal dan lembaga masyarakat di bidang lingkungan hidup;
f. melaksanakan koordinasi program dan pembinaan desa/kelurahan menuju bersih, sehat, asri, dan lestari;
g. melaksanakan koordinasi program pengembangan kota hijau/
kota yang berkelanjutan;
20 h. melaksanakan koordinasi program dan pembinaan lembaga pendidikan formal dan non formal yang peduli dan berbudaya lingkungan; dan
i. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
j. Bidang Kebersihan dan Pertamanan
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan kegiatan kebersihan, pengolahan dan pemrosesan sampah, pertamanan dan ruang terbuka hijau.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan mempunyai fungsi :
a. merumuskan kebijakan operasional kebersihan, pengolahan dan pemrosesan sampah, pertamanan dan ruang terbuka hijau;
b. melaksanakan pengelolaan kebersihan, pengolahan dan pemrosesan sampah, pertamanan dan ruang terbuka hijau;
c. mengadakan sarana dan prasarana serta pengelolaan kebersihan, pengolahan dan pemrosesan sampah, pertamanan dan ruang terbuka hijau;
d. menyelenggarakan kerjasama pengelolaan kebersihan, pengolahan dan pemrosesan sampah dengan pihak swasta dan/atau pemerintah daerah lain; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
a) Seksi Kebersihan
Kepala Seksi Kebersihan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengangkutan serta pengembangan pengelolaan sampah oleh masyarakat. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Kebersihan mempunyai fungsi :
a. melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan serta strategi di bidang penyelenggaraan pengelolaan sampah;
21 b. melaksanakan penyusunan rencana pengelolaan,
pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan sampah;
c. melaksanakan identifikasi dan inventarisasi terhadap jenis, karakteristik dan volume sampah;
d. melaksanakan penyusunan dokumen rencana induk dan studi kelayakan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga;
e. melaksanakan pengelolaan sampah, meliputi pengurangan sampah (pembatasan timbulan, daur ulang dan pemanfaatan kembali) dan penangan sampah (pemilahan, pengumpulan, dan pengangkutan);
f. melaksanakan pengadaan sarana kebersihan, sarana pengangkutan, kontainer dan TPS sampah;
g. pelaksanaan pengangkutan sampah dari TPS ke TPST dan atau ke TPA;
h. melaksanakan pembinaan, fasilitasi dan pengembangan pengelolaan sampah oleh masyarakat;
i. melaksanakan perencanaan, pengadaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan pekerja kebersihan kawasan perkotaan; dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
b) Seksi Pengolahan dan Pemrosesan sampah
Kepala Seksi Pengolahan dan Pemrosesan Sampah mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan pengolahan dan pemrosesan akhir sampah.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemrosesan Sampah mempunyai fungsi :
a. melaksanakan penyusunan rencana pengadaan, pengelolaan dan pemeliharaan sarana prasarana pengolahan dan pemrosesan akhir sampah;
22 b. melaksanakan pengadaan dan pemeliharaan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R), Tempat Pengolahan sampah Terpadu (TPST), Tempat Pemrosesan Akhir sampah (TPA);
c. melaksanakan pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah pada TPS 3R, TPST,TPA yang dikelola oleh masyarakat atau swasta;
d. melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas pengolahan dan pemrosesan akhir sampah;
e. melaksanakan penyelenggaraan penanganan sampah meliputi pemilahan, pengolahan dan pemrosesan akhir;
f. melaksanakan penanganan pengelolaan dan pemanfaatan lindi dan gas methan sampah;
g. melaksanakan perencanaan, pengadaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan pekerja pengelola sampah pada fasilitaspengolahan dan pemrosesan akhir sampah; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
c) Seksi Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau
Kepala Seksi Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan pertamanan dan RTH meliputi penataan, pemeliharaan dan pengembangan serta pembinaan peran serta masyarakat. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Seksi Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau mempunyai fungsi :
a. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan pengembangan Pertamanan dan RTH;
b. mengatur dan menyelenggarakan pengelolaan Pertamanan dan RTH;
c. melaksanakan penataan dan pemeliharaan Pertamanan dan RTH;
23 d. melaksanakan pengawasan dan pengendalian Pertamanan
dan RTH;
e. melaksanakan pengendalian, pembinaan, dan penataan keindahan dan keasrian perkotaan;
f. melaksanakan pengembangan dan/atau pemeliharaan pada monumen bersejarah, gapura kota, dan tugu perbatasan;
g. melaksanakan pengembangan taman kota dan hutan kota sebagai taman rekreasi berbasis lingkungan;
h. melaksanakan pemberdayaan masyarakat danam pengelolaan pertamanan dan pengelolaan Ruang terbuka Hijau (RTH); dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2.2. Sumber Daya SKPD
Untuk menjalankan sebuah organisasi dibutuhkan sumber daya yaitu berupa Personil, Peralatan dan perlengkapan sebagai media untuk melaksanakan pelayanan di SKPD tanpa sumber daya maka pelayanan yang ada di SKPD mustahil dapat dilaksanakan. Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar pada akhir tahun 2016 terdapat 29 personil dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 2.1.
