• Tidak ada hasil yang ditemukan

ACARA II

N/A
N/A
Ganjar Pangestu

Academic year: 2025

Membagikan "ACARA II"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

Status trofik dibagi ke dalam empat kategori, yaitu status trofik oligotrofik, status trofik mesotrofik, status trofik eutrofik hingga status trofik hipereutrofik (Adhar et al., 2022). Suhu air permukaan danau merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengkarakterisasi suhu air danau dan merupakan parameter fisik yang penting dalam bidang penelitian ekosistem danau (Yang et al., 2019). Di permukaan, pH mencapai maksimum 8,6 selama musim semi dan turun ke minimum 6,7 selama musim gugur (Pintilie et al., 2014).

Kadar oksigen terlarut (DO) di perairan dimanfaatkan untuk respirasi dan perombakan bahan organik (Anggraini et al., 2015).Batas minimum oksigen terlarut mengacu pada Standar Baku Mutu Air PP. Hal ini didukung oleh pernyataan (KordidanTancung,2005) yang menyatakan bahwa jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan biota budidaya tergantung ukuran, suhu dan tingkatan aktivitasnya (Kamsuri et al., 2013). Nilai kecerahan sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca dan waktu pada saat dilakukan pengamatan kecerahan (Kulla et al., 2020).

Banyaknya mikroorganisme yang t umbuh dalam air disebabkan karena banyaknya makanan yang tersedia (bahan organik), oleh karena itu secara tidak langsung kadar bahan organik di dalam air selalu dikaitkan dengan BOD (Tatangindatu et al., 2013).

Amonia

Alkalinitas

Besaran nilai alkalinitas yang terkandung pada suatu perairan menunjukkan kapasitas penyangga (buffer capacity) perairan itu dan dapat digunakan sebagai indikator kesuburan suatu perairan (Ali dan Aida, 2017). Alkalinitas atau total alkalinitas merupakan konsentrasi total dari unsur basa-basa yang terkandung dalam air dan biasa dinyatakan dalam mg/L.

Kepadatan Plankton

Ini menyiratkan bahwa di atas alkalinitas ini ambang jenuh CO2 di danau secara langsung diatur dari pelapukan karbonat (Khan et al., 2020). Peningkatan jumlah plankton pada suatu perairan tertentu mengindikasikan tingginya nutrient pada perairan tersebut, dimana kualitas suatu perairan dikatakan mengalami penurunan apabila di dalamnya terdapat nutrient yang tinggi terlebih jika jumlahnya melebihi ambang batas yang ditetapkan (Wadi et al., 2021). Kepadatan zooplankton juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kepadatan fitoplankton, arus dan adanya predator (Dewiyanti et al., 2015).

MATERI DAN METODE 3.1 Materi

Alat

Bahan

Metode

Ujung termometer yang ber-Hg dimasukkan kedalam air selama 2-3 menit agar mencapai suhu sesuai keadaan sesungguhnya, kemudian Suhu yang ditunjukkan pada thermometer dibaca dan dicatat. Secchi disc dimasukkan ke dalam air secara perlahan hingga batas tidak tampak pertama kali dan kedalamannya sebagai (d1) dicatat. Kemudian, Secara perlahan tarik secci disk kembali ke permukaan sampai nampak pertama kali dan kedalamannya sebagai (d2) dicatat.

Pengukuran pH menggunaan Kertas pH meter Kertas Dimasukan langsung ke dalam danau tunggu beberapa saat hingga warna kertas berubah. Ao: oksigen terlarut sampel pada nol hari A5: oksigen terlarut sampel pada lima hari S0: oksigen terlarut blanko pada nol hari S5: oksigen terlarut blanko pada lima hari T: persen perbandingan antara A0:S0 P: derajat pengenceran. 10 tetes indikator phenolpthalein (pp) ditambahkan, lalu dengan Na2CO3 dititrasi sampai berwarna merah jambu, titrasi duplo.

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu memasukkan sebanyak 25 mL air sampel ke dalam erlenmeyer 100 mL. Apabila terjadi perubahan warna menjadi merah muda, dilanjutkan dengan mentitrasi dengan larutan HCl 0,02 N sampai warna merah muda hilang dan ditetesi dengan 2 tetes indikator MO (Methyl Orange). Namun, apabila tidak terjadi perubahan warna menjadi merah muda langka selanjutnya yaitu menambahkan 1 tetes indikator MO (Methyl Orange) dan titrasi dengan HCL sampai terjadi perubahan yang semula berwarna kuning menjadi berwarna orange.

Perubahan warna tersebut dicocokkan dengan indicator nilai NH3 pada tebel yang disertakan bersama alat ukur. Lalu sampel air yang tertampung dalam botol penampung plankton net tersebut dipindahkan ke dalam botol sampel. Waktu Pengukuran Parameter Suhu, pH, Kecerahan, Alkalinitas, CO2 Bebas, NH3, DO dan Identifikasi Plankton dilakukan pada Minggu, 9 April 2023.

