REVISI
RENCANA STRATEGIS
DINAS LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN BOJONEGORO
2
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah S.W.T, atas limpahan rahmat
dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan dokumen
Review Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro
Tahun 2013-2018, sebagai pedoman untuk melaksanakan program dan
kegiatan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan.
Dokumen ini menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi
pembangunan masa depan yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan tugas
pokok dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dalam 5
(lima) tahun mendatang, disertai dengan penjelasan yang operasional mengenai
tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan sehingga diharapkan dokumen ini
dapat menjadi acuan dan pedoman serta pertimbangan dalam melakukan
perencanaan dan evaluasi untuk melaksanakan upaya-upaya pengelolaan
lingkungan hidup bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara terpadu dan
berkelanjutan.
Akhir kata semoga Review Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Bojonegoro Tahun 2013-2018 ini dapat bermanfaat sehingga bisa lebih
meningkatkan kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dalam
pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan di Kabupaten Bojonegoro
secara optimal dan terpadu dalam rangka menjaga serta melestarikan fungsi
lingkungan hidup.
Bojonegoro, Pebruari 2017
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro
3
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Landasan Hukum
1.3 Maksud dan Tujuan
1.4 Hubungan Antar Dokumen
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1 Tugas, Fungsi
2.2 Struktur Organisasi
2.3 Sumber Daya DLH
2.4 Kinerja Pelayanan
2.5 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
DLH
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah yang
tertuang pada RPJMD
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra DLH
3.4 Telaahan RTRW dan KLHS
3.5 Penentuan Isu – Isu Strategis
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi DLH
4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
4
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1 Rencana Program dan Kegiatan SKPD (TABEL 5.1)
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN
DAN SASARAN RPJMD
6.1 Indikator Kinerja Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
(TABEL 6.1)
BAB VII KAIDAH PELAKSANAAN
5
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Upaya perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup
diselenggarakan berdasarkan manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan,
kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan dengan tujuan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Untuk mendukung azas dan tujuan penyelenggaran pembangunan
Lingkungan Hidup tersebut, diperlukan arah dan kebijakan pembangunan
yang tertuang dalam perencanaan utuh, terpadu dan menyeluruh baik
dalam bentuk rencana jangka panjang yang bersifat makro maupun
rencana jangka menengah dan tahunan yang lebih mikro, bersifat teknis
dan operasional.
Pembangunan Lingkungan Hidup di daerah merupakan bagian
integral dari pembangunan nasional, sehingga dalam proses
perencanaannya tidak terlepas atau merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari rencana-rencana pembangunan nasional.
Oleh sebab itu dibutuhkan suatu perencanaan strategis untuk
menentukan strategi atau arahan yang akan dilakukan oleh Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung pencapaian
sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam dokumen
RPJMD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2013 – 2018.
Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Bojonegoro merupakan dokumen perencanaan Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Bojonegoro untuk periode 5 (lima) tahun (2013-2018) yang
memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan
serta ukuran keberhasilan dalam pelaksanaannya sesuai dengan tugas
6
potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.
Rencana Strategis sebagai dasar dalam penyusunan laporan
pertanggungjawaban atas keberhasilan dan atau kegagalan dalam
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup dan dibuat
dengan tujuan untuk memberikan pedoman dan fasilitasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan umum demi tercapainya akuntabilitas
kinerja.
Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro merupakan
penjabaran dari RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah) Kabupaten Bojonegoro tahun 2013 – 2018. Selanjutnya Renstra
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro menjadi landasan maupun
pedoman bagi penyusunan Renja (Rencana Kerja) tahunan Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro selama kurun waktu 5 (lima)
tahun ke depan.
1.2 Dasar Hukum Penyusunan
Landasan penyusunan Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Bojonegoro Tahun 2013 – 2018 sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025;
4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi,
7
Perangkat Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman
Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 7 Tahun 2013
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Bojonegoro Tahun 2013-2018;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten
Bojonegoro;
11. Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 66 Tahun 2016 tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata
Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boojonegoro.
1.3 Maksud dan Tujuan
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Bojonegoro Tahun 2013-2018 disusun dengan maksud menyediakan
dokumen perencanaan bagi Dinas Lingkungan Hidup untuk kurun waktu 5
(lima) tahun ke depan, dengan tujuan :
Sinkronisasi Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan DLH Kabupaten
Bojonegoro dengan RPJMD Kabupaten Bojonegoro;
Menyediakan bahan serta pedoman untuk penyusunan Rencana
Kinerja (Renja) Tahunan DLH Kabupaten Bojonegoro dalam kurun
8
lingkungan hidup di Kabupaten Bojonegoro selama 5 (lima) Tahun ke
depan;
Meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi DLH sebagai pelaksana
kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup dengan menerapkan
prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.
1.4 Sistematika Penulisan
Dokumen Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Bojonegoro disusun dengan Sistematika sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Bab ini memuat latar belakang perlunya disusun renstra,
maksud dan tujuan, landasan hukum penyusunan, keterkaitan
renstra Dinas Lingkungan Hidup dengan dokumen
perencanaan lainnya dan sistematika penulisan.
BAB II Gambaran Pelayanan
Dalam bab ini diuraikan tentang Struktur Organisasi, Tugas
Pokok dan Fungsi, Sumber Daya PD serta kondisi Dinas
Lingkungan Hidup pada saat ini dan juga kondisi yang
diinginkan Dinas Lingkungan Hidup dan proyeksi ke depan.
BAB III Analisis Isu-isu Strategis Berdasarkan Tugas Fungsi Bab ini berisikan mengenai permasalahan yang dihadapi
berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas Lingkungan
Hidup, juga diuraikan mengenai peluang dan prioritas
dalam menangani permasalahan/ kendala dengan
memanfaatkan peluang yang ada.
9
misi yang lebih spesifik dan terukur, serta Sasaran Dinas
Lingkungan Hidup selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke
depan, juga memuat Strategi dan arah Kebijakan dalam
rangka pencapaian tujuan dan sasaran sebagaimana yang
tertuang dalam Visi dan Misi DLH Kabupaten Bojonegoro.
BAB V Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
Berisikan uraian singkat mengenai perencanaan program
dan kegiatan beserta Tabel tentang Rencana Program dan
Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan
Pendanaan Indikatif.
BAB VI Indikator Kinerja Yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
Berisikan uraian singkat yang menjelaskan Tabel tentang
Indikator Kinerja DLH yang mengacu pada Tujuan dan
10
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1 TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DLH 2.1.1 Tugas Pokok
Dinas Lingkungan Hidup merupakan unsur pelaksana urusan
pemerintahan daerah di bidang lingkungan hidup. Tugas pokok Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro sesuai dengan Peraturan
Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bojonegoro,
adalah membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah di bidang lingkungan hidup dan tugas
pembantuan.
2.1.2 Fungsi DLH
Berdasarkan Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 66 Tahun 2016
tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta
Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro ditetapkan
sebagai berikut :
Pasal 2
(1) Dinas Lingkungan Hidup merupakan unsur pelaksana urusan
pemerintahan daerah di bidang lingkungan hidup.
(2) Dinas Lingkungan Hidup dipimpin oleh kepala dinas yang
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati
melalui Sekretaris Daerah.
(3) Dinas Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
11
hidup dan tugas pembantuan.
(4) Dinas Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud pada ayat (3), menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang lingkungan hidup;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang lingkungan hidup;
c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lingkungan hidup;
d. pelaksanaan administrasi dinas di bidang lingkungan hidup; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan
tugas dan fungsinya.
Pasal 4
(1) Sekretaris mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan,
mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum,
kepegawaian, perlengkapan, penyusunan program dan laporan serta
keuangan.
