• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pengembangan fasilitas penunjang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pengembangan fasilitas penunjang"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fasilitas pendukung destinasi Islamic Center di Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perkembangan fasilitas pendukung destinasi Islamic Center. Untuk mengetahui bagaimana menganalisis perkembangan fasilitas penunjang destinasi wisata di Islamic Center Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian ini menjadi referensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perkembangan destinasi wisata di wilayah tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah analisis pengembangan sarana penunjang destinasi wisata di Islamic Center Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Dinas Pariwisata Kabupaten Siak dalam pengembangan wisata religi. tujuan wisata dan upaya Dinas Pariwisata. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.

Dimana penelitian sebelumnya berfokus pada pengembangan wisata religi, maka penelitian ini membahas tentang pengembangan fasilitas pendukung destinasi wisata. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang pengembangan fasilitas penunjang pariwisata dan juga menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini mendeskripsikan atau memberikan kontribusi wawancara mendalam terhadap subjek penelitian yang diteliti sehingga nantinya dapat memberikan gambaran yang jelas dalam hal menentukan pengembangan fasilitas pendukung destinasi wisata di Islamic Center provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pengumpulan adalah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini.

Tabel 2.1    Zona Masjid, 33  Tabel 2.2    Zona Selasar, 33  Tabel 2.3    Zona Basement, 33  Tabel 2.4    Zona At-Taqwa, 34  Tabel 2.5    Zona Teknisi, 34  Tabel 2.6    Zona Security, 34
Tabel 2.1 Zona Masjid, 33 Tabel 2.2 Zona Selasar, 33 Tabel 2.3 Zona Basement, 33 Tabel 2.4 Zona At-Taqwa, 34 Tabel 2.5 Zona Teknisi, 34 Tabel 2.6 Zona Security, 34

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Ruang Lingkup dan Setting penelitian

Telaah Pustaka

Kerangka Teori

Metode Penelitian

Sistematika Pembahasan

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

Profil Lembaga

Beberapa pertemuan dilakukan dalam rangka studi banding ke luar daerah dan rapat koordinasi yang seluruh pendanaannya bersumber dari dana APBD Provinsi NTB tahun 2004 pada subbidang Agama, Pendidikan, BAPPEDA. Hasil dari perlombaan tersebut, Islamic Center akan terdiri dari beberapa bangunan antara lain bangunan masjid, menara utama masjid, ruang pertemuan/serba guna dan pusat kajian agama Islam. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2010 dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh TGB dan dihadiri oleh mantan Menteri Pembangunan Daerah Helmy Faishal Zaini, Wakil Gubernur saat itu adalah Ir.

Sejak dimulainya pembangunan pada tahun 2010, pembangunan kompleks Islamic Center dilakukan secara bertahap, dan Islamic Center terus dibangun hingga saat ini. Lahan pembangunan Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati lahan seluas 74.749 m2 / 7,75 Ha yang merupakan bekas lahan Gedung SPP/SPMA, SMP 6 Mataram, Gedung Koni, Grand At-Taqwa Mataram Masjid, Dinas Perkebunan dan Dinas Tenaga Kerja dan Migrasi. Bangunan pertama yang berdiri di kawasan Islamic Center adalah Masjid Hubbul Wathan sebagai masjid besar pertama di Mataram.

Masjid Hubbul Wathan merupakan pengganti masjid agung sebelumnya yaitu Masjid At-Taqwa yang kini dijadikan sebagai kecamatan Islamic Center. Tipologi Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat adalah Masjid Agung, Masjid Agung merupakan masjid yang berada di ibu kota provinsi di kota Mataram, yang ditetapkan oleh gubernur atas usulan kepala kantor wilayah Kementerian Agama. Agama Provinsi NTB menjadi Masjid Agung dan menjadi pusat keagamaan yang salah satu kriterianya dibiayai oleh pemerintah provinsi melalui APBD dan dana masyarakat.44. Guna mewujudkan pengelolaan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB yang baik dan berkelanjutan, maka dengan Keputusan Gubernur Nomor: 451 dibentuk panitia pengelola masjid.

Struktur organisasi kepengurusan organisasi terdiri dari Dewan Pengawas berjumlah 17 orang, termasuk anggota Muspida Provinsi NTB, dewan penasihat berjumlah 14 orang yang diketuai oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, dewan pengurus berjumlah 13 orang, sebagai ketua umum. adalah Sekretaris Daerah Provinsi NTB, sekaligus Ketua Harian TGH, Mahally Fikri, dan Bidang yang berjumlah 15 orang. e. Pemanfaatan ruang utama Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB sebagai tempat akad nikah, setiap hari di WITA.

Fasilitas Penunjang Destinasi Wisata di Islamic Center Provinsi

Pusat informasi berfungsi untuk memudahkan memperoleh informasi mengenai destinasi wisata tersebut bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Gedung serbaguna ini berfungsi sebagai tempat diselenggarakannya berbagai jenis acara seperti pernikahan, seminar, workshop, pertunjukan seni, festival. Taman berfungsi sebagai tempat tujuan wisata yang lebih penting dimana taman juga berfungsi sebagai tempat bersantai dan berfoto.

