Atik Ilaina Sanjaya, 2022: Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VIIIA pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) Ditinjau dari Minat Belajar di MTs. 1Tri Roro Suprihatin, Rippi Maya & Eka Senjawati, “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP pada Materi Segitiga Dan Segiempat”. 8Tri Roro Suprihatin, Rippi Maya & Eka Senjawati, “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP pada Materi Segitiga Dan Segiempat”.
15Hariawan Estu Aziz, & Nita Hidayati, “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Pada Materi Aritmatika Sosial”.
Fokus Penelitian
Wahid Hasyim yang dilaksanakan pada tanggal 25 desember 2021 menyatakan bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika tergantung pada kemampuan penalaran yang dimiliki. Siswa di kelas VIII A rata-rata memiliki kemampuan penalaran yang tinggi sehingga minat belajarnya juga tinggi. Namun ada juga siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah tetapi memiliki minat belajar yang tinggi.18 Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul ”Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VIII A Pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) Ditinjau Dari Minat Belajar di MTs.
Bagaimana kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII A yang minat belajarnya rendah pada materi SPLDV di MTs.
Tujuan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai bekal pengetahuan dalam melatih kemampuan menalar pada materi sistem persamaan linier dua varibael sehingga dapat menambah daya serap terhadap pembelajaran yang dihadapinya dan terbiasa menggunakan kemampuan menalar untuk menyelesaikan permasalahan. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai evaluasi dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, sejauh mana kemampuan penalaran peserta didiknya sehingga dapat dijadikan acuan untuk pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan wawasan pengetahuan tentang penulisan karya tulis ilmiah sebagai bekal bagi peneliti ketika mengadakan penelitian di kemudian hari.
Selain itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemahaman peneliti terhadap kemampuan penalaran matematis siswa yang ditinjau dari minat belajar.
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
19Hariawan Estu Aziz dan Nita Hidayati, “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Pada Materi Aritmatika Sosial”. 22Alifa Muhandis Sholiha Afif, “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Dalam Problem Based Learning (PBL)”, (Skripsi, Universitas Negeri Semarang, 2016). Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa SMK Dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Untuk.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Dalam Problem Based Learning (PBL) .. sama meneliti kemampuan penalaran matematis.
Kajian Teori
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran adalah kemampuan siswa dalam menghubungkan fakta-fakta tertentu dari sumber-sumber yang relevan sehingga dapat digunakan untuk memperoleh kesimpulan yang baru menggunakan argumen yang valid. 29Aji Wibowo, “Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dan Saintifik Terhadap Prestasi Belajar, Kemampuan Penalaran Matematis dan Minat Belajar”. Padahal kemampuan penalaran merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika yaitu untuk melatih siswa menggunakan nalar mereka dalam menarik kesimpulan, mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, mengkomunikasikan gagasan-gagasan melalui gambar, tulisan, grafik, dan lain sebagainya.
Kemampuan penalaran dapat menunjang siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika yang berkaitan dengan konsep yang telah dipelajari, misalnya dapat menyimpulkan dan membuktikan suatu pernyataan atau membangun gagasan baru.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subjek Penelitian
Peneliti memberikan angket minat belajar kepada siswa kelas VIII A untuk mengetahui tingkat minat belajar matematika yang akan dijadikan subjek penelitian. Setelah didapat subjek dengan minat belajar yang tinggi, minat belajar yang sedang dan minat belajar yang rendah kemudian dipilih masing- masing 2 subjek untuk setiap tingkatan minat belajar.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk memperoleh data mengenai minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika kelas VIII A di MTs. Tes tersebut disusun sedemikian rupa agar dapat menunjukkan kemampuan penalaran matematis siswa sesuai dengan indikator kemampuan penalaran matematis dalam penelitian ini. Enam subyek tersebut terdiri dari dua subyek yang memiliki minat belajar tinggi, dua subyek dengan minat belajar sedang dan dua subjek dengan minat belajar rendah.
47Suci Hidayati, “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Dan Minat Belajar Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Banyubiru tahun Pelajaran Skripsi, IAIN Salatiga, 2020).
Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Jenis wawancara ini termasuk kategori in-depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas namun tidak lepas dari pedoman wawancara yang ada. Berikutnya adalah membandingkan nilai dan dengan kriteria apabila berarti bahwa instrumen memenuhi kriteria kevalidan, jika sebaliknya maka instrumen tidak memenuhi kriteria kevalidan. Tes kemampuan penalaran matematis yang terdiri dari 5 item diberikan kepada 27 siswa dianalisis menggunakan SPSS versi 16.0 di peroleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar.
Analisis Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi hasil dari angket minat belajar, hasil dari tes kemampuan penalaran matematis, hasil dari wawancara, dan hasil dari observasi. Proses selecting dalam penelitian ini adalah dengan memilih data yang penting dari sekian banyak data yang diperoleh tentang kemampuan penalaran matematis yang ditinjau dari minat belajar siswa. Data dalam penelitian ini disederhanakan dengan cara mengklasifikasikan dan mengidentifikasi mengenai jawaban subyek berdasarkan minat belajar.
Penyajian data dalam penelitian ini dengan cara menampilkan data hasil tes kemampuan penalaran masing-masing subyek yang didukung dengan hasil wawancara dan hasil observasi.
Keabsahan Data
Kesimpulan didasarkan pada data yang telah diperoleh dilapangan, baik dari hasil pekerjaan tertulis maupun hasil lisan seperti hasil angket minat belajar, hasil tes kemampuan penalaran sesuai indikator, hasil dari observasi dan hasil wawancara.
Tahap-tahap Penelitian
6 subjek tersebut terdiri dari 2 subjek dengan minat belajar tinggi, 2 subjek dengan minat belajar sedang, dan 2 subjek dengan minat belajar rendah. Wawancara dilakukan untuk mengetahui informasi lebih mendalam dari kegiatan kemampuan penalaran matematis pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Seiring dengan pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa hati para tokoh desa Jatisari merasa tersentuh untuk ikut serta dalam mencerdaskan bangsa, maka muncullah sebuah cita-cita untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan setingkat SLTP yang berbasis islam.
Melihat keadaan yang demikian, para tokoh dan masyarakat Desa Jatisari mengadakan musyawarah untuk mewujudkan cita-citanya itu.
Penyajian Data dan Analisis
Subjek KT dan subjek MA mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dengan menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan dalam soal sebagai langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan, yaitu persamaan 1: 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp. Dari hasil tes kemampuan penalaran di atas terlihat bahwa subjek KT dan MA menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dalam soal dengan benar, tetapi ketika wawancara subjek KT dan. Selanjutnya, subjek KT dan subjek MA memperkirakan jawaban dengan memisalkan minyak dan gula sebagai suatu variabel x dan y yang akan dicari hasilnya, dimana x adalah minyak dan y adalah gula.
Pada tahap menarik kesimpulan subjek KT dan MA dapat menyebutkan solusi dari yang sudah diperoleh, bahwa solusi untuk soal nomor 1 adalah Dina harus membayarkan sebesar Rp. Sedangkan subjek KT tidak menyajikan pernyataan matematika pada lembar jawaban, berbeda pada saat wawancara subjek KT dapat menyebutkan apa saja informasi yang ada pada soal. Dari hasil tes kemampuan penalaran yang ada pada gambar di atas maupun hasil wawancara dengan subjek, kedua subjek ini memenuhi indikator mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis walaupun subjek KT tidak menuliskan pada lembar jawaban.
Terlihat dari gambar di atas bahwa kedua subjek yaitu subjek KT dan subjek MA menggunakan variabel yang sama untuk mengganti kotak buku dan kotak pensil. Hasil Tes Subjek KT (kiri) dan Subjek MA (kanan) Subjek KT menghilangkan variabel x dengan menyamakan koefisien pada variabel x. Subjek KT mengalikan 2 pada persamaan 1 dan mengalikan 3 pada persamaan 2, diperoleh hasil dari perkalian tadi yaitu.
