• Tidak ada hasil yang ditemukan

AL-QURAN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM

N/A
N/A
Dwi Novita Sari

Academic year: 2024

Membagikan "AL-QURAN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

AL-QURAN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM

Mediyan Pratama (142) Email: [email protected]

Dalam dunia pendidikan khususnya tentang syarra’ yang membahas tentang hukum islam dan dasarnya akan sangat menarik perhatian khususnya untuk para mahasiswa sekarang ini. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya.Islam adalah agama yang pertama turun di seluruh semesta alam, yang mana ajaran islam tersebut adalah membantu atau menuntun sleuruh makhluk di muka bumi. Semua permasalah sudah tertera dan di jawab oleh al- quran, seprti ilmu pengetahuan, sains, sudah tertera di Al-quran oleh akren yaitu Al-Quran dijadikan sebagai pedoman, bahkan Al-Quran diyakini sebagai sumber hukum Islam.

Ajaran Al-quran memiliki banyak kandungan, yang manakandungan Al-quran itu sendiri terdiri dari dasar hukum, dan ilmu pengetahuan, yang mana dasar itu sendiri dapat dikembalikan kepada sumber ajaran agama islam itu sendiri yakni Al-quran. Dalam menjalankan kehidupan kehidupan sehari-hari baik sebagai pribadi sendiri, keluarga dan anggota masyarakat dimana saja didunia ini, umat islam harus menyadari bahwa ada aspek-aspek hukum yang mengatur kehidupan, yang perlu mereka taati dan mereka jalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu saja beberapa besar kesadaran diri dari setiap manusia, akan sangat tergantung pada besar kecilnya komunitas umat islam, seberapa jauh ajaran islam yang diyakini dan diterima oleh individu maupun masyarakat, dan sejauh mana pula pengaruh dari pranata sosial dan polotik dalam memperhatikan pelaksanaan ajaran-ajaran islam.1

Al-quran dijadikan pedoman hidup karena tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh alam semesta ini. Sebagai kitab suci sepanjang masa dan dijamin kebenarannya, al-quran memuat informasi dasar dari berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan al-quran bersifat luas dan lues.2

Pengertian Al-quran menurut bahasa adalah, isim mashdar (kata benda) dari kata kerja qoroa yang bermakna talaa yang berarti membaca, atau bermakna jama’a yang berarti mengumpulkan atau mengoleksi. Makana kata quran sinonim dengan qira’ah yang keduanya berasal dari kata qara’a, yang dari segi makna lafal quran bermakna bacaan. Sedangkan pengertian Al-quran menurut

1Dedi Wahyudi dan Rahayu Fitri, “Islam Dan Dialog Antara Kebudayaan (Studi Dinamika Islam Di Dunia Barat),” Fikri 1, no. 2 (2016): Hal.11.

2Fikria Najitama, “Sejarah Pengumpulan Hukum Islam dan Budaya serta Implikasi bagi Pembangunan Hukum Islam Khas Indonesia,” Al-Mawarid, no. XVII (n.d.): hal.103.

(2)

segi terminologi adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui malaikat jibril, yang diawali dengan surat Al-fatihah dan dan diakhiri dengan surat an-naas. Kata kalam sebenarnya meliputi seluruh perkataan, namun karena istilah itu disandarkan kepada Allah akhirmya menjadi kalamullah. Perkataan yang berasal dari selain Allah seperti perkataan manusia, jin maupaun maikat tidak dinamakan Al-quran. Allah juga telah menjamin untuk menjaga Al-quran dari upaya merubah, menambah, menguranggi ataupun mengantinya.3

Pengakuan Al-quran terhadap peranan akal dan pikiran dalam bidang hukum dapat diimpulkan dari kandungan ayat 59 surat annisa.1 Al-quran Al-karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat, salah satu diantaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang koetentikannya diajmin oleh Allah, dan ia adalah kitab yang telah dipelihara. Inna Nahnu Nazzalna Al-quran wa Inna Lahu Lahafizhun (sesungguhnya kami ynag mneurunkan Al-quran dan kamilah pelihara-pemeliharaannya QS. 15: 19).4

Dengan demikianlah Allah menjamin koentetikan Al-quran, jaminan yang diberikan atas dasar kemahakuasaan dan kemahatahuannya, serta berkat upaya-upaya yang telah dilakukan oleh makhluk-makhlukmya, terutama oleh manusia. Dengan jaminan ayat diatas, setiap muslim percaya bahwa apa yang dibaca akan didengarkannya sebagai al-quran tidak berbeda sedikitpun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW, dn yang didengar serta dibaca oleh para sahabat Nabi SAW.