Basement biasanya berfungsi sebagai tempat membangun utilitas seperti pemanas air, kontak sekering, sistem pengatur suhu dan tempat parkir. Dalam suatu destinasi wisata sangat diperlukan fasilitas yang menambah kenyamanan wisatawan yang berkunjung, di pusat perbelanjaan ini wisatawan yang berkunjung dapat membeli oleh-oleh, makanan dan menikmati suasana. Papan penunjuk arah ini mempunyai fungsi sebagai media informasi agar wisatawan tidak kebingungan dalam mencari jalan atau memberikan titik-titik penting pada lokasi yang ingin dituju serta memberikan petunjuk atau aturan tertulis untuk diikuti oleh pengunjung.

Selain itu, papan petunjuk di tempat wisata juga berfungsi sebagai hiasan untuk mempercantik kawasan wisata. Lift berfungsi sebagai alat angkut vertikal, biasanya digunakan untuk mengangkut orang atau barang, biasanya terdapat pada gedung-gedung tinggi yang biasanya lebih dari tiga atau empat lantai. Menara ini menarik bagi wisatawan karena dari puncak menara wisatawan dapat melihat pemandangan kota Mataram. Biasanya menara ini buka setiap hari dari jam 8 pagi hingga azan magrib, dan untuk menuju ke 99 menara tersebut harus memenuhi syarat dari pengelola kawasan tujuan, sehingga perlu membeli tiket yang sudah tersedia di harga Rp. 5.000 wisatawan tersebut akan dipandu oleh pemandu wisata dari pengelola kawasan destinasi, namun pasca gempa terjadi beberapa kerusakan pada tower sehingga hingga saat ini belum dapat beroperasi dan mengakses.

Gambar 2.1 Pusat Informasi Islamic Center
Gambar 2.1 Pusat Informasi Islamic Center

Pengembangan Fasilitas Penunjang Destinasi Wisata di Islamic

PEMBAHASAN

Analisis Fasilitas Penunjang Destinasi Islamic Center Nusa

Hal ini dikarenakan fasilitas merupakan suatu pendorong bagi wisatawan untuk mengunjungi suatu objek wisata, pengembangan fasilitas wisata saat ini sangat diperlukan pada suatu objek wisata, karena tanpa adanya fasilitas yang menunjang seluruh kegiatan wisata maka sangat terbatas. Berdasarkan temuan peneliti dan berdasarkan penelitian, fasilitas wisata menjadi salah satu faktor yang menarik wisatawan dalam dan luar negeri untuk mengunjungi tempat wisata, antara lain: Atraksi wisata yang nyata menjadi daya tarik tersendiri di NTB Islamic Center. Sebab, alam Islamic Center dapat dilihat oleh wisatawan yang berkunjung, seperti indahnya bangunan dan kubah Masjid Islamic Center yang dihiasi perpaduan kaligrafi dan gabungan 3 suku yang berada di NTB.

Islamic Center memiliki 6 fasilitas menara dengan tinggi satu, salah satunya adalah menara utama dengan tinggi 99 meter atau disebut Menara Asmaul Husna. Suatu daerah tujuan wisata harus menyediakan fasilitas bagi wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas sehingga wisatawan dapat memperpanjang masa tinggalnya. Salah satu cara yang dilakukan pengelola Islamic Center NTB adalah dengan Menara Asmaul.

Strategi Pengembangan Fasilitas untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata di Darajat Pass (Disertasi Doktor Universitas Pendidikan Indonesia 2015). Terdapat fasilitas lain berupa spot foto, pusat perbelanjaan oleh-oleh, dan yang dapat menarik wisatawan adalah acara keagamaan seperti hari raya Islam. Sesuatu yang bisa dibeli oleh wisatawan di Islamic Center NTB berupa souvenir, tasbih, busana muslim, gelang, kalung, parfum dan lain sebagainya. merupakan ciri khas Islamic Center sebagai destinasi wisata Islami.49.

Analisis Pengembangan Fasilitas Penunjang Destiansai di

Kesimpulan

Fasilitas penunjang destinasi wisata Islamic Center, pada suatu objek destinasi menjadi indikator penting, seperti terdapat objek yang menarik seperti 5 tower yang salah satunya mempunyai tower utama setinggi 99 m untuk melihat pemandangan kota. Pengembangan fasilitas wisata yang menunjang destinasi wisata Islamic Center, antara lain atraksi wisata yang unik dan indah yang menjadi magnet untuk dikunjungi wisatawan, serta aksesibilitas yang dapat menunjang arus pergerakan wisatawan. Dalam pengembangan fasilitas, ada beberapa faktor yang berperan dalam pengembangannya, antara lain kualitas sumber daya manusia, promosi pariwisata, dan ketersediaan infrastruktur pariwisata.

