• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA PENELITIAN MELALUI OBSERVASI DALAM LAYANAN BK

N/A
N/A
Andri Setiawan

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS DATA PENELITIAN MELALUI OBSERVASI DALAM LAYANAN BK "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DATA PENELITIAN MELALUI OBSERVASI DALAM LAYANAN BK

Oleh:

RAUDATUL JANNAH NIM. 2130108077

Dosen Pengampuh

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS TARBIAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAHMUD YUNUS

BATUSANGKAR 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul "Analisis Data Penelitian melalui Observasi dalam Layanan BK".

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metode Penelitian Bimbingan dan Konseling. Makalah ini membahas tentang cara

menginput, menganalisis, dan menyimpulkan data observasi dalam layanan BK.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Batusangkar, 16 November 2023 Penulis

Raudatul Jannah

(3)

DAFTAR ISI COVER

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...1

C. Tujuan...1

D. Manfaat...2

BAB II PEMBAHASAN...3

A. Menginput Data Observasi...3

B. Menganalisis Data Observasi...5

C. Menyimpulkan Data Observasi...6

BAB III PENUTUP...9

Kesimpulan...9 DAFTAR PUSTAKA

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati fenomena yang terjadi secara

langsung di lapangan. Observasi dapat digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif maupun kualitatif. Dalam layanan bimbingan dan konseling (BK), observasi dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang perilaku, sikap, dan interaksi siswa di lingkungan sekolah.

Data observasi yang diperoleh perlu dianalisis untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Analisis data observasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada jenis data dan tujuan penelitian.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana cara menginput data observasi dalam layanan BK?

2. Bagaimana cara menganalisis data observasi dalam layanan BK?

3. Bagaimana cara menyimpulkan data observasi dalam layanan BK?

C. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan informasi tentang cara menginput, menganalisis, dan menyimpulkan data observasi dalam layanan BK.

D. Manfaat

(5)

Manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi peneliti, makalah ini dapat digunakan sebagai panduan dalam menginput, menganalisis, dan menyimpulkan data observasi dalam penelitian layanan BK.

2. Bagi konselor, makalah ini dapat digunakan sebagai referensi dalam menginput, menganalisis, dan menyimpulkan data observasi dalam layanan BK.

3. Bagi mahasiswa, makalah ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam penulisan tugas akhir atau skripsi.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Menginput Data Observasi

Data observasi dapat diinput ke dalam komputer atau catatan lapangan.

Jika data diinput ke dalam komputer, maka dapat menggunakan program pengolah kata atau spreadsheet. Data yang diinput ke dalam komputer dapat diolah lebih mudah dan cepat.

Menyatakan bahwa "data observasi dapat dicatat dalam bentuk catatan lapangan, foto, video, atau hasil rekaman audio." (Arikunto (2010, p. 285)).

Jika data dicatat di dalam catatan lapangan, maka harus ditulis dengan jelas dan rapi. Catatan lapangan harus berisi informasi yang lengkap, seperti waktu, tempat, peristiwa yang diamati, dan orang-orang yang terlibat.

Berikut adalah langkah-langkah menginput data observasi ke dalam komputer:

1. Buka program pengolah kata atau spreadsheet.

2. Buatlah tabel untuk memasukkan data observasi.

3. Masukkan data observasi ke dalam tabel.

4. Pastikan data observasi yang dimasukkan lengkap dan akurat.

Menginput data observasi adalah langkah kritis dalam memastikan keberhasilan analisis data dalam penelitian bimbingan konseling (BK). Proses ini melibatkan pengumpulan informasi secara sistematis dan terstruktur melalui pengamatan langsung pada perilaku, interaksi, atau situasi yang relevan dengan layanan BK. Berikut adalah rincian secara detail mengenai tahapan ini:

1. Penentuan Tujuan dan Variabel Observasi:

Sebelum memulai observasi, peneliti perlu menetapkan tujuan yang jelas dan variabel-variabel yang akan diamati. Misalnya, apakah tujuan observasi adalah untuk memahami tingkat partisipasi siswa dalam sesi konseling atau untuk mengamati respons emosional mereka terhadap topik tertentu.

(7)

2. Pengembangan Instrumen Observasi:

Instrumen observasi seperti formulir atau checklist perlu

dikembangkan untuk memandu pengumpulan data. Instrumen ini harus mencakup variabel-variabel yang telah ditetapkan sebelumnya dan memberikan panduan yang jelas kepada pengamat. Contoh variabel yang dapat dicakup meliputi ekspresi wajah, tingkat ketertarikan, atau respon verbal siswa.

3. Pelatihan Pengamat:

Penting untuk melibatkan pengamat yang kompeten dan terlatih.

