PAPER INDIVIDU DASAR NEGARA
DISUSUN OLEH : Alifah Dewimagfirliani Zainal
D051201083
DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN AJARAN 2020/2021
A. Konsep Dasar Negara
Dasar negara merupakan pondasi atau kerangka terbentuknya suatu konstitusi atau negara. Yang menjadi patokan dari setiap langkah yang diambil oleh suatu negara dalam menentukan sikap dan tindakannya di masa yang akan datang.
Suatu bangsa dapat dikatakan memiliki dasar atau fundamen yang kuat, apabila suatu bangsa mampu berdiri dengan kokoh dan tidak akan terpengaruh oleh gangguan manapun, sehingga tercipta bangsa yang mandiri, tegas, dan berwibawa.
Konsep dasar negara pun sering diartikan sebagai penghalau dari berbagai macam paham yang mencoba untuk memengaruhi suatu bangsa, dan mencoba mengubah prinsip dan arah pandang suatu bangsa. Sering kita mendengar banyak terjadi kasus terorisme, mungkin Sebagian masyarakat mengaitkan kasus ini, dengan salah satu agama yaitu islam, sebab bisa dilihat dari kebanyakan kasus yang terjadi, khususnya di Indonesia, para pelakunya secara fisik, mengenakan pakaian yang menandakan identitas sebagai seorang muslim.
Bisa dikatakan mereka adalah orang muslim, tetapi belum tentu paham mereka sesuai dengan paham yang diajarkan dalam islam. Sebab, jika dikaji lebih lanjut, paham islam yang benar, sangat mendukung nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang merupakan negara majemuk, dengan beragam suku, agama, ras, budaya dan lain sebagainya, yang tentu saja untuk bisa menetap di negara ini, warga negaranya harus memiliki kualitas mendasar yaitu toleransi dan memiliki pemikiran yang terbuka tetapi memiliki prinsip dalam hidupnya.
B. Esensi Pancasila sebagai Dasar Negara
Pada dasarnya, Pancasila sebagai dasar negara berkaitan berkaitan erat dengan terbentuknya suatu negara. Seperti suatu koloni pada umumnya, negara dapat kita katakan sebagai suatu koloni masyarakat yang tinggal dan mendiami suatu Kawasan tertentu. Sebab perlu diingat Kembali bahwa pada dasarnya manusia itu mahluk koloni, jadi secara alamiah ketika dia bertemu dengan manusia lain, mereka akan membentuk suatu perkumpulan “koloni”. Namun dalam konteks berdirinya
suatu negara atau konstitusi ini, manusia yang berkoloni , memiliki pemimpin, seperti raja, presiden atau perdana mentri, baik kehidupan masyarakat sehari-hari, maupun kehidupan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh para pemimpin, harus terikat dengan yang namanya aturan. Kembali kepada hal yang mendasar mengenai diri manusia, bahwa manusia adalah mahluk yang berkepentingan, ketika kepentingan dari manusia satu dan manusia lain bertemu, maka ketika tidak dibarengi dengan penetapan aturan dan pembatasan dalam menjalani kehidupan serta perannya sebagai masyarakat, secara otomatis ketidakteraturan akan terjadi. Untuk itulah penting bagi suatu bangsa memiliki aturan.
Di Indonesia sendiri, aturan dibuat seharusnya berlandaskan Pancasila yang berperan sebagai dasar negara, dasar terbentuknya aturan yang terangkum dalam UUD 1945. Pancasila bersumber dari nilai agama, kebudayaan dan adat istiadat.
Keakuratan Pancasila sebagai dasar negara sudah tidak diragukan lagi keakuratannya, berkali-kali rezim pemerintahan menunjukkan kelemahannya, tetapi Pancasila tetap bertahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tidak ada ideologi lain yang mampu menggantikan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, mengingat tantangan Indonesia sebagai suatu bangsa untuk tetap hdiup sangatlah berat, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa
Indonesia merupakan negara majemuk.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat, setiap peraturan yang dibuat dan diberlakukan harus dikaji terlebih dahulu untuk
memastikan apakah aturan tersebut sudah sesuai dengan Pancasila ataukah tidak. Dan tidak berhenti sampai disitu saja, setelah aturan tersebut diterapkan, dampaknya kepada masyarakat juga harus dikaji, dan dikembalikan apakah sudah sesuai dengan amanat Pancasila ataukah tidak. Kesimpulannya, Pancasila sebagai dasar negara disini berarti dasar penentuan arah kebijakan dan tempat kembalinya (pengkajian) arah kebijakan yang telah ditentukan, dibuat, dan dijalankan.
DAFTAR PUSTAKA
- Harefa, Amstrong. 2017. Jurnal Ilmiah Pendidikan, Humaniora, Sains dan
Pembelajarannya. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Gunungsitoli : Sumatera utara.
- Nurwardani, Paristiyanti. 2016.Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi.
RISTEKDIKTI: Jakarta.