• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Pengaruh Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

Sos, MM selaku co-mentor yang telah menyumbangkan waktu, pikiran, masukan dan dukungannya selama proses penulisan skripsi ini. Seluruh staf administrasi Sekolah Perbankan Indonesia membantu penulis untuk mengikuti perkuliahan dengan baik. Kedua orang tua penulis yang sangat saya sayangi yang selalu memberikan doa dan dukungannya, Lek Lagi dan Lek Adang serta kedua anaknya Rina dan Dani, serta seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan luar biasa agar penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.

Hasil Analisis Hubungan Arus Kas Investasi Terhadap Harga Saham

Hasil Analisis Hubungan Arus Kas Pendanaan Terhadap Harga Saham

Hasil Analisis Hubungan Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan Secara Bersama – Sama Terhadap Harga Saham

49 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Hasil penelitian ini adalah komponen arus kas mempunyai hubungan yang signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini adalah komponen arus kas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Bagi STIE Indonesia Banking School, penelitian ini bermanfaat untuk menambah referensi khususnya dalam analisis laporan arus kas.

LANDASAN TEORI

  • Tinjauan Pustaka 1. Laporan Arus Kas
    • Harga Saham
    • Hubungan Arus Kas Terhadap Harga Saham
  • Penelitian Terdahulu
  • Kerangka Pemikiran
  • Hipotesis
    • Uji Hipotesis

Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan ukuran dan komposisi modal dan pinjaman perusahaan (PSAK mengindikasikan bahwa arus kas dari aktivitas operasi adalah arus kas yang timbul dari transaksi yang mempengaruhi hasil bersih. Hasil penelitian ini adalah arus kas dari aktivitas operasi tidak mempunyai korelasi yang signifikan dengan return saham Hasil penelitian ini adalah arus kas dari aktivitas operasi mempunyai korelasi yang signifikan dengan harga saham.

Cahyani (1999) menyatakan arus kas dari aktivitas investasi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap return saham. Triyono dan Hartono (2000) menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara arus kas dari aktivitas investasi dengan harga saham. Livnat dan Zarowin (1990) menemukan hubungan yang signifikan antara arus kas dari aktivitas pendanaan dan return saham.

Cahyani (1999) menyatakan arus kas dari aktivitas pendanaan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap return saham. Triyono dan Hartono (2000) juga menemukan bahwa arus kas dari aktivitas pendanaan mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga saham. Ho4 = gabungan arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Ha4 = arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan secara bersama-sama mempengaruhi harga saham.

Gambar 2.1  Kerangka Pemikiran
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

METODOLOGI PENELITITAN

  • Pemilihan Obyek Penelitian
  • Data yang akan dihimpun
  • Tehnik Pengumpulan Data
    • Perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak pada bidang perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak
    • Saham perusahaan diperdagangkan secara aktif dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan
    • Perusahaan mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun 2003 s/d 2007
    • Tersedia laporan arus kas untuk tahun 2003 s/d 2007
    • Melakukan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama periode pengamatan
  • Tehnik Pengolahan Data
    • Uji Normalitas
    • Uji Multikolinieritas
    • Uji Autokorelasi
    • Uji Heteroskedastisitas
  • Tehnik Pengujian Hipotesis
    • Koefisien Determinasi (Pengujian Model Fit)
    • Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
    • Uji Signifikansi Simultan (Uji statistik F)

Analisis regresi merupakan analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, yang sebelumnya memerlukan uji hipotesis klasik. Ghozali (2001) menyatakan bahwa tujuan uji normalitas adalah untuk memeriksa apakah variabel terikat dan variabel bebas dalam suatu model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk uji Kolomogorov Smirnov tingkat signifikansinya harus di bawah 0,05.Jika karakteristik berada di bawah tingkat pengujian maka variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal.

Tujuan dari uji multikolinearitas adalah untuk memeriksa apakah terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan dalam model regresi. Kedua ukuran ini menunjukkan hubungan masing-masing variabel independen yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Model analisis regresi linier berganda digunakan untuk menghitung koefisien regresi atau besar kecilnya pengaruh variabel independen (arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan) terhadap variabel terikat (harga saham).

Nilai probabilitas di bawah 0,05 dapat disimpulkan bahwa variabel independen mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen, namun nilai probabilitas di atas 0,05 dapat disimpulkan bahwa variabel independen tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk menguji seberapa baik model atau variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen. Gozali (2001) menyatakan bahwa uji t dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen secara individu atau parsial terhadap variabel dependen.