Daftar Jabatan, Pangkat, Pendidikan Terakhir dan Diklat Kepemimpinan
No Jabatan Pangkat Pendidikan
Terakhir Diklatpim yg
pernah diikuti Jml 1 Kepala Badan Pembina Utama
Muda (IV/c) S-2 Diklatpim IV, III dan II 1 2 Sekretaris Pembina Tk. I
(IV/b) S-2 Diklatpim IV dan III 1 3 Kabid Tata
Lingkungan
Pembina
(IV/a) S-1 Diklatpim IV dan III 1 4
Kabid Pemulihan dan Pelestarian SDA
Pembina
(IV/a) S-2 Diklatpim IV dan III 1 5
Kabid Pengawasan Pengendalian
Pembina
(IV/a) S-2 Diklatpim IV dan III 1
24
No Jabatan Pangkat Pendidikan
Terakhir
Diklatpim yg
pernah diikuti Jml Dampak
Lingkungan 6 Sub bagian
Penyusunan Program
Penata Tk I
( III/d) S-2 Diklatpim IV 1 7 Sub bagian
Keuangan
Penata Tk I
( III/d) S-2 Diklatpim IV 1 8 Sub bagian Umum Penata Tk I
( III/d) S-1 - 1
9
Sub Bidang Pengkajian
Dampak Lingkungan
Penata Tk I
( III/d) S-1 Diklatpim IV 1
10
Sub Bidang Bina Teknik Analisis Dampak
Lingkungan
Penata Tk I
( III/d) S-2 Diklatpim IV 1
11
Sub bidang Pengawasan, Pengendalian Pencemaran dan kerusakan lingkungan
Penata
( III/c) S-2 Diklatpim IV 1
12
Sub bidang Komunikasi Lingkungan dan Peningkatan Peran serta Masyarakat
Pembina
( IV/a) S-2 Diklatpim IV 1
13 Sub Bidang pemulihan dan Pelestarian SDA
Penata
( III/c) S-1 Diklatpim IV 1 14 Sub Bidang
Pengelolaan RTH dan Pertamanan
Penata Tk.I ( III/d)
Sarjana
Muda Diklatpim IV 1 15 Fungsional
Umum/Staf
Penata Muda Tk. I
( III/d ) S-1 - 1
16 Fungsional Umum Penata Muda Tk.I
( III/b ) S-1 - 4
17 Fungsional Umum Penata Muda Tk.I
( III/b ) SLTA - 2
18 Fungsional Umum Penata Muda
( III/a ) S-1 2
25
No Jabatan Pangkat Pendidikan
Terakhir
Diklatpim yg
pernah diikuti Jml 19 Fungsional Umum Pengatur Tk. I
(II/d ) SLTA - 1
20 Fungsional Umum Pengatur
(II/c ) - - -
21 Fungsional Umum Pengatur Muda tk.
I (II/b)
SLTA - 1
22 Fungsional Umum Pengatur Muda
(II/a) SLTA - 4
JUMLAH 29
Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Lingkungan Hidup, sarana dan prasarana yang tersedia adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2.
