• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.Komunikasi Efektif - KKN UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "5.Komunikasi Efektif - KKN UNS"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh:

Unit Pelaksana KKN LPPM Universitas Sebelas Maret

KOMUNIKASI EFEKTIF

(2)

Pengertian Komunikasi

 Komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama.

Sama disini maksudnya adalah

sama makna.

(3)

Komponen Komunikasi

pengirim pesan (komunikator), penerima pesan (komunikan), pesan (message),

saluran (media) serta hasil (efek) yang diperoleh dari kegiatan komunikasi

tersebut. Unsur pokok tersebut masih ditambah lagi dengan gangguan (noise) dan umpan balik (feedback).

(4)

4

Model Universal Komunikasi

Model Universal Komunikasi

(5)

5

Kegunaan Mempelajari Ilmu Komunikasi

Kegunaan Mempelajari Ilmu Komunikasi

Ruben and Steward (2005) menyatakan bahwa alasan mempelajari ilmu komunikasi adalah : 1. Komunikasi adalah fundamental dalam

kehidupan kita.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa komunikasi, dikarenakan kita dapat membuat beberapa

perbedaan esensial, manakala kita berkomunikasi dengan orang lain.

2. Komunikasi adalah merupakan suatu aktifitas kompleks.

Komunikasi adalah suatu aktifitas kompleks dan menantang. Dalam hal ini ternyata aktifitas

komunikasi bukanlah suatu aktifitas yang mudah.

Untuk mencapai kompetensi komunikasi

diperlukan understanding dan suatu keterampilan sehingga komunikasi yang dilakukan menjadi

efektif.

(6)

6

Kegunaan mempelajari Ilmu Komunikasi

Kegunaan mempelajari Ilmu Komunikasi

3. Komunikasi adalah vital untuk suatu kedudukan/posisi efektif.

Karir dalam bisnis, pemerintah, atau pendidikan

memerlukan kemampuan dalam memahami situasi komunikasi, mengembangkan strategi komunikasi efektif, memerlukan kerjasama antara satu dengan yang lain dan dapat menerima atas kehadiran ide-ide efektif melalui saluran saluran komunikasi.

4. Suatu pendidikan tinggi tidak menjamin kompetensi komunikasi yang baik.

Kadang-kadang kita menganggap bahwa komunikasi itu hanyalah suatu yang bersifat common sense dan

setiap orang pasti mengetahui bagaimana

berkomunikasi. Padahal sesungguhnya banyak yang tidak memilki keterampilan berkomunikasi yang baik, karena ternyata banyak pesan-pesan dalam

komunikasi manusia itu yang disampaikan tidak hanya dalam bentuk verbal, tetapi nonverbal.

(7)

PROSES KOMUNIKASI

Komunikasi itu sendiri adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara pengirim dan penerima untuk mengubah tingkah laku.

Pengirim pesan dapat berupa seorang individu,

kelompok, atau organisasi. Begitu juga dengan penerima pesan.

Proses komunikasi berlangsung melalui tahap-tahap tertentu secara terus menerus, berubah-ubah, dan tak henti-hentinya. Proses komunikasi merupakan proses yang timbal balik karena antara pengirim dan penerima saling mempengaruhi satu sama lain.

Dan perubahan tingkah laku yaitu perubahan yang terjadi di dalam diri individu mungkin dalam aspek kognitif, afektif, atau psikomotor.

(8)

Proses Komunikasi

Komunikasi efektif bila orang berhasil

menyampaikan apa yang dimaksudkannya.

Komunikasi disebut efektif jika rangsangan

yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima. Pengirim berhasil menyampaikan

apa yang dimaksudkannya.

Paling tidak terdapat lima indikator komunikasi efektif yaitu: munculnya pemahaman,

kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik serta tindakan.

(9)

REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble),

Telah dikenal 5 (lima) Kaidah Komunikasi efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication), dirangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri, yaitu REACH

1) Respect merupakan sikap hormat dan sikap

menghargai terhadap lawan bicara kita. Kita harus memiliki sikap menghormati dan menghargai

lawan bicara kita karena pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting.

(10)

2) Empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.

Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau

siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif.

(11)

3) Audible, makna dari audible antara lain:

dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan

hukum ini dalam mengirimkan pesan adalah: a) Buat pesan Anda mudah untuk dimengerti; b) Fokus pada informasi yang penting; c) Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan tersebut; d) Taruhlah perhatian pada

fasilitas yang ada dan lingkungan di sekitar

Anda; e) Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul; f) Selalu menyiapkan rencana

atau pesan cadangan.