(2) Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Sekretaris mempunyai fungsi:
a. pengelolaan dan pelayanan administrasi umum;
b. pengelolaan administrasi kepegawaian;
c. pengelolaan administrasi keuangan;
d. pengelolaan administrasi perlengkapan;
e. pengelolaan urusan rumah tangga;
f. pelaksanaan koordinasi penyusunan program, anggaran dan
produk hokum daerah;
g. pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas Bidang;
h. pengelolaan kearsipan dinas;
i. pelaksanaan monitoring dan evaluasi organisasi dan tata laksana;
dan
12
Pasal 6
(1) Bidang Tata Lingkungan, mempunyai tugas merencanakan,
melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan dilingkup Bidang Tata
Lingkungan.
(2) Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Bidang Tata Lingkungan mempunyai fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar,
Prosedur dan Kriteria (NSPK) dokumen lingkungan dan perizinan
lingkungan;
b. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan penataan dan pengelolaan
kawasan yang berwawasan lingkungan hidup;
c. penyiapan perumusan kebijakan teknis pengembangan
standardisasi, pengkajian lingkungan hidup, analisis mengenai
dampak lingkungan dan pengelolaan limbah dan limbah B3;
d. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi Rencana Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), dokumen
lingkungan, kajian dan standarisasi lingkungan hidup, serta
pengelolaan limbah dan limbah B3;
e. pelaksanaan kajian analisis lingkungan hidup meliputi daya dukung
dan daya tampung lingkungan, kajian resiko lingkungan, kajian
ekonomi lingkungan, audit lingkungan hidup, kebijakan ekoregion,
Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(RPPLH), Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), serta kajian
lingkungan lainnya sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
13
hidup meliputi sistem manajemen lingkungan, ekolabel, produksi
bersih, teknologi ramah lingkungan, serta standar lingkungan yang
berlaku sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan;
h. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standarisasi
laboratorium lingkungan;
i. pelaksanaan evaluasi dan penerapan kebijakan lingkungan hidup;
dan
j. pelaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
Lingkungan Hidup terkait dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 8
(1) Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan, mempunyai tugas
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan
dilingkup Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan.
(2) Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan, mempunyai
fungsi:
a. penyiapan perumusan dan pelaksa naan kebijakan di bidang
konservasi sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan
hidup, keanekaragaman hayati, mitigasi dan adaptasi perubahan
iklim, serta pengendalian gas rumah kaca;
b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup;
c. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi konservasi sumber daya
alam, adaptasi mitigasi perubahan iklim serta pengendalian
pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup;
d. pelaksanaan pembinaan dan perumusan kebijakan teknis strategi
14
perlindungan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup, mitigasi
perubahan iklim dan pengendalian pencemaran;
f. pelaksanaan koordinasi untuk meningkatkan pengakuan kearifan
lokal dan pengetahuan tradisional dalam pelestarian lingkungan
hidup;
g. pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan kualitas lingkungan
hidup;
h. pelaksanaan pembinaan, penanggulangan pencemaran dan
pemulihan kerusakan lingkungan hidup;
i. pembinaan dan koordinasi dengan instansi terkait dalam
pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ligkungan hidup;
dan
j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
Lingkungan Hidup terkait dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 10
(1) Bidang Persampahan, mempunyai tugas merencanakan,
melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan dilingkup bidang
persampahan.
(2) Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Bidang Persampahan, mempunyai fungsi:
a. penyusunan rencana program dan petunjuk teknis di bidang
kebersihan dan persampahan;
b. pengkoordinasian dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang
kebersihan, pengelolaan sampah dan RTH dalam upaya
mewujudkan kabupaten yang bersih, sehat, indah dan ASRI;
c. pengaturan dan penyelenggaraan kebersihan pada
15
pengendalian kegiatan teknis di bidang kebersihan, pengelolaan
sampah dan RTH;
e. penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana kebersihan dan
persampahan;
f. pengumpulan dan pengolahan data serta menyajikan dokumentasi
dan informasi tentang kegiatan di bidang kebersihan dan
persampahan;
g. pengkoordinasian dan pelaksanaan hubungan kerjasama dengan
instansi terkait guna kelancaran dan sinergi pelaksanaan tugas;
dan
g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
Lingkungan Hidup terkait dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 12
(1) Bidang Bina Kemitraan Lingkungan, mempunyai tugas merencanakan,
melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan dilingkup Bidang Bina
Kemitraan Lingkungan;
(2) Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Bidang Bina Kemitraan Lingkungan, mempunyai fungsi:
a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan penaatan
hukum lingkungan;
b. pelaksanaan pengawasan terhadap ketaatan usaha dan/atau
kegiatan atas ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan
perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup;
c. pelaksanaan pengawasan terhadap penaatan tanggung jawab
usaha dan/atau kegiatan yang mengakibatkan terjadinya
16
usaha dan/atau kegiatan;
e. pelaksanaan pembinaan dan edukasi mengenai penaatan hukum
lingkungan pada masyarakat, bekerjasama dengan pemangku
kepentingan terkait;
f. pengelolaan pengaduan masyarakat terkait pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan hidup dan penindakan sanksi administratif
dalam batas kewenangan kelembagaan lingkungan hidup daerah;
g. pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi dengan pemangku
kepentingan dalam upaya penyelesaian dan penanganan
pengaduan masyarakat;
h. peningkatan peran dan kepeloporan masyarakat dalam pelestarian
sumber daya alam dan lingkungan hidup serta penyiapan konsep
pemberian penghargaan di bidang lingkungan hidup;
i. pelaksanaan hubungan kerjasama antar daerah di bidang
lingkungan hidup dan pelaksanaan koordinasi peningkatan peran
dan kerjasama mitra lingkungan hidup; dan
j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
Lingkungan Hidup terkait dengan tugas dan fungsinya.
2.1.2 Struktur Organisasi
Adapun Susunan Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Bojonegoro berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor
13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai berikut :
(a) Kepala Dinas.
(b) Sekretariat, membawahi :
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
17
(c) Bidang Tata Lingkungan, membawahi :
1. Seksi Bina Dokumen Lingkungan;
2. Seksi Standarisasi dan Kajian Lingkungan; dan
3. Seksi Pengelolaan Limbah dan Limbah B3.
(d) Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan, membawahi :
1. Seksi Konservasi Lingkungan dan Rehabilitasi Lahan;
2. Seksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim; dan
3. Seksi Pengendalian Pencemaran Air, Tanah dan Udara.
(e) Bidang Persampahan, membawahi :
1. Seksi Kebersihan;
2. Seksi Pengelolaan Persampahan; dan
3. Seksi Sarana dan Prasarana.
(f) Bidang Bina Kemitraan Lingkungan, membawahi :
1. Seksi Bina Hukum Lingkungan;
2. Seksi Penanganan Pengaduan dan Penerapan Sanksi; dan
3. Seksi Kemitraan dan Pemberdayaan Lingkungan.
(g) UPT Dinas.
