• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data dan Analisis

Dalam dokumen analisis kemampuan penalaran matematis siswa (Halaman 64-114)

2) Mengupayakan dan mengembangkan kegiatan proses belajar mengajar yang berkualitas.

3) Meningkatkan pelaksanaan bimbingan konseling secara rutin 4) Meningkatkan kedisiplinan, keterampilan dan bakat siswa melalui

kegiatan intra dan ekstra kulikuler sebagai bekal hidup di hari kedepan

5) Mengembangkan kecakapan hidup (life skill) yang bersandar pada akhlakul karimah ahlussunnah wal jama’ah.

6) Optimalisasi program kelas unggulan.

4. Tujuan Madrasah

Ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara serta agama dengan bekal IMTAQ dan IPTEK.

MTs. Wahid Hasyim memiliki 9 ruang kelas dengan rincian mulai dari kelas VII sampai kelas IX ada 3 kelas yang terdiri dari kelas a, kelas b dan kelas c.

melakukan wawancara kepada masing-masing subjek untuk memperoleh data tentang kemampuan penalaran matematis siswa. Berikut merupakan penyajian siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.

1. Soal nomor 1

Pada hari minggu Dina dan Dea pergi ke minimarket. Di minimarket tersebut Dina membeli 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp 58.000,00. Sedangkan Dea membayar Rp 88.000,00 untuk membeli 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula. Jika Dina ingin membeli 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula dengan merk yang sama di minimarket tersebut, berapakah uang yang harus dibayarkan Dina?

a. Deskripsi Data Subjek Minat Belajar Tinggi

1) Mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis

Subjek KT dan subjek MA mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dengan menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan dalam soal sebagai langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan, yaitu persamaan 1: 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp. 58.000, persamaan 2: 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula seharga Rp. 88.000. Yang ditanya adalah harga untuk 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula. Hal ini terlihat dari hasil tes tertulis seperti gambar berikut ini:

Gambar 4.1

Indikator Pertama subjek KT (atas) dan subjek MA (bawah)

Namun pada saat wawanacara, baik subjek KT maupun MA tidak bisa menyebutkan apa saja informasi yang terdapat dalam soal. Berikut merupakan penggalan data hasil wawancara subjek KT dan MA:

IKT001 : Siap ya... informasi apa yang samean peroleh dari soal nomor 1?

SKT001 : Permasalahannya mencari harga 1 kg minyak dan 1 kg gula.58

Senada dengan yang diungkapkan MA, sebagai berikut:

IMA002 : Oke, untuk soal nomor 1 yaa.

Permasalahan apa yang samean peroleh dari soal itu?

SMA002 : Permasahan di soal nomor 1 adalah berapakan uang yang harus dibayarkan Dina”59

Dari hasil tes kemampuan penalaran di atas terlihat bahwa subjek KT dan MA menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dalam soal dengan benar, tetapi ketika wawancara subjek KT dan

58 KT, diwawancarai oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

59 MA, diwawancarai oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

MA tidak menyebutkan apa yang diketahui secara lengkap hanya menyebutkan apa yang ditanyakan dalam soal.

2) Mampu memperkirakan jawaban

Selanjutnya, subjek KT dan subjek MA memperkirakan jawaban dengan memisalkan minyak dan gula sebagai suatu variabel x dan y yang akan dicari hasilnya, dimana x adalah minyak dan y adalah gula. Kemudian mengubah kalimat cerita ke dalam bentuk matematika yaitu dan .

Gambar 4.2

Indikator kedua KT (atas) dan Subjek MA (bawah) Dari gambar di atas terlihat bahwa subjek KT memisalkan x adalah minyak dan y adalah gula. Setelah itu, subjek membuat persamaan dari variabel-variabel yang sudah mereka buat. Hasil persamaan yang diperoleh subjek KT adalah persamaan 1:

, persamaan 2: . Ini menunjukkan bahwa subjek KT mampu membuat rencana penyelesaian dengan baik. Hal ini sesuai dengan penggalan wawancara berikut:

IKT002 : Setelah samean tau permasalahannya, gimana cara samean untuk mencari harga itu?

SKT002 : Emm... Harga 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula subtitusi. Eehh pertama di eliminasi terus di subtitusi ding mbak ehehe.

IKT003 : Apanya yang di eliminasi dik?