Rincian Aset SKPD menurut Kondisi
Uraian Jumlah
( satuan) Jumlah ( Rupiah)
1. ASET DALAM KONDISI BAIK Tanah
Bangunan Gedung 17,85M2 2.930.480.700
Alat-alat Angkutan 87 1.752.750.212
Alat Kantor dan Rumah Tangga 496 1.408.134.568 Alat Studio dan Alat Komunikasi 21 146.842.000 Perangkat Lunak
2. ASET DALAM KONDISI BAIK YANG TIDAK DIGUNAKAN
Tanah 0
Bangunan Gedung 0
Alat-alat Angkutan 0
Alat Kantor dan Rumah Tangga 0 Alat Studio dan Alat Komunikasi 0 3. ASET RUSAK
Alat Kantor dan Rumah Tangga 8 28.943.500 Alat Studio dan Alat Komunikasi 1 3.400.000
TOTAL 6.270.550.980
26 2.3. Kinerja OPD
Adapun Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Pelayanan SKPD Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar dapat dilihat dalam lampiran Tabel 2.1. Dalam melaksanakan Pelayanan Badan Lingkungan Hidup memiliki 5 (lima) indikator kinerja Utama ( IKU ) untuk dilaksanakan. Dari kelima (5) indikator tersebut rata-rata Rasio Capaian Kinerja sudah tercapai 100%, untuk lebih jelasnya bias dilihat pada tabel 2.1 dibawah ini :
27 Tabel 2.1
Capaian Kinerja Renstra sebelumnya
NO. Indikator Kinerja Target Renstra OPD Realisasi Capaian TH ke- Rasio Capaian tahun ke
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Persentase perusahaan yang memilliki Dokumen (HO,
UKL/UPL, AMDAL) dan Ijin Lingkungan * 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
2 Persentase Kebutuhan RTH di Kabupaten Blitar* 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
3 Ketaatan usaha/kegiatan dalam melaksanakan kewajiban
yang tertuang dalam dokumen lingkungan 20 25 30 40 50 19 26 35 41 50 95% 104% 117% 102% 100%
4 Jumlah penanganan tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat dugaan adanya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup
12 19 25 31 41 12 19 25 35 41 100% 100% 100% 100% 100%
5 Jumlah sumber mata air di Kabupaten Blitar yang dipelihara 20 28 33 38 43 20 28 33 38 43 100% 100% 100% 100% 100%
28 Tabel 2.2 : Anggaran dan Realisasi OPD
Uraian Anggaran pada Tahun ke Realisasi Anggaran pada Tahun ke Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke
Rata-Rata Pertumbuh
an ( % )
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggar
an Realisas i
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17
) (18) Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
81.497.000 205.373.000 258.772.500 303.473.000 297.250.000 80.574.450 203.236.352 231.946.386 285.660.273 285.629.726 922.550 2.136.648 26.826.114 17.812.727 11.620.274 48,31 47,38
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
129.512.500 74.941.000 184.140.000 72.055.000 277.852.500 128.351.000 72.531.765 166.983.131 64.853.271 271.889.000 1.161.500 2.409.235 17.156.869 7.201.729 5.963.500 82,08 86,20
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
7.513.500 8.500.000 11.522.500 12.500.000 8.967.500 7.033.500 8.489.750 11.547.500 12.460.900 5.717.500 480.000 10.250 (25.000) 39.100 3.250.000 7,23 2,63
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja SPM bidang Lingkungan Hidup
- - - 12.350.000 9.650.000 - - 0 7.800.000 9.611.600 - - - 4.550.000 38.400 0,00 0,00
Program Pembinaan Lingkungan Sosial
- - - 263.152.000 300.000.000 0 49.087.500 279.474.794 - - - 214.064.500 20.525.206 0,00 0,00
Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
1.469.266.150 1.856.310.237 2.014.902.650 2.208.203.527 1.932.048.954 1.313.970.650 1.789.981.149 1.973.787.138 2.010.333.655 1.808.326.386 155.295.500 66.329.088 41.115.512 197.869.872 123.722.568 7,99 9,57
Perlindungan dan Konservasi SDA
- 20.000.000 100.000.000 138.000.000 1.391.800.000 19.696.000 99.685.000 137.940.000 488.671.400 #VALUE! 304.000 315.000 60.000 903.128.600 0,00 0,00
Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
269.511.250 273.000.000 988.440.000 620.041.500 622.900.000 237.944.550 - 979.202.797 606.840.950 607.452.100 31.566.700 273.000.000 9.237.203 13.200.550 15.447.900 56,64 0,00
Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau
- 545.000.000 1.978.620.000 1.089.145.000 385.080.000 - 540.826.200 1.956.843.000 1.063.847.785 377.284.919 #VALUE! 4.173.800 21.777.000 25.297.215 7.795.081 0,00 0,00
JUMLAH
1.957.300.400 2.983.124.237 5.536.397.650 4.718.920.027
5.225.548.954 1.767.874.150 2.634.761.216
5.419.994.952
4.238.824.334
4.134.057.425
#VALUE!