18
2.2 SUMBER DAYA DLH a. Kondisi SDM Aparatur
Sosok Aparatur Dinas Lingkungan Hidup hendaknya memiliki
pengetahuan dan kualifikasi teknis dan fungsional di bidang lingkungan,
serta kemampuan berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak
KEPALA BADAN
SEKRETARIAT
SUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN
SUBBAG UMUM KEUANGAN
SUBBAG PROGRAM &
LAPORAN
BIDANG PERSAMPAHAN
BIDANG BINA KEMITRAAN
LINGKUNGAN
SEKSI BINA DOKUMEN
LINGKUNGAN
SEKSI KEBERSIHAN
SEKSI BINA HUKUM LINGKUNGAN
SEKSI PENANGANAN PENGADUAN DAN PENERAPAN SANKSI BIDANG
KONSERVASI DAN PENGENDALIAN
LINGKUNGAN
SEKSI KONSERVASI LINGKUNGAN DAN
REHABILITASI LAHAN BIDANG
TATA LINGKUNGAN
SEKSI STANDARISASI DAN
KAJIAN
MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM
SEKSI PENGELOLAAN LIMBAH DAN LIMBAH
B3
SEKSI PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR, TANAH DAN UDARA
SEKSI SARANA DAN
PRASARANA
SEKSI KEMITRAAN DAN PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN
UPT DINAS
19
mampu berkomunikasi secara efektif dalam memberikan pelayanan dan
informasi serta kemampuan dalam melakukan pengukuran berbagai
parameter lingkungan.
Adapun kualifikasi staf secara umum diasumsikan pada berbagai
komposisi di DLH pada setiap level Struktur Organisasi tergantung pada
banyak faktor yaitu :
Fungsi, prioritas dan beban kerja dari setiap Sub Bidang dan Sub
Bagian di DLH;
Arah dan prioritas program dan kegiatan organisasi;
Isu-isu permasalahan lingkungan yang berkembang di setiap daerah;
Kemampuan Anggaran dan;
Ketersediaan personil dengan kualifikasi dan pengalaman yang
dibutuhkan.
Sebagai gambaran mengenai ketersediaan SDM Aparatur Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro adalah bahwa sebagaian besar
Aparatur berpendidikan Sarjana dan Magister. Hal ini merupakan salah
satu faktor pendorong dan motivasi untuk menciptakan budaya kerja yang
kondusif dalam melaksanakan tugas. Adapun komposisi pegawai Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro keadaan per 31 Desember 2013
adalah sebagai berikut :
- Komposisi pegawai berdasarkan kelompok jabatan :
a. Eselon II : 1 Orang;
b. Eselon III : 5 Orang;
c. Eselon IV : 11 Orang;
d. Staf : 15 Orang.
- Komposisi pegawai berdasarkan kepangkatan/golongan :
a. Golongan IV : 7 Orang;
b. Golongan III : 20 Orang;
20
a. S2 (Magister) : 10 Orang;
b. S1 (Sarjana) : 15 Orang;
c. D3 (Diploma 3) : 2 Orang;
d. SLTA : 5 Orang.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro masih belum
memiliki pejabat fungsional Pengawas dan pejabat fungsional Pengendali
Dampak Lingkungan, hal ini dikarenakan belum adanya SDM yang sesuai
dengan klasifikasi yang dipersyaratkan untuk kedua jabatan tersebut,
sehingga berdampak pada kurang optimalnya kinerja pengawasan dan
pemantauan lingkungan, ke depannya akan diusulkan untuk kedua jabatan
tersebut.
b. Sarana dan Prasarana
Salah satu sumber daya yang mendukung kelancaran pelaksanaan
tugas adalah tersedianya sarana dan prasarana yang memadai guna
menunjang upaya pengelolaan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup, hal
ini didasarkan pada kenyataan bahwa lingkungan hidup merupakan faktor
fisik yang harus terus dijaga, dipelihara, dipertahankan dan ditingkatkan
kualitas fungsinya untuk menopang sistem kehidupan dan pembangunan
berkelanjutan.
Oleh sebab itu, ketersediaan sarana dan prasarana perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup yang memadai merupakan faktor
penunjang keberhasilan dalam pencapaian program/kegiatan. Dalam
menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Bojonegoro telah ditunjang sarana prasarana sebagai berikut :
NO JENIS/NAMA BARANG NO
REG TAHUN DOKUMEN KONDISI
1 Alat Processing Lain-lain 1 2015 Baik
21
3 Alat Processing Lain-lain 3 2015 Baik
4 Alat Processing Lain-lain 4 2015 Baik
5 Alat Processing Lain-lain 5 2015 Baik
6 Alat Processing Lain-lain 6 2015 Baik
7 Alat Processing Lain-lain 7 2015 Baik
8 Alat Processing Lain-lain 8 2015 Baik
9 Transportable Water Pomp 1 2014 Baik
10 Staion Wagon 2 2013 S 1021 AP Baik
11 Staion Wagon 3 2013 S 1307 AP Baik
12 Mini Bus (Penumpang 14
orang ke bawah) 2 2012 S 8185 AP Baik
13 Mini Bus (Penumpang 14
orang ke bawah) 3 1999 S 1175 CP Baik
14 Sepeda Motor 3 1997 S 4014 CP Baik
15 Sepeda Motor 4 2005 S 4992 CP Baik
16 Sepeda Motor 16 2011 S 5276 CP Baik
17 Sepeda Motor 18 2013 S 5904 CP Baik
18 Sepeda Motor 19 2013 S 5935 CP Baik
19 Sepeda Motor 20 2014 S 6077 CP Baik
20 Sepeda Motor 21 2014 S 6126 CP Baik
21 Sepeda Motor 22 2015 S 6181 CP Baik
22 Sepeda Motor 23 2015 S 6223 CP Baik
23 Kendaraaan Bermotor Beroda
Tiga Lain-lain 1 2016 Baik
24 Kendaraaan Bermotor Beroda
Tiga Lain-lain 2 2016 Baik
25 Gerobak Tarik 1 2016 Baik
26 Gerobak Tarik 2 2016 Baik
27 Global Positioning System 2 2015 Baik
28 Scanner 1 2009 - Baik
29 Alat Processing Lain-lain 9 2016 Baik
30 Alat Processing Lain-lain 10 2016 Baik
31 Alat Pencacah Hijauan 1 2015 Baik
32 Alat Pencacah Hijauan 2 2015 Baik
33 Alat Pencacah Hijauan 3 2016 Baik
34 Alat Pencacah Hijauan 4 2016 Baik
22
36 Bak Pemeliharaan Sementara 2 2015 Baik
37 Bak Pemeliharaan Sementara 3 2015 Baik
38 Bak Pemeliharaan Sementara 4 2015 Baik
39 Bak Pemeliharaan Sementara 5 2015 Baik
40 Bak Pemeliharaan Sementara 6 2015 Baik
41 Bak Pemeliharaan Sementara 7 2015 Baik
42 Bak Pemeliharaan Sementara 8 2015 Baik
43 Bak Pemeliharaan Sementara 9 2015 Baik
44 Bak Pemeliharaan Sementara 10 2015 Baik
45 Bak Pemeliharaan Sementara 11 2015 Baik
46 Bak Pemeliharaan Sementara 12 2015 Baik
47 Rak Besi/Metal 1 2015 Baik
48 Filling Besi/Metal 4 1996 Baik
49 Filling Besi/Metal 5 2012 Baik
50 Filling Besi/Metal 6 2013 - Baik
51 Filling Besi/Metal 7 2013 - Baik
52 Papan Pengumunan 3 2014 Baik
53 Papan Pengumunan 4 2014 Baik
54 Papan Pengumunan 5 2014 Baik