SKT003 : 3 kg minyak, 2 kg gula, 4 kg minyak, 4 kg gula. Pertama saya ubah dulu kata-kata itu jadi persamaan. Saya misalkan x adalah minyak dan y adalah gula. Terus jadinya Persamaan 1 adalah ribu, persamaan 2 adalah ribu, dan persamaan 3nya adalah .60

Subjek MA memisalkan x sebagai minyak goreng dan y sebagai gula dan selanjutnya membuat menjadi beberapa persamaan. Seperti diungkapkan pada penggalan wawancara berikut:

IMA003 : Setelah samean tau permasalahannya, bagaimana samean mengubah soal cerita itu ke dalam bentuk matematika?

SMA003 : Jadi saya memisalkan itu minyak dan adalah gula. 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp. 58.000,00 menjadi . Terus, 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula seharga Rp. 88.000,00 menjadi . 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula berapa harganya.61

3) Mampu menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis dan membuat analogi dan generalisasi

Pada tahap ini baik subjek MA menggunakan metode eliminasi dan subtitusi untuk mencari penyelesaian dari permasalahan tersebut. Hal ini dibuktikan pada kutipan wawancara yang dilakukan peneliti dengan seubjek MA berikut:

60 KT, diwawancarai oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

61 MA, diwawancari oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

IMA004 : Setelah samean ubah soal itu ke dalam bentuk matematika, cara apa yang samean gunakan untuk menetukan solusi dari soal itu?

SMA004 : Eliminasi dan subtitusi.62

Hal senada juga diungkapkan subjek KT pada saat wawancara dengan peneliti, yaitu sebagai berikut:

IKT004 : Emm.. iya. Lalu, metode apa yang samean gunakan untuk menentukan penyelesaian soal itu?

SKT004 : SPLDV, eliminasi dan subtitusi.63 4) Mampu menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi

Setelah soal cerita diubah ke dalam bentuk matematika, pada tahap selanjutnya subjek KT dan MA melakukan manipulasi matematika dengan menggunakan metode eliminasi dan subtitusi untuk mencari solusi permasalahan dari soal tersebut. Subjek KT dan MA menghilangkan varibel y untuk mendapat hasil variabel x dengan cara menyamakan koefisien varibel y pada persamaan 1 dan persamaan 2. Kemudian kedua persamaan tersebut dikurangi agar varibel y hilang dan didapatkan nilai untuk varibel x sebesar 14.000

Hal tersebut juga dilakukan oleh subjek MA, hanya subjek MA mengeliminasi y untuk mendapatkan nilai x. berikut penggalan wawancara peneliti dengan subjek MA:

62 MA, diwawancarai oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

63 KT, diwawancarai oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

SMA005 :Persamaan 1 , persamaan 2 , persamaan 3 nya adalah .

IMA006 : Trus diapain persamaan-persamaan itu?

SMA006 : Dikali. Yang atas dikali 2 yang bawah dikali 1. Jadinya, sama dengan . Yang bawah, sama dengan . Kemudian persamaan 1 dikurangi persamaan 2 menjadi . Jadinya sama dengan dibagi sama dengan . Nah, jadi . Karena nilai sudah diketahui, selanjutnya mensubtitusi ke persamaan 1. . . Jadi, , terus sama dengan Kemudian dibagi sama dengan . Jadi y nya adalah . Terus .64

Hasil wawancara di atas sesuai dengan hasil tes kemampuan penalaran subjek KT dan subjek MA pada gambar berikut:

Gambar 4.3 Hasil Tes Subjek KT

64 MA, diwawancari oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

Gambar 4.4 Hasil Tes Subjek MA

5) Mampu menarik kesimpulan dari solusi yang diperoleh

Pada tahap menarik kesimpulan subjek KT dan MA dapat menyebutkan solusi dari yang sudah diperoleh, bahwa solusi untuk soal nomor 1 adalah Dina harus membayarkan sebesar Rp.

22.000,00 untuk membeli 1 kilo minyak dan 1 kg gula. Hal ini sesuai dengan pernyataan subjek KT ketika wawancara, yaitu:

IKT009 :Jadi kesimpulannya gimana dari solusi yang sudah samean dapatkan?

SKT009 :Kesimpulannya adalah harga 1 kg minyak sebesar Rp. 14.000,00 dan harga 1 kg gula sebesar Rp. 8.000,00.65

Serupa dengan yang diungkapkan subjek MA pada saat wawancara dengan peneliti, yaitu

IMA009 :Jadi kesimpulannya gimana untuk soal nomor 1?

