• Tidak ada hasil yang ditemukan

4579-Full_Text.pdf - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "4579-Full_Text.pdf - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan seni di sekolah pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan kepekaan dan kreativitas, sehingga terbentuk kesadaran akan nilai-nilai seni budaya.Kemampuan tersebut dapat tumbuh dan berkembang melalui serangkaian kegiatan mengamati, mengevaluasi, menganalisis dan menilai karya. seni dipraktikkan baik di dalam maupun di luar kelas. Selain itu String Art dengan konsep kaligrafi masih jarang dijadikan bahan dalam pembelajaran inovatif seni rupa yang dilaksanakan di sekolah lain. Seni rupa sudah tidak asing lagi bagi kita, seni rupa dapat berupa seni lukis, seni kriya, seni grafis, seni pahat, seni pertunjukan, dan seni arsitektur. Segala sesuatu yang dapat kita lihat dan rasakan secara visual keberadaannya merupakan ciri khas seni rupa. Sedangkan seni rupa modern adalah seni yang lahir dari ide-ide kreatif para seniman yang mampu membawa perubahan atau hal-hal baru yang unik dan penuh inspirasi.

Seni rupa murni dan seni terapan terbagi menjadi seni ilustrasi, seni lukis, seni pahat, dan seni kriya, jika berbicara seni kriya lebih menekankan pada seni terampil dan seni kriya yang mendorong siswa untuk berkreasi dalam berkarya.

Rumusan Masalah

Ketertarikan peneliti mengangkat judul penelitian String Art dengan konsep kaligrafi karena ingin menampilkan karya yang merupakan karya benang yang unik, hal ini dilakukan di SMA Plus Darul Husna Ambalawi Bima, di sekolah ini a upaya baru untuk menciptakan seni kriya, yaitu string art. Jenis karya seni ini tergolong baru di sekolah, sehingga dilakukan penelitian yang bertajuk “Proses Pembuatan Seni Senar dengan Konsep Kaligrafi” pada Siswa Kelas VIIISMPPlus Darul Husna Ambalawi Bima”.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui tingkat kesulitan proses pembuatan seni syair berkonsep kaligrafi pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

Tinjauan Pustaka

Gambaran beberapa contoh penelitian terkait model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Devision (STAD) menambah bukti empiris manfaat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Devision (STAD) dalam meningkatkan motivasi belajar, aktivitas belajar dan siswa. kinerja pembelajaran. Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin (Ratumanan) merupakan salah satu jenis pembelajaran kooperatif yang paling sederhana sehingga jenis ini dapat digunakan oleh guru yang baru memulai pendekatan pembelajaran kooperatif. Siswa tipe Student Team Achievement Division ( CITY) dapat ditempatkan dalam kelompok belajar yang terdiri dari empat sampai lima orang yang dicampur menurut tingkat prestasi, jenis kelamin dan etnis.

Menurut Raturahman, jenis pembelajaran kooperatif Student Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawan di John Hopkins University merupakan salah satu jenis pembelajaran yang paling sederhana, sehingga jenis ini dapat digunakan oleh guru-guru yang baru menggunakan model pembelajaran kooperatif. pendekatan pembelajaran kooperatif. .

Gambar 2.1 Kaligrafi Allah
Gambar 2.1 Kaligrafi Allah

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian Dan Lokasi Penelitian
  • Variabel Dan Desain Penelitian
  • Definisi Operasional Variabel
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Instrument Penelitian

Tingkat kesulitan proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi melalui pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division). Proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) untuk siswa sekolah dasar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Digunakan dalam proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi untuk siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Proses pembuatan string art berkonsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Tingkat kesulitan proses pembuatan string art konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Nilai estetika pada proses pembuatan string art berkonsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Proses penciptaan string art berkonsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII. kelas di SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Tingkat kesulitan proses pembuatan himpunan dengan konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII. kelas di SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Nilai estetika dalam proses pembuatan himpunan dengan konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan nilai-nilai estetika dalam proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) untuk siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Tingkat kesulitan proses pembuatan string art konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Gambar 3.1:Peta lokasi SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima ( sumber :http//:googlemaps.com )
Gambar 3.1:Peta lokasi SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima ( sumber :http//:googlemaps.com )