71.189.221
85.388.495
441.597.928 1.068.248.548 33,49 32,62
29 Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 2.1 tersebut bahwa Capaian Kinerja Renstra sebelumnya dapat tercapai dengan sangat memuaskan, karena dari kelima Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan kesemuanya dapat tercapai 100%.
Sedangkan untuk mengetahui rasio pertumbuhan Anggaran dan realisasi Pendanaan OPD dapat dilihat dalam Tabel 2.2 sebagai berikut :
Berdasarkan tabel 2.2, maka perkembangan pemberian anggaran/pendanaan untuk OPD Dari Tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami fluktuatif. Hal ini disebabkan oleh kemampuan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaen Blitar dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 memperoleh anggaran sebesar Rp.
20.421.291.268,- dan tingkat pertumbuhan anggaran sebesar 33,49 persen- dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 18.195.512.077,- dan tingkat pertumbuhan sebesar 32,62 persen sehingga Rasio antara Realisasi dan Anggaran sebesar Rp. 2.225.779.191,-.
Dari beberapa Program yang dilaksanakan OPD Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar yang memiliki rata-rata pertumbuhan Anggaran dan Realisasi adalah Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dan Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan hidup. Hal ini membuktikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar konsisten dan sangat serius dalam upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di Kabupaten Blitar.
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Kinerja OPD
Berdasarkan pembahasan terhadap kinerja pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar lima tahun terakhir dapat diketahui tantangan maupun peluang dalam pengembangan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar lima tahun kedepan. Adapun tantangan dalam pengembangan Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar antara lain :
1) Meningkatnya kerusakan dan pencemaran lingkungan akibat limbah industri yang tidak ramah lingkungan,
2) Alih fungsi lahan yang menyebabkan ruang terbuka hijau semakin
30 berkurang, degradasi kehati, berkurangnya daerah respan air
3) Ancaman kerusakan kawasan hutan, karst, pantai, gumuk pasir akibat peningkatan aktifitas pariwisata yang tidak ramah lingkungan
4) Kondisi geografis Kabupaten Blitar yang rentan terhadap bencana (erupsi gunung Kelud, gempa bumi, kekeringan ( Blitar Selatan ), longsor dan angin puting beliung dll).
5) Kabupaten Blitar tidak terlepas dari dampak perubahan iklim yang serius ditandai dengan meningkatnya suhu lingkungan akibat pemanasan global (global warming), meningkatnya emisi gas rumah kaca karena rusaknya lapisan ozon.
6) Masih lemahnya komitmen para Pemangku Kepentingan dalam pelestarian fungsi lingkungan dan cenderung lebih mengedepankan kepentingan pertumbuhan ekonomi daerah
Sedangkan peluang yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar dalam pengembangan pelayanan antara lain.
1) Komitmen kepala daerah untuk mendukung program yang sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup
2) Kesempatan dan peluang kerjasama dengan berbagai pihak/lembaga pemerhati lingkungan
3) Berkembangnya kemajuan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kinerja layanan Dinas Lingkungan Hidup
4) Adanya URC ( Unit Reaksi Cepat ) di Badan Lingkungan Hidup yang berfungsi sebagai wadah Pengaduan dan penanganan masalah-masalah lingkungan
31 BAB III
ISU – ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan tugas dan Fungsi OPD
Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan Fungsi OPD Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar yang telah dianalisa berdasarkan faktor internal dan Faktor Eksternal yang disajikan di Bab II. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar memperoleh permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh lembaga serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, Adapun permasalahan-permasalahan yang dihadapi dilingkup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :
1. Penurunan Kualitas Lingkungan
Adapun penurunan kualitas lingkungan di Kabupaten Blitar ini disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut :
a) Belum terkelolanya dengan baik limbah dan sampah yang dihasilkan oleh dunia usaha maupun domestic
b) Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan sehingga menyebabkan berkurangnya tutupan lahan dan hutan sekaligus konsumsi sumber daya tersebut menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama teradinya perubahan iklim
2. Belum lengkapnya dokumen rencana pengelolaan lingkungan dan implementasinya
Adapun permasalahan ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut : a) Masih kurangnya dan masih lemahnya dokumen lingkungan yang
disusun
b) Masih lemahnya upaya pengendalian dan pengawasan serta upaya penegakan hukum.
