• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH PEMBAYARAN ELEKTRONIK TERHADAP jumlah uang beredar DI INDONESIA PERIODE JANUARI 2020-JANUARI 2024 (3)

N/A
N/A
Hasanuddin

Academic year: 2025

Membagikan "ANALISIS PENGARUH PEMBAYARAN ELEKTRONIK TERHADAP jumlah uang beredar DI INDONESIA PERIODE JANUARI 2020-JANUARI 2024 (3)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Dosen Pembimbing Dosen Penguji

Dr. Fatmawati, SE., M.Si., CWM

Dr. Sri Undai Nurbayani, SE., M.Si., CPF

Prof. Muhammad Amri, SE., MA., Ph.D

Dr. Amanus Khalifah Fil’ardy Yunus, SE., M.Si

Hasanuddin A011191111

(2)

OVERVIEW

Latar Belakang

Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Landasan Teori

Hubungan antar Variabel Tinjauan Empiris

Kerangka Konsep Penelitian Hipotesis Penelitian

Metodologi Penelitian

(3)

LATAR BELAKANG

Perkembangan sistem keuangan yang semakin maju telah merubah pola kehidupan masyarakat

1

Kemunculan alat pembayaran elektronik Peraturan Bank Indonesia No.11/12/PBI/2009

2

Pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai beralih

menggunakan uang elektronik dalam transaksi kesehariannya

3

(4)

Januari Maret Mei Juli September November Januari Maret Mei Juli September November Januari Maret Mei Juli September November Januari Maret Mei Juli September November Januari 2024

2020 2021 2022 2023

Miliar (Rp) Juta Instrumen

DATA JUMLAH UANG BEREDAR (MI) DAN JUMLAH UANG ELEKTRONIK BEREDAR

Tren penggunaan

pembayaran elektronik semakin meningkat

setiap tahun Peraturan Bank Indonesia

No.11/12/PBI/2009 tanggal 13 April 2009 terkait Uang Elektronik PBI Nomor:

18/17/PBI/2016 (LKD/Fintech)

(5)

jumlah kartu ATM/debit di Indonesia sebanyak

277,87 juta unit pada November 2023.

jumlah kartu kredit di Indonesia sebanyak 17,82 juta unit pada

Agustus 2023

Transaksi QRIS sepanjang 2023 mencapai Rp 229,96

triliun

ATM/Debit

Kartu Kredit

Jumlah Uang Beredar

QRIS

PEMBAYARAN ELEKTRONIK

Sumber: Bank Indonesia Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan inovasi terbaru dari Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Hadirpada 17 Agustus 2019 dan mulai berlaku

pada 1 Januari 2020

Dari berbagai bentuk e-money tidak serta merta menurunkan uang kartal secara signifikan

(6)

Uang Kartal Uang Giral

0 50000000 100000000 150000000 200000000 250000000 300000000

Item 1Item 3

2020

2019 2021 2022 2023 2024

(7)

RUMUSAN MASALAH & TUJUAN PENELITIAN

Apakah nilai transaksi kartu ATM/debit berpengaruh

terhadap jumlah uang beredar (M1)?

Apakah nilai transaksi kartu kredit berpengaruh terhadap jumlah uang beredar (M1)?

Apakah nilai transaksi QRIS

berpengaruh terhadap jumlah uang beredar (M1)?

Untuk mengetahui pengaruh nilai transaksi kartu ATM/debit terhadap jumlah uang beredar (M1)

Untuk mengetahui pengaruh nilai transaksi kartu kredit

terhadap jumlah uang beredar (M1)

Untuk mengetahui pengaruh nilai transaksi QRIS terhadap jumlah uang beredar (M1)

RUMUSAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN

(8)

MANFAAT PENELITIAN

Bagi pemerintah diharapkan hasil penelitian ini

dapat menjadi panduan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan regulasi terkait penggunaan transaksi non tunai di Indonesia.

Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap literatur akademis di bidang ekonomi digital dan uang elektronik. Dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah uang yang beredar di Indonesia, penelitian ini dapat membuka wawasan baru dan mendukung pengembangan teori-teori terkait.

(9)

LANDASAN TEORI

Teori permintaan uang atau yang lebih dikenal

dengan teori kuantitas uang yang digagas oleh

Irving Fischer (Mishkin, 2011) dirumuskan

sebagai berikut:

M . V = P . T

Menurut teori Irving Fisher dalam buku Mishkin (2011), faktor

institusi dan fitur teknologi transaksi akan memengaruhi velocity (V) dan jumlah

uang beredar (M) secara perlahan

seiring dengan berjalannya waktu

Jumlah Uang Beredar

(10)

HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

Hubungan Nilai Transaksi ATM/Debit terhadap Jumlah Uang Beredar (M1)

Ketika masyarakat lebih sering menggunakan kartu ATM/debit, maka velocity of money akan meningkat dan menurunkan jumlah uang yang beredar di masyarakat

Hubungan Nilai Transaksi Kartu Kredit terhadap Jumlah Uang Beredar (M1)

ketika masyarakat menggunakan kartu kredit sebagaimana yang dilakukan saat ini, maka penggunaan uang menjadi berkurang ketika

melakukan pembelian, maka makin sedikit uang yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi

yang dihasilkan oleh pendapatan nominal

Hubungan Nilai Transaksi QRIS terhadap Jumlah Uang Beredar (M1)

Penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran non- tunai akan meningkatkan velocity of money dan permintaan akan uang beredar dapat menurun

Ketiga hubungan ini didasarkan pada teori Irving Fisher dan penelitian terdahulu yang sebagian besar menyatakan ketiga variabel independen berpengaruh negatif terhadap variabel dependen

(11)

1

TINJAUAN EMPIRIS

Wicaksono et al. (2023)

Analisis Pengaruh Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), Instrumen Uang Elektronik, Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (Bi-RTGS) terhadap Jumlah Uang Beredar

Transaksi dengan menggunakan kartu kredit, kartu

ATM/debit, instrumen uang elektronik, dan sistem RTGS secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap jumlah uang beredar (M1)

2

Purnamawati et al. (2021)

Dampak E-Money dan Dimensi Transaksi terhadap Permintaan Uang di Indonesia Transaksi menggunakan kartu debit memiliki

pengaruh signifikan terhadap permintaan uang di Indonesia, sedangkan e-money dan kartu kredit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap permintaan uang di Indonesia

3

Nur et al. (2020)

Bagaimana Dampak Transaksi Non Tunai dan Inflasi terhadap Jumlah Uang yang Beredar?

Transaksi non tunai memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar dan

inflasi mampu memperkuat hubungan transaksi non tunai terhadap jumlah uang beredar

4

Gintting et al. (2019)

Dampak Transaksi Non Tunai terhadap Perputaran Uang di Indonesia

Transaksi e-money yang terdiri dari nominal

transaksi e-money, nominal transaksi kartu ATM- Debit dan nominal transaksi kartu kredit secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap perputaran uang di Indonesia

(12)

Nilai Transaksi ATM/Debit

KERANGKA KONSEPTUAL PENELITIAN

Nilai Transaksi Kartu Kredit

Nilai Transaksi QRIS

Jumlah Uang Beredar (M1)

(13)

HIPOTESIS PENELITIAN

Diduga terdapat pengaruh negatif antara nilai transaksi kartu ATM/debit dengan jumlah uang beredar (M1)

1

Diduga terdapat pengaruh negatif antara nilai transaksi kartu kredit dengan jumlah uang beredar (M1)

2

Diduga terdapat pengaruh negatif antara nilai transaksi QRIS dengan jumlah uang beredar (M1)

3

(14)

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap instansi-instansi terkait, seperti Bank