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian mulai tanggal 26 Juli sampai dengan 25 Agustus 2018, dapat digambarkan proses pembuatan string art berkonsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima . Proses Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya Siswa Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Kondisi sarana dan prasarana dalam proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi di Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Metode yang Digunakan dalam Pembelajaran Seni Budaya (String Art) Menggunakan Konsep Kaligrafi pada Siswa Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata skor pembelajaran seni budaya (String Art) konsep kaligrafi melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 95 skor tertinggi dan 70 skor minimal 25 siswa dan. Siswa VIII. SMP Plus kelas Darul Husna Ambalawi Bima diatas diketahui bahwa dari 25 siswa kelas VIII. kelas yang mengikuti latihan, 0 siswa (0%), tidak ada satupun yang berkategori rendah, 9 orang (36%) berada dalam kategori sedang, dan 11 siswa (44%) berada dalam kategori rendah. %) berada pada kategori tinggi, dan 5 siswa (20%) berada pada kategori sangat tinggi.

Alat dan bahan merupakan perlengkapan yang digunakan dalam pembuatan “string art berkonsep kaligrafi”, dan sangat penting karena dengan adanya alat dan bahan tersebut memudahkan siswa dalam melakukan proses pembuatannya sehingga dapat berjalan dengan lancar. Berdasarkan proses pembuatan String Art dengan konsep kaligrafi kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima kelompok satu, hasil pembuatan pola atau desain sesuai ukuran yang ditentukan, siswa dapat memastikan paku pada papan sehingga mereka tidak bergerak saat mencabut benang wol. Siswa Kelompok VIII Kelompok 2 melakukan proses penarikan kawat dari paku yang ditancapkan pada papan atau triplek sesuai konsep yang ditentukan.

Siswa kelas VIII kelompok lima melakukan proses menggambar benang dari satu titik pengetikan ke titik pengetikan lainnya sesuai konsep kaligrafi yang ditentukan. Dalam menciptakan seni tali dengan konsep kaligrafi yang tentunya melibatkan persiapan alat dan bahan yang digunakan dalam membuat suatu kerajinan, baik itu merancang desain kaligrafi hingga sebuah karya yang memiliki nilai estetika dan religi, keberhasilan dalam menciptakan sebuah karya memerlukan kerjasama dari para seniman. guru dan Murid. Keberhasilan pembelajaran pendidikan seni budaya (string art) dengan konsep kaligrafi di suatu sekolah tidak akan diketahui tanpa adanya sistem penilaian dalam proses belajar mengajar.

Sistem Penilaian Hasil Belajar Pendidikan Seni Budaya (Kerajinan Senar) Konsep Kaligrafi di Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima adalah: tes praktik dan tugas.

Tabel 1 Statistik Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.
Tabel 1 Statistik Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Pembahasan

Menyampaikan isi materi atau pokok-pokok pengajaran dengan menjelaskan kerajinan seni tali berkonsep kaligrafi dengan menggunakan benang wol dan paku. Selama kegiatan proses produksi mulai dari penyiapan bahan dan alat hingga tahap akhir, siswa dibagi menjadi lima kelompok pembelajaran praktik. Pada pembahasan kali ini diuraikan proses penciptaan seni tulis berkonsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) untuk siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Pembahasan ini menjelaskan tentang tingkat kesulitan proses pembuatan string art berkonsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima, meliputi proses pemasangan paku, proses penarikan benang dan nilai warna latar belakang dengan warna benang.

Berdasarkan hasil observasi proses pembuatan string art konsep kaligrafi dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif Student Team Achievement Department (STAD) terbukti mampu mengubah sikap belajar siswa dan dapat meningkatkan kreativitas pelajar dan mahasiswa. kegiatan pembelajaran dan menumbuhkan rasa gotong royong di kalangan siswa. Terlihat dari pelaksanaan kegiatan praktikum proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi yang dibagi dalam 5 kelompok pembelajaran, siswa mulai antusias dan termotivasi untuk berpartisipasi secara kreatif dalam kegiatan pembelajaran dan mencoba menemukan sesuatu yang baru. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima dalam membuat seni mata. Pendapat guru dan siswa seni budaya VIII. kelas di SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima tentang proses pembuatan string art untuk siswa dalam Pembelajaran KriyaString Art.

