• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis akuntabilitas dan transparansi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis akuntabilitas dan transparansi"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu berjalan. Sedangkan untuk pembukuannya diserahkan kepada Bendahara 1 untuk dicatat setiap informasi yang masuk ke Masjid Agung Baitul Izzah Bengkulu. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan kepada akuntan masjid dalam menyusun laporan keuangan Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu.

Lokasi penelitian terletak di Masjid Baitul Izzah Bengkulu, beralamat Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Informan dalam penyelidikan ini adalah Ketua Takmir Masjid, Sekretaris Masjid, Bendahara Masjid dan Anggota Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu. Jumlah informan penelitian berjumlah 8 orang, dengan data 3 orang pengurus dan 5 orang jamaah Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu dan Lokasi Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Konsep Akuntabilitas

Dari dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas adalah tanggung jawab wali amanat untuk mengelola, melaporkan dan mengungkapkan segala kegiatan yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap wali. Tuntutan akuntabilitas menuntut lembaga-lembaga sektor publik untuk lebih menekankan pada akuntabilitas horizontal, bukan sekedar akuntabilitas vertikal. Akuntabilitas kebijakan berkaitan dengan pertanggungjawaban pemerintah, baik pusat maupun daerah, kepada DPR/DPRD dan masyarakat luas, atas kebijakan yang diambil.

Akuntansi sektor publik dituntut untuk menjadi alat untuk merencanakan dan mengendalikan organisasi sektor publik secara efektif dan efisien, serta memfasilitasi terciptanya akuntabilitas publik.

Konsep Transparansi

Pengelolaan Dana Masjid

Sejarah Singkat Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu

Masjid Raya Baitul Izzah awalnya dibangun pada tahun 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Bengkulu Dr. Presiden SBY Kamis 19 Oktober 2006 Sholat tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Raya Baitul Izzah selepas berbuka puasa terlebih dahulu bersama gubernur se-Sumatera, bupati se-Bengkulu dan pejabat pemerintah daerah lainnya. Usai berbuka puasa dan salat Maghrib berjamaah, malam harinya Presiden dan Ibu Negara salat Tarawih di Masjid Raya Baitul Izzah bersama masyarakat Bengkulu.

Penjaga Makam Nabi Muhammad SAW, Syekh Said Adam O-Agra asal Madinah pernah datang berkunjung ke Masjid Raya Baitul Izzah atas undangan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin, pada tanggal 28. Ia datang ke Bengkulu didampingi Syekh Ali Soleh Muhammad Ali Bin Ali Jaber, salah satu imam di Masjid Nabawi. Syekh Said Adam O-Agra tidak menjadi imam shalat mengingat usianya sudah 88 tahun dan tidak mampu berdiri lama. Usai salat, Syekh Said Adam O-Agra membagikan sajadah dari Madinah kepada masyarakat Bengkulu.

Masjid Besar Baitul Izzah turut dilengkapi dengan bangunan Balai Islam yang siap dibina pada hari Sabtu 6 Ogos 2011. Bangunan baru Balai Islam ini boleh dijadikan tempat pertemuan, pengajian, seminar dan lain-lain sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Masjid Besar Baitul Izzah, Rusli M Daud. Tingkat satu bangunan yang bercantum dengan Masjid Raya Baitul Izzah itu dijadikan bangunan serbaguna termasuk untuk majlis perkahwinan.

Terdahulu pada tahun 1997, Masjid Raya Baitul Izzah telah diubah suai dengan menambah keluasan bangunan daripada 25 x 25 meter kepada 40 x 40 meter dengan kapasiti 2,500 jemaah. Masjid Besar Baitul Izzah mempunyai tiang bulat dan empat segi serta pagar setinggi 1M diperbuat daripada kaca bercorak perpaduan Timur Tengah dan Indonesia.

Fasilitas

Program Kegiatan

3 Kegiatan hari besar Islam 4 Pengajian rutin (Minggu) 5 Pengajian rutin ibu-ibu (Kamis) 6 Infaq Jum'at. Dari kegiatan masjid pada umumnya seperti salat, kegiatan pengajaran al-Quran, kajian rutin dari berbagai ulama dan silaturahmi ta'lim. Di bawah naungan yayasan yang sama, di kawasan masjid ini juga terdapat Pendidikan Anak Usia Dini Islam Terpadu (PAUD IT) yang cukup terkenal.