Uji statistik F digunakan untuk menguji apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Ghozali, 2001).

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Obyek Penelitian

Informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai pihak dalam mengambil keputusan ekonomi untuk kepentingan dan tujuan yang berbeda. Informasi keuangan diuraikan dalam laporan keuangan perusahaan yang berisi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja perusahaan, arus kas perusahaan dan informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan. Pada tahun 2007, Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) melebur menjadi satu dan berganti nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini.

Perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 1 Januari 2003, karena rasio arus kas yang ingin diamati adalah laporan yang diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2003. Saham perusahaan tersebut aktif diperdagangkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan. Berdasarkan kriteria diatas maka sampel yang diambil adalah 15 bank yaitu Bank Artha Graha Internasional, Bank Bumiputera Indonesia, Bank Central Asia, Bank Century, Bank Danamon Indonesia, Bank Executive International, Bank Internasional Indonesia, Bank Lippo, Bank Mayapada Internasional, Bank Mega, Bank Negara Indonesia, Bank Niaga, Bank NISP, Bank Permata, Bank Victoria Internasional.

Pada tahun 2009, terdapat 28 perusahaan perbankan yang go public yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2008, Bank Lippo melakukan merger dengan Bank NISP dan berganti nama menjadi Bank OCBC NISP. Dengan demikian, jumlah 29 bank yang go public pada tahun 2007 berkurang menjadi 28 bank yang go public pada tahun 2008.

Pada tahun 2009, jumlah bank di Indonesia masih berjumlah 28 bank, namun pada pertengahan tahun 2009 jumlah bank di Indonesia berkurang satu menjadi 27 bank.

Analisa dan Pembahasan Hasil Penelitian 1. Statistik Deskriptif

  • Analisis Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
  • Analisis Uji Hipotesis a. Koefisien Determinasi

Variabel independen yaitu arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan yang dilambangkan dengan CFO, CFI, CFF mempunyai nilai VIF yang berurutan sebesar . Nilai signifikansi metode Glejser pada tabel 4.7 diatas dihasilkan dari variabel independen yaitu arus kas. Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel independen yaitu arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan konstan maka perubahan harga saham sebesar 0,585.

Koefisien variabel independen yaitu arus kas dari aktivitas operasi (CFO) yang ditunjukkan dari tahun ke-1 adalah sebesar 0,617. Hal ini dapat diartikan jika arus kas dari aktivitas operasi (CFO) meningkat sebesar satu satuan maka perubahan harga saham akan meningkat sebesar 0,617 satuan dengan asumsi variabel independen lain seperti arus kas dari aktivitas investasi (CFI) dan pendanaan ( CFF) ) tetap konstan. 0,237 satuan, dengan asumsi variabel independen lain seperti arus kas dari aktivitas operasi (CFO) dan pendanaan (CFF), tetap konstan.

Variabel independen yaitu arus kas dari aktivitas pendanaan (CFF) memiliki nilai koefisien yang ditunjukkan oleh y3 sebesar 2,438. Hal ini dapat diartikan jika arus kas dari aktivitas pendanaan (CFF) bertambah satu satuan maka perubahan harga saham akan bertambah 2438 satuan dengan asumsi variabel independen lain seperti arus kas dari operasi (CFO) dan investasi (CFI) tetap ada. konstan. Variabel lain yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham adalah variabel arus kas operasi.

Variabel dalam penelitian perusahaan perbankan yang tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham adalah variabel arus kas dari operasi.

Tabel  4.3  diatas  mengindikasikan  bahwa  mean  yang  tertinggi  adalah variabel terikat atau harga  saham sedangkan yang terendah adalah  variabel bebas yaitu arus kas dari aktivitas investasi
Tabel 4.3 diatas mengindikasikan bahwa mean yang tertinggi adalah variabel terikat atau harga saham sedangkan yang terendah adalah variabel bebas yaitu arus kas dari aktivitas investasi

Perbandingan dengan Hasil Penelitian Sebelumnya

  • Hasil Analisis Hubungan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Pada penelitian ini, ditemukan adanya pengaruh arus kas dari
  • Hasil Analisis Hubungan Arus Kas Investasi Terhadap Harga Saham Hubungan yang signifikan antara arus kas dari aktivitas Investasi
  • Hasil Analisis Hubungan Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan Secara Bersama-Sama Terhadap Harga Saham