Hasil wawancara langsung dengan Ny. Dewi Sartika, S.Pd selaku guru bidang Ilmu Seni dan Budaya, penggunaan bahan papan benang wol dan paku sangat baik digunakan karena benang wol atau bahan lainnya mudah didapat dan juga penggunaan bahan Model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Devision (STAD) sangat membantu siswa dalam menciptakan seni string karena dapat meningkatkan kerja sama antar siswa dan model pembelajaran STAD dapat meringankan beban siswa dalam menyiapkan alat dan bahan untuk menciptakan seni. Menurut siswa bernama Nuradila, “pembelajaran string art bermanfaat bagi kami karena diajarkan cara melakukannya. Daftar penilaian kerja kelompok siswa pada proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi oleh Student Team Achievement Division (STAD) Model Pembelajaran Kooperatif Pada Siswa Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.

Dikutip dari web https://www.kompasiana.com/belindacarlita/string-art-seni-rupa-baru-di- indonesia_5921b7aac723bda33acead7d. Diakses 1 Maret 2018 Darmadi.2013. Metode penelitian pendidikan dan sosial. Bandung: Alfabeta Dimyanti, Mujiyono, 2002. Belajar Mengajar, Jakarta. Proses pengajaran seni gesek menggunakan model kolaborasi Numbered Head Together (NBT) pada siswa Kelas VIII.A SMPN 2 Sungguminas Kabupaten Gowa. Unismuh Makassar.

TABEL PENILAIAN KELOMPOK
TABEL PENILAIAN KELOMPOK

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Pada bagian ini siswa belum terlalu terampil dalam menancapkan paku ke papan atau media multipleks. Pada saat menarik benang, siswa juga berlatih merangkai dan melilitkan benang wol dari paku yang satu ke paku yang lain, jangan terlalu kencang agar benang mudah lepas. Dan permasalahan lain yang dihadapi siswa adalah seringnya melakukan kesalahan dalam menentukan komposisi warna latar dengan warna benang pada objek utama.

Saran

Pekerjaan  Membuat model/gambar kerja karya dua dimensi dari papan, paku dan benang wol dengan menggunakan teknik pola Indonesia. Menyajikan hasil diskusi kelompok berupa jawaban tentang keunikan gagasan dan teknik seni terapan nusantara. Kompetensi Inti : 1.1 Merancang karya seni artistik berkonsep kaligrafi menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Division).

Gambar 1. Proses Belajar Mengajar 19 juli 2018 (Dokumentasi Muslimah)
Gambar 1. Proses Belajar Mengajar 19 juli 2018 (Dokumentasi Muslimah)

Gambar

Gambar 3.1:Peta lokasi SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima ( sumber :http//:googlemaps.com )
Table 2.daftar nama siswa kelas VIII SMP Plus Darul HusnaAmbalawi Bima.
Tabel 1 Statistik Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.
Tabel 3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Ketuntasan Berdasarkan KKM Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima.
+7

Referensi

Dokumen terkait

“Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Berbasis Asesmen Kinerja Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari

Atas dasar itulah penulis tertarik melakukan penelitian yang berjudul “ Penerapan Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) Dalam Meningkatkan Hasil

The Use Of Students Teams Achievement Division (STAD) Technique To Improve Students’ Participant And Reading Comprehension (A Classroom Action Research At The Eleventh Grade

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) di Kelas IV SDN

Skripsi dengan judul “ Perbedaan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Ekspositori Terhadap Hasil Belajar

Sebelum data dianalisis untuk mencari pengaruh media logico primo dalam metode kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) terhadap penguasaan

PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DAN MINAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERARIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEMESTER II

Untuk mengetahui hasil belajar implementasi Student Teams- Achievement Division (STAD) di SMP Muhammadiyah Surabaya. Menentukan masalah penelitian. Pada tahap ini