SMA009 :Harga 1 kg minyak adalah Rp. 14.000,00 sedangkan harga 1 kg gula adalah Rp.

8.000,00. Jadi uang yang harus dibayarkan Dina sebesar Rp. 22.000,00.66

65 KT, diwawancari oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

66 MA, diwawancari oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

Dari penggalan wawancara di atas terlihat bahwa kedua subjek minat belajar tinggi untuk soal nomor 1 dapat menentukan kesimpulan dari suatu masalah yang diperoleh dengan benar.

Berikut hasil kesimpulan subjek KT dan subjek MA:

Gambar 4.5

Indikator Kelima KT (kiri) dan Subjek MA (kanan) b. Deskripsi Data Subjek Minat Belajar Sedang

1) Mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis

Hal pertama yang dilakukan subjek CF dan subjek AA adalah menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dengan menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan dalam soal yaitu persamaan 1: 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp.

58.000, persamaan 2: 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula seharga Rp. 88.000. Yang ditanya adalah harga untuk 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula. Hal ini terlihat dari hasil tes tertulis seperti gambar berikut:

Gambar 4.6

Indikator Pertama CF (atas) dan Subjek AA (bawah)

Hasil tes tersebut juga sesuai dengan data yang diperoleh peneliti ketika wawancara dengan subjek CF, yaitu:

ICF001 : Informasi apa yang kamu peroleh dari soal nomor 1?

SCF001 : Dina membeli 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp 58.000,00. Sedangkan Dea membayar Rp 88.000,00 untuk membeli 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula.67

Dari hasil tes dan wawancara di atas, kedua subjek dapat menentukan persamaan-persamaan dari soal cerita dengan benar yaitu 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula harganya Rp. 58.000,000, 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula harganya Rp. 88.000. sedangkan untuk 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula yang akan dicari harganya.

2) Mampu memperkirakan jawaban

Pada tahap ini, subjek CF mengganti minyak goreng dan gula dengan variabel x dan y lalu dibuatlah menjadi persamaan- persamaan. Persamaan 1 . Persamaan 2 . Persamaan 3 .Sedangkan subjek AA tidak menjelaskan arti variabel x dan y pada hasil tes di lembar jawaban, tetapi langsung di tuliskan menjadi suatu persamaan- persamaan, persamaan 1: , persamaan 2:

67 CF, diwawancari oleh penulis, Jember, 12 April 2022.

, persamaan 3: . Berikut hasil tes subjek CF dan AA:

Gambar 4.7

Indikator Kedua CF (atas) dan Subjek AA (bawah) Dari gambar di atas sesuai dengan hasil wawancara peniliti dengan subjek CF yang menjelaskan bahwa subjek CF memisalkan x adalah minyak goreng dan y adalah gula. Berikut penggalan wawancara peneliti dengan subjek CF:

ICF004 :Hmm.. Tadi kan sudah disebutkan tuh informasinya, lalu bagaimana cara kamu mengubah soal cerita itu ke dalam bentuk matematika?

SCF004 : itu minyak, itu gula. Persamaan 1 . Persamaan 2 . Persamaan 3 .68

Berbeda dengan subjek AA, pada lembar jawaban subjek AA tidak menjelaskan x dan y pada persamaan yang dibuat tetapi pada proses wawancara subjek AA menjelaskan x dan y yang digunakan, bahwa x untuk minyak goreng dan y untuk gula dan selanjutnya dibuat persamaan. Berikut penggalan wawancara subjek AA:

68 CF, diwawancari oleh penulis, Jember, 12 April 2022.

IAA002 : Dari yang sudah kamu sebutkan tadi, bagaimana cara kamu mengubah soal cerita itu ke dalam bentuk matematika?

SAA002 : Dengan memisalkan sebagai minyak goreng dan sebagai gula.

IAA003 : Terus, gimana?

SAA003 : Jadi, persamaan 1 sama dengan . Persamaan 2 sama dengan . Persamaan 3 sama dengan titik-titik.69

3) Mampu menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis atau membuat analogi dan generalisasi

Pada langkah ini baik subjek subjek CF menggunakan metode eliminasi dan subtitusi untuk mencari penyelesaian dari permasalahan tersebut. Berikut kutipan wawancara peneliti dengan subjek:

ICF005 :Kamu pakai metode apa untuk menyelesaikan permasalahan pada soal ini?