Saran

Fasilitas yang menunjang destinasi wisata Islamic Center dalam sebuah properti destinasi menjadi salah satu indikator penting, seperti hadirnya objek-objek menarik seperti lima tower yang salah satunya memiliki tower utama setinggi 99 m untuk melihat pemandangan kota. Salah satu cara untuk menarik wisatawan adalah pihak pengelola menyediakan berbagai fasilitas, termasuk spot foto. Selain itu, pihak pengelola juga berupaya menciptakan food court yang mencerminkan Islamic Center sebagai destinasi wisata. Ali Baginda Syah, “Strategi Pengembangan Fasilitas Peningkatan Daya Tarik Wisata di Darajat Pass (Water Park. Dewi P Maulida, “Perencanaan Pengembangan Tar sebagai Ikon Pariwisata Halal di Lombok”, Tesis PhD, Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta , 2018.

Dewi P, Maulida, “Perencanaan Pengembangan Pariwisata Budaya dan Religi di Provinsi Jawa Tengah”, (Skripsi, FEKON UNNES, Semarang, 2019). Farida Naili, “Pengaruh Citra Destinasi, Fasilitas Pariwisata dan Experiential Marketing Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan”, Ilmu Administrasi Bisnis, Vol. Farida Naili, “Pengaruh Citra Destinasi, Fasilitas Pariwisata dan Experiential Marketing Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan”, Ilmu Administrasi Bisnis, Vol.

Fatimah S, “Strategi pengembangan sarana wisata religi yang menarik”, Skripsi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2015. Gojali A, “Upaya Dinas Pariwisata Kabupaten Siak dalam pengembangan pariwisata destinasi religi, destinasi wisata religi, wisata religi, 2015. Gojali A. Disertasi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Riau, 2020. Handayani Sri dkk, “Fasilitas, Aksesibilitas dan Daya Tarik Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan”, Manajemen Keilmuan dan Bisnis , jilid.

Jakandar L.I.E, “Fungsi Islamic Center Sebagai Destinasi Wisata Religi di Kota Mataram”, Wawasan Pendidikan dan Kajian Islam Al-Islamiyah, Vol. Kasih W.C, “Analisis Perkembangan Destinasi Wisata Religi di Islamic Center Kalimantan Timur”, Administrasi Bisnis Fisipol Unmul, Volume 7, Edisi 4, 2019. Kurniawan Ahmad dkk, “Wisata Syariah: Pengembangan Wisata Halal dalam Mempromosikan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”, Yogyakarta : K-Media, 2020.

Leman L.A., “Stakeholder Cooperation dalam Pengembangan Wisata Religi Sunan Giri di Kabupaten Gresik”, Disertasi PhD, Universitas Airlangga, Jawa Timur, 2018. Silvia Roza, “Manajemen Fasilitas di Daya Tarik Wisata Masjid Agung Islamic Center Madani Rokan Hulu” Bisnis Perjalanan Wisata Administrasi Fisipol UNRI, Jilid 7, Edisi 1, 2020. Triant Pertiwi, “Dampak Harga, Fasilitas Wisata Dan Daya Tarik Wisata Terhadap Kepuasan Konsumen Sarana Wisata Konservasi.”

FOTO DOKUMENTASI WAWANCARA
FOTO DOKUMENTASI WAWANCARA

Gambar

Tabel 2.1    Zona Masjid, 33  Tabel 2.2    Zona Selasar, 33  Tabel 2.3    Zona Basement, 33  Tabel 2.4    Zona At-Taqwa, 34  Tabel 2.5    Zona Teknisi, 34  Tabel 2.6    Zona Security, 34
Gambar 2.1  Pusat Informasi, 37  Gambar 2.2  Gedung Serbaguna, 38  Gambar 2.3  Taman Spot Photo, 39  Gambar 2.4  Basement, 40
Lampiran 1  Foto Dokumentasi Wawancara, 2   Lampiran 2
Gambar 2.1 Pusat Informasi Islamic Center
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Aktifitas (Kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan di objek wisata) Aktifitas yang dilakukan wisatawan adalah menikmati pasir. putih, berselancar dan menikmati keindahan alam

Strategi Pengembangan Fasilitas Guna Meningkatkan Minat Wisatawan Di Obyek Wisata Talaga Herang Kabupaten Majalengka.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana merancang sebuah fasilitas yang dapat mewadahi kebutuhan akan pelabuhan wisata yang dapat memenuhi kebutuhan akan

Berkaitan dengan kepentingan mendesak dan kebutuhan akan fasilitas untuk para wisatawan yang masuk ke kota Yogyakarta yang semakin mempunyai potensi tempat wisata,

menjadikan ryoukan menjadi salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi. Tersedianya tempat ryoukan membuat wisatawan lebih mudah

PERENCANAAN FASILITAS PRODUKSI FABRIKASI PENUNJANG Penulis merencanakan fasilitas bengkel fabrikasi penunjang dapat memenuhi semua kegiatan produksi di sektor fabrikasi

Objek wisata alam Air Terjun Binusan merupakan salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Nunukan yang banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal untuk berwisata, namun objek wisata

Membantu wisatawan dalam menentukan pilihan tempat tujuan wisata sesuai dengan kebutuhan mereka Analisis profil calon wisatawan dan alternatif tempat tujuan wisata