Dari uraian di atas terlihat bahwa subjek KT dan subjek MA yang mampu membuat alasan/bukti yang ia gunakan untuk menentukan solusi dengan baik dan benar. Dari jawaban di atas, diketahui bahwa kesimpulan yang ditunjukkan oleh subjek KT dan subjek MA sudah tepat. Pada soal nomor 3, subjek KT menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan dalam soal yaitu 14 keping uang logam, jumlah uang logam adalah 12.000 dan yang ditanyakan adalah berapa banyak masing-masing uang logam lima ratus rupiah dan uang logam.
Dari jawaban di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa subjek KT memenuhi indikator mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis.
Pembahasan Temuan
Selain itu, subjek minat belajar sedang juga masih bingung ketika menyimpulkan solusi yang telah diperoleh. Subjek dengan minat belajar sedang yaitu subjek CF dan subjek AA sudah mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dengan benar. Subjek dengan minat belajar rendah yaitu subjek DR dan IA pada soal pertama mampu memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis.
Untuk mendapatkan kemampuan penalaran matematis yang baik, maka siswa perlu mempunyai sikap yang mendukung untuk meningkatkan kemampuan tersebut yaitu minat belajar. Sejalan dengan itu, Guilford menyatakan bahwa minat belajar adalah dorongan-dorongan dari dalam diri peserta didik secara psikis dalam mempelajari sesuatu dengan penuh kesadaran, ketenangan dan kedisiplinan sehingga menyebabkan individu secara aktif dan senang untuk melakukannya. Karena siswa dengan minat belajar yang tinggi akan memaksimalkan perhatiannya ketika proses pembelajaran berlangsung sehingga memperoleh oleh hasil yang baik.
Secara keseluruhan hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Winda Awaliyah dan Aflich Yusnita Fitriana yang menyatakan bahwa semakin tinggi minat belajar seseorang maka akan semakin tinggi pula kemampuan penalaran matematik yang dimiliki. Selain itu penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Gida Kadarisma, Tina Rosyana, dan Adi Nurjaman yang menjelaskan bahwa kemampuan penalaran matematika dipengaruhi oleh minat belajar siswa dalam matematika, begitupun sebaliknya minat belajar seseorang dapat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan dianalisis tentang kemampuan penalaran metamatis siswa kelas VIII a ditinjau dari minat belajar di MTs.
Siswa dengan minat belajar sedang mampu memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis tetapi ada satu indikator yang tidak terpenuhi yaitu pada menarik kesimpulan dari solusi yang diperoleh. Siswa dengan minat belajar rendah mampu pada indikator menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dan mampu memperkirakan jawaban.
Saran
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Dan Minat Belajar Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Banyubiru tahun Pelajaran 2019/2020”. Kadarisma, Gida., Rosyana, Tina., & Nurjannah, Adi., “Pengaruh Minat Belajar Matematika Terhadap Kemampuan Penalaran Matematik Siswa SMP”, Jurnal BSIS, no. Dampak Strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transfering (REACT) Pada Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Minat Belajar”.
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Perhatian Orang Tua, dan Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMK Kesehatan Di Kota Tangerang”. Pengaruh Minat Belajar Siswa Dan Persepsi Atas Upaya Guru Dalam Memotivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Bahasa. Analisis Minat Belajar Siswa Menggunakan Model Problem Based Learning Dengan Pendekatan STEM Pada Materi Vektor Di Kelas X Mipa 3 SMAN 2 Jember”.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Pada Pokok Bahasan Perbandingan Trigonometri Kelas X Teknik Manajemen Dan Perawatan Otomotif Di SMK Negeri 2 Depok Tahun Ajaran 2020/2021”. Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa SMK Dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Untuk Materi Progrsm Linier”. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dan Saintifik Terhadap Prestasi Belajar, Kemampuan Penalaran Matematis dan Minat Belajar”.
Yunitasari, R., & Hanifah, U., “Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Masa COVID-19”, Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, no. 112 Lampiran 1: Matrik Penelitian MATRIK PENELITIAN Judul VariabelIndikatorSumber DataMetode PenelitianFokus Pe Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VIII A pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) Ditinjau dari Minat Belajar Di MTs.
Identitas
Identitas
Permasalahannya mencari uang kembalian yang diterima Andi dalam membeli 2 kotak buku dan dua kotak pensil.