Pegukuran Parameter NH3, Alkalinitas, DO, BOD, Plankton, dan CO2 bebas dilakukan di Laboratorium Basah FPIK Unsoed. Data yang diperoleh berupa Parameter Suhu, pH, Kecerahan, Alkalinitas, NH3, CO2 Bebas, DO, BOD, dan Jenis Plankton.

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil

Pembahasan .1Suhu

Suhu (°C)

Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan suhu pada suatu perairan adalah keberadaan naungan (misalnya pohon atau tanaman air), air buangan (limbah) yang masuk ke badan air, radiasi matahari, suhu udara, cuaca, dan iklim (Muarif, 2016). Berdasarkan hasil pengukuran Parameter Suhu Danau FPIK Suhu 28,6 merupaan suhu yang masih layak untuk budidaya. Menurut (Kamsuri et al., 2013) Rentang suhu yang optimal untuk kelangsungan hidup ikan di perairan tropis adalah antara 28°C hingga 32°C.

Suhu di antara 12°C hingga 18°C dapat menjadi berbahaya bagi ikan tropis, sedangkan pada suhu di bawah 12°C, ikan tropis dapat mati karena kedinginan. Meskipun secara teori, ikan tropis masih dapat hidup normal pada suhu antara 30°C hingga 35°C jika konsentrasi oksigen terlarut cukup tinggi. Kadar pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan dalam suatu perairan dan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan akuatik di dalamnya (Soliha & . Rahayu, 2018).

Sebaliknya, bila terdapat peningkatan konsentrasi ion hidroksil, maka air akan bersifat basa (Kumar & . Mahajan, 2020).

Pengukuran pH di Danau FPIK Unsoed menunjukkan nilai 7 ketika memadankan indikator pH dengan kertas pH meter. Hal ini sesuai dengan Standar Bureau of Indian Standard (BIS) pada tahun 2012 yang menyatakan bahwa standar pH air minum adalah antara 6,5 hingga 8,5 derajat keasaman. Berdasarkan pengukuran pH di Danau FPIK Unsoed yang menunjukkan tingkat keasaman sebesar 7, (Kamsuri et al., 2013) menyarankan bahwa budidaya perairan yang sukses dapat dicapai dalam rentang pH antara 6,5 hingga 9,0.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Danau FPIK Unsoed cocok untuk budidaya perairan berdasarkan parameter pH. Konsentrasi DO dapat mencerminkan tingkat pencemaran air danau, terutama tingkat pencemaran bahan organik, sehingga menjadi indikator penting untuk kualitas air danau dibandingkan dengan parameter lainnya (Sui et al., 2022).

DO (Dissolved Oxygen)

Kecerahan

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Danau FPIK Unsoed cocok sebagai tempat budidaya berdasarkan tingkat Oksigen Terlarut yang ada di dalamnya. Cakram ini melekat pada rantai yang dikalibrasi dan diturunkan ke dalam danau pada lokasi pengambilan sampel individu sampai pengamat kehilangan pandangannya. Dengan menghitung kedalaman rata-rata saat disk menghilang dan muncul kembali, diperoleh nilai SD (Saturday et al., 2023). Dari hasil pengukuran Secchi Depth, ditemukan bahwa tingkat kecerahan Danau FPIK Unsoed sepanjang 40 cm. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor lain yang berkorelasi positif dengan tingkat kecerahan seperti jumlah alga dan plankton, TSS, kekeruhan, dan DO. Secara umum, nilai Secchi Depth dapat membantu memperkirakan konsentrasi rendah klorofil, ganggang, dan TSS yang ada di dalam danau. Kedalaman disk Secchi juga sering digunakan sebagai tanda kelimpahan alga dan produktivitas keseluruhan danau. Alga, hewan air mikroskopis, partikel tanah, dan sedimen tersuspensi dapat mengganggu penetrasi cahaya dan mengurangi ketajaman visual dari air, sehingga transparansi secchi dianggap sebagai pengukuran tidak langsung dari jumlah ganggang dan sedimen yang ada di dalam air. Meskipun demikian, nilai kecerahan Danau FPIK Unsoed sepanjang 40 cm masih memenuhi standar baku mutu PP Nomor 82 tahun 2001 yang mensyaratkan tingkat kecerahan minimal 10 cm. 2013b), nilai kecerahan yang ideal untuk kegiatan budidaya ikan dan udang berkisar antara 30 hingga 40 cm, sehingga dapat disimpulkan bahwa Danau FPIK Unsoed memenuhi syarat sebagai tempat budidaya.

Kebutuhan Oksigen Biologis (BOD) menggambarkan jumlah oksigen terlarut yang dimanfaatkan oleh mikroorganisme atau menghitung reaksi oksidasi bahan anorganik dalam jangka.

