Pembahasan temuan adalah gagasan oleh peneliti, keterkatitan antara kategori-kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan dengan temuan-temuan sebelumnya, serta penafsiran dan penjelasan dari temuan yang diungkap peneliti dari hasil yang diperoleh dari lapangan.108
Kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII A pada materi sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) ditinjau dari minat belajar
Berdasarkan hasil temuan yang peneliti peroleh dari lapangan, ke enam subjek memiliki kemampuan matematis yang berbeda. Pada subjek dengan minat belajar tinggi keduanya mampu menuliskan apa yang diketahui dan
108 Tim Penyusun, “Pedoman Karya Tulis Ilmiah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad
Siddiq Jember”, (Jember:UIN KHAS Jember), 94.
ditanyakan pada soal. Kedua subjek juga memenuhi indikator mampu menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis atau membuat analogi dan generalisasi. Pada tahap ini, kedua subjek menggunakan rencara pengerjaan yang relevan dengan permasalahan yang akan dicari solusinya sehingga menghasilkan solusi yang benar walaupun terkadang masih ada kesalahan pada proses manipulasi matematika. Kemudian kedua subjek menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi dengan menjelaskan secara runtut bagaimana kedua subjek memperoleh solusi dari permasalahan yang telah di dapatkan. Lalu kedua subjek menarik kesimpulan yang logis dari solusi yang telah diperoleh dengan baik dan benar dengan memeriksa kembali jawaban dari yang telah dikerjakannya. Namun pada soal terakhir subjek MA tidak mengerjakan penyelesaian tersebut. Tetapi secara keseluruhan kedua subjek memiliki kemampuan penalaran yang baik.
Subjek dengan minat belajar sedang yaitu subjek CF dan subjek AA sudah mampu menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dengan benar. Pada tahap ini, kedua subjek mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal. Hal ini menunjukkan bahwa subjek CF dan subjek AA memenuhi indikator tersebut. Pada indikator memperkirakan jawaban keduanya menggunakan rencana penyelesaian yang digunakan untuk menentukan solusi pada soal dengan benar. Selanjutnya yaitu menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis atau membuat analogi dan generalisasi serta menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi subjek AA mampu pada indikator tersebut. Subjek AA menggunakan rencana pengerjaan dengan
benar dan juga menggunakan konsep yang sesuai untuk menentukan solusi pada soal. Subjek AA menggunakan metode yang benar untuk menyelesaikan permasalahan pada soal dengan tepat, sehingga mendapatkan hasil yang benar dan juga dapat menyimpulkan solusi dengan benar. Sedangkan subjek CF belum terlalu memahami untuk menyelesaikan permasalahan pada soal. Hal ini menunjukkan bahwa subjek CF belum mampu pada indikator menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis atau membuat analogi dan generalisasi serta menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi.
Subjek dengan minat belajar rendah yaitu subjek DR dan IA pada soal pertama mampu memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis.
Sedangkan pada soal kedua dan ketiga, kedua subjek mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal. Kemudian pada tahap memperkirakan jawaban, mereka juga mampu mengatur rencana yang akan di gunakan untuk proses selanjutnya. Tetapi pada saat menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis atau membuat analogi dan generalisasi serta menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi kedua subjek masih kesulitan. Mereka belum memahami bagaimana cara untuk menggunakan metode yang digunakan untuk mencari solusi dari permasalahan spldv. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran subjek dengan minat belajar rendah terbilang cukup rendah.
Depdiknas menyatakan bahwa penalaran matematika dan materi matematika merupakan dua hal yang saling berkaitan dan juga tidak dapat dipisahkan karena materi matematika dipahami dan dilatihkan melalui belajar
matematika. Untuk mendapatkan kemampuan penalaran matematis yang baik, maka siswa perlu mempunyai sikap yang mendukung untuk meningkatkan kemampuan tersebut yaitu minat belajar. Menurut Slameto minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Sejalan dengan itu, Guilford menyatakan bahwa minat belajar adalah dorongan-dorongan dari dalam diri peserta didik secara psikis dalam mempelajari sesuatu dengan penuh kesadaran, ketenangan dan kedisiplinan sehingga menyebabkan individu secara aktif dan senang untuk melakukannya.
Karena siswa dengan minat belajar yang tinggi akan memaksimalkan perhatiannya ketika proses pembelajaran berlangsung sehingga memperoleh oleh hasil yang baik.
Secara keseluruhan hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Winda Awaliyah dan Aflich Yusnita Fitriana yang menyatakan bahwa semakin tinggi minat belajar seseorang maka akan semakin tinggi pula kemampuan penalaran matematik yang dimiliki.
Selanjutnya hasil penelitian ini juga mendukung hasil temuan yang dilakukan Rani Kurniawan, dkk. yang menyatakan bahwa peserta didik dengan minat belajar tinggi akan memiliki rasa antusias dan kesadaran akan pentingnya belajar sehingga mereka akan berusaha untuk memperoleh hasil yang baik.
Selain itu penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Gida Kadarisma, Tina Rosyana, dan Adi Nurjaman yang menjelaskan bahwa kemampuan penalaran matematika dipengaruhi oleh minat belajar siswa dalam matematika, begitupun sebaliknya minat belajar seseorang dapat
dipengaruhi oleh kemampuan penalaran matematik, siswa dengan kemampuan penalaran yang baik mempunyai minat belajar dan semangat belajar yang tinggi karena dapat menyelesaikan soal dengan baik.
105 PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan dianalisis tentang kemampuan penalaran metamatis siswa kelas VIII a ditinjau dari minat belajar di MTs. Wahid Hasyim Jatimulyo, maka diperoleh kesimpulan:
a. Siswa dengan minat belajar tinggi menunjukkan kemampuan penalaran yang cukup baik. Mereka mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. Kemudian mereka mampu menggunakan rencana untuk menyusun alasan/bukti terhadap kebenaran solusi. Lalu mereka juga sudah mampu menarik kesimpulan dari solusi yang mereka peroleh dengan baik.
b. Siswa dengan minat belajar sedang mampu memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis tetapi ada satu indikator yang tidak terpenuhi yaitu pada menarik kesimpulan dari solusi yang diperoleh.
c. Siswa dengan minat belajar rendah mampu pada indikator menyajikan pernyataan matematika secara tertulis dan mampu memperkirakan jawaban.
Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar mempengaruhi kemampuan penalaran matematis siswa. Semakin tinggi minat belajar siswa, maka hsil yang diperoleh juga akan semakin baik.