ANALISIS PENGGUNAAN INTERNET BANKING DAN MOBILE BANKING TERHADAP KINERJA KEUANGAN PT. BANK NEGARA INDONESIA
(PERSERO) TBK
Andi Hasanuddin Samsu1, Sutardjo Tui2, Iqbal AR3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2 [email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
The purpose of this study was to examine and analyze the effect of internet banking and mobile banking on the financial performance of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. By using data obtained from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Central Jakarta, Consumer and Retail Division (E-Banking Unit Data). This research is an associative study and the type of data used is quantitative and qualitative data. The data used were obtained from the financial statements of PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 2016 to 2019, which has been published on www.bni.co.id and audited on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the research period. The analytical method used is descriptive statistical analysis and multiple linear regression analysis. The results of the study show that (1) the use of internet banking has a negative or no significant effect between the Internet Banking variable on Company Income (BNI), (2) the use of mobile banking has a positive (unidirectional) significant effect between Mobile Banking and PT Bank Negara Indonesia Revenue. (Persero) Tbk.
Keywords: financial performance, use of internet banking and mobile banking PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PENDAHULUAN
Pada era globalisasi ini Indonesia telah mengalami perkembangan ekonomi dan teknologi yang pesat. Teknologi informasi sudah merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting, bahkan sebagai tuntutan yang mendesak bagi setiap orang untuk menyelesaikan semua permasalahan dengan cepat serta meringankan semua pekerjaannya.
Perkembangan teknologi informasi menciptakan jenis-jenis dan peluang-peluang bisnis yang baru dimana transkasi-transaksi bisnis makin banyak dilakukan secara elektronika. Berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi tersebut memungkinkan setiap orang dengan mudah melakukan transaksi perbankan. Perkembangan teknologi memang cepat dan memberi pengaruh signifikan dalam aspek kehidupan kita.
Penggunaan teknologi saat ini tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media. Selain itu smartphone, device dan gadget sebagai alat komunikasi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perbankan.
Selama beberapa tahun terakhir ini, bank
komersial telah memperkenalkan sIstem perbankan berbasis daring untuk meningkatkan operasional dan mengurangi biaya. Internet dan Mobile banking merupakan salah satu bentuk produk jasa yang mulai banyak ditawarkan oleh bank-bank komersial di Indonesia. Oleh karena alasan kemudahan dan kegunaannya, mulai banyak nasabah bank di Indonesia yang menggunakan fasilitas electronik banking dalam transaksi perbankan.
internet dan mobile banking atau yang lebih dikenal e-banking yang merupakan bentuk layanan perbankan secara elektronik melalui media e-banking pada dasarnya merupakan suatu kontrak transaksi antara pihak bank dan nasabah yang memberikan manfaat berganda dengan menggunakan media internet.
Transaksi perbankan dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa dibatasi tempat dan waktu. Dengan adanya electronik banking, nasabah suatu bank akan semakin mudah untuk melakukan kegiatan perbankan, karena para nasabah dapat mengakses layanan yang diinginkan oleh nasabah tanpa harus dating ke bank yang bersangkutan. Technology Acceptance Model (TAM) adalah teknologi informasi yang pertama kali diperkenalkan
oleh Davis (1989) yang mengemukakan bahwa persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi daya guna adalah variabel utama dalam menggunakan teknologi informasi (elektronik banking). Persepsi kemudahan penggunaan merupakan salah satu faktor penting bagi pengguna untuk bertransaksi menggunakan electronik banking dengan fleksibilitas waktu dan tempat karena dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Selain itu, e-banking dapat di akses dengan mudah dan tidak mengalami kesulitan dalam bertransaksi. Persepsi daya guna merupakan hal yang penting untuk bertransaksi menggunakan internet banking dan mobile banking dengan mudah dipelajari dan dapat meningkatkan kinerja pengguna.
Rumusan masalah : 1) Apakah internet banking berpengaruh terhadap pendapatan pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk?; 2) Apakah mobile banking berpengaruh terhadap pendapatan pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk?; 3) Apakah pengaruh internet banking berdampak terhadap nilai transaksi di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk?; 4) Apakah pengaruh mobile banking berdampak terhadap nilai transaksi di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ?