Hasil analisis hubungan arus kas dari aktivitas investasi dengan harga saham Hubungan signifikan antara arus kas dari aktivitas investasi Tidak ditemukan hubungan signifikan antara arus kas dari aktivitas investasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Triyono dan Hartono (2000) yang menyatakan bahwa arus kas dari aktivitas investasi mempunyai hubungan yang signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian Naimah (2000) yang menyatakan bahwa variabel arus kas investasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Variabel independen yaitu arus kas dari aktivitas pendanaan mempengaruhi variabel dependen yaitu harga saham. Hasil pengujian tersebut sejalan dengan temuan penelitian Triyono dan Hartono (2000) yang menemukan bahwa arus kas dari aktivitas pendanaan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap harga saham. Naimah (2000) juga menemukan temuan penelitian bahwa variabel arus kas keuangan berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Livnat dan Zarowin (1990) menemukan hubungan yang signifikan antara arus kas dari aktivitas pendanaan dan return saham. Hasil analisis hubungan arus kas operasi, investasi dan pendanaan secara bersama-sama pada harga saham secara bersama-sama dengan harga saham. Penelitian ini menemukan bahwa variabel arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan secara bersama-sama atau simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Naimah (2000) yang menemukan bahwa secara bersama-sama variabel arus kas operasi, investasi dan pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Triyono dan Hartono (2000) dan Naimah (2000) yang menyatakan bahwa variabel arus kas investasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Variabel independen yaitu arus kas dari aktivitas pendanaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sehingga Ho3. Hasil pengujian tersebut sejalan dengan Triyono dan Hartono (2000) serta Naimah (2000) yang menemukan adanya hubungan signifikan antara arus kas dari aktivitas pendanaan dan harga saham.

Variabel independen yaitu arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan secara bersama-sama atau simultan mampu mempengaruhi variabel dependen yaitu harga saham dengan sangat signifikan sehingga Ho4 ditolak.

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Livnat, Joshua dan Paul Zarowin, (1990), Kandungan Informasi Tambahan Komponen Arus Kas, Jurnal Akuntansi dan Ekonomi, Vol. Naimah, Zahroh, (2000), Kandungan Informasi Komponen Laba Akuntansi dan Arus Kas Terhadap Harga Saham, Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara, Vol. Panjaitan, Yunia,; Dewinta, Oke,; Desinta, Sri, (2004), Analisis Harga Saham, Ukuran Perusahaan dan Risiko Terhadap Expected Return Investor Pada Perusahaan Ekuitas Aktif, Neraca Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Vol.

Sodikin, Ahmad, (2004), Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham di BEJ, Jurnal Indonesia Berkembang, Vol. Sparta dan Februwaty, (2005), Pengaruh ROE, EPS dan OCF Terhadap Harga Saham Industri Manufaktur di BEI, Jurnal Akuntansi Universitas Tarumanegara Jakarta, Vol. Suadi, Arif, (1998), Penelitian Manfaat Laporan Arus Kas, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.13, No.2, hal.

Triyono dan Jogiyanto Hartono, (2000), Hubungan kandungan informasi arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi dengan harga dan return saham, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.3, no. Wilson, GP, (1986), Kandungan informasi relatif akrual dan arus kas: bukti gabungan pada pengumuman laba dan tanggal laporan tahunan, The Accounting Research, Vol.

DATA HARGA SAHAM DAN ARUS KAS PERUSAHAAN PERBANKAN

Sumber: Perpustakaan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), terbitan buku laporan tahunan perbankan, April 2009. Sumber: Perpustakaan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), terbitan buku laporan tahunan perbankan, April 2009.

HASIL ANALISIS STATISTIK

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka pemikiran...............................................................................
Gambar 2.1  Kerangka Pemikiran
Tabel 4.3  Descriptive Statistic
Tabel  4.3  diatas  mengindikasikan  bahwa  mean  yang  tertinggi  adalah variabel terikat atau harga  saham sedangkan yang terendah adalah  variabel bebas yaitu arus kas dari aktivitas investasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah arus kas total, arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan hubungan informasi arus kas (arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan) terhadap volume perdagangan saham pada

Hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis parsial, arus kas pendanaan berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, sedangkan arus kas operasi, arus kas

investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta secara partial. Adakah pengaruh arus kas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas total, arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan laba bersih, arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham

Sedangkan untuk koefisien determinasi (R2) yang menunjukkan variabel arus kas dari aktivitas operasi, variabel arus kas dari aktivitas.. 8 investasi dan variabel arus kas

Kesimpulan yang dapat diambil adalah variabel arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham pada