SCF005 : Eliminasi dan subtitusi.70

Hal senada juga dilakukan subjek AA yang menggunakan pola dan hubungan untuk mencari penyelesaian permasalahan tersebut. Berikut penggalan wawancara peneliti dengan subjek AA:

IAA004 : Kamu pakai cara apa untuk menentukan penyelesaian permasalahan itu?

SAA004 : Pakai cara eliminasi dan subtitusi.71 4) Mampu menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi

Pada tahap selanjutnya, langkah awal subjek CF dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menggunakan

69 AA, diwawancari oleh penulis, Jember, 12 April 2022.

70 CF, diwawancari oleh penulis, Jember, 12 April 2022.

71 Ibid.

metode eliminasi. Subjek CF mengeliminasi persamaan 1 dan persamaan 2 yaitu , dengan menghilangkan variabel x yaitu subjek CF mengalikan 2 pada semua persamaan 1 dan mengalikan 1 pada semua persamaan 2 sehingga diperoleh hasil persamaan 1 adalah , persamaan 2 adalah . Dari hasil tersebut, lalu subjek CF mengurangi persamaan 1 dan persamaan 2 dan diperoleh hasil , , sehingga diperoleh . Setelah didapatkan nilai x, subjek CF mensubtitusi nilai tersebut pada persamaan 1 untuk mencari nilai y yaitu . , , , , maka diperoleh . Berikut hasil wawancara peneliti dengan subjek CF:

ICF006 :Coba jelaskan secara runtut langkah penyelesaian permasalahan soal ini?

SCF006 : terus terus dikali 2 untuk persamaan 1 dan dikali 1 untuk persamaan 2. Hasilnya , , terus dikurangi hasilnya , , . Kemudian di subtitusi ke persamaan 1, jadinya . . Jadi, , , dibagi sama dengan . Jadi . . 72

Berbeda dengan subjek AA yang menghilangkan variabel x terlebih dahulu untuk memperoleh nilai variabel y. Pada persamaan

72 CF, diwawancari oleh penulis, Jember, 12 April 2022.

1 subjek AA mengalikan dengan 4 dan pada persamaan 2 dikalikan dengan 3 sehingga diperoleh persamaan 1: , persamaan 2: lalu kedua persamaan tersebut dikurangi dan diperoleh hasil , maka , . Kemudian subjek AA mensubtitusi ke persamaan 1, sehingga diperoleh . Berikut penggalan wawancara subjek AA:

IAA007 : Bisa tolong dijelaskan secara runtut cara langkah kamu dalam memperoleh penyelesaian permasalahan pada soal itu?

SAA007 : Yang pertama cari apa yang diketahui dari soal tersebut dengan mengeliminasi persmaan 1 dan persamaan 2 yaitu , . Disini saya mau menghilangkan variabel nya.

Jadi, , . Setelah dikurangi menjadi , maka dibagi sama dengan . Selanjutnya kita subtitusi ke persamaan 1 yaitu . . Sama dengan . . . Jadi, dibagi sama dengan .73 Hal ini juga sesuai dengan hasil tes subjek CF dan MA.

Berikut hasil tes subjek CF dan MA:

73 AA, diwawancari oleh penulis, Jember, 12 April 2022.

Gambar 4.8 Hasil Tes Subjek CF

Gambar 4.9 Hasil Tes Subjek AA

Dari hasil wawancara dan tes di atas, kedua subjek minat belajar sedang yaitu subjek CF dan subjek AA mampu memperkirakan jawaban dari proses solusi dengan baik dan benar.

5) Mampu menarik kesimpulan dari solusi yang diperoleh

Tahap terakhir dari permasalahan ini adalah menentukan solusi dari permasalahan yang sudah diperoleh. Kedua subjek menyebutkan bahwa kesimpulan pada soal nomor 1 adalah harga 1 kg minyak adalah Rp. 14.000 dan harga 1 kg gula adalah Rp.

8.000, sehingga uang yang harus dibayarkan Dina sebesar Rp.