Indonesia (BI) dan Badan

Pusat Statistik (BPS) dengan maksud adalah untuk

mendapatkan data yang dibutuhkan

Jenis & Sumber Data

Data sekunder berasal dari Badan Pusat Statistik,

Bank Indonesia serta

literatur-literatur lain yang terkait dengan materi

penelitian

Metode Pengumpulan Data Penelitian

Metode dokumentasi yaitu mendapatkan informasi melalui catatan, literatur, dokumentasi dll

(15)

METODE ANALISIS DATA

Jumlah uang beredar (M1) dipengaruhi oleh variabel bebas (independent variable) yang terdiri dari nilai transaksi kartu ATM/debit, nilai transaksi

kartu kredit, dan nilai transaksi QRIS. yang akan dianalisis dengan

menggunakan model analisis regresi linear berganda, yang dinyatakan dalam bentuk fungsi sebagai berikut :

Y = f ( X1, X2, X3)

atau secara eksplisit dapat dinyatakan dalam fungsi non-linear berikut:

Y = β 0 + β 1.X1 + β 2 .X2 + β 3.X3 + μ

(16)

DEFINISI OPERASIONAL

Merupakan jumlah uang beredar yang meliputi uang kartal dan uang giral, dilihat melalui data bulanan pada bulan Januari 2020 - Januari 2024, dengan satuan

Rupiah (Rp)

Jumlah uang beredar (Y)

Jumlah nominal transaksi menggunakan kartu ATM/debit pada bulan Januari 2020 - Januari 2024, satuan yang digunakan adalah Rupiah (Rp)

Nilai transaksi kartu ATM/debit (X1)

(17)

DEFINISI OPERASIONAL

Merupakan jumlah nominal transaksi menggunakan kartu kredit pada bulan Januari 2020 - Januari 2024, satuan yang digunakan adalah Rupiah (Rp)

Nilai transaksi kartu kredit (X2)

Merupakan jumlah nominal transaksi menggunakan fitur QRIS pada bulan Januari 2020 - Januari 2024, satuan yang digunakan adalah Rupiah (Rp)

Nilai transaksi QRIS (X3)

(18)

Terima Kasih

Hasanuddin A011191111

(19)

0,00 500000,00 1000000,00 1500000,00 2000000,00 2500000,00 3000000,00

2019

2021

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan positif yang ditunjukkan pada variabel SKNBI (melalui proxy volume transaksi SKNBI) diatas berarti bahwa penggunaan transaksi SKNBI dalam transaksi pembayaran

Hasil analisisnya dalam jangka panjang hanya transaksi menggunakan kartu debet/kartu Atm yang memiliki pengaruh positif terhadap Permintaan Uang M1, sedangkan dalam

Hasil analisisnya dalam jangka panjang hanya transaksi menggunakan kartu debet/kartu Atm yang memiliki pengaruh positif terhadap Permintaan Uang M1, sedangkan dalam jangka

Hasil analisis Granger Causality test menunjukkan bahwa terdapat hubungan kausalitas bilateral, yaitu BI Rate mempengaruhi Narrow Money (M1) dan Narrow Money (M1) juga

Hubungan satu arah pada variabel M1 dan M2 dan hubungan dua arah variabel M0 menunjukkan pada penelitian ini hasil kausalitas granger mendukung tidak terjadinya fenomena

Uang elektronik tidak memiliki pengaruh yang signifikan sebab hanya ditemukan pengaruh yang positif pada lag pertama terhadap jumlah uang beredar (M2) karena meskipun

Uang beredar dalam arti luas (broad money – M2), didefenisikan sebagai kewajiban sistem moneter terhadap sektor swasta domestik yang terdiri dari uang kartal (C), uang giral

Dalam teori penciptaan uang, uang M1 maupun M2 adalah hasil penggandaan dari uang inti M0.Dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak bank penerbit uang giral, menghasilkan