(12)

4) Kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (Clarity). Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi

interpretasi atau berbagai penafsiran yang

berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita

gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak

dimengerti, akan membuat isi dari pesan kita

tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan.

(13)

5) Sikap rendah hati (humble). Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki.

Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara. Justru dengan

kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respons yang positif dari si penerima pesan.

(14)

Komunikasi publik

Kemampuan komunikasi publik (presentasi) meliputi dua hal pokok yaitu persiapan dan penyajian. Dalam persiapan yang pertama kali harus diketahui adalah tujuan pokok dari presentasi. Sedangkan yang kedua adalah menganalisis audiens,

mengantisipasi reaksi, dan melakukan

adaptasi yang tepat. Elemen lain, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan,

pengalaman, dan jumlah audiens akan mempengaruhi gaya dan isi pesan.

(15)

Mengenali Komunikan di Lokasi KKN

Pedesaan Perkotaan

Sederhana,

Mudah curiga,

Menjunjung tinggi “unggah- ungguh”,

Guyub kekeluargaan,

Lugas,

Tertutup dalam hal keuangan,

Perasaan “minder” terhadap orang kota,

Menghargai (“ngajeni”) orang lain,

Jika diberi janji, akan selalu diingat,

Suka gotong royong,

Demokratis, Religius

Kehidupan keagamaan berkurang

mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain

kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena

perbedaan politik dan agama dan sebagainya.

Jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.

Interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

(16)

Proses pemberdayaan bukan suatu yang instant, namun membutuhkan waktu dan energi, karena pemberdayaan

bertujuan menangkap pikiran dan hati serta

menggerakkan orang, untuk itu diperlukan kemampuan komunikasi yang efektif sehingga tujuan perubahan

tersebut dapat tercapai.

Referensi

Dokumen terkait

Rivers et.al (2003:26) terdapat perbedaan antara dua kata communication (tanpa huruf s) dengan communications (dengan huruf s). a) Communication adalah proses komunikasi;

Tujuan Penelitian ini adalah untuk: 1) Bagaimana konsep Perkawinan Siri (Tidak Dicatatkan) menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan? 2) Bagaimana akibat hukum Perkawinan Siri terhadap kedudukan harta Bersama? Dalam menjawab hal tersebut penulis menggunakan metode penelitian pustaka atau library reseach dengan pendekatan yang digunakan adalah hukum normative serta perbandingan hukum. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelusuran berbagai literatur atau refrensi baik dari buku maupun media online. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu Reduksi Data, Penyajian, dan Pengambilan kesimpulan. Setelah mengadakan beberapa kajian terhadap Akibat Hukum Perkawinan Siri (Tidak Dicatat) Terhadap Kedudukan Harta Bersama Ditinjau dari Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan dapat disimpulkan menjadi: 1) Perkawinan Siri (Tidak Dicatatkan) menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan, dalam hukum Islam kawin siri tetap sah dimata agama apa bila syarat dan rukun terpenuhi diantara kedua bela pihak. Lain halnya dengan Undang-Undang Perkawinan yang secara jelas telah mengatur aturan pernikahan dalam artian pencatatan pernikahan dan secara hukum positif/Undang-Undang perkawinan, kawin siri tidak sah karena tidak terdaftar dalam pencatatan perkawinan/pernikahan, 2) Akibat hukum perkawinan siri terhadap kedudukan harta bersama, Jika dilihat dari RUU nikah siri atau Rancangan Undang-Undang Hukum Materil oleh Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang akan memidanakan pernikahan tanpa dokumen resmi atau biasa disebut dengan kawin siri, sehingga dalam kedudukan harta bersama Negara tidak berhak mengatur pembagiannya dikarenakan tidak tercatatnya dalam pencatatan pernikahan, namun dalam pembagian harta bersama tetap bisa terlaksana dengan syarat membuat kesepakatan dalam pembagiannya hartanya. Implikasi penelitian ini adalah: 1) Menghendaki adanya pengawasan terhadap perkawinan sehingga tidak terlalu banyak terjadinya perkawinan siri, meskipun dalam hukum Islam di pandang tetap pernikahan yang sah namun di mata hukum kita tidak sah, 2) Penelitian ini diharapkan dapat berdampak pada masyarakat agar mengerti betapa pentingnya pernikahan yang secara legal sebab akan berdampak pada masa depan mereka yang akan menikah/kawin