22.000. Kesimpulan dari kedua subjek adalah benar, ini berarti kedua subjek mampu menarik kesimpulan dari solusi yang

diperoleh dengan baik dan benar. Berikut hasil penyelesaian subjek CF dan Subjek AA:

Gambar 4.10

Indikator Kelima Subjek CF (atas) dan AA (bawah)

c. Deskripsi Data Subjek Minat Belajar Rendah

1) Mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis

Subjek DR dan Subjek IA mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dengan menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan dalam soal yaitu persamaan 1: 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp. 58.000, persamaan 2: 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula seharga Rp. 88.000. Yang ditanya adalah harga untuk 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula. Hal ini terlihat dari hasil tes tertulis seperti gambar berikut:

Gambar 4.11

Indikator Pertama DR (atas) dan Subjek IA (bawah)

Dari gambar diatas juga sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan subjek IA, yaitu sebagai berikut:

IIA001 :Permasalahan apa yang samean peroleh dari soal nomor 1?

SIA001 :Berapakah uang yang harus dibayarkan Dina

IIA002 : Ada informasi lain ndak?

SIA002 :Dina dan Dea pergi ke minimarket. Di minimarket tersebut Dina membeli 3 kg minyak goreng dan 2 kg gula seharga Rp 58.000,00. Sedangkan Dea membayar Rp 88.000,00 untuk membeli 4 kg minyak goreng dan 4 kg gula. Jika Dina ingin membeli 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula dengan merk yang sama di minimarket tersebut, berapakah uang yang harus dibayarkan Dina.74

Sedangkan subjek DR ketika wawancara hanya menyebutkan apa yang akan dicari yaitu harga untuk 1 kg minyak goreng dan 1 kg gula, tidak menyebutkan informasi apa saja yang terdapat pada soal, seperti pada penggalan wawancara berikut:

IDR002 :Oke, soal nomor 1 ya dek. Informasi apa yang kamu peroleh dari soal nomor satu?

SDR002 :Emm... informasinya uang yang harus dibayarkan Dina sebesar Rp. 22.000,00 IDR003 :Uang yang harus dibayarkan Dina sebesar

Rp. 22.000,00, apa Cuma itu saja dik?

SDR003 : (mengangguk)

IDR004 : Di soal nomor 1 itu ada masalah apa dik?

SDR004 :Masalah untuk mencari uang yang harus dibayar.75

Dari hasil tes kemampuan penalaran di atas terlihat bahwa subjek kedua subjek menuliskan yang diketahui dan ditanyakan

74 IA, diwawancari oleh penulis, Jember, 16 April 2022.

75 DR, diwawancari oleh penulis, Jember, 16 April 2022.

dalam soal dengan benar, tetapi ketika wawancara subjek DR tidak bisa menyebutkan apa yang diketahui secara lengkap hanya menyebutkan apa yang ditanyakan dalam soal. Berbeda dengan subjek AA pada hasil tes kemampuan penalaran dan wawancara dapat menuliskan atau menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal dengan benar.

2) Mampu memperkirakan jawaban

Setelah diperoleh apa saja yang diketahui, selanjutnya memperkirakan jawaban yaitu mengubah soal cerita ke dalam bentuk matematika yaitu mengganti dengan suatu variabel. Berikut kutipan jawaban subjek DR dan IA:

Gambar 4.12

Indikator Kedua DR (atas) dan IA (bawah)

Dari gambar di atas terlihat bahwa subjek DR dan IA memperkirakan jawaban dengan memisalkan minyak dan gula sebagai suatu variabel x dan y yang akan dicari hasilnya, dimana x adalah minyak dan y adalah gula. Kemudian mengubah kalimat cerita ke dalam bentuk matematika yaitu dan . Selanjutnya, kedua subjek membuat persamaan dari variabel-variabel yang sudah mereka buat. Diperoleh suatu

persamaan , dan persamaan yang terakhir adalah . Senada dengan kutipan wawancara peneliti dengan subjek IA sebagai berikut:

IIA003 :Nah, itu kan dalam bentuk kalimat yaa informasinya. Lalu, gimana cara kamu mengubah kalimat itu ke dalam bentuk matematika?

SIA003 :Saya misalkan adalah minyak goreng dan adalah gula.

IIA004 :Itu tadi kan ada beberapa informasi ya, jadinya gimana kalo di ubah ke bentuk matematika?

SIA004 :Persamaan 1: ribu, persamaan 2: ribu, persamaan 3: .76

3) Mampu menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis atau membuat analogi dan generalisasi

Pada langkah ini baik subjek subjek IA menggunakan metode eliminasi dan subtitusi untuk mencari penyelesaian dari permasalahan tersebut. Berikut kutipan wawancara peneliti dengan subjek:

IIA005 :Kamu pake cara apa untuk menentukan solusi permasalahan tersebut?