Salah satu bukti bahwa Al-quran yang berada di tangan kita sekarang ini adalah Al-Quran yang turun kepada Nabi SAW. tanpa pergantian atau perubahan tulisan Thabatha’iy lebih jauh- adalah berkaitan dengan sifat dan ciri-ciri yang memperkenalkan menyangkut dirinya, yang tetap ditemui sebagaimana keadaan dahulu.Turunya al-quran merupakan peristiwa besar yang karena Allah SWT menurunkan Al-quran kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk dan pedoman hidup . Al-quran pertama kali turun pada malam lailatul qodar yang merupakan pemberitahuan kepada para malaikat-malaikat dan umatnya bahwa Allah telah menurunkan Al-quran kepada umatnya dengan risalah baru agar umantnya menjadi umat paling baik. Allah menurunkan Al-Quran ketika Nabi muhhad berusia 41 tahun surat pertama yang diturunkan adalah surat Al-Alaq: 1-5 sedangkan ayat terakhir Al-quran yang turun adalah pada tanggal 9 dzulhijrah tahun 10 hijriah yaitu syrat al-maidah ayat 3.5

Al-quran diturunkan tidak secara langsung, melainkan secara berangsur-angsur sedikit demi sediit, baik berapa ayat, atau satu surat. Turunya ayat dan surat pun disesuaikan dengan kejadian

3A Khisni, Perkembangan Pemikiran Hukum Islam, Pertama (Semarang: UNISSULA PRESS, n.d.), hal. 3-5.

4Shihab Quraish, Membumikan Al-Quran, 13 ed. (Bandung: Mizan, 1996), hal. 47.

5Quraish, hal. 55.

(3)

yang ada atau sesuai dengan keperluan. Lama al-quran diturunkan di bumi adalah sekitar 22 tahun 2 bulan 22 hari.6 al-quran dijadikan pedoman karena hukum yang dijelaskan dalam Al-quran sesuai dengan yang diperbuat oleh manusia yang melaggar. Dengan adanya dasar sebagai landasan dalam menegakan hukum maka akan lebihmudah juga dalam dunia pendidikan untuk mempelajari sebuah hukum. Seperti dalam pendidikan agama yang berbasis hukum.

DAFTAR PUSTAKA

Khisni, A. Perkembangan Pemikiran Hukum Islam. Pertama. Semarang: UNISSULA PRESS, n.d.

Mustofa, Imam. “Optimalisasi Perangkat Dan Metode IJtihad Sebagai upaya Modernisasi Hukum Islam ( Studi Pemikiran Hanafi Dalam Kitab Min An_Nash Illa Al-Waqi.” JHI 9, no. 2 (2011).

Najitama, Fikria. “Sejarah Pengumpulan Hukum Islam dan Budaya serta Implikasi bagi Pembangunan Hukum Islam Khas Indonesia.” Al-Mawarid, no. XVII (n.d.).

Quraish, Shihab. Membumikan Al-Quran. 13 ed. Bandung: Mizan, 1996.

Shidiq, Ghofar. “Teori Maqashid Al-Syariah Dalam Huum Islam.” Sultan Agung XLIV, no. 118 (n.d.).

Wahyudi, Dedi, dan Rahayu Fitri. “Islam Dan Dialog Antara Kebudayaan (Studi Dinamika Islam Di Dunia Barat).” Fikri 1, no. 2 (2016).

6Imam Mustofa, “Optimalisasi Perangkat Dan Metode IJtihad Sebagai upaya Modernisasi Hukum Islam ( Studi Pemikiran Hanafi Dalam Kitab Min An_Nash Illa Al-Waqi,” JHI 9, no. 2 (2011): Hal. 8.

Referensi

Dokumen terkait

Pada masa turunya Alqur’an ditengah – tengah bangsa Arab dengan segala aktifitas kebudayaan mereka, setiap ayat diturunkan Allah tidak dipahami sebagai kalimat –

Yang meluruskan kesalahan panca indra adalah petunjuk Allah, ketiga yakni akal. Akal yang mengkoordinir semua informasi yang diperoleh indra kemudian membuat

Siapa yang membaca al-Quran dan kemudian diamalkannya, ia akan menghalalkan apa yang halal dan mengharamkan apa yang haram, Allah akan memasukkannya ke dalam syurga dan

yang ditakdirkan oleh Allah menjadi nabi, bukan sekadar ingin menonjolkan sifat kenabian yang ada pada beliau, namun al-Quran juga ingin memaparkan peranan seorang pemuda yang

Berdasarkan kepada pernyataan inilah, satu analisis prinsip komunikasi dalam al-Quran perlu dilakukan bagi menzahirkan perintah Allah dalam etika berkomunikasi khususnya kepada umat

Dokumen tersebut membahas tentang sifat dan fungsi Kitab Al-Quran sebagai kitab Allah yang diturunkan dengan

Dokumen ini berisi bacaan dari beberapa surah Al-Quran yang bertujuan untuk memberikan pernyataan spiritual dan beribadah kepada

8 Al-Quran dalam Paradigma Hukum, Keilmuan dan Ekonomi Keumatan mencontoh Rasulullah SAW., Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21; ناك نلم ةنسح ةوسا للها لوسر في مكل ناك