Tujuan penelitian: 1) Mengukur apakah internet banking berpengaruh terhadap pendapatan pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; 2) Mendeskripsikan apakah mobile banking berpengaruh terhadap pendapatan pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; 3) Mengidentifikasi apakah pengaruh Internet Banking berdampak terhadap nilai transaksi di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; 4) Memberikan gambaran apakah mobile banking berdampak terhadap nilai transaksi di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
TINJAUAN LITERATUR
BNI didirikan pada tanggal 5 Juli 1946 oleh RM Margono Djojohadikoesomo, dipersiapkan menjadi bank sirkulasi atau Bank Sentral dan mengedarkan alat pembayaran resmi pertama Oeang Republik Indonesia (ORI). BNI merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Kantor pertama BNI yang kini menjadi Kantor Bank Indonesia, Jalan Senopati Yogyakarta. BNI dipersiapakan menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral dan mengedarkan alat pembayaran resmi pertama
Oeang Republik Indonesia (ORI). Peresmian Bank Negara Indonesia dilakukan oleh wakil Presiden Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1946 digedung De Javasche Bank, Yogyakarta. Tambang emas Tjokotok adalah nasabah pertama Bank BNI. PT. BNI (Persero) Tbk memiliki identitas yakni filosofi logo baru, huruf BNI, simbol “46”, dan palet warna.
Slogan yang digunakan dalam perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk adalah “Kami Ada Karena Anda Ada Dan Kami Siap Melayani Anda Sebagai Jaringan Satu Dengan Yang Lain Di Pertemuan Bank BNI Di Seluruh Dunia”.
Kinerja suatu perusahaan adalah seberapa efisien dan efektif sebuah organisasi atau seberapa baik organisasi itu menetapkan dan mencapai tujuan yang memadai. Bagi investor, informasi tentang kinerja tersebut dapat digunakan utuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka.
Kinerja perlu diukur dan dievaluasi untuk menentukan sejauh mana keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan (Sartorno, 2011).
Menurut Furst, Lang, & Nolle (2009) mendefinisikan bahwa internet banking adalah penggunaan internet sebagai jalur pengiriman jarak jauh untuk pelayanan tradisonal, seperti pembukaan rekening deposito atau pengiriman dana pada rekening yang berbeda, pengiriman dan pembayaran tagihan elektronik yang memperkenankan nasabah untuk menerima dan membayar tagihan melalui website bank tersebut. Jadi, internet banking adalah suatu aktivitas perbankan yang menggunakan internet sebagai sarana untuk melakukan transaksi antara nasabah dengan suatu bank.
Mobile banking yang juga dikenal dengan istilah online banking atau e-banking ini menurut situs wikipedia adalah salah satu layanan yang disediakan bank untuk nasabah.
Dengannya, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan tanpa harus ke bank, melainkan cukup dengan media smart phone atau ponsel.
Beberapa transaksi yang bisa dilakukan di antaranya cek saldo, mutasi rekening, transfer, pembayaran, pembelian, dll. Transaksi- transaksi itu dapat dilakukan kapan dan di mana saja selama 24 jam.
Gambar 1. Model Penelitian
Sumber: Samsu (2021)
Berdasarkan pada kerangka konseptual, maka hipotesis yang kami maksudkan adalah pernyataan mengenai suatu hal yang harus diuji kebenarannya, hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini adalah:
Ho: Penggunaan internet banking dan mobile banking (e-banking) tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Ha: Penggunaan internet banking dan mobile banking (e-banking) mempengaruhi kinerja keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
METODE PENELITIAN
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan berbentuk angka dan dapat dianalisis secara statistik maupun dihitung secara matematik. Dalam penelitian ini, meneliti pengaruh internet banking dan mobile banking terhadap kinerja keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, skema, dan gambar. Data kualitatif mampu menggambarkan objek penelitian secara detail dengan uraian yang tidak dapat dijelaskan secara numerik data yang diperoleh dalam bentuk informasi atau penjelasan secara lisan maupun tertulis seperti sejarah dan perkembangan perusahaan, job description organisasi.
Adapun yang menjadi obyek penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang lembaga keuangan perbankan, tepatnya PT.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta Pusat Divisi Consumer and Ritel (Data Unit E- Banking). Waktu penelitian dilaksanakan selama 2 bulan.
