PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pruduk Makanan Halal
Perlindungan Konsumen Muslim
Mengingat lemahnya posisi konsumen secara umum dibandingkan dengan posisi produsen yang dalam banyak hal lebih kuat, maka perdebatan mengenai perlindungan konsumen akan selalu relevan dan penting untuk dikaji32. Perlindungan konsumen adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen dalam upaya memenuhi kebutuhannya terhadap hal-hal yang merugikan konsumen itu sendiri.37. UU No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa perlindungan konsumen adalah segala upaya untuk menjamin kepastian hukum untuk menjamin perlindungan konsumen.38.
Kepastian hukum untuk melindungi hak-hak konsumen yang diperlukan melalui undang-undang khusus memberikan harapan agar pelaku usaha tidak lagi sewenang-wenang yang selalu merugikan hak-hak konsumen. Kemudahan transportasi dan komunikasi, membuka akses yang lebih luas kepada berbagai pelaku usaha; Iklan yang menyesatkan; Dan. Menurut Az Nasution, hukum perlindungan konsumen merupakan bagian dari hukum konsumen yang memuat asas-asas atau kaidah-kaidah yang bersifat mengatur, serta memuat pula ciri-ciri yang melindungi kepentingan konsumen.
Sedangkan hukum konsumen diartikan sebagai keseluruhan asas dan kaidah hukum yang mengatur hubungan dan permasalahan antara berbagai pihak atau satu sama lain sehubungan dengan barang dan/atau jasa dalam kehidupan bermasyarakat.41. Meningkatkan kesejahteraan dan martabat konsumen dengan mencegah akses negatif terhadap penggunaan barang dan/atau jasa. Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mencakup unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses terhadap informasi.
Meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya perlindungan konsumen, sehingga tumbuh sikap jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha. Meningkatkan mutu barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keselamatan, dan keamanan konsumen.42. Untuk itu, diharapkan para pelaku usaha dapat memperhatikan hak-hak konsumen, khususnya yang berkaitan dengan hak atas kesehatan.43 Dalam hal ini, para pelaku usaha diharapkan dapat menghindari kemungkinan-kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang diakibatkan oleh hal tersebut. ketidakmampuan menghindari hal-hal yang dilarang oleh pelaku usaha pada saat memproduksi atau memperdagangkan suatu produk.
43Mualim, Wahening Widayati dkk., Pedoman hak asasi manusia tentang perlindungan konsumen dalam kaitannya dengan pemenuhan hak atas kesehatan, hal.37. Membedakan penyelenggaraan, pengembangan dan pengaturan perlindungan konsumen dengan bidang perlindungan lainnya.44. Undang-undang tentang perlindungan konsumen adalah seperangkat asas dan aturan yang mengatur dan melindungi konsumen dalam hubungan dan urusan penyediaan dan penggunaan produk konsumen antara penyedia dan pengguna, dalam kehidupan bermasyarakat.
METODE PENELITIAN
Lokasi Objek dan Waktu Penelitian
Variabel Penelitian
Variabel yang menjadi tujuan peneliti adalah label halal pada pangan X sebagai variabel, perlindungan konsumen muslim sebagai variabel Y D. Definisi operasional variabel. Pelabelan pangan halal adalah pencantuman tulisan atau pernyataan halal pada produk kemasan pangan untuk menunjukkan bahwa produk yang bersangkutan mempunyai status produk pangan halal. Populasi penelitian ini adalah pelanggan warung makan ayam geprek di kota makassar, belum ada datanya.
Berdasarkan Tabel 4.1, laki-laki sebanyak 25 orang dan perempuan sebanyak 40 orang, hal ini menunjukkan bahwa jumlah perempuan yang berada di warung ayam goreng tersebut lebih banyak. 3 Dengan adanya tanda halal pada setiap warung makan, maka pedagang harus menjaga kebersihan makanan dan minuman. Terlihat juga bahwa label halal menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian produk pangan dan meningkatkan minat berbelanja di warung makan karena akan mempengaruhi return keputusan pembelian produk konsumen.