55 Papan Pengumunan 6 2014 Baik
56 Papan Pengumunan 7 2014 Baik
57 Papan Pengumunan 8 2014 Baik
58 Papan Pengumunan 9 2014 Baik
59 Papan Pengumunan 10 2014 Baik
60 Papan Pengumunan 11 2014 Baik
61 Papan Pengumunan 12 2014 Baik
62 Papan Pengumunan 13 2014 Baik
63 Papan Pengumunan 14 2014 Baik
64 Papan Pengumunan 15 2014 Baik
65 Papan Pengumunan 16 2014 Baik
66 Papan Pengumunan 17 2014 Baik
67 Papan Pengumunan 18 2014 Baik
68 Papan Pengumunan 19 2014 Baik
69 Papan Pengumunan 20 2014 Baik
70 Papan Pengumunan 21 2014 Baik
71 Papan Pengumunan 22 2014 Baik
23
73 Papan Pengumunan 24 2014 Baik
74 Papan Pengumunan 25 2014 Baik
75 Papan Pengumunan 26 2014 Baik
76 Papan Pengumunan 27 2014 Baik
77 Papan Pengumunan 28 2014 Baik
78 Papan Pengumunan 29 2014 Baik
79 Papan Pengumunan 30 2014 Baik
80 Papan Pengumunan 31 2014 Baik
81 Papan Pengumunan 32 2014 Baik
82 Papan Pengumunan 33 2014 Baik
83 Papan Pengumunan 34 2014 Baik
84 Papan Pengumunan 35 2014 Baik
85 Papan Pengumunan 36 2014 Baik
86 Papan Pengumunan 37 2014 Baik
87 Papan Pengumunan 38 2014 Baik
88 Papan Pengumunan 39 2014 Baik
89 Papan Pengumunan 40 2014 Baik
90 Papan Pengumunan 41 2014 Baik
91 Papan Pengumunan 42 2014 Baik
92 Papan Pengumunan 43 2015 Baik
93 Papan Pengumunan 44 2015 Baik
94 Papan Pengumunan 45 2015 Baik
95 Papan Pengumunan 46 2015 Baik
96 Papan Pengumunan 47 2015 Baik
97 Mesin Absensi 1 2011 Baik
98 Kursi Rapat 1 2013 Baik
99 Kursi Rapat 2 2013 Baik
100 Kursi Rapat 3 2013 Baik
101 Kursi Rapat 4 2013 Baik
102 Kursi Rapat 5 2013 Baik
103 Kursi Rapat 6 2013 Baik
104 Kursi Rapat 7 2013 Baik
105 Kursi Rapat 8 2013 Baik
106 Kursi Rapat 9 2013 Baik
107 Kursi Rapat 10 2013 Baik
108 Kursi Rapat 11 2013 Baik
24
110 Kursi Rapat 13 2013 Baik
111 Kursi Rapat 14 2013 Baik
112 Kursi Rapat 15 2013 Baik
113 Kursi Rapat 16 2013 Baik
114 Kursi Rapat 17 2013 Baik
115 Kursi Rapat 18 2013 Baik
116 Kursi Rapat 19 2013 Baik
117 Kursi Rapat 20 2013 Baik
118 Kursi Rapat 21 2013 Baik
119 Kursi Rapat 22 2013 Baik
120 Kursi Rapat 23 2013 Baik
121 Kursi Rapat 24 2013 Baik
122 Kursi Rapat 25 2013 Baik
123 Kursi Rapat 26 2013 Baik
124 Kursi Rapat 27 2013 Baik
125 Kursi Rapat 28 2013 Baik
126 Kursi Rapat 29 2013 Baik
127 Kursi Rapat 30 2013 Baik
128 Sofa 1 2010 Baik
129 AC Split 1 2011 Baik
130 Televisi 2 2011 Baik
131 Wireless 2 2013 Baik
132 Handy Cam 1 2009 Baik
133 Alat Rumah Tangga Lain-lain 1 2010 Baik
134 Alat Rumah Tangga Lain-lain 2 2012 Baik
135 P.C Unit 4 2011 Baik
136 P.C Unit 5 2011 Baik
137 P.C Unit 8 2014 Baik
138 Lap Top 4 2011 Baik
139 Lap Top 5 2012 Baik
140 Lap Top 6 2013 Baik
141 Lap Top 7 2013 Baik
142 Lap Top 8 2013 Baik
143 Lap Top 9 2013 Baik
144 Lap Top 10 2014 Baik
145 Lap Top 11 2014 Baik
25
146 Lap Top 13 2014 Baik
147 Lap Top 14 2015 Baik
148 Lap Top 15 2015 Baik
149 Lap Top 16 2015 Baik
150 Lap Top 17 2015 Baik
151 Lap Top 18 2016 Baik
152 Note Book 1 2011 Baik
153 Printer 1 2014 Baik
154 Printer 3 2011 Baik
155 Printer 4 2011 Baik
156 Printer 8 2014 Baik
157 Printer 9 2014 Baik
158 Printer 10 2015 Baik
159 Printer 11 2015 Baik
160 Printer 12 2015 Baik
161 Printer 13 2016 Baik
162 Meja Kerja Pejabat Eselon II 1 2008 Baik
163 Meja Kerja Pejabat Eselon III 1 2008 Baik
164 Meja Kerja Pejabat Eselon III 4 2008 Baik
165 Meja Kerja Pejabat Eselon III 5 1993 Baik
166 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 4 1993 Baik
167 Meja Kerja Pegawai Non
Struktural 2 2009 Baik
168 Meja Kerja Pegawai Non
Struktural 15 2004 Baik
169 Meja Kerja Pegawai Non
Struktural 16 2004 Baik
170 Meja Maket/Peta 2 2015 Baik
171 Meja Maket/Peta 3 2015 Baik
172 Meja Maket/Peta 4 2015 Baik
173 Meja Maket/Peta 5 2016 Baik
174 Meja Maket/Peta 6 2016 Baik
175 Kursi Kerja Pejabat Eselon II 1 2008 Baik
176 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 4 2009 Baik
177 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 5 2009 Baik
178 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 6 2009 Baik
26
180 Proyektor + Attachment 1 2010 Baik
181 Camera Electronic 2 2011 Baik
182 Camera Electronic 3 2013 Baik
183 Camera Electronic 4 2014 Baik
184 Camera Electronic 5 2014 Baik
185 Camera Electronic 6 2015 Baik
186 Camera Electronic 7 2015 Baik
187 Sound System 1 2011 Baik
188 Facsimile 1 2009 Baik
189 Gas Detector 1 2015 Baik
190 Bangunan Gedung Kantor
Permanen 2 2010 Baik
191 Pemadat Sampah 1 2009 Baik
192 Meja Kerja Pejabat Eselon III 1 2008 Baik
193 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 1 2000 Baik
194 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 2 2000 Baik
195 Peralatan Pemcampur Kompos
& Bio Stabilizer 1 2009 Baik
196 Peralatan Pemcampur Kompos
& Bio Stabilizer 3 2010 Baik
197 Pemadat Sampah 1 2014 Baik
198 Pemadat Sampah 2 2014 Baik
199 Pemadat Sampah 3 2014 Baik
200 Pemadat Sampah 4 2014 Baik
201 Pemadat Sampah 5 2014 Baik
202 Pemadat Sampah 6 2014 Baik
203 Pemadat Sampah 7 2014 Baik
204 Pemadat Sampah 8 2014 Baik
205 Pemadat Sampah 9 2014 Baik
206 Pemadat Sampah 10 2014 Baik
207 Pemadat Sampah 11 2014 Baik
208 Pemadat Sampah 12 2014 Baik
209 Pemadat Sampah 13 2014 Baik
210 Pemadat Sampah 14 2014 Baik
211 Pemadat Sampah 15 2014 Baik
212 Pemadat Sampah 16 2014 Baik
27
214 Pemadat Sampah 18 2014 Baik
215 Pemadat Sampah 20 2014 Baik
216 Pemadat Sampah 21 2014 Baik
217 Pemadat Sampah 22 2014 Baik
218 Pemadat Sampah 23 2014 Baik
219 Pemadat Sampah 24 2014 Baik
220 Pemadat Sampah 25 2014 Baik
221 Pemadat Sampah 26 2014 Baik
222 Pemadat Sampah 29 2014 Baik
223 Pemadat Sampah 31 2014 Baik
223 Pemadat Sampah 32 2014 Baik
224 Pemadat Sampah 33 2014 Baik
225 Pemadat Sampah 34 2014 Baik
226 AC Split 1 2011 Baik
227 P.C Unit 4 2011 Baik
228 Mesin Cacah 2 2014 Baik
229 Mesin Cacah 3 2014 Baik
230 Mesin Cacah 4 2014 Baik
231 Mesin Cacah 5 2014 Baik
232 Mesin Cacah 6 2014 Baik