Biological Oxygen BOD Demand)

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat banyak bahan organik dalam air yang membutuhkan oksigen yang tinggi untuk dioksidasi oleh mikroorganisme, sehingga terjadi defisit oksigen dalam air tersebut. Ketersediaan makanan (bahan organik) mempengaruhi banyaknya mikroorganisme yang hidup dalam air, sehingga BOD selalu berkaitan dengan kadar bahan organik dalam air. Oleh karena itu, nilai BOD yang tinggi dapat menyebabkan kematian biota air karena oksigen dalam air akan habis diserap oleh bakteri yang mencoba melarutkan bahan organik tersebut. Berdasarkan nilai BOD di Danau FPIK Unsoed yang tinggi, sebesar 9,76 mg/L, menunjukkan bahwa danau tersebut tidak cocok untuk kegiatan budidaya berdasarkan parameter BOD. 2020), untuk kegiatan budidaya, nilai BOD sebaiknya kurang dari 3 mg/L. CO2 berasal dari sumber alami terbesar seperti lautan, respirasi tumbuhan darat, dan dekomposisi bahan organik.

Konsentrasi CO2 yang melebihi 12 mg/L dapat memberikan tekanan pada ikan karena dapat menghambat proses pernapasan dan pertukaran gas dalam.

CO2 Bebas

NH3 yang tidak terionisasi merupakan jenis amonia bebas yang berbahaya bagi makhluk hidup di air. Tingkat toksisitas amonia terhadap makhluk hidup di air akan meningkat jika kadar oksigen terlarut, pH, dan suhu menurun. Ikan tidak dapat mentolerir kadar amonia bebas yang terlalu tinggi karena dapat menghambat proses pengikatan oksigen oleh darah dan pada akhirnya menyebabkan kekurangan oksigen atau sufokasi (Sayekti et al., 2015).

NH3 (Amonia)

Kuantitas amonia yang dilepaskan dapat dihitung dengan menggunakan protein bersih (perbedaan bobot protein yang dihasilkan oleh ikan dan bobot protein dalam makanan) dan persentase protein dalam makanan. Pada pH yang rendah, amonia dapat berubah menjadi senyawa NH4+ yang merupakan senyawa nitrogen. Kadar NH3 pada air Danau FPIK Unsoed sebesar 0,25 mg/L sesuai dengan standar baku Bureau of Indian Standard 2012, yang memperbolehkan kadar NH3 maksimum 0,5 mg/L jika air tersebut akan dimanfaatkan sebagai air minum. Selain itu, menurut Tatangindatu et al. 2013), kehidupan ikan dalam air tawar memerlukan kadar amoniak yang kurang dari 1 ppm atau 1 mg/L. Jika kadar amoniak dalam air melebihi 1,5 ppm, maka dapat dikatakan bahwa perairan tersebut telah tercemar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Danau FPIK Unsoed memenuhi kriteria sebagai tempat budidaya yang baik berdasarkan kadar NH3.

Total alkalinitas air alami dapat dijelaskan sebagai jumlah mol ion hidrogen yang setara dengan kelebihan penerima proton (basa yang terbentuk dari asam lemah dengan konstanta . disosiasi K ≤ 10−4,5, pada suhu 25°C dan kekuatan ion nol) di atas pemberi proton (asam dengan K > 10−4,5) dalam satu kilogram contoh air (Kortazar et al., 2020).

Alkalinitas

Plankton adalah organisme mikro baik tumbuhan maupun hewan yang hidup melayang-layang di air dan umumnya tidak memiliki daya gerak atau memiliki daya gerak yang sangat lemah sehingga distribusinya sangat dipengaruhi oleh arus air dan faktor lainnya. Plankton mencakup semua hewan dan tumbuhan yang hidup secara pasif di air dan memiliki flagel (Sianipar et al., 2022).

Jumlah Plankton

KESIMPULAN DAN SARAN

Status Danau FPIK Unsoed berdasarkan Parameter dan baku mutu melalui Indeks Pencemaran (IP) merupakan Danau yang tercemar Ringan masuk ke dalam Danau Oligotrofik.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Kadar fosfat dan oksigen terlarut di perairan Bolaang Mongondow umumnya bervariasi dan berbeda antara lapisan permukaan dengan di dekat dasar, sedangkan kadar nitrat di

Djuanda (1981) menyatakan bahwa ikan famili Cyprinidae cenderung memi lih perairan umum dengan kadar oksigen yang tidak kurang dari 2 ppm dan akan hidup dengan kadar oksigen

Berdasarkan standar baku mutu perairan laut terutama untuk biota laut yaitu diatas 5 mg/L, kondisi oksigen terlarut di wilayah perairan Pulau Ujung Perling masih

Lebih lanjut dinyatakan bahwa udang telah memperlihatkan gejala abnormal, dengan berenang kepermukaan pada kadar oksigen terlarut 2,1 mg/l pada suhu 30 0 C, dan

Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004, baku mutu oksigen terlarut bagi biota perairan adalah lebih dari 5 mg/l, sehingga pada kedua perairan

Namun jika dilihat dari segi kepentingan untuk budidaya perairan, oksigen menempati urutan teratas, oksigen yang diperlukan biota air untuk pernafasannya harus terlarut

Nilai oksigen terlarut yang terukur di perairan kawasan Taman Nasional Karimunjawa berkisar antara 7 – 11 mg/l.Nilai ini termasuk tinggi karena berada > 5,0 mg/l yang

Nilai oksigen terlarut DO pada setiap stasiun berkisar antar 3,26-5,37 mg/L Perairan dengan kandungan oksigen seperti di atas menurut Sinambela 1994, bahwa sudah cukup untuk memenuhi