Masjid ini juga memiliki bagian ruangan bernama “Islamic Center” yang bisa digunakan untuk acara-acara khusus seperti pernikahan, wisuda sekolah, bahkan sekedar pre-wedding.

Struktur Organisasi

Kebijakan Mutu, Visi dan Misi

Gambaran Umum Informan Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Masjid Raya

Pelaksanaan Transparansi pengelolaan Keuangan di Masjid Raya

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Masjid Raya Baitul Izzah telah berusaha transparan terhadap hasil kinerja yang telah dilakukan. Kalau tepat waktu kira-kira selesai gan, soalnya hari jumat selalu diumumkan. Hal yang sama memperkuat hasil wawancara dengan salah satu jamaah Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu, berdasarkan hasil wawancara: 91.

Diumumkan secara lisan mas, itulah yang dipanjatkan setiap hari Jumat sebelum azan Jumat. Yang penting mudah dimengerti, apalagi keuangan di sini dibagi menjadi dua, yang satu untuk pencatatannya ada di pengurus masjid dan yang satu lagi ada di KESRA.” Laporan keuangan setahu saya adalah laporan. pencatatan pengeluaran kas dan pemasukan serta laporan posisi keuangan masjid Laporan ini akan menggambarkan kondisi keuangan masjid, biasanya dilaporkan pada akhir periode.

Kami menjelaskan secara langsung dan tegas serta tidak cepat dan tepat, untuk tambahan informasi kami akan memasang pengumuman dan catatan di papan tulis masjid.” 97. Demikian pula dengan hasil wawancara dengan salah satu jamaah Masjid Baitul Izzah Bengkulu, berdasarkan hasil wawancara. Transparansi gan, masalah keuangan diumumkan setiap hari jumat, pengeluaran dan pemasukan.

Setahu saya transparansi keuangan hanya di hari jumat saja, diumumkan berapa pemasukannya, pemasukannya dari mana dan untuk pengeluaran apa, berapa pengeluarannya dan sisa saldonya berapa. Selain mengumumkan penerimaan isi kotak amal, pengurus masjid juga membacakan nama-nama jamaah yang menyumbang, lengkap dengan nilai sumbangannya.

Pengelolaan Keuangan di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu

Penggalangan dana Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu pada hakikatnya sama dengan masjid pada umumnya, yaitu dana berasal dari jamaah/komunitas. Pendapatan harian dan jumat dari kotak amal digabung, kemudian setelah shalat jumat akan dihitung. Selain itu, ada pendeta dan bagian protokoler, muazin, umat Islam, jadi semua dibayar menggunakan uang tunai dari pendapatan masjid.”112 Penggunaan uang masjid diatur sesuai anggaran yang telah ditentukan.

Apakah pintu masuk dan keluar dana di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu sudah tertera jelas? Berdasarkan hasil wawancara apakah penyajian laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia, disampaikan oleh Bendahara Masjid Baitu Izzah yaitu Bapak. H, Syamsul Nawawi, berdasarkan hasil wawancara. Bentuk laporan keuangan yang dibuat oleh bendahara merupakan bentuk pertanggungjawaban yang dibuat kepada masyarakat.

Pencatatan keuangan Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu dilakukan secara sederhana yaitu hanya pencatatan uang masuk dan keluar saja, sudah berlangsung lama dan menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan masjid telah dilakukan secara terbuka. dan faktanya. Laporan Keuangan Jumat II Masjid Raya Baitul Izzah Laporan Keuangan Kota Bengkulu Jumat 16/04/2021. Laporan Keuangan Jumat III Masjid Raya Baitul Izzah Laporan Keuangan Kota Bengkulu Jumat 23/04/2021.

Laporan Keuangan Jumat Keempat Masjid Raya Baitul Izzah Laporan Keuangan Kota Bengkulu, Jumat 30/04/2021 Pencatatan kekayaan sumber daya yang ada di masjid dilakukan dengan cara mengelompokkan sumber daya yang ada menurut tempat penempatannya.

Pembahasan

Dana yang diperoleh harus dikelola dengan baik dan salah satu penyaluran dananya melalui program yang ada di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu. Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu tidak hanya sebatas menyajikan laporan dan menempelkannya di papan. Pengurus Masjid Baitul Izzah Bengkulu Memberikan informasi dan menjamin kemudahan memperoleh informasi mengenai kegiatan yang dilakukan masjid.