233 Mesin Bor 1 2014 Baik
234 Mesin Bor 2 2014 Baik
235 Mesin Bor 3 2014 Baik
236 Mesin Bor 4 2014 Baik
237 Mesin Bor 5 2014 Baik
238 Mesin Bor 6 2014 Baik
239 Mesin Bor 7 2014 Baik
240 Mesin Bor 8 2014 Baik
241 Mesin Bor 9 2014 Baik
242 Mesin Bor 10 2014 Baik
243 Mesin Bor 11 2014 Baik
244 Mesin Bor 12 2014 Baik
245 Mesin Bor 13 2014 Baik
246 Mesin Bor 14 2014 Baik
247 Mesin Bor 15 2014 Baik
248 Mesin Bor 16 2014 Baik
28
250 Mesin Bor 18 2014 Baik
251 Mesin Bor 19 2014 Baik
252 Mesin Bor 20 2014 Baik
253 Mesin Bor 21 2014 Baik
254 Mesin Bor 22 2014 Baik
255 Mesin Bor 23 2014 Baik
256 Mesin Bor 24 2014 Baik
257 Mesin Bor 25 2014 Baik
258 Mesin Bor 26 2014 Baik
259 Mesin Bor 27 2014 Baik
260 Mesin Bor 28 2014 Baik
261 Lemari kayu 1 2009 Baik
262 AC Split 1 2011 Baik
263 Meja Kerja Pegawai Non
Struktural 5 2009 Baik
264 Meja Kerja Pegawai Non
Struktural 6 2009 Baik
265 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 1 2009 Baik
266 Kursi Kerja Pegawai Non
Struktural 6 2009 Baik
267 Alat Pengolah Air Limbah 1 2009 Baik
268 Propotip Pengolahan Air
Limbah 1 2009 Baik
269 Air Sumber Kapasitas Kecil 1 2010 Baik
270 Air Sumber Kapasitas Kecil 2 2010 Baik
271 Air Sumber Kapasitas Kecil 3 2013 Baik
272 Air Sumber Kapasitas Kecil 4 2014 Baik
273 Air Sumber Kapasitas Kecil 5 2014 Baik
274 Air Sumber Kapasitas Kecil 6 2014 Baik
275 Air Sumber Kapasitas Kecil 7 2014 Baik
276 Air Sumber Kapasitas Kecil 8 2014 Baik
277 Air Sumber Kapasitas Kecil 9 2014 Baik
278 Instalasi Air Buangan Industri
Kapasitas Kecil 1 2010 Baik
279 Instalasi Air Buangan Industri
Kapasitas Kecil 2 2010 Baik
280 Instalasi Air Buangan Industri
29
281 Instalasi Air Buangan Industri
Kapasitas Kecil 4 2014 Baik
282 Instalasi Air Buangan Industri
Kapasitas Kecil 5 2014 Baik
283 Instalasi Air Buangan Industri
Kapasitas Kecil 6 2014 Baik
284 Instalasi Air Buangan Industri
Kapasitas Kecil 7 2014 Baik
285 Instalasi Air Buangan Industri
Kapasitas Kecil 8 2014 Baik
286 Timbangan 1 2005 Baik
287 Lemari Besi 1 2007 Baik
288 AC Split 2 2011 Baik
289 P.C Unit 1 2011 Baik
290 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 1 2009 Baik
291 Spectrophotometer 1 2010 Baik
292 Spectro Photo Meter 1 2005 Baik
293 Alat Pengukur Kelembaban 1 2006 Baik
294 Anemometer 1 2006 Baik
295 Turbidity Meter 1 2006 Baik
296 Lux Meter 1 2006 Baik
297 Alat Lab. Lingkungan Perairan
Lain-Lain 1 2005 Baik
298 Electric Current Meter 1 2006 Baik
299 Gelas Ukur 1 2005 Baik
300 Botol Plastik 1 2005 Baik
301 Mikroskop 1 2005 Baik
302 DO Meter 2 2006 Baik
303 Prection Gas Detector 1 2008 Baik
Adapun sarana prasarana yang belum ada di Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten Bojonegoro di antaranya :
Belum tersedianya gedung laboratorium lingkungan;
Belum tersedianya ruang pertemuan;
Minimnya peralatan laboratorium (portable) sebagai sarana penunjang
30
2.3 KINERJA PELAYANAN DLH
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dalam
melaksanakan fungsinya sebagai Lembaga Teknis Daerah yang
mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan
Kebijakan Daerah di Bidang Lingkungan Hidup, terus berupaya untuk
meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan pembangunan
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan sesuai yang diamanatkan
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Sebagai pelaksana kebijakan di bidang lingkungan hidup, Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro senantiasa mengedepankan
pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal pemberian
rekomendasi Amdal/UKL/UPL dan SPPL. Setiap kegiatan/usaha atau
pembangunan di Kabupaten Bojonegoro yang diprakirakan memberikan
dampak penting terhadap lingkungan hidup perlu melakukan studi analisa
mengenai dampak lingkungan, dalam rangka mewujudkan hak masyarakat
untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Terkait dengan pelayanan penyusunan dokumen lingkungan sesuai
dengan tupoksi Dinas Lingkungan Hidup masih belum optimal. Masih
banyak usaha/kegiatan yang berkewajiban menyusun kajian lingkungan
sesuai kewajibannya tetapi belum dilaksanakan. Kesadaran masyarakat
terutama pelaku usaha dan/atau kegiatan dalam upaya pengelolaan
lingkungan hidup dirasa masih kurang. Kewajiban menyusun dokumen
kajian lingkungan hanya didasarkan pada adanya persyaratan perijinan
semata.
Pembangunan lingkungan hidup menghendaki pemerintahan yang
baik dengan indikator bersih dari korupsi, efektif dalam bekerja, transparan
31
kegiatan juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang cukup,
sebagai pelaksana program/kegiatan.
Sampai saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro
belum mempunyai tenaga fungsional pengendali dampak lingkungan dan
fungsional pengawas lingkungan, sehingga fungsi pengawasan belum bisa
berjalan secara optimal. Di samping itu juga belum ada laboratorium
lingkungan dan juga belum adanya tenaga analis laboratorium sehingga
pengujian paremeter lingkungan belum bisa dilaksanakan sendiri
dikarenakan keterbatasan personil dan keterbatasan sarana prasarana
yang ada.
Selain itu, DLH juga melayani pengaduan masyarakat terkait
adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan, meskipun
DLH belum mempunyai pos pengaduan masyarakat akan tetapi setiap ada
kasus dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan, DLH selalu
menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat yang masuk dan berusaha
memfasilitasi terhadap penyelesaian kasus tersebut.
Oleh sebab itu ke depan diharapkan adanya peningkatan kapasitas
kelembagaan lingkungan hidup guna mendukung kinerja DLH serta
membangun kerjasama dan koordinasi yang harmonis antar stakeholder
dalam penyelesaian berbagai masalah lingkungan hidup yang ada di
Kabupaten Bojonegoro.