Data primer adalah data yang diperoleh dengan cara mengolah laporan keuangan PT.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Periode tahun 2016 sampai dengan 2019. Data sekunder merupakan data yang didapatkan dan dikumpulkan oleh peneliti dari hasil penelitian yang dilakukan oleh orang lain. Data sekunder
juga disebut data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain) yang telah dipublikasikan.
Teknik pengumpulan data menurut Sugiyono (2017), tujuan utamanya adalah untuk memperoleh data sesuai dengan standar data yang dibutuhkan dan telah ditetapkan.
Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1) Studi pustaka, yaitu mencari jurnal penelitian terdahulu serta buku-buku yang berkaitan dengan masalah judul tesis yang diteliti pada PT .Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk melihat kegiatan dan aktivitas pada perusahaan tersebut; 2) Studi dokumentasi, yaitu mengumpulkan laporan keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Jakarta Pusat Divisi Consumer and Ritel (Data Unit E-Banking) pada tahun 2016 sampai tahun 2019.
Variable bebas (independen) ada 2 yakni: 1) Internet banking (X1), BNI internet banking adalah salah satu channel fasilitas e- banking dari BNI untuk mengakses rekening yang dimiliki nasabah melalui jaringan internet dengan menggunakan perangkat lunak browser pada komputer; 2) Mobile Banking (X2), BNI mobile banking adalah fasilitas layanan perbankan yang memudahkan nasabah BNI untuk bertransaksi langsung melalui smartphone pemilik akun BNI, secara aman, mudah, dan cepat.
Variable terikat (dependen), kinerja keuangan perusahaan berkaitan erat dengan pengukuran dan penilaian kinerja. Pengukuran kinerja (performing measurement) ialah kualifikasi dan efisiensi serta efektivitas perusahaan dalam pengoperasian bisnis selama periode akuntansi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Organisasi pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbkmempunyai struktur dengan pimpinan tertingginya yaitu Direktur Utama yang dibawahi beberapa bagian antara lain: Direktur Korporasi, Direktur Ritel, Direktur Internasional, Direktur Treasuri, Direktur Pengendalian Resiko, Direktur Kepatuhan, Satuan Pengawas Intern.
Rekap laporan keuangan pendapatan internet banking dan mobile banking PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Periode 2016- 2019.
Internet Banking (X1) Mobile Banking (X2)
Kinerja Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk. (Y)
Sepanjang tahun 2016, BNI tetap berhasil dan terus meningkatkan keberadaannya sebagai bank transaksi pilihan nasabah melalui berbagai pilihan layanan cash management yang efisien, efektif, aman dan handal. Sebagai hasilnya, total frekuensi transaksi layanan manajemen kas terpadu melalui BNI e-banking (corporate internet banking) tumbuh 45,3% mencapai 26.100 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp 94,7 triliun dari sebesar Rp 936 triliun di tahun sebelumnya. Seiring dengan peningkatan bisnis layanan transactional banking, pendapatan berbasis fee juga tumbuh menjadi sebesar Rp 477 miliar di akhir tahun 2016.
Disamping itu, produk mobile banking launcing perdana pada tahun 2016 dengan total pengguna aktif mobile banking di tahun 2016 tercatat sebesar 506.564 pengguna aktif, dan mencapai total transaksi mencapai 10.500 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp 13,6 triliun, sejalan dengan peningkatan pengguna layanan internet banking.
Selama tahun 2017, jumlah pengguna internet banking tercatat sebanyak 1,78 juta pengguna, meningkat 16% dari tahun lalu yang sebanyak 1,53 juta pengguna.
Berdasarkan jumlah transaksinya, internet banking di 2017 tercatat jumlah transaksi sebanyak 25,3 juta, menurun 3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 26,1 juta transaksi. Sejalan dengan jumlah transaksi, volume transaksi Internet Banking di tahun 2017 tercatat sebesar Rp 94,5 triliun menurun 1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 94,7 triliun. Selama tahun 2017, jumlah pengguna mobile banking tercatat sebanyak 1.368 ribu pengguna, meningkat 170% dari tahun lalu yang sebanyak 506 ribu pengguna. Berdasarkan jumlah transaksinya, Mobile Banking berhasil mencacatkan jumlah transaksi sebanyak 32,3 juta transaksi di tahun 2017, meningkat 207% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 10,5 juta transaksi.
Sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna dan jumlah transaksi, volume transaksi mobile banking di tahun 2017 tercatat sebesar Rp.49,8 triliun, meningkat 265% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,6 triliun.
Periode tahun 2018, jumlah pengguna internet banking tercatat sebanyak 1,9 juta pengguna, meningkat 6,3% dari tahun lalu yang sebanyak 1,8 juta pengguna. Berdasarkan jumlah transaksinya, internet banking di 2018 tercatat jumlah transaksi sebanyak 27,5 juta,
meningkat 8,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 25,4 juta transaksi.
Sejalan dengan jumlah transaksi, volume transaksi internet banking di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 91,3 triliun, menurun 3,0%, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 94,0 triliun.
Pada periode yang sama tahun 2018, jumlah pengguna mobile banking tercatat sebanyak 2,9 juta pengguna, meningkat 111,3% dari tahun lalu yang sebanyak 1,4 juta pengguna. Berdasarkan jumlah transaksinya, mobile banking berhasil mencatatkan jumlah transaksi sebanyak 96,9 juta transaksi di tahun 2018, meningkat 199,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 32,3 juta transaksi.
Sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna dan jumlah transaksi, volume transaksi mobile banking di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 133,4 triliun, meningkat 167,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 49,8 triliun.
Tahun 2019, BNI mencatatkan jumlah pengguna internet banking sebanyak 2,00 juta pengguna, meningkat 5,44% di tahun 2019 dibandingkan 1,89 juta pengguna di tahun sebelumnya. Internet Banking juga mencatatkan jumlah transaksi sebanyak 29,86 juta di tahun 2019, meningkat 8,60%
dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 27,50 juta transaksi. Sejalan dengan peningkatan jumlah transaksi tersebut, internet banking membukukan volume transaksi sebesar Rp 92,92 triliun di tahun 2019, naik 1,82%, dibandingkan posisi tahun 2018 yang sebesar Rp 91,25 triliun.
Diketahui sepanjang tahun 2019, jumlah pengguna mobile banking tercatat sebanyak 4,88 juta pengguna, tumbuh 68,63% dari tahun 2018 sebanyak 2,89 juta pengguna. Seiring dengan peningkatan jumlah pengguna, mobile banking berhasil mencatatkan jumlah transaksi sebanyak 207,85 juta transaksi di tahun 2019, naik 108,36% dibandingkan tahun 2018 sebesar 96,88 juta transaksi. Peningkatan jumlah pengguna dan jumlah transaksi, membawa pengaruh pada peningkatan volume transaksi mobile banking di tahun 2019 yang tumbuh 136,68% menjadi Rp.315,74 triliun dibandingkan pada tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp.133,41 triliun.
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov- Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 4
Normal Parametersa,b
Mean .0000000
Std.
Deviation
.00422953 Most Extreme
Differences
Absolute .273
Positive .200
Negative -.273
Kolmogorov-Smirnov Z .546
Asymp. Sig. (2-tailed) .927
Sumber: Data Diolah (2021)
Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
Internet Banking .505 1.982 Mobile Banking .505 1.982 Sumber: Data Diolah (2021)
Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) -3.696 1.738 -
2.126 .280 Internet
Banking
.264 .123 1.175 2.137 .279 Mobile
Banking
.001 .002 .439 .798 .571 Sumber: Data Diolah (2021)
Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized
Residual
Test Valuea -86527.08534
Cases < Test Value 2
Cases >= Test Value 2
Total Cases 4
Number of Runs 3
Z .000
Asymp. Sig. (2-tailed) 1.000 Sumber: Data Diolah (2021)
PENUTUP
Berdasarkan pembahasan dan analisis mengenai pengaruh penggunaan internet banking dan mobile banking terhadap kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk. Pada bab sebelumnya, maka kesimpulan peneliti: 1) Variabel internet banking berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; 2) Variable mobile banking berpengaruh positif dan terdorong signifikan terhadap kinerja keuangan PT.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Beberapa saran yang dapat diberikan peneliti terkait dengan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagi perbankan, penyediaan layanan internet banking dan mobile banking dapat dilakukan dengan maksimal sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perbankan; 2) Bagi pembaca, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan terkait dengan penggunaan internet banking dan mobile banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk; 3) Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan manejemen untuk melakukan investasi internet banking dan mobile banking dalam rangka meningkatkan profitabilitas dalam jangka panjang; 4) Peneliti selanjutnya disarankan untuk memperpanjang periode penelitian dan menambahkan menambah variabel-variabel yang belum diteliti pada penelitian ini untuk mendapatkan analisis yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullai, H. M., & Micheni, E. M. (2018).