SIA005 : Eliminasi dan subtitusi.77

Hal senada juga dilakukan subjek DR yaitu menggunakan metode eliminasi dan subtitusi untuk menyelesaikan permasalahan soal tersebut. Berikut penggalan wawancara peneliti dengan subjek DR:

76 IA, diwawancari oleh penulis, Jember, 16 April 2022.

77 Ibid

IDR006 : Berarti sudah tau ya bentuk persamaannya.

Setelah samean tau bentuk persamaannya, samean pakai metode apa untuk mencari penyelesaian soal itu?

SDR006 : Saya eliminasi persamaan 1 dan persamaan 2 nya mbak

IDR007 : Hanya eliminasi aja?

SDR007 : Setelah di eliminasi, saya subtitusi persamaannya mbak.78

4) Mampu menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi

Selanjutnya kedua subjek menyusun alasan/bukti untuk memperoleh penyelesaian peermasalahan tersebut. Berikut hasil tes subjek DR dan IA:

Gambar 4.13

Hasil Tes Subjek DR (kiri) dan IA (kanan)

Subjek DR dan subjek IA mengeliminasi variabel y untuk mendapaatkan nilai variabel x. Tetapi subjek kedua subjek salah dalam menuliskan hsil akhir dari proses eliminasi tersebut. Hasil eliminasi tersebut harusnya mendapatkan nilai variabel x tetapi malah mendapatkan hasil variael y, padahal sebelumnya subjek

78 DR, diwawancari oleh penulis, Jember, 16 April 2022.

kedua subjek mengeliminasi variabel y, yang artinya y pada persamaan yang sudah dibuat menjadi nol. Pada tahap subtitusi subjek juga salah dalam mengoperasikan persamaan tersebut.

Subjek mensubtitusi hasil dari eliminasi yang sudah dilakukan pada persamaan pertama. Persamaan pertama berbentuk , pada langkah selanjutnya subjek IA menuliskan dan diperoleh hasil . Ini menunjukkan bahwa subjek belum mampu menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis atau membuat analogi dan generalisasi serta mampu menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi. Berikut kutipan wawancara peneliti dengan subjek IA:

IIA006 :Tolong jelaskan secara runtut langkah- langkah penyelesaian soal itu dek. Cara kamu memperoleh jawaban itu, kamu apain aja itu.

Coba dijelaskan.

SIA006 : dan . Saya eliminasi persamaan 1 dan persamaan 2, persamaan 1 dikali 2 sama dengan trus yang ke-2 dikali 1 sama dengan . Terus , . Jadi diperoleh , jadinya dibagi sama dengan . Terus di subtitusi ke persamaan 1. . . Sama dengan . Jadinya, , , maka dibagi sama dengan . adalah .79

79 IA, diwawancari oleh penulis, Jember, 16 April 2022.

5) Mampu menarik kesimpulan dari solusi yang diperoleh

Pada tahap menarik kesimpulan subjek DR dan IA dapat menyebutkan solusi dari yang sudah diperoleh, bahwa solusi untuk soal nomor 1 adalah Dina harus membayarkan sebesar Rp.

22.000,00 untuk membeli 1 kilo minyak dan 1 kg gula. Hal ini sesuai dengan pernyataan subjek DR ketika wawancara dan hasil tes kemampuan penalaran matematis, sebagai berikut:

IDR016 : Jadi kesimpulannya gimana dari proses tadi yang sudah samean lakukan untuk soal nomor 1?

SDR016 :Bisa mengetahui hasil yang harus dibayarkan yaitu Rp. 22.000,00.80

Gambar 4.14

Indikator Kelima Subjek DR (atas) dan IA (bawah) Berdasarkan hasil tes dan wawancara di atas, kedua subjek memenuhi indikator menarik kesimpulan yang logis dari solusi yang telah diperoleh.

2. Soal nomor 2

Seorang pedagang grosir menjual 3 kotak buku dan 5 kotak pensil dengan harga Rp. 200.000,00. Pak Mahmud membeli 2 kotak buku dan 3 kotak pensil dengan harga Rp. 130.000,00 untuk dijual kembali di tokonya. Jika

80 MA, diwawancari oleh penulis, Jember, 09 April 2022.

Dalam dokumen analisis kemampuan penalaran matematis siswa (Halaman 64-114)

Dokumen terkait