3. Terbatasnya Ruang Publik berupa taman Kota, hutan Kota dan RTH di perkotaan.
Adapun permasalahan ini disebabkan faktor-faktor sebagai berikut : a) Terbatasnya alokasi dana/anggaran
b) Kesulitan mencari lokasi untuk dibangun taman kota/RTH
4. Belum tersedianya data dan Informasi lingkungan yang akurat dan mudah diakses masyarakat
32 Adapun permasalahan ini disebabkan faktor-faktor sebagai berikut :
a) Kurang optimalnya fasilitas IT yang ada b) Kurangnya jumlah aparatur
5. Belum terwujudnya masyarakat yang peduli dan berbudaya lingkungan Adapun permasalahan ini disebabkan faktor-faktor sebagai berikut : a) Kurangnya jumlah sosialisasi /pembinaan kepada masyarakat b) Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan 6. Kurang optimalnya Pelayanan Rekomendasi Dokumen Lingkungan
Adapun permasalahan ini disebabkan faktor-faktor sebagai berikut : a) Belum tersosialisasinya prosedur layanan dengan baik
b) Proses pelayanan yang masih dilakukan secara fisik dan manual c) Belum tersedianya laboratorium lingkungan di Kabupaten Blitar
Dari identifikasi di atas maka diperlukan strategi dan kebijakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Lingkungan Hidup.
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Blitar 2016-2021 adalah visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang disampaikan pada waktu pemilihan kepala daerah (pilkada). Bupati dan Wakil Bupati Terpilih.
Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih memberikan gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan bagi Kabupaten Blitar yang ingin dicapai dalam masa jabatan selama 5 (lima) tahun sesuai misi yang diemban. Visi- Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih dibuat dengan memperhatikan Isu-isu Strategis Kabupaten Blitar. Adapun Isu-isu Strategis Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :
1. Daya saing kompetitif dalam bidang ekonomi 2. Ketersediaan Insfrstrutur yang memadai
3. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam ketertiban keamanan 4. Peningkatan kualitas SDM (pendidikan, Kesehatan, ekonomi) 5. Pengembangan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih 6. Pengembangan potensi pariwisata
33 7. Kerjasama yang konstruktif antara pemerintah dengan dunia usaha dan
pemerintah dengan pemerintah
8. Penguatan dan pemberdayaan kelembagaan dan masyarakat desa.
Berdasarkan telaah visi, misi, tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Blitar 2016-2021 tersebut, maka Dinas Lingkungan Hidup menekankan program dan kegiatan guna mendukung arah pembangunan Kabupaten Blitar tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Propinsi
Pemanfaatan ruang di Indonesia senantiasa menampilkan dua sisi yang saling berlainan yaitu pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan hidup. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dekade terakhir memperlihatkan pencapaian yang relatif baik, dibandingkan negara-negara lain. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,78% di tahun 2013. Namun demikian, indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH), selama 3 tahun terakhir justru menunjukkan penurunan (Tahun 2011 sebesar 65,50; Tahun 2012 sebesar 64,21;
dan Tahun 2013 sebesar 63,1).
Sasaran strategis pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015-2019 adalah menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air dan kesehatan masyarakat, dengan indikator kinerja Indeks Kualitas Lingkungan Hidup berada pada kisaran 66,5-68,6, angka pada tahun 2014 sebesar 63,42. Komponen utama pembangun dari besarnya indeks ini yang akan ditangani yaitu air, udara dan tutupan hutan.
Sasaran jangka menengah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar adalah peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dari sebesar 66.31 pada tahun 2016 , tahun 2017 IKLH menjadi 67 dan menjadi 71 pada tahun 2021. Target tersebut walaupun sedikit lebih rendah dari target IKLH secara nasional namun merupakan target yang cukup tinggi mengingat bahwa tantangan terhadap kelestarian lingkungan hidup semakin meningkat dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan eksploitasi sumber daya alam.