Sebelum melakukan observasi, pengamat perlu menjalani pelatihan terkait instrumen observasi, memahami tujuan penelitian, dan menetapkan

kriteria yang konsisten untuk mengamati variabel tertentu. Hal ini membantu meminimalkan tingkat subjektivitas dalam pengumpulan data.

4. Pemilihan Waktu dan Tempat yang Tepat:

Peneliti perlu memilih waktu dan tempat yang sesuai untuk melakukan observasi. Misalnya, jika penelitian berkaitan dengan sesi konseling individu, peneliti harus memastikan kehadiran pengamat tidak mengganggu interaksi antara konselor dan siswa. Pemilihan waktu yang representatif dan situasional secara tepat akan meningkatkan validitas hasil observasi.

5. Pengumpulan Data:

Pengamat mengamati dan mencatat perilaku atau kejadian yang relevan sesuai dengan instrumen observasi. Penting untuk

mempertahankan objektivitas dan menghindari interpretasi berlebihan selama pengumpulan data. Dalam hal ini, ketelitian dan ketelitian dalam mencatat detail-detail penting sangat penting.

6. Dokumentasi Audiovisual (Opsional):

Untuk meningkatkan validitas dan mendukung interpretasi hasil observasi, penggunaan dokumentasi audiovisual dapat dipertimbangkan.

Pengambilan gambar atau perekaman audio dapat memberikan informasi tambahan yang mungkin terlewatkan selama pengamatan langsung.

(8)

7. Verifikasi Data:

Setelah sesi observasi selesai, penting untuk memverifikasi data yang telah dikumpulkan. Hal ini melibatkan peninjauan kembali catatan atau rekaman observasi untuk memastikan bahwa data telah dicatat dengan benar dan sesuai dengan variabel yang telah ditetapkan.

8. Konversi Data Kualitatif Menjadi Kuantitatif (Opsional):

Jika data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, peneliti dapat mempertimbangkan mengonversi data tersebut menjadi bentuk kuantitatif untuk mempermudah analisis. Ini dapat dilakukan melalui pemberian skor atau kategorisasi tertentu sesuai dengan pola yang diamati.

Proses menginput data observasi memerlukan perhatian terhadap detail dan ketelitian untuk memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan dapat digunakan secara efektif dalam analisis data selanjutnya. Menyatakan bahwa

"catatan lapangan harus dibuat secara rinci dan sistematis agar dapat dibaca kembali dengan mudah dan akurat." (Uno dan Hamzah (2011, p. 138)).

E. Menganalisis Data Observasi

Analisis data observasi dapat dilakukan dengan berbagai cara,

tergantung pada jenis data dan tujuan penelitian. Analisis data observasi dapat dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif.

1. Analisis Data Observasi Kualitatif

Analisis data observasi kualitatif dilakukan dengan cara

mendeskripsikan data secara mendalam dan menyeluruh. Data observasi dianalisis dengan cara mengkategorikan, mengelompokkan, dan membuat tema.

Menyatakan bahwa "analisis data kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada tujuan penelitian." Miles dan Huberman (1994, p. 10)

Menyatakan bahwa "analisis data kualitatif adalah proses yang kompleks dan rumit yang melibatkan berbagai langkah." Bogdan dan Biklen (2012, p. 247))

(9)

Berikut adalah langkah-langkah analisis data observasi kualitatif:

1) Membaca dan memahami data observasi.

2) Mendeskripsikan data observasi secara mendalam.

3) Mengkategorikan data observasi berdasarkan tema atau isu yang diangkat dalam penelitian.

4) Membuat tema dari data observasi yang telah dikategorikan.

2. Analisis Data Observasi Kuantitatif

Analisis data observasi kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung frekuensi atau persentase dari data yang diperoleh. Data observasi yang telah diinput ke dalam komputer kemudian diolah menggunakan program statistik.

Berikut adalah langkah-langkah analisis data observasi kuantitatif:

1) Menghitung frekuensi data observasi.

2) Menghitung persentase data observasi.

3) Menganalisis data observasi dengan berbagai cara, seperti analisis statistik inferensial dan statistik deskriptif.

F. Menyimpulkan Data Observasi

"Kesimpulan penelitian kualitatif harus didasarkan pada data yang telah dianalisis." (Sugiyono, 2017, p. 296)

"Kesimpulan penelitian kualitatif harus dapat menjawab rumusan masalah penelitian." (Arikunto, 2010, p. 292).

Setelah data observasi berhasil dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah menyimpulkan informasi yang relevan dan bermakna dari hasil observasi tersebut. Proses penyimpulan data adalah tahapan penting yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola, tren, dan implikasi dari data yang telah dikumpulkan. Berikut adalah rincian secara detail mengenai tahapan menyimpulkan data observasi:

(10)

1. Identifikasi Pola dan Tren:

Pertama-tama, peneliti perlu mengidentifikasi pola atau tren yang muncul dari data observasi. Ini melibatkan pencarian kesamaan atau perbedaan dalam perilaku, respons, atau interaksi antara individu atau kelompok yang diamati. Misalnya, apakah terdapat pola tertentu dalam cara siswa bereaksi terhadap topik tertentu?