Tingkat pencapaian SPM, terkait pelayanan tindak lanjut
pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau
perusakan lingkungan tahun 2013 sudah mencapai 100 persen. Demikian
juga dengan tingkat capaian SPM pencegahan pencemaran air dan
pencegahan pencemaran udara dari sumber tidak bergerak sudah
mencapai 100 persen di tahun 2013, sesuai dengan target nasional dan
32
lahan dan/atau tanah untuk produksi biomasssa, masih belum bisa
dilaksanakan dikarenakan kurangnya SDM yang memahami tentang
analisis kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomasssa, dan
juga belum pernah dilakukan kajian analisis mengenai sifat dasar tanah
sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000 tentang
Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa dan Permen LH
Nomor 7 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku
Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa
Adapun tingkat capaian kinerja pelayanan Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Bojonegoro berdasarkan sasaran/target renstra periode
sebelumny (2009-2013), beserta anggaran dan realisasi pendanaan
33
No. Indikator Kinerja Target renstra SKPD tahun ke Satuan Realisasi Capaian tahun Rasio Capaian tahun ke
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1
Meningkatnya angka indeks standar pencemaran udara kategori baik
0,60 0,50 0,40 0,30 0,20 Ppm 0,57 0,60 0,31 0,27 0,20 95 120 78 90 100
2
Meningkatnya Persentase jumlah perusahaan yang memiliki IPAL
7,50 7,50 14,90 22,40 29,85 % 9,50 12,50 13,40 15,30 17,50 127 167 90 68 59
3
Menurunnya Persentase jumlah kasus pencemaran lingkungan
76,60 76,60 67,20 57,70 52,20 % 75,00 74,00 61,60 59,00 50,20 98 97 92 102 96
4
Meningkatnya Persentase jumlah perusahaan yang memiliki dokumen UKL, UPL dan Amdal
34
No
. Uraian Kegiatan
Anggaran Realisasi Anggaran Rasio Capaian
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 1 2 3 4 5
I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1 Penyediaan Jasa
Surat Menyurat 1.500.000 0 0 1.390.000 1.500.000 315.000 0 0 787.830 453.460 21 0 0 57 30
2
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
0 4.000.000 5.492.000 6.140.000 26.098.480 0 1.355.707 1.510.293 5.145.913 1.957.840 0 34 27 84 8
3
Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor
60.530.000 20.000.000 0 0 0 59.299.000 19.719.000 0 0 0 98 99 0 0 0
4
Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
41.400.000 15.000.000 29.950.000 43.465.000 50.612.500 16.101.000 13.788.500 24.760.322 35.867.355 11.550.874 39 92 83 83 23
5 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
58.560.000 35.279.000 54.285.000 84.960.000 108.135.000 58.250.000 28.491.000 48.650.000 84.905.000 29.835.000 99 81 90 100 28
6 Penyediaan Jasa
Kebersihan Kantor 0 0 0 7.800.000 9.900.000 0 0 0 7.800.000 0 0 0 0 100 0 7 Penyediaan Alat
Tulis Kantor 24.000.000 4.998.900 7.500.000 11.850.000 15.932.000 19.605.100 4.883.600 7.109.300 8.946.000 5.453.160 82 98 95 75 34
8 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
20.000.000 5.000.000 7.149.900 10.500.000 10.070.000 17.830.900 3.786.195 6.121.260 8.669.300 2.828.650 89 76 86 83 28
9
Penyediaan Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
35
10
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
0 0 62.980.000 13.530.000 43.250.000 0 0 62.265.000 12.988.050 38.029.400 0 0 99 96 88
11 Penyediaan Makanan dan Minuman
0 0 0 13.620.000 12.200.000 0 0 0 5.406.500 3.325.600 0 0 0 40 27
12
Rapat-rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah
113.550.00
0 61.500.000 98.350.000 179.525.000 165.000.000 75.364.000 61.408.400 98.345.455 142.169.465 69.984.468 66 100 100 79 42
13 Rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah
26.675.000 6.500.000 12.000.000 10.400.000 20.000.000 7.789.450 6.380.000 11.503.000 9.295.000 10.750.000 29 98 96 89 54
II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
1 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional
0 0 0 415.530.000 312.267.950 0 0 0 331.776.650 0 0 0 0 80 0
2 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
0 0 22.517.500 10.445.000 23.580.000 0 0 22.387.500 9.731.636 22.590.000 0 0 99 93 96
3 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
0 0 0 2.100.000 5.000.000 0 0 0 2.065.500 803.500 0 0 0 98 16
4
Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor
0 40.000.000 6.800.000 0 0 38.800.000 6.799.130 0 2.525.000 0 97 100 0 0
5
Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor
36
III Program Peningkatan Disiplin Aparatur
1 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu
0 5.000.000 8.000.000 17.670.000 8.000.000 0 4.900.000 4.970.000 15.045.650 0 0 98 62 85 0
IV Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1 Pendidikan dan
Pelatihan Formal 0 0 0 20.000.000 30.000.000 0 0 0 7.500.000 0 0 0 0 38 0
V Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
1
Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
0 0 8.280.000 9.282.000 14.943.000 0 0 8.238.350 8.482.000 5.659.950 0 0 99 91 38
VI Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
1
Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan
105.195.00
0 51.000.000 29.945.000 92.720.000 107.697.170 98.767.000 50.412.000 28.965.000 87.529.000 0 94 99 97 94 0
2
Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan
95.000.000 65.250.000 19.900.000 0 0 91.010.000 57.547.400 19.465.000 0 0 96 88 98 0 0
3 Bimbingan Teknis
Persampahan 10.000.000 0 20.475.000 20.000.000 20.000.000 9.760.000 0 18.000.000 13.242.200 0 98 0 88 66 0
4 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
10.621.935 0 0 0 0 8.725.500 0 0 0 0 82 0 0 0 0
VII Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
1 Koordinasi Penilaian Kota
200.000.00 0
160.000.00
37
Sehat/Adipura
2 Pemantauan Kualitas Lingkungan
31.920.000 15.000.000 20.000.000 24.460.000 57.000.000 23.593.000 10.000.000 14.509.500 23.660.000 1.364.500 74 67 73 97 2
3
Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup
51.000.000 15.000.000 25.000.000 46.000.000 75.000.000 47.323.000 12.602.500 22.425.000 28.938.300 10.965.000 93 84 90 63 15
4 Pengelolaan B3
dan Limbah B3 0 0 0 20.000.000 20.000.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Koordinasi Penyusunan Amdal
0 0 0 24.220.000 15.000.000 0 0 0 4.635.000 0 0 0 0 19 0
VIII Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
1
Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber-Sumber Air
53.481.000 300.000.00
0 48.000.000 681.565.000 1.239.778.800 52.280.000 222.015.500 47.311.000 619.499.500 4.117.500 98 74 99 91 0
2
Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Perlindungan dan Konservasi SDA
68.310.150 0 29.394.000 70.000.000 72.000.000 35.039.100 0 27.349.500 61.711.200 37.665.500 51 0 93 88 52
IX Program Pemb. Ketenagakerjaan Lingkungan Sosial Industri Hasil Tembakau
1
Pelaksanaan Pengujian, Pemeriksaan dan Penelitian di bidang Higiene, Kesehatan dan Keselamatan
38
Kerja serta Penyerasian anatara Pekerja dan Lingkungan Kerja