1 Anda merasa dengan adanya label halal pada warung makan maka konsumen akan merasa lebih aman dalam memilih produk halal. Dari tabel 4.4 diatas diketahui bahwa dengan adanya label halal pada warung makan membuat konsumen merasa lebih aman dalam memilih produk halal dan membuat pelanggan tertarik untuk makan di warung makan karena terjamin proses memasaknya sesuai syariat Islam. Memiliki label halal pada sebuah warung makan juga memberikan informasi mengenai jaminan dan mutu produk, karena mutu, mutu dan jaminan halal merupakan hal yang selalu diperhatikan dalam membeli produk makanan.
Berdasarkan Tabel 4.6 di atas terlihat bahwa seluruh nilai Cronbach’s alpha pada variabel label halal (X) sebesar 0,784 dinyatakan reliabel, sedangkan nilai pada variabel perlindungan (Y) sebesar 0,706. Berdasarkan analisis data pada penelitian ini yang tergambar pada tabel 4.8 terlihat bahwa labelisasi halal berpengaruh signifikan terhadap penerapan Dimana thitung > ttabel, hal ini ditunjukkan dari hasil subtest yaitu koefisien beta unstandardizer pada variabel pengetahuan terhadap perlindungan konsumen sebesar 0.6.626(sig.) t sebesar 0.000, dan label halal sebesar 0.505 (sig.) t 0.000 dan 8.482>. Dari penelitian ini terlihat bahwa para pelanggan warung makan secara umum menyatakan bahwa label halal pada warung makan dapat menjadi alasan masyarakat memilih makan di restoran, karena pemberian label halal pada setiap warung makan dapat menjamin kebersihan bahan baku makanan dan minuman serta cara dan peralatan memasak hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemberian label halal menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli makanan, karena pemberian label halal pada warung makan membuat konsumen merasa lebih aman dengan memilih produk yang terjamin kehalalannya.
Meskipun masih banyak masyarakat makan di Makassar yang belum memiliki label halal, namun pelanggan masih percaya bahwa label halal pada warung makan dapat memberikan jaminan perlindungan bagi konsumen berupa jaminan halal bahan baku makanan, jaminan halal pengolahan makanan, bahan baku pangan, sebagai jaminan halal bagi warung makan di Makassar. Konsumen hendaknya lebih memperhatikan ketersediaan label halal di setiap warung makan untuk menjamin tingkat kehalalan guna melindungi konsumen dari produk yang tidak sesuai syariat Islam. Pengusaha produk makanan hendaknya memperhatikan label halal untuk menarik dan meyakinkan konsumen dalam membeli produk atau jajanan kuliner yang ditawarkan.
Dengan adanya label halal di setiap warung makan, maka pedagang harus memastikan makanan dan minumannya bersih. Adanya label halal pada warung makan dirasa akan membuat konsumen merasa lebih aman dalam memilih produk halal.
Devenisi Operasioanal Variabel
Sumber Data
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian atau pihak yang berkepentingan yang memerlukannya. Data primer disebut juga dengan data asli atau data baru. Dalam penelitian ini data primer atau data. Kuesioner tertutup artinya terdapat pilihan pertanyaan mengenai pengaruh pendapatan bagi hasil dan sistem syariah terhadap tingkat kesejahteraan pemegang saham dan jawabannya dirancang menggunakan skala liker.Responden diminta menjawab pertanyaan atau pernyataan dengan lima alternatif jawaban. . jawaban yang diberikan peneliti dengan memberi tanda tanda (√) pada kolom yang tersedia. b) Data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber yang ada. Data tersebut biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan peneliti sebelumnya. Data sekunder disebut juga data tersedia.
Populasi dan Sampel
Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling dengan tujuan pelanggan ayam geprek di Kota Makassar tidak boleh berjumlah tertentu. Untuk mendapatkan jumlah sampel yang tepat dengan cara mengunjungi warung ayam geprek di Kota Makassar, menyebarkan kuesioner kepada para pelanggan, jumlah tersebut belum mencukupi, selebihnya menggunakan metode purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner secara online secara acak kepada pelanggan ayam goreng. Hingga pengumpulan kuesioner terakhir, 65 kuesioner dikembalikan.
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada Tabel 4.9 di atas, nilai R2 (R Square) dari model regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Belum banyak pemilik warung makan yang memasang label halal pada warung makannya, namun hasil kuisioner menunjukkan bahwa pelanggan meyakini warung makan di Makassar menyediakan bahan baku makanan halal dan pengolahannya sesuai syariat Islam.
PEMBAHASAN
Hasil Penelitian dan Pembahasan