2. Kategorisasi Data:

Data observasi dapat dikategorikan berdasarkan tema atau aspek tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Misalnya, data dapat dikategorikan menjadi tingkat partisipasi siswa, tingkat ketertarikan pada sesi konseling, atau respons emosional terhadap topik yang dibahas.

Kategorisasi ini membantu menyusun data secara terstruktur.

3. Analisis Frekuensi dan Persentase:

Penerapan analisis frekuensi dan persentase dapat memberikan gambaran yang jelas tentang distribusi data. Melalui analisis ini, peneliti dapat menentukan seberapa sering suatu perilaku atau pola tertentu muncul selama observasi. Contohnya, seberapa sering siswa menunjukkan

partisipasi aktif dalam sesi konseling?

4. Analisis Kualitatif:

Selain analisis kuantitatif, analisis kualitatif dapat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik unik atau konteks spesifik dari beberapa kasus observasi. Pemahaman mendalam tentang konteks dan nuansa dapat memberikan wawasan yang lebih kaya dan mendalam.

5. Korelasi antara Variabel:

Jika ada lebih dari satu variabel yang diamati, peneliti dapat menjalankan analisis korelasi untuk menentukan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Misalnya, apakah terdapat korelasi antara tingkat partisipasi siswa dan peningkatan prestasi akademis mereka?

6. Penyusunan Temuan Utama:

Berdasarkan hasil analisis, peneliti dapat menyusun temuan utama yang mencerminkan kesimpulan dari data observasi. Temuan ini

(11)

seharusnya mencakup informasi yang relevan dengan pertanyaan penelitian dan tujuan observasi.

7. Identifikasi Implikasi dan Rekomendasi:

Kesimpulan harus diikuti dengan identifikasi implikasi dari temuan tersebut. Bagaimana data observasi dapat diaplikasikan dalam konteks layanan BK? Apakah ada rekomendasi tertentu untuk perbaikan atau pengembangan lebih lanjut dalam program BK?

8. Validasi Kesimpulan:

Sebelum menyajikan kesimpulan, peneliti perlu memvalidasi hasil analisis dengan melibatkan anggota tim riset atau pihak yang terlibat dalam layanan BK. Diskusi dan pembandingan hasil dengan pemahaman kolektif dapat meningkatkan validitas dan reliabilitas kesimpulan.

Proses menyimpulkan data observasi adalah langkah krusial dalam mengartikan makna dari informasi yang telah dikumpulkan, dan hasilnya dapat menjadi landasan untuk pengembangan program, intervensi, atau penelitian lanjutan dalam konteks layanan bimbingan konseling.

(12)

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Analisis data observasi merupakan salah satu langkah penting dalam penelitian. Analisis data observasi dilakukan untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Analisis data observasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada jenis data dan tujuan penelitian. Analisis data observasi kualitatif dilakukan dengan cara mendeskripsikan data secara mendalam dan menyeluruh. Analisis data observasi kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung frekuensi atau persentase dari data yang diperoleh.

Setelah data observasi dianalisis, maka perlu disimpulkan. Kesimpulan data observasi merupakan hasil dari analisis data observasi.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2012). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Boston: Pearson.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Uno, H. B., & Hamzah, A. (2011). Model penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Jakarta: Bumi Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

Pemahaman yang baik akan membantu dalam memberikan layanan kepada siswa, sehingga tujuan dan fungsi dari setiap layanan akan tercapai dengan maksimal.. Guru BK juga harus

faktor yang terdapat dari luar diri individu yang mempengaruhi tinggi rendahnya keterampilan guru BK melalui layanan informasi maka dari hasil penelitian tersebut

Kendala yang dihadapi Guru BK dalam pelaksanaan layanan informasi tentang bimbingan karir ditinjau dari tahap pelaksanaanya adalah Guru BK memberikan materi dengan

Dilihat dari media audio dapat dikethui bahwa ada 54 orang peserta didik merasa Guru BK kurang baik dalam memberikan layanan informasi dengan menggunakan media

Berdasarkan hasil pengolahan data tentang mempengaruhi pelaksanaan layanan informasi dalam merubah perilaku moral peserta didik oleh guru BK terkait perencanaan

“Upaya yang ibu lakukan selaku guru bk dalam mengatasi konflik pertemanan siswa disini adalah dengan cara melaksanakan layanan mediasi, dan setelah layanan mediasi

Tujuan hasil penulisan makalah ini adalah untuk menganalisis hal apa saja yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan teknologi informasi dalam suatu service office

Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan, maka bisa diketahui bahwa pelaksanaan layanan informasi dengan menggunakan media powerpoint oleh Guru BK