34 3.4.Telaahan Rencana tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup
Strategis
Pertumbuhan dan perkembangan wilayah dilatarbelakangi oleh berbagai aspek kehidupan seperti perkembangan penduduk, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kegiatan ekonomi yang semakin meningkat, perkembangan /perluasan infrastruktur dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut akan membawa perubahan terhadap bentuk keruangan di wilayah yang bersangkutan baik secara fisik maupun non fisik melalui kegiatan manusia didalamnya. Perubahan tersebut apabila tidak ditata dengan sebaik-baiknya akan mengakibatkan perkembangan yang ada menjadi tidak terarah dan kualitas ruang juga semakin menurun.
Untuk menghindari adanya pertumbuhan dan perkembangan wilayah yang tidak terkendali, maka pemerintah bersama dengan swasta dan masyarakat membuat perencanaan terhadap ruang wilayah serta perencanaan sektoral.
Perencanaan terhadap satu wilayah dimaksudkan untuk menghasilkan tatanan ruang yang optimal, serasi, selaras dan seimbang sesuai dengan potensi dan kendala yang ada.
Dalam Peraturan Daerah No. 5 tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Blitar Tahun 2011 – 2031 Tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten Blitar adalah mewujudkan Kabupaten Blitar sebagai kawasan Agroindustri dan Pariwisata yang berbasis keharmonisan lingkungan serta mampu memantapkan keseimbangan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kebijakan penataan ruang wilayah pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Blitar, meliputi:
a. Pengembangan sistem perkotaan dalam membentuk pusat pertumbuhan secara berjenjang;
b. Pengembangan kawasan perdesaan sesuai potensi yang dimiliki setiap wilayah di kabupaten blitar yang dihubungkan dengan pusat kegiatan pada setiap kawasan perdesaan;
c. Pengembangan sistem agroindustri pada kawasan yang potensial di kabupaten blitar;
d. Pengembangan dan peningkatan produk-produk unggulan dalam menunjang perwujudan pengembangan kawasan agribisnis pada kawasan potensial;
e. Pengembangan prasarana jalan guna menunjang pertumbuhan dan pemerataan pembangunan wilayah;
35 f. Pengembangan infrastruktur wilayah pada sentra-sentra produksi, pusat kegiatan, pusat pertumbuhan dan pusat pelayanan secara seimbang dan terpadu;
g. Pemantapan kawasan lindung dalam menjaga keberlanjutan pembangunan;
h. Peningkatan pengelolaan kawasan lindung dalam memitigasi kemungkinan terjadinya bencana ;
i. Pengembangan sentra produksi tanaman pertanian pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan pada masing-masing wilayah kecamatan sesuai dengan jenis tanaman yang cocok dan produksi yang dominan;
j. Pengembangan kawasan pariwisata sebagai penunjang pengembangan agroindustri di kabupaten;
k. Peningkatan kualitas kawasan permukiman perdesaan dan perkotaan;
l. Pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil;
m. Pengembangan kawasan strategis dalam mendorong pengembangan wilayah;
dan
n. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara.
Langkah langkah strategis yang disusun dalam kerangka pencapaian tujuan penataan ruang, antara lain :
(1) Strategi Pengembangan dan peningkatan produk-produk unggulan dalam menunjang perwujudaan pengembangan kawasan agribisnis pada kawasan potensial, meliputi:
a. Mengembangkan sentra produksi peternakan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang kawasan peternakan berskala besar atau kawasan industri peternakan, khususnya pada kawasan perdesaan yang berpotensi ;
b. Mengembangkan fungsi kawasan perdesaan sesuai dengan potensi wilayah, yakni perdesaan terletak di kawasan pegunungan sebagai hutan lindung, hutan produksi, perkebunan dan hortikultura, perdesaan di dataran rendah untuk pertanian pangan, dan perdesaan pesisir untuk kawasan pengembangan perikanan ;
c. Meningkatkan nilai tambah produk pertanian dengan pengolahan hasil;
d. Mengembangkan fasilitas sentra produksi-pemasaran untuk menunjang perkembangan kawasan yang berpotensi yang ada di kabupaten;
36 e. Membentuk sentra pengembangan kawasan agribisnis pada kecamatan –
kecamatan potensial ;
f. Mengembangkan saluran pasar produk agribis yang bermutu untuk meningkatkan penjualan; dan
g. Membuat fasilitas promosi produk agribisnis bermutu melalui program Putri Kencana di Kabupaten; dan an
h. Menyediakan sarana dan prasarana pemasaran yang dilengkapi dengan sarana penanganan pasca panen.