2
Penelitian, Kajian dan Evaluasi Dampak Sosial, Ekonomi dan Kesehatan akibat tembakau dan Rokok
59.500.000 0 0 0 0 52.863.000 0 0 0 0 89 0 0 0 0
X Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan LH
1 Pengembangan Data & Informasi Lingkungan
0 0 70.590.000 41.500.000 41.998.600 0 0 9.935.000 9.642.000 13.342.000 0 0 14 23 32
2
Penyusunan Data SDA dan Neraca Sumber Daya Hutan Nasional dan Daerah
18.188.000 7.000.000 0 0 0 12.571.600 5.815.500 0 0 0 69 83 0 0 0
XI Program Peningkatan Pengendalian Polusi
1
Pengujian Kadar Polusi Limbah Padat dan Limbah Cair
0 15.000.000 0 64.100.000 75.000.000 0 12.867.500 0 13.145.000 12.937.500 0 86 0 21 17
2
Pembangunan Tempat Pembuangan Benda Padat/Cair Yg Menimbulkan Polusi
130.452.50
0 85.000.000 195.000.000 464.820.000 620.175.500 124.810.450 83.717.750 193.462.500 457.649.000 3.605.000 96 98 99 98 1
39
Rokok Ilegal
1
Memberi Peringatan bagi para Industri rokok yg tidak mentaati peraturan yg berlaku
38.180.900 0 0 0 0 10.300.000 0 0 0 0 27 0 0 0 0
2
Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan LH bagi Kegiatan Perkebunan Tembakau, Industri Hasil Tembakau dan Industri pendukungnya
19.895.000 24.452.500 0 0 0 10.300.000 14.152.500 0 0 0 0 71 0 0 0
3
Pembinaan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Kegiatan
Perkebunan Tembakau, Industri Hasil Tembakau dan Industri Pendukungnya
0 50.000.000 0 0 0 40.230.000 0 0 0 0 80 0 0 0
4
Pengadaan Prasarana Pemantauan Lingkungan dalam rangka
Pengawasan
40
Kinerja Lingk. bagi Kegiatan
Perkebunan Tembakau, Industri Hasil Tembakau dan Industri pendukungnya
5
Peningkatan Kualitas SDM Pengelolaan Lingkungan bagi Aparatur, Masy. dan Kegiatan Perkebunan Tembakau, Industri Hasil Tembakau dan Industri pendukungnya
0 82.050.000 0 0 0 0 71.757.500 0 0 0 0 87 0 0 0
6
Pengawasan dan Pemantauan Kinerja
Lingkungan pada Keg. Perkebunan Tembakau, Industri Hasil Tembakau dan Industri pendukungnya
0 46.950.000 20.000.000 0 0 0 30.370.000 0 0 0 0 65 0 0 0
7
Pengambilan Uji Kualitas Udara dan Emisi serta Air Sungai di
41
lingkungan Industri Rokok
8
Pembuatan Data Laporan Pemantauan Kualitas Air, Udara di lingk. Industri Hasil Tembakau terkait Amdal
0 0 48.500.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9
Penanaman Tanaman MPTS/Kayu-kayuan dlam rangka Pengamanan Sumber Mata Air
42
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro terus berupaya
untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan pelayanan yang
prima kepada masyarakat terkait penyusunan dan pelaksanaan kebijakan
daerah di bidang lingkungan hidup.
Luasnya cakupan layanan yang harus ditangani DLH, belum
optimalnya penegakan aturan di bidang lingkungan hidup dan kurangnya
kesadaran dari pelaku usaha/kegiatan dalam penerapan dokumen
lingkungan merupakan tantangan tersendiri bagi DLH kabupaten
Bojonegoro saat ini. Akan tetapi hal tersebut justru menjadi motivasi bagi
DLH Kabupaten Bojonegoro untuk dapat terus berinovasi melakukan
pengembangan kinerja dan pelayanannya.
Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan DLH Kabupaten
Bojonegoro bertekad untuk dapat melayani masyarakat lebih baik lagi
terkait pemberian rekomendasi Amdal, UKL/UPL dan SPPL dengan
melaksanakan pembinaan penilaian dan evaluasi pelaksanaan. Di dukung
dengan adanya KLHS dan RTRW maka akan lebih memudahkan dalam
pemberian ijin lingkungan dan pelaksanaan evaluasi daya dukung dan
daya tampung lingkungan. Cakupan layanan lingkungan hidup yang begitu
luas membutuhkan koordinasi dan sinergi antar stakeholder.
Saat ini DLH Kabupaten Bojonegoro sudah memiliki 2 mobil
operasional pemantauan dan pengawasan lingkungan guna mendukung
kinerja pemantauan dan pengawasan usaha/kegiatan dan industri yang
berpotensi mencemari lingkungan baik yang sifatnya rutin maupun
insidentil terkait pengaduan masyarakat. Selain itu juga pemantapan
koordinasi upaya penegakan hukum lingkungan dengan mengusulkan
jabatan fungsional pengendali dampak lingkungan dan jafung pengawas
lingkungan.
Selanjutnya dari segi pengembangan sistem informasi DLH
43
informasi berkenaan dengan masalah lingkungan. Dengan dukungan
jaringan wifi, setiap bidang dapat saling tukar menukar data, mengakses
internet, mencari dan menukar data dengan mudah guna menunjang
kegiatan DLH Kabupaten Bojonegoro.
Adapun program/kegiatan prioritas Dinas Lingkungan Hidup untuk 5
tahun ke depan di antaranya adalah :
1. Pembangunan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) di sentra-sentra
industri kecil sebagai percontohan dan langkah awal dalam menurunkan
beban pencemaran air dengan pengolahan limbah yang tepat, sehingga
limbah cair yang dibuang ke badan air sudah memenuhi baku mutu
yang dipersyaratkan.
2. Pembangunan Instalasi Biogas di sentra industri tahu dan di lingkungan
peternak sapi dalam rangka mengurangi tingkat pencemaran udara
(menurunkan efek emisi GRK) sehingga dapat menciptakan lingkungan
yang bersih dan sehat, dengan memanfaatkan potensi limbah yang
berbahaya menjadi energi alternatif terbarukan (biogas).
3. Pembangunan sumur resapan di daerah – daerah rawan kekeringan
dan pembuatan lubang biopori yang berfungsi sebagai :
Resapan air hujan untuk mengurangi aliran air permukaan (run off)
dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga memperkecil
terjadinya banjir dan erosi;
Mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan
air tanah;
Mencegah penurunan atau amblasan lahan sebagai akibat
pengambilan air tanah yang berlebihan.
4. Program/Kegiatan pendampingan dan pembinaan Adiwiyata dalam
rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga
sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup (sekolah berbudaya
44
dan pembinaan “Desa Berseri” dan masih banyak lagi program –
program dari Kementrian Lingkungan Hidup lainnya yang dilaksanakan
dalam rangka mendukung terciptanya peningkatan kualitas lingkungan
hidup yang lebih baik dan nyaman untuk anak cucu kita nanti.
6. Program/Kegiatan “Gerbang Bojonegoro Bersinar” (Gerakan Bangga
Bojonegoro Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi) sebagai sarana
evaluasi dan pemantauan kualitas lingkungan dalam rangka
mendukung pencapaian ADIPURA KENCANA yang akan diadakan rutin
tiap tahun, guna mewujudkan lingkungan kota dan desa yang bersih,
sehat, indah dan nyaman.
Diharapkan melalui program/kegiatan seperti tersebut diatas, Dinas
Lingkungan Hidup mampu mewujudkan visi dan misi dalam RPJMD
2013-2018 yang ditandai dengan peningkatan kualitas lingkungan hidup
45
ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kedudukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro adalah
sebagai Lembaga Teknis Daerah yang merupakan unsur pendukung tugas
Kepala Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang
berkedudukan dibawah serta bertanggungjawab kepada Kepala Daerah
melalui Sekretaris Daerah dengan tugas pokok melaksanakan penyusunan
dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup.
Sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bojonegoro
2013-2018, bahwa masalah lingkungan menjadi isu yang sangat penting di
Kabupaten Bojonegoro karena adanya kegiatan eksploitasi sumber daya
migas dan penambangan pasir sungai secara liar yang berpotensi merusak
lingkungan. Sisi positif perkembangan ekonomi yang didorong oleh
pesatnya pertumbuhan sektor migas memicu perkembangan sektor
ekonomi lainnya, juga membawa dampak negatif terjadinya penurunan
kualitas air dan udara, ketika kualitas lingkungan mengalami penurunan,
produktifitas sektor pertanian dan perkebunan yang sangat tergantung
pada kualitas lingkungan juga akan menurun.
Konversi lahan pertanian ke lahan terbangun mengakibatkan
berkurangnya pesediaan air tanah di wilayah catchment utama, perubahan
iklim dan cuaca, ancaman bencana alam banjir, longsor, dan kekeringan
menjadi tantangan sekarang dan di masa mendatang, sehingga
upaya-upaya penanggulangan bencana dan penyadaran kelestarian lingkungan
harus terus dilakukan.
Untuk dapat mencapai itu semua diperlukan kerja keras serta
dukungan dari berbagai pihak dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan
46
Bojonegoro adalah :
1. Belum adanya pos pengaduan masyarakat terkait dugaan kasus
pencemaran dan perusakan lingkungan;
2. Belum adanya laboratorium lingkungan dan tenaga laboratorium yang
kompeten di bidangnya;
3. Belum adanya perda tentang ijin lingkungan dan;
4. Masih lemahnya penegakan hukum lingkungan dikarenakan belum
adanya jabatan fungsional pengendali dampak lingkungan dan
fungsional pengawas lingkungan.
Berbagai macam persoalan mengenai lingkungan hidup merupakan
suatu masalah bersama yang dihadapi oleh manusia. Manusia perlu
menanggapinya dengan serius sambil mengusahakan suatu solusi yang
terbaik. Oleh karena itu, hal-hal yang perlu dilakukan sebagai usaha
melestarikan lingkungan hidup antara lain; upaya rekonsiliasi, perubahan
konsep tentang alam dan penanaman budaya pelestari.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro sebagai
kepanjangan tangan Kepala Daerah dalam melaksanakan penyusunan dan
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup bukanlah
peranannya sangatlah penting dalam mengkoordinasikan dan
mensinergikan kebijakan dan program-program pemerintah daerah
dibidang lingkungan hidup. Cakupan layanan lingkungan hidup yang begitu
luas membutuhkan koordinasi dan sinergitas antar SKPD terkait.
Kepedulian dari berbagai pihak mulai dari pengambil kebijakan,
pelaksana kebijakan, pelaku usaha dan/atau kegiatan serta industri dan
masyarakat Bojonegoro amatlah penting dalam upaya pelestarian dan
keberlanjutan fungsi lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam hal ini kebijakan yang diambil oleh Kepala Daerah sangatlah
47
adalah kebijakan pembangunan yang pro environment dengan
menempatkan isu lingkungan hidup sebagai prioritas utama dalam setiap
pendekatan pembangunan sebagai “environmental mainstreaming in
development” serta dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan perencanaan pembangunan dan implementasi pembangunan di Kabupaten
Bojonegoro.
3.2 Telaahan Visi Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Bojonegoro 2013-2018 menetapkan Visi yang merupakan keadaan yang
diinginkan pada akhir periode perencanaan yaitu “Terwujudnya Pondasi
Bojonegoro Sebagai Lumbung Pangan Dan Energi Negeri Yang Produktif, Berdaya Saing, Adil, Sejahtera, Bahagia, dan Berkelanjutan.”
Berlandaskan kepada makna Visi Kabupaten Bojonegoro, maka
ditetapkan Misi Kabupaten Bojonegoro 2013-2018 sebagai berikut :
1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, seimbang dan
berkelanjutan melalui peningkatan produksi pangan dan energi;
2. Mewujudkan masyarakat yang produktif, mandiri dan sejahtera;
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih melalui
peningkatan pelayanan yang professional.
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Bojonegoro mendukung pelaksanaan Misi ke-1 dari RPJMD
Kabupaten Bojonegoro yaitu “Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, seimbang dan berkelanjutan melalui peningktan produksi
pangan dan energi” bermakna ekonomi rakyat yang secara konsisten
meningkat dengan memberdayakan potensi dan SDM yang ada secara adil
48
waktu lima tahun ke depan adalah “Meningkatnya daya saing daerah”, dengan sasaran ke-5 yaitu “Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup”. Tingkat keberhasilan misi ini pada setiap tahunnya diukur dengan
tercapainya indikator peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup,
penurunan luas lahan kritis, penurunan daerah terdampak banjir,
penurunan kerugian akibat bencana, penurunan daerah terdampak
kekeringan dan peningkatan respon penanganan bencana kebakaran.
Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bojonegoro tahun pertama
dan kedua sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten
Bojonegoro Tahun 2013-2018 difokuskan kepada pemenuhan standar
pelayanan minimal (SPM) dan penanganan permasalahan yang mendesak
seperti banjir, kekeringan, konektivitas antar wilayah yang dilakukan di
bidang fisik infrastruktur, dan tetap dilanjutkan dengan konsisten pada
tahun–tahun selanjutnya serta meningkatkan pelayanan masyarakat
dengan meningkatkan “Kualitas Hidup dan Kesehatan” yang dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Pemerintah Kabupaten
Bojonegoro.
Adapun Arah Kebijakan urusan lingkungan hidup sebagaimana yang
tertuang dalam RPJMD yaitu :
- melaksanakan pemantauan kualitas air, tanah, dan udara;
- melakukan pengawasan ketaatan pelaku usaha/kegiatan, dan
masyarakat guna menurunkan pencemaran lingkungan;
- melakukan edukasi pelaku usaha dan masyarakat untuk menggunakan
teknologi yang ramah lingkungan dalam kegiatan pembangunan
ekonomi sehingga tidak mempercepat terjadinya degradasi dan
pencemaran lingkungan;
- melaksanakan pemulihan dan rehabilitasi kondisi lingkungan hidup untuk
49
secara tegas dan adil.
Dalam rangka mewujudkan Visi Misi RPJMD di atas, Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro harus berkoordinasi dan
bersinergi dengan SKPD terkait. Keberadaan Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Bojonegoro sebagai pelaksana kebijakan daerah di bidang
lingkungan hidup memang benar adanya, akan tetapi sebagai eksekutor
terhadap keberlangsungan/kelestarian fungsi lingkungan hidup yang ada di
Kabupaten Bojonegoro merupakan tanggungjawab kita bersama selaku
warga masyarakat Bojonegoro.
Dalam RPJMD Kabupaten Bojonegoro 2013-2018 disebutkan bahwa
prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan
dapat dijadikan parameter untuk menilai sejauh mana kebijakan
pembangunan lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Berbagai aktivitas pembangunan termasuk kegiatan perekonomian
dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, dengan
tetap memperhatikan dan menjaga keseimbangan dan kelestarian
lingkungan demi masa depan penerus bangsa.
3.3 Telaahan Renstra Kemen LHK dan Renstra DLH Provinsi a. Telaahan Renstra Kemen LHK
Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Negara LH Nomor
11 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementrian Lingkungan Hidup
disebutkan bahwa Visi kementrian LH adalah “Terwujudnya Kementrian
LH yang handal dan proaktif, serta berperan dalam pelaksanaan
pembangunan berkelanjutan, dengan menekankan pada ekonomi
hijau”dengan Misi sebagi berikut :
1. Mewujudkan kebijakan pengelolaan SDA dan LH terintegrasi, guna
mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan, dengan