Informasi pengelolaan Masjid Baitul Izzah Bengkulu harus diungkapkan secara lengkap yang meliputi visi, misi, kondisi keuangan, susunan pengurus, bentuk perencanaan dan hasil kegiatan kepada masyarakat dan donatur. Pengurus Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu menyediakan media untuk menyampaikan posisi pengelolaan keuangan dan kinerja atau kegiatan yang dilakukan di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu. Laporan keuangan Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu disajikan dengan sangat sederhana yaitu hanya sebatas penerimaan dan pengeluaran kas, dan laporan keuangan ini lebih berorientasi pada arus kas.

Dari sini terlihat bahwa pada bulan tersebut Masjid Baitul Izzah Bengkulu mengalami perubahan jumlah saldo pada laporan kegiatan yang ada. Dalam rekaman Masjid Agung Baitul Izzah Bengkulu. Dengan menggunakan basis kas dalam dasar pencatatannya, maka pencatatan pembukuan dilakukan oleh bendahara sebagai berikut: Masjid Raya H. Baitul Izzah Bengkulu masih menggunakan laporan sederhana sebatas pemasukan dan pengeluaran karena menurut mereka yang terpenting adalah keuangan sederhana, tapi itu bisa dihitung.

Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu sendiri menerima dana sumbangan dari masyarakat berupa zakat, wakaf, infaq, sedekah, infak. Tesis saya yang berjudul “Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Pada Masjid Baitul Izzah Kota Bekulu”.

PENUTUP

Saran-Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, penulis berpesan kepada pihak Masjid Baitul Izzah Bengkulu agar para pengurus hendaknya mengikuti pelatihan pengelolaan atau pelaporan keuangan yang konsisten dan benar, karena dengan pelatihan ini para pengurus akan lebih mengerti dan memahami tentang pengelolaan keuangan dan melaporkan laporan keuangan yang sesuai, dan dengan demikian akan menjadikan sumber daya manusia di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu lebih berkompeten dalam hal pengelolaan atau penyusunan laporan keuangan. Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Masjid, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Skripsi, 2014 Eman Suherman, Pengelola Masjid, Bandung: Alfabeta, 2012. Akuntabilitas dan Transparansi Lembaga Amil Zakat (Studi pada Rumah Peduli Nurul Fikri Kota Palangka Raya), Tesis: IAIN Palangkaraya, 2017.

Oleh karena itu, saya mengharapkan kesediaan Anda untuk menjawab daftar wawancara ini dengan benar/sejalan dengan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan di Masjid Raya Baitul Izzah. Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dalam rangka penelitian yang berjudul ANALISIS TANGGUNG JAWAB DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA DI MASJID BAITUL IZZAH KOTA. Apakah dana masuk dan dana keluar dilakukan dalam suatu program, dengan program yang tertulis dalam dokumentasi.

Apakah seluruh program dana masuk dan keluar tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan, apa saja contoh program tersebut? Apakah setiap program yang ada konsisten dengan tujuan, fungsi, dan melalui komunikasi dengan masyarakat dan penyelenggara lainnya? Apakah terdapat sistem informasi dan monitoring dana masuk dan keluar Masjid Baitul Izzah Kota Bengkulu.

Apakah informasi yang diberikan kepada masyarakat mudah dipahami dan dipahami mengenai pengelolaan aset yang ada? Apakah terdapat laporan rutin aliran dana masuk dan keluar yang dibuat secara berkala, laporan apa saja yang ada dan bagaimana laporan tersebut dilaporkan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana efektifitas, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana bantuan operasional sekolah

Tugas akhir dengan j udul “ Analisis Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Dana Desa Di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang ’’ Adalah hasil karya saya, dalam naskah

Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik, dapat diambil beberapa kesimpulan

Pengolahan data dilakukan secara deskriptif.Hasil penelitian Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Pendidikan SMK Muhammadiyah Prambanan menunjukan bahwa :

1) Akuntabilitas hukum dan peraturan, yaitu akuntabilitas yang terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yanjg diisyaratkan dalam penggunaan

Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Slamet bendahara Masjid Al-Amin Sukoharjo sebagai beriku: “masjid ini memang tidak melakukan pembukuan keuangan secara rutin karena semua

Dalam penelitian ini data primer yaitu melalui wawancara langsung kepada pengurus/ pengelola lembaga keuangan atau yang biasa disebut dengan ta'mir masjid dan juga bendhara masjid dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid Raya Al-Aqsha Merauke Berdasarkan Psak