(2) Strategi Pemantapan kawasan lindung dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, meliputi:
a. Memantapkan penetapan kawasan hutan lindung meliputi:
1. Melarang dan mengendalikan perubahan terhadap kawasan hutan lindung;
2. Memulihkan kawasan lindung yang mengalami kerusakan, melalui penanganan secara teknis dan vegetatif;
3. Meningkatkan peran serta dari masyarakat sekitar kawasan; dan
4. Meningkatkan kesadaran akan lingkungan melalui pendidikan, pariwisata, penelitian dan kerjasama pengelolaan kawasan.
b. Memantapkan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan dibawahnya meliputi:
1. Membatasi perkembangan pada kawasan yang terjadi alih fungsi dan mengembangkan tanaman yang memiliki fungsi lindung;
2. Mempertahankan kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan resapan air; dan
3. Melestarikan kawasan yang termasuk hulu DAS dengan pengembangan hutan atau perkebunan tanaman keras tegakan tinggi.
c. Memantapkan kawasan perlindungan setempat meliputi:
1. Membatasi kegiatan yang tidak berkaitan dengan perlindungan setempat;
2. Membatasi kegiatan pariwisata pada kawasan perlindungan setempat sepanjang sungai;
3. Mengembangkan sungai sebagai latar belakang kawasan fungsional;
4. Memanfaatkan sumber air dan waduk untuk irigasi pertanian;
37 5. Membatasi perkembangan fisik dan kegiatan pariwisata pada kawasan
perlindungan setempat sekitar waduk dan mata air; dan
6. Menetapkan kawasan lindung spiritualitas dan kearifan lokal lainnya sebagai warisan budaya khas Blitar.
d. Memantapkan kawasan suaka alam dan pelestarian alam meliputi:
1. Menetapkan kawasan suaka alam hanya diperuntukan bagi kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kawasan;
2. Memelihara habitat dan ekosistem khusus yang ada dan sifatnya setempat; dan
3. Meningkatan nilai dan fungsi kawasan dengan menjadikan kawasan sebagai meningkatkan kualitas hasil tangkapan dengan sistem pengemasan yang lebih baik; dan
(3) Pengembangan kawasan pariwisata sebagi penunjang pengembangan agroindustri di Kabupaten Blitar, dilaksanakan dengan strategi sebagai berikut:
a. Mengembangkan obyek dan daya tarik wisata (ODTW) secara diversifikatif dengan memperhatikan linkage yang ada untuk menciptakan paket wisata yang berdaya saing ;
b. Mengembangkan atraksi penunjang wisata utama sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh wilayah wisata potensial ;
c. Menyediakan akomodasi wisata yang lebih memadai sesuai dengan standar kebutuhan wisata ;
d. Menetapkan pangsa pasar wisata, sehingga dapat ditentukan jenis sarana yang dibutuhkan pada masing-masing jenis obyek wisata ; dan
e. Mengembangkan obyek wisata unggulan di Kabupaten Blitar dengan bekerjasama dengan Kota Blitar diantaranya pada wisata makam Bung Karno dengan candi Penataran dan beberapa obyek wisata potensial.
f. Mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Blitar dengan melakukan kerjasama pihak dan atau lembaga swasta; dan
g. Menetapkan kawasan wisata.
Untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lestari sehingga dapat menjamin ketersediaan sumber daya alam untuk mendukung pembangunan bidang ekonomi menuju masyarakat Kabupaten blitar yang lebih sejahtera, maju dan berdaya saing, maka pembangunan yang dilaksanakan harus konsisten dan berpedoman pada
38 RTRW Kabupaten Blitar sehingga pembangunan tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan. Kepatuhan terhadap tata ruang wilayah juga akan memudahkan pengendalian dan kerusakan lingkungan.
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) juga menjadi pedoman dalam penyusunan RPJMD sehingga ada keselarasan antara sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan proses pembangunan dengan ketersediaan sumber daya.
