Analisis Angka Harapan Hidup di Jawa Timur Statistik Deskriptif
Rifan Adhia Pasona / E3121147
Berdasarkan Tabel 1. Periode tahun 2010 sampai 2015 negara Jepang menduduki peringkat pertama pada angka harapan hidup dengan umur masa hidup masyarakatnya 83,5 tahun . Angka ini diperoleh dengan perbandingan negara maju dengan negara berkembang. Kemudian peringkat terakhir angka harapan hidup terendah adalah negara Nigeria dengan umur rata-rata masa hidup masyarakatnya adalah 52,3 tahun. Hal ini dapat dilihat dari kondisi masalah sosial, ekonomi, dan politik Nigeria yang sulit ditangani oleh Pemerintahnya, jauh berbeda dengan Pemerintahan Jepang yang tanggap dan sigap dalam menangani permasalahan tersebut.
Kemudian Tabel 1 dapat dirubah ke dalam grafik Histogram dikarenakan selisih antara tiap data tidak terlalu jauh dan tidak terlalu berdekatan juga.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
70.1 66.3 52.3
68.674.982.282.4 83.5 83.3 82.3
ANGKA HARAPAN HIDUP (TAHUN)
Berdasarkan Tabel 2. Perkembangan Capaian Angka Harapan Hidup di Jawa Timur dalam tahun 2010-2014. Dapat dilihat dari tahun 2010-2014 belum ada yang mencapai target rencana strategi angka harapan hidup hanya pada tahun 2012 yang hampir mendekati target, sisanya memiliki selisih yang berdekatan yaitu pada tahun 2011, 2013, 2014. Melihat hal ini Pemprov Jawa Timur sudah berupaya melakukan perbaikan kuantitas dan kualitas Kesehatan serta peningkatan kondisi sosial masyarakatnya.
Kemudian Tabel 2 dapat dirubah ke dalam grafik Histogram dikarenakan selisih antara tiap data tidak terlalu jauh dan tidak terlalu berdekatan juga.
2010 2011 2012 2013 2014
68.5 69 69.5 70 70.5 71
Perkembangan Capaian Angka Harapan Hidup di Jawa Timur dalam tahun 2010-2014
TARGET RENSTRA CAPAIAN
Berdasarkan Tabel 3. Angka Harapan Hidup Provinsi Jawa Timur Berdasarkan Jenis Kelamin 2010-2014. Dapat dilihat rata rata masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki cenderung berdekatan dengan kematian / harapan hidupnya rendah dibandingkan masyarakat berjenis kelamin wanita.
Kemudian Tabel 3 tidak dapat dirubah ke dalam grafik Histogram dikarenakan selisih antara tiap data yang terlalu berdekatan dan dapat membingungkan para pembaca.