Effect of Internet Banking on Operational Performance of Commercial Banks in Nakuru County, Kenya. International Journal of Economics, Finance and Management Sciences, 6, 60-65.
Ahira, A. (2011). Sistem Informasi Keuangan.
Ajija, S. R., Sari, D. W., Setianto, R. H., &
Primanti, M. R. (2011). Cara Cerdas Menguasai Eviews. Salemba Empat.
Al-Smadi, M. O., & Al-Wabel, S. A. (2011, August). The Impact of E-banking on The Performance of Jordanian Banks. Journal of Internet Banking and Commerce, 16.
Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Indonesia.
Egan, R., & Prawoto, H. (2013, Maret 22).
Pengaruh Internet Banking Terhadap Kinerja Perbankan di Indonesia (Studi Empiris Pada Bank yang Listing di BEI).
Jurnal Akuntansi Bisnis, XI.
Fahmi, I. (2012). Analisis Kinerja Keuangan.
Bandung: Alfabeta.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS (8 ed). Semarang: Universitas Diponegoro.
http://www.idx.co.id. (n.d.). Retrieved from www.idx.co.id.
http://www.bni.co.id. (n.d.). Retrieved from www.bni.co.id.
http://www.klikbca.com. (n.d.). Retrieved from
http://www.klikbca.com.
Kamsir. (2011). Analisa Laporan Keuangan.
Yogyakarta: Liberty.
Kotler, Philip. (2010). Marketing Management. The Millennium Edition, TenEdition, USA, PrenticeHall. Inc.
L.M, Samryn. (2011). Pengantar Akuntansi:
Mudah Membuat Jurnal dengan Pendekatan Siklus Transaksi (Edisi 13).
Jakarta: Salemba Empat.
Munawir, S. (2010). Analisis Informasi Keuangan. Yogyakarta: Liberty.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.
31 mengenai Akuntansi Perbankan Raharjo, B. (2010). Akuntansi Manajemen Informasi untuk Pengambilan
Rudianto. (2013). Akuntansi Manajemen Informasi untuk Pengambilan Keputusan Strategis. Jakarta: Erlangga.
Sahut, J. M. (2007). Internet Payment and Banks.
Sangadji. (2010). Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian.
Yogyakarta: Andi.
Sartorno, A. (2011). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.
Sekaran, U. (2017). Metodologi Penelitian untuk Bisnis (Research Methods for Business) (4 ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Sinambela, E., & Rohani. (2017). Pengaruh Penyediaan Layanan Internet Banking Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan di Bursa Efek Indonesia. Forum Keuangan dan Bisnis Indonesia (FKBI), 87-94.
Sofiana, T. U., & Surjandari, I. (2014).
Analisis Pengaruh Internet Banking terhadap Kinerja Bank di Indonesia dengan Metode Data Envelopment (DEA) dan Principal Component Analysis (PCA).
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Surat Edaran Bank Indonesia Njxznomor 6/18/DPNP. Penerapan Manejemen Risiko
Pada Aktivitas Pelayanan Jasa Bank Melaui Internet (Internet Banking).
Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. 72 tahun 1990.
Syahyunan. (2015). Manajemen Keuangan (Perencanaan, Analisis, dan Pengendalian Keuangan), Medan: USU Press.
Tandelilin, E. (2010). Portofilio dan Investasi:
Teori Aplikasi. Yogyakarta: Kanisius.
Tunay, K. B., Tunay, N., & Akhisarq, I.
(2015). Interaction Between Internet Banking and Bank Performance: The Case of Europe. World Conference on Technology. Innovation and Entrepreneurship. 363-368.
Undang-Undang No.7 tahun 1992.
Undang-Undang Perbankan No. 10 tahun 1993.
Undang-Undang Perbankan No. 10 tahun 2008.
Zakaria, A. (2012). Analisis Pengaruh Penerapan Interent Banking terhadap Kinerja Perbankan Indonesia.