Disamping itu ketersediaan sumber daya seperti air bersih, udara bersih dan lingkungan yang sehat merupakan hal yang wajib dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Upaya untuk menjamin daya dukung dan daya tampung dilakukan dengan melaksanakan konservasi sumber daya alam dan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan melalui berbagai instrument seperti regulasi, perizinan, pengawasan, penegakan hokum, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengeolan lingkungan dan sebagainya.
Sasaran jangka menengah SKPD Badan Lingkungan Hidup adalah peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Sedangkan indeks kualitas llingkungan hidup itu sendiri dihitung berdasarkan indicator dan parameter kualitas air sungai, kualitas udara ambient dan luas tutupan hutan/lahan.
Penataan ruang wilayah Kabupaten Blitar bertujuan mewujudkan Kabupaten Blitar sebagai kawasan Agroindustri dan Pariwisata yang berbasis kerharmonisan lingkungan serta mampu memantapkan keseimbangan pertumbuhan ekonomi wilayah. Hal tersebut selaras dengan misi ke 5 (lima) dari pemerintah Kabupaten Blitar periode 2016 – 2021 yaitu Meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memliki daya saing melalui peningkatan ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis Koperasi dan UMKM, Ekonomi Kreatif, Jiwa Kewirausahaan, Potensi lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan meperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis
Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan. Adapun isu-isu strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar berdasarkan telaah LAKIP, telaah visi
39 misi Kabupaten Blitar, telaah Renstra Kementerian serta telaah Renstra Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur adalah sebagai berikut:
1. Kuatnya komitmen kerja yang konsisten antara pimpinan dan pelaksana 2. Adanya dukungan teknologi informasi
3. Belum maksimalnya ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran yang cukup
4. Belum maksimalnya fungsi laboratorium lingkungan hidup
5. Adanya Kelembagaan setingkat Badan yang membidangi lingkunggan hidup 6. Tersedianya peralatan dan teknologi Informasi
7. Tersedianya SOP sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi.
8. Tersedianya laboratorium lingkungan hidup 9. Tersedianya aparatur sipil negara
10. Terjadinya perubahan iklim
11. Penurunan tutupan lahan dan hutan
12. Meningkatnya pencemaran dan kerusakan lingkugan 13. Meningkatnya volume sampah dan limbah
14. Meningkatnya emisi gas rumah kaca
15. Adanya regulasi yang mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
16. Meningkatnya tuntutan masyarakat dalam penegakan hukum di bidang lingkungan hidup
17. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup
18. Berkembangnya teknologi ramah lingkungan
19. Adanya konvensi internasional dalam pengelolaan lingkungan
20. Kurangnya tenaga teknis di bidang lingkungan hidup yang berkompeten.
21. Belum terbangunnya sistem informasi lingkungan hidup.
22. Belum Optimalnya dalam melaksanakan SOP.
23. Terbatasnya alokasi dana/anggaran pengelolaan lingkungan hidup.
24. Kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
40 BAB IV
VISI, MISI,TUJUAN ,SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Kepala Daerah
Visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Blitar 2016-2021 adalah visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang disampaikan pada waktu pemilihan kepala daerah (pilkada). Bupati dan Wakil Bupati Terpilih.
Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih memberikan gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan bagi Kabupaten Blitar yang ingin dicapai dalam masa jabatan selama 5 (lima) tahun sesuai misi yang diemban. Visi- Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih dibuat dengan memperhatikan Isu-isu Strategis Kabupaten Blitar. Adapun Isu-isu Strategis Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :
1. Daya saing kompetitif dalam bidang ekonomi 2. Ketersediaan Insfrstrutur yang memadai
3. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam ketertiban keamanan 4. Peningkatan kualitas SDM (pendidikan, Kesehatan, ekonomi) 5. Pengembangan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih 6. Pengembangan potensi pariwisata
7. Kerjasama yang konstruktif antara pemerintah dengan dunia usaha dan pemerintah dengan pemerintah
8. Penguatan dan pemberdayaan kelembagaan dan masyarakat desa.
Dari isu-isu strategis tersebut Bupati dan Wakil Bupati Blitar terpilih periode 2016-2021 menetukan VISI “ MENUJU KABUPATEN BLITAR LEBIH SEJAHTERA, MAJU DAN BERDAYA SAING” dalam visi tersebut terkandung maksud :
Lebih Sejahtera, berarti meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin. Secara lahir adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyaraka